Menikmati Jatah Sisa Penghobi (nonton) Film

12

Category : tentang KeseHaRian

Entah satu kebetulan atau tidak, sehari setelah publikasi tulisan Sialnya Penghobi (nonton) Film, saya dihubungi pihak ZeeneMax Gatsu yang kemudian menyatakan bahwa akun saya telah dipindahkan ke ZeeneMax lain dan menutup Rental Video pilihan terakhir saya tersebut. Masih ada sekitar 21 judul yang bisa dinikmati hingga tanggal 8 Agustus nanti. Seakan tidak ingin membuang kesempatan, saya segera meluncur ke salah satu ZeeneMax terdekat dan mencoba kembali berburu film sebagai bahan tontonan berikutnya.

ZeeneMax rupanya memberikan opsi jumlah maksimal yang boleh dipinjam dalam sekali waktu yaitu 8 judul film. Dari kuota yang diperbolehkan saya memutuskan untuk membaginya dalam beberapa jenis tema yaitu lokal dengan tema serius, lokal yang saya duga bakalan asal-asalan, komedi luar serupa aktingnya Adam Sandler barangkali, film box office rilis dua tiga tahun lalu dan satu dua film baru.

Jujur, saya sempat tidak percaya ketika melihat begitu banyak pilihan film lokal Indonesia yang diproduksi selama dua tahun terakhir. Sayangnya kendati secara kuantitas jumlahnya cukup lumayan, saya yakin tidak demikian halnya dengan kualitas film tersebut, baik ditinjau dari tema ataupun sinopsis singkat yang tertera di cover belakang film. Rata-rata masih berkiprah pada jenis Horror (yang berkembang menjadi pengumbar syahwat) seperti Kain Kafan Perawan atau Raped By Saitan dan jenis komedi (yang lebih banyak meniru film sejenis produksi luar).

Dari banyaknya pilihan tersebut, saya mengambil ‘Cinta Setaman’ yang menampilkan Lukman Sardi, Nicholas Saputra dan Slamet Rahardjo yang sekiranya saya duga sebagai salah satu karya lokal yang ‘agak’ serius. Sebaliknya yang agak ‘kurang serius dengan tema, saya memilih ‘Air Terjun Pengantin’ dengan alasan sederhana, penasaran dengan penampilan para aktrisnya. Hehehe… ada juga ‘Serigala Terakhir’ yang kabarnya punya tema Action menarik.

Untuk tema komedi produksi luar saya memilih ‘Run FatBoy Run’ sebuah film yang sebetulnya memiliki tema sederhana namun dipilih gara-gara ‘yang sempat saya tonton hanya sebagian saat beristirahat malam disela pendidikan LPSE kemarin. Penasaran juga ingin tau cerita awalnya. Hehehe… Pada awalnya saya pikir film ini merupakan film lama yang tidak masuk dalam hitungan box office, lha ternyata ketemua jua di ZeeneMax kali ini.

Entah karena keteledoran penjaga atau bisa jadi karena saya ceroboh tidak memeriksa kembali film pesanan yang diambil, satu film lama yang sebenarnya ingin saya tonton adalah si Bajak Laut Carribbean jilid 3. Akan tetapi yang diberikan malah sebuah film Thriller berjudul Séance. Baru nyadar pada saat melakukan aksi copy film kedalam hard disk laptop. Sempat bingung juga jadinya.

Ada juga ‘Paranormal Activity’ yang saya ambil atas review filmnya Eka Dirgantara di midnightshadow.info bersama ‘3 Idiot’ sebuah film India yang kabarnya punya kualitas diatas rata-rata. Ditambah satu film dokumenter milik grup band Slank yang dahulu pernah menjadi musisi favorit, tepatnya album yang dirilis sebelum Minoritas.

Delapan buah film minus satu yang tidak diharapkan sudah siap menjadi bahan tontonan seorang Penghobi (nonton) Film dalam waktu dekat. Mau menontonnya bareng ?

Sialnya Penghobi (nonton) Film

4

Category : tentang DiRi SenDiri

Sebelum dilanjutkan Harap dicatat bahwa seorang Penghobi (nonton) Film punya pemahaman sedikit berbeda dengan seorang Penghobi Film. Bedanya kurang lebih kalo isi pikiran seorang Penghobi Film itu biasanya Movie Minded, mengetahui segala hal seluk beluk film yang pantas ditonton saat ini, mana yang termasuk incaran mana yang termasuk daftar tunggu, siapa nama aktor/aktris maupun sutradara yang terlibat didalamnya hingga rela antre berjam-jam di bioskop setempat. Berbeda dengan seorang Penghobi (nonton) Film yang isi pikirannya ya Cuma pengen nonton aja tanpa peduli masuk film laris atau tidak, dan tidak terbatas pada film dengan tema jelas saja. Video panas artis lokal juga terkadang masuk didalamnya. Hehehe…

Untuk seorang Penghobi (nonton) Film, saya (hahaha… pemahaman diatas sebenarnya lagi ngomongin saya…) gak terlalu ngoyo musti nonton film Harus di bioskop agar mendapatkan sajian yang gambarnya berkualitas mantap setingkat keping dvd plus dengan tata suara yang gak kalah mantapnya. Kalopun tu film baru dirilis di bioskop saya lebih suka nyari yang versi bajakan di pasar malam sedangkan kalo kebetulan dah merilis versi keping originalnya, saya lebih memilih yang berformat video cd ketimbang dvd.

Alasannya sederhana. Pertama, Film dalam format keping vcd lebih mudah dicopy ke laptop ketimbang yang dvd, selain cepat juga gak bakalan menghilangkan subtitle yang menyertainya. Untuk mengcopy film dalam format keping dvd diperlukan aplikasi khusus yang dapat mengubah format tersebut dalam bentuk image dan harus diputar dalam sebuah virtual cdrom. Kedua, nonton dalam format keping cd lebih asyik ketimbang nonton bioskop. Ini sebenarnya ada hubungannya dengan kemampuan otak dalam menerima alur dan jalannya cerita yang ditawarkan sebuah film, yang sayangnya otak saya terkadang suka bingung di pertengahan film. Menonton dalam keping cd menawarkan sebuah kelebihan ketimbang menonton film di bioskop yaitu bisa di-rewind kembali ke scene sebelumnya untuk mengulang pemahaman. Hihihi… Terus, kenapa musti di-copy ke laptop ? karena untuk menonton film terkadang saya musti ngumpulin mood atau berada dalam situasi yang lowong dulu. Hahaha…

Demi mendukung hobi menonton film ini, sayapun hunting ke beberapa tempat rental video yang ada diseputaran Kota Denpasar. Ada satu kriteria pokok yang saya tetapkan untuk memilihnya yaitu berada dalam satu jalur aktifitas kantor. Tujuannya untuk mempermudah proses peminjaman dan pengembalian keping film. Bisa dilakukan pada saat pulang kantor. He…

Sasaran pertama saya sedari empat tahun lalu adalah ArmaDisc yang berlokasi di wilayah Banjar Kayumas, sebelah selatan kantor Catatan Sipil. Secara kriteria ni Rental yang paling ideal, karena satu jalur dengan akses kantor. Paket yang ditawarkan saat itu cukup menarik perhatian. Dapat bonus 1 keping film apabila mengembalikan pinjaman lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Sayangnya setahun terakhir lokasi ArmaDisc telah berubah fungsi menjadi outlet yang menjual optik atau kacamata. Masih belum berubah fungsi menjadi rental hingga saya pindah kantor ke Mangupura Mengwi.

Sasaran kedua saya ambil di Artha Media yang berlokasi di Tanjung Bungkak, sebelah utara kampus Warmadewa. Secara lokasi sebenarnya agak menyimpang jauh, tapi ya kadang suka nyambi sambil beli keping dvd kosong atau malah minjem software bajakan. :p Sayangnya meski sampe hari ini tempat tersebut masih setia menyewakan keping film, dendanya tetap diberlakukan meskipun saya sudah dikenal oleh penjaganya. Hehehe… hal yang tidak berlaku di ArmaDisc.

Sasaran ketiga saya coba di New Release Gatot Subroto, sebelah barat apotik Anugerah. Rental ini kebetulan berada dalam satu jalur yang asyik saat pulang kantor. Sayangnya baru juga mendaftar dan meminjam beberapa keping film, ni rental malah menghilang. Ealah…

Sasaran keempat adalah Bromo, lokasinya didepan sekolah Dwijendra jalan Kamboja. Kejadiannya siy gak sengaja, nemu pas balikin komik Kariage. Sayangnya mereka blom punya database yang jelas, gak ada daftar film yang bisa dilihat dan dijadikan panduan dalam mencari film-film lama. Masih dijejer begitu saja tanpa cover. Malah bikin bingung karena musti melihat isinya satu persatu.

Terakhir yang saya lakoni adalah ZeeneMax Gatot Subroto, sebelah barat perempatan Ubung Cokroaminoto. Ni Rental berada dalam jalur pulang kantor yang mengambil jalur kearah selatan (dari Mangupura Mengwi). Dengan penawaran paket 100ribu rupiah untuk 38 buah film atau 50ribu untuk 18 film. Sayangnya akibat kekurangan karyawan, ZeeneMax Gatsu sempat tutup untuk jangka waktu yang panjang. Hal ini malah membingungkan saya sebagai salah satu konsumen yang agak was-was juga karena masih dalam posisi meminjam film. Khawatir masuk dalam daftar DPO mereka. Seminggu terakhir baru ada pemberitahuan bahwa mereka hanya buka diatas pukul 6 sore saja. Waaaahhh… artinya gak bisa minjem atau balikin film sepulang kerja lagi.

Entah apakah memang karena minat meminjam film para warga Penghobi yang memang menurun :p ataukah karena laris manisnya keping bajakan yang dijual dengan harga murah baik di Pasar malam maupun disebuah toko Elektronik kawasan Diponegoro ? Pastinya saya sebagai salah satu Penghobi (nonton) film kini malah jadi kebingungan sendiri…

Si Jago Merah Yang Mengancam

5

Category : tentang Opini

Menonton Film Indonesia adalah salah satu pengisi waktu disaat saya menunggu jadwal ujian yang tak kunjung pasti beberapa waktu lalu. Meski bukan termasuk daftar film favorit yang wajib tonton namun apa yang saya inginkan minimal alur ceritanya mudah dimengerti dan ga berbau pasaran. Maksud dari bau pasaran itu ya film lokal yang bergenre Horor ataupun yang berbau seks murahan. Maka jadilah saya memilih dua film berbeda genre, satunya komedi satunya lagi agak-agak seriuslah…

Film “Si Jago Merah” menjadi prioritas pertama saya. Rasa penasaran dan kangen dengan aksi si Agus Ringgo saat bermain di “Jomblo” tak mampu terobati pada film yang ia lakoni sebelumnya “Maaf Saya Menghamili Istri Anda”. Sebuah film lokal dengan genre komedi bisa dikatakan sangat jarang membuat saya tertawa, paling banter ya senyum dikulum, itupun gak sering atw sepanjang film berlangsung.

si jago MeRah

Menyimak alur cerita selama dua puluh menit pertama rupanya agak membuat saya enegh dan bisa menebak sisa kelanjutannya. Apa yang saya harapkan gak sesuai dengan bayangan. Bisa jadi karena kehadiran beberapa aktor/aktris lainnya yang kurang greget, pula jalannya cerita yang biasa saja. Sungguh, saya masih menganggap bahwa “Jomblo” masih merupakan film komedi Terbaik.

Kecewa dengan film tentang teamwork pemadam api, saya melanjutkan dengan film ‘serius’ yang dilakoni Aming, sang daya tarik Extravaganza itu dalam “Doa Yang Mengancam”. Ada satu kekhawatiran yang saya rasakan diawal cerita, alur yang berat dan membosankan. Sebaliknya, dalam kenyataannya malah meleset.

Menikmati satu persatu adegan yang ditampilkan, saya jadi ingat dengan beberapa kenyataan yang terjadi di negeri kita tercinta ini. Bahwa masih banyak penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan seperti halnya yang saya saksikan saat berkesempatan main ke Jakarta beberapa waktu lalu, membuat saya sangat bersyukur dengan keadaan saya saat ini. Bahwa budaya malas dan perjudian itu masih erat dipeluk oleh sebagian besar masyarakat kita membuat keinginan untuk menjadi kaya mendadak begitu menggebu. Bahwa ada dari sebagian kita, malahan dengan asyiknya bersembunyi dibalik kerennya penampilan meski tidak demikian dengan kesehariannya, seakan ingin mengingatkan momen yang sebentar lagi hadir didepan mata, mudik Lebaran.

Doa yang Mengancam

Apa yang diharapkan dan dipinta pada Tuhan juga merupakan lecut yang membuat miris, karena satu dua kali saya pribadipun pernah mempertanyakannya. Why Me ?

Who Wants To Be a ‘SLUMDOG Millionaire’ ?

18

Category : tentang InSPiRasi

Memasuki awal bulan Maret ini, rasa-rasanya saya sudah tak sabar menanti beberapa harapan yang ingin segera saya wujudkan. Dalam harap yang masih tetap menggebu-gebu, saya putuskan untuk sedikit bersantai dengan menikmati sebuah karya yang beberapa waktu lalu sukses meraih 8 penghargaan Oscar. Ya, sebuah film India ‘Slumdog Millionaire’.


Film yang bagus…

Berkisah tentang seorang pemuda bernama Jamal Malik yang dituduh berbuat curang dalam sebuah kuis ‘Who Want To Be a Millionaire’ di negerinya, India.

Kisah ini diawali dengan adegan interogasi seorang oknum polisi gendut dengan pemuda Jamal Malik yang dipaksa mengaku kecurangan yang ia lakukan. Berlanjut interogasi oleh seorang (barangkali) kepala polisi, yang pula mencoba merunut sedari awal pertanyaan pada kuis dilontarkan. Apakah benar si pemuda berbuat curang atau tidak.

Uniknya, setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh host kuis Millionaire, dapat dijawab dengan baik berdasarkan kisah yang secara kebetulan dialami oleh pemuda Jamal Malik. Padahal pemuda itu hanyalah ‘slumdog’ –anjing (dari pemukiman) kumuh-, seorang pemuda yang miskin dan hanya berusaha mengandalkan semangat hidupnya untuk bertahan.

Satu persatu pertanyaan yang dilontarkan, satu persatu pula kisah diceritakan yang secara kebetulan terkait dengan inti dari pertanyaan tersebut. Itu semua adalah ‘Takdir’, demikian kata si pemuda Jamal Malik. Termasuk untuk sebuah alasan kenapa si pemuda akhirnya mengikuti kuis tersebut.

Cinta.

Cerita yang sederhana sebenarnya. Hanya saja dibalut dalam sebuah alur yang begitu apik dan menghanyutkan penontonnya (termasuk saya) hingga tak heran jika film ini akhirnya menyapu bersih 8 Oscar dalam berbagai kategori.

Sebuah karya yang dari awal tak saya sangka sedikitpun. Padahal saya begitu menjagokan ‘ the Curious Case of Benjamin Button’ yang dibintangi Brad Pitt dan juga sang pahlawan kegelapan kota Gotham.

> Sebenarnya PanDe Baik tak hanya melewatkan awal bulan Maret ini dengan karya apik ‘Slumdog Millionaire’ saja, tapi juga empat film yang dahulu sempat saya katakan ‘layak tunggu’ versi vcd resminya. Yaitu ‘Iron Man’ dan ‘Hancock’. Beserta dua film lama ‘the Transpotter’ seri pertama, dan si norak ‘BoRaT’. Mungkin lain kali saya bahas lagi keempat sisanya ini. <

by the way, dari sekian banyak adegan dalam film ‘SLumdog Millionaire’, ada satu yang paling saya sukai. yaitu saat ‘Jamal Malik’ kecil, yang mengidolakan seorang bintang film India, rela menceburkan dirinya kedalam kubangan kotoran -yang baru saja ia keluarkan dalam sebuah wc umum-, hanya untuk mendapatkan tanda tangan sang bintang pada selembar foto sang bintang yang ia bawa kemana-mana dalam saku bajunya.

Maka, saat si ‘Jamal Malik’ kecil berhasil keluar dari kubangan kotoran nan bau melapisi seluruh tubuhnya, iapun meneriakkan nama sang bintang film India sebelum berlari dan mendapatkan apa yang ia inginkan… ‘AMITAB BACHAAAAANNN’

Huahahahaha….

BooMing FiLm INDonesia

3

Category : tentang Opini

Belakangan ini nampaknya kebangkitan film lokal makin booming aja deh. Ini bisa dilihat tiap kali mampir ke persewaan film, selalu ada satu judul film lokal terbaru.

Seperti yang saya lihat tadi sore sebelum berangkat kuliah, ‘Ada Kamu, Aku Ada’, ‘D.O.’atau ‘Puber’.

Padahal belum sebulan lalu, saya menemukan film lokal juga macam ‘From Bandung With Love’ atau ‘Love’ yang nyontek plot film luar ‘Love Actually’. Malah ada juga film yang berbau-bau gituan ‘Susahnya Jadi Perawan’. Genre Horor ? huah… Jangan ditanya. Sepertinya para produser filmnya kegatelan bikin film Horor yang padahal udah gak ada yang mampu menggigit jumlah penonton seheboh’Ayat-Ayat Cinta’ atau paling gres ‘Laskar Pelangi‘.

Entah lantaran saya yang terlalu kuper hingga gak tau banyak perihal perkembangan film produk dalam negeri, sehingga menyimpulkan kalo produksi film lokal malah jauh lebih tinggi dibanding film luar, terlepas dari kualitasnya alur cerita plus akting bintangnya loh ya.

Tapi jujur aja, salut banget dengan makin boomingnya film produk dalam negeri. Hanya saja satu yang perlu digarisbawahi, ya jangan sampe isi ceritanya dangkal banget, trus dipanjang-panjangin, atau akting para pemainnya yang over, pula seperti dibuat-buat, malah bikin makin enegh aja nontonnya. Macem film hasil besutan sutradara yang mahir melahirkan sinetron-sinetron penuh khayalan dan cerita absurd, ‘Oh Baby’ misalnya.

Saya malah jauh lebih respek dengan film gres ‘Laskar Pelangi’ atau malah bisa jadi lagi kangen dengan tema macemnya ‘Petualangan Sherina’,’Gie’,’Janji Joni’ atau ‘Jomblo’  misalnya.

Ah, entah kapan saya bisa puas nonton film Indonesia lagi.

2 Next Movie Must Seen

Category : tentang KHayaLan

Usai enam biji cinema paling oke tahun ini selesai dipantengin dan di-review, kali ini iseng aja lagi pengen nungguin dua biji lagi dan dua-duanya tergolong action movie. Satunya kalo ndak salah temanya ‘Pembunuh Bayaran’ sedang satunya lagi ‘Komedi Perang’. Oke deh dikenalin aja langsung ‘Wanted‘ feat Angelina Jolie dan ‘Tropic Thunder‘ feat Ben Stiller-nya.

wantedmov.jpg

Wanted‘ merupakan film paling anyar si cantik pemeran ‘Tomb Raider’, yang berperan sebagai pembunuh bayaran dengan multi talenta. Dari trailer yang sempat ditonton, setidaknya mengingatkan penulis pada film trilogy ‘the Matrix‘ yang waktu itu nge-top dengan spinning bulletnya, sempat tampil pula pada film komedi Scary Movies seri pertama besutan Wayans bersaudara. Kali ini diulang kembali lengkap dengan extra tulisan pada peluru yang ditembakkan. Walopun actionnya agak mengkhayal dan tak segarang The Dark Knight, namun bolehlah ‘Wanted‘ ditunggu sekedar buat hiburan.

tropictrailer.jpg

Tropic Thunder‘ yang dibintangi Ben Stiller plus si ‘Kungfu Panda‘ Jack Black mencoba bermain komedi dengan cara action perang ala para veteran macam Rambonya Stallone. Kalo ndak salah ceritanya tentang berakting perang tapi terjebak dalam perang beneran, sementara para tokohnya malah gak tau kondisi sebenarnya dan tetap aksi berakting. Hahaha… jadi pengen tau lengkapnya nih…

WALL E, kalah Lucu

Category : tentang KHayaLan

Akhirnya dari enam film yang wajib tonton, Animasi Pixar Wall E jadi yang paling terakhir ditonton. Kesan penulis akan film ini, lucu dan mengharukan, tapi jelas masih kalah lucu dengan Po si Panda Ndut yang didapuk jadi Dragon Warrior. Ini disebabkan lantaran gambaran kelucuan si robot mungil animasi ini sudah dapat dicerna melalui tiga buah Trailer yang dibekali oleh satu majalah film Showbiz, sehingga greget dari filmnya sendiri jadi kurang terasa.

wall-e-review.jpg

Walopun begitu, penulis memberikan salut buat film ini mengingat kisah yang paling penting dari plot ceritanya adalah, indahnya bisa pulang kerumah. Karena rumah adalah segalanya…

The Dark Knight : DAMN !

3

Category : tentang KHayaLan

Dari dua film sisa yang ditunggu, The Dark Knight menjadi pilihan pertama. Aksi nonton dvd bajakanpun dipantengin selama seminggu untuk menyelesaikan aksi si kelelawar ini, lantaran dilakoni sambil ngempu si kecil Mirah. Hasilnya ? dari segi cerita, dengan patokan 10 nilai, saya memberikan 9. Tapi keseluruhan mungkin bisa jauh lebih dari patokan tadi. Mengesankan ! sepertinya memang layak untuk ditunggu dvd rilis resminya. Kenapa hanya 9 yang saya berikan ?

joker.jpg

Karena saya menginginkan cerita yang lebih perihal tokoh ‘Two Face‘, nyatanya hanya mendapatkan porsi yang sangat sedikit dalam menjalankan ‘aksi’nya. Joker ? full action ! sangat benar apa yang dikatakan media, pemeran si Joker memang sangat disayangkan telah memutuskan untuk almarhum tempo hari, padahal aktingnya te o pe. Saya dibuat merinding olehnya. Jauh banget bedanya dengan si Jack Nicholson dalam peran yang sama bertahun lalu.

batpod.jpg

Yang paling membuat terpana, Batpod tunggangan Batman yang baru, nyatanya lahir dari Tumbler Batmobile yang keren itu. Apakah ini memang sudah terpikirkan oleh pihak pembuat cerita sejak film sebelumnya dan baru menjadi di sekuelnya ? Baru kali ini saya menyimak action movie yang penuh dengan drama menegangkan, sangat menarik ditonton hingga akhir.

Aarggghhh… Rasanya tak sabar menunggu si kelelawar ini dibuatkan Trilogy-nya. Berharap pula jika itu menjadi kenyataan, bakalan setenar Trilogy Lord of The Ring, film yang hingga hari ini blom pernah bosan untuk ditonton berulang kali…

Hmm… Berarti sisa si robot lucu Wall E aja dong ya ?