Keramik Pintar buatan Samsung

Category : tentang TeKnoLoGi

Era TabletPC boleh-boleh saja dikabarkan bakalan segera lewat, tergerus oleh keberadaan Phablet (layar 5-6 inchi), tapi yang namanya usaha untuk mengambil hati para konsumen bisa jadi tetap dilakukan oleh vendor kenamaan asal Korea ini. Samsung.

Apabila perkembangan selama satu bulan terakhir, infonya mereka positif merilis dua seri Galaxy Note 4 dan Galaxy Note Edge yang memiliki dua layar berbeda fungsi dengan bentukan melengkung di sisi kanan layar utama, jauh sebelumnya ternyata seri Note Pro sudah diturunkan demi mengalahkan persaingan dengan bebuyutan, Apple.

Samsung Galaxy Note Pro merupakan sebuah TabletPC dengan lebar layar aktif 12,2 inchi, yang dirilis secara resmi pada bulan Januari 2014 lalu. Menyasar segmen menengah keatas, dengan dimensi perangkat nyaris mirip dengan sepotong keramik berukuran 20×30 cm. Apalagi soal ketipisan perangkat yang hanya mencapai 8 mm saja. Makin menguatkan imajinasi akan sepotong keramik pintar buatan Samsung.

rps20140922_112700

Menggunakan dapur pacu
Berkekuatan 8 inti 2,3 GHz serta besaran Memory RAM 3 GB rasanya kebingungan juga mau dimanfaatkan untuk apa saja. Mengingatkannya setara dengan para raksasa Android yang belakangan juga hadir di blantika gadget dunia.

Sedangkan lainnya, masih sama dengan para pendahulu maupun pembaharu yang tampil dengan beda nama. Jadi ya gag usah dibahas khusus yah.

Namun jika mau disandingkan dengan yang ada, salah satu fitur baru yang berusaha disajikan dalam perangkat Samsung Galaxy Note Pro ini adalah Remote Desktop, aplikasi yang memiliki kemampuan untuk tersambung dengan perangkat PC rumahan, melalui koneksi internet sehingga penggunanya memungkinkan untuk melakukan operasi dan pekerjaan melalui tabletpc tersebut.

Selain itu urusan Note sebagaimana series yang diusung, tetap menyertakan model stylus yang sama dengan perangkat Note 3 dimana metode input ke perangkat masih menggunakan interface yang sama. Air Command. Demikian halnya dengan perwajahan desain depan yang mengadopsi tampilan ponsel, terdapat tombol sentuh Pilihan dan Back ditambah tomhol fisik untuk Home dan Multitasking.

Dengan harga jual yang nyaris 10jutaan, rasanya agak kecewa saat menemukan kenyataan bahwa Keyboard Samsung yang dijual secara terpisah, tidak mampu memberikan kepuasan dan kenyamanan penggunaan jika dibandingkan dengan perangkat tabletpc berbasis Windows 8 lainnya. Jadi ya jadikanlah pertimbangan akhir sebelum kalian memutuskan untuk membelinya.

Eksplorasi Air Command

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu fitur terkini yang ditawarkan oleh perangkat Android Samsung Galaxy Note 3 adalah Air Command yang akan muncul secara otomatis saat stylus pen dikeluarkan dari cangkangnya. Dan Ini merupakan pengaturan yang datang secara default.

Air Command merupakan kumpulan dari 5 (lima) shortcut menuju fitur ataupun aplikasi yang memanfaatkan penggunaan stylus pen sebagaimana yang pernah disampaikan sebelumnya, yaitu Action Memo, Scrapbooker, Screen Write, S Finder dan Pen Windows. Kelima fitur atau aplikasi ini ditujukan untuk menerjemahkan produktifitas pekerjaan menjadi beberapa catatan penting yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan atau aktifitas lainnya.

Action Memo untuk mengakses tampilan Memo secara cepat demi menuliskan ide yang terlintas, catatan ataupun hal lain yang dianggap penting dengan tambahan item clipboard, gambar ataupun file multimedia lainnya.

Scrapbooker sebagai sarana penyimpan aktifitas yang ditemukan saat bekerja, berkelana di dunia maya atau berinteraksi dengan layar perangkat, dimana semua catatan yang tersimpan akan direkam dan sedapat mungkin diterjemahkan dalam bentuk visual kata dan dapat ditemukan dalam aplikasi ScrapBook. Ohya, sebagai pengingat bahwa aplikasi atau teknologi serupa dapat ditemukan dalam perangkat BlackBerry 10 atau PlayBook dimana kemampuannya bisa dikatakan sedikit terbatas ketimbang yang telah dikembangkan oleh Samsung kali ini.

Samsung Galaxy Note 3 PanDe Baik

Screen Write adalah fitur untuk menulisi gambar atau apapun yang terekam pada layar secara real time untuk menyampaikan satu informasi secara langsung yang berkaitan dengan gambar tersebut. Jadi ketika menemukan gambar kebaya yang menarik hati misalnya, bisa di-shared ke akun istri, dengan catatan atau coretan ‘gag boleh lebih dari 300rb loh ya…’ *uhuk

S Finder merupakan fitur pencari atas semua catatan atau rekaman yang telah dibuat atau terkait dengan tiga fitur sebelumnya, atau gambar yang pernah diambil dari kamera ponsel, atau bahkan dokumen didalam perangkat berdasarkan kata kunci yang diinputkan. Sehingga untuk hasil pencarian akan dikelompokkan berdasarkan kategori item yang ditemukan. Menarik bukan ?

dan terakhir ada Pen Windows. Fitur ini fungsinya adalah untuk mengaktifkan aplikasi lain secara pop-up diatas layar yang aktif digunakan, dengan tujuan mengakses lebih cepat aplikasi dimaksud tanpa harus keluar dari layar untuk masuk ke menu utama. Misalkan saja Calculator untuk menghitung besarnya diskon penawaran yang ditemukan saat browsing *uhuk

Meski secara default fitur Air Command dapat tampil secara otomatis saat stylus pen dikeluarkan dari cangkangnya, pengguna dapat menonaktifkannya lewat menu Pengaturan. Dan dapat diakses kembali dengan menekan tombol pada stylus pen tanpa menyentuhkan ujung stylus pada layar, cukup diarahkan saja.

Eksplorasi Samsung Galaxy Note 3

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih mengulas soal kemampuan dan fitur baru yang ditawarkan oleh perangkat Android Flagship besutan vendor asal Korea Selatan, Samsung Galaxy Note 3, kali ini saya ingin berbagi soal hal-hal yang jadi catatan khusus dalam rangka eksplorasi lebih jauh, tentu dari sudut pandang dan kebutuhan saya selaku pengguna.

Pertama, soal Spek. OctaCore ditambah 3 GB RAM tentu saja bukan spesifikasi biasa. Meskipun dalam tulisan tempo hari beberapa kali masih saya jumpai lag lantaran sisa RAM yang dapat digunakan jauh dari harapan, namun soal kecepatan loading pada beberapa buku atau majalah berformat pdf seperti majalah detik atau Android, baru terasa bedanya dengan perangkat Android yang saya gunakan sebelumnya. Lebih gegas dalam membuka dan merendering halaman, sehingga informasi yang ditawarkan pun dapat lebih cepat selesai dibaca.

Galaxy Note 3 PanDe Baik 3

Lain spek lain pula fitur yang ditawarkan untuk mendukung kehadiran stylus pen yang dibenamkan di sisi belakang bodi, bawah kanan. Apalagi kalau bukan yang namanya Air Command.

Air Command adalah salah satu fitur yang mendukung kehadiran Stylus Pen besutan Samsung Galaxy Note 3, yang secara default akan hadir secara otomatis saat stylus dikeluarkan dari cangkangnya. Fungsinya sebagai jalur shortcut ke lima fitur lain yang pula menjadi pembaharuan bagi Note series yaitu Action Memo, Scrapbooker, Screen Write, S Finder dan Pen Window.

Bagi yang ingin tau lebih lanjut perihal aktifitas apa saja yang bisa dilakukan oleh kelima fitur diatas, kelak akan disampaikan dalam satu tulisan khusus lebih lanjut.

Lalu, terkait pembaharuan fitur atau yang tempo hari disebut hanya sebagai gimmick yang gag terlalu penting, selain koneksi NFC dan Samsung Beam, ada Air View yaitu fitur yang dapat dimanfaatkan untuk memunculkan informasi saat telunjuk atau stylus mengarah pada item tertentu dalam layar perangkat, Air Gesture yaitu fitur yang dapat mengoperasikan beberapa fungsi hanya dengan melakukan aksi sapuan tangan diatas layar (tanpa menyentuh), Motion dan Palm Motion yang memanfaatkan gerakan atau goyangan ponsel, Smart Screen yang memanfaatkan gerak gerik bola mata serta Increase Touch Sensitivity yaitu fungsi untuk para pengguna yang berada di wilayah bersuhu dingin, tetap dapat mengoperasikan perangkat meski tangan terbungkus oleh sarung yang tebal.

Oh ya, selain semua fitur baru diatas, dalam paket penjualan terdapat satu aplikasi lagi yang kelihatannya disuntikkan secara default untuk para penggunanya agar dapat memelihara kesehatan melalui S Health. Sebagaimana namanya, aplikasi ini kelak dapat dijadikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan kesehatan tertentu seperti diet atau menurunkan berat, mempertahankan kondisi tubuh atau menjaga stamina keseharian. Semacam asisten ceritanya. Bisa digunakan setelah pengguna menginputkan data diri secara fisik serta tujuan yang ingin dicapai.

Oke, cukup sekian untuk tulisan kali ini, besok kita lanjut lagi dengan mengEksplorasi lima fitur baru Air Command. Sampai nanti…

Samsung Galaxy Note 3

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi kalian pengguna serta penggila perangkat Android, saya yakin ada rasa keinginan yang menggebu untuk bisa memiliki serta menjajal kemampuan barisan ponsel kategori flagship yang dirilis secara resmi oleh para vendor kenamaan, dan bersyukur bahwa salah satunya kini hadir di meja saya untuk dikulik lebih jauh.

Samsung Galaxy Note 3.

Perangkat ini sebenarnya hadir dalam dua varian warna, putih dan hitam. Namun belakangan pasca Valentine lalu, ada beberapa warna dan corak cover tambahan yang ditawarkan yang sayangnya masih sulit ditemukan di pasaran.

Galaxy Note 3 PanDe Baik 2

Mengambil form Galaxy Note seri pertama, wajah Note generasi ketiga ini jadi berkesan lebih elegan ketimbang pendahulunya. Dan meskipun masih mempertahankan bahan material plastik khas model seluruh perangkat Galaxy series, finishing bagian belakang yang nyaris menyajikan kesan kulit lengkap dengan jahitan yang ternyata hanyalah cetakan belaka, bolehlah diapresiasi pengguna. Dan desain ini tetap diadopsi oleh case pengganti alternatif yang bukan buatan Samsung original.

Secara spek, Galaxy Note 3 dibekali prosesor jenis Quad Core atau empat inti yang digandakan dalam kecepatan yang berbeda. Artinya ada delapan inti yang siap digunakan, namun untuk penggunaan standar sehari-hari, secara otomatis hanya memanfaatkan salah satunya untuk penghematan daya dan resources lainnya. Prosesor tambahan hanya akan aktif dan berjalan apabila aktifitas multitasking dilakukan. Jadi untuk pengujian kecepatan, secara visual begitu rasanya sulit dilakukan terkecuali menggunakan aplikasi benchmarking seperti Antutu misalkan.

Tapi dengan jenis prosesor yang berukuran raksasa bagi sebuah perangkat ponsel ditambah dukungan 3 GB RAM, percayakan kalian jika lag masih tetap muncul saat perangkat digunakan untuk beraktifitas ?

Yup, sayapun mengalaminya. Beberapa kali ponsel terasa lambat dalam menerima respon sentuhan, dan mengakibatkan beberapa aplikasi ditutup secara paksa. Apa yang menyebabkannya demikian ?

Rupanya anggapan saya selama ini, salah. Bahwa standar minimal perangkat Android itu mengadopsi besaran RAM 1 GB. Buktinya ya Galaxy Note 3 ini. Padahal sudah menggapai 3 GB RAM, apa daya yang tersisa hanyalah kisaran 750 MB hingga 1,2 GB (kondisi ponsel kosong tanpa aplikasi). Heran ? Tentu saja. Dan rupanya penggunaan RAM begitu tinggi dipicu oleh banyaknya fitur atau aplikasi tambahan yang disuntikkan kedalam perangkat dalam kondisi default oleh vendor. Meskipun sebenarnya belum tentu fitur atau aplikasi tambahan ini dibutuhkan atau dapat berguna bagi pemilik ponsel. Misalkan saja NFC, Smart Stay, Air Gesture, Air View dan lainnya. Seberapa sering sih kita akan memanfaatkan semua fitur ini dalam aktifitas harian ? Apakah benar-benar merupakan satu kebutuhan atau hanyalah ajang pamer teknologi atau yang disebut terlalu banyak gimmick oleh banyak pihak ? Tentu kalian sendiri yang akan tahu itu.

Namun jika itu ditanyakan pada saya, jawabannya tentu saja belum terlalu perlu saat ini.

Lantas fitur apa saja yang kemudian bisa dianggap asyik untuk dijajal pada perangkat Samsung Galaxy Note 3 ini ? Simak di tulisan selanjutnya yah…

Pindah ke Lain Galaxy

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Hanya berselang dua tahun, akhirnya perubahan itu terjadi juga. Jika dulu saya begitu mendewakan perangkat berlayar 7 inchi, baik untuk bertelepon ataupun beraktifitas, lama kelamaan terasa juga ribetnya. Maka setelah melakukan eksperimen kecil-kecilan menggunakan layar lebar Samsung Galaxy Mega 5,8, pilihan itu terwujud.

Samsung Galaxy Note 3. Satu pilihan tepat tentunya saya kira, mengingat bukan masuk dalam golongan gonta ganti ponsel dalam hitungan bulan sehingga sebuah perangkat Flagship dengan berbasiskan spesifikasi terkini, kelihatannya masih cukup mapan untuk digunakan dalam ukuran tahun. Minimal 2 tahun kedepan.

Galaxy Note 3 PanDe Baik

Dengan lebar layar yang mencapai 5,7 inchi atau lebih ramping sekitar 1,3 inchi tentu saja membawa banyak perubahan baik perilaku maupun kebiasaan.
Jika dahulu aktifitas mengetik Notulen, catatan diskusi ataupun penyimpanan ide begitu nyaman dilakukan untuk ukuran jempol, maka kini dibutuhkan banyak penyesuaian perilaku, beradaptasi dengan ukuran keyboard visual yang nyaris setengahnya, juga peletakan sebagian besar tombol bantu seperti Backspace, juga titik komanya. Belum lagi typo atau kesalahan ketik lantaran jarak antar dua atau tiga tombol disekelilingnya kerap tertekan tak sengaja sehingga dibutuhkan banyak koreksi ulang agar lebih nyaman dibaca.

Tidak hanya itu, dengan layar yang cukup lebar, aktifitas apapun tentu jadi jauh lebih nyaman. Apalagi saat penggunaan lebih banyak menggunakan posisi landscape, terasa pas untuk kedua tangan. Tapi kini, tidak lagi. Dengan sisa layar yang hanya setengah lebar layar, aktifitas mengetik jadi berkurang kepuasannya. Disamping itu pula, beberapa fitur yang dibenamkan didalamnya jadi sedikit lebih nyaman bila dioperasikan dengan layar portrait layaknya penggunaan ponsel biasa ketimbang landscape. Hanya saja konsekuensinya ya keyboard visual jadi jauh lebih kecil lagi dan kemungkinan typo atau salah ketik jadi lebih besar.

Maka itu, untuk mengatasi semua kekurangan diatas, Samsung memberikan stylus pen untuk dimanfaatkan oleh penggunanya melahirkan bentuk tulisan yang dengan cepat dapat mengubah dirinya dari bentuk tulisan tangan menjadi baku standar keyboard. Memudahkan namun terasa unik jika sampai diketahui orang lain. He…

Sedangkan kebiasaan, ya tentu saja harus mengatakan ‘bye bye tas pinggang atau tas slempang… mengingat dengan ukuran layar yang hanya 5,7 inchi masih bisa dikantongi meski agak sedikit menyembul. Setidaknya masih nyaman kalo mau kemana mana, gag musti bawa tas tambahan.

Lantas, seberapa jauh sih Manfaat yang bisa dirasakan oleh penggunanya *dalam hal ini tentu saja saya pribadi, untuk kelas ponsel phablet Samsung Galaxy Note 3 dalam keseharian ? Simak di tulisan berikutnya.

Hmm… Ganti gag yah ?

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Makin yakin dengan rekomendasi ponsel #Android standar minimum itu musti 1 GB RAM. Termurah yg branded ada Samsung Galaxy Core, yg lain ?

Kemarin minggu sempat rekomend keponakan upgrade ke Galaxy Core, ketimbang Galaxy Fame. Sebelumnya pegang Galaxy Pocket #Android. Harga termasuk standar menengah, 2,5 juta. Tapi puas.

Samsung Galaxy Core PanDeBaik

layar sudah 4,3 inchi, lumayanlah. prosesor Dual Core 1,2 GHz setara GalTab 7. Beberapa permainan berskala sedang, dilahap habis oleh Galaxy Core. Minimal macamnya Angry Bird Go, Plants Zombie 2 dan Prince of Persia. Sedangkan utk porsi sendiri masih mikir”mau ganti GalTab 7+ ke Note 8 atau Note 3. kasian uangnya dibuang”toh masih memuaskan secara kinerja.

Malah yang jadi bahan pertimbangan utama tuh sebenarnya ya kenyamanan akan besaran keypad mode landscape nya, pas buat jempol saya :p Note 8 sepertinya terlalu lebar kalo ditempel di wajah buat nelpon, sedang Note 3 terkendala keypad mode landscape.

Dan terkadang agak mikir juga dengan besaran RAM 2 GB (Note 8) atau 3 GB (Note 3), itu mau dipake buat apa yah ?

1 GB udah cukup rasanya. Jarang main Games skala berat, palingan BabyBusnya Mirah, Subway Surf, Angry Bird, Onet dan Plants vs Zombie. sisanya eBook dan socmed. Sedang kebutuhan fotografi ya palingan Photo Editor, Instagram dan Resizer utk bahan tulisan Blog. Photoshop masih nyaman via Laptop :p

Aktifitas paling berat di GalTab cuma buat AutoCAD viewer lewat Turbo viewer, utk pantau Data Jalan Kabupaten dan Lingkungan Kab Badung. dan nonton film hasil donlot. terakhir ada si Bad Grandpa dan Fast Furious 6. *minim aktifitas di #Android GalTab 7+.

Yg paling bikin mupeng saat ini cuma satu. Smartwatch.. antara ambil Sony, Samsung atau iPod 6th-nya Apple. keren kalo pake jam model gini. Yang masih mikir buat ambil segera, hanya satu. kalo pas hujan, nanti gimana ? Gag asyik kalo musti lepas jam. hehehe…

Tadinya disaranin ambil PSP oleh ponakan. tapi ya krena jarang main game, ya…

mending hunting ponsel lawas via berniaga. :p Eh, sebetulnya masih suka berburu PDA jadul yg OSnya masih Windows Mobile, buat koleksi aja. masih ada yg punya gag yah ?    

Hujan Android gaya Samsung Galaxy Series

1

Category : tentang InSPiRasi, tentang TeKnoLoGi

Ada yang tahu ada berapa banyak seri Android yang sudah dirilis oleh produsen Samsung sejak kemunculannya pertama kali ditahun 2009 lalu hingga kini ? Nyaris mencapai angka 100 unit seri Galaxy. Atau bahkan lebih, jika melihat dari varian yang dimiliki oleh masing-masing perangkat ?

Setidaknya demikian info Release History yang saya dapatkan lewat halaman Wikipedia.

Dan dari sekian banyak yang digelontorkan ke pasar global, 25 diantaranya turun bagai hujan sepanjang tahun 2013. Maka bisa dikatakan, minimal ada dua seri yang dirilis dalam setiap bulannya, belum termasuk kategori TabletPC yang total berjumlah 16 unit. Kagum ? Jangan dulu.

Hal seperti ini sebenarnya pernah dilakukan oleh sang mantan raja ponsel kelas dunia asal Finlandia Nokia, yang belakangan makin terpuruk saja akibat salah langkahnya mengambil keputusan dengan mengembangkan sistem operasi Meego yang gagal sebelum berkembang, atau gabungnya mereka dengan sang raksasa Microsoft. Ada yg masih ingat ada berapa seri Nokia yang pernah digelontorkan ke pasar lewat seri N atau kategori Multimedia ? He… itu baru sebagian kecil. Belum seri E dan lainnya. Ditambah beberapa barisan Lumia atau Asha.

Samsung galaxy PanDeBaik

Lalu benang apa yang bisa ditarik dari dua perilaku serupa sang mantan raja dan raja terkini di dunia mobile telekomunikasi, Nokia dan Samsung ?

Mereka sama-sama cerdik, menggelontor pasar global dengan puluhan seri yang mirip satu sama lain, namun menyasar konsumen di semua lini. Baik pemula, menengah hingga kelas atas, tanpa kecuali. Dan itu dilakukan pada masa jaya, sehingga publik terbelah menjadi dua bagian. Satu yang memiliki loyalitas tinggi dan fanatik akan produk Galaxy Series (atau Nokia dijamannya) untuk pilihan berikutnya, dan bagian lain yang merasa bosan dengan teknologi serupa dalam setiap perangkat, lalu memilih brand lain yang jauh lebih menggoda baik fitur maupun desain akhirnya.

Jika Nokia dahulu bersaing ketat dengan Sony Ericsson yang tak mau kalah lewat brand Walkman dan K series nya, kini Samsung harus berhadapan dengan sejumlah pesaing dari berbagai belahan dunia. iPhone dari Amerika, HTC Taiwan, Sony Jepang, hingga lawan dari negeri sendiri, LG. Termasuk Nokia sang pendahulu.

Meski demikian, usaha Samsung lewat Galaxy Seriesnya patut diacungi jempol mengingat teknologi yang dikembangkan dari tahun ke tahun hingga kini, tetap dibutuhkan oleh pengguna, meski sebagian diantaranya merupakan contekan dari sang maestro iPhone, sebuah ponsel karya Steve Jobs yang fenomenal itu.

Trik pemasaran ini sudah sewajarnya ditiru oleh beberapa brand ternama lainnya, jika memang menginginkan kue keuntungan dengan margin yang lebih besar. Setidaknya nama seperti HTC hingga pendatang baru Oppo sudah mulai bergerak mengikuti, dengan merilis seri Mini dari ponsel flagship yang mereka miliki.

Tapi apakah mereka tahu jika pemasaran dan keuntungan tidak akan datang begitu saja jika tidak diimbangi dengan layanan purna jual atau after sales-nya ? Bagi yang pernah memiliki perangkat Samsung yang bermasalah, saya yakin pernah merasakan layanan mereka yang gegas dan memuaskan. Infonya, Samsung sudah sejak lama merekrut teknisi-teknisi lokal untuk dididik memahami teknologi serta menyuntikkan dana yang besar untuk iklan, demi meraup image terbaik di mata konsumen di tiap-tiap wilayah sasaran. Entah benar atau tidak, namun melihat apa yang terjadi di lapangan, bisa jadi info tersebut akurat adanya.

Nah, masalahnya apakah brand lain mampu mengimbangi langkah Samsung untuk mencuri sedikit pangsa pasar yang ada ?

(tetap) waspadai Ponsel Replika

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Penawaran Ponsel Replika kini ramai lagi. Kali ini gag canggung buat ngakuin barang asli tapi BM.. padahal secara spek jauh beda.. hati”yah…

Seorang kawan mendapat penawaran dari rekan kantornya, sebuah ponsel #Android besutan Samsung, dengan harga 25% dari aslinya. Penawaran tsb bisa dilakukan sesuai pesanan, mau ambil seri apa aja bahkan hingga Galaxy S4 sekalipun. Harga tetap 25%, klaimnya BM.

Sekedar info, sebenarnya ponsel BM jika itu produk asli, sebenarnya gag jauh jauh amat bedanya dengan yang resmi. Cuma kalo ponsel dimaksud belum rilis secara resmi, harga versi BM biasanya jauh lebih mahal (kasus iPhone semua seri), Atau kalo sudah rilis resmi, harganya sedikit lebih murah namun tanpa garansi resmi, hanya garansi toko hitungan bulan. Secara spek pun sebetulnya gag jauh beda meski BM, jadi waspadalah sebelum mengambil keputusan.

Akan tetapi Jika penawaran ponsel BM namun murah itu ternyata nyampe di telinga kalian, yang perlu diwaspadai ada 2. Yaitu Penipuan, ini jika ditawarkan secara online oleh alamat web yang gag jelas ataupun menyerupai situs asli ternama. dan kedua, ponsel Replika.

Bagi yg belum tau apa itu ponsel replika, sesuai namanya merupakan tiruan dari jenis atau seri tertentu, dengan spek yang kadang mirip pula. Namun tidak jarang, spek yang dibekali didalam sebuah ponsel replika hanya setengah dari kemampuan ponsel yang ditirunya tersebut. Makin mirip kemampuannya (makin tinggi KW-nya), makin mahal pula harganya. Namun Kisaran termahal yg saya tahu sekitaran 3 jutaan saja.

Lantaran mahalnya ponsel KW atau replika ini, tentu jenis atau seri yang disasar merupakan ponsel mahal atau flagship merek tertentu saja. Misalkan iPhone 4 atau 5, Samsung Galaxy Note I, II ataupun Galaxy III dan IV… dimana rata”masih bercokol di kisaran harga 5 s/d 7,5jtan.

Makin tinggi kualitas KW sebuah ponsel replika biasanya makin sulit pula dikenali secara kasat mata tingkat kepalsuannya. Sepengalaman terdahulu, untuk iPhone bisa dikenali dari fitur Browser bawaan dan adanya File Manager yang notabene jauh dari aslinya. Sedang untuk seri #Android, sedikit agak susah mengingat secara OS, #Android bisa didapat dengan murah, apalagi dikawinin dengan Launcher.

Sehingga untuk mengenali lebih jauh keberadaan ponsel replika ini, bisa diuji dengan beberapa cara seperti cek IMEI online, atau dari metadata hasil jepretan foto, yg dapat dilihat dari layar PC/NoteBook. Selain itu, bisa juga dengan melakukan Compare spek dan fitur Antara ponsel yang diduga sebagai replika dengan ponsel yang ditiru, terutama pada fitur khusus/bawaan vendor. Untuk kasus Samsung Galaxy S4, kabarnya gag hanya fisik yang mampu dituru secara sempurna, namun juga fitur Air Gesture-nya.

Khusus untuk spek, yang bisa dijadikan pedoman barangkali resolusi layar (cari tau dengan cara capture layar, lalu periksa resolusinya), Kecepatan Prosesor (bisa dicaritau dengan menggunakan aplikasi Benchmarking atau Utility sejenis), Kekuatan megapixel Kamera, apakah benar setara asli atau hanya pembesaran (interpolasi), Atau hal lain yang spesifik dengan melihat spek lebih lanjut dari situs resmi milik vendor, atau sekelas gsmarena.

Dengan ditawar murahnya sebuah ponsel replika, maka beberapa konsekuensi seperti kualitas, kemampuan, masa garansi bahkan bonus Ya gag akan berlaku laiknya ponsel asli. Untuk garansi biasanya berlaku garansi Toko 1-2 bulan, itupun gag boleh komplain kalo terjadi apa”. Bonus seperti akun Dropbox yang biasanya kini hadir bersama ponsel baru atau bundling paket internet, juga gag didapat. Jadi ya mesti diterima apa adanya. Yang sayangnya, kini tampaknya penawaran sudah bergeser menjadi ponsel Asli namun BM (bukan replika).

Penawaran ini biasanya dilakukan oleh orang yang merasa yakin dengan kepercayaan calon korban dan memang melihat peluang keuntungan berlipat. Berbeda dengan yang memang secara terang terangan mengaku bahwa yang dijualnya merupakan Ponsel Replika.

Bagi kalian yang sudah terlanjur mendapat penawaran ini dan tergoda bahkan sudah memberikan DP atau panjer awal, baiknya sih Main-main sebentar ke halaman Forum semacam Kaskus yang memang secara terang-terangan menjual ponsel Replika dgn segudang realitanya. Misalkan, box yang digunakan yang seresmi aslinya, fitur kamera agak buram, dll… semua itu jelas dan tanpa disembunyikan lagi. Sehingga saat menerima barang nantinya, kalian sudah punya gambaran awal bahwa dengan harga murah ya gag bakalan dapat ponsel aslinya :p

Dengan menyadarinya lebih dini, kelak ketika terjadi apa-apa dengan ponselnya, ya jangan coba-coba membawanya ke Service Centre terdekat. Atau biar tetap pede saat dipake, harus diyakini sejak awal bahwa itu ponsel asli, bukan versi replika dan mengaku dibeli dgn harga mahal :p

Jika memang sejak awal sudah menyadari bahwa yg dibeli adalah ponsel Replika, saya yakin apapun kata orang dan apapun yang terjadi kemudian. Gag bakalan ngaruh bagi pikiran, mengingat semua sudah menjadi resiko pembeli sejak awal.

Namun sebaliknya, apabila sejak awal kita sbg pembeli sudah ditanamkan bahwa ponsel dimaksud adalah Asli namun BM, dan kemudian menyadari bahwa ponsel yang dipegang hanyalah sebuah Replika, kira-kira si penjual bisa dituntut atau minimal mengembalikan uang pembeliannya gag ya ?

Berburu Ponsel Android Best Buy Level Atas

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Berbeda dengan dua tulisan sebelumnya yang menyasar pangsa pasar level Pemula dan Menengah, untuk kisaran papan atas agaknya sulit dalam menentukan pilihan, karena disini sasaran yang dituju memang berbeda segmen. Namun karena topik masih menggunakan istilah ‘Best Buy’, sudah tentu yang namanya persoalan harga tetap menjadi pertimbangan utama.

Namun apabila angka 7 jutaan keatas masih terlalu mahal untuk disandingkan dengan sebuah perangkat ponsel yang notabene memiliki fungsi utama bertelepon dan sms, barangkali pilihan yang ada jadi lebih mengerucut. Meski ada juga beberapa vendor yang memilih untuk menjual ponsel seri flagship mereka (istilah yang digunakan untuk menyebut perangkat termutakhir dari vendor branded), dengan harga dibawah rentang tersebut.

Misalkan pilihan pertama, lagi-lagi Samsung lewat perangkat Galaxy Note II yang menyajikan spesifikasi standar ponsel Android mahal mencakup kecepatan prosesor Quad Core atau empat inti 1,6 GHz, 2 GB RAM, 16 GB Internal Storage dan lebar diagonal layar 5,5 inchi. Plus daya tahan batere 3.100 mAh, cukup untuk bertahan hidup selama 1,5 hingga 2 hari dalam pemakaian normal. Salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh seri yang satu ini adalah dukungan Pen Stylus dimana layar yang digunakan merupakan hasil kerjasama dengan pihak pengembang hardware desain grafis Wakom.

Pilihan kedua datang dari Sony Xperia Z (entah seri apa yang kelak digunakan untuk mengungguli kemampuan pendahulunya ini) yang menawarkan kemampuan daya tahan outdoor seperti debu, air dan goncangan atau jatuh, serta resolusi kamera mumpuni 13 MegaPixel. Ditambah dukungan akan permainan sekelas Playstation, konsol games ternama milik Sony.

Pilihan ketiga datang dari LG Nexus 4 miliknya yang memang secara khusus dikembangkan bersama Google namun berharga paling terjangkau dari semua alternatif pilihan yang sudah dan kelak akan saya sebut sebagai pilihan ponsel Android papan atas. Meski berharga paling murah diantara semua, untuk spesifikasi hardware bisa dikatakan setara Galaxy Note II miliknya Samsung.

Pilihan terakhir datang dari HTC One + yang memiliki harga jual setara Sony Xperia Z namun memiliki spesifikasi sedikit dibawah standar tadi, yaitu pada opsi besaran RAM yang hanya 1 GB saja. Sedangkan opsi 2 GB, hanya mampir pada seri HTC One yang dibanderol di kisaaran 7,5 juta rupiah. Wiiihh… Namun positifnya, secara internal Storage merupakan yang terbesar dari semua seri, yaitu 64 GB taanpa dukungan eksternal memory lagi.

Sedangkan alternatif pilihan yang datang dari vendor lokal adalah Oppo Find 5 yang memiliki spesifikasi dan harga jual setara LG Nexus 4. Sisanya, gag ada lagi.

So, dari tiga pemaparan yang sudah saya sampaikan sebelumnya, kira-kira mau menyasar pilihan yang mana ?