Unboxing AndroMax E2+ dan beberapa Catatan Khusus

Category : tentang TeKnoLoGi

Ndak jauh beda dengan kehadiran para pendahulunya, kemasan AndroMax E2+ masih memiliki dimensi yang sama, desain yang sama dan isi penjualan yang sama. Gak heran sih ya. Wong secara dimensi layar yang digunakan rata-rata juga masih menyerupai satu sama lainnya.

Selain ponsel, ada batere terpisah dengan bertuliskan Hisense yang kelihatannya diperuntukkan bagi ponsel AndroMax series berspesifikasi Premium, lalu headset, charger dengan kepala yang dapat dipisah sehingga bisa difungsikan pula sebagai kabel data, kartu sim 4G LTE berukuran micro, manual book, juga garansi resmi.

Unboxing AnDroMax E2+ 6

Harga jual di awal saat proses Unboxing ini dilakukan masih berada pada angka 1.199.999 rupiah yang kini setelah berselang dua bulan sudah diturunkan melalui paket Promo menjadi sebesar 999.000 saja.
Makin terjangkau bukan ?
Jarang-jarang loh ada yang berani memberikan spesifikasi RAM hingga 2 GB.

Untuk penampakan dan review desain, kelihatannya sudah cukup dari saya kan ?di tulisan kemarin ?
Jadi sesi ini rencananya saya pengen tambah kan dengan berbagi pengalaman dan catatan khusus saat menggunakan ponsel 4G LTE AndroMax E2+ lebih jauh.
Disimak ya.

Sebagai pendatang baru, kehadiran AndroMax E2+ ini kelihatannya bakalan cukup menantang di segmen ponsel pemula yang dijual dengan harga satu juta rupiah, kurang seribu.
Yang bila disandingkan dengan para rival dari brand global tampaknya secara spesifikasi yang ingin ditawarkan sudah jauh lebih baik dan memuaskan. Apalagi selain RAM 2 GB, seri dengan desain premium ini hadir pula dengan internal storage sebesar 16 GB dan pilihan slot memory eksternal terpisah dengan Dual Sim Card yang ada.

AndroMax E2+ 7

Dengan kepemilikan jeroan sekeren itu, yang namanya Pokemon GO sih sudah nggak ada masalah lagi untuk dimainkan dengan nyaman.
Mulus mas… Semulus pantat bayi.
Bahkan di kesempatan terakhir saya mencoba perburuan, bisa dapetin si omang omang Parasect dengan CP 400an tanpa masalah.
Cuma yang belum kesampean sampe sekarang ya nge-Gym Battle nya. Berhubung belum tau caranya. Hehehe…

Untuk ukuran spek segitu, yang paling menarik buat saya adalah form factornya yang setia berada di ukuran layar 4.5 inchi. Padahal di luaran sudah betebaran ponsel spek setara yang dijual dengan ukuran layar jumbo. Menyusahkan mereka yang punya luasan genggaman tangan terbatas macam istri saya.
Jadi ceritanya khusus untuk kategori Android, kelihatannya kini sudah ada pilihannya. Sejauh yang saya tahu hanya iPhone 5/5S saja yang bisa disetarakan secara visual, namun dengan harga jual berlipat.

Tapi meskipun AndroMax E2+ merupakan pendatang baru di kancah pasar ponsel Indonesia, untuk urusan asesories termasuk case pelindungnya malah bisa ditemukan dengan mudah di pasar jual beli online TokoPedia loh. Jadi jangan khawatir kalo ingin sekedar bergaya dengan ponsel ini kemana-mana.

Cuma sayangnya, suara speaker saat hubungan telepon digunakan cukup keras terdengar orang di sekitarnya. Bagi saya cukup mengganggu sih, soale ini berkaitan dengan privacy obrolan.
Mosok soal tawar menawar jasa pijat plus sampe kedengeran gebetan kan bisa war belakangan ? He…

AndroMax E2+ 4G LTE terjangkau, Desain Premium

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebagai penerus seri E2, ponsel 4G LTE yang diluncurkan pada bulan Juni lalu ini, hadir di pangsa pasar yang sama atau Low End Android kelas Pemula. Harga jualnya tergolong terjangkau kantong, masih kompetitif dengan beberapa brand global lainnya, dengan spesifikasi menengah yang menjadikannya menarik untuk dijadikan pilihan.
Mau tau lebih jauh ?

Yuk kita ngulik AndroMax E2+ hari ini.

AnDroMax E2+ PanDe Baik 2

Tampilannya premium. Ini menurut saya loh ya.
Saat pertama kali ponsel ini digenggam, mengingatkan saya pada ponsel lawas milik Apple yang diturunkan dengan lapisan bezel logam mengelilingi sisi samping bodi ponsel, menyebabkannya sedikit terasa berat ketimbang para kompetitor di kelas yang sama.

AndroMax E2+ hadir dengan lebar layar standar kelas Pemula yaitu 4.5 inchi resolusi 854×480 pixels dan kerapatan 218 ppi, dan didukung teknologi OCA (on-Lense Clear Adhesive) LCD capacitive touchscreen berkedalaman 16 juta warna yang menghasilkan tampilan jernih ketimbang pendahulunya serta cukup jelas dilihat dari berbagai sisi. Meski tak sebanding dengan jenis layar yang disematkan oleh Samsung dalam setiap seri ponselnya.

Lapisan belakang masih sama, terbuat dari plastik dof yang dijamin tidak akan meninggalkan bekas sidik jari pada permukaannya, dan semua tombol berbaris rapi di sisi kanan samping ponsel. Letak slot charging sedikit berbeda dari ponsel kebanyakan yaitu di sisi bawah agak ke kanan.

AnDroMax E2+ PanDe Baik 5

Mengingat seri E2+ ini merupakan pengembangan, maka dari spesifikasi yang ditawarkan tergolong cukup mumpuni terutama jika dikaitkan dengan harga jual yang menyertainya.
Prosesor Quad Core 1,3 Ghz dengan internal Storage sebesar 16 GB dan besaran RAM hingga 2 GB tampaknya paling siap bersaing dengan para sejawatnya di rentang yang sama. Spesifikasi ini kurang lebih setara dengan ponsel Galaxy Note II yang kini masih setia menemani hari-hari istri.

Masih menggunakan OS Android Lollipop dengan dukungan jaringan 4G serta fitur voice call berbasis voLTE yang mampu memberikan kualitas suara yang lebih baik serta mampu mengunduh data di saat yang sama. Kalo masih penasaran apa itu voLTE bisa mampir di tulisan saya sebelumnya deh.

User Interface yang digunakan masih sama dengan seri pendahulu, E2 yang secara default tidak bisa digantikan secara permanen dengan sejumlah Launcher pilihan pengguna, utamanya saat ponsel diRestart ulang atau dinyalakan kembali. Selain itu, fitur Task Managernya tidak akan meReset penggunaan aplikasi/games yang tadinya diaktifkan meski sudah berkali-kali diReset sekalipun. Agak mengganggu juga sih sebenarnya.

Yang unik, AndroMax E2+ ini membawa sejumlah fitur tambahan yang unik dalam paket penjualannya seperti Uangku atau Sale Stock, aplikasi belanja online yang kelihatannya lebih diperuntukkan bagi para pengguna Wanita. Hehehe…
Dan selain didukung oleh pasar aplikasi milik Google secara bawaan ponsel Android, ada juga pasar aplikasi yang dibesut oleh SmartFren dengan beragam penawaran menarik untuk dicoba.

AnDroMax E2+ PanDe Baik 7

Ingin tahu apa saja isi dari paket penjualan AndroMax E2+ ? Simak di tulisan berikutnya, edisi Unboxing selanjutnya.

Ponsel 4G LTE Terjangkau dalam balutan Premium, Memangnya Ada ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Tak banyak brand ponsel yang mengedepankan desain saat berupaya untuk menjual murah perangkat bersama segala peningkatan kapasitas yang dimiliki demi menarik minat konsumen.

Katakanlah beberapa brand lokal.
Ketika harga dikedepankan, sebagian besar malah mengorbankan desain meski spesifikasi yang dijual tergolong kelas menengah.
Demikian halnya brand global.
Berada di segmen yang sama, spesifikasi perangkat kerap dinomorduakan.

Lalu bagaimana dengan perangkat yang satu ini ?

Biar ndak penasaran, saya kenalkan deh seri AndroMax terbaru, satu diantara dua yang dirilis sebulan belakangan.
AndroMax E2+.

Smartfren Andromax E2+

Jujur, awalnya saya nggak terlalu tertarik untuk melakukan Unboxing perangkat berjaringan 4G LTE yang merupakan pengembangan seri sebelumnya E2 yang dirilis Triwulan pertama kemarin.
Berhubung secara desain terdahulu memang memberikan kesan ponsel murah meski spesifikasi tergolong standar masa kini.

Tapi pas punya waktu lowong untuk melihatnya lebih jauh, yang ada malah kaget. Hehehe…
Karena untuk sebuah ponsel yang dijual kepada konsumen di rentang harga 1.199 ribu rupiah atau kalo dibulatkan jadi 1,2 juta, seri AndroMax E2+ ini punya penampilan menyerupai ponsel buah berharga mahal itu.
Eh langsung disebut deh, iPhone 4 besutan Apple. Hanya dari segi material luar loh ya. Utamanya pada penggunaan material logam pada bezel di sekeliling ponsel. Selebihnya ya memang khas AndroMax lewat seri Android mereka.

Masih belum percaya ?

Simak tulisan lanjutannya ya.

Pengalaman menjajal Andromax E2

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Terbiasa menggunakan perangkat Android berlayar lebar, bisa jadi kalian demikian halnya saya, akan merasa tak nyaman saat mencoba menggunakan Andromax E2 sebagai perangkat kerja sehari-hari. Selain memaksa untuk memicingkan mata dan mendekatkan layar agar tulisan terlihat jelas, luasan area keyboard sentuh yang menyempit tampaknya menghasilkan barisan tulisan yang typo lantaran jari jempol yang cukup besar. Fiuh…

Akan tetapi bagi kalian yang sudah familiar dan menyukai layar dan ponsel yang nyaman berada dalam genggaman juga lebar saku baju atau celana, saya yakin gak akan banyak penyesuaian kok yang kalian rasakan saat menjajal ponsel murah dan terjangkau berkecepatan 4G LTE ini. Gak percaya ? Coba saja sendiri.

Pertama kali aktivasi, nomor yang dibekali dalam paket penjualan langsung disuntikkan kuota data sebesar 2 GB yang dapat digunakan selama seminggu penuh dengan pemanfaatan waktu sedari pukul 7 pagi waktu WIB hingga tengah malam. Sedangkan sisanya, diberikan tambahan data sebesar 6 GB yang secara pegawai harian seperti saya, efektif digunakan sejak bangun pagi hingga berada di kursi kantor. Lumayan kok bisa menghabiskan kuota 8 GB tersebut. He…

Screenshot_2016-03-28-21-10-14

Terpantau dua kali pembaharuan software yang didapat pasca Unboxing kemarin, menyumbang penghabisan kuota data kisaran 120an MB, dan sisanya dimanfaatkan untuk membantu pembaharuan aplikasi juga games bagi 5 perangkat lainnya yang aktif kami sekeluarga gunakan di rumah. Ditambah beberapa video talk show ternama yang ndak sempat saya tonton langsung di layar MetroTV.

Adalah VoLTE, teknologi baru yang diperkenalkan operator SmartFren lewat dua senjata baru mereka, Andromax R2 dan E2 yang saya pegang kali ini, tampaknya memang sesuai dengan iklan yang dihadirkan. Selain suara lawan terdengar lebih jernih, waktu menunggupun nyaris tak terasa. Hanya belum sempat aja dicoba untuk berbicara sembari mengunduh data sebagaimana salah satu kelebihan VoLTE.
Cuma sayangnya, teknologi Voice Over LTE ini hanya bisa dimanfaatkan saat perangkat berada pada jalur atau area yang mendukung kecepatan 4G saja. Di luar itu ? Bye bye. Hehehe…
Untuk mengetahui jalur atau area mana saja di seputaran kalian yang sudah mendukung jaringan 4G LTE bisa pantau akun Twitter @smartfrenworld atau khusus wilayah seputaran Denpasar bisa lihat di tulisan lama saya disini.

Saat dicoba untuk memainkan beberapa games ukuran standar, sekitaran 100an MB, perangkat gak menunjukkan gejala lag atau melambat. Bisa dimaklumi lantaran Andromax E2 hadir dengan spesifikasi standar ponsel pemula masa kini, prosesor Quad Core dengan besaran memory RAM 1 GB plus internal storage 8 GB plus dukungan kartu memori luar.
Sedang saat di uji coba menggunakan permainan sekelas Asphalt dan Fifa sebagaimana percobaan terdahulu pada perangkat berspesifikasi sama, terpantau ada sedikit lag saat game berlangsung namun tak terlalu mengganggu kok.

Menilik lebih jauh perangkat pintar Andromax E2, kalian bakalan kagum dengan penambahan fitur default yang ditanamkan tanpa perlu lagi menambahkan aplikasi dengan fungsi serupa.
Misalkan Gesture saat layar ponsel dalam kondisi mati. Ada beberapa aksi yang bisa dilakukan untuk mengaktifkan fungsi tertentu tanpa menyalakan layar. Misalkan akses kamera dengan menggeser layar ke arah bawah. Atau menggambar huruf ‘c’ untuk akses Dial phone. Dan masih banyak lagi lainnya, serupa ponsel SmartFren yang saya review terdahulu.

Beda lagi dengan opsi penambahan User diluar pemilik ponsel atau yang biasa disebut sebagai tamu ‘Guest’ sempat mengingatkan saya pada perangkat pc desktop atau notebook. Opsi Guest ini menurut pandangan saya, bisa difungsikan untuk menambah pengguna seperti anak anak misalkan yang nantinya bisa diatur tampilan UI yang digunakan, aplikasi apa saja yang diinstalasi, yang tentu akan berimbas pula pada pembagian space internal storage untuk melakukan penyimpanan data. Unik bukan ?

Masuk lagi ke menu Pengaturan, kita bisa menemukan fitur Scheduled Power On and Off, yang fungsinya untuk mematikan ponsel secara otomatis dan menyalakannya kembali pada jam-jam tertentu sebagaimana keinginan pengguna. Jadi ya, ndak perlu repot mematikan ponsel saat malam hari dan menyalakannya di pagi hari untuk menghemat umur ponsel.

Screenshot_2016-03-28-21-09-28

Trus ada juga User Manual book bagi kalian yang ingin mengenal lebih jauh perangkat Andromax E2. Isinya cukup lengkap saya lihat, jadi ndak perlu khawatir jika merasa kesulitan dalam mengoperasikan ponsel yang satu ini.

Masuk ke menu Galery, kalian akan menemukan beberapa opsi pilihan di luar urutan per Album atau nama folder. Misalkan Times atau urutan pengambilan, Tags jika ada, people atau Location yang biasanya terhubung melalui gps pada perangkat ponsel. Pun jika dibutuhkan, terdapat pula opsi untuk menyembunyikan hasil foto yang dapat dijadikan satu dalam folder tertentu untuk mengamankannya dari jangkauan anak-anak. *uhuk

Terakhir, bagi kalian yang menyukai pengambilan gambar menggunakan lensa kamera yang ada, terdapat cukup banyak opsi pengaturan lanjutan yang dapat dimanfaatkan untuk merekam gambar, tidak hanya untuk kebutuhan selfie saja.

Semua fitur dan kemampuan ponsel Andromax E2 diatas bisa kalian dapatkan dengan harga jual Rp. 899.000 saja. Murah dan terjangkau bukan ? Apalagi dukungan jaringan 4G LTE nya cukup menggoda hati.
Jika kalian menginginkan sebuah perangkat Android pemula yang mumpuni, saya rekomendasikan kok untuk yang satu ini.

Eh iya, ada yang kelupaan satu lagi.

Saat melakukan Unboxing kelak, stiker pengaman layar yang dibekali dalam paket pembelian, baiknya ndak usah dilepas seperti halnya ponsel lain. Mumpung stiker tersebut tak dihiasi tulisan macam-macam laiknya Samsung, pasca instalasi hingga ponsel siap digunakan, stiker ini masih lumayan untuk digunakan melindungi layar kok. He… mengantisipasi minimnya stok stiker pelindung di pasaran mengingat secara rilis ponsel masih tergolong baru gres.

Oke, ada lagi yang kelupaan kira-kira ?

Andromax E2 dan para Penantang

Category : tentang TeKnoLoGi

Bicara Andromax E2, ada tiga hal penting yang menjadikannya Jagoan di pangsa pasar Pemula. Jaringan 4G LTE, spesifikasi standar masa kini dan tentu saja Harga yang terjangkau.
Selebihnya saya kira merupakan Bonus yang bisa didapat pasca pembelian perangkat yang memiliki masa waktu berlaku tertentu.

Jika kemudian ingin bersaing ke permukaan, maka setidaknya dibutuhkan para kompetitor, penantang yang minimal berada pada rentang harga atau spesifikasi yang sama, sehingga pilihan itu akan dengan mudah dijatuhkan. Dari dua kriteria diatas, yang paling mudah diupayakan tentu saja harga atau rentang yang diberikan. Katakanlah maksimum pada nilai 1 Juta rupiah, atau 1,5 dimana jika opsi terakhir dipilih, ada kemungkinan kalian akan mendapatkan 2 ponsel Andromax E2 apabila kelak terdapat promo atau potongan harga. He… Becanda kawan.
Setelah patokan harga, selanjutnya dipilih Spesifikasi jaringan 4G LTE sebagai filter kedua.

Okey, kita lihat yuk ponsel apa saja yang bisa menjadi Penantang Andromax E2 di kisaran harga 1,5 juta.

PanDe Baik AndroMax E2 Penantang

Pertama ada Samsung Galaxy J1 Ace. Ponsel branded dari Korea ini dirilis bulan September 2015 lalu. Punya spesifikasi mirip dengan Andromax E2 namun dengan harga yang nyaris dua kali lipatnya. Prosesor Quad Core dengan RAM 768 MB dilengkapi 4 GB ROM atau internal storage yang saya yakin bakalan dibagi dua dengan sisa yang terbatas, namun sudah berjalan pada jaringan 4G LTE. Selebihnya ada kamera 5 MP, layar 4,3 inchi dengan resolusi 480×800 pixel.

Selanjutnya ada LG Leon H324. Memiliki harga jual yang setara dengan saudaranya, Samsung J1 namun dibesut dengan spesifikasi setara Andromax E2. Hanya saja khusus RAM, masih mengadopsi 756 MB sebagaimana J1 diatas.

Ketiga ada Lenovo, lewat seri A2010 yang memiliki spesifikasi setara Andromax E2, hanya tanpa dukungan kartu eksternal tambahan. Untuk harga bisa dikatakan cukup menarik, yaitu kisaran 1,15 Juta saja.
Ada sih yang punya spesifikasi lebih baik namun dengan harga jual setara Samsung dan LG.

Keempat ada Acer dengan dua seri yang memiliki spesifikasi setara Andromax, hanya berada pada rentang harga 1,3 Juta. Acer Liquid Z410 untuk 4G LTE single SIM dan Liquid Z330 untuk versi Dual SIM.

Terakhir, dari jajaran ponsel lokal ada barisan :
– Coolpad Rise A116 di angka 1,4 Juta
– Wiko Lenny 2 di angka 1,1 Juta
– Advan i45 di angka 1 Juta, dan
– Evercoss Winner T3 di angka 1 Juta

Sisanya baik Alcatel, Asus, HTC, Huawei, Oppo, Sony, Xiaomi maupun ZTE dan lainnya, dengan rentang harga jual maks 1,5 juta nyaris tidak ada jagoan yang bisa dimunculkan dengan mengadu jaringan 4G LTE. Jadi ya bisa ditebak. Musti menganggarkan dana sedikit lebih besar untuk bisa mendapatkan perangkat yang setara Andromax E2.
Kelak jika pun ada nanti bisa di share disini yah…

Android E2, Standar tapi Menarik

Category : tentang TeKnoLoGi

Dengan harga jual yang tergolong murah, berada di angka Rp 899.000, sebenarnya tak banyak harapan yang saya berikan pada kehadiran Andromax E2. Apalagi melihat para kompetitor yang bermain di tentang harga yang sama.

Soal Prosesor Qualcomm Quad Core 32 bit, bolehlah dikatakan sudah menjadi Standar baku ponsel Android masa kini. Begitu pula dengan memory RAM 1 GB. Minimal sudah mampu menjalankan beberapa games yang boros space macam Fifa. Apalagi soal kamera 5 MP yang disematkan pada punggung dan depan ponsel seakan sudah wajib dibekali mengingat Trend Selfie makin deras dilakoni konsumen smartphone.
Lalu hal menarik apa yang ditawarkan oleh SmartFren dengan bekerjasama bareng Haier saat ini ?

PanDe Baik AndroMax E2 07

Apalagi kalau bukan akses jaringan 4G LTE, dan teknologi Voice Call memanfaatkan jaringan tersebut yang dinamakan VoLTE.

Jaringan 4G sebenarnya sudah lama digaungkan. Namun fakta lapangannya baru per tahun lalu mulai ramai dibicarakan dan diadopsi oleh berbagai operator negeri ini diantaranya SmartFren. Bisa dipantau di tulisan saya sebelumnya.

Sedangkan untuk teknologi yang dinamakan VoLTE bisa dikatakan merupakan teknologi lama semacam Skype, Viber dan lainnya yang mampu menyajikan komunikasi Video Call antar pengguna maupun Voice murni dengan kejernihan suara yang dihasilkannya.
Kenapa bisa begitu ?

Karena fitur Voice Over LTE ini akan memanfaatkan kecepatan optimal jaringan 4G LTE yang ditangkap dari area sekitar, dan pada saat yang sama dapat pula digunakan untuk aktifitas Internet (download) dengan kecepatan yang sama pula. Info lainnya dari VoLTE ini adalah kemampuannya untuk berpindah fitur antar layanan Voice ke Video Call, begitupun sebaliknya.

Hanya saja, fitur ini baru bisa dimanfaatkan apabila pada area notifikasi atau sisi atas layar ponsel terpantau dan tersedia jaringan 4G LTE. Disajikan dengan logo atau tulisan dimaksud.

PanDe Baik AndroMax E2 True

Selain menawarkan teknologi VoLTE tadi, khusus untuk pengguna Andromax E2 maupun R2, ponsel yang ditawarkan dengan spesifikasi dan harga jual yang lebih tinggi, sama-sama memiliki keuntungan memanfaatkan paket data True Unlimited dengan biaya Rp 75.000 sebulan, tanpa batas FUP. Info lengkap paket ini dan pengalamannya bisa dibaca pula di postingan lama saya di blog ini.
Hanya sayangnya, untuk paket True Unlimited yang diPromosikan sejak November tahun lalu hanya berlaku selama 6 bulan saja, yang notabene akan jatuh pada bulan April depan. Belum ada informasi resmi dari SmartFren apakah paket ini akan dilanjutkan atau tidak. Jadi ya sebetulnya nanggung juga sih…
Sedangkan untuk satu minggu pertama sejak aktivasi, pengguna diberikan Bonus paket data sebesar 2 GB + 6 GB tanpa penambahan pulsa sepeserpun.

Ohya, selain harga, spesifikasi dan penawaran diatas, hal lain yang perlu diketahui sebelum menjatuhkan pilihan pada Andromax E2 adalah resolusi layar yang tergolong standar yaitu 854×480 pixel dengan ukuran 4,5 inchi, kemudian dari 1 GB memory RAM yang bisa digunakan hanyalah kisaran 445 MB saja, serta memory ROM sebesar 8 GB yang hanya dapat dimanfaatkan sebesar 4 GB saja untuk data dan galeri.

PanDe Baik AndroMax E2 Basic

Dari pengujian kecepatan dan kinerja dengan menggunakan aplikasi Antutu Benchmark, Android E2 mampu hadir pada poin 21117 dibawah Lenovo K3 Note, LG G4 dan Google Nexus 6.
Sedangkan saat dilakukan pengujian dengan aplikasi Quadrant, hasil yang disajikan adalah 1533 dibawah Galaxy Nexus dan Nexus S.
Terakhir dengan menggunakan aplikasi Geekbench, hasil pengukuran kinerja juga serupa. Yaitu 1117 setara Galaxy S III dan Motorola G juga X.

PanDe Baik AndroMax E2 Antutu

PanDe Baik AndroMax E2 Quadrant

PanDe Baik AndroMax E2 GeekBench

Dengan kapasitas batere yang pula masih tergolong standar, kalo ndak salah 2000 mAh, daya tahan dalam memanfaatkan jaringan cepat 4G LTE nya pun gak sampe seharian. Jadi bisa menyiapkan power bank tambahan kalo mau dibawa kemana-mana.

Bagi kalian yang menginginkan ponsel murah dan terjangkau namun punya fitur menggiurkan macam jaringan 4G LTE dan paket data Unlimited tadi, bisa mencoba AndroMax E2. Apalagi kalo difungsikan sebagai Hotspot dengan kemampuan Tetheringnya, anggap saja ini seperti membeli sebuah modem dengan bonus telepon komunikasi. Menarik bukan ?

Unboxing Andromax E2, ponsel 4G LTE Terjangkau untuk Kita Semua

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Hadir dalam balutan warna hitam dan bezel abu gelap, sepintas sempat mengingatkan saya pada ponsel lama keluaran Taiwan, yang dahulu pernah menemani hari-hari awal perkenalan dengan Android.

Saat Unboxing dilakukan, terdapat beberapa perlengkapan standar penjualan ponsel sebagaimana lainnya yaitu Charger terpisah yang dapat digunakan sebagai kabel USB ke perangkat PC, handsfree dengan jepitan, kartu garansi, buku petunjuk dan kartu sim card berjaringan 4G LTE yang telah dipotong dan siap pakai berukuran micro. Selain itu ada juga petunjuk penggunaan VoLTE, teknologi terkini milik SmartFren yang disematkan dalam perangkat terbaru mereka. Apa itu VoLTE, nanti dijelaskan lebih lanjut.

PanDe Baik AndroMax E2 01

Masih menyangkut soal desain, Andromax E2 dibekali dengan layar 4,5 inchi yang tergolong ergonomis dan nyaman saat digenggam, utamanya bagi mereka yang tergolong pengguna pemula. Cover belakang menggunakan material plastik dof yang dapat dilepas guna menyematkan kartu memory eksternal micro, dan dua sim card berbeda jaringan. Untuk 4G disediakan slot berukuran micro, sedang lainnya untuk kartu berjaringan GSM dengan ukuran normal. Bisa jadi ini dimaksudkan agar pengguna tidak perlu beralih lagi ke nomor kartu lainnya, tinggal menyematkan pada slot GSM, sedang urusan dunia maya bisa diserahkan pada kartu SmartFren 4G LTE-nya.

Pada bagian bezel abu gelap di sekeliling ponsel, terdapat slot earphone pada sisi atas, volume di sisi kiri, power di kanan dan colokan charger di bagian bawah mendamping lubang kecil microphone.
Lensa kamera terpantau ada 2, belakang dan depan ponsel, dilengkapi dengan lampu flash masing masing, demi mendukung trend selfie bagi pengguna Andromax E2. Adapun resolusi keduanya adalah 5 MP. Tidak ada tombol fisik yang dibenamkan pada layar depan, hanya 3 icon haptic yang berfungsi sebagai Home, Undo dan Multitasking. Sementara speakerphone berada di sisi belakang ponsel, dengan penekanan area khusus.

PanDe Baik AndroMax E2 00

Saat dinyalakan, layar Andromax E2 rupanya cukup nyaman dipandang baik dengan posisi tegak maupun beralih pada sudut pandang samping. Hal yang jarang bisa didapatkan pada ponsel murah lainnya. Menggunakan user interface standar Android yang dibesut dalam aplikasi Launcher3, terpantau tidak dapat diganti secara default ke Launcher lainnya, meski sudah di set melalui menu pengaturan.

Pertama kali menikmati tampilannya sebelum melakukan aktivasi nomor, yang terlihat pada layar notifikasi hanyalah tanda jaringan EVDO 1X. Tak tampak tanda-tanda jaringan 4G LTE sebagaimana jualannya, dan jelas ini cukup membingungkan.
Semua kekhawatiran berangsur lenyap saat aktivasi selesai dilakukan, baik tanda jaringan maupun logo VoLTE hadir menandakan ponsel dan paket data sebesar 2 GB + 6 GB siap dimanfaatkan selama seminggu kedepan.

Secara fisik dan tampilan, saya pikir segitu dulu yang bisa disampaikan, lalu bagaimana jeroan daleman dan kinerjanya, nanti menyusul disampaikan dalam postingan berikutnya.

Ohya, ngomong-ngomong ponsel Android E2 yang mengadopsi jaringan 4G LTE ini dijual dengan harga terjangkau loh untuk kita semua. Hanya sebedar Rp. 899.000 rupiah saja sudah termasuk kartu dan paket data tadi.
Menarik bukan ?

Andromax E2, Ponsel 4G gak harus Mahal

Category : tentang TeKnoLoGi

Tahun lalu di salah satu postingan blog ini, sempat menurunkan review ponsel lokal sejutaan yang mengadopsi spesifikasi Quad Core dan RAM 1 GB. Meski memiliki internal storage yang terbatas, namun fakta yang didapat cukup lumayan menjalankan games Fifa dan NFS meski tidak secara bersamaan.
Dan kelihatannya kemajuan tersebut kemudian menjadi trend di pangsa pasar ponsel pintar berbasis Android. Buktinya, saat ini sudah menjamur berbagai brand ponsel yang tampil dengan spesifikasi serupa, dengan harga terjangkau pula.

Salah satunya yang rajin menurunkan jagoan di lini ini adalah Andromax, nama yang dibesut operator SmartFren kini berupaya masuk dengan beragam inovasinya untuk memuaskan keinginan pasar. Tak hanya mengadopsi jeroan yang yang sama, prosesor Quad Core dan RAM 1 GB, seri terkini yang baru saja dilepas pertengahan Februari lalu menyematkan pula akses kecepatan 4G LTE untuk semua jaringan yang ada di Indonesia.
Sudah begitu, harga yang ditawarkan pun cukup menggoda. Hanya sebesar Rp. 899.000 saja dan sudah termasuk paket data sebesar 2 GB + 6 GB saat aktivasi nomor, yang sayangnya hanya berlaku 1 minggu saja.

PanDe Baik Andromax E2

Sebenarnya ada dua perangkat yang diperkenalkan bersamaan. Seri E2, yang saya sampaikan diatas tadi dan seri R2, yang memiliki spesifikasi daleman dua kali lipat E2, dengan harga jual yang dua kali lipatnya pula. Hehehe…

Lalu apa saja yang ditawarkan SmartFren kini melalui Andromax seri E2, ponsel 4G yang gak harus Mahal ini ?
Tunggu tulisan berikutnya ya.