Siap Menghadapi Tantangan Global Challenge Samsung Health Berikutnya ?

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KeseHaRian

I’m the cream of the crop, I rise to the top
I never eat a pig, cause a pig is a cop
Or better yet a Terminator, like Arnold Schwarzanegger
Try to play me out like, as if my name was Sega

Repetan House of Pain yang pernah beken jaman saya sekolahan dulu kembali diputar berulang pada headset sebelah yang disambungkan via Bluetooth ke ponsel Android. Menemani langkah santai yang saya lakoni saban sore usai pulang kantor jika kondisi agak capek dan penat. Beat yang diciptakan memang tak segegas rapper kulit hitam Puff Daddy. Jika mau dibandingkan, kecepatan langkah yang dihasilkan sekitar 4,9 km/jam, lebih lambat 0,1 hitungan dengan remake ulang karya The Police tadi.

Jungle Challenge

Memasuki bulan Maret ini, aplikasi Samsung Health kembali menggelar Tantangan berskala Global berikutnya yang diberi tajuk Jungle Challenge. Dengan jumlah Target Awal yang sama dengan sebelumnya, 200 Ribu Langkah.
Saya pribadi sebenarnya tidak terlalu paham apa Misi sesungguhnya Tantangan ini, dan juga Reward apa yang bisa diberikan oleh Samsung bagi para pemenangnya. Namun secara Umum, tantangan ini saya gunakan sebagai sebuah Terapi Kesehatan dalam rangka menurunkan Gula Darah, pula Diet menurunkan Berat Badan jika mampu. Minimal mengejar 10 ribuan langkah per harinya, meningkat sedikit dari Standar Awal yang ditentukan Samsung Gear.

Dilihat dari segi fisik, kini saya jadi lebih mudah berkeringat dari sebelumnya meski belum sebanyak harapan. Bisa jadi karena kecepatan langkah yang dilakukan hanya sebatas 5,0 km/jam. Bandingkan dengan langkah terdahulu yang bisa mencapai 6 hingga 9,3 km/jam. Atau bisa juga lantaran seragam yang digunakan belum dilengkapi dengan jaket parasut yang mampu menjaga suhu badan tetap panas saat angin sepoi berhembus di sepanjang jalan yang dilalui.

Kalian siap ikutan menghadapi tantangan Global Challenge Samsung Health berikutnya ?

300 Ribu Langkah Spa Challenge Samsung Health

Category : tentang DiRi SenDiri

Every step I take, every move I make
Every single day, every time I pray
I’ll be missin’ you

Reff yang dilantunkan Faith Evans bareng Puff Daddy sebagai bentuk Tribute pada rapper Notorious BIG, selalu menemani langkah kaki cepat yang saya lakukan saban sore sepulang kerja. Beat nya tergolong asyik, tidak terlalu cepat pula tidak melambai, memberikan nafas teratur jika diputar ulang terus menerus sepanjang perjalanan. Entah mengitari lapangan Puputan Badung, Puputan Renon ataukah jalan raya seputaran sekolah anak anak.

300 Ribu Langkah

Pencapaian ini akhirnya bisa juga setelah hari ke-27 rutinitas berjalan kaki dilakukan.
Selain sebagai aktifitas harian disela diet demi menurunkan kadar gula darah, ini dilakukan untuk memenuhi tantangan Spa Challenge yang dibesut oleh aplikasi Samsung Health dengan Target Awal sekitar 200 Ribu Langkah saja.
Jadi berkembang ke angka 300 Ribu gegara rekan senior saya, Dody dari Ganesha Global jauh memimpin setiap harinya. Selisih sekitaran 20 hingga 30 ribuan langkah saban sore usai rutinitas dilakukan. Terpacu juga jadinya.

Untuk bisa mencapai itu, setiap hari minimal harus melakoni 10 ribuan langkah rata-rata. Itu setara 6 kali keliling lapangan Puputan Badung dikombinasikan aktifitas sehari-hari sejak pukul 5.30 pagi. Atau 8 – 10 kalinya jika hari Sabtu dan Minggu. Berhubung aktifitas harian di rumah tidak sebanyak naik turun tangga di kantor.
Hasilnya lumayan. Selain memang melaksanakan Diet Karbo, mengurangi konsumsi nasi putih secara frontal, menggantikannya hanya pada pagi hari itupun dengan beras Hitam, berat badan bisa turun sekitar 2 Kg dalam sebulan ini.
Target penurunan ini sih sebenarnya biar bisa sekurus Pak Jokowi, Presiden saya.
Tapi apa bisa ?

Pengalaman Pertama menjalani Pemeriksaan Diabetic Centre

Category : tentang KHayaLan

Berbekal informasi awal tentang tata cara pengambilan nomor antrean BPJS di RS Sanglah dari kakak ipar yang bertugas disitu, sekitar pukul 6.15 pagi tadi, kamis 22 Februari, saya sudah tiba di pelataran Poli dan menaruh berkas pada tumpukan daftar tunggu manula.
Meski awalnya agak pesimis bisa segera mendapatkan nomor antrean, berhubung diwajibkan puasa dari jam 9 kemarin malam, tapi ternyata ketiadaan kartu RS Sanglah lantaran seingat saya belum pernah berhubungan atas nama pribadi, memberikan peluang Nomor Antrean 1 bagi Pasien Baru.
Maka setelah melewati proses input Administrasi di Loket 1 pun, sekitar pk.7.30 pagi saya sudah menunggu kedatangan dokter untuk panggilan cek lab. Masih cukup waktu untuk menumpahkan isi hati melalui Evernote.

Sekitar pk.7.45 pasien pertama antrean Pusat Diabetes inipun mulai dipanggil. Saya mendapat giliran yang keempat.
Berdasarkan info dari Petugas, saya harus meluncur ke Bagian Laboratorium disebelahnya PMI yang rupanya sudah penuh antrean pasien dari berbagai belahan poliklinik. Disini saya mendapatkan nomor Antrean A80 sementara yang dipanggil baru sekitaran A20an. Masih cukup lama.
Jadi antre agak lama berhubung proses pengambilan darah hanya cukup sekali saja, yang diarahkan ke ruangan besar, sementara ruangan kecil dimana antreannya sedikit diperuntukkan bagi pasien dengan dua kali pengambilan darah.
Baiklah.

1,5 Jam berlalu. Akhirnya Antrean nomor A80 pun dipanggil ke Konter 1.
Kirain bisa langsung ambil darah, ternyata dapat Antrean lagi nomor C123. Sementara yang dipanggil baru nomor 40an. What the… ?

Pantes saja ada Ibu-ibu tua yang barusan duduk didepan saya, sempat komplain dengan keluarganya, kok bisa setelah pemanggilan nomor A6 malah nunggu lagi jadi C26 ?
Adeeehhh…
Pantesan saja ruangan ini penuh sesak dari pagi. Rupanya prosesnya dobel toh ?
Yang dapat urutan Nomor 1 Pasien Baru saja musti nunggu edan begini sampe jam 9.15 belum juga ambil darah, apalagi yang Antrean belakangan ya ?
Pantesan juga kalo di Poli tadi sejak jam 6 pagi infonya sudah mulai berdatangan antre ambil nomor. Memeh…

Kira-kira sampai jam berapa ya selesai proses Cek Lab kali ini ?