FourSquare BadGes, more and more

Category : tentang TeKnoLoGi

Rasanya untuk topik yang satu ini sudah kerap diturunkan, namun tetap saja menarik untuk ditulis lagi dan lagi.

Gara-garanya sederhana, perolehan Badges akun jejaring sosial berbasiskan lokasi, FourSquare kian hari kian bertambah meski kini sudah mulai jarang hunting informasi dihalamannya PCHolic maupun kontak dengan rekan sejawat sesama Jumper. Caranya pun cukup mudah.

Yaitu dengan mengakses halaman depan FourSquare versi web desktop untuk mencari tahu aktifitas yang dilakukan oleh sesama Jumper terpercaya, baik halaman yang disukai sebagai syarat mutlak perolehan Badges, lokasi Venue yang dimasuki serta jangka waktu yang sudah terlewati.

BadGes 4SQ PanDeBaik

Tentu hal diatas baru dapat dilakukan apabila kita berteman dengan para penghobi Jumper, dari belahan dunia lain sekalipun.

Setidaknya ada 2 akun yang rajin saya ikuti aksinya selama ada waktu senggang untuk mengakses halaman FourSquare yaitu Ginan Mashudan, seorang Jumper Indonesia yang rajin menyambangi venue berbuahkan Badges stadium dan juga Pande Putra, akun ponakan yang kini memiliki lebih dari 500an BadGes dari berbagai event.

Khusus pemilihan Venue, bisa diambil dari penampakan Badges tertampil di halaman depan. Sedang jangka waktu biasanya berkaitan dengan Event yang sedang berlangsung. Jika sial atau waktu yang terpantau terlalu jauh, biasanya daftar event yang tampak akan hilang dari halaman tanpa bisa diakses kembali.

Masih penasaran ? jalani saja aktifitas Jumpernya dan nikmati perolehan BadGesnya.

Jumper dan 330 Badges Foursquares

Category : tentang TeKnoLoGi

Apa kabarnya para Jumper dimanapun kalian berada ? He… Rupanya saya belum jua pensiun hingga hari ini… Padahal janjinya kemarin itu mau pensiun dini, mengingat gag ada tantangan lagi saat berburu Badges. Bagi yang lupa, Jumper itu merupakan sebuah profesi Dunia Maya yang mengkhususkan diri untuk melakukan perburuan Badges di dunia Foursquares.

Mengapa dinamakan Jumper ? Karena hobbynya loncat sana sini, dari satu venue ke venue yang lain, dari satu negara ke negara yang lain, padahal yang sebenarnya, yang bersangkutan lagi ngendon di kamar mandinya bertapa atau malahan senyum senyum menatap layar tabletnya di Teras rumah :p

Jumper merupakan sebuah profesi Haram sebenarnya, maka itu dilarang keras oleh pihak FourSquare terutama yang mencoba melakukannya via aplikasi di perangkat ponsel pintarnya yang kabarnya sih sudah dilengkapi dengan fitur pelacak lokasi. Namun demikian, semua kebohongan publik ini masih dapat dihandle dengan mudah jika si Jumper memanfaatkan halaman browser sebagai sarana termurah dan tanpa banyak usaha untuk memuluskan aksinya, meski via aplikasi pun kabarnya masih bisa, tentu dengan mengandalkan fitur GPS abal-abal :p *pokoknya kalo ada usaha dijamin bisa *eh

Keharaman Profesi sebagai Jumper inipun kerap pula dikecam oleh pengguna FourSquare Baik Baik Indonesia, yang kadang suka melontarkan protesnya di awal-awal saya melakoninya. Namun seperti hal pepatah ‘anjing menggonggong Jumper pun berlalu’ *eh lama-lama mereka toh diam bahkan ada juga yang malah ikutan nge-Jumper :p apalagi setelah jumlah Badges yang tercapai mencapai angka ratusan.

Faktor keharaman Profesi menjadi seorang Jumper, ditambah lagi jika kalian berstatus sebagai seorang PNS yang sok Baik seperti saya. Akan mengundang banyak pertanyaan apabila hari ini saya sedang melanglang buana di Kota Manado (melakukan 4-5 kali Check-Ins di venue stempat, sebagai PraSyarat Cities Badges), besoknya mampir ke Jakarta, trus besoknya lagi berada di Malaysia. Kalopun kemudian ada beberapa kawan sesama pengguna Twitter membaca Update Status tiap kali melakukan aktifitas Check Ins berprofesi sebagai pengamat apalagi KPK, tentu bakalan curiga setengah hidup dan bertanya-tanya, ‘dapat dana dari mana PNS ini bisa jalan-jalan setiap hari ? Pas hari kerja pulak…’

Tapi, meski banyak yang mengHaramkan, profesi sebagai seorang Jumper cukup banyak pula yang meminati, terbukti dari beberapa status kawan sesama pengguna FourSquare, ada saja yang melakukan aksi Unlock Badges yang saat itu berstatus diaktifkan. Dan saat masuk ke beberapa halaman brand yang harus di-Like terlebih dahulu, ternyata sudah ada daftar nama kawan yang mampir lebih dulu.

BadGes 4SQ PanDeBaik

Entah dimana menariknya profesi seorang Jumper, karena secara komersial jujur saja meski punya hobby berpindah-pindah negara, Jumper gag menghasilkan materi apa-apa dari aktifitasnya tersebut. Sehingga bisa dikatakan ini hanyalah sebuah Hobby untuk menghabiskan waktu luang saja.

Waktu Luang.

Yah, barangkali itu ada benarnya. Karena aksi nge-Jumper yang terakhir dilakukan, tak kurang menemukan 30-an Badges hanya gara-gara kebanyakan memiliki waktu luang saat menunggui MiRah putri pertama kami, di RS Wangaya beberapa waktu lalu. Merasa kebingungan lantaran hampir semua halaman telah dijelajah, maka akun FourSquare lah yang menjadi pelampiasannya. Tapi… *eh apakah semua Jumper juga merasa demikian ? Bagaimana dengan kalian ?