Nokia N95

Category : tentang TeKnoLoGi

Bersiaplah untuk mencoba gadget yng satu ini.
Dilepas dengan harga tujuh jutaan, membuat image bagi yang memiliki, paling gak ya orkay.
Dilengkapi dengan speaker mantab, hal yang jarang terjadi pada ponsel Nokia, plus kamera jumbo, 5 MP, tergolong terbesar yang dikeluarkan Nokia, walopun secara ukuran, masih kalah jauh daripada Samsung yang berani melepas handset dengan 8-10 MP kamera built in.
Namun jika dilihat dari segi kualitas, lensa Carl Zeiss pun menjadi jaminan, yang menyebabkan hasil jepretan Nokia N95, tentu tak kalah dibandingkan ponsel Samsung tadi.Disertai fasilitas GPS yang oke, dan tentu saja layar yang besar dan lebar, plus dengan konsep Slider yang pernah jaya di masa Nokia 7650 edar.
Yang paling wah tentu ketajaman warna layar, yang masih sangat jarang diproduksi pada tahun ini. 16 Juta warna. Setara dengan layar komputer tentu.

Keberadaan sistem operasi Symbian, tentu menjadi nilai lebih Plus, karena sudah banyak sekali tersedia aplikasi tambahan dari pihak ketiga yang mampu mendongkrak kinerja sang ponsel.

So, here we go.
Get ready for Nokia N95.

Nokia 3530

Category : tentang TeKnoLoGi

He.. ngliat gambar gelas ini, jadi inget dengan pertama kalinya aku membeli handphone Nokia 3530 pengganti Nokia 3350 yang masih monochrom. Image warna yang ada bener2 bikin aku tertarik untuk membelinya, disamping bentuknya yang bongsor dibanding ponsel jamannya. Udah dering pake midi.Trus, gambar golf ini adalah gambar pertama yang aku beli seharga 3000 perak di konter sebelah. Jaman itu sarana donlot masih belum seramai sekarang. Jadi begitu bisa nampilin image yang lain, jadi bangga. Huehehe…
Jadilah aku terpacu untuk membeli kabel data seharga 75ribuan, dan mulailah eksperimen gonta ganti nada dering, nampilin foto pada wallpaper sampe menghilangkan operator logo. Huehehe…. Ditambah fasilitas sms gratis dari 1rstwap, wuih, nambah lengkap dengan gratisan picture sms yang gratis pula.
Pokoknya tahun itu, tahun penuh kreatifitas lah.
Sampe-sampe nularin temen-temen untuk ngebeli hape yang sama. Totalnya sampe 6 orang yang memilih ni handset.
Sayang, ni hape dibawa ama mantan untuk dikasi ke ortunya dan diganti dengan uang yang jauh lebih rendah dari harga pasar. Sedih banget !

Evolusi PDA

Category : tentang TeKnoLoGi

PDA awalnya dianggap barang mewah, karena gak setiap orang bisa memakai apalagi mengerti isinya. PDA bisa jadi satu simbol kemapanan kehidupan dan karir seseorang.
Namun perlahan tapi pasti, image ini berubah sedikit demi sedikit.
Hari ini PDA tak ubahnya sebagai satu sarana hiburan dan multimedia bagi setiap calon konsumennya.PDA pada awal kemunculannya, lebih banyak digunakan sebagai Organizer pengganti sekretaris pribadi, untuk mengatur jadwal dan juga pekerjaan.
Makin berkembang pada bervariasinya jenis PDA yang ditawarkan, baik yang memakai sistem operasi Palm, PocketPC, Symbian maupun Linux.

Kini PDA yang merajai posisi teratas tentu PocketPC, dengan pertimbangan utama, lebih familiar dimengerti oleh orang awam sekalipun, namun ia sudah mengenal sistem desktopPC terlebih dahulu.
Tampilan yang lebih berwarna dan menjangkau Multimedia serta hiburan lainnya, menjadi daya tarik utama bagi konsumen.
Sang rival, Palm OS tentu harus mengakui keungulan PocketPC, walopun secara de facto dari segi kebutuhan memory dan prosesor, Palm OS lebih sedikit membutuhkannya dibandingkan PocketPC.
Jadi bisa dibayangkan seandainya Palm memiliki tingkat kelebihan yang sama.

Diawali dengan PDA bentuk bongsor, besar dan berat namun masih memiliki layar hitam putih, dikembangkan lebih jauh oleh Palm OS menjadi lebih berwarna, walo baru sekitar 4K.
Sedangkan PocketPC mengawali hidupnya dengan WindowsCE berkembang menjadi Windows Mobile 2002. menggarap versi Smartphone baru pada rilis 2003.
Hingga kini sudah menelurkan beragam rilis sistem operasi, baik yang Pocket PC Phone Edition – PDA dengan fungsi tambahan telepon komunikasi dan touchscreen, maupun Smartphone – Telepon genggam ponsel yang memiliki fungsi tambahan sekelas PDA dan tentunya tanpa touchscreen.
Namun ada pula yang berada di area abu-abu, tampang PDA, namun tak memiliki fungsi touchscreen ato sebaliknya.

Perkembangan PDA pun makin beragam seiring peningkatan kebutuhan dari calon konsumen.
Maka dari itu para produsen dalam hal ini penyedia merk vendor, mengambil disatu tempat HTC, berlomba-lomba mengeluarkan desain, yang pada akhirnya sama persis, hanya beda merk.

Pemain teratas bisa dikatakan cukup banyak selain Palm, yaitu O2, Dopod, HP, T Mobile, Eten, Audiovox hingga yang terakhir muncul HTC.
Di kelas Smartphone, juga bermain produsen yang kurang lebih sama.

Hingga hari ini, desain dari produsen PDA yang tergolong canggih hanya satu.
Desain mirip laptop mini, dengan layar yang bisa diputar, untuk memberikan tampilan layaknya PDA konvensional.
Ada juga yang memiliki thumbboard (keyboard mini Qwerty), dengan slider kebawah maupun kesamping.
Namun ada juga yang sudah tampil langsung dibawah layar.

Keragaman ini memicu persaingan harga yang juga makin ketat namun tetap saja harga barunya tergolong mahal untuk taraf perekonomian rakyat Indonesia. Minimal sekitaran 4-5 juta, dan termahal sekitar 10an juta.
Itu dengan desain standar ya, bukan diisi dengan batu safir, emas maupun berlian.

Jadi bisa dikatakan Evolusi PDA berkembang dari segi desain, fungsi, hardware juga harga. Yang pasti, teknologi akan terus berkembang setiap tahunnya.
Dan semoga saja ada produsen yang menawarkan fitur secanggih laptop namun dengan harga sejutaan.

Evolusi Ponsel Unik

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Adalah satu hal wajar jika inovasi teknologi yang diciptakan melahirkan satu desain yang unik ato dengan alasan fashion. Namun kebanyakan bentuk-bentuk unik ini benar-benar lain dengan desain standar -batangan, clamshell, slider ato swivel.

Contohnya diawali oleh Nokia seri 6800, dimana keypad bisa dibuka dan direntangkan untuk menciptakan keyboard Qwerty. Satu desain jenius dari Nokia. Cara pengetikan pesanpun lantas ditiru oleh produsen lain, macem Siemens.

Ponsel fashionpun bisa dikatakan unik, jika bentuknya tak biasa. Contohnya Nokia 7600 dengan bentuk daun ato desain 7280 yang berbentuk kotak memanjang. Walo awalnya ada keraguan seri ini bakalan susah dipake, karena keypadnya diganti dengan roller.

Pentingnya fungsi juga dinomorduakan, asalkan gaya.

Belum lagi saat ponsel musik digelar tahun 2006 lalu.
Nokia kembali memberikan desain putar-twist (bukan swivel), seperti dalam desain Nokia 3250. disusul pula dengan bentuk handycam, untuk dapat menciptakan video dengan view yang baik.
Ini diawali oleh ponsel dari Grundig. Lantas ditiru oleh Nokia seri N90 maupun N93.

Tentunya kedepan, ponsel-ponsel unik ini diharapkan akan muncul lagi dengan desain yang lebih menawan dan berfungsi dengan baik.
Semoga.

Evolusi Ponsel Nokia

Category : tentang TeKnoLoGi

Kenapa Nokia ?
Karena hanya Nokia yang secara konsisten merilis ponsel-ponsel yang mengerti keinginan konsumen sedari awal produksi hingga hari ini.
Mungkin saja beberapa merk lain juga rajin seperti halnya Nokia, namun tetap saja ponsel Nokia menduduki peringkat pertama penjualan di Indonesia.Kenapa Nokia ?
Karena untuk ukuran masyarakat Indonesia, hanya Nokialah yang memberikan tampilan Menu User Friendly, lebih mudah dimengerti oleh beragam tingkat usia.
Dari segi harga purnajualpun, Nokia tertinggi. Sekelas dengan Honda di kategori sepeda motor.

Ponsel Nokia.
Akhir tahun 90an, bisa dibilang, awal terjangkitnya fenomena ponsel batu bata, dimana orang yang beruntung dapat membelinya, dengan harga jutaan, lebih banyak berbicara keras saat menelepon, untuk memberitahukan pada sekitarnya, kalo dia sudah punya handphone.
Yang paling laku kabarnya seri 5110, masih item putih dan bongsor.

Memasuki tahun 2000an, barulah ponsel-ponsel modern bermunculan. Yang paling fenomenal adalah kemuncuan seri 7650, ato yang lebih dikenal dengan ponsel Artis, karena memang saat dilepas, kebanyakan pengguna seri ini adalah artis, termasuk juga para anggota DPR kita yang terhormat.
Harga rilis pertamanya hingga 7 jutaan.
Terobosan yang disediakan tak kalah hebat, yaitu kamera walo masih berformat VGA, layar warna yang tergolong jernih dijamannya, dengan layar lebar, memanjakan mata. Plusnya lagi, ditambah Memory yang cukup untuk menyimpan nada dering berformat Wav.
Hingga kini, walopun harga secondnya sudah dibawah sejutaan, namun ada saja yang masih setia dan loyal memakainya.

Gak jauh dari rilis 7650, muncul ponsel Nokia dengan konsep musik menyusul bertipe konsol games. Walo saat rilis, ni ponsel jarang yang nyari, namun tahun terakhir, ni ponsel tergolong paling banyak dicari karena kemampuannya yang oke.
Walopun agak aneh saat bertelepon, berbicara dengan gaya ‘side talking’.
Biasanya disebut dengan ponsel telinga gajah.
Inilah Nokia 3300 yang disempurnakan kembali dengan Nokia N-Gage Classic.
Cukup memuaskan, apabila sasaran yang ingin dicapai hanya kisaran games dan musik.

Nokia 6600, muncul sekitar tahun 2002 hingga 2003. Dengan bentuk yang bulky, namun dengan segudang fitur yang lebih oke dibanding seri 7650, membuat seri ini dibaptis sebagai ponsel Sejuta Umat.
Karena hingga hari ini pun, ponsel Nokia 6600, masih laku keras, baik baru maupun secondnya.
Apalagi setelah dikeluarkannya seri 6600 Black. Hingga anak Sdpun gak aneh mulai menenteng ponsel ini.
Keberadaan memory eksternal, hingga maksimum 256 MB, lebih dari itu bisa jadi lemot, ditambah dukungan dari banyak penyedia software Symbian, menjadi daya tarik utama untuk meminggirkan ponsel merk lain.
Boleh jadi, inilah seri satu-satunya yang mampu mengguncang dunia.

Memasuki tahun 2004-2005, dimana era PDA mulai menggila, Nokia tak kalah awal, mengeluarkan seri E60, yang memiliki tampang tak ubahnya PDA, dan kemampuan yang stabil. Namun ditahun ini pula, ponsel-ponsel Nokia mulai menunjukkan taringnya yang tajam, dengan merilis seri canggih, ato dikenal dengan seri N.
Mulai kamera yang udah meningkat ke ukuran 2 MP, sampe speaker yang mulai mendapat perhatian, berhubung ponsel Sony Ericsson menjajal dengan seri Walkmannya.
Boleh jadi, ditahun ini persaingan begitu ketat, sehingga bisadirasakan, ponsel-ponsel yang dulunya oke untuk dibawa, kini malah menjadi tertinggal jaman.

Tahun 2006, Nokia merilis seri N 95, yang kabarnya akan edar sekitar tahun 2007 awal, memiliki kemampuan multi, mulai dari GPS sebagai alat pencari, hingga segala macam koneksi mutakhir.
Ditambah keberadaan kamera 5 MP, yang hanya bisa ditandingi oleh LG dan Samsung.

Belum puas?
Jika tahun 2005 lalu, rilis Nokia 9500, seri Communicator paling ditunggu umatnya di Indonesia, yang harga jualnya maksimum hingga 15 jutaanpun dibeli, kini muncul lagi Communicator seri terbaru, Nokia E90.
Type ini tergolong oke dengan kamera, desain dan koneksi serta sudah mendukung era 3G. hanya saja, sampe hari ini belum ada Reviewnya lebih mendalam, untuk bisa mengetahui apa saja yang bisa diandalkan.

Kita tunggu saja kehadirannya.
Pula seri-seri Nokia lainnya, yang kian hari kian mengerti kemauan konsumennya.
Cheers.

Situs for Gadget

Category : tentang TeKnoLoGi

Dalam keseharianku, ada 3 situs web, yang wajib dikunjungi setiap kali konek ke internet. Bukan search engine Yahoo ato situs porno yang menebarkan segala macam virus, namun sudah lebih spesifik mengarah pada gadget.
PDA Freak gitu loh.Pertama situs cracking.to, yang menyediakan kumpulan software bajakan alias sudah di Cracked, bagi pc desktop, handset telpon, maupun dengan tipe PDA. Cara pencarian juga sangat gampang, dan ngedownloadnya rata-rata make bantuan software ketiga, macem Download Accelator, yang mampu me-Resume file yang di download, jika satu saat macet ditengah jalan.

Kedua, situs crakzplanets.com, juga sama dengan diatas, namun lebih luas jangkauannya, karena berteman dengan situs cracks lainnya. Hanya saja, untuk ngedownload agak ribet, karena harus memasukkan kode yang tertera dilayar komputer barulah bisa didownload.
Ini kabarnya untuk mencegah download file secara membabi buta. Jadi harus lebih selektif gitu loh.

Terakhir, mobile9.com, menyediakan segala bentuk asesoris bagi handset telpon maupun bertipe smartphone dan PDA. Dari Themes, wallpaper, screensaver sampe ke softwarenya. Masih dalam kategori resmi alias beberapa diantaranya harus dibayar untuk membeli lisensinya. Namun khusus untuk Themes dll, dijamin gratis deh. Cuman kurangnya, maksimum ngedownload cuman 20x per hari. Jadi ya diatur saja perharinya mau ngedownload apa saja.
Itu tiga situs yang wajib dikunjungi bagi seorang PDA Freak, khususnya yang bertempat tinggal di Indonesia, dimana menjadi peringkat teratas dalam kategori pembajakan software. Huehehehe…..

Kecepatan PDA

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika sudah merasa kepepet untuk milih PDA sebagai handset komunikasi, hendaknya diingat, hal-hal yang berperan untuk mengoptimalisasi kecepatan prosesor dari PDA itu sendiri.
Tentu saja bentuk prosesornya berbeda dengan desktop pc, dan prosesor ini jarang dipakai untuk handset ponsel. Sehingga bisa dipastikan, jika multitasking (bekerja menggunakan 2-3 aplikasi secara bersamaan) dilakukan, untuk kategori ponsel rata-rata tersendat, bahkan bisa jadi hang. Sedangkan PDA boleh berbangga, masih stabil untuk melakukan hal yang sama.Walopun prosesor saja belum cukup, untuk menambah kecepatan PDA, tentunya ya banyaknya aplikasi dan data yang ditanamkan, sehingga ketahuan sisa memorynya. Baik memory data, maupun memory kinerja. Jika sedikit yang diinstal ato aktif berjalan pada background (bisa dilihat pada folder Windows > Start Up), tentu kinerja PDA makin optimal.
Juga tentunya harus diperhatikan untuk alikasi yang selesai digunakan, usahakan untuk close secara tuntas, lewat Running Program > Stop All.

Prosesor bagi PDA, bisa jadi sebagai nyawa utama, dengan tingkat kecepatan rata-rata yang dipake saat ini 200 MHz seperti halnya HP 6365, ato yang 400 MHz seperti pada O2 Xda IIdan Iis. Ato yang masih jarang dipake 520 MHz pada O2 Atom Exec, ato malah yang terbaru dan gres, 620 MHz untuk handset O2 kluaran terakhir, O2 Atom Life.

Itu baru untuk kategori pemakai Pocket PC buatan Windows. Belum lagi produksi Palm, yang rata-rata sudah cukup puas jika memakai prosesor 100 MHz sampe 200 MHz.
Karena secara umum, baik sistem operasi dari Palm yang umumnya masih mengunakan Palm OS 4, ato yang masih jarang dipake yang versi 5, dan terakhir muncul ya versi 6.
Namun tetap saja kebutuhan prosesornya tak setinggi platform Pocket PC.

Makin tinggi kecepatan, makin pendek pula usia batere, pada kekuatan yang sama.
Batere lagi-lagi juga merupakan Nyawa Utama bagi PDA. Akan sangat menyebalkan bila sampe terjadi alam sehari bisa 2-3 kali nge-charge batere, lantaran usianya terlalu pendek, untuk ukuran layak kerja seharian, seperti saat memakai Audiovox Thera yang cuman sejutaan itu.
Batere juga bisa menyebabkan user PDA kehilangan data, saat dayanya mulai menipis dan habis hingga titik Nol, itu berlaku jika platform yang dipake adaah Windows Mobile 2003 SE kebawah.
Sedangkan yang Windows Mobile 5.0, bisa lebih lega, karena data takkan hilang saat batere habis.

Semakin tinggi platform yang digunakan, tentu saja memerlukan prosesor dengan kecepatan yang lebih besar. Kini untuk pengguna Pocket PC, bisa bersiap-siapenungu kehadiran Windows Mobile 6 yang versi Beta-nya baru aja diluncurkan.

Prosesor bagi PDA sudah tentu gak boleh diremehkan. Namun terkait pula denganbesar daya batere dan jenis platform dan aplikasi yang digunakan.
Jadikan ini satu pertimbangan saat membeli PDA.

Maniak Ha Pe

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika kebanyakan orang, punya kegemaran nongkrongin Warnet, chatting ato download video porno, maka aku keseringan bercokol dengan komputer, bila keinginan untuk bedah ha pe muncul ke permukaan.Kebiasaan ini muncul dari kenal ha pe pertama kali, kalo ndak salah waktu Nokia 3350 baru rilis. Ha pe monokrom dengan latar hijau, dipermak dengan gonta ganti logo operator yang gratis dikirim lewat 1rstwap zaman dulu kala.
Ato pas ngeganti dengan tipe 3530, dimana kabel datanya dibeli spesial, dan menyebabkan berpindahnya handset sodara2 sepupu dirumah, ke tipe ini.
Kalo ndak salah, waktu itu masih make MobiMB dan juga Oxygen Phone Manager.

Waktu beralih ke Nokia 7650 pun, system Symbian mulai dipelajari dan berusaha untuk mengisi handset dengan program terbaik, namun dengan memori terbatas.
Dari gonta ganti wallpaper, dering sampe aplikasi.

Puncaknya ya pas ngebeli PDA.
Mulai meng-optimalkan fungsi dengan berbagai software bajakan, sampe berbisnis ria via handset untuk Nokia tipe tertentu. Dari jualan aplikasi, dering, video maupun wallpaper. Penyebarannya lewat InfraRed maupun Bluetooth dan kartu memori.
Semakin bertambah gila saat mengganti handset Istri dari Nokia 3610 ke O2 Xphone iiM, dimana sistem operasi yang digunakan tipe Smartphone.
Tentu berbeda dengan PocketPC.
Belajar untuk hard reset, sampe meng-optimalkan O2 untuk kerja.

Baru setelah milih handset cdma Samsung, ngerasa puyeng dan mentok. Pasalnya susah sekali mengganti nada dering dengan nada yang kita buat, baik di buku manual maupun handsetnya tidak ada satu pun keterangan tentang itu.
So, kabel data jadi incaran.
Lebih masalah lagi, Samsung bukanlah handset umum di kota Denpasar.
Jadi biarlah mengalah membiarkan nada dering default yang berbunyi, dengan alasan yang menghibur hati- ‘biar beda dengan dering GSM yang True tones’.
Hehehe….