Bersua ‘Nic & Mar’

Category : tentang Opini

Kisah pertemuan dua insan yang telah berstatus mantan, dengan ‘terpaksa’ terjalin kembali di Eropa Paris, berkat Line.
Sounds familiar ?

Kisah serupa pernah digulirkan tahun 2014 lalu menyambung epic lama di blantika film remaja Indonesia. Salah satu aktor yang terlibat masih sama dengan kedua kisah diatas. Nicholas Saputra.

Pemeran tokoh Gie yang sampai sekarang masih saya sukai penampilannya ini, melalui debut awal tahun 2002an lalu lewat ‘Ada Apa Dengan Cinta’ yang beradu akting dengan aktris beken Dian Sastro.
Cerita ini kemudian berlanjut dua belas tahun kemudian dalam bentuk mini drama besutan Line, aplikasi mobile messenger yang mengandalkan nomor ponsel macam Whatsapp, bukan PIN macam BBM. Namun didalamnya memiliki fitur pencarian berdasarkan Nama pengguna sehingga dimungkinkan untuk menemukan dan berbicara dengan seseorang, mantan sekalipun.
Selama lawan bicara menggunakan aplikasi yang sama.
Yang sayangnya, bagi pengguna yang pernah menggunakan Line lalu berstatus mantan karena tidak lagi menggunakan Line, daftar nama yang bersangkutan tetap muncul dalam pencarian, namun tidak akan mendapatkan respon apa-apa ketika dikontak melalui jalur aplikasi yang sama. Kasian banget bagi yang berharap banyak. *he-em

Balik pada kisah ‘Nic & Mar’, saya menemukannya secara tidak sengaja di halaman berbagi video, YouTube pertengahan Maret lalu. Inginnya sih mengunduh beberapa film Indonesia lama yang disajikan full durasi, tapi nyasarnya malah ke serial mini drama ini yang di-update setiap hari Kamis dan Jumat malam.

Nic & Mar PanDe Baik Line

Konsep jualannya mungkin mirip dengan kisah mini drama ‘Ada Apa Dengan Cinta’ yang dirilis tahun 2014 lalu, atau kisah ‘Malam Minggu Miko’ nya Raditya Dika yang memang hanya edar dalam versi YouTube, namun bisa dikatakan alur cerita, permainan musik latar dan pengambilan gambarnya, sesuai dengan harapan banyak penggemar film Indonesia yang sudah familiar dengan sosok Nicholas Saputra.

Adapun lawan main Nicholas Saputra yang berperan sebagai Nic dalam kisah ini adalah Mariana Renata yang berperan sebagai Mar.

Kisah ini dimulai dari perjalanan Nic di Paris yang kebingungan mencari referensi terkait kota yang ia kunjungi, dengan bertanya pada kawan dalam group Line. Salah satu alternatif solusi yang ditawarkan adalah menjumpai Mar, sang mantan kekasih yang telah sepuluh tahunan berpisah dan secara kebetulan bekerja di Paris. Pertemuan yang dijalani sebagai teman lama ini kemudian berkembang lagi menjadi satu hubungan yang berbeda dari sebelumnya.

Nic & Mar PanDe Baik Line 1

Hingga malam ini, ada empat episode yang bisa dinikmati dari cerita ‘Nic & Mar’ melalui channel Line Indonesia di halaman YouTube. Ditambah dua video musik yang melatarbelakangi kisah dengan tajuk ‘Far Away’ dan ‘When You Are Near’, sangat cocok dinikmati bagi kalian yang sudah mulai gerah dengan kehadiran Shitnetron dan sejenisnya di layar televisi.
agar bisa menontonnya secara berulang, saran saya video diatas bisa diunduh dengan menggunakan aplikasi TubeMate pada ponsel Android atau YouTube Downloader pada perangkat PC.

Saya yakin kalian bakal menyukai dan menunggu episode kelanjutan dari kisah ‘Nic & Mar’ ini, yang tentu bisa dikunjungi lagi Jumat malam nanti. Apalagi kisah ini diturunkan hanya dalam durasi yang singkat. Sekitar 6-7 menitan setiap episodenya.

Penasaran ? Mampir aja di halaman Line Indonesia, playlist ‘Nic & Mar’.

Menikmati Hiburan di kala Pekat

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang PeKerJaan

Gula darah saya tiba-tiba meningkat semingguan ini. Maksimal sudah mencapai angka 356 mg/dl pasca maupun pra puasa. Satu hasil yang mengejutkan meskipun selama menjabat di Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung sedari satu setengah tahun lalu, yang namanya hasil test acak Gula Darah selalu menghasilkan angka diatas 200 mg/dl. Ada apa gerangan ?

Pertama, beban kerja. Ya. Menghandle 70-an paket kegiatan dengan menyandang tugas sebagai PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen tentu bukan pilihan atau keputusan bijak. Namun apa mau dikata jika itu sudah merupakan keputusan pimpinan selama satu tahun anggaran. Belum lagi ditambah dengan kegiatan yang memanfaatkan dana APBN melalui Satuan Kerja dan dua kegiatan yang seharusnya sih gag masuk di bidang yang saya tangani. Selain lelah pikiran, kadang kejadian lelah fisik…

Kedua, rutinitas. Baik keluarga maupun kerjaan kantor dimana selama sebulan terakhir, saya kembali mengalami masa–masa tanpa kehadiran Kabid lantaran Beliau mengikuti Pendidikan Diklat PIM III di Badan Diklat Provinsi Bali. Lokasi Diklat yang sama dengan yang saya lalui beberapa waktu lalu. Belum lagi soal paket lelang yang masih berproses di ULP…

Ketiga ya Beban Tambahan. Untuk yang satu ini, saya belum berani buka apa masalahnya. Nanti deh kalo sudah clear, mungkin bisa saya bagi infonya. Namun sejauh ini ada juga beberapa orang yang sudah paham kisahnya. Yang pasti ini ada kaitannya dengan upaya pemerasan, media dan aparat. Semoga sih jalan kisahnya gag sesuai dengan apa yang saya khawatirkan… dan tak lupa beberapa masalah lapangan yang hadir seakan tanpa jeda…

Dengan sejumlah tekanan yang ada, rasanya cukup membuat pikiran saya menjadi galau dan pekat. Sebagaimana yang ditawarkan oleh Sifat Sifat Dasar Golongan Darah O, rasanya sih sudah masuk akal jika pikiran sudah mulai bermasalah. Maka jadilah hari hari akhir pekan mulai terasa hambar untuk dilewatkan… dan hasrat untuk menulisi blog ini termasuk melanjutkan tugas Diklat PIM IV yang tanggal 23 September depan bakalan ujian pun rasanya gag bersemangat lagi. Bad Mood…

Capek.

Di kala ini, hiburan rasanya pantas saya dapatkan. Namun yang kesampean hanya nonton film yang diunduh sekitar enam delapan bulan lalu, yang hingga kini masih tersimpan di perangkat ponsel tanpa sempat dinikmati. Ada the Lone Ranger, the Hobbit #2, Planes, How to Train Your Dragon #2, Transformers dan juga Godzilla. Serta beberapa film lama yang dibintangi alm.Robin Williams seperti Good Will Hunting maupun Patch Adams. Meskipun gag bisa memuaskan hasrat untuk menikmati liburan dalam arti sesungguhnya, rasanya sih sudah cukup yah untuk menghilangkan penat sejenak.

Harapannya sih kelak bisa liburan lagi, kemana gitu bareng keluarga atau mungkin keliling cek proyek lagi saban sabtu minggu dengan motor tunggangan. Beban sih mungkin gag bakalan hilang lantaran ini berlangsung terus menerus tanpa henti, tapi minimal yang namanya stress bisa menurun sedikit.

Tapi apa iya bakalan sempat ?

Menanti Barisan Super Hero di awal tahun 2012

8

Category : tentang KHayaLan

Masa Harry Potter dengan Deathly Hallows-nya bisa dikatakan sudah lewat jauh, sebuah episode akhir yang bagi saya pribadi tergolong kurang memuaskan dalam menghimpun Ending-nya. Meski begitu, untuk dua kisah yang berasal dari sebuah buku sudah lebih dari cukup untuk menyambungkan seluruh energi sejak kemunculannya pertama kali.

Ketidakpuasan diatas baru terbayarkan ketika menyaksikan aksi kebut-kebutan Fast Five yang walaupun agak kurang sreg dengan penampilan The Rock namun lumayan menghibur saat Brankas yang ditarik mampu meluluhlantakkan kota hingga akhir cerita.

Jelang Tahun 2012, barisan Super Hero sudah siap menanti giliran untuk tampil. Kendati saya bukan seorang penggemar film atau Movie Freaks, namun setidaknya ada beberapa tokoh yang barangkali layak ditunggu sebagai pelampiasan kangen akan aksi jedak jeduk dar der dor baik yang membutuhkan setengah dari volume otak untuk mengerti dan memahami jalan cerita atau dinikmati begitu saja tanpa makna. Berikut diantaranya.

Batman The Dark Knight Rises. Perpaduan Sutradara Christopher Nolan dan sang aktor Christian Bale sesungguhnya makin menampakkan ketajaman taringnya saat menyajikan sosok the Joker beberapa waktu lalu. Sebuah film yang hingga malam Tahun Baru kemarin belum jua bosan saya tonton. Menghadapi Bane yang diperankan oleh Tom Hardy agaknya akan kurang lengkap jika tanpa disertai dengan kendaraan terbarunya hasil kembangan dari model Tumbler. Kabarnya sih dari dua Trailer dan juga beberapa video unOfficial yang saya unduh lewat YouTube, untuk kali ini bakalan tampak diterbangkan di sepanjang film.

The Avengers. Jujur saja, saya masih merasa belum dengan penampilan Iron Man 2, Captain America ataupun Thor yang setahun lalu sempat menghiasi layar NoteBook saya untuk beberapa waktu. Masih kurang greget apabila dibandingkan dengan sosok The Dark Knight yang beneran Total dalam kisah serta plot ceritanya. Mungkin itu sebabnya kali ini masih menantikan kemungkinan-kemungkinan lain yang mampu diciptakan apabila semua tokoh tadi dijadikan satu dalam sebuah episode.

The Amazing Spider Man. Meski bagi saya pribadi bisa dikatakan terlalu cepat untuk membuat sebuah project Reboot, namun untuk yang satu ini masih bolehlah dinanti dalam daftar. Meski yang namanya ingatan bahwa sosok si culun Spidey mendapatkan perubahannya menjadi sosok Super Hero lantaran sengatan laba-laba masih sangat lekat bagi para diehard-nya.

eXpendables 2. Lupakan yang namanya plot atau cerita epic, khusus yang satu ini diperuntukkan bagi mereka yang kangen dengan penampilan para pahlawan jaman doeloe. Stallone, Arnold ataupun Bruce Willis kabarnya bakalan menggaet si JC Van Damme dan juga Chuck Norris. Well, gag usah banyak mikir deh untuk yang satu ini. Cukup siapkan Pop Corn sembari duduk manis sepanjang film.

Menikmati Liburan Lebaran dengan Barisan Film Action

8

Category : tentang InSPiRasi

Sembilan Hari tentu waktu yang sangat lama untuk menghabiskan liburan Lebaran kali ini. Sangat panjang dan lama. Namun saya musti bersyukur dengan keberadaan situs penyedia film ternama downloadfilem.com yang telah meluangkan waktunya untuk berbagi puluhan bahkan ratusan film asing dan lokal dalam format digital.

Sudah setahun terakhir saya rajin menyambangi alamat diatas. Bisa jadi ketika masih rajin menjawab pertanyaan lewat Yahoo Answer terdahulu, dan alamat tersebut saya dapatkan dari beberapa jawaban terbaik yang pernah ada.

District 13. Film Perancis yang dirilis tahun 2004 silam ini sebetulnya kerap saya jumpai dilayar kaca media televisi lokal. Lantaran penasaran pula gara-gara perasaan dejavu  yang sempat muncul, sayapun menanyakannya lewat akun Twitter dan FaceBook tempo hari. Hasilnya dalam waktu singkat, blogger tenar Wirautama memberikan petunjuk D13 yang langsung saja saya hunting di Mbah Google. District 13 atau yang dalam rilis Perancisnya diberikan title Banlieue 13 ini menyajikan aksi lompat antar gedung atau yang dikenal dengan istilah Parkour serta tanding ala film-nya Jason Statham, Transpotter.

District 13 Ultimatum. Sebenarnya film ini didapat secara tak sengaja. Kalo bukan gara-gara penasaran dengan rilis pertamanya yang ternyata salah download, mungkin saya gag bakalan bisa menikmati aksi lompat gedung yang jauh lebih ekstrem. Gag percuma deh kalo mau ikut nonton yang satu ini.

Transformers 3. Oke, untuk yang satu ini sebenarnya sudah saya tonton sebelumnya dalam format dvd bajakan yang notabene punya sound yang mampu membuat gendang telinga berasa aneh dan juga minus pada mata makin bertambah. Aksinya yang terlalu berlebihan dalam penghancuran gedung sempat membuat saya ilfil pada sekuel aksi Autobots versus Megatron ini. Tapi yah, bolehlah kalo Cuma untuk hiburan.

Pirates of Caribbean 4. Setelah aksi Bajak Laut Johnny Deep  yang ketiga tempo hari, jujur saja saya tak terlalu mengharapkan kisah lanjutannya kembali. Apalagi sudah tak lagi didukung oleh pasangan kekasih yang lama, Orlando Bloom dan Kiera Knightley. Berbeda dengan tiga film diatas, hingga tulisan ini diturunkan untuk yang satu ini belum sempat saya tonton secara penuh. Bisa jadi karena kualitas gambarnya yang masih tanggung, bisa juga lantaran Mood yang tak kunjung ada. He…

Fast Five. Gag jauh beda dengan aksi robot diatas, penghancuran kota ala Vin Diesel dan The Rock kali ini memang benar-benar mantap. Hanya saja yang ini dilakukan dengan balapan mobil-mobil supercepat yang tempo hari kerap saya kendarai. Dalam arena games tentu saja. Hehehe… dibumbui dengan aksi lompat perumahan kumuh kota Rio, sempat mengingatkan saya pula pada aksi Demian dan Leito-nya District 13. Ealah…

Selain lima film diatas sebenarnya masih banyak lagi yang saya comot dari alamat downloadfilem.com selama dua minggu terakhir seperti Trilogy Lord of The Ring, Die Hard rilis pertama hingga keempat atau aksi kocak Blue Streak yang sudah lama ingin saya tonton kembali. Semoga saja semua bisa habis dinikmati hingga hari libur terakhir.

Mengakhiri Kisah Harry Potter Hari Ini

4

Category : tentang InSPiRasi

Belum lengkap rasanya jika mengaku sebagai penikmat serial Harry Potter hanya mengikuti kisahnya dalam bentuk novel bacaan saja, minimal musti tahu juga bagaimana penuangannya dalam bentuk visual film dan kalau bisa ya kisah tambahan baik cara pembuatan, siapa saja yang terlibat dan tentu saja rahasia-rahasia kecil yang selama ini tersimpan.

Luar Biasa. Barangkali itu yang bisa saya katakan pada mereka semua yang terlibat penuh sejak awal kisah dan juga khususnya bagi si pembuat cerita JK Rowling. Sangat jarang bisa kita temukan dedikasi para aktor dan aktrisnya yang begitu setia dan syukurnya tetap dalam keadaan sehat dan selamat (kecuali pemeran Albus Dumbledore), menjalani peran yang sama dalam kurun waktu yang panjang.

Harry Potter and Deathly Hallows merupakan kisah ketujuh yang memang sudah dinanti baik oleh semua diehard dan fans fanatiknya maupun penikmat musiman seperti saya ini. Karena bagaimanapun, dalam kisah Deathly Hallows akan terungkap rangkaian cerita keenam kisah yang dirilis sebelumnya. Dari Sorcerer Stone, Chamber of Secrets, Prisoners of Azkaban, Goblet of Fire, Oreder of the Phoenix dan Half Blood Prince.

Sayangnya, kisruh yang terjadi di dalam negeri enam bulan terakhir bisa dikatakan cukup memukul para Diehard dan Fans fanatiknya, dengan absennya film asing termasuk Harry Potter salah satunya di bioskop ternama seantero Indonesia. Meski bukan yang termasuk penghobi Bioskop seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, absennya kehadiran film yang paling dinanti ini kemudian menghasilkan solusi sederhana lain. Download saja melalui situs penyedia film ilegal, www.downloadfilem.com.

Deathly Hallows saking panjangnya cerita dan adanya kekhawatiran banyaknya adegan yang harus dimampatkan atau terpotong dari alur Novelnya, seperti enam kisah sebelumnya, oleh Warner Bros, dipecah menjadi dua bagian. Part 1 yang menceritakan alur pencarian tongkat Elder sebagai tongkat sihir paling mantap di dunia sihir sedang Part 2-nya lebih menitikberatkan pada penghancuran dan duel habis-habisan. Tapi ngomong-ngomong, pecahnya kisah Deathly Hallows menjadi dua bagian ini, bisa juga lantaran pertimbangan ekonomis yang tentu saja bakalan jauh lebih menarik hati. Hehehe…

Untuk bisa menikmati alur cerita dalam filmnya ini, saya pribadi memerlukan beberapa kali pengulangan adegan baik di bagian pertama maupun kedua (inilah keuntungan pertama menonton film ilegal/bajakan atau kalopun mau agak lama ya menanti video originalnya dirilis hehehe…) dan juga tentu saja mengulang membaca novelnya. Hasilnya sangat memuaskan. Meski ada beberapa adegan yang saya pikir masih tetap dipersingkat agar durasi film tidak terlalu panjang dan membosankan, seperti kilas balik Profesor Snape yang dilakoni Harry Potter. Tapi bagi DieHard dan Fans fanatiknya, siapa juga yang peduli ?

Namun, rupanya ada berita baik yang saya baca dalam seminggu terakhir ini di media cetak. Harry Potter and Deathly Hallows bagian kedua atau yang akan menjadi seri terakhir dari tujuh film sebelumnya (termasuk Harry Potter and Deathly Hallows bagian pertama) kabarnya bakalan ditayangkan sebelum bulan puasa atau tepat hari jumat, 29 Juli 2011. Jadi, bagi yang memang menantikan film ini jauh-jauh hari, tiket sudah dapat dipesan lebih awal.

Sayangnya, pasca menikmati kisah terakhir Harry Potter and Deathly Hallows ini, kira-kira ada lagi gag yah film atau karya lain yang bisa dinanti untuk sekian tahun lamanya ?

AirHeads

Category : tentang InSPiRasi

Ngomong-ngomong soal Film, sebetulnya ada satu film yang sudah lama menjadi incaran bahan tontonan dan rupanya Tuhan baru mengabulkannya setelah berselang 16 (enam belas) tahun. Benar, enam belas tahun. AirHeads.

Sebuah film yang menceritakan tentang usaha grup band ‘The Lone Ranger’ (yang mengundang tanda tanya lantaran beranggotakan 3 musisi) untuk mengembalikan nafas Rock n Roll sebuah stasiun radio KPPX-FM Rebel Radio 103.6 dengan memaksa memutarkan demo musik mereka. hal itu dilakukan lantaran stasiun radio tersebut belakangan mulai berpindah aliran ‘sedikit lembut dari biasanya. Aksi ketiga musisi tersebut dilakukan dengan cara membajak dan menyandera pimpinan beserta karyawan stasiun radio berbekal senjata mainan.

Pertama kali saya menontonnya kalau tidak salah tahun 1994, saat masih bersekolah di SMAN 6 Denpasar. Dari film ini pula saya kemudian mengenal nama sebuah band aliran hardcore ‘White Zombie’ yang kedapatan tampil pula ditengah film tepatnya ketika polisi mencari tahu keberadaan pacar salah satu musisi ‘The Lone Ranger’ tersebut. Beberapa nama band yang ikut serta dalam barisan soundtrack album AirHeads ini adalah Motorhead, 4 Non Blondes, Primus, Anthraz dan Ramones. Grup band metal yang pernah eksis di masa itu.

Saya sendiri belakangan baru menyadari bahwa para aktor yang terlibat dalam film AirHeads malahan saya kenal dari film lain seperti Wedding Singer (Adam Sandler), George of The Jungle (Brendan Fraser) dan Godfather III (Joe Mantegna yang saat itu berperan sebagai bos mafia Joey Zaza). Tak hanya itu, saat berkesempatan menontonnya kembali, saya masih sempat tertawa ngakak ketika musisi ‘The Lone Ranger’ mendapatkan telepon dari dua tokoh kartun terkenal ‘Beavis and Butthead’ yang juga (harap dicatat) belakangan dibuat versi ‘the Movie-nya (tahun 1996) dan mencatatkan nama-nama sekelas Red Hot Chili Peppers, White Zombie, Rancid, AC/DC dan si dewa Ozzy Osbourne sebagai musisi pengiring dalam film tersebut.

Rupanya memerlukan waktu selama enam belas tahun, Tuhan baru berkenan dengan kemurahan hati-NYA mengabulkan impian saya yang sudah berusaha mencarinya disetiap rental video yang saya temui. Plus penyedia video dunia maya seperti YouTube dan situs file sharing lainnya. Tidak sengaja sebenarnya yaitu saat menunggu jam pulang hari terakhir Pendidikan LPSE di Jakarta beberapa waktu lalu. Bersyukur saya bisa menontonnya sedari awal hingga selesai film dengan kepuasan setara ejakulasi berkali-kali. Ups Maaf…

Percaya atau tidak saya bahkan masih menyimpan kaset album soundtrack film AirHeads dan masih berusaha mencari versi digitalnya di dunia maya. Bagi yang punya boleh dong dibagi link-nya.

Menikmati Jatah Sisa Penghobi (nonton) Film

12

Category : tentang KeseHaRian

Entah satu kebetulan atau tidak, sehari setelah publikasi tulisan Sialnya Penghobi (nonton) Film, saya dihubungi pihak ZeeneMax Gatsu yang kemudian menyatakan bahwa akun saya telah dipindahkan ke ZeeneMax lain dan menutup Rental Video pilihan terakhir saya tersebut. Masih ada sekitar 21 judul yang bisa dinikmati hingga tanggal 8 Agustus nanti. Seakan tidak ingin membuang kesempatan, saya segera meluncur ke salah satu ZeeneMax terdekat dan mencoba kembali berburu film sebagai bahan tontonan berikutnya.

ZeeneMax rupanya memberikan opsi jumlah maksimal yang boleh dipinjam dalam sekali waktu yaitu 8 judul film. Dari kuota yang diperbolehkan saya memutuskan untuk membaginya dalam beberapa jenis tema yaitu lokal dengan tema serius, lokal yang saya duga bakalan asal-asalan, komedi luar serupa aktingnya Adam Sandler barangkali, film box office rilis dua tiga tahun lalu dan satu dua film baru.

Jujur, saya sempat tidak percaya ketika melihat begitu banyak pilihan film lokal Indonesia yang diproduksi selama dua tahun terakhir. Sayangnya kendati secara kuantitas jumlahnya cukup lumayan, saya yakin tidak demikian halnya dengan kualitas film tersebut, baik ditinjau dari tema ataupun sinopsis singkat yang tertera di cover belakang film. Rata-rata masih berkiprah pada jenis Horror (yang berkembang menjadi pengumbar syahwat) seperti Kain Kafan Perawan atau Raped By Saitan dan jenis komedi (yang lebih banyak meniru film sejenis produksi luar).

Dari banyaknya pilihan tersebut, saya mengambil ‘Cinta Setaman’ yang menampilkan Lukman Sardi, Nicholas Saputra dan Slamet Rahardjo yang sekiranya saya duga sebagai salah satu karya lokal yang ‘agak’ serius. Sebaliknya yang agak ‘kurang serius dengan tema, saya memilih ‘Air Terjun Pengantin’ dengan alasan sederhana, penasaran dengan penampilan para aktrisnya. Hehehe… ada juga ‘Serigala Terakhir’ yang kabarnya punya tema Action menarik.

Untuk tema komedi produksi luar saya memilih ‘Run FatBoy Run’ sebuah film yang sebetulnya memiliki tema sederhana namun dipilih gara-gara ‘yang sempat saya tonton hanya sebagian saat beristirahat malam disela pendidikan LPSE kemarin. Penasaran juga ingin tau cerita awalnya. Hehehe… Pada awalnya saya pikir film ini merupakan film lama yang tidak masuk dalam hitungan box office, lha ternyata ketemua jua di ZeeneMax kali ini.

Entah karena keteledoran penjaga atau bisa jadi karena saya ceroboh tidak memeriksa kembali film pesanan yang diambil, satu film lama yang sebenarnya ingin saya tonton adalah si Bajak Laut Carribbean jilid 3. Akan tetapi yang diberikan malah sebuah film Thriller berjudul Séance. Baru nyadar pada saat melakukan aksi copy film kedalam hard disk laptop. Sempat bingung juga jadinya.

Ada juga ‘Paranormal Activity’ yang saya ambil atas review filmnya Eka Dirgantara di midnightshadow.info bersama ‘3 Idiot’ sebuah film India yang kabarnya punya kualitas diatas rata-rata. Ditambah satu film dokumenter milik grup band Slank yang dahulu pernah menjadi musisi favorit, tepatnya album yang dirilis sebelum Minoritas.

Delapan buah film minus satu yang tidak diharapkan sudah siap menjadi bahan tontonan seorang Penghobi (nonton) Film dalam waktu dekat. Mau menontonnya bareng ?

Sialnya Penghobi (nonton) Film

4

Category : tentang DiRi SenDiri

Sebelum dilanjutkan Harap dicatat bahwa seorang Penghobi (nonton) Film punya pemahaman sedikit berbeda dengan seorang Penghobi Film. Bedanya kurang lebih kalo isi pikiran seorang Penghobi Film itu biasanya Movie Minded, mengetahui segala hal seluk beluk film yang pantas ditonton saat ini, mana yang termasuk incaran mana yang termasuk daftar tunggu, siapa nama aktor/aktris maupun sutradara yang terlibat didalamnya hingga rela antre berjam-jam di bioskop setempat. Berbeda dengan seorang Penghobi (nonton) Film yang isi pikirannya ya Cuma pengen nonton aja tanpa peduli masuk film laris atau tidak, dan tidak terbatas pada film dengan tema jelas saja. Video panas artis lokal juga terkadang masuk didalamnya. Hehehe…

Untuk seorang Penghobi (nonton) Film, saya (hahaha… pemahaman diatas sebenarnya lagi ngomongin saya…) gak terlalu ngoyo musti nonton film Harus di bioskop agar mendapatkan sajian yang gambarnya berkualitas mantap setingkat keping dvd plus dengan tata suara yang gak kalah mantapnya. Kalopun tu film baru dirilis di bioskop saya lebih suka nyari yang versi bajakan di pasar malam sedangkan kalo kebetulan dah merilis versi keping originalnya, saya lebih memilih yang berformat video cd ketimbang dvd.

Alasannya sederhana. Pertama, Film dalam format keping vcd lebih mudah dicopy ke laptop ketimbang yang dvd, selain cepat juga gak bakalan menghilangkan subtitle yang menyertainya. Untuk mengcopy film dalam format keping dvd diperlukan aplikasi khusus yang dapat mengubah format tersebut dalam bentuk image dan harus diputar dalam sebuah virtual cdrom. Kedua, nonton dalam format keping cd lebih asyik ketimbang nonton bioskop. Ini sebenarnya ada hubungannya dengan kemampuan otak dalam menerima alur dan jalannya cerita yang ditawarkan sebuah film, yang sayangnya otak saya terkadang suka bingung di pertengahan film. Menonton dalam keping cd menawarkan sebuah kelebihan ketimbang menonton film di bioskop yaitu bisa di-rewind kembali ke scene sebelumnya untuk mengulang pemahaman. Hihihi… Terus, kenapa musti di-copy ke laptop ? karena untuk menonton film terkadang saya musti ngumpulin mood atau berada dalam situasi yang lowong dulu. Hahaha…

Demi mendukung hobi menonton film ini, sayapun hunting ke beberapa tempat rental video yang ada diseputaran Kota Denpasar. Ada satu kriteria pokok yang saya tetapkan untuk memilihnya yaitu berada dalam satu jalur aktifitas kantor. Tujuannya untuk mempermudah proses peminjaman dan pengembalian keping film. Bisa dilakukan pada saat pulang kantor. He…

Sasaran pertama saya sedari empat tahun lalu adalah ArmaDisc yang berlokasi di wilayah Banjar Kayumas, sebelah selatan kantor Catatan Sipil. Secara kriteria ni Rental yang paling ideal, karena satu jalur dengan akses kantor. Paket yang ditawarkan saat itu cukup menarik perhatian. Dapat bonus 1 keping film apabila mengembalikan pinjaman lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Sayangnya setahun terakhir lokasi ArmaDisc telah berubah fungsi menjadi outlet yang menjual optik atau kacamata. Masih belum berubah fungsi menjadi rental hingga saya pindah kantor ke Mangupura Mengwi.

Sasaran kedua saya ambil di Artha Media yang berlokasi di Tanjung Bungkak, sebelah utara kampus Warmadewa. Secara lokasi sebenarnya agak menyimpang jauh, tapi ya kadang suka nyambi sambil beli keping dvd kosong atau malah minjem software bajakan. :p Sayangnya meski sampe hari ini tempat tersebut masih setia menyewakan keping film, dendanya tetap diberlakukan meskipun saya sudah dikenal oleh penjaganya. Hehehe… hal yang tidak berlaku di ArmaDisc.

Sasaran ketiga saya coba di New Release Gatot Subroto, sebelah barat apotik Anugerah. Rental ini kebetulan berada dalam satu jalur yang asyik saat pulang kantor. Sayangnya baru juga mendaftar dan meminjam beberapa keping film, ni rental malah menghilang. Ealah…

Sasaran keempat adalah Bromo, lokasinya didepan sekolah Dwijendra jalan Kamboja. Kejadiannya siy gak sengaja, nemu pas balikin komik Kariage. Sayangnya mereka blom punya database yang jelas, gak ada daftar film yang bisa dilihat dan dijadikan panduan dalam mencari film-film lama. Masih dijejer begitu saja tanpa cover. Malah bikin bingung karena musti melihat isinya satu persatu.

Terakhir yang saya lakoni adalah ZeeneMax Gatot Subroto, sebelah barat perempatan Ubung Cokroaminoto. Ni Rental berada dalam jalur pulang kantor yang mengambil jalur kearah selatan (dari Mangupura Mengwi). Dengan penawaran paket 100ribu rupiah untuk 38 buah film atau 50ribu untuk 18 film. Sayangnya akibat kekurangan karyawan, ZeeneMax Gatsu sempat tutup untuk jangka waktu yang panjang. Hal ini malah membingungkan saya sebagai salah satu konsumen yang agak was-was juga karena masih dalam posisi meminjam film. Khawatir masuk dalam daftar DPO mereka. Seminggu terakhir baru ada pemberitahuan bahwa mereka hanya buka diatas pukul 6 sore saja. Waaaahhh… artinya gak bisa minjem atau balikin film sepulang kerja lagi.

Entah apakah memang karena minat meminjam film para warga Penghobi yang memang menurun :p ataukah karena laris manisnya keping bajakan yang dijual dengan harga murah baik di Pasar malam maupun disebuah toko Elektronik kawasan Diponegoro ? Pastinya saya sebagai salah satu Penghobi (nonton) film kini malah jadi kebingungan sendiri…

Si Jago Merah Yang Mengancam

5

Category : tentang Opini

Menonton Film Indonesia adalah salah satu pengisi waktu disaat saya menunggu jadwal ujian yang tak kunjung pasti beberapa waktu lalu. Meski bukan termasuk daftar film favorit yang wajib tonton namun apa yang saya inginkan minimal alur ceritanya mudah dimengerti dan ga berbau pasaran. Maksud dari bau pasaran itu ya film lokal yang bergenre Horor ataupun yang berbau seks murahan. Maka jadilah saya memilih dua film berbeda genre, satunya komedi satunya lagi agak-agak seriuslah…

Film “Si Jago Merah” menjadi prioritas pertama saya. Rasa penasaran dan kangen dengan aksi si Agus Ringgo saat bermain di “Jomblo” tak mampu terobati pada film yang ia lakoni sebelumnya “Maaf Saya Menghamili Istri Anda”. Sebuah film lokal dengan genre komedi bisa dikatakan sangat jarang membuat saya tertawa, paling banter ya senyum dikulum, itupun gak sering atw sepanjang film berlangsung.

si jago MeRah

Menyimak alur cerita selama dua puluh menit pertama rupanya agak membuat saya enegh dan bisa menebak sisa kelanjutannya. Apa yang saya harapkan gak sesuai dengan bayangan. Bisa jadi karena kehadiran beberapa aktor/aktris lainnya yang kurang greget, pula jalannya cerita yang biasa saja. Sungguh, saya masih menganggap bahwa “Jomblo” masih merupakan film komedi Terbaik.

Kecewa dengan film tentang teamwork pemadam api, saya melanjutkan dengan film ‘serius’ yang dilakoni Aming, sang daya tarik Extravaganza itu dalam “Doa Yang Mengancam”. Ada satu kekhawatiran yang saya rasakan diawal cerita, alur yang berat dan membosankan. Sebaliknya, dalam kenyataannya malah meleset.

Menikmati satu persatu adegan yang ditampilkan, saya jadi ingat dengan beberapa kenyataan yang terjadi di negeri kita tercinta ini. Bahwa masih banyak penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan seperti halnya yang saya saksikan saat berkesempatan main ke Jakarta beberapa waktu lalu, membuat saya sangat bersyukur dengan keadaan saya saat ini. Bahwa budaya malas dan perjudian itu masih erat dipeluk oleh sebagian besar masyarakat kita membuat keinginan untuk menjadi kaya mendadak begitu menggebu. Bahwa ada dari sebagian kita, malahan dengan asyiknya bersembunyi dibalik kerennya penampilan meski tidak demikian dengan kesehariannya, seakan ingin mengingatkan momen yang sebentar lagi hadir didepan mata, mudik Lebaran.

Doa yang Mengancam

Apa yang diharapkan dan dipinta pada Tuhan juga merupakan lecut yang membuat miris, karena satu dua kali saya pribadipun pernah mempertanyakannya. Why Me ?

Who Wants To Be a ‘SLUMDOG Millionaire’ ?

18

Category : tentang InSPiRasi

Memasuki awal bulan Maret ini, rasa-rasanya saya sudah tak sabar menanti beberapa harapan yang ingin segera saya wujudkan. Dalam harap yang masih tetap menggebu-gebu, saya putuskan untuk sedikit bersantai dengan menikmati sebuah karya yang beberapa waktu lalu sukses meraih 8 penghargaan Oscar. Ya, sebuah film India ‘Slumdog Millionaire’.


Film yang bagus…

Berkisah tentang seorang pemuda bernama Jamal Malik yang dituduh berbuat curang dalam sebuah kuis ‘Who Want To Be a Millionaire’ di negerinya, India.

Kisah ini diawali dengan adegan interogasi seorang oknum polisi gendut dengan pemuda Jamal Malik yang dipaksa mengaku kecurangan yang ia lakukan. Berlanjut interogasi oleh seorang (barangkali) kepala polisi, yang pula mencoba merunut sedari awal pertanyaan pada kuis dilontarkan. Apakah benar si pemuda berbuat curang atau tidak.

Uniknya, setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh host kuis Millionaire, dapat dijawab dengan baik berdasarkan kisah yang secara kebetulan dialami oleh pemuda Jamal Malik. Padahal pemuda itu hanyalah ‘slumdog’ –anjing (dari pemukiman) kumuh-, seorang pemuda yang miskin dan hanya berusaha mengandalkan semangat hidupnya untuk bertahan.

Satu persatu pertanyaan yang dilontarkan, satu persatu pula kisah diceritakan yang secara kebetulan terkait dengan inti dari pertanyaan tersebut. Itu semua adalah ‘Takdir’, demikian kata si pemuda Jamal Malik. Termasuk untuk sebuah alasan kenapa si pemuda akhirnya mengikuti kuis tersebut.

Cinta.

Cerita yang sederhana sebenarnya. Hanya saja dibalut dalam sebuah alur yang begitu apik dan menghanyutkan penontonnya (termasuk saya) hingga tak heran jika film ini akhirnya menyapu bersih 8 Oscar dalam berbagai kategori.

Sebuah karya yang dari awal tak saya sangka sedikitpun. Padahal saya begitu menjagokan ‘ the Curious Case of Benjamin Button’ yang dibintangi Brad Pitt dan juga sang pahlawan kegelapan kota Gotham.

> Sebenarnya PanDe Baik tak hanya melewatkan awal bulan Maret ini dengan karya apik ‘Slumdog Millionaire’ saja, tapi juga empat film yang dahulu sempat saya katakan ‘layak tunggu’ versi vcd resminya. Yaitu ‘Iron Man’ dan ‘Hancock’. Beserta dua film lama ‘the Transpotter’ seri pertama, dan si norak ‘BoRaT’. Mungkin lain kali saya bahas lagi keempat sisanya ini. <

by the way, dari sekian banyak adegan dalam film ‘SLumdog Millionaire’, ada satu yang paling saya sukai. yaitu saat ‘Jamal Malik’ kecil, yang mengidolakan seorang bintang film India, rela menceburkan dirinya kedalam kubangan kotoran -yang baru saja ia keluarkan dalam sebuah wc umum-, hanya untuk mendapatkan tanda tangan sang bintang pada selembar foto sang bintang yang ia bawa kemana-mana dalam saku bajunya.

Maka, saat si ‘Jamal Malik’ kecil berhasil keluar dari kubangan kotoran nan bau melapisi seluruh tubuhnya, iapun meneriakkan nama sang bintang film India sebelum berlari dan mendapatkan apa yang ia inginkan… ‘AMITAB BACHAAAAANNN’

Huahahahaha….

BooMing FiLm INDonesia

3

Category : tentang Opini

Belakangan ini nampaknya kebangkitan film lokal makin booming aja deh. Ini bisa dilihat tiap kali mampir ke persewaan film, selalu ada satu judul film lokal terbaru.

Seperti yang saya lihat tadi sore sebelum berangkat kuliah, ‘Ada Kamu, Aku Ada’, ‘D.O.’atau ‘Puber’.

Padahal belum sebulan lalu, saya menemukan film lokal juga macam ‘From Bandung With Love’ atau ‘Love’ yang nyontek plot film luar ‘Love Actually’. Malah ada juga film yang berbau-bau gituan ‘Susahnya Jadi Perawan’. Genre Horor ? huah… Jangan ditanya. Sepertinya para produser filmnya kegatelan bikin film Horor yang padahal udah gak ada yang mampu menggigit jumlah penonton seheboh’Ayat-Ayat Cinta’ atau paling gres ‘Laskar Pelangi‘.

Entah lantaran saya yang terlalu kuper hingga gak tau banyak perihal perkembangan film produk dalam negeri, sehingga menyimpulkan kalo produksi film lokal malah jauh lebih tinggi dibanding film luar, terlepas dari kualitasnya alur cerita plus akting bintangnya loh ya.

Tapi jujur aja, salut banget dengan makin boomingnya film produk dalam negeri. Hanya saja satu yang perlu digarisbawahi, ya jangan sampe isi ceritanya dangkal banget, trus dipanjang-panjangin, atau akting para pemainnya yang over, pula seperti dibuat-buat, malah bikin makin enegh aja nontonnya. Macem film hasil besutan sutradara yang mahir melahirkan sinetron-sinetron penuh khayalan dan cerita absurd, ‘Oh Baby’ misalnya.

Saya malah jauh lebih respek dengan film gres ‘Laskar Pelangi’ atau malah bisa jadi lagi kangen dengan tema macemnya ‘Petualangan Sherina’,’Gie’,’Janji Joni’ atau ‘Jomblo’  misalnya.

Ah, entah kapan saya bisa puas nonton film Indonesia lagi.