Menghapus Akun FaceBook PanDe Baik

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Saya mengenal FaceBook, akun jejaring sosial yang fenomenal itu sekitar tahun 2008, tepatnya saat Presiden Barrack Obama memulai masa kampanye pertamanya lewat jejaring yang sama, informasi dari mailing list Bali Blogger Community saat itu.

Belum banyak yang menggunakan, saya lihat. Jadi secara manfaat dan tujuannya saat itu pun belum begitu pasti apa maunya. Baru mulai intens sekitar tahun 2009 dan 2010, tepatnya saat kesibukan baru muncul, dari keterlibatan dalam pembentukan LPSE Badung, aktifitas Yowana Paramartha Warga Pande dan rencana Reuni SMAN 6 Denpasar Angkatan 92. Dari sinilah manfaat itu mulai dirasakan.

Mendekatkan yang Jauh… sekaligus Menjauhkan yang Dekat.

Bagi yang paham betul arti pertemanan di FaceBook, saya yakin paham juga makna kalimat tadi.

Hapus FaceBook PanDe Baik 1

Sejak memiliki akun FaceBookn banyak akun pertemanan yang datang dan pergi. Baik dikenal dengan baik ataupun malah gak kenal sama sekali.

Tak terhitung berapa kali saya melakukan sweeping daftar teman yang dimiliki. Mengingat dari ratusan yang ada, tak semua mau berinteraksi, sekedar like atau comment maupun bertukar sapa dan informasi. Yang tergolong kategori ini, umur pertemanan gak begitu lama, akibat adanya sweeping dan penghapusan. Jadi bisa dikatakan yang bertahan hingga akhir waktu adalah daftar teman dalam arti yang sebenarnya. Baik dalam dunia kerja, pesemetonan hingga dunia maya.

Yang sayangnya ada juga beberapa diputus secara paksa hingga pemblokiran akibat dari perlakuan yang tidak mengenakkan. Kasihan juga sih sebenarnya mengingat dalam dunia nyata mereka ini ya teman baik saya juga. Namun karena tidak ingin terjadi hal-hal buruk kedepannya sebagaimana efek samping akun FaceBook pada umunya, sayapun melakukan tindakan block tersebut meski diprotes keras secara langsung. Prinsipnya hanya satu, FacoBook hanya untuk bersenang-senang. Jangan sampai balas membalas komentar, yang kemudian menjadi cemoohan dan makian mengubah pertemanan yang ada menjadi permusuhan. Apalagi proses Update Status begitu mudah kita publikasi baik saat sedang marah, sedih maupun senang sekalipun.

Hapus FaceBook PanDe Baik 2

Berbagi foto, Berbagi kisah, Berbagi saran. Semua dilakoni dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Namun kita lupa bahwa saat kita berupaya mempublikasi hal-hal yang bersifat pribadi, secara cepat informasi itu akan dimanfaatkan oleh orang lain, baik secara positif hingga negatif, yang kebanyakan membahayakan posisi si pemilik akun, walaupun tak disadari secara penuh.

Nampaknya kejenuhan mulai melanda dan keputusanpun diambil.

Saya menutup akun FaceBook atas nama PanDe Baik.

Hapus FaceBook PanDe Baik 3

Disamping itu juga, keasyikan yang tercipta dalam kurun satu tahun terakhir rasa-rasanya menyita cukup banyak waktu luang yang seharusnya bisa saya manfaatkan lebih banyak untuk pekerjaan, anak-anak, bersosialisasi, olah raga hingga mengupdating isi blog yang kini sudah mulai terbengkalai. Nasib blogger yang setahu saya sudah mendera sejak microblogging menghantui mereka. Dan saya, baru saat ini kena batunya.

Bergabung dengan berbagai group yang memanjakan keseharian, sharing berita dan cerita mengharukan hingga membahayakan, begitu menyita perhatian kita dari berbagai hal yang seharusnya malah mendapat perhatian dan waktu yang lebih banyak. Apalagi saat menonton beberapa video yang menyindir kehidupan dunia maya kita, membuat miris dan dengan segera ingin menyingkirkan semuanya dari hadapan.

Bangun pagi, yang diambil pertama kali adalah ponsel, memeriksa apa saja yang kita lewati saat tidur di dunia maya. Akun FaceBook, Twitter, Instagram, Path dan seterusnya. Begitu tiba di meja kerja, dilakukan lagi. Disela jam kerja, lagi dan lagi. Saat makan siang, disempatkan sambil mengambil gambar makanan yang kita nikmati. Sore hingga jelang tidur, disempatkan lagi. Berapa banyak waktu yang saya habiskan hanya untuk bersosial media ?

Hapus FaceBook PanDe Baik 4

Maka mohon maaf jika ada yang masih bertanya ‘kenapa saya harus menutup akun FaceBook, bukannya dibiarkan untuk memantau jika dibutuhkan ? masalahnya adalah Addicted tadi. Kecanduan bila tak dijenguk sehari. Jadi lebih baik ya dihapus saja sekalian. Dengan harapan, saya gak akan mampu kembali dan melihatnya lagi. Toh kalian gak akan putus kontak dengan saya begitu saja. Masih banyak alternatif lain yang bisa digunakan untuk itu.

Bye Bye FaceBook…

MeNonAktifkan Akun FaceBook

Category : tentang TeKnoLoGi

Dear Kawan Facebook sejebag Indonesia, dalam waktu dekat akun FaceBook ini akan dinonaktifkan setelah 7 tahun lamanya berupaya hadir dan berbagi kisah.
Banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk itu.
Sehingga, secara pribadi saya mohon maaf apabila selama berinteraksi di akun FaceBook ini, ada banyak kesalahan yang saya lakukan baik disengaja ataupun tidak.

Akun FaceBook PanDe Baik 4

Meski demikian akun media sosial FaceBook ini bukanlah satu satu nya cara untuk tetap berinteraksi. Masih banyak alternatif lain seperti :
Whatsapp, telepon dan SmS di nomor – 083 119 540 188 –
BBM di pin – panDBaik –
Twitter dan Instagram – @pandebaik –

Sedangkan akun lainnya seperti Line, Telegram, Chat On bisa dikatakan sudah tidak digunakan lagi.

Jadi di akhir kisah, mohon maaf atas semua kekeliruan yang pernah saya lakukan, dan tetap semangat untuk melakukan perubahan.

Berburu Novel klasik milik om Hilman

Category : tentang InSPiRasi

Sebenarnya sih hasrat untuk mencari kembali jejak beberapa novel klasik karangan om Hilman Hariwijaya sudah ada sejak lama. Hanya tadi itu rencana awalnya sih nyariin majalah atau tabloid ponsel di Gramedia Gatot Subroto eh kok nyasarnya malah di areal novel.

Surprise

Ya, agak kaget juga pas nemu section satu deret buku dengan judul Lupus Klasik, yang tebelnya lumayan se novel Harry Potter edisi pertengahan. Ternyata dalam satu buku karangan om Hilman itu terkumpul sekitar tiga judul yang diatur secara acak. Jadi semacam novel the Best of-nya om Hilman.

Kalo gag salah ingat sih tadi itu yang saya temukan ada kisah Cinta Olimpiade, Tragedi Sinemata, Tangkaplah Daku, Makhluk Manis dalam Bis hingga Topi-topi Centil. Ada juga dua tiga jilid buku lainnya lewat kisah Lupus Kecil Klasik yang merupakan kerjasama om Hilman dengan om Boim.

Sayangnya novel yang saya cari itu gag ada dalam list buku di lokasi, bahkan hingga OLX, Lazada dan Berniaga pun saya lakoni ya tetep nihil. Di om Google yang tak pantau ada sih beberapa yang menawarkan, namun ternyata sudah terjual. Mih…

Cafe Blue, Rasta dan Bella, Vanya atau Dancing on… Boys dont Cry, adalah Novel yang ingin saya baca kembali di masa kini. Isinya ya kurang lebih tentang remaja dan cinta. Satu hal yang masih suka saya nikmati hingga kini. Isinya sih masih bisa saya ingat satu dua, cuma penasaran dengan bab bab lainnya aja.

Secara bahasa yang digunakan bisa jadi tergolong jadul untuk era alay kini, tapi ya tetap saja saya menyukainya. Istilah jaman itu macam Perek (maaf), Ge eR atau bahkan soal penamaan tokoh Fifi, Gusur, Gito, Nyit Nyit kunyit rasanya masih bisa diingat, termasuk era boyband NKOTB di Rasta dan Bella. Jujur, jadi kangen…

Cuma tadi itu pas di Gramedia, sempat terbersit keinginan untuk membeli satu diantaranya, namun sepertinya kelak saya akan menggalau lagi, mengingat membaca Lupus klasik secara tidak langsung bakalan mengingatkan saya pada sosok almarhum kakak yang pergi setahun lalu. Dari ialah saya bisa mengenal novel Hilman saat kecil dahulu. Agak sedih juga sih jadinya.

Balik ke topik, saya tetap berkeinginan mencari dan memiliki novel-novel tadi. Kira-kira kalian bisa ngasi petunjuk atau bahkan punya ? Saya beli deh…

Om Hilman sendiri saya dapatkan akun ID FaceBook-nya lewat om Google. Dan sudah sempat ngirim private message untuk menyampaikan maksud. Semoga ada titik terang disitu nantinya.

Tapi kalopun boleh, saya sih inginnya bisa nemu yang versi eBook, jadi bisa dibaca saat senggang menunggu dimana saat ini, beberapa novel seangkatan masih tersimpan rapi dalam Galaxy Note 3 yang saya miliki. Satu diantaranya ya Gola Gong lewat Balada si Roy yang beken lewat majalah Hai itu…

Jadi gag sabar…

Balada #nasibPPK

2

Category : tentang PeKerJaan

Pernah mengikuti hastag #nasibPPK dan segala keluhan yang berkaitan dengannya di akun Twitter dan FaceBook milik saya ? he… rupanya semua berawal dari 30 Juli 2013, kali pertama mulai mengeluh akibat kesibukan baru sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Mau tahu apa saja alurnya ? yuk, diintip…

Jaga Kantor… ngelemburin berkas usulan Jalan Lingkungan… *hiks > 30 Juli

Kalo gag rapat, pasti deh ngurusin masalah keterlambatan atau usulan yg tak jua kunjung habisnya… *nasibnasibjadiPPK *GalauSeGalauGalaunya > 4 September

Menyusun Surat permohonan perubahan SK Menteri Pekerjaan Umum, terkait PPK Satker PIP atas nama sendiri… *bakal makin sibuk nih sepertinya > 18 September

Jadi PPK dengan 70an kegiatan itu susah, Jenderal… *sampe kebawa mimpi kerjaannya *sudah saatnya untuk liburan lagi *uhuk #kode > 19 September

Masih belum bisa tidur, pikiran melayang ke PPIP, PIP, P2KP, P2P, PNPM dst dst.. sama sekali belum terbayang seperti apa rupanya.. *nasibPPK > 20 September

Absen sehari saja bendel sudah numpuk begini… apalagi lebih ya ? *musti jaga kesehatan nih, biar gag tambah repot… *nasibPPK > 26 September

Jangka pendek, saya hrs mampu memahami pekerjaan dan tanggung jawab yg diemban kini.. tp jangka panjang, pengen belajar dari Pak Ahok.. :p > 27 September

Kasus Jaling yang satu ini kelihatannya memang spesial sejak awal… mungkin karena berada di Ring 1 kali ya ? > 28 September

He.. bahasa kepentingan politik di lapangan itu memang unik.. hancur.. padahal hanya bergeser.. benyah latig.. padahal hanya lubang.. > 29 September

sepertinya nasehat suhu saya di ULP memang benar adanya… sekali”memang musti bisa berpikir EGP dengan kerjaan biar gag mumet… *ealah > 29 September

Yak, minggu”prahara… gula darah naik, makin banyak kerjaan dan tanggungjawab, dan makin banyak kerjaan yg dilupakan… *doh > 8 Oktober

Kuta, Kerobokan, Dalung, Canggu, Tumbakbayuh, Munggu… Cek proyek mumpung libur panjang sambil Touring… #nasibPPK > 12 Oktober

Menikmati Jalan Tol Benoa-Tj.Benoa di libur minggu bersama keluarga… sambil nengok paving jalan lingkungan #nasibPPK > 3 November

Masalah itu harus dihadapi, bukan dihindari dan ditinggal lari… jika berhasil melewati… Masalah baru pun akan menanti… #nasibPPK > 7 November

Padahal datang menghadap paling pertama… tapi ternyata diterima paling akhir… hampir tiga jam nih mesetrap disini… #nasibPPK > 8 November

Udah mulai gag peduli lagi soal Upgrade OS dan semacamnya… kini kepala dipenuhi soal Upgrade paving jalan lingkungan… #nasibPPK > 11 November

Padahal sejak pagi udah kaya’setrikaan hanya utk menjalankan tugas sebagai PNS yang Baik… kini masih jua berkutat dgn kerjaan #nasibPPK > 13 November

Istirahat nge-BLoG dulu deh… kadung uyak gae jani… #nasibPPK > 14 November

Rasanya saya bisa paham bagemana rasanya jadi anak Bappeda Badung… *syukur bisa pulang selid di hari sabtu… #nasibPPK > 16 November

Sebenarnya sih penambahan ruas dadakan begini sangat merepotkan… tapi yah, Tahun Politik… mau bagaimana lagi ? #nasibPPK > 18 November

Kalo sudah berada di jam kerja kadang suka lupa utk online sekedar cek status kawan ataupun hunting gosip… #nasibPPK > 26 November

Gegara kasus dokter Ayu sptnya ada dua kubu antara yg membela dokter dengan yg membela pasien… trus yg membela PPK siapa dong ? #nasibPPK > 26 November

Masih mendampingi BPK bersama Kadis DCK utk pemeriksaan pipa air bersih di Canggu… *laper #nasibPPK > 4 Desember

meng-UnFriend Kawan Lama FaceBook

2

Category : tentang DiRi SenDiri

meng-UnFriend Kawan Lama FaceBook

Beberapa hari lalu saya sempat mempertanyakan tekad sebuah organisasi keagamaan atas ancamannya yang entah memang bermaksud serius atau hanya menakut-nakuti terkait pembubaran mereka jika perhelatan Miss World tetap dilaksanakan di Indonesia, di halaman sosial media FaceBook. Siapa sangka jika status tersebut mendapatkan banyak tanggapan baik dari kawan sepemikiran, ataupun kawan lama yang memilih berseberangan.

Sebenarnya tidak ada maksud serius di pertanyaan tersebut, hanya ungkapan aneh saja jika sampai sebuah organisasi keagamaan yang notabene berada di Bangsa yang berBhinneka ini mengeluarkan ancaman atau sejenisnya hanya gara-gara perbedaan. Sehingga dalam tanggapan selanjutnya, tak banyak yang saya ladeni baik positif ataupun negatif. dilepas begitu saja… dan sayapun tidak peduli lagi.

Tapi rupanya status itu menimbulkan rasa tidak nyaman dari beberapa kawan lama, kawan masa SMA yang berada di bawah organisasi tersebut, dan serentak memilih untuk meng-Unfriend hubungan, sambil mengungkapkannya dalam sebuah status terpisah. Kaget ? Sedikit, tapi gag masalah…

Benar memang, bahwa status FaceBook merupakan Harimau-mu, jadi bagi yang khawatir soal hubungan pertemanan, sebaiknya tidak mengungkap banyak hal pribadi, pandangan maupun pemikiran disitu. Karena banyak orang di luar sana yang kebanyakan tidak paham akan maksud, apakah bercanda atau serius, sehingga hal-hal kecil pun kadang bisa jadi besar. Padahal kalo mau ditelusuri, baik di status ataupun link sebelumnya, rata-rata maksud yang diutarakan ya becanda semua, entah berkaitan dengan isu terkini, teknologi, hingga hal-hal ringan dan unik.

Dan Jujur, akun faceBook secara pribadi sih cuma sebagai tempat pelampiasan unek unek dimana kalo punya pemikiran sejalan ya lanjut, tapi kalopun berseberangan ya silahkan. Gag harus seragam kan ? bahkan belakangan halaman ini sudah makin jarang ditengok lantaran kesibukan… yang bisa jadi kelak keberadaannya pun cenderung terlupakan seperti halnya Friendster dan semacamnya.

Tapi sudahlah, semua sudah terlanjur.

Saya lihat sih lumayan banyak yang meng-Unfriend dan kabur dari pertemanan pasca Update Status itu. namun tetap seperti yang sudah-sudah, dibawa santai saja. Toh media jejaring sosial di Indonesia, memang difungsikan untuk itu. Menjauhkan yang Dekat dan Mendekatkan yang Jauh. Hehehe…

Have Fun Kawan…

Gag ada lagi ‘Cerita Hari Ini di www.pandebaik.com’

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Entah ada yang menyadari atau tidak, status yang tampil setiap dua tiga hari sekali secara berkala di dua jejaring sosial, FaceBook dan Twitter pada pukul 6.00 pagi hari, kini sudah tak lagi hadir menyapa kawan semua. Tepatnya sejak awal Juni lalu, minggu kedua…

Keputusan ini saya ambil mengingat tingkat produktifitas yang saya lakukan untuk selalu update dalam hal tulis menulisi isi blog, tampaknya sudah mulai menurun baik secara kualitas maupun kuantitas. Apalagi topik yang kerap saya turunkan belakangan ini lebih banyak pada keluh kesah pribadi yang bisa jadi tidak menarik dan cenderung membosankan bagi yang berkunjung dan membacanya. So, kasian banget kalo kalian, kawan-kawan yang biasanya rajin mampir kemari dibebani hal-hal yang sebetulnya tidak penting, baik yang bersumber dari link pada akun jejaring sosial FaceBook ataupun Twitter.

Jika dahulu saya selalu memberikan kalimat ‘Ada yang baru loh di www.pandebaik.com, lantas berubah ke ‘Cerita Hari Ini di www.pandebaik.com, maka kini sudah tidak lagi… sehingga apapun cerita ataupun tulisan yang hadir di halaman ini, takkan lagi ditemukan di kedua jejaring sosial yang saya miliki tersebut sejak hari ini…

Meski demikian, tetaplah saya berjanji untuk sesekali menurunkan tulisan atau cerita yang sedikit berbobot atau minimal berguna bagi pembaca yang berkunjung kemari, dan hal tersebut pastilah disampaikan nanti.

Untuk saat ini ? Biarlah keputusan ini saja yang dijalankan…

Waspadai Penipuan Online via FaceBook

1

Category : tentang Opini, tentang TeKnoLoGi

Siapa sih yang tidak tertarik dengan sebuah iklan yang menawarkan ponsel Android terkini milik Samsung, Galaxy Note hanya seharga 2,5 juta saja ? atau sebuah BlackBerry seri 9900 yang dikenal dengan nama Dakota hanya seharga 2,75 juta ? masih bisa nego pula. Demikian pula dengan perangkat tabletpc New iPad, ditawarkan hanya sebesar 3 juta saja ?

Jika yang ditawarkan merupakan produk second alias bekas, kami sih maklum-maklum saja. Karena bisa jadi, dengan harga penawaran semurah itu, kondisi perangkat belum bisa dijamin sepenuhnya. Tapi bagaimana jika ditawarkan dalam kondisi baru ? apakah Anda tidak tertarik untuk membelinya ?

Jejaring sosial berbasis pertemanan FaceBook rupanya tak hanya bisa dimanfaatkan oleh mereka yang memang bermaksud untuk mencari teman lama ataupun pacar lama, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk berjualan. Sayangnya seperti halnya dunia nyata, berjualan yang dilakukan melalui dunia maya dengan memanfaatkan FaceBook sebagai tempat display dan marketingnya kini malah kerap disalahgunakan untuk melakukan aksi penipuan.

Ada beragam informasi yang kami baca terkait aksi ini. Dari yang memang sudah tertipu dan tak jua mendapatkan tanggapan dari pihak penjual lantaran posisi si penjual berada di luar daerah, yang langsung melaporkannya ke polisi hingga yang masih dalam tahapan was-was menanti lantaran uang yang sedianya digunakan untuk membeli barang sudah terlanjur dikirim. Ada juga beberapa kasus yang menggunakan alamat palsu lengkap dengan peta lokasi untuk meyakinkan Pembeli.

Murahnya barang atau gadget yang ditawarkan memang menarik perhatian bagi mereka yang sedang berniat memiliki atau berburu untuk dijual kembali. Namun sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui sebelumnya apakah barang atau gadget yang dimaksud memang merupakan produk asli atau branded dari pabrikan yang dimaksud ataukan hanya berupa replika ? karena dari pemantauan kami, beberapa penjual memang secara terang-terangan menyatakan bahwa apa yang mereka tawarkan hanya berupa Replika atau Tiruan, kendati berharga diatas 2 juta rupiah. Itu sebabnya untuk sebuah replika ponsel pintar seperti BlackBerry atau iPhone, disebutkan memiliki kemampuan Dual SIM on, yang notabene biasanya hanya dimiliki oleh perangkat ponsel China.

Hal yang kedua yang barangkali perlu diwaspadai adalah lokasi si penjual dan tentu saja Kredibilitasnya. Mengapa demikian, jika posisi si penjual berada diluar daerah dimana kita tinggal, lebih baik ditunda dulu deh keinginannya untuk melakukan transaksi. Ini untuk mencegah terjadinya aksi penipuan dimana kita sebagai korban, dijamin bakalan kesulitan dalam mengurusnya. Prioritaskan para penjual yang memang memiliki tempat tinggal pasti di lokasi yang kita ketahui. Minimal yang masih berada dalam satu wilayah.

Terkait kredibilitas, ada baiknya rasa kecurigaan diberikan terlebih dahulu pada si penjual yang berseberangan pulau. Tanyakan padanya, kira-kira siapa yang ada disekitar lokasi tempat tinggal kita yang dapat dipercaya sebagai referensi untuk menanyakan soal Kredibilitas si Penjual. Jika memang belum ada, lebih baik pikir-pikir dulu deh.

Syukur apabila si penjual yang menawarkan terlebih dahulu Referensi lokal disekitar tempat kita tinggal untuk meyakinkan pembeli. Sehingga proses transaksi yang walaupun berbeda pulau, tetap aman bisa dilakukan.

Hal terakhir yang barangkali patut dicurigai adalah persoalan harga. Lakukan survey pasar terlebih dahulu melalui forum, milis ataupun langsung ke konter penjualan disekitar termpat tinggal Anda. Tanyakan harga ponsel yang ingin dicari, baik harga resmi ataupun BM (Black Market-selundupan) yang biasanya dihadirkan apabila perangkat belum dirilis di Indonesia. Apabila terdapat rentang harga yang cukup signifikan, silahkan pertimbangkan kembali. Namun apabila harga terpaut beda-beda tipis, mungkin akan jauh lebih aman untuk membeli dari lokasi penjual terdekat. Mengingat layanan purna jual yang barangkali bakalan kita perlukan saat menggunakan perangkat.

Segala tindak percobaan penipuan yang dilakukan dengan memanfaatkan media jejaring sosial FaceBook memang patut diwaspadai sejak dini. Jangan tergiur terlalu cepat dengan iming-iming harga yang murah. Jadi tetaplah waspada.

Akun Jejaring Sosial yang bikin Ketagihan (2)

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Twitter. Setelah akun FaceBook dinyatakan booming saat masa kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat, Twitter pula merupakan salah satu media akun Jejaring Sosial yang dimanfaatkan secara maksimal untuk menjaring pemilih yang cenderung ‘lebih intelek. Dikatakan demikian karena adanya aturan keterbatasan karakter pada pilihan ‘Update Status’ yang hanya mampu mengakomodir sebanyak 140 karakter saja. Lebih sedikit dari pesan sms yang mencapai 160 karakter. Itu sebabnya, pengguna Twitter dituntut pintar dalam membagi informasi dengan memenggal kalimat per kalimat agar dapat lebih mudah dimengerti atau dipahami oleh pengguna lainnya.

Jika pada akun FaceBook, pengguna diwajibkan untuk menyetujui proses pertemanan untuk mendapatkan informasi atau kabar terkini dari kedua pihak pengguna, maka pada akun Twitter tidak demikian adanya, meski ada peraturan tak tertulis untuk wajib mem-FollowBack akun pengguna lainnya. Itu sebabya di dunia Twitter dikenal dua istilah status pertemanan yaitu Follower atau Pengikut adalah pengguna yang lain yang memilih untuk mengikuti dan mengetahui segala informasi yang kita sampaikan lewat akun Twitter, dan Following untuk daftar akun pengguna lain yang kita ikuti informasi yang disampaikannya.

Istilah lain yang kemudian wajib diketahui adalah Follow (opsi untuk mengikuti informasi dari pengguna Twitter lainnya) dan unFollow (opsi untuk menghentikan informasi dari pengguna Twitter lain yang sebelumnya diikuti). Istilah ini kerang lebih sama artinya dengan istilah ‘Add Friend’ dan ‘Remove Friend’ pada akun FaceBook, namun secara default tidak memerlukan persetujuan dari akun yang akan diikuti informasinya. Bicara soal ikut mengikuti ini, beberapa aplikasi bahkan mampu memberikan opsi untuk mendapatkan informasi dari akun Twitter sesorang tanpa harus melakukan aksi ‘Follow’ tadi.

Ada juga istilah Mention untuk melakukan tembusan kepada pengguna akun Twitter lain yang dapat diketahui oleh pengguna Twitter secara umum dengan cara menggunakan tanda (@). Sekedar informasi bahwa Tanda (@) inilah yang kemudian menjadi tanda pengenal identitas antar pengguna akun Twitter. Ada lagi istilah Direct Message untuk mengirimkan pesan pribadi kepada pengguna akun Twitter tertentu yang mensyaratkan pertemanan kedua belah pihak.
Terbatasnya penggunaan karakter yang mampu diakomodir dalam setiap informasi yang disampaikan, membuat ketenaran akun Twitter tak seheboh jumlah pengguna akun FaceBook. Meski demikian, pemanfaatan akun Twitter lebih banyak digunakan oleh para selebriti, tokoh tertentu hingga pelayan masyarakat untuk berbagi informasi yang penting atau bermanfaat hingga akun Anonim yang hanya sekedar melemparkan joke, lelucon bahkan cerita horor dan informasi korupsi.

Beberapa akun Twitter yang tergolong memiliki banyak pengikut atau Follower lantaran secara berkala berbagi informasi yang dirasa dibutuhkan, datang dari @ladygaga yang tempo hari batal manggung di Indonesia, @Poconggg milik Ariefmuhammad pemilik blog yang berhasil merilis sebuah Novel atau @blogdokter akun yang rajin berbagi tips dan informasi kesehatan.

Jika kawan sudah merambah ke akun Twitter, jangan lupa follow akun @pandebaik :p

Foursquare. Berbeda dengan dua akun Jejaring Sosial sebelumnya, Foursquare atau yang lebih dikenal dengan istilah 4SQ ini lebih memanfaatkan lingkungan sekitar atau lokasi tertentu untuk berbagi informasi ataupun status kepada pengguna lainnya. Untuk bisa menggunakannya secara akurat, setidaknya dibutuhkan perangkat mobile yang mendukung GPS sehingga memudahkan pencarian Venue atau istilah lain dari lokasi, yang terdekat dengan pengguna. Meski tanpa memanfaatkan teknologi tersebutpun, pengguna atau pemilik akun Foursquare masih tetap dapat menggunakannya.

Jika dalam akun FaceBook dikenal dengan istilah ‘Update Status’, maka dalam akun Foursquare dikenal dengan istilah ‘Check Ins’. Tapi tunggu dulu, jangan berpikiran negatif jika membaca istilah tadi. Lantaran akun Foursquare yang berbasis Lokasi inilah, maka istilah ‘Check Ins’ dipergunakan sebagai tanda bahwa kita sebagai pengguna akun, memang benar berada didalam area atau Venue tersebut.

Salah satu manfaat terbesar dari penggunaan akun Foursquare ini adalah mampu menemukan berbagai tempat atau lokasi yang sekiranya dicari berdasarkan kata kunci tertentu di sekitar pengguna secara cepat. Misalkan kategori Kuliner atau tempat makan, dari hasil pencarian di akun Foursquare bakalan tertera daftar Venue yang ada diseputaran lokasi pengguna yang masuk dalam kategori tersebut. Tentunya daftar Venue yang ada merupakan hasil input atau catatan yang telah didaftarkan sebelumnya oleh pengguna akun Foursquare lainnya.

Untuk mendukung bagaimana gambaran lokasi atau Venue yang akan dikunjungi, biasanya akan ada beberapa komentar dari pengguna Foursquare sebelumnya yang dapat dijadikan sebagai acuan. Bisa juga dengan melakukan kontak pada ‘sang penguasa’ lokasi yang dikenal dengan istilah Mayor. Bahkan ada juga beberapa Diskon yang ditawarkan oleh ‘penguasa’ Venue tadi sebagai daya tarik untuk mengundang pengguna akun Foursquare lainnya berkunjung.

Meski demikian, dari sekian banyak pengguna akun Foursquare ada juga sebagian yang memilih untuk menjadi seorang ‘Jumper’. Istilah ini muncul lantaran akun Foursquare menawarkan sejumlah Badges yang dapat diraih oleh pengguna Foursquare atas kunjungan mereka pada Venue tertentu, dengan memenuhi syarat tertentu pula. Badges ini minimal dapat dijadikan sebagai tanda bahwa yang bersangkutan pernah datang dan hadir di Venue tersebut. Nah, istilah pengguna ‘Jumper’ tadi merupakan pengguna akun Foursquare yang sebenarnya tidak sedang berada di Venue tersebut alias melakukan aktifitas ‘Check Ins’ bohongan, untuk mendapatkan sejumlah Badges dengan berusaha pula memenuhi persyaratan tadi. Penulis sendiri merupakan pengguna akun Foursquare kategori terakhir.

LinkedIn. Akun Jejaring Sosial yang satu ini bisa dikatakan sangat berbeda dengan akun Jejaring Sosial lainnya, lantaran secara fungsi bisa dikatakan lebih mirip Networking antar pekerja professional ketimbang jaringan pertemanan biasa. Salah satu opsi pilihan yang menguatkan pemikiran diatas adalah adanya kolom biodata pekerjaan, pengalaman dan summary dari pihak yang barangkali berwenang untuk memberikan pernyataan demi mendukung kredibilitas dari penggunanya.

Dari segi jumlah, peminat akun LinkedIn bisa dikatakan sangat minim jika dibandingkan akun FaceBook atau bahkan Twitter sekalipun. Namun fungsi utama dari yang bisa Penulis tangkap adalah sebagai satu referensi bagi pemberi lowongan pekerjaan atau bahkan pencari kerja yang memang membutuhkan tenaga atau tempat kerja yang sepantasnya dengan kemampuan yang dimiliki.

Meski mengusung maksud serius, akun LinkedIn memiliki pula opsi untuk berbagi Status ataupun group yang sedianya digunakan sebagai ajang diskusi atau mailing list berbagi informasi. Namun jangan harap bisa menemukan fitur Tag atau opsi menulis di Wall teman seperti halnya akun FaceBook, lantaran LinkedIn memang tidak mengakomodir kemampuan tersebut.

Sebenarnya masih banyak akun Jejaring Sosial lainnya yang bisa diulas kali ini seperti :

  • Google+ akun yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google untuk menyaingi keberadaan akun FaceBook yang sayangnya bisa dikatakan gagal jika dilihat dari pengembangannya,
    Koprol akun buatan anak bangsa yang kemudian diakuisisi oleh Yahoo! dengan memanfaatkan Lokasi atau Venue sebagai basis layaknya Foursquare,
    Hi5 akun Jejaring Sosial yang muncul dijamannya Friendster namun kurang menggeliat keberadaannya di tanah air,
    MySpace masih seangkatan dengan Friendster dan Hi5, salah satu akun Jejaring Sosial yang sangat diminati di Amerika sana. Menggunakan istilah Moods untuk emoticons yang dapat digunakan dalam menggambarkan suasana hati pengguna, kini lebih banyak digunakan oleh para musisi yang ingin mengunggah karyanya untuk dikenal lebih luas di kalangan pengguna MySpace.
  • Boleh-boleh saja jika Kawan merasa asyik untuk melakukan hubungan sosial lewat akun jejaring macam diatas, demi tujuan ‘mendekatkan yang jauh’, asal jangan sampe lalu menjadikan hubungan ‘menjauhkan yang dekat’ yah.

    Akun Jejaring Sosial yang bikin Ketagihan (1)

    2

    Category : tentang TeKnoLoGi

    ‘Hare Gene gag punya FaceBook ?’ ledek seorang kawan saat mengetahui kawan lama masa SMA kami yang kedapatan masih enggan bergabung di akun jejaring sosial hasil karya Mark Zuckerberg yang fenomenal itu.
    FaceBook bisa dikatakan merupakan salah satu penyebab utama tingginya tingkat penggunaan layanan data internet di Indonesia, termasuk salah satu penyebab juga tingginya tingkat penjualan perangkat mobile smartphone seperti BlackBerry. Akan tetapi tahukah kawan jika FaceBook hanyalah merupakan salah satu dari banyak akun jejaring sosial yang istilah kerennya Social Networking yang begitu digemari baik di Indonesia maupun secara global ?

    Akun Jejaring Sosial ini kurang lebih dapat diartikan sebagai satu peta atau struktur yang menghubungkan satu individu dengan individu lainnya, kelompok atau komunitas yang dilansir dalam bentuk elektronik atau digital dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dunia maya. Karena sifatnya yang mampu menghubungkan itulah, tidak menutup kemungkinan bahwa struktur yang terlibat didalamnya berasal dari berbagai tingkatan persaudaraan, pertemanan, pendidikan bahkan kepulauan dan negara.

    Tujuan dari penggunaan akun Jejaring Sosial ini sebenarnya cukup sederhana, sebagai tali silaturahmi antar individu, menjaga agar tetap dapat berkomunikasi walau terpisah jarak yang sangat jauh hingga memecahkan masalah yang barangkali sedang dihadapi oleh masing-masing individu. Yang sayangnya, kini malah sudah melenceng jauh dari konsep awal tersebut.

    Ada banyak kasus penyimpangan penggunaan atau pemanfaatan akun Jejaring Sosial yang bisa dicatat sejauh ini. Dari penipuan pembelian online, penculikan atau melarikan anak gadis, permusuhan dan pelaporan pencemaran nama baik, hingga kampanye satu paham ideologi secara radikal. Dari semua catatan tersebut rata-rata malah menyalahkan keberadaan akun Jejaring Sosial , padahal yang sebenarnya patut disalahkan adalah penggunanya, karena diluar sana ada banyak manfaat yang dapat dipetik dari pemanfaatan akun Jejaring Sosial ini.

    Balik ke ‘FaceBook hanyalah salah satu dari banyak akun Jejaring Sosial’, berikut beberapa yang bisa kami sajikan sebagai gambaran.

    Friendster. Bicara akun Jejaring Sosial rasanya gag bakalan lepas dari akun yang satu ini. Didirikan pada tahun 2002 saat belum banyak penduduk Indonesia melek akan dunia maya, Friendster sudah mencoba untuk hadir di bagian dunia Asia Tenggara. Mampu meraup 8,2 Juta pengguna merupakan salah satu wujud keberhasilan pencapaiannya. Bahkan kabarnya Friendster dinobatkan sebagai asal muasal dari semua akun Jejaring Sosial yang sedang trend di masa kini. Kemampuannya yang dapat digunakan untuk berbagi informasi, data pribadi, foto hingga video rupanya digemari oleh 90% pengguna Asia seperti yang dicatat oleh Alexa (Wikipedia). Sayangnya, saat pihak pendiri Friendster merasa kewalahan dengan gempuran para pesaingnya, akhirnya memilih untuk menghapus semua konten dan beralih ke situr permainan online.

    FaceBook. Merupakan salah satu akun Jejaring Sosial yang paling diminati oleh setiap pengguna baru dunia maya. Didirikan pada tahun 2004 oleh Mark Zuckerberg sebagai situs pertemanan di kalangan universitas Harvard yang secara perlahan tapi pasti makin berkembang dan meluas. Akun FaceBook di Indonesia bahkan global kalau tidak salah baru mulai booming ketika mulai digunakan sebagai media kampanye oleh Presiden Amerika terpilih Barrack Obama yang diikuti pula dengan ketenaran perangkat ponsel pintar BlackBerry. Dengan jumlah pengguna yang mencapai angka 900 juta, membuat ketenaran FaceBook sebagai akun Jejaring Sosial yang kemudian berhasil difilmkan lewat the Social Network. Jumlah pengguna FaceBook di Indonesia kabarnya menduduki peringkat keempat di dunia.

    Untuk bisa menggunakan serta memiliki sebuah akun FaceBook pada dasarnya hanya bermodalkan satu alamat email saja. Walaupun kemudian terdapat pembatasan umur, faktanya masih bisa diakali dengan melakukan pemalsuan identitas terutama pada pilihan Tahun Lahir. Itu sebabnya, banyak anak-anak usia sekolah bahkan baru lahirpun sudah memiliki akun FaceBook.

    Banyak hal yang dapat dilakukan pada akun Jejaring Sosial yang satu ini. Dari Update Status sebagai tanda kabar terkini dari pengguna, berbagi foto, video atau sekedar link menuju alamat web lainnya, silaturahmi dan diskusi, bermain game online, bahkan kini sudah mulai dimanfaatkan sebagai tempat berjualan atau bisnis secara online.

    Untuk asas manfaat, sebenar banyak nilai positif yang bisa diambil dari penggunaan akun FaceBook ini. Salah satunya seperti yang Penulis lakukan tahun 2010 lalu, mengumpulkan kembali puluhan teman lama masa SMA untuk kemudian melakukan Reuni sekolah, atau membentuk Organisasi sosial keagamaan di sepanjang tahun 2011. Bahkan sempat juga digunakan sebagai sarana untuk memperluas jaringan pembaca pada blog pribadi dan mengais rejeki di Koran Tokoh. :p

    Meski demikian, lantaran rentan akan pemalsuan identitas seperti yang disebutkan diatas, pemanfaatan akun Jejaring Sosial FaceBook pun bisa jadi malah mendatangkan nilai Negatif bahkan cenderung merugikan. Contohnya ya seperti yang disebut sebelumnya. Penipuan,perselingkuhan, fitnah, saling ejek bahkan perkelahian pun bisa terjadi hanya gara-gara Status FaceBook. Itu sebabnya perlu ditanamkan pemikiran untuk berhati-hati atau waspada saat bertingkah laku di akun FaceBook. Hingga tidak salah jika ada yang mengatakan ‘Update Statusmu, Harimaumu’.

    Yuk, Cegah Pembobolan Akun FaceBook

    1

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Bicara penyalahgunaan data pribadi di dunia maya tentu tidak akan terlepas dari perilaku pemilik akun yang bisa jadi sedikit lengah dalam mengelola informasi yang mereka miliki didalamnya, termasuk salah satu contoh yang akan dibahas dalam tulisan kali ini tentang Pembobolan Akun FaceBook.

    Dalam beberapa kasus yang pernah ditangani, aksi pembobolan ini lebih sering berimbas pada percobaan penipuan kepada sejumlah daftar teman yang ada dalam akun tersebut dan ada juga yang menggunakannya untuk berjualan memanfaatkan nama baik si pemilik akun.

    Meski telah dilakukan beberapa antisipasi, namun yang namanya aksi pembobolan tersebut rupanya tetap dapat dilakukan oleh orang yang sama secara berulang. Nah mumpung hal itu belum terjadi pada akun FaceBook yang kita miliki, yuk simak sedikit Tips dari kami untuk mencegah aksi Pembobolan Akun FaceBook.

    Yang perlu diketahui sejak awal adalah bagaimana bisa orang lain itu mendapatkan cara untuk mengetahui userID atau alamat email yang digunakan dalam mengakses akun FaceBook lengkap dengan password yang sebenarnya sangat dirahasiakan keberadaannya ?

    Pertama, bisa jadi informasi itu tertera secara gamblang di halaman ‘About’ atau informasi yang menjelaskan siapa si pemilik akun sebenarnya. Dimana Informasi ini dapat diakses baik oleh teman sendiri dan juga orang lain yang menginginkan hubungan pertemanan. Dari penyajian alamat email (ini termasuk modal awal usaha pembobolan) secara terang-terangan dan juga Tanggal lahir serta umur (yang biasanya digunakan sebagai password paling mudah diingat oleh pemilik, dalam bentuk delapan digit). Saran kami, usahakan untuk melakukan Setting atau pengaturan privacy secara khusus, siapa saja yang berhak melihat informasi ini.

    Kedua, bisa jadi pula informasi didapatkan melalui pc sharing yang biasanya ada dalam usaha Warnet. Dari beberapa kasus, aksi pembobolan biasanya dilakukan pasca si pemilik akun mengakses FaceBook melalui Warnet langganan mereka yang sialnya lupa di-Log Out. Namun meskipun di Log Out, terkadang browser tetap menyimpan isian form yang pernah dimasukkan oleh pengguna pc sebelumnya. Sehingga ketika pengguna lain mengetikkan satu abjad saja pada kolom userID, maka pc akan merespon secara lengkap alamat email yang pernah dipergunakan untuk mengakses halaman demi halaman lengkap dengan isian password secara otomatis. Saran kami disini adalah selalu melakukan Log Out setiap kali usai beraktifitas, dan hapus Data Pribadi melalui pengaturan di masing-masing Browser yang digunakan.

    Usaha Ketiga, bisa jadi memang pengguna lain secara sengaja mengincar para pemilik akun FaceBook dengan memanfaatkan aplikasi penyusup semacam KeyLogger untuk mendeteksi userID beserta password yang diketikkan melalui keyboard fisik. Saran kami jika Rekan mencurigai kemungkinan ketiga ini, dapat melakukan aktifitas dengan memanfaatkan on screen Keyboard atau Keyboad Virtual yang biasanya ada didalam setiap PC tepatnya pada All Programs/Accessories/Ease of Access.

    Nah, langkah berikut yang perlu diketahui adalah kunci-kunci apa saja yang perlu dijaga dengan baik, untuk mencegah terjadinya pembobolan akun FaceBook oleh orang lain.

    Pertama, alamat email yang Rekan gunakan sebagai userID/username pada akun FaceBook. Silahkan akses kembali alamat email (bukan akun FaceBook) yang Rekan gunakan tersebut, lalu lengkapi isian secara sebenar-benarnya dan tentu mudah diingat pada opsi Pertanyaan. Jika memungkinkan, manfaatkan dua alternatif Pertanyaan yang ada dalam opsi pilihan tersebut dan menggantinya dengan Pertanyaan buatan sendiri. Ini adalah modal awal apabila kelak terjadi percobaan aksi pembobolan terhadap akun email dan juga FaceBook.

    Kedua, lakukan penggantian password secara rutin pada akun email atau FaceBook dan gunakan kombinasi angka serta huruf dalam bentuk kapital, lalu catat pada ponsel tentu dengan nama kontak samaran sebagai pengingat. Misalkan saja ‘kereta09kuDa’ atau ‘laptop12u54k’, dan lain sebagainya.

    Lantas, bagaimana caranya merebut kembali akun FaceBook yang sudah terlanjur dibobol oleh orang lain ? simak baik-baik Tips berikut ini.

    Pertama, akses dan periksa terlebih dahulu akun email (bukan akun FaceBook) yang rekan gunakan sebagai userID/username pada FaceBook. Jika masih dapat diakses dengan baik, segera lakukan perubahan password. Namun Jika tidak lagi dapat diakses, ambil opsi ‘lupa Password’ dan dapatkan kembali akun email tersebut dengan menjawab dua pertanyaan yang telah diatur sebelumnya. Apabila langkah ini dilakukan dengan benar, maka akan diberikan opsi untuk mendapatkan password baru, lalu catat dan simpan baik-baik.

    Kedua, lakukan Klaim akun FaceBook saat akses menuju akun dinyatakan salah akibat password yang dimasukkan tidak valid. Ikuti petunjuk dan langkah-langkahnya hingga Rekan mendapatkan kembali akun FaceBook yang sebelumnya telah diambil alih tersebut. Jika sudah, lakukan beberapa pemeriksaan atas perubahan-perubahan yang terjadi serta lakukan pengaturan data ataupun informasi yang sekiranya dapat disembunyikan.

    Ketiga, masukkan alamat email lain yang sekiranya Rekan miliki (jika tidak, dapat dibuatkan akun email baru terlebih dahulu) sebagai alternatif userID/username akun FaceBook. Opsi ini dapat diakses melalui halaman Pengaturan Akun di pojok kanan atas halaman FaceBook. Langkah ini memerlukan persetujuan yang nantinya akan dikirim ke alamat email sebelumnya.

    Apabila Langkah ketiga diatas tersebut berhasil, maka langkah keempat yang harus dilakukan adalah ‘melakukan pergantian akun email yang nantinya akan dipergunakan sebagai userID/username akun FaceBook dari alamat email yang lama ke alamat email yang baru saja dimasukkan tersebut. Hal ini untuk mencegah percobaan aksi pemboboan kedua yang sekiranya mampu dilakukan oleh orang yang sama dengan memanfaatkan alamat email lama.

    Sejauh ini, Langkah penggantian alamat email pada akun FaceBook cukup ampuh dilakukan untuk mengklaim kembali akun FaceBook yang pernah dibobol dan disalahgunakan oleh orang lain, sekaligus mencegah terjadinya kembali pengulangan aksi tersebut. Namun sekali lagi, jangan lupa untuk mengganti password baik pada akun email dan juga FaceBook secara berkala yah.

    5 Alasan Mengapa Saya Belum Menerima Permintaan Pertemanan Anda

    4

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Dalam daftar Request Pertemanan akun FaceBook terdapat sedikitnya 100-an akun FaceBook lain yang mengirimkan permintaan pertemanan yang hingga kini masih berstatus Pending atau bahkan Hidden Request (permintaan yang ditolak). Semua itu dilakukan, bukan tanpa alasan. Karena bagaimanapun juga Status Pertemanan dalam dunia mayapun bagi saya pribadi tetaplah sama dengan harapan status pertemanan di dunia nyata. Lantas apabila kemudian permintaan/ permohonan yang disampaikan masih ter-Pending hingga kini, barangkali berikut bisa saya katakan Alasannya.

    Pertama, Asal Usul yang Tidak Jelas. Minimal apa latar belakang permintaan atau permohonan teman dilakukan. Apakah lantaran satu hobi, satu tempat kerja, satu almamater ataukah barangkali satu guru satu elmu ? he… sama halnya dengan dunia nyata, orang tak akan mungkin bisa berteman tidak memiliki kesamaan situasi. Ini bisa dilakukan dengan menyisipkan pesan didalam permintaan atau bahkan bergabung dalam sebuah Page/Group sehingga informasi tersebut minimal bisa tampil dihalaman Info pribadi. Jikapun kemudian ini dipaksakan, bisa jadi status pertemanan yang ada hanyalah semu tanpa memiliki arti lebih.

    Kedua, Akun ID 4L4Y. Seperti yang pernah saya ungkapkan dalam salah satu Alasan Mengapa Saya Memblokir Akun FaceBook Anda, menggunakan nama akun 4L4Y secara otomatis akan menempatkan akun tersebut berada dalam urutan pertama untuk menolak permintaan apalagi tanpa disertai ‘Asal Usul’ diatas. Jadi jika Rekan merasa memiliki akun ID dalam format 4L4Y, jangan segan untuk menghapus akun ID saya dari dartar permohonan yang Rekan kirimkan yah.

    Ketiga, Over Protected. Merahasiakan Informasi Pribadi pada akun FaceBook memang merupakan satu Poin Penting yang selalu saya rekomendasikan untuk dilakukan. Namun saat Rekan memohon permintaan Pertemanan, jangan sekali-sekali merahasiakan Informasi pribadi dengan hanya meninggalkan Nama dan Profile Picture saja untuk bisa diakses. Kembali kepada Alasan pertama diatas, bagaimana mau berteman jika tidak mengetahui asal-usulnya ?

    Keempat, isi TimeLine. Apabila kemudian akun ID Rekan sudah menyajikan Informasi dan Asal Usul yang Jelas dan tidak 4L4Y, pertimbangan keempat yang biasanya saya pegang adalah TimeLine yang disajikan dalam Wall. Jika menyajikan ‘Cerita Status’ yang kerap Menghina atau mencaci maki seperti alasan Kedua dalam 10 Alasan Mengapa Saya Memblokir Akun FaceBook Anda atau bahkan jualan melulu seperti pada alasan Ketiga, maka dengan terpaksa permohonan akan saya tolak dengan segera. Ketimbang mengambil resiko yang sebetulnya tidak perlu.

    Kelima, Kelupaan. Nah kalo alasan yang satu ini murni kesalahan ada pada pikiran saya pribadi. Terkadang hal pertama yang saya lakukan ketika masuk ke akun ID FaceBook adalah memeriksa TimeLine Status teman di halaman Beranda pula perkembangan terbaru dari beberapa akun Group/Page yang saya ikuti. Daftar Pertemanan bisa jadi merupakan langkah kesekian yang saya periksa mengingat ‘Lupa gara-gara keasyikan berinteraksi dengan aktifitas lainnya didunia maya.

    Jadi jika Rekan memiliki Kriteria yang tidak mengarah pada Empat Alasan pertama diatas, dan permintaan sudah terlalu lama, jangan segan untuk mengingatkan saya lewat cara lain yah. Entah sms, kontak lewat Whatsapp atau email. Bagi yang ingin tau lebih jauh nomor kontak ID dan email, silahkan lihat di Halaman Admin pada blog ini.
    Mengapa kemudian saya begitu ketat dalam menerima permintaan pertemanan, pertama lantaran saya bukanlah artis kenamaan atau orang yang populer dan kedua, agar kelak saya tidak akan salah menanggapi apabila ada ‘cerita status’ yang diungkap dalam TimeLine yang Rekan lakukan.