Berpisah dari FaceBook, kok Bersua lagi lewat Path ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Yang namanya penggunaan akun media sosial kelihatannya memang gak ada habisnya.

Setelah berkomitmen meninggalkan FaceBook, Line, Chat On, Telegram dan lainnya, lha kini kok malah main Path ? Pasti ada apa-apanya nih…

Gara-gara istri dan Mas Seno SmartFren

Awalnya sih istri meminta tolong untuk didaftarkan ke akun Path agar bisa terhubung dengan kawan kawan kantornya, ia pun mempertanyakan saya ‘mosok gak punya akun Path ? Pasti punya lah…

Beda lagi dengan Mas Seno Pramudji dari SmartFren yang posting foto gathering kemarin melalui akun path Beliau, ditembuskan ke Twitter. Eh pas pengen diliat, malah diminta bikin akun Path dulu oleh sistem, gak bisa gitu aja. Ealah…

Maka jadilah saya mencoba membuat akun Path.

Path PanDe Baik 7

Tapi eh ternyata bener apa dugaan istri. Saya memang sudah pernah punya akun Path, cuma gak pernah aktif. Kalo ndak salah akun itu dibuat saat saya masih berada di bawah naungan LPSE yang menyediakan akses internet tak terbatas itu. Maka Path jadi salah satu bahan oprekan selain Google +. Cuma sayangnya saya lupa password yang digunakan. Setelah diutak atik beberapa menit, akun Path pun bisa diakses dengan baik.

Infonya sih Path ini jadi pelampiasan anak anak FaceBook yang merasa bosan akan akun jejaring sosialnya Mark Z. Ada juga yang mengatakan bahwa akun Path jadi lebih asyik karena daftar temannya masih terbatas. Benar atau tidaknya, Entah ya.

Masuk di akun Path yang gak keurus ini membuat saya belajar lebih jauh untuk menggunakan, melakukan pengaturan dan mencari teman. Rupanya ada beberapa kawan yang menyadari kehadiran saya di akun Path dan nyeletuk ‘Berpisah dari FaceBook, kok Bersua lagi lewat Path ?’ He… sorry

Meski begitu, Path gak bikin saya lupa waktu macam akun FB kemarin kok. Intensitas penggunaannya pun gak sampe seminggu sekali. Karena secara jumlah teman masih sangat terbatas, dan saya masih lebih asyik dengan blog juga twitternya. Tapi toh, gak ada salahnya juga mencoba lagi, siapa tahu bisa dijadikan bahan update blog, tulisan baru di www.pandebaik.com. hehehe…

Hari Hari tanpa FaceBook

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Membuka cerita melalui akun FaceBook adalah keharusan. Itu Dulu…

Sekarang, meski sempat agak kebingungan akan kosongnya waktu saat pagi maupun malam hari, pelan tapi pasti semua rutinitas itu sedikit demi sedikit berubah. Tidak ada lagi beban pikiran yang membuat keraguan dan kegalauan hadir setiap saatnya.

Update Status atau sekedar berkomentar nyaris bisa dilakukan tanpa pemikiran terlebih dahulu. Telaah, screening dan semacamnya. Sehingga tak heran jika cukup banyak pengguna akun FaceBook yang kemudian tersandung kasus akibat status maupun komentarnya di halaman jejaring sosial ternama itu.

Kemudahan aktifitas tersebut lambat laun menjadikan penggunanya makin bebas berekspresi tanpa menyadari akan bahaya efek yang diakibatkan meskipun tidak semua. Apalagi kalau lingkungan tak mendukung harapan dan keinginan, maka makian atau kalimat halus pun terlontar begitu saja, spontan.

FaceBook PanDe Baik

Menjadi bagian dari sistem yang bermasalah, sesungguhnya bukanlah satu tujuan pada awalnya. Demikian halnya jabatan. Semua datang tanpa diketahui, serba mendadak. Sehingga ketika semua uneg uneg yang dirasa menjadikannya sebagai beban, ditambah mudahnya semua terpublikasi sebagai ekspresi, maka tak heran jika kemudian banyak orang yang tersulut akibat tumpahnya ekspresi instant yang tertuang dalam kolom kosong mengundang akun halaman FaceBook.

Inilah yang kerap mengkhawatirkan diri mengingat secara pribadi, saya adalah sosok yang ceroboh, sembrono dan mudah tersinggung serta marah. Silahkan lihat postingan awal yang pernah saya bagikan baik di akun twitter maupun blog, berhubung akun FaceBook sudah resmi dihapus. Diantara luapan emosi itu, cukup banyak pula yang merasa tersindir bahkan bertentangan dengan nurani masing masing. Maka langkah paling aman untuk meminimalkan salah langkah tersebut adalah menghapusnya.

Tidak semua orang atau kawan yang ada dalam daftar pertemanan mampu memahami isi luapan emosi yang sesungguhnya sudah tertuju pada hidung orang orang tertentu, namun ‘menyindir satu, lima kawan lainnya merasa…’ itu sudah biasa di akun FaceBook.

Belum lagi soal silang pendapat atas berbagai cerita yang dibagi dengan kandungan maksud tertentu. Hampir selalu dikaitkan atau dicari cari kaitannya dengan kisah lalu. Yang macam begini biasanya golongan yang susah Move On. Susah memang…

Kawan di akun FaceBook bisa menjadi Lawan di dunia nyata. Ada yang begitu ? Di akun FaceBook semua serba tersembunyi, dihalangi oleh image yang mati-matian dibangun demi sebuah citra diri, tak seperti dunia nyata yang kadang begitu jelas gambarannya. Sehingga hal semacam ini makin mempersempit ruang gerak kita di dunia maya, meskipun tidak berteman sekalipun. Karena pengaturan dari pihak FaceBook memungkinkan untuk itu. Tak pelak, untuk berkomentar maupun posting hal sensitif jadi tak seasyik dulu lagi.

Ada rasa yang aneh ketika berhadapan dengan lawan bicara yang tampak asyik membuka akun FaceBooknya padahal kami sedang duduk di satu meja. Aneh karena diabaikan atau aneh karena gak lagi terlibat didalamnya.

Menghapus Akun FaceBook PanDe Baik

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Saya mengenal FaceBook, akun jejaring sosial yang fenomenal itu sekitar tahun 2008, tepatnya saat Presiden Barrack Obama memulai masa kampanye pertamanya lewat jejaring yang sama, informasi dari mailing list Bali Blogger Community saat itu.

Belum banyak yang menggunakan, saya lihat. Jadi secara manfaat dan tujuannya saat itu pun belum begitu pasti apa maunya. Baru mulai intens sekitar tahun 2009 dan 2010, tepatnya saat kesibukan baru muncul, dari keterlibatan dalam pembentukan LPSE Badung, aktifitas Yowana Paramartha Warga Pande dan rencana Reuni SMAN 6 Denpasar Angkatan 92. Dari sinilah manfaat itu mulai dirasakan.

Mendekatkan yang Jauh… sekaligus Menjauhkan yang Dekat.

Bagi yang paham betul arti pertemanan di FaceBook, saya yakin paham juga makna kalimat tadi.

Hapus FaceBook PanDe Baik 1

Sejak memiliki akun FaceBookn banyak akun pertemanan yang datang dan pergi. Baik dikenal dengan baik ataupun malah gak kenal sama sekali.

Tak terhitung berapa kali saya melakukan sweeping daftar teman yang dimiliki. Mengingat dari ratusan yang ada, tak semua mau berinteraksi, sekedar like atau comment maupun bertukar sapa dan informasi. Yang tergolong kategori ini, umur pertemanan gak begitu lama, akibat adanya sweeping dan penghapusan. Jadi bisa dikatakan yang bertahan hingga akhir waktu adalah daftar teman dalam arti yang sebenarnya. Baik dalam dunia kerja, pesemetonan hingga dunia maya.

Yang sayangnya ada juga beberapa diputus secara paksa hingga pemblokiran akibat dari perlakuan yang tidak mengenakkan. Kasihan juga sih sebenarnya mengingat dalam dunia nyata mereka ini ya teman baik saya juga. Namun karena tidak ingin terjadi hal-hal buruk kedepannya sebagaimana efek samping akun FaceBook pada umunya, sayapun melakukan tindakan block tersebut meski diprotes keras secara langsung. Prinsipnya hanya satu, FacoBook hanya untuk bersenang-senang. Jangan sampai balas membalas komentar, yang kemudian menjadi cemoohan dan makian mengubah pertemanan yang ada menjadi permusuhan. Apalagi proses Update Status begitu mudah kita publikasi baik saat sedang marah, sedih maupun senang sekalipun.

Hapus FaceBook PanDe Baik 2

Berbagi foto, Berbagi kisah, Berbagi saran. Semua dilakoni dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Namun kita lupa bahwa saat kita berupaya mempublikasi hal-hal yang bersifat pribadi, secara cepat informasi itu akan dimanfaatkan oleh orang lain, baik secara positif hingga negatif, yang kebanyakan membahayakan posisi si pemilik akun, walaupun tak disadari secara penuh.

Nampaknya kejenuhan mulai melanda dan keputusanpun diambil.

Saya menutup akun FaceBook atas nama PanDe Baik.

Hapus FaceBook PanDe Baik 3

Disamping itu juga, keasyikan yang tercipta dalam kurun satu tahun terakhir rasa-rasanya menyita cukup banyak waktu luang yang seharusnya bisa saya manfaatkan lebih banyak untuk pekerjaan, anak-anak, bersosialisasi, olah raga hingga mengupdating isi blog yang kini sudah mulai terbengkalai. Nasib blogger yang setahu saya sudah mendera sejak microblogging menghantui mereka. Dan saya, baru saat ini kena batunya.

Bergabung dengan berbagai group yang memanjakan keseharian, sharing berita dan cerita mengharukan hingga membahayakan, begitu menyita perhatian kita dari berbagai hal yang seharusnya malah mendapat perhatian dan waktu yang lebih banyak. Apalagi saat menonton beberapa video yang menyindir kehidupan dunia maya kita, membuat miris dan dengan segera ingin menyingkirkan semuanya dari hadapan.

Bangun pagi, yang diambil pertama kali adalah ponsel, memeriksa apa saja yang kita lewati saat tidur di dunia maya. Akun FaceBook, Twitter, Instagram, Path dan seterusnya. Begitu tiba di meja kerja, dilakukan lagi. Disela jam kerja, lagi dan lagi. Saat makan siang, disempatkan sambil mengambil gambar makanan yang kita nikmati. Sore hingga jelang tidur, disempatkan lagi. Berapa banyak waktu yang saya habiskan hanya untuk bersosial media ?

Hapus FaceBook PanDe Baik 4

Maka mohon maaf jika ada yang masih bertanya ‘kenapa saya harus menutup akun FaceBook, bukannya dibiarkan untuk memantau jika dibutuhkan ? masalahnya adalah Addicted tadi. Kecanduan bila tak dijenguk sehari. Jadi lebih baik ya dihapus saja sekalian. Dengan harapan, saya gak akan mampu kembali dan melihatnya lagi. Toh kalian gak akan putus kontak dengan saya begitu saja. Masih banyak alternatif lain yang bisa digunakan untuk itu.

Bye Bye FaceBook…

MeNonAktifkan Akun FaceBook

Category : tentang TeKnoLoGi

Dear Kawan Facebook sejebag Indonesia, dalam waktu dekat akun FaceBook ini akan dinonaktifkan setelah 7 tahun lamanya berupaya hadir dan berbagi kisah.
Banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk itu.
Sehingga, secara pribadi saya mohon maaf apabila selama berinteraksi di akun FaceBook ini, ada banyak kesalahan yang saya lakukan baik disengaja ataupun tidak.

Akun FaceBook PanDe Baik 4

Meski demikian akun media sosial FaceBook ini bukanlah satu satu nya cara untuk tetap berinteraksi. Masih banyak alternatif lain seperti :
Whatsapp, telepon dan SmS di nomor – 083 119 540 188 –
BBM di pin – panDBaik –
Twitter dan Instagram – @pandebaik –

Sedangkan akun lainnya seperti Line, Telegram, Chat On bisa dikatakan sudah tidak digunakan lagi.

Jadi di akhir kisah, mohon maaf atas semua kekeliruan yang pernah saya lakukan, dan tetap semangat untuk melakukan perubahan.

Berburu Novel klasik milik om Hilman

Category : tentang InSPiRasi

Sebenarnya sih hasrat untuk mencari kembali jejak beberapa novel klasik karangan om Hilman Hariwijaya sudah ada sejak lama. Hanya tadi itu rencana awalnya sih nyariin majalah atau tabloid ponsel di Gramedia Gatot Subroto eh kok nyasarnya malah di areal novel.

Surprise

Ya, agak kaget juga pas nemu section satu deret buku dengan judul Lupus Klasik, yang tebelnya lumayan se novel Harry Potter edisi pertengahan. Ternyata dalam satu buku karangan om Hilman itu terkumpul sekitar tiga judul yang diatur secara acak. Jadi semacam novel the Best of-nya om Hilman.

Kalo gag salah ingat sih tadi itu yang saya temukan ada kisah Cinta Olimpiade, Tragedi Sinemata, Tangkaplah Daku, Makhluk Manis dalam Bis hingga Topi-topi Centil. Ada juga dua tiga jilid buku lainnya lewat kisah Lupus Kecil Klasik yang merupakan kerjasama om Hilman dengan om Boim.

Sayangnya novel yang saya cari itu gag ada dalam list buku di lokasi, bahkan hingga OLX, Lazada dan Berniaga pun saya lakoni ya tetep nihil. Di om Google yang tak pantau ada sih beberapa yang menawarkan, namun ternyata sudah terjual. Mih…

Cafe Blue, Rasta dan Bella, Vanya atau Dancing on… Boys dont Cry, adalah Novel yang ingin saya baca kembali di masa kini. Isinya ya kurang lebih tentang remaja dan cinta. Satu hal yang masih suka saya nikmati hingga kini. Isinya sih masih bisa saya ingat satu dua, cuma penasaran dengan bab bab lainnya aja.

Secara bahasa yang digunakan bisa jadi tergolong jadul untuk era alay kini, tapi ya tetap saja saya menyukainya. Istilah jaman itu macam Perek (maaf), Ge eR atau bahkan soal penamaan tokoh Fifi, Gusur, Gito, Nyit Nyit kunyit rasanya masih bisa diingat, termasuk era boyband NKOTB di Rasta dan Bella. Jujur, jadi kangen…

Cuma tadi itu pas di Gramedia, sempat terbersit keinginan untuk membeli satu diantaranya, namun sepertinya kelak saya akan menggalau lagi, mengingat membaca Lupus klasik secara tidak langsung bakalan mengingatkan saya pada sosok almarhum kakak yang pergi setahun lalu. Dari ialah saya bisa mengenal novel Hilman saat kecil dahulu. Agak sedih juga sih jadinya.

Balik ke topik, saya tetap berkeinginan mencari dan memiliki novel-novel tadi. Kira-kira kalian bisa ngasi petunjuk atau bahkan punya ? Saya beli deh…

Om Hilman sendiri saya dapatkan akun ID FaceBook-nya lewat om Google. Dan sudah sempat ngirim private message untuk menyampaikan maksud. Semoga ada titik terang disitu nantinya.

Tapi kalopun boleh, saya sih inginnya bisa nemu yang versi eBook, jadi bisa dibaca saat senggang menunggu dimana saat ini, beberapa novel seangkatan masih tersimpan rapi dalam Galaxy Note 3 yang saya miliki. Satu diantaranya ya Gola Gong lewat Balada si Roy yang beken lewat majalah Hai itu…

Jadi gag sabar…

Balada #nasibPPK

2

Category : tentang PeKerJaan

Pernah mengikuti hastag #nasibPPK dan segala keluhan yang berkaitan dengannya di akun Twitter dan FaceBook milik saya ? he… rupanya semua berawal dari 30 Juli 2013, kali pertama mulai mengeluh akibat kesibukan baru sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Mau tahu apa saja alurnya ? yuk, diintip…

Jaga Kantor… ngelemburin berkas usulan Jalan Lingkungan… *hiks > 30 Juli

Kalo gag rapat, pasti deh ngurusin masalah keterlambatan atau usulan yg tak jua kunjung habisnya… *nasibnasibjadiPPK *GalauSeGalauGalaunya > 4 September

Menyusun Surat permohonan perubahan SK Menteri Pekerjaan Umum, terkait PPK Satker PIP atas nama sendiri… *bakal makin sibuk nih sepertinya > 18 September

Jadi PPK dengan 70an kegiatan itu susah, Jenderal… *sampe kebawa mimpi kerjaannya *sudah saatnya untuk liburan lagi *uhuk #kode > 19 September

Masih belum bisa tidur, pikiran melayang ke PPIP, PIP, P2KP, P2P, PNPM dst dst.. sama sekali belum terbayang seperti apa rupanya.. *nasibPPK > 20 September

Absen sehari saja bendel sudah numpuk begini… apalagi lebih ya ? *musti jaga kesehatan nih, biar gag tambah repot… *nasibPPK > 26 September

Jangka pendek, saya hrs mampu memahami pekerjaan dan tanggung jawab yg diemban kini.. tp jangka panjang, pengen belajar dari Pak Ahok.. :p > 27 September

Kasus Jaling yang satu ini kelihatannya memang spesial sejak awal… mungkin karena berada di Ring 1 kali ya ? > 28 September

He.. bahasa kepentingan politik di lapangan itu memang unik.. hancur.. padahal hanya bergeser.. benyah latig.. padahal hanya lubang.. > 29 September

sepertinya nasehat suhu saya di ULP memang benar adanya… sekali”memang musti bisa berpikir EGP dengan kerjaan biar gag mumet… *ealah > 29 September

Yak, minggu”prahara… gula darah naik, makin banyak kerjaan dan tanggungjawab, dan makin banyak kerjaan yg dilupakan… *doh > 8 Oktober

Kuta, Kerobokan, Dalung, Canggu, Tumbakbayuh, Munggu… Cek proyek mumpung libur panjang sambil Touring… #nasibPPK > 12 Oktober

Menikmati Jalan Tol Benoa-Tj.Benoa di libur minggu bersama keluarga… sambil nengok paving jalan lingkungan #nasibPPK > 3 November

Masalah itu harus dihadapi, bukan dihindari dan ditinggal lari… jika berhasil melewati… Masalah baru pun akan menanti… #nasibPPK > 7 November

Padahal datang menghadap paling pertama… tapi ternyata diterima paling akhir… hampir tiga jam nih mesetrap disini… #nasibPPK > 8 November

Udah mulai gag peduli lagi soal Upgrade OS dan semacamnya… kini kepala dipenuhi soal Upgrade paving jalan lingkungan… #nasibPPK > 11 November

Padahal sejak pagi udah kaya’setrikaan hanya utk menjalankan tugas sebagai PNS yang Baik… kini masih jua berkutat dgn kerjaan #nasibPPK > 13 November

Istirahat nge-BLoG dulu deh… kadung uyak gae jani… #nasibPPK > 14 November

Rasanya saya bisa paham bagemana rasanya jadi anak Bappeda Badung… *syukur bisa pulang selid di hari sabtu… #nasibPPK > 16 November

Sebenarnya sih penambahan ruas dadakan begini sangat merepotkan… tapi yah, Tahun Politik… mau bagaimana lagi ? #nasibPPK > 18 November

Kalo sudah berada di jam kerja kadang suka lupa utk online sekedar cek status kawan ataupun hunting gosip… #nasibPPK > 26 November

Gegara kasus dokter Ayu sptnya ada dua kubu antara yg membela dokter dengan yg membela pasien… trus yg membela PPK siapa dong ? #nasibPPK > 26 November

Masih mendampingi BPK bersama Kadis DCK utk pemeriksaan pipa air bersih di Canggu… *laper #nasibPPK > 4 Desember

meng-UnFriend Kawan Lama FaceBook

2

Category : tentang DiRi SenDiri

meng-UnFriend Kawan Lama FaceBook

Beberapa hari lalu saya sempat mempertanyakan tekad sebuah organisasi keagamaan atas ancamannya yang entah memang bermaksud serius atau hanya menakut-nakuti terkait pembubaran mereka jika perhelatan Miss World tetap dilaksanakan di Indonesia, di halaman sosial media FaceBook. Siapa sangka jika status tersebut mendapatkan banyak tanggapan baik dari kawan sepemikiran, ataupun kawan lama yang memilih berseberangan.

Sebenarnya tidak ada maksud serius di pertanyaan tersebut, hanya ungkapan aneh saja jika sampai sebuah organisasi keagamaan yang notabene berada di Bangsa yang berBhinneka ini mengeluarkan ancaman atau sejenisnya hanya gara-gara perbedaan. Sehingga dalam tanggapan selanjutnya, tak banyak yang saya ladeni baik positif ataupun negatif. dilepas begitu saja… dan sayapun tidak peduli lagi.

Tapi rupanya status itu menimbulkan rasa tidak nyaman dari beberapa kawan lama, kawan masa SMA yang berada di bawah organisasi tersebut, dan serentak memilih untuk meng-Unfriend hubungan, sambil mengungkapkannya dalam sebuah status terpisah. Kaget ? Sedikit, tapi gag masalah…

Benar memang, bahwa status FaceBook merupakan Harimau-mu, jadi bagi yang khawatir soal hubungan pertemanan, sebaiknya tidak mengungkap banyak hal pribadi, pandangan maupun pemikiran disitu. Karena banyak orang di luar sana yang kebanyakan tidak paham akan maksud, apakah bercanda atau serius, sehingga hal-hal kecil pun kadang bisa jadi besar. Padahal kalo mau ditelusuri, baik di status ataupun link sebelumnya, rata-rata maksud yang diutarakan ya becanda semua, entah berkaitan dengan isu terkini, teknologi, hingga hal-hal ringan dan unik.

Dan Jujur, akun faceBook secara pribadi sih cuma sebagai tempat pelampiasan unek unek dimana kalo punya pemikiran sejalan ya lanjut, tapi kalopun berseberangan ya silahkan. Gag harus seragam kan ? bahkan belakangan halaman ini sudah makin jarang ditengok lantaran kesibukan… yang bisa jadi kelak keberadaannya pun cenderung terlupakan seperti halnya Friendster dan semacamnya.

Tapi sudahlah, semua sudah terlanjur.

Saya lihat sih lumayan banyak yang meng-Unfriend dan kabur dari pertemanan pasca Update Status itu. namun tetap seperti yang sudah-sudah, dibawa santai saja. Toh media jejaring sosial di Indonesia, memang difungsikan untuk itu. Menjauhkan yang Dekat dan Mendekatkan yang Jauh. Hehehe…

Have Fun Kawan…

Gag ada lagi ‘Cerita Hari Ini di www.pandebaik.com’

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Entah ada yang menyadari atau tidak, status yang tampil setiap dua tiga hari sekali secara berkala di dua jejaring sosial, FaceBook dan Twitter pada pukul 6.00 pagi hari, kini sudah tak lagi hadir menyapa kawan semua. Tepatnya sejak awal Juni lalu, minggu kedua…

Keputusan ini saya ambil mengingat tingkat produktifitas yang saya lakukan untuk selalu update dalam hal tulis menulisi isi blog, tampaknya sudah mulai menurun baik secara kualitas maupun kuantitas. Apalagi topik yang kerap saya turunkan belakangan ini lebih banyak pada keluh kesah pribadi yang bisa jadi tidak menarik dan cenderung membosankan bagi yang berkunjung dan membacanya. So, kasian banget kalo kalian, kawan-kawan yang biasanya rajin mampir kemari dibebani hal-hal yang sebetulnya tidak penting, baik yang bersumber dari link pada akun jejaring sosial FaceBook ataupun Twitter.

Jika dahulu saya selalu memberikan kalimat ‘Ada yang baru loh di www.pandebaik.com, lantas berubah ke ‘Cerita Hari Ini di www.pandebaik.com, maka kini sudah tidak lagi… sehingga apapun cerita ataupun tulisan yang hadir di halaman ini, takkan lagi ditemukan di kedua jejaring sosial yang saya miliki tersebut sejak hari ini…

Meski demikian, tetaplah saya berjanji untuk sesekali menurunkan tulisan atau cerita yang sedikit berbobot atau minimal berguna bagi pembaca yang berkunjung kemari, dan hal tersebut pastilah disampaikan nanti.

Untuk saat ini ? Biarlah keputusan ini saja yang dijalankan…