EtiKa keSoPanan

5

Category : tentang Opini

Saya masih ingat jaman kecil dahulu, selalu diajarkan etika kesopanan oleh Nenek, terutama kalo lagi berhadapan dengan orang lain. Seperti selalu mengatakan ‘Tabik’ atau ‘Permisi’ saat melewati orang lain yang sedang duduk.

Mengapa saya jadi teringat dengan hal kecil itu ? lantaran saya mengalami hal unik saat bersembahyang di Pura Dalem Tonja, Kuningan lalu, duduk dibawah (ditanah) menanti upacara persembahyangan bersama dilakukan.

Eh, Bapak-bapak yang duduk di pinggiran Bale Gong, dengan cueknya menaikkan satu kaki mereka tanpa menghiraukan para pemedek Pura yang ramai duduk didepannya. Jelas ini mengundang bisik-bisik para pemedek lainnya yang rata-rata berkomentar ‘apa Bapak-bapak itu gak tau sopan santun kali ya ?

He… Kalo saja aksi mereka ini dilihat oleh Nenek saya secara langsung, dijamin bakalan kena bentak, marah-marah sambil menjelaskan arti pentingnya etika sopan santun pada orang lain. Sayangnya Nenek saya itu sudah Almarhum tahun 1984 lalu. He… dan saya gak punya keberanian untuk mengingatkan Bapak-bapak tersebut, khawatir kata-kata iklan rokok putih bakalan terlontar ‘Yang Muda ya gak boleh BicaRA’ He….