Berkenalan dengan Samsung Galaxy A9 Pro

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat mata mengalihkan pandangan kepada ponsel Samsung Galaxy A9 Pro untuk pertama kalinya, rasanya memang nda ada bedanya dengan Galaxy series lain yang pernah saya miliki. Dengan visual mirip Note 4 dan 5, Samsung Galaxy A9 Pro yang dirilis pada kuartal pertama tahun 2016 lalu nyatanya punya lebar layar sekaligus dimensi ponsel yang lebih besar lagi.
Tepatnya Enam Inchi.
Uedan tenan…

Akan tetapi yang lebih menarik perhatian untuk dicermati lebih lanjut adalah soal daya tahan baterenya yang berukuran jumbo disemat pada belakang ponsel dengan konstruksi unibodi atau dengan kata lain, tak dapat dilepas sebagaimana seri lainnya.
Adapun kekuatan yang dibekali sekitaran 5.000 mAh.
Uedan kan ya ?

Dengan mengadopsi kekuatan sebesar itu maka nda heran jika persoalan daya tahan yang mampu dijabani seharian, rata-rata dalam pemakaian normal usai jam kerja masih tersisa sekitaran 50an% atau kalau dipaksa dengan penggunaan simultan bakalan menyisakan 10an% pada sore hari.
Keknya masih tergolong cukup untuk mendukung aktifitas kerja dan komunikasi lebih lanjut.

Salah satu efek samping besarnya daya tahan yang disematkan adalah berat ponsel yang cukup mengkhawatirkan apabila digenggam dengan satu tangan. Apalagi kalo sampai dioperasikan ?
Butuh keahlian tambahan untuk dapat mengakses semua sudut layar, atau kalau mau nda repot ya gunakan saja kedua tangan. He…

Jika ditilik lebih jauh lagi, bidang permukaan berkesan melengkung pada bagian pinggiran. Baik sisi depan pada layar maupun belakang punggung ponsel. Sudah begitu kedua permukaan ini sama sama dibekali Gorilla Glass yang menjadikannya jaminan mutu kualitas terbaik akan kemungkinan kemungkinan goresan tak sengaja, sekaligus penampilan yang menawan saat tak dibalut leather case dan semacamnya.
Terdapat dua penempatan slot yang berbeda pada sisi pinggiran ponsel yang didesain layaknya seri iPhone, yaitu slot eksternal storage berupa microSD dengan daya dukung hingga 256 GB, dan slot dual sim card berukuran nano dengan jaringan 4G LTE.
Satu standar baku sebuah ponsel impian sebagaimana yang pernah saya tuliskan sebelumnya.

Samsung Galaxy A9 Pro

Category : tentang TeKnoLoGi

Tadinya saya nda berniat sedikitpun untuk menggantikan ponsel premium besutan SmartFren yang sudah dijabani sejak Oktober 2015 lalu.
Hisense PureShot+ HS L695.
Ponsel berjaringan 4G LTE dengan layar lebar dan dual slot sim card, sudah lebih dari cukup menggantikan Samsung Galaxy Note 3 yang dulu pernah saya banggakan.

Hanya saja, dalam perjalanan di akhir tahun kemarin, saat kesibukan begitu banyak, saya kerap kewalahan menangani pekerjaan sementara yang namanya ponsel sebagai satu-satunya media komunikasi dan modal kerja, tampaknya sudah nda mampu lagi melayani jam kerja saya dari pagi hingga sore hari. Perlu slot colokan listrik terdekat yang hampir selalu diganggu dengan dering telepon dan update kerjaan, sehingga memaksa ponsel harus dicabut kembali dari tempatnya berdiam diri.
Hal sama ketika digantikan dengan power bank yang pula tampak kurang nyaman saat digunakan berkomunikasi secara bersamaan.

Disamping itu pula, tampaknya kelelahan yang amat sangat pada kinerja ponsel menyebabkan keluhan-keluhan yang disampaikan terakhir terkait penggunaan ponsel Hisense PureShot+ November lalu makin menjadi.
Maka dengan mempertimbangkan beberapa hal tambahan, dihibahkanlah ponsel bongsor ini kepada Bapak yang tempo hari sempat kelabakan gegara Nokia X yang Beliau pegang mengalami Factory Reset kedua kalinya tanpa sebab.

Berbekal spesifikasi standar ponsel impian yang saya tuangkan melalui postingan Pergantian Note 3 ke PureShot+, yaitu internal storage 32 GB, RAM minimal 2 GB dan slot Dual SIM terpisah, kini musti ditambahkan satu kriteria lagi, terkait daya tahan yang lebih lama ketimbang ponsel yang pernah dipegang sebelumnya.

Maka dipilihlah Samsung Galaxy A9 Pro 2016.

Mau tau apa saja kelebihannya ?
Yuk simak di tulisan berikutnya.

Cerita Terkini tentang Pergantian ponsel dari Note 3 ke PureShot Plus

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat memutuskan penggantian ponsel dari brand ternama Samsung Galaxy Note 3 ke perangkat premium besutan SmartFren, Hisense Pureshot Plus HS-L695, jujur saja memang ada rasa canggung lantaran secara umum Note 3 jauh lebih nyaman untuk digunakan.
Tapi let’s see…

Setelah nyaris setahun berlalu, kini nasib ponsel Samsung Galaxy Note 3 yang dulu pernah saya banggakan kemampuannya pun tersimpan dalam box originalnya, lengkap dengan semua asesoris dalam paket penjualannya. Awal pernah terpikir untuk dilego via OLX, cuma ndak rela kalo dihargai 1/3 nya… Ndak jauh dari harga baru ponsel Hisense saat diluncurkan tahun lalu.

Samsung Galaxy Note 3 Hisense PureShot

Maka bisa dikatakan rutinitas saya dari semenjak berangkat kantor, pulang hingga tidur dan terbangun lagi keesokan harinya, ditemani hanya dengan satu ponsel, yang kemudian mengubah semua kriteria awal ponsel impian jika diberi kesempatan menggantinya kelak.

Dual SIM menjadi hal mutlak yang dipersyaratkan. Itupun slot kedua Sim Card mutlak berbeda dengan slot kartu memory eksternal dengan tujuan kemampuan penambahan kapasitas penyimpanan. Internal storage minimal 32 GB dan RAM minimal 2 GB. Biar lebih nyaman saat digunakan.
Layar lebar, tetap sama. Selebihnya ya opsional.

Meski demikian tidak berarti saya nyaman nyaman saja saat menggunakan ponsel Hisense Pureshot Plus HS-L695, jika dibandingkan dengan Samsung Galaxy Note 3 terdahulu.
Ada juga beberapa kekurangsempurnaan yang sempat saya alami dalam perjalanannya, lumayan mengganggu pola pemakaian di awal. Namun lama kelamaan, ada juga solusi yang bisa ditawarkan sebagai Tips untuk kalian, andai mengalami hal yang sama dengan pengalaman saya.

Apa saja itu, simak di tulisan selanjutnya.

Meninggalkan Samsung Galaxy Note 3

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Lama menemani hari, tampaknya masa-masa indah menikmati waktu bersama Samsung Galaxy Note 3 sudah menjelang lewat.

Adalah rasa bosan yang menyebabkan ini semua terjadi. Bosan lantaran belakangan hati mulai mendua, ingin berpaling pada yang lain entah itu ponsel maupun nomor yang kini sudah mulai dikenal banyak orang.
Akan tetapi pilihan lantas jatuh pada Hisense. Ponsel besutan SmartFren yang hampir setahun terakhir jadi selingkuhan utamanya saat berada diluar jam kerja juga luar kantor.
Kebetulan pula sudah mengadopsi Dual Sim Card sehingga jadi memudahkan untuk berganti ponsel tanpa meninggalkan nomor lama sementara waktu.

Yang paling susah dari semua ini adalah Move On, mengingat dari segi kenyamanan penggunaan, Samsung Galaxy Note 3 masih jauh lebih baik ketimbang Hisense. khususnya saat berinteraksi lebih jauh dengan aplikasi Evernote, standar baku ngeBlog belakangan ini. sekedar Catatan, Hisense kerap Typo sehingga menyulitkan penulisan dalam waktu cepat. Sudah begitu ada fitur blocking kata tiap kali mau editing kata. Susyah deh pokoknya.

Tekad sudah bulat.
Ponsel Note 3 sudah terlanjur dikotakkan.
Tinggal menunggu waktu saja, apakah kelak Hisense bisa menggantikan keberadaannya atau harus balik lagi pada mantan ?
Tunggu kabar berikutnya.

Antara Samsung Galaxy Note 3, Note 3 Neo dan Hisense Pureshot+

Category : tentang TeKnoLoGi

Bingung.
Yah… kurang lebih begitu.

Perasaan ini kerap terjadi ketika hari-hari nyaman itu mulai terganggu dengan kehadiran barang baru. Eh… Gadget baru. Maaf…

Namun kebingungan ini biasanya tak akan lama jika barang eh Gadget baru maksud saya, bukan termasuk yang diinginkan atau layak menggantikan perangkat yang sudah ada sebelumnya.

Nah… trus bagaimana kalo yang datang itu barang eh Gadget baru gres dengan kemampuan mumpuni ?

Na ini… disinilah kebingungan akan selalu muncul, menghantui selama beberapa hari bahkan pekan dan bukan tidak mungkin kehadirannya menggantikan peranan yang telah ada sebelumnya.
Seperti Hisense PureShot+ kali ini.

Samsung Galaxy Note 3 Hisense PureShot

Bagi kalian yang sudah lama mengikuti beberapa postingan saya terakhir, pasti tahu dan pahamlah sejauh mana kemampuan ponsel besutan perusahaan dari China yang selama ini jadi pemasok perangkat milik SmartFren, apalagi saat dikombinasi dengan paket data True Unlimited 4G LTE yang beneran Unlimited sampe puas itu, membuat Hisense PureShot jauh lebih menjanjikan ketimbang Samsung Galaxy Note 3 Neo yang selama ini mendampingi ponsel dan nomor utama yang tersemat didalam Samsung Galaxy Note 3.

Itu sebabnya ketika mencoba satu dua kali membawa ketiga ponsel berlayar lebar ini bersamaan, sepertinya hanya Galaxy Note 3 Neo saja yang lebih banyak terabaikan. Bisa jadi secara isi jeroan yang sama persis dengan sang kakak, Note 3 rilis pertama. Maka disusunlah satu konspirasi untuk menyingkirkan Note 3 Neo secara perlahan namun pasti.

Tidak banyak dokumen maupun file multimedia yang harus dipindahkan dari Samsung Galaxy Note 3 Neo meski sudah dijejali eksternal card 64 GB, karena sebagian besar original filenya masih berada di pc kantor. Maka proses pun bisa jauh dipercepat termasuk menginstalasi beberapa aplikasi yang dahulunya hanya disuntikkan pada ponsel cadangan mengingat secara kebutuhan tidak memerlukan kecepatan saat dibutuhkan.

Begitu semua isi diduplikasi dan dipindah ke ponsel Hisense PureShot+ yang dilakukan pertama kali adalah mengubah Launcher UI nya dari Vision UI versi originalnya Hisense ke Apex Launcher yang selama ini menemani hari di sekian banyak ponsel Android yang pernah dimiliki. Selain simpel, Apex punya fitur mengunci layar desktop yang memberi keamanan dan kenyamanan saat ponsel dipegang anak-anak. Selain itu, dibutuhkan juga pengaturan tambahan penataan icon agar serupa dengan ponsel utama Samsung Galaxy Note 3. Tujuan tentu agar tak membingungkan saat menggunakan salah satu diantaranya secara bergantian.

Maka jadilah ponsel Samsung Galaxy Note 3 Neo teman setia bagi iPhone 4 CDMA yang sejak bangkrutnya Telkom Flexy lebih banyak ngijeng (baca:menunggui) di rumah ketimbang dibawa beraktifitas harian.
Rencananya sih mau di lego saja. Atau diantara kalian ada yang mau ?
He…

Keramik Pintar buatan Samsung

Category : tentang TeKnoLoGi

Era TabletPC boleh-boleh saja dikabarkan bakalan segera lewat, tergerus oleh keberadaan Phablet (layar 5-6 inchi), tapi yang namanya usaha untuk mengambil hati para konsumen bisa jadi tetap dilakukan oleh vendor kenamaan asal Korea ini. Samsung.

Apabila perkembangan selama satu bulan terakhir, infonya mereka positif merilis dua seri Galaxy Note 4 dan Galaxy Note Edge yang memiliki dua layar berbeda fungsi dengan bentukan melengkung di sisi kanan layar utama, jauh sebelumnya ternyata seri Note Pro sudah diturunkan demi mengalahkan persaingan dengan bebuyutan, Apple.

Samsung Galaxy Note Pro merupakan sebuah TabletPC dengan lebar layar aktif 12,2 inchi, yang dirilis secara resmi pada bulan Januari 2014 lalu. Menyasar segmen menengah keatas, dengan dimensi perangkat nyaris mirip dengan sepotong keramik berukuran 20×30 cm. Apalagi soal ketipisan perangkat yang hanya mencapai 8 mm saja. Makin menguatkan imajinasi akan sepotong keramik pintar buatan Samsung.

rps20140922_112700

Menggunakan dapur pacu
Berkekuatan 8 inti 2,3 GHz serta besaran Memory RAM 3 GB rasanya kebingungan juga mau dimanfaatkan untuk apa saja. Mengingatkannya setara dengan para raksasa Android yang belakangan juga hadir di blantika gadget dunia.

Sedangkan lainnya, masih sama dengan para pendahulu maupun pembaharu yang tampil dengan beda nama. Jadi ya gag usah dibahas khusus yah.

Namun jika mau disandingkan dengan yang ada, salah satu fitur baru yang berusaha disajikan dalam perangkat Samsung Galaxy Note Pro ini adalah Remote Desktop, aplikasi yang memiliki kemampuan untuk tersambung dengan perangkat PC rumahan, melalui koneksi internet sehingga penggunanya memungkinkan untuk melakukan operasi dan pekerjaan melalui tabletpc tersebut.

Selain itu urusan Note sebagaimana series yang diusung, tetap menyertakan model stylus yang sama dengan perangkat Note 3 dimana metode input ke perangkat masih menggunakan interface yang sama. Air Command. Demikian halnya dengan perwajahan desain depan yang mengadopsi tampilan ponsel, terdapat tombol sentuh Pilihan dan Back ditambah tomhol fisik untuk Home dan Multitasking.

Dengan harga jual yang nyaris 10jutaan, rasanya agak kecewa saat menemukan kenyataan bahwa Keyboard Samsung yang dijual secara terpisah, tidak mampu memberikan kepuasan dan kenyamanan penggunaan jika dibandingkan dengan perangkat tabletpc berbasis Windows 8 lainnya. Jadi ya jadikanlah pertimbangan akhir sebelum kalian memutuskan untuk membelinya.

Eksplorasi Air Command

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu fitur terkini yang ditawarkan oleh perangkat Android Samsung Galaxy Note 3 adalah Air Command yang akan muncul secara otomatis saat stylus pen dikeluarkan dari cangkangnya. Dan Ini merupakan pengaturan yang datang secara default.

Air Command merupakan kumpulan dari 5 (lima) shortcut menuju fitur ataupun aplikasi yang memanfaatkan penggunaan stylus pen sebagaimana yang pernah disampaikan sebelumnya, yaitu Action Memo, Scrapbooker, Screen Write, S Finder dan Pen Windows. Kelima fitur atau aplikasi ini ditujukan untuk menerjemahkan produktifitas pekerjaan menjadi beberapa catatan penting yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan atau aktifitas lainnya.

Action Memo untuk mengakses tampilan Memo secara cepat demi menuliskan ide yang terlintas, catatan ataupun hal lain yang dianggap penting dengan tambahan item clipboard, gambar ataupun file multimedia lainnya.

Scrapbooker sebagai sarana penyimpan aktifitas yang ditemukan saat bekerja, berkelana di dunia maya atau berinteraksi dengan layar perangkat, dimana semua catatan yang tersimpan akan direkam dan sedapat mungkin diterjemahkan dalam bentuk visual kata dan dapat ditemukan dalam aplikasi ScrapBook. Ohya, sebagai pengingat bahwa aplikasi atau teknologi serupa dapat ditemukan dalam perangkat BlackBerry 10 atau PlayBook dimana kemampuannya bisa dikatakan sedikit terbatas ketimbang yang telah dikembangkan oleh Samsung kali ini.

Samsung Galaxy Note 3 PanDe Baik

Screen Write adalah fitur untuk menulisi gambar atau apapun yang terekam pada layar secara real time untuk menyampaikan satu informasi secara langsung yang berkaitan dengan gambar tersebut. Jadi ketika menemukan gambar kebaya yang menarik hati misalnya, bisa di-shared ke akun istri, dengan catatan atau coretan ‘gag boleh lebih dari 300rb loh ya…’ *uhuk

S Finder merupakan fitur pencari atas semua catatan atau rekaman yang telah dibuat atau terkait dengan tiga fitur sebelumnya, atau gambar yang pernah diambil dari kamera ponsel, atau bahkan dokumen didalam perangkat berdasarkan kata kunci yang diinputkan. Sehingga untuk hasil pencarian akan dikelompokkan berdasarkan kategori item yang ditemukan. Menarik bukan ?

dan terakhir ada Pen Windows. Fitur ini fungsinya adalah untuk mengaktifkan aplikasi lain secara pop-up diatas layar yang aktif digunakan, dengan tujuan mengakses lebih cepat aplikasi dimaksud tanpa harus keluar dari layar untuk masuk ke menu utama. Misalkan saja Calculator untuk menghitung besarnya diskon penawaran yang ditemukan saat browsing *uhuk

Meski secara default fitur Air Command dapat tampil secara otomatis saat stylus pen dikeluarkan dari cangkangnya, pengguna dapat menonaktifkannya lewat menu Pengaturan. Dan dapat diakses kembali dengan menekan tombol pada stylus pen tanpa menyentuhkan ujung stylus pada layar, cukup diarahkan saja.

Eksplorasi Samsung Galaxy Note 3

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih mengulas soal kemampuan dan fitur baru yang ditawarkan oleh perangkat Android Flagship besutan vendor asal Korea Selatan, Samsung Galaxy Note 3, kali ini saya ingin berbagi soal hal-hal yang jadi catatan khusus dalam rangka eksplorasi lebih jauh, tentu dari sudut pandang dan kebutuhan saya selaku pengguna.

Pertama, soal Spek. OctaCore ditambah 3 GB RAM tentu saja bukan spesifikasi biasa. Meskipun dalam tulisan tempo hari beberapa kali masih saya jumpai lag lantaran sisa RAM yang dapat digunakan jauh dari harapan, namun soal kecepatan loading pada beberapa buku atau majalah berformat pdf seperti majalah detik atau Android, baru terasa bedanya dengan perangkat Android yang saya gunakan sebelumnya. Lebih gegas dalam membuka dan merendering halaman, sehingga informasi yang ditawarkan pun dapat lebih cepat selesai dibaca.

Galaxy Note 3 PanDe Baik 3

Lain spek lain pula fitur yang ditawarkan untuk mendukung kehadiran stylus pen yang dibenamkan di sisi belakang bodi, bawah kanan. Apalagi kalau bukan yang namanya Air Command.

Air Command adalah salah satu fitur yang mendukung kehadiran Stylus Pen besutan Samsung Galaxy Note 3, yang secara default akan hadir secara otomatis saat stylus dikeluarkan dari cangkangnya. Fungsinya sebagai jalur shortcut ke lima fitur lain yang pula menjadi pembaharuan bagi Note series yaitu Action Memo, Scrapbooker, Screen Write, S Finder dan Pen Window.

Bagi yang ingin tau lebih lanjut perihal aktifitas apa saja yang bisa dilakukan oleh kelima fitur diatas, kelak akan disampaikan dalam satu tulisan khusus lebih lanjut.

Lalu, terkait pembaharuan fitur atau yang tempo hari disebut hanya sebagai gimmick yang gag terlalu penting, selain koneksi NFC dan Samsung Beam, ada Air View yaitu fitur yang dapat dimanfaatkan untuk memunculkan informasi saat telunjuk atau stylus mengarah pada item tertentu dalam layar perangkat, Air Gesture yaitu fitur yang dapat mengoperasikan beberapa fungsi hanya dengan melakukan aksi sapuan tangan diatas layar (tanpa menyentuh), Motion dan Palm Motion yang memanfaatkan gerakan atau goyangan ponsel, Smart Screen yang memanfaatkan gerak gerik bola mata serta Increase Touch Sensitivity yaitu fungsi untuk para pengguna yang berada di wilayah bersuhu dingin, tetap dapat mengoperasikan perangkat meski tangan terbungkus oleh sarung yang tebal.

Oh ya, selain semua fitur baru diatas, dalam paket penjualan terdapat satu aplikasi lagi yang kelihatannya disuntikkan secara default untuk para penggunanya agar dapat memelihara kesehatan melalui S Health. Sebagaimana namanya, aplikasi ini kelak dapat dijadikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan kesehatan tertentu seperti diet atau menurunkan berat, mempertahankan kondisi tubuh atau menjaga stamina keseharian. Semacam asisten ceritanya. Bisa digunakan setelah pengguna menginputkan data diri secara fisik serta tujuan yang ingin dicapai.

Oke, cukup sekian untuk tulisan kali ini, besok kita lanjut lagi dengan mengEksplorasi lima fitur baru Air Command. Sampai nanti…

Samsung Galaxy Note 3

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi kalian pengguna serta penggila perangkat Android, saya yakin ada rasa keinginan yang menggebu untuk bisa memiliki serta menjajal kemampuan barisan ponsel kategori flagship yang dirilis secara resmi oleh para vendor kenamaan, dan bersyukur bahwa salah satunya kini hadir di meja saya untuk dikulik lebih jauh.

Samsung Galaxy Note 3.

Perangkat ini sebenarnya hadir dalam dua varian warna, putih dan hitam. Namun belakangan pasca Valentine lalu, ada beberapa warna dan corak cover tambahan yang ditawarkan yang sayangnya masih sulit ditemukan di pasaran.

Galaxy Note 3 PanDe Baik 2

Mengambil form Galaxy Note seri pertama, wajah Note generasi ketiga ini jadi berkesan lebih elegan ketimbang pendahulunya. Dan meskipun masih mempertahankan bahan material plastik khas model seluruh perangkat Galaxy series, finishing bagian belakang yang nyaris menyajikan kesan kulit lengkap dengan jahitan yang ternyata hanyalah cetakan belaka, bolehlah diapresiasi pengguna. Dan desain ini tetap diadopsi oleh case pengganti alternatif yang bukan buatan Samsung original.

Secara spek, Galaxy Note 3 dibekali prosesor jenis Quad Core atau empat inti yang digandakan dalam kecepatan yang berbeda. Artinya ada delapan inti yang siap digunakan, namun untuk penggunaan standar sehari-hari, secara otomatis hanya memanfaatkan salah satunya untuk penghematan daya dan resources lainnya. Prosesor tambahan hanya akan aktif dan berjalan apabila aktifitas multitasking dilakukan. Jadi untuk pengujian kecepatan, secara visual begitu rasanya sulit dilakukan terkecuali menggunakan aplikasi benchmarking seperti Antutu misalkan.

Tapi dengan jenis prosesor yang berukuran raksasa bagi sebuah perangkat ponsel ditambah dukungan 3 GB RAM, percayakan kalian jika lag masih tetap muncul saat perangkat digunakan untuk beraktifitas ?

Yup, sayapun mengalaminya. Beberapa kali ponsel terasa lambat dalam menerima respon sentuhan, dan mengakibatkan beberapa aplikasi ditutup secara paksa. Apa yang menyebabkannya demikian ?

Rupanya anggapan saya selama ini, salah. Bahwa standar minimal perangkat Android itu mengadopsi besaran RAM 1 GB. Buktinya ya Galaxy Note 3 ini. Padahal sudah menggapai 3 GB RAM, apa daya yang tersisa hanyalah kisaran 750 MB hingga 1,2 GB (kondisi ponsel kosong tanpa aplikasi). Heran ? Tentu saja. Dan rupanya penggunaan RAM begitu tinggi dipicu oleh banyaknya fitur atau aplikasi tambahan yang disuntikkan kedalam perangkat dalam kondisi default oleh vendor. Meskipun sebenarnya belum tentu fitur atau aplikasi tambahan ini dibutuhkan atau dapat berguna bagi pemilik ponsel. Misalkan saja NFC, Smart Stay, Air Gesture, Air View dan lainnya. Seberapa sering sih kita akan memanfaatkan semua fitur ini dalam aktifitas harian ? Apakah benar-benar merupakan satu kebutuhan atau hanyalah ajang pamer teknologi atau yang disebut terlalu banyak gimmick oleh banyak pihak ? Tentu kalian sendiri yang akan tahu itu.

Namun jika itu ditanyakan pada saya, jawabannya tentu saja belum terlalu perlu saat ini.

Lantas fitur apa saja yang kemudian bisa dianggap asyik untuk dijajal pada perangkat Samsung Galaxy Note 3 ini ? Simak di tulisan selanjutnya yah…