#HPjadul Nokia 7710, Ponsel Layar Sentuh Pertama Nokia Jaman Old

Category : tentang TeKnoLoGi

Pada Tahun 2004 akhir, perangkat konvergensi hadir di pasar global guna menjawab kebutuhan para pengguna korporat yang membutuhkan akses telepon dalam satu waktu dengan aktifitas push email, browsing internet, multimedia dan lainnya. Beberapa diantaranya hadir dengan teknologi layar sentuh resistive yang masih mengandalkan Stylus. Saat itu perangkat BlackBerry belum se-Booming era Bold. Jadi pilihannya cuma ada 3.
Palm, Windows Mobile dan Symbian 7/UIQ.
OS terakhir, datang bersama dua nama besar yang banyak bertaruh sejak awal. Nokia dan Sony Ericsson.

Peluncuran seri 7710 merupakan perangkat pertama Nokia yang mengadopsi teknologi dan kemampuan diatas. Dilengkapi lensa kamera berukuran Megapixel dam perekaman video resolusi mini. 7710 merupakan pengembangan dari seri sebelumnya, Nokia 7700 yang hanya berhasil menjadi sebuah prototype tanpa pernah diperkenalkan ke pasar global.

Sayangnya Publik tak menyambut baik kehadiran Nokia 7710 ini. Mengingat slow respond OS Symbian tergolong kalah jauh dengan respon penggunaan OS Windows Mobile yang diadopsi oleh beragam brand macam O2 atau iPaq, melalui perangkat buatan HTC.

#nokia #7710 #hpjadul #ponseljadul #touchscreen #resistive
#symbian #uiq #old #convergency #windows

Thanks to @hp_jadul atas paket langka ini

#HPjadul Nokia N93, Kawin Silang ponsel Classic type Camcoder

Category : tentang TeKnoLoGi

Pasca menurunkan seri N92, berselang enam bulan setelahnya Nokia kembali memperkenalkan ponsel dengan fungsi camcoder hasil kawin silang dua seri sebelumnya.
Nokia N93.

Dari form factor, tampak jelas seri N93 ini masih mengadopsi bentukan lipat, yang dapat diubah fungsi menjadi sebuah perangkat perekam video jaman old serta dudukan ala N92 dan tentu saja lensa kamera Carl Zeiss 3 MP serta dukungan video dengan resolusi VGA.
Nokia tampaknya banyak belajar dari pengalaman dan masukan pengguna sebelumnya.

Sayangnya, dimensi N93 yang besar dan berat banyak dikeluhkan pengguna, utamanya bagi mereka yang sudah terbiasa dengan ukuran ponsel Nokia slim dan ringkas. Disamping itu, infonya terdapat Noise yang cukup mengganggu saat fitur Zoom pada kamera digunakan saat mengambil video.

#hpjadul #ponseljadul #nokiajadul #nokia #n93 #2006
#fold #camcoder #camera #carlzeiss #3MP #zoom #noise
#amazing #technology

#HPjadul Nokia N92, ponsel Classic dengan Tuner TV Digital DVB-H

Category : tentang TeKnoLoGi

Tak lama setelah merilis seri camcoder N90, pada akhir tahun 2005 Nokia kembali memperkenalkan seri yang sama, namun kali ini tak lagi dibekali dengan lensa kamera Carl Zeiss.
Meski mengadopsi bentukan fold atau lipat, namun dalam penggunaannya bisa diubah ala notebook atau seri communicator sebelumnya.

Bukan Nokia namanya kalo belum memberikan Inovasi baru dalam perangkat satu ini. Infonya mereka mengintegrasikan teknologi tuner DVB-H, sehingga dalam teknik pemasarannya Nokia mengklaim bahwa seri N92 ini adalah ponsel yang bisa digunakan untuk menonton tv.
Menakjubkan bukan ?

Harga Jual di Jaman Old, N92 bisa dikatakan nyaris dua kali lipat pendahulunya, N90. Itu sebabnya di pasaran jaman itu, sangat jarang menemukan konsumen Nokia yang menggunakan seri ini.

#hpjadul #ponseljadul #nokiajadul #nokia #n92 #2005
#fold #camcoder #camera #dvb #tv
#amazing #technology

#HPjadul Nokia N90, ponsel Camcoder Classic Jaman Old

Category : tentang TeKnoLoGi

Brand Nokia pada Jaman Old bisa dikatakan memiliki sejumlah inovasi yang cukup fenomenal utamanya bagi para die hard yang hingga kini masih tetap berupaya memburu beberapa produk langka yang pernah dirilis ke pasar global. Termasuk soal penggunaan desain yang mengadopsi bentukan camcoder dan tentu saja lensa kelas Carl Zeiss.
Yak, Nokia N90.

Ponsel satu ini tergolong Unik. Baik dari bentukan, kemampuan juga teknologi yang menyertainya.
dan tentu saja Mahal untuk ukuran saat itu.
Tidak heran jika seri N90 di Jaman Old digunakan sebagai tanda prestise sesorang di lingkungan pergaulannya.

Mode clamshell atau cangkang kerang memiliki kelemahan di engsel pergerakan yang begitu diandalkan pada seri N90 ini. Demikian halnya layar utama yang rentan cacat akibat berbenturan dengan sejumlah keypad saat perangkat ditutup.
Tapi siapa sih yang akan peduli pada hal-hal jangka panjang begitu ?
?

#Nokia #N90 #2005 #hpJadul #retro #hightech #camcoder #clamshell #symbian #camera #carlzeiss #legend #amazingdesign

Berburu Gadget Lawas #HPjadul

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Diceritakanlah sebuah kisah lama. Dimana saat cerita tersebut terjadi, yang namanya isi dompet masih belum mampu untuk membeli sebuah gadget bekas, apalagi baru, dengan spesifikasi khusus yang lagi nge-Trend jaman itu, sehingga yang ada hanyalah harapan atau bisa dikatakan sebagai impian tak kunjung tiba.
dan ketika jauh berselang sesudahnya, nilai ponsel itupun sudah merosot jatuh, jauh dari harga terdahulu.
Well, jaman now, it’s time to… berburu gadget lawas.

Menelusuri jejak beberapa seri ponsel ataupun gadget berumur di dua aplikasi kekinian, Tokopedia ataupun OLX sebenarnya gak sulit-sulit amat. Tinggal pintar-pintar memanfaatkan kata kuncinya saja. Misalkan ‘mati, matot, mati total, rusak, second, bekas’ atau lebih spesifik ke nama brand dan semacamnya.
Hasilnya ? Maknyusss… seperti kata om Bondan Winarno sang master kuliner yang sudah almarhum kemarin itu.

Bisa berhasil menemukan gadget dengan bentuk dan spesifikasi handal, jaman itu, tentu membuat semangat hidup jadi lebih baik. Surprise begitu mengetahui bentuk asli perangkat yang didambakan, apalagi dalam kondisi masih bisa digunakan, plus dengan harga yang amat sangat terjangkau pula.
Mau tau apa saja tangkapan dan harta karun yang didapatkan ?

Dopod 900. Dalam kondisi masih bisa digunakan.
Gadget satu ini cukup fenomenal di jamannya. Bentukannya yang mirip laptop jaman now, bisa diputerbalikkan.
O2 XDA II. Mati total. Tapi lumayan, bikin saya bernostalgia. Karena varian seri HTC Himalaya ini, sempat saya gunakan dalam kurun waktu yang cukup lama. Kini entah dimana adanya.
O2 XDA IIS. Kondisi masih sama, mati total. Proyek lanjutan dari yang diatas, dengan keypad slider. Cukup menarik hati bagi pengguna PocketPC seantero dunia.
UMPC, semacam Tablet berlayar sentuh masa kini namun lebih bulky, tebal, dan mengadopsi OS Windows XP. Masih berfungsi dengan baik. Edan pokoknya.
Lalu ada juga ponsel Nokia 7650, yang tergolong ponsel Artis jaman old. Kondisi mati total tapi cukup mulus untuk dielus-elus.

Tujuan berburu gadget lawas macam yang saya lakukan dua bulanan ini, sebenarnya pertama tentu saja untuk memuaskan hasrat terpendam yang pernah dimiliki belasan tahun lalu. Ingat, memiliki. Jadi ya musti dibeli.
Positifnya, harga bisa didapatkan dari selembar uang hijau 20ribuan, hingga tiga empat lembar uang merah untuk perangkat yang masih menyala dan berfungsi baik.
Soal kemampuan ya abaikan saja, toh memang gak bakalan digunakan mengingat akses jaringan 4G jaman now jauh lebih menarik ketimbang nostalgia masa lalu.
Disamping itu, tujuan kedua ya dikoleksi.
Dalam pikiran, sempat membayangkan kelak bisa punya satu almari di pojok ruangan yang menyajikan sejumlah gadget terampil masa lalu, lengkap dengan cerita masa jayanya. Katakanlah era trackball BlackBerry Bold yang booming tahun 2008, ponsel sejuta umat Nokia 3310 yang menjadikannya wajib dimiliki oleh pengguna telekomunikasi di jamannya.

Sebenarnya masih ada banyak seri ponsel yang diinginkan untuk diburu dan dimiliki. Namun mengingat harga yang ditebus masih lumayan mahal untuk kelas ponsel tersebut, secara anggaran sepertinya ya saya belum siap untuk itu.

Atau diantara kalian ada yang mau menghibahkannya kepada saya ?

#HPjadul Nokia 7650, ponsel Classic yang tetap menarik

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Bersanding dengan perangkat ponsel jaman now dan juga tabletpc berukuran besar, menjadikan ponsel klasik yang pernah berpengaruh di tahun 2000an awal ini, tampak culun dan ringkas. Padahal saat saya pegang dahulu, seri ini adalah yang paling keren sepanjang jaman.

Nokia 7650

Maksud hati sebenarnya hanya ingin bernostalgia. Bisa memiliki bahkan mungkin satu saat nanti ketika bisa membangun ruang yang bisa memajang bentukannya kelak. Di sudut atau bahkan area dimana belasan mata bisa memandangnya.

Di awal kehadiran, saya masih ingat sempat memegangnya cukup lama, mengagumi bahkan menimbulkan ketertarikan akan fitur sebuah ponsel. Hanya sayang, isu tak menarik yang muncul ke permukaan adalah persoalan daya tahannya yang tak sampai sehari. Jauh berbeda dengan ponsel kebanyakan saat itu yang bisa dicharge setiap 3-4 hari sekali. Bisa jadi lantaran fitur internetnya yang sudah bisa mengirimkan mms, bisa juga ke persoalan hardware.
Andaikan saja saat itu sudah mengenal Blog, saya yakin ponsel ini bakalan dioprek habis.

Selang 3-4 tahun, ponsel ini baru benar-benar bisa kepegang. Kalo ndak salah, ponsel ini berjasa besar mendukung pekerjaan saya jaman itu. Jaman dimana Puspem Badung masih berupa hamparan sawah hijau yang siap diratakan dengan tanah. Pandangan dan harapan banyak orang berhasil direkam melalui lensa kamera resolusi VGA, yang ada di bodi belakang, dan tak terlihat saat slide bodi ditutup.

Banyak hal yang saya pelajari dari Nokia 7650.
Dari upaya menghemat memory internal yang hanya 3 MB tanpa ada slot tambahan, mengkonversi nada dering dari file mp3, juga menyimpan puluhan foto pacar dengan pixel rendah.
Termasuk melakukan copy paste pemindahan hasil jepretan dan rekaman video melalui perangkat infrared head to head dengan bentukan yang mirip mouse jadul.

Laiknya belasan ponsel yang pernah saya miliki, Nokia 7650 ini dengan segera berpindah tangan ke outlet penjualan ponsel depan rumah. Berganti ke PDA Phone, T Mobile MDA yang saat kehabisan daya hingga ke titik Nol, bakalan menghapus semua data di memory internal termasuk phonebook dan lainnya. Hahaha… apes tenan.

Tapi beruntung, saya menemukannya kembali di satu gerai Tokopedia dalam kondisi mati. Dengan harga yang… yah, setara rubber case tabletpc murah jaman now lah. Bisa dimaklumi lantaran kondisinya tadi. Mati total dengan baret dimana-mana. Meski luaran fisiknya masih bagus dan utuh.

Jadi pengen berburu ponsel klasik lainnya lagi…

AndroMax Prime, Classic Phone dengan segudang Fitur Dahsyat

Category : tentang TeKnoLoGi

Dalam sebuah pemaparan singkat diungkap fakta bahwa ternyata tidak semua pengguna ponsel di tanah air, menyukai ponsel canggih dengan layar sentuh era kekinian. Selain susah dibawa lantaran secara ukuran ponsel yang segenggaman tangan orang dewasa, persoalan ketahanan daya batere juga kerap menjadi masalah.
Menyikapi ini, SmartFren sebagai salah satu operator sekaligus produsen ponsel berjaringan 4G LTE dengan harga terjangkau, tampaknya bisa melihat celah yang patut dicoba peruntungannya. Apalagi pada segmen ini, sudah tidak banyak lagi pemain yang masih bertahan. Kecuali sang raja, eh mantan, si Nokia yang sudah lebih dulu melepas seri 3310 Newborn, Nostalgia seri yang sama di tahun 2000an awal.

AndroMax Prime
Dilihat dari segi fisiknya yang hadir dengan style dan desain standar, kasat mata nyaris tak ada hal istimewa yang bisa dibanggakan. Masih sama persis dengan segudang ponsel feature atau basic pra kehadiran iPhone. Namun ketika berlanjut ke bagian Menu, barulah disadari bahwa ponsel Classic satu ini, harus diakui, memiliki segudang fitur dahsyat khas era kekinian.

Katakanlah Aplikasi Whatsapp.
Yang meskipun secara akses tampilan halaman harus dibantu dengan cursor melalui tombol keypad empat arah, demi menggantikan fungsi layar sentuh yang ditiadakan dalam seri ini, akan tetapi fungsinya sama dengan yang disematkan pada ponsel kekinian.

Sudah begitu, konektivitas yang tersedia, tidak hanya mengandalkan Bluetooth sebagaimana ponsel standar era terdahulu, tapi menyediakan pula akses WiFi sehingga memungkinkan pengguna AndroMax Prime terhubung dengan dunia maya pada area hotspot public area.
Menarik bukan ?

Sedangkan kamera yang disematkan pada bodi ponsel, ada 2 kalo ndak salah. Resolusinya tergolong standar, 2 MP dengan perekaman VGA.
Untuk penyimpanan, sudah disediakan internal storage sebesar 4GB plus slot memory eksternal.
Edan bener…
Pengoperasian fitur kamera saat akan digunakan bisa mengandalkan keypad empat arah, misalkan Pengaturan bisa diakses melalui keypad arah ke kiri.

Tergolong unik, pengguna sudah disediakan opsi akses aplikasi FaceBook yang tampaknya masih menggunakan jasa Opera Mini, penjelajah berkas atau semacam file manager, pengaturan aplikasi, perekam suara, catatan memo, kalkulator, lampu senter, dan pemberlakuan Black List, pula fitur Cleaner atau Pembersih yang dapat dicari pada menu Extra. Tergolong Dahsyat untuk sekelas Classic Phone bukan ?

Jadi makin unik setelah masuk ke Menu Pengaturan, yang mirip plek dengan sistem operasi Android masa kini. Baik secara visual maupun urut-urutannya. Lengkap juga dengan fitur Gallery dan aplikasi pemutar Musik juga Video bawaan SmartFren.
Ditilik dari segi sistem operasi yang digunakan, bernama MocorDroid 4.4.4, semacam Kitkat yang dikonversi ke Java gitu kali ya ?
Apalagi pergerakan antar menu tampaknya cukup gegas untuk ukuran classic phone begini. Ditambah empuknya tombol dengan grid 3×4.

Jika sebuah Classic Phone segudang fitur Dahsyat begitu disandingkan dengan harga jualnya yang amat sangat terjangkau, rasanya memang jadi makin sulit dipercaya. Mengingat seri 3310 milik Nokia yang masih berjalan di jaringan 2G saja dijual dua kali lipatnya.
Yup, AndroMax ini bisa dibawa pulang setelah ditebus sekitaran 300ribuan saja.
Gila kan ?

Jadi kini sudah gak ada alasan lagi bagi kita, pengguna ponsel tanah air untuk tidak dengan segera beralih ke jaringan 4G LTE loh, apalagi dengan tersedia ya ponsel klasik satu ini.
Saya jamin, ndak nyesel deh…

Prince of Persia Classic for Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Prince of Persia Classic for #Android, bernostalgia bagi kalian yg besar di era PC DOS :p ukuran installer 177 MB

Berhubung MiRah jadi penguasa baru Tablet Samsung #Android Galaxy Tab 7+, maka biasanya sih saya nyasar tipe yg 10.1 inchi Note series. Di Note 10.1 ini gag banyak permainan yang saya tanam, kecuali Sudoku dan Word Search, Pembunuh waktu kala senggang di @LPSEBadung.

Tapi semingguan ini, ada satu games yang bertambah dalam daftar menu Note 10.1, Prince of Persia Classic for #Android. *ada yg tau ?

Screenshot_2013-04-21-10-59-26

Prince of Persia Classic ini sebenarnya mengadopsi games versi PC di era DOS (jaman saya masih SMP/1990) dgn sentuhan 3D. Jika PoP (Prince of Persia) versi PC lebih banyak mengadopsi warna Biru dan hitam sebagai latar, maka kini dibuat jauh lebih realistis. Saking realistisnya permainan PoP for #Android gag heran kalo ukuran installernya bengkak jadi 177 MB…

Sayangnya, game PoP Classic for Free ini ternyata gag tersedia di perangkat Samsung Galaxy Tab 7+. *gag mendukung kali yah ? 🙁 Lantaran file Installer nya sekitar 177 MB * cek di Note 10.1 *saran sih install via wiFi deh biar aman, gag ngabisin kuota iNet.

Selain bergrafis 3D, games PoP for #Android ini rupanya mensyaratkan perolehan koin untuk masuk ke Level berikutnya *sigh Padahal di PoP versi PC DOS, gag ada syarat apapun untuk bisa naik ke level berikutnya. Dan Koin yang dimaksud kelihatannya hanya dapat diakses secara terbatas setiap kali Level di tembus dgn baik.

Sedang kekurangannya ya, Pengguna dipaksa untuk meraihnya melalui iklan yang hadir disetiap kali usai level atau terbunuhnya karakter untuk beberapa detik di layar.

Lantaran diadopsi dari versi PC, maka gag heran kalo PoP versi #Android ini punya jalan cerita yg sama persis dengan versi terdahulu. Baik dari Prolog, ekspresi si Jaffar dan jam pasir yang akan digunakan sebagai waktu tempuh pengguna, menembus batas seluruh level.

Kalo gag salah ingat, games PoP versi PC hadir dalam 13 Level, dengan level tersulit di 8, 11 dan 12… *nostalgia

Level 8, terdapat lawan yang diam saat bertarung, menunggu pengguna gerak lebih dulu, Sehingga perlu Trik untuk membunuhnya. Level 11, ada banyak gergaji yang siap mencabik tubuh si pahlawan bahkan berdekatan pula jaraknya *perlu kesabaran tentu saja. Dan Level 12 untuk bertarung melawan bayangan sendiri. Yang tentu susahnya minta ampun. Dilevel 12 ini pula ada jalan yang hadir di kegelapan, sempat menipu mata dan bikin deg”an. *nostalgia *bukarahasia

Screenshot_2013-04-21-11-00-49

Akan tetapi memerlukan banyak penyesuaian dalam memainkan PoP versi #Android mengingat kini kontrol gerak melalui tombol sentuh. Sedang versi PC menggunakan arrow kombinasi dengan shift dan ctrl. Tapi kalo sudah tebiasa dijamin ketagihan. Apalagi yg hafal rutenya :p

PoP ini hasil karya UbiSoft di era 90an kalo gag salah. Mampu Running pada PC berbasis DOS, bersaing dengan game sekelas MotoGP etc.

Lawan tandem saya di era itu adalah alm.adik sepupu yang sejak awal saling berbagi trik cara membunuh lawan terutama tiga level sulit tadi. Dan yang bikin *nostalgia adalah level 13 nya tembus pas malam Tahun Baru. *sedih jadi inget almarhum.

Sedang tandem kedua saya, teman sebangku jaman SMA, yg saat itu baru dibelikan PC 486, dengan RAM 16 MB kalo gag salah ingat :p Selain PoP, ada juga permainan bertipe FPS First Person Shooter yang jadi favorit kami berdua seperti Doom, Hexen, Heretic dan Wolfenstein

Jadi, bagi kalian yang menjalani masa remaja di era DOS, yuk bernostalgia dengan game Prince of Persia Classic for #Android ini…