…dan mereka kian tak tahu malu…

18

Category : tentang DiRi SenDiri

Sesungguhnya semua ini berawal dari keinginan untuk memperjelas sesuatu hal yang sudah lama terpendam, sudah lama kian tak jelas maksud apa dan bagaimana nantinya. Namun mereka yang terusik oleh kenyamanan yang mereka buat selama ini untuk dirinya sendiri dan sekelompok orang yang mendukung, pelan-pelan mulai merapatkan barisan mengumpulkan orang-orang yang mulai dihinggapi krisis kepercayaan, dan fitnahpun mulai disebarkan.

Satu persatu pernyataan yang kami buat dipelintir dan disangkutpautkan berdasarkan kemampuan dan daya nalar mereka sendiri, membuat satu kesimpulan yang menyesatkan untuk kemudian disebarkan kembali agar kelompok yang mereka kini banggakan, percaya dengan propaganda-propaganda tengik. Adu domba, senjata ala penjajah jaman dahulu digunakan untuk memecah belah orang-orang yang menginginkan terkuaknya kebenaran itu. Cerita yang sangat familiar bukan ?

Rumah bukan lagi satu tempat tinggal yang nyaman. Rumah bukan lagi satu tempat dimana kita ingin kembali usai menjalani rutinitas keseharian karena kini Rumah telah dipenuhi oleh banyak ‘musuh dalam selimut’ yang kian tak tahu malu. Mereka mulai menyebarkan cerita yang mereka buat sendiri agar orang-orang lain disekitar kami percaya, bahwa apa yang kami dambakan hanyalah sebuah keserakahan atas dasar keinginan pribadi. Tak hanya orang tua, anak-anakpun di-doktrin agar tak seenaknya mengumbar senyum pada kami, agar tak seenaknya bertegur sapa seperti dahulu yang membuat sebuah senyum dan tegur sapa itu jauh lebih mahal dari sebuah ponsel BLackBerry.

Mereka boleh menjatuhkan kami, merekapun boleh membunuh kami secara perlahan, namun kami tetap yakin bahwa satu saat nanti kebaikan itu akan memenangkan semua pertarungan. Bahwa kejujuran adalah puncak segalanya. Bahwa fitnah dan kedengkian mereka akan berbalik pada diri mereka sendiri.

Semua ini sebenarnya sudah pernah terjadi sebelumnya, namun mereka tetap tak mau belajar dari pengalaman di masa lalu. Tetap saja mengulang kesalahan yang sama, tetap saja berusaha mewujudkan keinginan mereka dengan cara picik.

Jaman telah banyak berubah, pendidikan kian tinggi dapat digapai. Kemajuan teknologi sudah begitu peliknya, namun api permusuhan itu kian besar. Entah kapan kita bisa maju, mewujudkan sebuah mimpi yang ada pada pikiran kami akan sebuah keluarga besar yang rukun sejahtera. Saling membantu dan saling menghormati.

…dan toleransi itupun sudah tiada lagi… Musnah oleh doktrin yang mereka tanamkan.

…dan kenyamanan itupun entah kapan bisa kami temui lagi…

Rumah hanyalah sebuah tempat yang dipenuhi kebisingan dan muka-muka masam…

Pada Akhirnya Kekuatan Alam-lah yang Berbicara

33

Category : tentang Opini

2012 menjadi Box Office dimana-mana, tak terkecuali di negeri ini. Tiket terjual SOLD OUT setiap harinya kendati antrean masih panjang. Mereka yang geram dengan cerita ‘mendahului kehendak Tuhan’ ini mulai menunjukkan aksi, menolak penayangan film tersebut di tanah air…

2012 hanyalah salah satu dari sekian banyak film besutan Hollywood yang mengisahkan begitu menakutkannya sebuah kekuatan yang berasal dari Alam, siap menelan manusia yang sedari dulu selalu dan tak pernah lelah merusaknya. ‘Day After Tomorrow’ juga salah satunya. Global Warning telah didengungkan, rekomendari telah disuarakan, namun tak ada yang berubah, manusia tetap saja merusak alam sekehendak hati mereka.

Negeri ini bukanlah satu dua kali tertimpa bencana yang diakibatkan oleh Alam. Gempa ataupun Tanah Longsor adalah berita yang kerap menghiasi headline media cetak. Tsunami Aceh, Tsunami YogYa hingga yang diakibatkan oleh keteledoran manusia, Lumpur Lapindo. Semua itu adalah cermin dari kekuatan Alam yang telah murka pada manusia, dan kita semua tak juga mau menyadarinya.

Hutan terus saja dibabat, laut atau pantai terus saja direklamasi, dan dipercaya atau tidak, tak ada yang mau memperbaiki sikap perilaku mereka, apalagi kalo bukan karena soal uang, komisi, amplop yang barangkali dalam sekejap berubah menjadi sampah kehidupan masa depan.

Tak ada artinya lagi teknologi dan kemajuan peradaban manusia, semua sama rapuhnya ketika berhadapan dengan kekuatan alam, dan kita sudah kerap diperingatkan oleh-Nya…

Haruskah kita menunggu untuk berbenah diri ?

Anak Hukum itu pintar ya ?

10

Category : tentang KHayaLan

‘Mas, 1+1 jadinya brapa ?’ ‘tergantung pada siapa situ nanya…’ sahut seorang mantan mahasiswa fakultas Hukum yang lulus dengan predikat cumlaude.

‘loh maksudnya bagemana Mas ?’

‘Kalo situ nanya ke ahli matematika ya jawabannya pasti dua (2). Kalo nanya ke ahli ekonomi, jawabannya ya tergantung suku bunga bank terakhir. Minimal harus lebih besar dari dua (2). Malah kalo nanya ke sepasang suami istri, jawabannya bisa tiga (3), empat (4) bahkan lebih, tergantung kesiapan mereka berdua. :p’

‘Kok bisa gitu Mas ?‘ ‘Ya iyalah masa Ya iyadong ? segala sesuatu yang terjadi atau yang dipertanyakan itu gak bisa disamakan pola jalan pemikirannya dengan matematika, dimana 1+1=2. Perlu ditelusuri terlebih dahulu siapa, bagaimana dan latar belakang pendidikan orang yang bersangkutan.’

‘Kok saya makin gak ngerti ya Mas ?’ ‘Gini loh, satu masalah sederhana bisa saja berubah menjadi rumit ketika masalah tersebut disodorkan pada banyak orang. Malah yang sebenarnya gampang ditebak, malah bisa dibelokkan kesana sini atas dasar alasan tertentu, tergantung pintarnya si pelaku. Tergantung pada bidang yang sering mereka geluti dan pahami.’

‘Trus saya musti nanya kemana Mas tentang 1+1 jadinya brapa ?’ ‘lha ? situ sendiri emangnya ndak bisa ?’ si mantan mahasiwa balik bertanya.

‘Ndak Mas, saya orang yang gak pernah belajar.’ ‘Ndak pernah belajar apa ndak mau belajar ? beda loh…’ timpal si mantan mahasiswa lagi.

‘Tepatnya ndak pernah mau blajar. Hehehe…’ ‘Trus maksudnya nanya 1+1 jadinya brapa itu bagemana ?’ tanyanya lagi.

‘Gini loh… waaaah saya jadi ikut-ikutan kata-kata Mas tadi. Hehehe… Anak saya yang baru sekolah TK tadi pagi nanya, Pak 1+1 itu jadinya brapa ? Lantaran saya ndak tau ya nanya ke Mas aja. Kan katanya Mas itu lulusan terbaik ?’

‘ealah… ta’pikir tadi itu situ mau nguji saya… ampuuunnn Tuhan….’

‘Ternyata lulusan ilmu Hukum itu pintar-pintar ya Mas ? hehehe…’

Menularkan semangat kepada Semua Orang

20

Category : tentang DiRi SenDiri

Sungguh menyenangkan apabila orang-orang disekitar kita secara perlahan atas kesadaran mereka sendiri mengikuti hobby atau rutinitas yang kita lakukan. Menularkan semangat belajar itu memang gak gampang, minimal musti diperlihatkan dahulu dimana letak keasyikkannya.

Menularkan semangat nge-BLoG pada teman-teman yang pernah sua ataupun sekedar kontak via chat, adalah salah satu yang hingga kini masih saya lakukan. Walaupun apa yang saya dapatkan selama tiga tahun nge-BLoG belum sampai pada tahap kepuasan materi. Untuk bisa mengetahui isi hati, keseharian hingga sudut pandang teman-teman blogger baru ini terhadap lingkungan kita saja sudah sangat membanggakan. Ternyata apa yang saya jelaskan bisa mereka pahami dengan baik.

Menularkan semangat kerja via PC atau laptop, memudahkan segala bentuk pekerjaan yang barangkali dahulunya memerlukan waktu yang sangat banyak untuk bisa menyelesaikannya. Belajar menggunakan, memelihara hingga selalu berusaha untuk lebih kreatif dalam menyikapi satu dua masalah setidaknya bagi saya pribadi sudah menunjukkan satu kemajuan besar dalam perjalanan lima tahun terakhir.

Menularkan optimalisasi ponsel, tidak hanya digunakan untuk alat komunikasi telepon dan sms tapi juga internetan, mendukung pekerjaan minor hingga memanfaatkan fitur yang ada didalamnya, ternyata memberikan banyak keuntungan. Bisa menjajal beberapa seri ponsel yang barangkali seumur-umur gak bakalan bisa dimiliki adalah keuntungan pertama. Mengetahui kelebihan serta kekurangan dari sebuah karya teknologi memberikan satu kepuasan ketika siempunya ponsel bisa mengetahui serta memahami lebih jauh, tidak hanya terbuai dari iklan yang menyesatkan.

Menularkan keasyikan ber-FaceBook adalah yang terbaik dari segala hal yang pernah saya lakukan. Secara bertahap dari rekan-rekan kuliah, rekan kantor, teman lama hingga yang terakhir pada keluarga, pelan tapi pasti telah terhubung oleh canggihnya teknologi pertemanan di dunia maya. Cerita lama, kenangan itu satu persatu muncul kembali. Mengingat apa yang dahulu pernah kita lakukan, kini bisa dilihat kembali. Secara nyata. Bertukar kabar, bertukar pikiran hingga bertukar ilmu walaupun disadari atau tidak ada juga yang memanfaatkannya untuk memuluskan tindakan kriminal, menjual ganja, prostitusi terselebung, togel dan sebangsanya.

Apapun bentuk yang kita pelajari, memilah dan mengumpulkan hal yang positif untuk digunakan kembali dalam meretas masa depan adalah hal terbaik yang pernah kita lakukan. Jangan pernah lelah atau merasa puas lalu menghentikan langkah kita hari ini, karena jalan itu masih panjang…

FaceBook untuk Semua

Tulisan ini saya persembahkan untuk Istri yang selama sebulan terakhir sudah mulai terkontaminasi untuk mencoba jejaring sosial FaceBook, dalam tujuan membunuh waktu luang saat jam kantor. Ketimbang bergosip atau melakukan sesuatu yang tidak baik katanya… tidak lupa belajar memahami kemajuan teknologi terkini. Agar tak ketinggalan kereta ya Sayang ?

Khayalan Tingkat Tinggi untuk PLN

30

Category : tentang KHayaLan

‘Selamat Pagi Pak, Hari yang cerah bukan ? bagaimana kabarnya hari ini ?

‘Kami dari PLN dengan nomor hotline xxxxxxx ingin menginformasikan dan mohon permakluman dari Bapak bahwa rumah atau perusahaan Bapak ini dalam lima jam kedepan akan mengalami pemadaman listrik dimulai pada pukul 12 siang.  Silahkan mempersiapkan diri dan mesin yang digunakan agar dimatikan terlebih dahulu agar tidak mengalami kerusakan kelak. Terima Kasih…’

* * *

PLN

…itu hanyalah khayalan tingkat tinggi yang terlintas dibenak saya ketika PLN akan memutuskan arus aliran listrik pada rumah atau perusahaan pelanggannya. Diberitahukan sejam sebelumnya, entah itu melalui telepon atau sms, tentu saja dengan kesepakatan nomor yang telah diketahui kedua pihak, menghindari penyalahgunaan ataupun teror ga’jelas.

Lantas bagaimana kalo si pelanggan ternyata sedang memberikan pelayanan pada konsumen mereka yang barangkali menyangkut keselamatan atau nyawa ? Sebuah Rumah Sakit yang sedang melakukan operasi bedah dan memerlukan pasokan listrik dalam sekian jam kedepan ?

Inilah manfaatnya bagi mereka. Pihak RS dapat melakukan antisipasi terlebih dahulu mengambil alih listrik yang digunakan dengan genset misalnya, serta mengorbankan beberapa titik yang barangkali bisa dipadamkan untuk sementara.

Yah, namanya juga khayalan saya tingkat tinggi, boleh dong…

* * *

Listrik PLN byar pet, masyarakat merugi. Yang paling banyak terkena dampaknya adalah usaha Warnet yang memang jarang mempersiapkan genset sebagai pasokan listrik cadangan atau fasilitas UPS misalnya, yang mampu menyuplai arus listrik selama satu jam kedepan, sambil mempersiapkan diri mematikan perangkat agar tidak terjadi kerusakan. Industri rumahan juga salah satunya.

Lain lagi dengan Rumah Sakit, dimana pelayanan akan sangat diutamakan. Pernah gak membayangkan satu waktu dimana sebuah operasi bedah sedang dilakukan dan pada titik kritis yang terjadi pada pasien tiba-tiba seluruh listrik di RS tersebut padam. Bagaimana jadinya ? Mungkin jarang ada kejadian begitu, tapi bagaimana kalo ada ? siapa yang bakalan dituntut seandainya terjadi apa-apa dengan si pasien ?

* * *

‘Halo… Selamat Pagi. Dengan PLN ? kami dari bagian Humas Pemerintah Daerah xxx ingin menginformasikan bahwa apabila diperlukan pemadaman listrik, baiknya padamkan saja listrik yang berada pada areal perkantoran kami di sore hingga pagi hari. Toh kami tidak menggunakannya diluar jam kerja.

Untuk lampu taman dsb, biar kami gunakan arus dari genset yang dibeli dari anggaran lima tahun lalu. Masih berfungsi dengan baik.

Keamanan lingkungan kami ? tak perlu khawatir. Jika Masyarakat tahu bahwa listrik yang mereka gunakan tidak terkena pemadaman karena pemadaman listrik dialihkan ke areal kantor kami, kami yakin Masyarakat akan ikut serta menjaganya. Bukankah Pemerintah yang baik itu bertujuan untuk melayani Masyarakatnya ?’

* * *

…halah, khayalan tingkat tinggi lagi nih…

Mana ada sih pejabat yang mau melakukan hal itu demi rakyatnya ?

2012 dan Protes Hari Kiamat

29

Category : tentang KeseHaRian

…seorang pemuka agama mendatangi Tuhan… ia marah… lantaran kematiannya justru diberikan ganjaran menuju Neraka… “TUHAN, mengapa Kau tidak memberikan Keadilan-Mu padaku ? Selama ini aku telah banyak memberikan ceramah dan petuah agama kepada umat-Mu, malah Kau berikan aku Neraka. Aku tidak terima… Bagaimana mungkin bisa terjadi sebaliknya ? Tadi kulihat seorang sopir yang dahulunya mengemudikan angkotnya ugal-ugalan malah berada di Surga… dikelilingi bidadari cantik pula…”

TUHAN menjawab… “Kau kumasukkan ke Neraka karena ceramahmu itu membuat umat-Ku tertidur dan lupa berdo’a, sedangkan ugal-ugalannya si sopir membuat para penumpangnya Rajin berdo’a…”

* * *

Saya sendiri lupa mendapatkan cerita itu dari mana, entah Humor Indonesia atau Sarikata, pastinya hanya untuk sekedar hiburan semata. Jadi mohon maaf bagi yang merasa kurang berkenan ataupun merasa telah menciptakan cerita konyol diatas, bukan bermaksud menjiplak, tapi mengingatkan bahwa tak selama yang terlihat buruk dimata seorang pemuka agama akan terlihat buruk juga dimata Tuhan. Hehehe…

* * *

2012

Sebuah film karya Roland Emmerich “2012” menuai protes dari kiai dan para santri. Mereka meminta agar pemerintah meninjau pemutaran film fenomenal tersebut di tanah air, lantaran dianggap mendahului kehendak Tuhan sebagai Maha Pencipta, dalam menentukan tanggal terjadinya kiamat di dunia. Sekedar informasi bahwa Film yang dimaksud menceritakan kiamat dunia mengacu pada penanggalan suku Maya yang akan berakhir pada tanggal 21 Desember 2012.

* * *

Terlepas pada anggapan kiai dan para santri terhadap film 2012 dan kaitannya pada unsur agama, saya pribadi malah beranggapan kalo film yang lebih banyak menjual efek dramatis gak jauh beda dengan film-film dramatis lainnya seperti Armageddon, Volcano, Day After Tomorrow dan puluhan film lainnya. Semua itu hanya bertujuan untuk mengeruk keuntungan dari sebuah kisah yang boleh dipercaya boleh tidak, terserah pada masing-masing penontonnya. Kendati cerita penokohannya lebih banyak menyelamatkan sang tokoh utama hingga akhir cerita. Come on, ini hanyalah sebuah hiburan ditengah kekecewaan masyarakat Indonesia atas buruknya kinerja para pejabat lembaga hukum di negeri ini yang sedemikian mudahnya diatur oleh seorang Anggodo.

Saya yakin, apa yang dikecam oleh kiai dan para santri ini tidak membuat orang menghindari jadwal tayang 2012 di masing-masing kota tempat tinggal mereka. Ada yang ingin tau sekeren apa efek dramatis kali ini yang ditampilkan, ingin tau seberapa besar kengerian yang didapat pasca menonton film ini, ingin tau seperti apa sih dunia kiamat itu ? ada juga yang barangkali malahan penasaran, kaya’apa sih film yang diprotes oleh kiai dan para santri ini ? sejauh tidak mengumbar pornografi ataupun pembodohan intelegensia penonton ala sinetron negeri ini, saya rasa sah-sah saja film ini kita tunggu.

Seperti cerita humor pada awal tulisan ini, bukankah bagus apabila film 2012 ditayangkan lebih gencar, sehingga mampu memacu para umat-Nya di negeri ini untuk lebih giat kembali berdo’a, bersikap pada jalan yang benar, tidak larut dalam kebohongan silat lidah ‘Saya tidak bersalah… Saya tidak terlibat… dll dsb dst…

tentang PDA Phone milik PanDe Baik

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Narsis. Huahahahaha….. Begitu kira-kira isi beberapa tulisan saya akhir-akhir ini. Yah, berhubung BLoG ini bukan didedikasikan sebagai penambah pemasukan tiap bulan, sebaliknya hanya sebagai wadah ekspresi seorang PanDe Baik, jadi sah-sah saja saya lakukan…. dan seperti yang saya katakan pada mereka yang mampir dan memberikan komentar, bahwa bisa jadi sebagian besar dari isi BLoG ini tidak banyak bermanfaat bagi orang lain. Salah satu contohnya ya ini…

Kali ini saya ingin bercerita tentang seputaran keberadaan PDA Phone dan pengaruhnya dalam keseharian saya. Sebagai gambaran awal, PDA Phone itu kurang lebih diartikan sebagai sebuah organizer sebetulnya, sebuah agenda yang disuntikkan fitur office sehingga mampu digunakan untuk membantu pekerjaan kantoran. Rata-rata PDA Phone ini membawa sistem operasi Windows Mobile yang artinya ada banyak aplikasi pendukung yang bisa digunakan untuk menambah kemampuan dan kegunaan atau fungsi dari benda ini. Sesuai dengan arti kata Phone itu sendiri, telah disuntikkan pula fitur ponsel dan pendukungnya agar bisa digunakan sebagai alat komunikasi yang normal.

Nah, kenapa saya begitu fanatik dengan PDA Phone, padahal kini sudah betebaran banyak model yang memiliki fungsi sejenis, bahkan telah menjadi trend ni negeri ini. Katakanlah BLackBerry yang punya kemampuan internetan dan iPhone yang full multimedia. Itu karena sejak awal saya berkenalan dengan tipe satu ini sudah merasakan banyak manfaat yang bisa digunakan untuk mendukung rutinitas keseharian saya.

Ohya, adapun PDA Phone pertama saya adalah T-MobiLe MDA II yang merupakan varian dari O2 XDA II. Beda model, beda brand atau merek tapi jeroannya sama. Kalo ndak salah nama lahirnya itu adalah HTC HimaLaya, karena memang hampir sebagian besar produsen PDA Phone yang beredar dengan brand atau merek T-MobiLe, O2, Dopod, Vodafone maupun HP merupakan buah karya HTC, sebuah perusahaan Taiwan.

PDA tersebut saya gunakan selama kurang lebih dua tahun, sebagai pegangan utama saya untuk mendukung aktifitas mobile office dan Pemetaan Jalan. Walaupun jeroannya minus GPS, tapi berkat Adobe Reader yang disuntikkan, PDA ini mampu digunakan sebagai viewer Peta Jalan Kabupaten Badung yang saya ubah formatnya dari AutoCAD. PLus data jalan raya dalam format Pocket Excel. Bagusnya lagi, keberadaan multitasking benar-benar sangat membantu saya saat mengikuti Rapat sekaligus. Apalagi kalo bukan sebagai pencatat layaknya Agenda, dan hasilnya bisa langsung ditransfer ke PC. Itu sebabnya apapun pekerjaan yang saya lakukan bisa diselesaikan pada hari itu juga.

Sayangnya, satu kelemahan terbesar dari seri ini adalah masalah kemampuan Batere. Dengan aktifitas saya seperti gambaran diatas, bisa dikatakan setiap pagi sebelum ngantor PDA musti dan harus di charge. Ini untuk mengantisipasi kehilangan data saat Batere menurun ke titik 0 %. Ini memang satu ciri khas dari produk yang menggunakan sistem operasi Windows MobiLe 2003. Akhirnya setelah dua tahun pemakaian PDA ini saya lego pada seorang atasan, sebagai tambahan dana menikah. Maklum, pendapatan seorang PNS itu tak seberapa kok. He…

Loncatan terbesar yang saya rasakan adalah saat saya memiliki PDA Phone ke-2, yaitu O2 XDA ATom atau yang dikenal dengan nama lahir HTC ATom. Pada tahapan ini, aktifitas saya mulai bertambah dengan mencoba Internet MobiLe. Saya berani melakukan aktifitas tambahan lantaran sistem operasinya sudah menggunakan Windows MobiLe 5.0 yang artinya data tidak akan hilang sekalipun kemampuan daya Batere menurun hingga angka 0 %.

Begitu pula dengan keberadaan konektivitas Wifi-nya yang membuat saya betah berlama-lama menggunakannya saat mengikuti perkuliahan maupun menonton ujian seminar di kampus Udayana, mengingat ditempat tersebut disediakan hotspot Gratis milik Fakultas Kedokteran. Sayapun mulai berkenalan dengan GooGLe Map MobiLe, Yahoo Messenger dan FaceBook yang lumayan menghabiskan volume data, sehingga akan sangat mahal jika saya melakukan aktifitas tersebut dengan menggunakan koneksi GPRS.

Masih menggunakan O2, saya berkesempatan pula memiliki sebuah PDA Phone lagi, kali ini yang menggunakan frekuaensi CDMA yaitu AllTell PPC 6700 atau lebih dikenal dengan nama lahir HTC APache. Yang membuat saya makin betah dengan tipe ini adalah keberadaan Keyboard QWERTY dan dua buah softkey-nya. Hal yang tidak saya temukan pada PDA O2. Ini tentu saja mendukung aktifitas internetan via aplikasi Java, MoRange. Koneksi Wifi dan frekuensi CDMA-nya merupakan nilai PLus dari tipe ini mengingat harga beli yang saya dapatkan hanya 750ribu saja.

Sayangnya walaupun sudah mengadopsi sistem operasi Windows MobiLe 5.0 yang kemudian saya perbaharui menjadi Windows MobiLe 6.1 seperti halnya O2, lagi-lagi yang menjadi masalah adalah Batere. Hanya kali ini, kemampuan daya yang dimiliki tipe ini hanya bertahan maksimum 2 Jam apabila digunakan untuk internetan. Itu artinya, kabel charger harus tetap setia mendampingi. Sungguh merepotkan.

Hari ini, kedua PDA tersebut tak lagi menemani hari-hari saya. Dijual untuk menambah dana pembayaran SPP kuliah lanjutan saya di Pasca Sarjana Teknik Sipil Universitas Udayana. Terima Kasih untuk BaLiGraf yang membantu saya menjualkan kedua PDA tersebut dengan harga yang layak.

Walaupun tak banyak berpengaruh karena aktfitas internetan terutama email dan facebook tetap bisa saya lakukan dari ponsel CDMA Nokia 6275i dan untuk pemetaan serta mobile Office tetap bisa dilakukan via laptop, agak sedikit ribet dan merepotkan, tetap saja saya berangan-angan.

Kelak jika sekolah saya usai, dan semua hutang bisa dilunasi (ohya, saya juga melakukan aksi ‘Menghutang lagi’ di sebuah Bank Pemerintah Daerah sebagai talangan dana utama perkuliahan saya), pengen banget ada sebuah PDA Phone bisa menemani keseharian saya kembali. Semoga…..

Menghutang lalu lagi menghutang…

Category : tentang DiRi SenDiri

“…dibolak-balik… dinalar-nalar… tanpa logika… oya

…diraba-raba… diterka-terka… tidak terduga… oya

Misteri… ijazah tidak ada gunanya…

Ketekunan tidak ada artinya…

Menghutang lalu lagi menghutang….

Tahu tahu menipu….”

Wuaduh ! Jangan sampe begitu deh…. jadinya. He… akibat terlalu menikmati masa lalu, kembali pada seorang idola negeri ini, IWAN FALS, saya akhirnya menemukan satu lirik lagu dari karya kolaborasi sang jagoan bareng kelompok musik Kantata Takwa yang judulnya “BaLada Pengangguran”.

Sebetulnya lagu itu bercerita tentang permasalahan negeri ini, yang dari jaman Orde Baru tampaknya masih berlaku hingga hari ini. Dengar punya dengar, eh ternyata termasuk masalah saya juga secara pribadi. He… terutama soal… “Menghutang lalu lagi menghutang…. “, tapi jangan sampe ‘menipu deh. bikin malu nantinya.

Ngomong-ngomong soal menghutang, sebenarnya aksi ini sudah saya lakoni sejak dua tahun terakhir. Masih ingat tulisan saya soal ‘Bokek’ kmaren ? Yah, kurang lebih memang ada sangkut pautnya kok. Minimal, alasan ke’bokek’an saya itulah yang menjadi alasan utama, mengapa saya nekat akhirnya ya memutuskan untuk…. “Menghutang lalu lagi menghutang…. “

Ah, saya ini benar-benar potret tipikal bangsa ini ternyata….

Per minggu kmaren, saya didampingi Istri mengajukan perpanjangan jumlah hutang, atau lebih dikenal dengan istilah ‘kompensasi’. Ini saya lakukan, lantaran hitung-hitungan saya saat melakukan aksi menghutang pertama kali dua tahun lalu nyatanya meleset.

Uang 20 juta yang sedianya saya gunakan hanya untuk membayar studi Pasca (S2) Sarjana di Universitas Udayana, musti dibagi dengan kebutuhan malaikat kecil saya. Bukan apa-apa agar sekedar tahu saja, bahwa alasan utama saya memutuskan untuk sekolah lagi adalah ‘mumpung belum dikaruniai anak oleh-Nya’.

Eh, ternyata Istri positif hamil saat saya dinyatakan lulus ujian masuk Pasca Sarjana. eladalah…. Saya malah dapet berkah dobel….

Makanya, uang yang saya pinjam plus pemasukan tiap bulan dan tambahan rejeki, bisa dikatakan pas ngepas untuk bisa menyelesaikan studi saya kelak. Malahan sempat khawatir, jangan-jangan malahan kurang nantinya. Yah, agar dimaklumi lantaran yang namanya ‘orang Bali’, kesehariannya selalu dipenuhi dengan pengeluaran ‘tak terduga’. Terbanyak di-alokasikan ke arah Braya (kehidupan Sosial Keagamaan, istilah seorang teman). Apalagi ortu bukanlah pekerja produktif lagi, jadi bisa dikatakan ya ‘ikat pinggang yang sudah ketat ya musti diperketat lagi…’. Kebayang kan, kalo perut saya yang gendut ini diikat dengan ketat ? He….

Makanya, setelah menghitung-hitung sisa uang di tabungan ditambah uang hasil penjualan kedua PDA yang saya miliki, sebetulnya masih cukup untuk membayar uang SPP saya semester depan, yang berharap banget studi ini bisa saya selesaikan dengan segera. Udah gak kuwaaatt….

Tapi begitu ingat dengan istilah ‘kehidupan Sosial Keagamaan’ itu tadi, mau nyari alokasi dana dimana lagi ? Hehehe….. Kasihan kalo harus membebani Istri apalagi Ortu. Waaahhh… kemana saja Tanggung Jawab saya sebagai Kepala KeLuarga sekaligus Suami dan Bapak yang baik ???

Yah, semoga saja apa yang saya jalani dan putuskan seminggu ini, minimal gak membuat semuanya jadi berantakan. Walaupun dalam jangka 5 tahun kedepan, saya masih harus merelakan potong gaji tiap bulannya untuk mencicil perpanjangan tersebut.

By the way, kalo dikaitkan dengan persoalan Bangsa ini, saya kira ini belum seberapa. Ya, saya masih bisa makan, masih punya tempat tinggal dan menikah. Hal terbaik yang pernah saya lakukan. Ya… Semoga saja semua masih bisa berjalan dengan baik. Doakan saja.

ketika Kesabaran itu diuji

4

Category : tentang DiRi SenDiri

Siapapun saya yakin, tak ingin menjalani hari dengan keresahan dan ketidakteraturan situasi kondisi tak menentu apalagi jika menyangkut masa depan. Saya tidak membicarakan efek samping dari sebuah pembunuhan karakter secara disengaja atau malah hasil akhir kecanduan narkoba. Hanya saja harus saya akui bahwa untuk kali ini adalah cobaan terberat yang diberikan Tuhan.

Ketika dana yang tersedia makin menipis dan tak ada hal lain yang mampu kita lakukan, boleh jadi tingkat kekalutan pikiran kita bertambah satu strip. Ketika berbagai cobaan datang yang menuntut kita untuk menghabiskan dana itu pelan tapi pasti dan tak memungkinkan kita untuk menolaknya, maka bertambahlah satu strip lagi…. fiuuuhh…. Sungguh Tiada henti.

Menggantungkan hidup hanya dari gaji seorang pegawai negeri, ternyata bukanlah satu keputusan yang tepat. Apalagi kini saya telah hidup dalam keluarga kecil dengan satu putri yang kian lucu dan mulai membutuhkan dana besar terutama untuk kesehatannya, ditambah beberapa kewajiban sebagai makhluk sosial yang tak lepas dari persoalan duit dan duit….

Memutuskan untuk melanjutkan kuliah pada jenjang lanjutan sekiranya juga bukan keputusan yang tepat karena pada saat yang sama, kehadiran buah hati membutuhkan dana yang jauh lebih besar. Tapi siapa yang bisa menduga jika saya berada dalam kondisi ini hari ini ?

Ah, kenapa saya jadi cengeng begini ? Setidaknya saya masih dikaruniai hidup sehat secara pribadi walaupun satu persatu kesialan menghampiri. Setidaknya saya masih diijinkan untuk menghirup udara dengan gratis walaupun biaya pendidikan dan keseharian yang tetap saja tinggi. Setidaknya saya masih diberikan kesempatan untuk merasakan kebersamaan bersama Istri yang baik dan putri yang lucu, sedangkan diluar sana masih banyak yang berharap bisa merasakan kebahagiaan ini…

Masih banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menjaga dana keuangan bisa tetap stabil… Sekalipun itu dengan menjual satu persatu apa yang saya miliki.

Mengikuti gaya hidup lingkungan sekitar atau menjadi seseorang yang istimewa bukanlah tujuan hidup saya sejauh ini. Walaupun begitu tetap saja nafas terasa ngos-ngosan padahal hari belumlah setua seharusnya. Benar-benar saya merasa kelelahan untuk hari demi hari yang saya jalani belakangan ini.

Pikiran terus saja melayang, apakah saya mampu untuk menjadi seorang ayah yang baik bagi putri saya kelak ? menjadi seorang suami yang baik bagi Istri saya lahir dan bathin ? menjadi seorang anak dari kedua orang tua yang masih utuh dan menjadi tanggung jawab saya untuk merawatnya ?

Akhirnya saya merasakan jua bahwa bokek adalah satu kondisi yang sangat tidak menyehatkan bagi jiwa…..

Susahnya jadi anggota Gerakan Non-Blok

Category : tentang KHayaLan

Menjalani perkawinan dimana tinggal bareng ortu dan juga harus menanggung satu kerabat lagi, membuat hari-hari yang dilalui penuh gejolak. Pertentangan pendapat antara masing-masing karakter yang memiliki pribadi dan sifat yang berbeda benar-benar membuat kebingungan mendengar pendapat dan pembenaran dari banyak pihak, yang akhirnya membuat satu keputusan yang paling penting dalam hidup, berlaku netral pada seluruh anggota keluarga.

Mau mendengarkan dan tidak saling mengadu domba antar pihak kabarnya menjadi salah satu kunci sukses menjadi kepala keluarga kelak, mampu memahami dan mampu mencarikan jalan keluarnya pula menjadi tambahannya. Hmm… kata-kata yang membuai layaknya Surga didepan mata… Hanya saja, sangat sulit untuk bisa menjadi seperti itu.

andai saya punya pintu kemana saja

3

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KHayaLan

tempat yang paling ingin saya kunjungi, tentu saja Candi Borobudur. Untuk mengucapkan Terima Kasih, karena di tempat dimana mantan tujuh keajaiban dunia inilah saya untuk pertama kalinya -masa sma- memohonkan hal-hal terbaik yang akhirnya pernah saya dapatkan hingga hari ini saat berhasil memegang patung yang berada didalam salah satu stupa yang diyakini mampu mengabulkan apapun permohonannya.

pintu-kmana-saja.jpg

Adapun Tiga permohonan saya waktu itu, Lulus SMA dengan baik, Kuliah di Perguruan Tinggi Negeri dan dapat Pacar yang baik hatinya. J yah, maklum, karena waktu itu saya cuman seorang pecundang, cowok dengan kmampuan pas-pasan yang gak laku apalagi populer dimata cewek satu sekolahan, Hiks…