KeLuhan akan KuaLitas Pekerjaan DSDP

Category : tentang Opini

Ini adalah pemandangan yang paling sering ditemui pada areal jalan masuk kerumah-rumah usai dikunjungi tim DSDP untuk pemasangan pipa drainase pembuangan dari kamar mandi dan wc milik warga.

Areal jalan masuk yang digali untuk penanaman pipa-pipa tersebut, diurug seadanya tanpa menggunakan alat bantu yang sesuai standar. Hanya ditumbuk dengan tangan saja menggunakan bongkahan beton yang dibentuk sedemikian rupa seperti alu.

Usai ditumbuk sih dari penampilannya oke banget. Apalagi kalo dipasang paving dan diplester kembali. Mulus dan bagus.

Namun, efek yang sebenarnya baru akan terlihat saat hujan turun dengan deras.

Bagi areal jalan yang dahulunya hanya berupa tanah biasa tanpa lapisan atas, langsung anjlok lantaran resapan air tanah yang tinggi plus tekanan beban lalu lintas yang melewati areal tersebut.

Begitu pula yang berkondisi Paving. Kadang Paving yang terpasang malah pecah, lantaran tanah dibawahnya anjlok, sehingga aibat tekanan beban kendaraan yang melintas, menghancurkan paving diatasnya.

Paling kasihan yang dahulunya berkondisi beton pc. Kualitas beton pc pengganti itu rupanya hanya berupa plesteran saja, tanpa ada kandungan beton dibaliknya. Ini saya berani katakan, lantaran motor saya pernah jatuh kearah kiri setelah distandar satu saat parkir pada areal tersebut. Untung motor tak apa-apa. Tapi yang bikin surprais, saat melihat lapisan semen pc yang hancur, nyatanya hanya berupa plesteran diatas tanah biasa.

Walah, ini sih bisa dikatakan pencurian kualitas pekerjaan. Yang sayangnya, sang pelaksana pekerjaan gak kapok-kapok juga. Sangat pintar membodohi para pengawas pekerjaan yang barangkali sudah bodoh duluan. Kok mau-mau saja dibohongi. 🙂

DSDP

Category : tentang KeseHaRian

Tiga tahun terakhir kota Denpasar disibukkan oleh mega proyek pengadaan saluran limbah bagi seluruh masyakat Kota Denpasar, yang lebih dikenal secara awam, DSDP.Kemacetanpun terjadi pada ruas-ruas jalan yang mendapat giliran dibobol sebagian di kiri dan sebagian di kanan, hingga merambah ke masing-masing gang-gang perumahan.
Tak jarang pula satu dua ruas jalan harus ditutup akibat ramainya pekerja yang beraktifitas bersama alat berat serta pipa-pipa beton, dan berakibat pada pengalihan arus lalu lintas kearah lain.

Yang disayangkan, ada beberapa kebocoran terjadi, hinga dala satu ruas jalan, DSDP bisa 2 kali melakukan pembobolan aspal jalan, dan cenderung merusakkan permukaan.
Masih syukur pihak-pihak terkait masih mau mengaspal, dengan cara menambal jalan yang dibobol, namun tentu dengan spesifikasi yang jauh lebih murah, dan akibatnya kualitas dari permukaan jalan pun tak merata.

Yang lebih disayangkan lagi, ada satu dua ruas jalan yang akhirnya diaspal secara keseluruhan, namun masih saja dibobol oleh para pekerja.
Kenapa tak ada koordinasi antar pihak yang terlibat ya?

Kesan tambal sulam khas Pemerintahan Indonesia pun ditangkap masyarakat, karena apa yang ditargetkan tak mampu dicapai sesuai harapan.
Buang-buang anggaran daerah demi sebuah mega proyek dan kucuran dana ke rekening pribadi ?

Namun tetap ada harapan, agar Kota Denpasar tak lagi bersusah payah mengurusi limbah kotoran yang dihasilkan karena sedianya apa yang dilakukan hari ini, bertujuan untuk hidup lebih baikdi tahun-tahun mendatang.

DSDP : Sampai Kapan ?

Category : tentang KeseHaRian

Melintas tadi di Pasar Sanglah menuju Rumah sakit sanglah, terlihat proyek DSDP yang mengambil porsi jalan begitu besar, sampe menutup satu ruas jalan, sehingga mengharuskan arus kendaraan agak memutar dari arah Simpang Enam ke Sesetan.Rencana proyek ini juga mulai terlihat kembali di ruas Jalan Hasanudin, setelah sisi Utara selesai dikerjakan, kini coretan cat tanda proyek bakal berjalan disitu, sudah terlihat di sisi Selatan.

Efeknya sudah tentu terjadi kemacetan, debu dll.
Sayangnya di beberapa tempat terjadi kebocoran air PDAM karena pengerjaannya yang mungkin tidak terkoordinasi terlebih dahulu. Ini menyebabkan, aspal yang sudah dituang karena sebelumnya Proyek DSDP telah selesai dilakukan, harus digali kembali untuk mengantisipasi kebocoran pipa PDAM.

Tapi kata orang besar, ini semua demi mencapai cita-cita Kodya Denpasar, yang lebih sehat. Dengan target penyelesaian tahun 2006, atau mungkin sudah diundur lagi ?
Sampai kapan proyek ini bakalan selesai dan tidak menambal sulam aspal jalan raya di Kota Denpasar ?