Waspadai Penipuan Online via FaceBook

1

Category : tentang Opini, tentang TeKnoLoGi

Siapa sih yang tidak tertarik dengan sebuah iklan yang menawarkan ponsel Android terkini milik Samsung, Galaxy Note hanya seharga 2,5 juta saja ? atau sebuah BlackBerry seri 9900 yang dikenal dengan nama Dakota hanya seharga 2,75 juta ? masih bisa nego pula. Demikian pula dengan perangkat tabletpc New iPad, ditawarkan hanya sebesar 3 juta saja ?

Jika yang ditawarkan merupakan produk second alias bekas, kami sih maklum-maklum saja. Karena bisa jadi, dengan harga penawaran semurah itu, kondisi perangkat belum bisa dijamin sepenuhnya. Tapi bagaimana jika ditawarkan dalam kondisi baru ? apakah Anda tidak tertarik untuk membelinya ?

Jejaring sosial berbasis pertemanan FaceBook rupanya tak hanya bisa dimanfaatkan oleh mereka yang memang bermaksud untuk mencari teman lama ataupun pacar lama, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk berjualan. Sayangnya seperti halnya dunia nyata, berjualan yang dilakukan melalui dunia maya dengan memanfaatkan FaceBook sebagai tempat display dan marketingnya kini malah kerap disalahgunakan untuk melakukan aksi penipuan.

Ada beragam informasi yang kami baca terkait aksi ini. Dari yang memang sudah tertipu dan tak jua mendapatkan tanggapan dari pihak penjual lantaran posisi si penjual berada di luar daerah, yang langsung melaporkannya ke polisi hingga yang masih dalam tahapan was-was menanti lantaran uang yang sedianya digunakan untuk membeli barang sudah terlanjur dikirim. Ada juga beberapa kasus yang menggunakan alamat palsu lengkap dengan peta lokasi untuk meyakinkan Pembeli.

Murahnya barang atau gadget yang ditawarkan memang menarik perhatian bagi mereka yang sedang berniat memiliki atau berburu untuk dijual kembali. Namun sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui sebelumnya apakah barang atau gadget yang dimaksud memang merupakan produk asli atau branded dari pabrikan yang dimaksud ataukan hanya berupa replika ? karena dari pemantauan kami, beberapa penjual memang secara terang-terangan menyatakan bahwa apa yang mereka tawarkan hanya berupa Replika atau Tiruan, kendati berharga diatas 2 juta rupiah. Itu sebabnya untuk sebuah replika ponsel pintar seperti BlackBerry atau iPhone, disebutkan memiliki kemampuan Dual SIM on, yang notabene biasanya hanya dimiliki oleh perangkat ponsel China.

Hal yang kedua yang barangkali perlu diwaspadai adalah lokasi si penjual dan tentu saja Kredibilitasnya. Mengapa demikian, jika posisi si penjual berada diluar daerah dimana kita tinggal, lebih baik ditunda dulu deh keinginannya untuk melakukan transaksi. Ini untuk mencegah terjadinya aksi penipuan dimana kita sebagai korban, dijamin bakalan kesulitan dalam mengurusnya. Prioritaskan para penjual yang memang memiliki tempat tinggal pasti di lokasi yang kita ketahui. Minimal yang masih berada dalam satu wilayah.

Terkait kredibilitas, ada baiknya rasa kecurigaan diberikan terlebih dahulu pada si penjual yang berseberangan pulau. Tanyakan padanya, kira-kira siapa yang ada disekitar lokasi tempat tinggal kita yang dapat dipercaya sebagai referensi untuk menanyakan soal Kredibilitas si Penjual. Jika memang belum ada, lebih baik pikir-pikir dulu deh.

Syukur apabila si penjual yang menawarkan terlebih dahulu Referensi lokal disekitar tempat kita tinggal untuk meyakinkan pembeli. Sehingga proses transaksi yang walaupun berbeda pulau, tetap aman bisa dilakukan.

Hal terakhir yang barangkali patut dicurigai adalah persoalan harga. Lakukan survey pasar terlebih dahulu melalui forum, milis ataupun langsung ke konter penjualan disekitar termpat tinggal Anda. Tanyakan harga ponsel yang ingin dicari, baik harga resmi ataupun BM (Black Market-selundupan) yang biasanya dihadirkan apabila perangkat belum dirilis di Indonesia. Apabila terdapat rentang harga yang cukup signifikan, silahkan pertimbangkan kembali. Namun apabila harga terpaut beda-beda tipis, mungkin akan jauh lebih aman untuk membeli dari lokasi penjual terdekat. Mengingat layanan purna jual yang barangkali bakalan kita perlukan saat menggunakan perangkat.

Segala tindak percobaan penipuan yang dilakukan dengan memanfaatkan media jejaring sosial FaceBook memang patut diwaspadai sejak dini. Jangan tergiur terlalu cepat dengan iming-iming harga yang murah. Jadi tetaplah waspada.

Akun Jejaring Sosial yang bikin Ketagihan (2)

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Twitter. Setelah akun FaceBook dinyatakan booming saat masa kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat, Twitter pula merupakan salah satu media akun Jejaring Sosial yang dimanfaatkan secara maksimal untuk menjaring pemilih yang cenderung ‘lebih intelek. Dikatakan demikian karena adanya aturan keterbatasan karakter pada pilihan ‘Update Status’ yang hanya mampu mengakomodir sebanyak 140 karakter saja. Lebih sedikit dari pesan sms yang mencapai 160 karakter. Itu sebabnya, pengguna Twitter dituntut pintar dalam membagi informasi dengan memenggal kalimat per kalimat agar dapat lebih mudah dimengerti atau dipahami oleh pengguna lainnya.

Jika pada akun FaceBook, pengguna diwajibkan untuk menyetujui proses pertemanan untuk mendapatkan informasi atau kabar terkini dari kedua pihak pengguna, maka pada akun Twitter tidak demikian adanya, meski ada peraturan tak tertulis untuk wajib mem-FollowBack akun pengguna lainnya. Itu sebabya di dunia Twitter dikenal dua istilah status pertemanan yaitu Follower atau Pengikut adalah pengguna yang lain yang memilih untuk mengikuti dan mengetahui segala informasi yang kita sampaikan lewat akun Twitter, dan Following untuk daftar akun pengguna lain yang kita ikuti informasi yang disampaikannya.

Istilah lain yang kemudian wajib diketahui adalah Follow (opsi untuk mengikuti informasi dari pengguna Twitter lainnya) dan unFollow (opsi untuk menghentikan informasi dari pengguna Twitter lain yang sebelumnya diikuti). Istilah ini kerang lebih sama artinya dengan istilah ‘Add Friend’ dan ‘Remove Friend’ pada akun FaceBook, namun secara default tidak memerlukan persetujuan dari akun yang akan diikuti informasinya. Bicara soal ikut mengikuti ini, beberapa aplikasi bahkan mampu memberikan opsi untuk mendapatkan informasi dari akun Twitter sesorang tanpa harus melakukan aksi ‘Follow’ tadi.

Ada juga istilah Mention untuk melakukan tembusan kepada pengguna akun Twitter lain yang dapat diketahui oleh pengguna Twitter secara umum dengan cara menggunakan tanda (@). Sekedar informasi bahwa Tanda (@) inilah yang kemudian menjadi tanda pengenal identitas antar pengguna akun Twitter. Ada lagi istilah Direct Message untuk mengirimkan pesan pribadi kepada pengguna akun Twitter tertentu yang mensyaratkan pertemanan kedua belah pihak.
Terbatasnya penggunaan karakter yang mampu diakomodir dalam setiap informasi yang disampaikan, membuat ketenaran akun Twitter tak seheboh jumlah pengguna akun FaceBook. Meski demikian, pemanfaatan akun Twitter lebih banyak digunakan oleh para selebriti, tokoh tertentu hingga pelayan masyarakat untuk berbagi informasi yang penting atau bermanfaat hingga akun Anonim yang hanya sekedar melemparkan joke, lelucon bahkan cerita horor dan informasi korupsi.

Beberapa akun Twitter yang tergolong memiliki banyak pengikut atau Follower lantaran secara berkala berbagi informasi yang dirasa dibutuhkan, datang dari @ladygaga yang tempo hari batal manggung di Indonesia, @Poconggg milik Ariefmuhammad pemilik blog yang berhasil merilis sebuah Novel atau @blogdokter akun yang rajin berbagi tips dan informasi kesehatan.

Jika kawan sudah merambah ke akun Twitter, jangan lupa follow akun @pandebaik :p

Foursquare. Berbeda dengan dua akun Jejaring Sosial sebelumnya, Foursquare atau yang lebih dikenal dengan istilah 4SQ ini lebih memanfaatkan lingkungan sekitar atau lokasi tertentu untuk berbagi informasi ataupun status kepada pengguna lainnya. Untuk bisa menggunakannya secara akurat, setidaknya dibutuhkan perangkat mobile yang mendukung GPS sehingga memudahkan pencarian Venue atau istilah lain dari lokasi, yang terdekat dengan pengguna. Meski tanpa memanfaatkan teknologi tersebutpun, pengguna atau pemilik akun Foursquare masih tetap dapat menggunakannya.

Jika dalam akun FaceBook dikenal dengan istilah ‘Update Status’, maka dalam akun Foursquare dikenal dengan istilah ‘Check Ins’. Tapi tunggu dulu, jangan berpikiran negatif jika membaca istilah tadi. Lantaran akun Foursquare yang berbasis Lokasi inilah, maka istilah ‘Check Ins’ dipergunakan sebagai tanda bahwa kita sebagai pengguna akun, memang benar berada didalam area atau Venue tersebut.

Salah satu manfaat terbesar dari penggunaan akun Foursquare ini adalah mampu menemukan berbagai tempat atau lokasi yang sekiranya dicari berdasarkan kata kunci tertentu di sekitar pengguna secara cepat. Misalkan kategori Kuliner atau tempat makan, dari hasil pencarian di akun Foursquare bakalan tertera daftar Venue yang ada diseputaran lokasi pengguna yang masuk dalam kategori tersebut. Tentunya daftar Venue yang ada merupakan hasil input atau catatan yang telah didaftarkan sebelumnya oleh pengguna akun Foursquare lainnya.

Untuk mendukung bagaimana gambaran lokasi atau Venue yang akan dikunjungi, biasanya akan ada beberapa komentar dari pengguna Foursquare sebelumnya yang dapat dijadikan sebagai acuan. Bisa juga dengan melakukan kontak pada ‘sang penguasa’ lokasi yang dikenal dengan istilah Mayor. Bahkan ada juga beberapa Diskon yang ditawarkan oleh ‘penguasa’ Venue tadi sebagai daya tarik untuk mengundang pengguna akun Foursquare lainnya berkunjung.

Meski demikian, dari sekian banyak pengguna akun Foursquare ada juga sebagian yang memilih untuk menjadi seorang ‘Jumper’. Istilah ini muncul lantaran akun Foursquare menawarkan sejumlah Badges yang dapat diraih oleh pengguna Foursquare atas kunjungan mereka pada Venue tertentu, dengan memenuhi syarat tertentu pula. Badges ini minimal dapat dijadikan sebagai tanda bahwa yang bersangkutan pernah datang dan hadir di Venue tersebut. Nah, istilah pengguna ‘Jumper’ tadi merupakan pengguna akun Foursquare yang sebenarnya tidak sedang berada di Venue tersebut alias melakukan aktifitas ‘Check Ins’ bohongan, untuk mendapatkan sejumlah Badges dengan berusaha pula memenuhi persyaratan tadi. Penulis sendiri merupakan pengguna akun Foursquare kategori terakhir.

LinkedIn. Akun Jejaring Sosial yang satu ini bisa dikatakan sangat berbeda dengan akun Jejaring Sosial lainnya, lantaran secara fungsi bisa dikatakan lebih mirip Networking antar pekerja professional ketimbang jaringan pertemanan biasa. Salah satu opsi pilihan yang menguatkan pemikiran diatas adalah adanya kolom biodata pekerjaan, pengalaman dan summary dari pihak yang barangkali berwenang untuk memberikan pernyataan demi mendukung kredibilitas dari penggunanya.

Dari segi jumlah, peminat akun LinkedIn bisa dikatakan sangat minim jika dibandingkan akun FaceBook atau bahkan Twitter sekalipun. Namun fungsi utama dari yang bisa Penulis tangkap adalah sebagai satu referensi bagi pemberi lowongan pekerjaan atau bahkan pencari kerja yang memang membutuhkan tenaga atau tempat kerja yang sepantasnya dengan kemampuan yang dimiliki.

Meski mengusung maksud serius, akun LinkedIn memiliki pula opsi untuk berbagi Status ataupun group yang sedianya digunakan sebagai ajang diskusi atau mailing list berbagi informasi. Namun jangan harap bisa menemukan fitur Tag atau opsi menulis di Wall teman seperti halnya akun FaceBook, lantaran LinkedIn memang tidak mengakomodir kemampuan tersebut.

Sebenarnya masih banyak akun Jejaring Sosial lainnya yang bisa diulas kali ini seperti :

  • Google+ akun yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google untuk menyaingi keberadaan akun FaceBook yang sayangnya bisa dikatakan gagal jika dilihat dari pengembangannya,
    Koprol akun buatan anak bangsa yang kemudian diakuisisi oleh Yahoo! dengan memanfaatkan Lokasi atau Venue sebagai basis layaknya Foursquare,
    Hi5 akun Jejaring Sosial yang muncul dijamannya Friendster namun kurang menggeliat keberadaannya di tanah air,
    MySpace masih seangkatan dengan Friendster dan Hi5, salah satu akun Jejaring Sosial yang sangat diminati di Amerika sana. Menggunakan istilah Moods untuk emoticons yang dapat digunakan dalam menggambarkan suasana hati pengguna, kini lebih banyak digunakan oleh para musisi yang ingin mengunggah karyanya untuk dikenal lebih luas di kalangan pengguna MySpace.
  • Boleh-boleh saja jika Kawan merasa asyik untuk melakukan hubungan sosial lewat akun jejaring macam diatas, demi tujuan ‘mendekatkan yang jauh’, asal jangan sampe lalu menjadikan hubungan ‘menjauhkan yang dekat’ yah.

    Akun Jejaring Sosial yang bikin Ketagihan (1)

    2

    Category : tentang TeKnoLoGi

    ‘Hare Gene gag punya FaceBook ?’ ledek seorang kawan saat mengetahui kawan lama masa SMA kami yang kedapatan masih enggan bergabung di akun jejaring sosial hasil karya Mark Zuckerberg yang fenomenal itu.
    FaceBook bisa dikatakan merupakan salah satu penyebab utama tingginya tingkat penggunaan layanan data internet di Indonesia, termasuk salah satu penyebab juga tingginya tingkat penjualan perangkat mobile smartphone seperti BlackBerry. Akan tetapi tahukah kawan jika FaceBook hanyalah merupakan salah satu dari banyak akun jejaring sosial yang istilah kerennya Social Networking yang begitu digemari baik di Indonesia maupun secara global ?

    Akun Jejaring Sosial ini kurang lebih dapat diartikan sebagai satu peta atau struktur yang menghubungkan satu individu dengan individu lainnya, kelompok atau komunitas yang dilansir dalam bentuk elektronik atau digital dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dunia maya. Karena sifatnya yang mampu menghubungkan itulah, tidak menutup kemungkinan bahwa struktur yang terlibat didalamnya berasal dari berbagai tingkatan persaudaraan, pertemanan, pendidikan bahkan kepulauan dan negara.

    Tujuan dari penggunaan akun Jejaring Sosial ini sebenarnya cukup sederhana, sebagai tali silaturahmi antar individu, menjaga agar tetap dapat berkomunikasi walau terpisah jarak yang sangat jauh hingga memecahkan masalah yang barangkali sedang dihadapi oleh masing-masing individu. Yang sayangnya, kini malah sudah melenceng jauh dari konsep awal tersebut.

    Ada banyak kasus penyimpangan penggunaan atau pemanfaatan akun Jejaring Sosial yang bisa dicatat sejauh ini. Dari penipuan pembelian online, penculikan atau melarikan anak gadis, permusuhan dan pelaporan pencemaran nama baik, hingga kampanye satu paham ideologi secara radikal. Dari semua catatan tersebut rata-rata malah menyalahkan keberadaan akun Jejaring Sosial , padahal yang sebenarnya patut disalahkan adalah penggunanya, karena diluar sana ada banyak manfaat yang dapat dipetik dari pemanfaatan akun Jejaring Sosial ini.

    Balik ke ‘FaceBook hanyalah salah satu dari banyak akun Jejaring Sosial’, berikut beberapa yang bisa kami sajikan sebagai gambaran.

    Friendster. Bicara akun Jejaring Sosial rasanya gag bakalan lepas dari akun yang satu ini. Didirikan pada tahun 2002 saat belum banyak penduduk Indonesia melek akan dunia maya, Friendster sudah mencoba untuk hadir di bagian dunia Asia Tenggara. Mampu meraup 8,2 Juta pengguna merupakan salah satu wujud keberhasilan pencapaiannya. Bahkan kabarnya Friendster dinobatkan sebagai asal muasal dari semua akun Jejaring Sosial yang sedang trend di masa kini. Kemampuannya yang dapat digunakan untuk berbagi informasi, data pribadi, foto hingga video rupanya digemari oleh 90% pengguna Asia seperti yang dicatat oleh Alexa (Wikipedia). Sayangnya, saat pihak pendiri Friendster merasa kewalahan dengan gempuran para pesaingnya, akhirnya memilih untuk menghapus semua konten dan beralih ke situr permainan online.

    FaceBook. Merupakan salah satu akun Jejaring Sosial yang paling diminati oleh setiap pengguna baru dunia maya. Didirikan pada tahun 2004 oleh Mark Zuckerberg sebagai situs pertemanan di kalangan universitas Harvard yang secara perlahan tapi pasti makin berkembang dan meluas. Akun FaceBook di Indonesia bahkan global kalau tidak salah baru mulai booming ketika mulai digunakan sebagai media kampanye oleh Presiden Amerika terpilih Barrack Obama yang diikuti pula dengan ketenaran perangkat ponsel pintar BlackBerry. Dengan jumlah pengguna yang mencapai angka 900 juta, membuat ketenaran FaceBook sebagai akun Jejaring Sosial yang kemudian berhasil difilmkan lewat the Social Network. Jumlah pengguna FaceBook di Indonesia kabarnya menduduki peringkat keempat di dunia.

    Untuk bisa menggunakan serta memiliki sebuah akun FaceBook pada dasarnya hanya bermodalkan satu alamat email saja. Walaupun kemudian terdapat pembatasan umur, faktanya masih bisa diakali dengan melakukan pemalsuan identitas terutama pada pilihan Tahun Lahir. Itu sebabnya, banyak anak-anak usia sekolah bahkan baru lahirpun sudah memiliki akun FaceBook.

    Banyak hal yang dapat dilakukan pada akun Jejaring Sosial yang satu ini. Dari Update Status sebagai tanda kabar terkini dari pengguna, berbagi foto, video atau sekedar link menuju alamat web lainnya, silaturahmi dan diskusi, bermain game online, bahkan kini sudah mulai dimanfaatkan sebagai tempat berjualan atau bisnis secara online.

    Untuk asas manfaat, sebenar banyak nilai positif yang bisa diambil dari penggunaan akun FaceBook ini. Salah satunya seperti yang Penulis lakukan tahun 2010 lalu, mengumpulkan kembali puluhan teman lama masa SMA untuk kemudian melakukan Reuni sekolah, atau membentuk Organisasi sosial keagamaan di sepanjang tahun 2011. Bahkan sempat juga digunakan sebagai sarana untuk memperluas jaringan pembaca pada blog pribadi dan mengais rejeki di Koran Tokoh. :p

    Meski demikian, lantaran rentan akan pemalsuan identitas seperti yang disebutkan diatas, pemanfaatan akun Jejaring Sosial FaceBook pun bisa jadi malah mendatangkan nilai Negatif bahkan cenderung merugikan. Contohnya ya seperti yang disebut sebelumnya. Penipuan,perselingkuhan, fitnah, saling ejek bahkan perkelahian pun bisa terjadi hanya gara-gara Status FaceBook. Itu sebabnya perlu ditanamkan pemikiran untuk berhati-hati atau waspada saat bertingkah laku di akun FaceBook. Hingga tidak salah jika ada yang mengatakan ‘Update Statusmu, Harimaumu’.

    Yuk, Cegah Pembobolan Akun FaceBook

    1

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Bicara penyalahgunaan data pribadi di dunia maya tentu tidak akan terlepas dari perilaku pemilik akun yang bisa jadi sedikit lengah dalam mengelola informasi yang mereka miliki didalamnya, termasuk salah satu contoh yang akan dibahas dalam tulisan kali ini tentang Pembobolan Akun FaceBook.

    Dalam beberapa kasus yang pernah ditangani, aksi pembobolan ini lebih sering berimbas pada percobaan penipuan kepada sejumlah daftar teman yang ada dalam akun tersebut dan ada juga yang menggunakannya untuk berjualan memanfaatkan nama baik si pemilik akun.

    Meski telah dilakukan beberapa antisipasi, namun yang namanya aksi pembobolan tersebut rupanya tetap dapat dilakukan oleh orang yang sama secara berulang. Nah mumpung hal itu belum terjadi pada akun FaceBook yang kita miliki, yuk simak sedikit Tips dari kami untuk mencegah aksi Pembobolan Akun FaceBook.

    Yang perlu diketahui sejak awal adalah bagaimana bisa orang lain itu mendapatkan cara untuk mengetahui userID atau alamat email yang digunakan dalam mengakses akun FaceBook lengkap dengan password yang sebenarnya sangat dirahasiakan keberadaannya ?

    Pertama, bisa jadi informasi itu tertera secara gamblang di halaman ‘About’ atau informasi yang menjelaskan siapa si pemilik akun sebenarnya. Dimana Informasi ini dapat diakses baik oleh teman sendiri dan juga orang lain yang menginginkan hubungan pertemanan. Dari penyajian alamat email (ini termasuk modal awal usaha pembobolan) secara terang-terangan dan juga Tanggal lahir serta umur (yang biasanya digunakan sebagai password paling mudah diingat oleh pemilik, dalam bentuk delapan digit). Saran kami, usahakan untuk melakukan Setting atau pengaturan privacy secara khusus, siapa saja yang berhak melihat informasi ini.

    Kedua, bisa jadi pula informasi didapatkan melalui pc sharing yang biasanya ada dalam usaha Warnet. Dari beberapa kasus, aksi pembobolan biasanya dilakukan pasca si pemilik akun mengakses FaceBook melalui Warnet langganan mereka yang sialnya lupa di-Log Out. Namun meskipun di Log Out, terkadang browser tetap menyimpan isian form yang pernah dimasukkan oleh pengguna pc sebelumnya. Sehingga ketika pengguna lain mengetikkan satu abjad saja pada kolom userID, maka pc akan merespon secara lengkap alamat email yang pernah dipergunakan untuk mengakses halaman demi halaman lengkap dengan isian password secara otomatis. Saran kami disini adalah selalu melakukan Log Out setiap kali usai beraktifitas, dan hapus Data Pribadi melalui pengaturan di masing-masing Browser yang digunakan.

    Usaha Ketiga, bisa jadi memang pengguna lain secara sengaja mengincar para pemilik akun FaceBook dengan memanfaatkan aplikasi penyusup semacam KeyLogger untuk mendeteksi userID beserta password yang diketikkan melalui keyboard fisik. Saran kami jika Rekan mencurigai kemungkinan ketiga ini, dapat melakukan aktifitas dengan memanfaatkan on screen Keyboard atau Keyboad Virtual yang biasanya ada didalam setiap PC tepatnya pada All Programs/Accessories/Ease of Access.

    Nah, langkah berikut yang perlu diketahui adalah kunci-kunci apa saja yang perlu dijaga dengan baik, untuk mencegah terjadinya pembobolan akun FaceBook oleh orang lain.

    Pertama, alamat email yang Rekan gunakan sebagai userID/username pada akun FaceBook. Silahkan akses kembali alamat email (bukan akun FaceBook) yang Rekan gunakan tersebut, lalu lengkapi isian secara sebenar-benarnya dan tentu mudah diingat pada opsi Pertanyaan. Jika memungkinkan, manfaatkan dua alternatif Pertanyaan yang ada dalam opsi pilihan tersebut dan menggantinya dengan Pertanyaan buatan sendiri. Ini adalah modal awal apabila kelak terjadi percobaan aksi pembobolan terhadap akun email dan juga FaceBook.

    Kedua, lakukan penggantian password secara rutin pada akun email atau FaceBook dan gunakan kombinasi angka serta huruf dalam bentuk kapital, lalu catat pada ponsel tentu dengan nama kontak samaran sebagai pengingat. Misalkan saja ‘kereta09kuDa’ atau ‘laptop12u54k’, dan lain sebagainya.

    Lantas, bagaimana caranya merebut kembali akun FaceBook yang sudah terlanjur dibobol oleh orang lain ? simak baik-baik Tips berikut ini.

    Pertama, akses dan periksa terlebih dahulu akun email (bukan akun FaceBook) yang rekan gunakan sebagai userID/username pada FaceBook. Jika masih dapat diakses dengan baik, segera lakukan perubahan password. Namun Jika tidak lagi dapat diakses, ambil opsi ‘lupa Password’ dan dapatkan kembali akun email tersebut dengan menjawab dua pertanyaan yang telah diatur sebelumnya. Apabila langkah ini dilakukan dengan benar, maka akan diberikan opsi untuk mendapatkan password baru, lalu catat dan simpan baik-baik.

    Kedua, lakukan Klaim akun FaceBook saat akses menuju akun dinyatakan salah akibat password yang dimasukkan tidak valid. Ikuti petunjuk dan langkah-langkahnya hingga Rekan mendapatkan kembali akun FaceBook yang sebelumnya telah diambil alih tersebut. Jika sudah, lakukan beberapa pemeriksaan atas perubahan-perubahan yang terjadi serta lakukan pengaturan data ataupun informasi yang sekiranya dapat disembunyikan.

    Ketiga, masukkan alamat email lain yang sekiranya Rekan miliki (jika tidak, dapat dibuatkan akun email baru terlebih dahulu) sebagai alternatif userID/username akun FaceBook. Opsi ini dapat diakses melalui halaman Pengaturan Akun di pojok kanan atas halaman FaceBook. Langkah ini memerlukan persetujuan yang nantinya akan dikirim ke alamat email sebelumnya.

    Apabila Langkah ketiga diatas tersebut berhasil, maka langkah keempat yang harus dilakukan adalah ‘melakukan pergantian akun email yang nantinya akan dipergunakan sebagai userID/username akun FaceBook dari alamat email yang lama ke alamat email yang baru saja dimasukkan tersebut. Hal ini untuk mencegah percobaan aksi pemboboan kedua yang sekiranya mampu dilakukan oleh orang yang sama dengan memanfaatkan alamat email lama.

    Sejauh ini, Langkah penggantian alamat email pada akun FaceBook cukup ampuh dilakukan untuk mengklaim kembali akun FaceBook yang pernah dibobol dan disalahgunakan oleh orang lain, sekaligus mencegah terjadinya kembali pengulangan aksi tersebut. Namun sekali lagi, jangan lupa untuk mengganti password baik pada akun email dan juga FaceBook secara berkala yah.

    5 Alasan Mengapa Saya Belum Menerima Permintaan Pertemanan Anda

    4

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Dalam daftar Request Pertemanan akun FaceBook terdapat sedikitnya 100-an akun FaceBook lain yang mengirimkan permintaan pertemanan yang hingga kini masih berstatus Pending atau bahkan Hidden Request (permintaan yang ditolak). Semua itu dilakukan, bukan tanpa alasan. Karena bagaimanapun juga Status Pertemanan dalam dunia mayapun bagi saya pribadi tetaplah sama dengan harapan status pertemanan di dunia nyata. Lantas apabila kemudian permintaan/ permohonan yang disampaikan masih ter-Pending hingga kini, barangkali berikut bisa saya katakan Alasannya.

    Pertama, Asal Usul yang Tidak Jelas. Minimal apa latar belakang permintaan atau permohonan teman dilakukan. Apakah lantaran satu hobi, satu tempat kerja, satu almamater ataukah barangkali satu guru satu elmu ? he… sama halnya dengan dunia nyata, orang tak akan mungkin bisa berteman tidak memiliki kesamaan situasi. Ini bisa dilakukan dengan menyisipkan pesan didalam permintaan atau bahkan bergabung dalam sebuah Page/Group sehingga informasi tersebut minimal bisa tampil dihalaman Info pribadi. Jikapun kemudian ini dipaksakan, bisa jadi status pertemanan yang ada hanyalah semu tanpa memiliki arti lebih.

    Kedua, Akun ID 4L4Y. Seperti yang pernah saya ungkapkan dalam salah satu Alasan Mengapa Saya Memblokir Akun FaceBook Anda, menggunakan nama akun 4L4Y secara otomatis akan menempatkan akun tersebut berada dalam urutan pertama untuk menolak permintaan apalagi tanpa disertai ‘Asal Usul’ diatas. Jadi jika Rekan merasa memiliki akun ID dalam format 4L4Y, jangan segan untuk menghapus akun ID saya dari dartar permohonan yang Rekan kirimkan yah.

    Ketiga, Over Protected. Merahasiakan Informasi Pribadi pada akun FaceBook memang merupakan satu Poin Penting yang selalu saya rekomendasikan untuk dilakukan. Namun saat Rekan memohon permintaan Pertemanan, jangan sekali-sekali merahasiakan Informasi pribadi dengan hanya meninggalkan Nama dan Profile Picture saja untuk bisa diakses. Kembali kepada Alasan pertama diatas, bagaimana mau berteman jika tidak mengetahui asal-usulnya ?

    Keempat, isi TimeLine. Apabila kemudian akun ID Rekan sudah menyajikan Informasi dan Asal Usul yang Jelas dan tidak 4L4Y, pertimbangan keempat yang biasanya saya pegang adalah TimeLine yang disajikan dalam Wall. Jika menyajikan ‘Cerita Status’ yang kerap Menghina atau mencaci maki seperti alasan Kedua dalam 10 Alasan Mengapa Saya Memblokir Akun FaceBook Anda atau bahkan jualan melulu seperti pada alasan Ketiga, maka dengan terpaksa permohonan akan saya tolak dengan segera. Ketimbang mengambil resiko yang sebetulnya tidak perlu.

    Kelima, Kelupaan. Nah kalo alasan yang satu ini murni kesalahan ada pada pikiran saya pribadi. Terkadang hal pertama yang saya lakukan ketika masuk ke akun ID FaceBook adalah memeriksa TimeLine Status teman di halaman Beranda pula perkembangan terbaru dari beberapa akun Group/Page yang saya ikuti. Daftar Pertemanan bisa jadi merupakan langkah kesekian yang saya periksa mengingat ‘Lupa gara-gara keasyikan berinteraksi dengan aktifitas lainnya didunia maya.

    Jadi jika Rekan memiliki Kriteria yang tidak mengarah pada Empat Alasan pertama diatas, dan permintaan sudah terlalu lama, jangan segan untuk mengingatkan saya lewat cara lain yah. Entah sms, kontak lewat Whatsapp atau email. Bagi yang ingin tau lebih jauh nomor kontak ID dan email, silahkan lihat di Halaman Admin pada blog ini.
    Mengapa kemudian saya begitu ketat dalam menerima permintaan pertemanan, pertama lantaran saya bukanlah artis kenamaan atau orang yang populer dan kedua, agar kelak saya tidak akan salah menanggapi apabila ada ‘cerita status’ yang diungkap dalam TimeLine yang Rekan lakukan.

    8 Alasan Mengapa Saya Memblokir Akun FaceBook Anda

    11

    Category : tentang TeKnoLoGi

    FaceBook itu rupanya masih tampak menyenangkan bagi saya pribadi meski beberapa kali sempat terserang rasa bosan dan berpindah ke akun jejaring sosial Twitter. Beberapa faktor yang menyebabkannya adalah kehadiran Group dan juga teman dunia nyata yang ikut hadir di jejaring sosial yang sama, selalu memberikan energi dan motivasi positif untuk berbuat baik dan lebih baik lagi. Sayangnya memang tidak semua teman FaceBook memiliki pemahaman yang sama dengan pikiran tersebut. Mungkin itu sebabnya kemudian saya memutuskan untuk tak lagi berteman atau bahkan memblokir beberapa akun untuk tetap bisa menjaga pikiran positif tersebut. Berikut alasannya.

    Pertama, 4L4Y. Jujur saja saya pribadi masih tidak paham mengapa generasi muda sekarang lebih suka menggunakan kalimat yang menyajikan perpaduan angka, huruf dan karakter tertentu yang kemudian menyulitkan mata dan pikiran untuk membaca. Ada pula yang menyingkat atau mengurangi kata sehingga makin sulit untuk dipahami. Jika ‘Gaul’ merupakan alasan, sebetulnya gag masalah sejauh memang dapat dibaca dan dimengerti. Maka ketimbang pusing dengan Status yang gag jelas, ya dipecat saja dari daftar pertemanan.

    Kedua, Mengeluh dan Menghina. Akun FaceBook bagi saya pribadi adalah satu sarana komunikasi atau ajang berbagi yang dapat memberikan suntikan semangat atau energi untuk berbuat lebih baik. Namun jika status yang disampaikan hanya mengeluh, menghina, mencaci maki apalagi dengan kalimat dan kata-kata kasar yang walaupun tidak ditujukan kepada saya, mendingan yang seperti ini dipecat pula secepatnya.

    Ketiga, Promosi. Belakangan akun FaceBook pula dipenuhi oleh para pedagang dadakan yang menawarkan berbagai macam gadget atau kebaya dengan iming-iming harga murah. Beberapa diantaranya saya yakin benar bahwa ini hanyalah satu trik penipuan. Ada juga yang kemudian berkali-kali memposting iklan promosi di wall walaupun sudah pernah dihapus sebelumnya. Ketimbang ngeyel, mending dipecat duluan kan ?

    Keempat, Rajin melakukan Tag Foto yang gag jelas. Kalo melakukan Tag atas foto keluarga atau kegiatan yang saya ketahui barangkali tak masalah, tapi kalo kemudian melakukannya pada foto tak senonoh atau horor, bisa jadi kelak orang yang kebetulan mampir di wall dengan amat sangat jelas bisa pula menyaksikannya. Sebebas apapun akun FaceBook, tetaplah yang namanya privacy dipertahankan.

    Kelima, Salah Paham. Untuk yang satu ini dilatarbelakangi oleh perbedaan tingkat pendidikan, ruang lingkup pergaulan dan faktor pandangan pribadi masing-masing terhadap segala sesuatu. Apabila kemudian ‘cerita status’ yang saya lontarkan mengusik pikiran, jangan serta merta memprovokasi balik menyerang tanpa menanyakannya terlebih dahulu. karena bisa jadi itu hanyalah sebuah guyonan atau banyolan antar teman kantor.

    Keenam, Selalu Menanggapi Negatif. Image pekerjaan saya yang sebagai PNS kerap memberikan gambaran awal yang mudah ditebak oleh pikiran setiap orang, termasuk pula teman FaceBook. Dari sekian banyak ada juga kok yang selalu menanggapi setiap ‘cerita status’ yang nyerempet ke perilaku PNS, padahal jelas yang saya sampaikan itu tidak mengarah kesana.

    Ketujuh, Mengungkit Masa Lalu. Hampir sebagian besar pertemanan yang ada dalam akun FaceBook merupakan teman dunia nyata, sehingga besar pula kemungkinan bahwa mereka mengetahui seluk beluk Masa Lalu yang saya lewati. Meski tak semua menyenangkan, ada juga masa lalu yang kemudian ingin saya pendam dan lupakan, cukup menjadi sebuah catatan di benak saja. Sayangnya ada juga beberapa yang kemudian mengungkit-ungkitnya sebagai guyonan yang tidak lucu. Satu dua kali mungkin masih bisa diterima, namun jika setiap kali seperti alasan kelima diatas, mengapa juga musti saya pertahankan dalam daftar ?

    Kedelapan, Minim Interaksi. Bisa Menambah banyak jumlah Daftar Pertemanan memang keren, Bahkan jika mampu lewat hingga angka 1K. Apalagi kalo berstatus sebagai orang yang populer bahkan Artis kenamaan. Namun apabila kemudian status pertemanan hanya menjadi status semu tanpa interaksi, trus buat apa dong ?

    Apabila perilaku yang Rekan tunjukkan selama ini di akun FaceBook sudah mulai mengarah pada satu atau lebih dari Delapan Alasan diatas, Maka bersiap-siaplah untuk kehilangan akun FB saya dari Daftar yang Rekan miliki. 🙂

    Tips memecahkan Masalah Notifikasi FaceBook for Android

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Agus Sunadi, salah seorang Droiders Group BaliDroid Community jejaring sosial FaceBook beberapa waktu lalu sempat bertanya perihal tak adanya Notifikasi (pemberitahuan) dari aplikasi FaceBook for Android di perangkat yang kini ia gunakan. Padahal notifikasi lain dari akun Twitter atau Gmail bisa berfungsi Lanjtar Djaja.

    Keluhan ini kemudian ditanggapi oleh Admin Group, Putra Pande, yang memberikan petunjuk penting menuju sebuah link milik TeknoUp. Dari keterangan yang ada terungkap pula bahwa Notifikasi dari aplikasi FaceBook rupanya berjalan Lantjar pada perangkat ponsel pintar bernama BlackBerry namun tidak demikian halnya dengan perangkat Android. Apakah ada kaitannya dengan pengembangan Google+ yang berusaha menyaingi keberadaan FaceBook yah ?

    Terlepas dari gosip tersebut, solusi yang dapat diberikan oleh TeknoUp untuk mengatasi ketiadaan Notifikasi dari aplikasi FaceBook for Android adalah (1) meminjam perangkat BlackBerry milik teman ; (2) melakukan login akun FaceBook pada aplikasi FaceBook for BlackBerry ; (3) mengaktifkan Pengaturan Notifikasi pada opsi pilihan dan menyimpannya serta me-LogOutnya kembali.

    Sayangnya, seperti yang sudah kita ketahui bersama, saya yakin akan ada satu keengganan dari pemilik Android untuk meminjam perangkat BlackBerry milik teman sejawatnya apalagi bagi mereka yang sudah kadung mengintimidasinya dengan sejuta kelebihan perangkat robot hijau ini. Gengsi dong. Hehehe… lha, trus gimana caranya ?

    Gampang. Gunakan saja aplikasi BlackBerry Torch 9800 Simulator.

    Bagi yang pernah melakukan aksi ‘Update Status via FaceBook for BlackBerry ‘ (dalam arti sebenarnya -bukan memanfaatkan aplikasi Status Via-) tanpa harus memiliki perangkat BlackBerry, saya yakin sudah punya aplikasi Simulator yang satu ini. Berukuran sebesar 122 MegaBytes, aplikasi BlackBerry Torch 9800 Simulator ini dapat diunduh melalui alamat resmi BlackBerry di dunia maya.

    Setelah diinstalasi, jalankan aplikasinya dan masuk ke halaman Menu dengan menekan dua kali tombol berlogo BlackBerry yang ada dibawah layar. Apabila aplikasi FaceBook tidak terpantau dalam barisan Menu yang ada, silahkan pilih dan masuk ke Menu BlackBerry App World. Untuk melakukan pengunduhan terhadap aplikasi FaceBook for BlackBerry, silahkan buat akun BlackBerry ID terlebih dahulu dengan menggunakan alamat email yang dimiliki.

    Langkah selanjutnya adalah masuk ke akun FaceBook dengan memasukkan user ID berupa alamat email dan password yang digunakan, kemudian tunggu proses hingga selesai. Setelah itu, silahkan tekan tombol berlogo BlackBerry untuk masuk ke Menu Pilihan (Options), centangkan opsi FaceBook Notification, simpan dan tutup aplikasi Simulator tersebut.

    Jika langkah telah selesai dilakukan silahkan melakukan LogOut dan Login kembali akun FaceBook pada perangkat Android dan tunggu hasilnya. Notifikasi yang datang dari aplikasi FaceBook for Android akan bereaksi seperti harapan ketika teman memberikan tanggapan ataupun meninggalkan pesan pada halaman akun FaceBook.

    Mudah bukan ?

    Update Status via FaceBook for Android, Mau ?

    14

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Rasanya topik bahasan semacam ini sudah kali ke sekian saya tuliskan lewat blog. Baik itu Update Status via HaPe Pinjaman, via ponsel mahal atau via BlackBerry yang memanfaatkan aplikasi StatusVia atau Simulator resmi perangkat BlackBerry Torch. Sayangnya, untuk pemanfaatan aplikasi StatusVia buah karya si Oky ternyata sudah tak dapat ditemukan lagi lewat alamat link yang sama. Setelah ditelusuri lewat bantuan Mbah Google, ada dua alamat yang menyediakan aplikasi StatusVia (salah satunya bisa jadi milik si Oky) yang sekiranya dapat digunakan melalui perangkat PC/NoteBook dengan langkah persiapan mutlak menghubungkannya terlebih dahulu dengan akun jejaring sosial FaceBook.

    Ternyata keinginan untuk bergaya Update Status melalui perangkat ponsel Mahal tak hanya menjangkiti pengguna pc/notebook yang tidak memiliki perangkat terkini tersebut, tapi juga pengguna Android yang dikenal dengan sebutan Androiders. Entah mengapa setiap kali mereka melakukan Update Status melalui aplikasi FaceBook for Android, yang terlihat dilayar pc/notebook ataupun layar ponsel pengguna lain tetap saja menampilkan via Mobile Web. Gag keren, ungkap mereka.

    Bisa jadi perubahan status “Update Status via FaceBook for Android” terjadi sebagai kelanjutan perseteruan pihak Google (sebagai induk semang sistem operasi Android) yang baru saja mengembangkan jejaring sosial Google+ dengan pihak pengembang FaceBook sebagai saingan utamanya.

    Lantas, bagaimana dong caranya agar status “Update Status via FaceBook for Android” yang dilakukan oleh para Androiders, tetap bisa tampil sempurna sesuai harapan dilayar pc/notebook ataupun layar ponsel pengguna lain ?

    Gunakan saja aplikasi FB Freaky Updater

    Serupa dengan pola aplikasi StatusVia yang dikembangkan untuk perangkat pc/notebook diatas, aplikasi FB Freaky Updater pun berjalan dengan pola aplikasi yang sama. Untuk bisa menjalankannya, Androiders mutlak menghubungkan aplikasi FB Freaky Updater dengan akun jejaring sosial FaceBook terlebih dahulu. Aplikasi ini bisa didapatkan melalui Android Market secara Gratis.

    Aplikasi FB Freaky Updater yang saya instalasi di perangkat Android Samsung Galaxy ACE, secara default menyediakan beberapa Update Status Via yang bisa dipilih atau digunakan. Diantaranya, via Facebook for Android (lengkap dengan icon robot ijo-nya), Android 5.0 on Nokia 5110 (Nokia Pisang), Apple iPhone 4 ½, FaceBook Palm, FaceBook for BlackBerry, HTC Sensation milik Sinta dan Jojo Keong Racun, hingga iPhone 5 Rakitan Glodok.

    Disamping beberapa pilihan yang bisa dicoba atau digunakan diatas, Pengguna juga diijinkan untuk membuat aplikasi Via ‘made in sendiri’ dengan bantuan aplikasi FB Freaky Updater. Modalnya hanya satu yaitu API Key/Application ID yang bisa didapatkan saat mendaftar/membuat baru aplikasi di jejaring sosial FaceBook Developers. Untuk langkah dan bagaimana cara mendapatkan API Key, bisa dilihat di tulisan lama saya terkait Aplikasi StatusVia Ponsel Mahal yah.

    Nah, masih mengeluh karena gag bisa menampilkan status “Update Status via FaceBook for Android” ? be Creative ya…