Berburu Gadget Lawas #HPjadul

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Diceritakanlah sebuah kisah lama. Dimana saat cerita tersebut terjadi, yang namanya isi dompet masih belum mampu untuk membeli sebuah gadget bekas, apalagi baru, dengan spesifikasi khusus yang lagi nge-Trend jaman itu, sehingga yang ada hanyalah harapan atau bisa dikatakan sebagai impian tak kunjung tiba.
dan ketika jauh berselang sesudahnya, nilai ponsel itupun sudah merosot jatuh, jauh dari harga terdahulu.
Well, jaman now, it’s time to… berburu gadget lawas.

Menelusuri jejak beberapa seri ponsel ataupun gadget berumur di dua aplikasi kekinian, Tokopedia ataupun OLX sebenarnya gak sulit-sulit amat. Tinggal pintar-pintar memanfaatkan kata kuncinya saja. Misalkan ‘mati, matot, mati total, rusak, second, bekas’ atau lebih spesifik ke nama brand dan semacamnya.
Hasilnya ? Maknyusss… seperti kata om Bondan Winarno sang master kuliner yang sudah almarhum kemarin itu.

Bisa berhasil menemukan gadget dengan bentuk dan spesifikasi handal, jaman itu, tentu membuat semangat hidup jadi lebih baik. Surprise begitu mengetahui bentuk asli perangkat yang didambakan, apalagi dalam kondisi masih bisa digunakan, plus dengan harga yang amat sangat terjangkau pula.
Mau tau apa saja tangkapan dan harta karun yang didapatkan ?

Dopod 900. Dalam kondisi masih bisa digunakan.
Gadget satu ini cukup fenomenal di jamannya. Bentukannya yang mirip laptop jaman now, bisa diputerbalikkan.
O2 XDA II. Mati total. Tapi lumayan, bikin saya bernostalgia. Karena varian seri HTC Himalaya ini, sempat saya gunakan dalam kurun waktu yang cukup lama. Kini entah dimana adanya.
O2 XDA IIS. Kondisi masih sama, mati total. Proyek lanjutan dari yang diatas, dengan keypad slider. Cukup menarik hati bagi pengguna PocketPC seantero dunia.
UMPC, semacam Tablet berlayar sentuh masa kini namun lebih bulky, tebal, dan mengadopsi OS Windows XP. Masih berfungsi dengan baik. Edan pokoknya.
Lalu ada juga ponsel Nokia 7650, yang tergolong ponsel Artis jaman old. Kondisi mati total tapi cukup mulus untuk dielus-elus.

Tujuan berburu gadget lawas macam yang saya lakukan dua bulanan ini, sebenarnya pertama tentu saja untuk memuaskan hasrat terpendam yang pernah dimiliki belasan tahun lalu. Ingat, memiliki. Jadi ya musti dibeli.
Positifnya, harga bisa didapatkan dari selembar uang hijau 20ribuan, hingga tiga empat lembar uang merah untuk perangkat yang masih menyala dan berfungsi baik.
Soal kemampuan ya abaikan saja, toh memang gak bakalan digunakan mengingat akses jaringan 4G jaman now jauh lebih menarik ketimbang nostalgia masa lalu.
Disamping itu, tujuan kedua ya dikoleksi.
Dalam pikiran, sempat membayangkan kelak bisa punya satu almari di pojok ruangan yang menyajikan sejumlah gadget terampil masa lalu, lengkap dengan cerita masa jayanya. Katakanlah era trackball BlackBerry Bold yang booming tahun 2008, ponsel sejuta umat Nokia 3310 yang menjadikannya wajib dimiliki oleh pengguna telekomunikasi di jamannya.

Sebenarnya masih ada banyak seri ponsel yang diinginkan untuk diburu dan dimiliki. Namun mengingat harga yang ditebus masih lumayan mahal untuk kelas ponsel tersebut, secara anggaran sepertinya ya saya belum siap untuk itu.

Atau diantara kalian ada yang mau menghibahkannya kepada saya ?

HTC Raksasa Taiwan yang telah menDunia

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Agak tergelitik juga ketika seorang kawan yang telah lama malang melintang di dunia teknologi, mencibir dan mempertanyakan kredibilitas HTC serta mengira produsen ini tak jauh berbeda dengan produk lokal (china).

Bagi yang pernah merasakan hebatnya kemampuan ponsel konvergensi layar sentuh ber-Personal Digital Assistant (PDA) pada awal tahun 2003, saya yakin sudah mengenal produk-produk mereka lebih jauh. Karena HTC-lah yang selama kurun waktu tersebut merupakan sebuah original design manufacturer (perusahaan yang merancang dan memproduksi sebuah produk yang kemudian diberi merek oleh perusahaan lain untuk dijual).

Tercatat nama besar O2, T-Mobile, Dopod bahkan Sony Ericsson merupakan perusahaan yang pernah membeli perangkat produksi HTC di era terdahulu, meski tak dipungkiri bahwa strategi ini masih tetap berjalan hingga kini. Katakan saja produk HTC Universal yang dikemas dalam tiga merek yang berbeda, O2 XDA EXECUTIVE , DOPOD 900 dan T-MOBILE PRO. Atau HTC Blue Angel yang dikenal sebagian masyarakat Indonesia sebagai O2 XDA Iis dan AUDIOVOX 6600 CDMA. Percaya atau tidak produk Xperia X1 yang dirilis Sony Ericsson dan berbasiskan Windows Mobile 6.1 pun memiliki codename HTC Kovsky, dan Google Nexus one yang fenomenal itu  memiliki codename HTC Passion.

HTC Corporation (sebelumnya bernama High Tech Computer Corporation) adalah sebuah perusahaan multinasional yang berbasis di Taiwan. Didirikan pada tahun 1997 silam oleh Cher Wang dan sejauh ini telah  menghasilkan berbagai macam produk telekomunikasi. Seperti yang dikatakan diatas, pada awal berdirinya HTC merupakan sebuah original design manufacturer (perusahaan yang merancang dan memproduksi sebuah produk yang kemudian diberi merek oleh perusahaan lain untuk dijual). Seiring berjalannya waktu, HTC mulai menjual produk dengan mereknya sendiri. HTC awalnya hanya memproduksi telepon pintar (smartphone) yang berbasis perangkat lunak Windows Mobile, namun sejak 2009 mulai mengalihkan fokusnya ke sistem operasi Android.

Beberapa karya produk HTC yang juga telah mendunia disamping yang disebut diatas, meliputi O2 XDA II (HTC Himalaya), Palm Treo Pro (HTC Panther), HP iPAQ hw69xx (HTC Sable), HTC TyTN II, HTC Shift, serta T-Mobile G1 (HTC Dream -produk ponsel pertama di dunia yang berbasiskan Android).

Pasca runtuhnya hegemoni sistem operasi Windows Mobile, HTC bahkan sempat mencoba pula peruntungan dengan merilis beberapa ponsel pintar berbasiskan Windows Phone 7. HTC Mozart, HTC Trophy dan HD7 merupakan Tiga produk diantaranya yang telah dikenal lebih dulu di mata dunia. Sayang, mandegnya pengembangan Windows Phone 7 yang digadang-gadangi bakalan menggantikan Windows Mobile terdahulu malah layu sebelum berkembang, kalah pamor oleh kharisma Android.

Bisa dikatakan nama besar HTC makin berkibar pasca rilis ponsel berbasiskan Android. Beberapa produk yang mereka miliki di lini Open Source ini meliputi HTC Touch, Desire, Legend, Incredible dan terakhir berada di pangsa pasar Tablet 7”, HTC Flyer. Dalam segmen ini HTC menyertai User Interface mereka yang ternama, HTC Sense di setiap rilis produk untuk lebih menarik minat konsumen.

Masih meragukan kualitas dan nama besar HTC ?

Mimpi-mimpi GadGet

Category : tentang TeKnoLoGi

Ini Dopod 900, yang diletakkan di Laptop entah punya siapa, hehehe…

Baik Dopod juga Laptop termasuk mimpi-mimpi berikutnya yang paling gak, pingin banget bisa tercapai, (..duuuh ni orang pengennya yang muluk-muluk deh..)

Sebab, selain buat mendukung kerja, juga berguna utk mejeng huehehe…

Jadi bagi yang punya Dopod 900 ato Laptop yang mutakhir tapi gak kepake, sumbangin ke saya, ya ? ya ? ya ?