Sebuah Cermin dari Anang Krisdayanti

14

Category : Cinta

Siapapun tak akan mengira cerita perceraian akhirnya menghinggapi sepasang insan yang terlihat begitu mesra dan serasi Anang dan Krisdayanti, demikian pula halnya saya.

Anang Krisdayanti, jujur saja menjadi sebuah inspirasi hubungan kami, saya dengan Istri sejak kami memutuskan untuk melanjutkan kehidupan bersama ke jenjang pernikahan, bahkan sebaris kata-kata yang teruntai dalam salah satu tembang Cinta mereka, kami cantumkan dalam kartu undangan pernikahan kami tahun 2005 lalu. Sungguh, saya pribadi tak menyangka bahwa hal yang saya perkirakan jauh hari sebelumnya terjadi juga.

Melihat perjalanan Anang Krisdayanti, saya jadi terngiang dengan cerita, impian dan harapan seorang adik perempuan masih sepupu saya, yang kini entah ada dimana. Bahwa setiap wanita pasti ingin selalu “dimengerti”. Bahwa mereka tetap ingin terlihat cantik dan sempurna. Bahwa didasar hatinya mereka menginginkan sesuatu yang lebih dari kemampuan yang mereka miliki. Sehingga seorang laki-laki diwajibkan untuk mampu memberikan serta mengabulkan “pengertian” yang mereka dambakan, jika tidak, masih banyak laki-laki lain yang bisa melakukannya…

Hingga hari ini saya masih tercenung akan kata-katanya itu… khawatir bahwa perempuan yang saya pilih akan memiliki atau bermaksud dengan hal yang sama dengan pemikiran tersebut… apakah kelak saya mampu memenuhinya ? bagaimana jika tidak ?

Membaca perpisahan mereka memang sudah sejak lama saya menyadari itu. Apalagi Krisdayanti adalah seorang Diva papan atas di dunia entertaiment, namun siapakah yang berada dibalik ketenaran dan keindahan seorang Krisdayanti selama ini jika bukan Anang sebagai seorang suami yang begitu mencintai Istrinya ? Seseorang yang begitu bertalenta mengembangkan kemampuan Krisdayanti sedari bawah, dan kini setelah berada di atas, semua itu seakan terlupakan…

Anang KD

Come On siapa pula yang peduli dengan cerita lalu ? hasut seorang kawan saya saat menyaksikan pasangan ini di layar televisi. ‘Uang adalah segalanya, dengan Uang kita bisa membeli bahkan memiliki apa yang kita inginkan, dan itu tidak dimiliki oleh seorang Anang… Uang adalah Dewa yang mampu mengubah pikiran dan kesetiaan kita menjadi kesesatan… dan sekali lagi, Anang barangkali tidak pernah memiliki hal itu…’

Damn ! untuk saat ini kata-kata itu benar adanya, bahkan dijaman teknologi informasi sedang berkembang pesat, orang rela melakukan apa saja demi mendapatkan gaya hidupnya, masih ingat dengan remaja Jepang yang rela menjual diri hanya demi sebuah ‘Tamagotchi’ atau remaja kita dalam kisah ‘Virgin’ ? Bisa jadi ini yang menjadi inti dari sebuah kisah Anang Krisdayanti dan patut kita jadikan cermin dalam kehidupan rumah tangga sendiri…

Sedemikian piciknya pemikiran akan sebuah ikatan pernikahan itu ?

Tahun KeTiga

6

Category : Cinta

Dear Cinta, gak banyak yang bisa aku ungkapkan hari ini. Berhubung kondisi kesehatanku yang kurang mendukung. Begitu pula kesibukan kita masing-masing yang gak memungkinkan terciptanya suasana mesra seperti yang pernah kita harapkan sebelumnya. Walau begitu, aku yakin kau kan tetap selalu setia menantikan waktu dimana kita bisa saling bicara, disela celoteh putri kita yang kian lucu dan menggemaskan.

Hari ini adalah spesial bagi kita berdua. Karena hari ini tiga tahun lalu, menurut agama yang kita anut, men-sah-kan hubungan yang telah dibina dengan penuh kasih. Karena hari ini tiga tahun lalu, kita akhirnya merasakan jua apa yang orang-orang nantikan dalam hidupnya. Bersatunya dua insan dalam ikatan cinta pernikahan.

Aku tahu tak banyak yang bisa aku berikan padamu tiga tahun ini. Tapi aku yakin bahwa kau akan selalu mengerti bahwa Cinta tak selamanya berupa Materi. Cinta itu ada karena kita inginkan. Cinta itu ada karena kita memang berharap banyak padanya. Cinta itu ada dalam diri Putri kita.

Dear Cinta, hari ini Tahun keTiga Pernikahan kita.

”Kita Begitu Berbeda dalam Semua, Kecuali Dalam Cinta”

> PanDe Baik mengutip kalimat terakhir dari GIE yang sempat tampil pula pada kartu undangan pernikahan kami tiga tahun lalu. Kali ini tanpa iringan lantunan musik, hanya rintik air hujan yang turun sambil menunggu Istri pulang kerja di sore hari yang mendung. Akhirnya membatalkan kuliah lantaran kondisi kesehatan yang tak kunjung membaik. <

Salam dari PuSat KoTa DenPasar

Renungan tentang Cinta – 4

5

Category : Cinta

Saat jauh, Cinta Sejati mampu membuatmu tak enak makan namun tak pula merasakan lapar

Saat dekat, Cinta Sejati mampu membuat dirimu duduk diam disisinya tanpa harus melampiaskan hasrat

Saat jauh, Cinta Sejati mampu menjatuhkan air matamu tanpa diawali satu pertengkaranpun

Saat dekat, Cinta Sejati mampu mengubah waktu menjadi begitu singkat

Saat jauh, Cinta Sejati mampu menjaga kesetiaanmu sekalipun gadis lainnya begitu mempesona untuk didekati

Saat dekat, Cinta Sejati mampu hilangkan dahaga tanpa harus dirasakan

Cinta Sejati itu…

mampu menghilanglah semua perbedaan yang ada diantara diri dan menjadikannya Satu Rasa.

Apabila Cinta Sejati itu telah menghampirimu,

menikahlah…

Renungan tentang Cinta – 3

Category : Cinta

Apa yang paling sulit bila berbicara Cinta ?

Menyatakannya pada orang yang disukai ? mungkin benar, apalagi kalau orang itu adalah pujaan hati yang menawan bagi setiap orang yang melihatnya. Namun yang dikhawatirkan pada tingkat ini tentu kemungkinan untuk ditolaknya Cinta yang telah sedemikian susahnya diungkapkan.

Memahami Cinta ? ini berlaku bagi mereka yang jarang tersentuh oleh kata Cinta. Bisa lantaran sikap keseharian hingga prinsip-prinsip yang hampir tak bisa disentuh oleh orang lain.

Ada lagi kok yang jauh lebih sulit dari itu…

Menjaga Cinta.

Suatu hubungan Cinta memang harus melewati langkah-langkah awal seperti mengenal Cinta, menjajaki, memahami dan terakhir tentu menyatakan Cinta. Bisa dengan mencoba masa pacaran hingga meminang ke pelaminan. Namun saat keputusan akhir itu dilontarkan dan diterima, hal yang seringkali luput dari perhatian setiap pasangan didunia ini adalah menjaganya agar tetap seperti saat Cinta itu dinyatakan.

Menjalani keseharian dengan satu Cinta bisa jadi dirasakan mustahil oleh sebagian besar orang. Itu sebabnya setiap hari layar televisi disuguhkan oleh kasus artis kawin cerai hingga selingkuh pasangan. Tak hanya itu, media cetak hingga lingkungan kerabatpun kerap terdengar cerita yang sama.

‘Emang enak makan ikan setiap hari ? sekali-sekali makan ayam atau sate kek’. Kata seorang teman sekolah masa sma dulu.

Ini pula yang menjadi alasan rekan kantor mulai melirik rekan kerjanya dan melewatkan kesempatan ‘survey ke lapangan’ untuk sekedar melampiaskan hasrat dan nafsu yang tak tertahankan.

Namun bagaimana dengan mereka yang tetap setia pada pasangannya hingga ajal memisahkan mereka ? cerita kemesraan seorang tokoh politik yang kecelakaan beberapa minggu lalu dengan Istrinya hingga ajal menjemput sang suami, masih menghiasi topik utama di beberapa tabloid wanita.

Bagaimana mungkin mereka bisa menjaga Cinta yang diikrarkan saat pernikahan mereka berlangsung ?

‘Ah, itu kan karena tampan dan cantik bersatu, makanya bisa langgeng…’

Kalau memang demikian pembenarannya, coba lihat bagaimana pasangan artis yang kini kawin cerai ? Tamara Bles… aduh entah ejaannya bagaimana, menikahi seorang pria tampan, namun mengapa bisa putus ditengah jalan ?

‘ah itu kan karena bla bla bla… ‘ lagi-lagi satu pembenaran yang diungkapkan oleh infotainment.

Back to topic, menjaga Satu Cinta jika memang dengan niatan ikhlas dan tulus, rasa-rasanya takkan begitu sulit dijalani. Menjadi orang yang apa adanya sebelum menyatakan Cinta pada orang yang dipuja, akan memberikan jutaan dampak positif dikemudian hari…

Hanya saja memang tak semua orang mau memperlihatkan sisi buruknya saat menikmati keindahan Cinta. Tak heran, saat sang pasangan mengetahui ‘the original’nya, maka buyarlah semua keindahan yang diciptakan sejak masa pacaran hingga upacara pernikahan yang meriah dan mewah itu.

Btw, kata-kata yang diungkap oleh seorang rekan sma tadi, yang ditanya saat tau ia berpisah dengan sang pacar yang bahkan sempat memberikan seorang anak laki-laki lucu padahal upacara pernikahanpun blom pernah dilakukan, cukup membuat hati terhenyak dan membathin, semoga saja nanti aku bisa tetap merasakan nikmatnya makan ikan setiap hari sampai mati…

Renungan tentang Cinta – 2

Category : Cinta

Kata Terurai Jadi Laku

Oleh Anis Matta

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, “Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri.” Tapi lelaki itu malah menjawab, “Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi.”

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.

Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, “Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik.”

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi laku. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati. terkembang dalam kata. terurai dalam laku. Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata.

Kalau cinta sudah terurai jadi laku, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam laku. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.

Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti.

Cinta yang tidak terurai jadi laku adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.

Tidak mudah memang menemukan cinta yang ini. Tapi harus begitulah cinta.

Renungan tentang Cinta – 1

Category : Cinta

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

“Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia…”

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.

“Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman… Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir…

“Maaf, apakah aku harus berhenti ?” tanyanya.

“Oh tidak, lanjutkan…” jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia.

“Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”.

Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…”

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya… Ia menunduk dan menangis…

*Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depresi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut.

Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.