www.pandebaik.com Numpang Tenar di Koran Tokoh

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Entah kapan pastinya ketika satu saat saya di-Private Message lewat akun FaceBook oleh mbak Ratna Hidayati, seorang senior di dunia jurnalisme sejak masa SMA yang kini bernaung bersama Koran Tokoh, sebuah media Bacaan Wanita dan Keluarga yang kalo tidak salah sih sudah berskala Nasional. Lewat pesan tersebut mbak Ratna mengabarkan tentang rencana diadakannya kolom atau halaman Gadget/Teknologi di media yang ia kelola atas permintaan pembaca, sekaligus meminta untuk bantu-bantu nulis di beberapa edisi pertama. Tentu saja saya langsung mengiyakannya tanpa berpikir terlalu lama.

Lama kemudian tak berkabar, di awal Desember lalu Mbak Ratna kembali mengontak untuk minta rekomendasi memilihkan perangkat Tablet Android antara ukuran 8,9” atau 7”. Saat momen tersebut saya kembali menanyakan kepastian permintaan bantuan untuk menulis di Koran Tokoh apakah masih berlaku atau tidak. Jawabnya tentu dan mbak Ratna memberikan tenggat waktu, batas akhir empat buah tulisan yang rencananya bakalan naik per Januari Tahun 2012. Soal topik, belum ada ketentuan pasti namun diharapkan tentang isu atau hal-hal yang menjadi Trend di awal tahun.

Meskipun saat itu (hingga hari ini) saya belum menerima perjanjian kontrak secara resmi, namun adanya sebuah tawaran untuk menulis hal yang saya sukai di sebuah media cetak umum dan berskala Nasional pula, siapa sih yang mau melewatkannya ?

Bisa jadi lantaran melencengnya tema tulisan di blog www.pandebaik.com sepanjang Tahun 2011 lalu menjadi salah satu bahan pertimbangan mbak Ratna untuk menghubungi saya, yang jujur saja lebih banyak terfokus soal kemajuan dan perkembangan teknologi di bidang telekomunikasi. Gara-gara Android tentu.

Numpang tenar di Koran Tokoh

Jadilah ini kabar baik pertama saya di awal tahun 2012 yang kemudian sekaligus (entah ada hubungannya atau tidak) melonjakkan traffic kunjungan Blog www.pandebaik.com menjadi rata-rata nyaris 1K page views setiap harinya. Padahal sebelumnya, dengan jumlah pengunjung hingga hingga 400an page views per hari saja sudah sangat bersyukur dan merasa beruntung meski masih juga minim komentar. He…

Lucunya, saya pribadi malah baru tahu kalo tulisan pertama di Koran Tokoh sudah naik cetak saat seorang rekan kantor berkabar lewat komentar di status FaceBook. Merasa kaget, sayapun bergegas ke ruangan atasan yang sepengetahuan saya memang berlangganan Koran Tokoh sebagai sisipan tambahan dari media cetak Bali Post.

Hasilnya, sebuah tulisan ‘Pilih BlackBerry, iPhone, Symbian atau Android?’ menjadi tulisan pertama yang menghiasi halaman 20 Koran Tokoh edisi Januari. Hingga saat ini kalau tidak salah sudah 5 (lima) tulisan yang diturunkan dalam setiap edisinya di halaman 20. Menjadi 5 (lima) tulisan lantaran pada edisi 676, dua minggu lalu menurunkan 2 (dua) tulisan secara bersamaan, tentang Pemahaman perangkat TabletPC dan Review Samsung Galaxy Tab 7 Plus. Kalau tidak salah Edisi Terakhir 678, menurunkan tulisan tentang Application Market yang ada hampir di semua ponsel pintar.

Dilihat dari struktur kalimat pembukanya, terlihat beberapa editing dilakukan seperti kebiasaan yang dilakukan Anton Muhajir, senior saya di Bali Blogger saat saya mencoba numpang tenar di halaman BaleBengong.net tiga empat tahun lalu.

Rasanya bangga bukan main demi melihat nama (Pande Baik) tertera jelas di akhir tulisan tersebut. Kebanggaan ini kurang lebih sama saat tulisan pertama hasil kolaborasi Wartawan Sekolah naik cetak di tabloid remaja masa sekolahan Wiyata Mandala tahun 93/94 lalu.

Itu sebabnya, saya pun kemudian berusaha meluangkan waktu secara khusus untuk menuangkan beberapa ide yang hadir dikepala dalam misinya menulis kembali di Koran Tokoh dan berharap edisi Numpang Tenar di Koran Tokohnya masih bisa diperpanjang lagi. :p

Gag sempat buka NoteBook di Proyek ? Gunakan saja AutoCAD WS for Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Entah sejak kapan saya mulai jatuh cinta dengan aplikasi yang berbasis web, aplikasi yang kurang lebih tidak terlalu banyak menghabiskan memory bagi penggunanya namun akan sangat bergantung pada koneksi internet ini. Menggunakan Email, BLoG atau bahkan ketika membuat rencana dasar Sistem Informasi Jalan Raya saat Thesis tempo hari.

Cara kerja aplikasi macam ini kalo saya gag salah mengerti, hanya membutuhkan satu aplikasi master serta space tambahan untuk data yang diinstalasi dan dijalankan pada Server, untuk kemudian diakses oleh banyak orang yang tak lagi dibatasi tempat, lokasi, waktu hingga perangkat. Namun tentu saja aplikasi tersebut mutlak menyediakan tampilan (User Interface) yang mudah digunakan baik oleh orang awam ataupun memang diperuntukkan bagi mereka yang bergerak dalam bidang tersebut.

Selain minimnya kapasitas memory yang dihabiskan (karena master installer dan tentu saja data hanya diletakkan pada komputer Server), pengguna lain juga mampu mengakses aplikasi hanya berbekal alamat dan akun apabila aplikasi tersebut menyediakan opsi untuk membuat user data sehingga para pengguna pun mampu melakukan penyimpanan data dalam jumlah tertentu untuk mendukung aktifitasnya.

AutoCAD dikenal luas sebagai salah satu aplikasi standalone (berdiri sendiri) yang dikembangkan oleh AutoDesk yang secara khusus bergerak di bidang grafis vektor 2D maupun secara 3D. Bagi yang sudah kerap menggunakannya, AutoCAD merupakan salah satu aplikasi yang membutuhkan memory space tidak sedikit ditambah pula dengan kartu grafis untuk mempercepat proses Rendering. Itu sebabnya, seorang pengguna sebelum memutuskan untuk membeli sebuah perangkat pc ataupun NoteBook untuk kebutuhan grafis AutoCAD, yang  mutlak dipersyaratkan adalah Space Hard Disk, Memory RAM dan kartu Grafis. Lantas bagaimana seandainya kondisi yang dihadapi tidak memungkinkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap satu gambar desain (membuka sebuah NoteBook), dimana saat yang sama, satu keputusan akan perubahan gambar mutlak dibutuhkan  ?

Jika disitu terdapat sebuah perangkat/ponsel Android dan tentu saja koneksinya, Gunakan saja AutoCAD WS for Android.

AutoCAD WS for Android merupakan satu terobosan baru dari pengembang AutoDesk, yang memungkinkan penggunanya melakukan Viewer dan Editing pada sebuah gambar desain secara online melalui sebuah perangkat Android tanpa membutuhkan penghabisan Space serta Memory yang besar. Tinggal Sign In dan buka file gambar yang telah disimpan sebelumnya dalam akun tersebut.

Dari beberapa percobaan yang saya lakukan dalam mengoperasikan AutoCAD WS for Android ini, koneksi internet merupakan satu hal yang mutlak. Aplikasi tidak akan bisa digunakan apabila Proses Sign In (Log in) belum dilalui oleh setiap penggunanya. AutoCAD WS yang merupakan salah satu aplikasi berbasis Web, tentu saja sangat bermanfaat bagi mereka yang jarang memiliki waktu untuk membuka NoteBook, mengoperasikannya serta melakukan editing apalagi dalam keadaan mobile.

Saat melakukan fungsi Editing ternyata AutoCAD WS for Android memiliki kemampuan untuk mengakses tampilan gambar dalam Model maupun Layout. Beberapa fungsi dasar AutoCAD seperti Copy, Move, Rotate ataupun Line, Polyline, Circle,  Rectangle dan juga oSnap pun dapat digunakan dengan baik. Pula dengan pengukuran dimensi satu objek sekalipun. Tak hanya itu, Editing dapat pula memanfaatkan opsi painttool yang memungkinkan pengguna menggambarkan garis-garis sketsa buatan tangan.

Mengingat salah satu kelebihan AutoCAD WS for Android ini adalah pengguna mampu melakukan Editing ataupun Viewer satu desain dari mana saja dan kapan saja, maka salah satu opsi yang mutlak dilakukan adalah meng-upload atau menyimpan gambar desain tersebut dalam database personal akun yang telah dimiliki. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk itu, melalui perangkat Mobile Android dan perangkat PC/NoteBook.

Sejauh ini aplikasi AutoCAD WS baru tersedia hanya untuk perangkat Android dan tentu saja iPhone. Bisa didapatkan melalui Android Market atau App Store secara Gratis. Aplikasi serupa dahulu pernah juga saya gunakan, saat masih betah dengan OS Windows Mobile, sayangnya kemampuan yang dimiliki aplikasi tersebut (kalo gag salah namanya Cad Viewer) hanyalah sebagai Viewer saja, itupun gambar mutlak diposisikan pada Model, bukan layout. Ukurannya cukup ringkas, sekitar 800kb.

Untuk perangkat Nokia, sepengetahuan saya sih ada, hanya saja ya untuk bisa menggunakannya musti bayar $77. Itupun seri yang didukung adalah Symbian yang berlayar Landscape seperti E63 atau E71. Sedangkan untuk perangkat BlackBerry, ada yang tahu barangkali ? hehehe…

 

My Phone Timeline

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Ini ceritanya story tentang pergerakan ponsel yang pernah ada dalam perjalanan seorang Pande Baik. Sejak tahun 2003 (awal punya handphone, itupun karena terpaksa atas desakan teman-teman) He..

Nokia 3310 (2003) ; Kepemilikan : beli Second ; Alasan beli : Lantaran modal cuman 500ribu (saat itu) dan mampunya ngambil tipe ini ; Jangka waktu pemakaian : gak nyampe seminggu (karena sering restart sendiri)

Nokia 3350 (2003) ; Kepemilikan : beli Baru ; Alasan beli : Nokia 3310 dikembalikan ke penjualnya trus nambah 250ribu lagi untuk produk yang katanya kluaran terbaru saat itu. ; Jangka waktu pemakaian : Hampir setahun, akhirnya diambil kakak cewek.

Nokia 3530 (2004) ; Kepemilikan : beli Baru ; Alasan beli : berwarna dan poliphonic, murah lagi. -waktu itu harganya satu juta pas- ; Jangka waktu pemakaian : delapan bulanan, diberikan ke ortu pacar (eks) waktu itu. He…

Motorola C650 (2004) ; Kepemilikan : beli Baru ; Alasan beli : berwarna dan kamera, kisaran harga 1,2 juta ; Jangka waktu pemakaian : enam bulanan, dijual karena saat putus dengan pacar, si dia nuntut ntu hape dikasi ke dia aja. Ugh !

Nokia 7650 (2005) ; Kepemilikan : beli Second di Rimo ; Alasan beli : gak punya hape hampir sebulanan, trus iseng dapet seharga 1,3 juta. Akhirnya mimpi itu terkabulkan jua. Punya ponsel artis. He… ; Jangka waktu pemakaian : Empat bulanan, karena batere drop. Walopun sudah beli baru, tetep aja standby timenya gak lama. Terutama kalo dipake buat foto-fotoan proyek. Hahaha…

my-phone-timeline.jpg

T-Mobile MDA (2005) ; Kepemilikan : beli Second di Handphone Shop (belakangan baru tau kalo ni barang BM (bukan rilis resmi pasar lokal) ; Alasan beli : Layar sentuh, besar dan Windows. Pas buat dipake survey dan teman kerja. ; Jangka waktu pemakaian : Dua tahun (wuih…. Terlama ceritanya). Dijual karena gak punya biaya buat nikah (upacara yang ke-dua di bulan Juni 2007 lalu-lengkapnya lihat di BLoG Archive ya…). He…

O2 Xphone iim (2006) ; Kepemilikan : beli Second dari iklan Baris ; Alasan beli : buat Istri, biar bisa nampilkan wajah ganteng suaminya. Plus nada dering yang lagu Cinta. Huehehehe… and Windows of Course ! ; Jangka waktu pemakaian : sampe sekarang masih ada. Awet sih !

Samsung SCH S179 (2007) ; Kepemilikan : beli Baru di BTC Teuku Umar ; Alasan beli : CDMA, murah meriah. Sudah ada memori eksternal plus radio dan kamera. ; Jangka waktu pemakaian : tiga bulanan, dengan alasan yang sama dengan PDA T-Mobile diatas. Wakakakakak…

Nokia 6275i (2007) ; Kepemilikan : Nyicil Baru dari sepupu ; Alasan beli : Handset CDMA paling oke. He… Nokia lagi. ; Jangka waktu pemakaian : sampe sekarang masih Awet. Cerita lengkapnya ada pula tampil di BLoG. He…

Nokia N73 ME (2008) awal ; Kepemilikan : beli Second di Bli Bayu ; Alasan beli : Murah oi, masih oke. Buat dipake Istri, menggantikan O2 Xphone-nya yang ribet (karena pake OS Windows). Gak se-familiar Nokia. He… Maklum, Nokia minded. ; Jangka waktu pemakaian : sampe sekarang masih Awet. Cerita lengkapnya juga ada di Blog, kira-kira bulan Maret 2008 lalu. He…

O2 XDA AtoM (2008) ; Kepemilikan : beli Second dari rekan kantor, dulu milik calon Istrine Om Wira Bagus ; Alasan beli : kasian barang masih oke, wi-fi lagi. Selain itu dapetnya juga murah. 1,6 juta. He… ; Jangka waktu pemakaian : baru sebulanan kali ya ? terakhir diisi kartu AXIS, sebelum akhirnya pindah kelain hati, make IM3.

Kira-kira besok apa lagi ya ?

Akhirnya Internet MobiLe setelah 5 Tahun

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Sesuai judul posting diatas, ternyata penulis baru berani mencoba yang namanya Internet Mobile setelah tahun ke-5 pemakaian teknologi Mobile (start at 2003, kepemilikan ha pe pertama).  Ini nyatanya dilakukan secara pelan tapi pasti, setelah pernak-pernik media dimiliki serta pendukungnya berupa pengetahuan akan proses serta tips-tips praktis akan Internet Mobile, diketahui. ‘berarti selama ini aku ngapain aja yah ?

5 tahun. hmmm.. waktu yang sangat lama dan panjang untuk sebuah kemajuan (baca: keberanian) mengunakan teknologi. He… mohon untuk dimaklumi. Awal keberanian ini tentu dimulai setelah cita-cita kepengen punya laptop tercapai. ‘at last di usia 30 baru bisa. Hihihi…- Dikompori pula oleh rekan kantor buat nyobain Internet secara mobile –gak terpaku pada Telkomnet Instant di kabel telpon rumahan lagi- Horraayyy– make Modem StarOne SpeedUp tentunya.

Puncaknya apalagi kalo bukan Wifi-hunting, buat nyalurin hasrat laptop baru, secara kebetulan didukung pula oleh milis BBC yang hobi buat hunting Free Wifi. He… Maka aktifitas BLoG-pun belakangan mulai bisa dilakukan dimanapun berada. Saat nunggu di dokter gigi, saat bengong di meja kantor sampe duduk santai di teras rumahpun bisa.

Secara kebetulan pula, mimpi punya PDA akhirnya tersalurkan setelah menunggu waktu setahun. Walopun dapetnya barang second, tapi gak penting banget, toh dengan harga yang murah dan sudah Wi-fi pula.

Ini juga yang menyebabkan kenekatan buat nyobain internet sembunyi-sembunyi kemaren via Wi-fi, cara praktis dan aman buat nyobain koneksi Wifi ditempat-tempat tertentu tanpa resiko ketahuan. Coba kalo mejeng make laptop, dijamin langsung ketangkep.

Namun tak selamanya akses Wi-fi bisa ditangkep dengan bebas, sehingga memicu keinginan buat nyobain akses GPRS via operator GSM yang pilihannya jatuh ke IM3 Indosat setelah kecewa dengan layanan AXIS. Tanpa pengaturan macem-macem lagi, langsung bisa dipake buat nge-Net.

Nah, satu kehormatan pula saat BLoG dikunjungi rekan sesama Blogger yang tingkatannya, huuuu… Jauh tinggi diatas awan, ngasi solusi keren buat nampilkan BLoG di layar PDA yang se-uprit, dengan menginstalasi Plug ins WP-Mobile. Terima Kasih bangetz Om Brokencode

Maka per minggu kemaren pula, tampilan BLoG bisa mulai nampang di layar PDA yang se-uprit itu, walopun hanya dalam bentuk mirip-mirip RSS Reader. Tapi cukuplah buat ngobatin kangen pada BLoG kala bertapa di Toilet. Huweeeek !

5-tahun-internet-mobile.jpg

Jam-jam terakhir sebelum posting ini dibuatpun, masih disempatkan nyobain Yahoo Messenger via PDA, ini sih sekedar gaya-gayaan aja, cuman buat ngomporin rekan kantor yang begitu bangga dengan ponsel TV berlayar sentuhnya. Sempat dicobain pula dengan Om Anton, sayangnya sampe detik in i blom sempat dicobain lebih detil.

At Last tadi malem sempat juga iseng nyobain Free Wifi-nya Tiara Grosir, berbekal PDA ini ajah. Karena dari pengamatan terakhir, kok ndak ada yang aken ngebawa laptop buat ngerasain gratisan ini. Eh, ternyata kecele…

Kemaren itu ada sekitar empat meja yang diisi pengguna komputer jinjing, bahkan ada satu meja yang diisi tiga biji laptop mirip milik pribadi. He.. rata-rata pada dimanfaatin buat nge-BLoG. Ah, tau gitu tadi kan dibawa aja laptopnya.

Anywe, sudah kadung ngebawa ni PDA, yah iseng aja dicobain buat ngeliat peta via Google Earth, yang ternyata untuk konsumsi Mobile diarahkan langsung ke Google Maps buat nge-donlot dulu Softwarenya yang seukuran 700-an Kb, sukses dalam hitungan detik. Maka jadilah keinginan buat surfing peta Kuta Bali via layar PDA dengan manfaatin Free Wifi-nya Tiara Grosir, yang rencananya bakalan dipamerin ke rekan-rekan kantor. Eh, barang second murah ini ternyata bisa nyari peta Kuta juga loh… Wakakakakakk..

My Mobiler solusi praktis Personalisasi PDA

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada software menarik ditemukan via Google, saat penulis ingin melakukan Hard Reset pada PDA, sekalian mempersonalisasinya agar sesuai dengan kegiatan penulis nantinya.

Oya, Hard Reset itu dilakukan dengan menekan tombol Power pada sisi atas PDA dibarengi dengan Soft Reset (Reboot) pada lubang kecil pada sisi bawah PDA. Hal ini dilakukan apabila para pengguna PDA ingin mengembalikan setting keseluruhan handset seperti keluaran pabrik / beli baru. Itu sebabnya penulis tak terlalu khawatir dengan aktivitas selama menggunakan PDA lantaran kemudahan yang diberikan ini layaknya PC.

Itu artinya, usai melakukan Hard Reset, pengguna minimal mampu menginstalasi sendiri aplikasi tambahan apa saja yang ingin digunakan pada PDA, serta mem-personalisasikannya agar nyaman dipakai saat beraktifitas.

Satu kekurangannya saat mlakukan personalisasi ini adalah ribetnya proses instalasi via PC, kemudian harus beralih ke PDA untuk menyelesaikan prosesnya.

Nah, Penulis pun akhirnya menemukan dan sangat terbantu oleh aplikasi gratisan My Mobiler, yang dapat digunakan setelah PDA terhubung dengan PC via Activesync. Proses instalasinya dilakukan otomatis sekaligus pada PC dan PDA, dan muncul pada Tray (dipojok kanan bawah) untuk aktivasi aksesnya.

my-mobilers.jpg

My Mobiler ini mampu menampilkan simulasi layar PDA pada layar PC, dan dapat dipakai seperti pemakaian PDA biasa dengan bantuan Mouse. Artinya ribet peralihan proses instalasi diatas dapat tergantikan dengan bekerja pada satu layar PC saja. Tentu jauh lebih memudahkan dan menyingkat waktu. Cukup luangkan satu jam untuk melakukan instalasi aplikasi tambahan dan langsung mempersonalisasikannya sesuai kebutuhan pengguna, tanpa harus menggunakan Stylus.

Tak hanya itu, My Mobiler juga mampu mengambil screenshot pada layar PDA sekaligus merekam aktivitas untuk keperluan edukasi misalnya. Membuat Tutorial personalisasi PDA misalnya, disimpan dalam format avi.

Dengan My Mobiler ini, penulis sangat merasakan manfaatnya dalam mengutak atik isi PDA via layar PC, tak terganggu oleh stylus dan layar PDA yang kecil. Dapat digunakan pula untuk men-transfer data yang jauh lebih praktis.

Pande mau jualan yah ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

mau-jualan.jpg

ki-ka :

Nokia N73 – sekarang masih dipake oleh Istri

Nokia 6275i CDMA – ini sih jadi ponsel pelopor dikantor. he…

O2 XPhone iim – kasian dijual, ditawar 750rb. padahal tipe Smartphone Windows 2003…

O2 XDA Atom – eks ne Bli Wira, dibeli rekan trus beralih ke meja penulis. Lumayan buat bantu-bantu survey jalan.

paling bawah, laptop Acer Aspire 4520, khusus buat gambar make Autocad, plus ng-BLoG tentu.

Setahun menunggu untuk sebuah PDA

3

Category : tentang KHayaLan

Kalo dibuka lagi rekaman blog setahun lalu, tepatnya pas dijualnya PDA pertama yang penulis miliki, rasanya memang agak sedih… Tapi berhubung ntu barang dijual buat nambah-nambahin modal upacara nikah yang kedua masih dengan istri yang sama, apalagi setelah tau pengorbanan itu nyatanya membuahkan hasil, akhirnya gak ada rasa menyesal sedikitpun sudah melepas teman setia untuk dua tahunan lebih.

Memerlukan waktu setahun lebih untuk bisa memiliki handset buat kerja macam beginian lagi, dan Syukurlah…. Tuhan-pun berkenan untuk mengabulkannya. Walaupun bukan yang ada diangan-angan.

PDA dengan merk O2 seri XDA Atom milik calon Istrine Bli Bagus Wirautama, kini dengan manisnya menghias kekosongan akan kebutuhan gadget untuk kerja dan tentu saja survey jalan. Yah, semoga saja bisa berguna sesuai harapan.

The story of Wira’s PDA Ends

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Nah, beralihnya kepemilikan PDA eks calon Istrine Bli Bagus Wirautama, membuat penulis kembali membuka-buka koleksi cd program yang berisikan kumpulan aplikasi untuk Windows Mobile 2003 terdahulu plus isi dari Memory Cardnya.

Langkah pertama tentu me-reset ulang (kembali) serta menginstalasinya di laptop, tentu untuk meng-syncronize PDA dengan daftar kontak yang penulis simpan di MS Outlook, sama dengan tiga handset yang penulis miliki. ni PDA sebetulnya sudah sempat di hard-reset oleh rekan kantor setelah kabel datanya diberikan oleh Bli Wira Bagus sehari setelah Manis Galungan kmaren.

Maka mulailah penulis menyuntikkan beberapa aplikasi tambahan yang dahulu sempat diposting untuk Optimalisasi Performa PDA, diantaranya Adobe Acrobat untuk membuka file format pdf yang penulis pake menggambarkan peta ruas jalan Kabupaten Badung, Resco Explorer untuk mengganti File Explorer bawaan OS asli yang tentunya jauh lebih familiar lengkap dengan pilihan ˜show hidden files-nya’, Handy Switcher untuk membantu Multitasking saat membuka peta bersamaan dengan daftar nama ruas jalannya yang dikemas dalam format xls “Mobile Excel-.

Tak lupa game Sudoku Collection salah satu favorit penulis untuk membunuh waktu, juga Mortring untuk mempersonalisasi nada dering plus sms pada masing-masing kontak “baik yang terdaftar, tak terdaftar maupun nomor pribadi/dirahasiakan- dan tentunya terakhir Spb Pocket Plus untuk customisasi layar Today, agar dapat mencantumkan Shortcut aplikasi yang paling sering dipakai, agar tak lagi mengakses lewat Start Menunya. Selain fitur tambahannya yang berupa Battery Monitor dan Close All Programnya.

Setelah penulis siap dengan pembelajaran singkat perihal OS dan aplikasi bawaan via buku Manualnya, maka langkah selanjutnya ya mempercantik visual, dengan mengganti Screen Guardnya untuk menghilangkan cacat bekas stylus, memoles bodi agar jadi lebih kinclong dan tentunya mengganti Leather Case dengan bentuk macamnya buku agenda.

pda-wira-2.jpg

Maka lahirlah PDA baru ala Pande Baik, walopun sebelumnya merupakan second dari calon Istrine Bli Bagus Wirautama, sempat mengundang decak kagum dari para rekan kantor lain mengira kalo ni barang baru gres. Sampai-sampai si rekan yang sebelumnya melego murah, malah berbalik menawarnya kembali dengan harga dua juta.

Walah, kalo sudah kinclong begini sih, jadi malas ngejualnya lagi. Mendingan jadi temen baru buat ngblog aja yaaa….