Bye Bye my FourSQuare

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Memburu BadGe satu persatu hingga genap berjumlah 20, merupakan satu pengalaman yang menakjubkan bagi seorang pengguna pemula sebuah jejaring sosial berbasis lokasi bernama FourSQuare. Saya katakan masih pemula lantaran waktu yang terlewatkan sejak pertama kali mencoba hingga hari ini hanya sampai hitungan hari ke-34 saja, satu bulan.

Dalam waktu tersebut, selain berkesempatan memperkenalkan gambaran umum terkait FourSQuare pada tulisan saya beberapa waktu lalu, tak lupa disertakan tips dan trik untuk mendapatkan BadGe yang notabene merupakan satu-satunya daya tarik FourSQuare. Setidaknya itu kesan yang saya tangkap secara pribadi, meski masih ada ‘aksi rebutan mayorship untuk setiap Venue/lokasi yang ada atau ‘peluang untuk mempromosikan diri atau usaha melalui fitur Venue tersebut.

FourSQuare bakalan jauh lebih terasa mengasyikkan apabila digunakan oleh mereka yang memiliki hobby travelling, wiraswasta ataupun yang sudah mapan sehingga tidak ada rasa keterpaksaan dan sungkan ketika mengunjungi sebuah Venue, melakukan Check-in dan mendapatkan BadGe. Alasan ini pula yang kemudian memaksa saya untuk menutup akun FourSQuare per 13 Oktober 2010 lalu tepatnya pk.4.00 sore, sesaat setibanya saya dirumah.

Keputusan ini saya ambil lantaran merasa ‘sudah tidak ada lagi hal yang bisa saya lakukan dengan akun FourSQuare selain Check-in, berburu BadGe, mendapatkan pengakuan sebagai Mayor ataupun sekedar promosi BLoG. Bukannya bermaksud sombong atau berlebihan, tapi yah ketimbang saya tinggalkan begitu saja tanpa perkembangan, lebih baik dengan segera berusaha menyelesaikan beberapa eksperimen sebagai bahan tulisan BLoG dan selesai. loh ?

Harus saya akui bahwa salah satu alasan yang paling besar ketika memutuskan untuk bergabung di jejaring sosial berbasis lokasi ini adalah, memuaskan hasrat keingintahuan saya pada FourSQuare yang digadang-gadangi bakalan menggantikan kedudukan FaceBook. Selazimnya seorang BLoGGer, sudah tentu ketika pengetahuan itu saya dapatkan, dengan segera dituangkan dalam bentuk tulisan dalam BLoG ini untuk berbagi dengan pengguna yang lain.

Sayangnya, profesi saya sebagai seorang abdi negara yang biasa-biasa saja, sedikit membatasi ruang gerak yang mampu saya capai seandainya tujuan utama menggunakan FourSQuare ini hanya untuk mendapatkan BadGe sebagai sebuah pengakuan. Bagaimana tidak, beberapa clue atau petunjuk yang bisa digunakan untuk mendapatkan sebuah BadGe, rata-rata merupakan tempat yang tergolong jarang saya kunjungi.

Katakanlah untuk BadGe ‘Don’t Stop Believin’ yang mematok Venue/lokasi dengan tag ‘Karaoke’, BadGe ‘Warhol’ dengan tag Venue ‘Gallery’, atau BadGe ‘Barista’ dengan tag Venue ‘StarBucks’, merupakan tempat-tempat yang jujur saja seumur-umur belum pernah saya kunjungi. Trus bagaimana caranya kok bisa didapatkan dengan mudah ? Tiada lain lantaran aktifitas Virtual Check-in yang saya lakukan secara tersembunyi atau dikenal dengan istilah ‘off the grid’. Bagi yang masih gamang dengan istilah Virtual tersebut, baca di tulisan sebelumnya ya.

Sayangnya aktifitas Virtual Check-in yang saya katakan sebagai salah satu kelemahan FourSQuare, bisa dikatakan sangat diharamkan alias tidak direkomendasikan oleh pengguna FourSQuare Indonesia yang memang serius berburu BadGe. Demikian pula dengan ‘off the grid’ tadi yang artinya ‘menyembunyikan lokasi status’ baik dari daftar teman sesama pengguna FourSQuare maupun dari jejaring sosial lain yang ditembuskan seperti Twitter atau FaceBook.

Melalui aktifitas Virtual Check-in inilah, saya berhasil menggenapi BadGe hingga sejumlah 20 buah dalam waktu singkat. Apalagi beberapa BadGe memang tergolong mudah didapat asal tahu caranya. BadGe ‘I’m on the Boat’ bisa didapatkan dengan hanya melakukan satu kali Check-in pada Venue yang memiliki Tag ‘Boat’ seperti ‘Bali Beach and Banana Boat’ misalnya. BadGe ‘16 Candle’ bisa dimiliki setelah menyampaikan (shout) ucapan Selamat Ulang Tahun dalam bahasa Inggris ke minimal 5 orang teman dengan menyematkan karakter @didepan nama yang bersangkutan, meskipun teman tersebut bukan seorang pengguna FourSQuare sekalipun. Demikian pula dengan BadGe ‘School Night’ yang langsung bisa didapatkan ketika melakukan aktifitas Check-in beberapa saat setelah pukul 3 dinihari, di Venue manapun.

Meski demikian, ada juga beberapa BadGe yang membutuhkan kejelian serta trik tambahan, agar bisa berhasil dengan baik. Ini berlaku untuk BadGe yang mensyaratkan jumlah Check-in tertentu di Venue berbeda dengan tag tertentu pula seperti ‘Gallery, PhotoBooth, Food Trucks, College, PlayGround, Gym ataupun Karaoke’. Trik dan kejelian yang saya maksudkan diatas adalah pertama, memeriksa lewat layar pc atau laptop, Venue mana saja yang memenuhi syarat tersebut, dilanjutkan dengan langkah kedua, Check-in di tempat yang sama pada masuk dalam daftar ‘Matching Tag’, bukan ‘Matching Place’.

Secara default penggunaan FourSQuare, memang saya rasa ketersediaan BadGe yang bisa dicapai tidaklah banyak untuk mengitari Venue lokal yang ada diseantero kota Denpasar. Tidak demikian halnya dengan Venua luar ataupun brand terkenal yang diikuti, begitu juga dengan memanfaatkan bantuan aplikasi Waze atau situs GetGLue. Namun itu semua memerlukan ketekunan dan kesabaran untuk mendapatkannya. Pada intinya masih tetap sama.

Jadi ya, “Bye Bye My (account) ForSQuare…”, meski hanya 20 BadGe yang mampu digenapi, namun banyak pengalaman yang saya dapatkan selama satu bulan ini. Sampai jumpa di lain Jejaring Sosial.

Ohya, bagi yang ingin tahu BadGe apa saja yang saya dapatkan serta tips dan trik untuk bisa mendapatkannya, mampir saja pada album “Bye Bye My FourSQuare” yang saya buat kemarin. Barangkali saja bisa memberikan inspirasi untuk mengejar BadGe lainnya. Salam dari www.pandebaik.com

Ayo berburu BadGe FourSquare

20

Category : tentang TeKnoLoGi

Melakukan aktifitas Check-in pada jejaring sosial berbasis lokasi FourSquare secara rutin, rasanya belum lengkap kalau belum mendapatkan Badge. Yang dimaksud dengan Badge disini adalah sebuah logo bundar kecil sebagai pengakuan dari FourSquare atas semua aksi Check-in yang dilakukan oleh pengguna. Badge inilah yang kemudian membedakan aktifitas Check-in yang dilakukan melalui FourSquare dibandingkan Koprol buatan indonesia itu.

Mengoleksi Badge bagi saya pribadi malah mampu menimbulkan keasyikan tersendiri. Untuk mendapatkannya ya tergantung pada jenis Badge yang diinginkan. Badge yang biasa, akan diberikan ketika pengguna melakukan aktifitas Check-in setelah kuantitas tertentu. Sedangkan yang tidak biasa, ada semacam trik yang mutlak dilakukan serta dibutuhkan sedikit keberuntungan agar Badge unik ini dapat menghiasi halaman profil pengguna.

Hasrat untuk mengoleksi Badge pada FourSquare ini kurang lebih mirip dengan aktifitas Filateli atau mengoleksi Perangko. Maaf, ada yang masih ingat dengan benda bernama Perangko ?

Saking asyiknya aktifitas ini, bahkan ada seorang teman yang begitu getolnya mengejar Badge hingga terakhir yang saya tahu, telah mengoleksi sekitar 28 badge. Bandingkan dengan yang saya capai baru 12 buah.

Terkait dengan 12 Badge yang saya dapatkan hingga hari ini setidaknya ada Badge Newbie yang diberikan pada saat pengguna melakukan Check-in pertama sebagai tanda keberhasilan, Local diberikan ketika pengguna melakukan aktifitas check-in minimal tiga kali ditempat yang sama dalam waktu satu minggu, Adventurer untuk 10 kali aktifitas Check-in di lokasi yang berbeda, Explorer untuk 25 kali serta Super Star untuk 50 kalinya.

Selain itu ada juga Bender, sebuah Badge yang biasanya diberikan bagi pengguna yang melakukan aktifitas Check-in 4 hari berturut-turut, OverShare untuk aktifitas Check-in lebih dari 10 kali dalam rentang waktu 12 jam, Super User untuk 30 kali check-in dalam sebulan atau kurang, Super Mayor diberikan saat pengguna dinyatakan sebagai pemilik -diistilahkan dengan sebutan MayorShip– pada minimal 10 lokasi sekaligus, Crunked untuk 4 aktifitas Check-in sekaligus dalam satu malam, School Night untuk aktifitas Check-in setelah jam 3 pagi (kurang kerjaan banged), dan Swarm diberikan pada setiap orang yang berkumpul di satu tempat dengan jumlah minimal 50 orang.

Untuk kemudian melakukan aktifitas berburu Badge saat beraktifitas dengan FourSquare ini, minimal yang perlu diketahui adalah “syarat” atau kebutuhan yang harus dipenuhi oleh masing-masing Badge. Setidaknya ada dua alamat yang bisa saya rekomendasikan untuk memandu aktifitas perburuan Badge kali ini. Yang satu bernama 4SQuaresBadges.com dan satunya lagi dari Acslater.com. isi kedua alamat tersebut kurang lebih sama, hanya ada sedikit penambahan jenis Badges bergantung pada pengetahuan dasar masing-masing.

Saya pribadi berhasil mencoba untuk bisa mendapatkan Badges OverShare yang membutuhkan aktifitas Check-in minimal 10 kali dalam waktu 12 jam. Hal ini saya lakukan pada hari rabu lalu, sesaat setelah Server yang dikelola oleh pihak FourSquare dinyatakan berfungsi normal kembali. Seorang Teman bahkan mengira saya melakukan aktifitas check-in berkali-kali dalam rentang waktu yang berdekatan hanya untuk aksi balas dendam atas errornya Server FourSquare selama hampir 2 hari.

Sebenarnya tidak masalah apabila aktifitas Check-in yang dilakukan pada FourSquare ini hanyalah ‘berjalan apa adanya’, tapi bukankah akan lebih mengasyikkan ketika kita mencoba untuk sedikit bermain-main untuk mendapatkan lebih banyak BadGe bukan ?

Yuk, berburu BadGe FourSquare dan bagikan pengalamanmu disini.

Main FourSquare yuk ?

32

Category : tentang TeKnoLoGi

Jangan marah atau Jangan pula mencoba membayangkan sebuah adegan erotis yang didapatkan kalo satu ketika satu dua teman Anda mengajak Check-in di FourSquare. Jangan pula membayangkan bentuk mainan persegi empat mirip Rubik’s Snake ketika seorang teman mencoba menawarkan hal yang sama pada Anda. Karena yang dimaksud dengan FourSquare saat ini adalah sebuah jejaring sosial layaknya FaceBook atau Twitter yang sudah dikenal publik lebih dahulu, dengan berbasiskan Lokasi.

FourSquare yang dibuat oleh Dennis Crowley dan Naveen Selvadurai ini memperkenalkan sebuah layanan pertemanan yang kelak bakalan memfamiliarkan istilah Check-in pada setiap penggunanya (konotasi yang terdengar buruk bagi sebagian besar PNS negeri ini) dan juga Shout. Istilah terakhir kurang lebih sama dengan istilah ‘Update Status’ milik FaceBook ataupun ‘Tweet’ milik si burung biru Twitter.

Sayangnya selama saya mencobanya dua minggu terakhir ini, yang namanya Shout tidak dapat dikomentari oleh teman yang dimiliki seperti halnya kedua istilah lain milik FaceBook dan Twitter. Kata senior saya Putu Adi Susanta, seorang Radiografer Rumah Sakit Sanglah sekaligus BLogger mantap, justeru inilah keunikan FourSquare, tidak ada fasilitas tukar menukar pesan antar teman. Jujur, keterbatasan ini lumayan membuat saya seperti mengalami Autis karena meskipun sudah merasa terhubung dengan jejaring sosial namun tidak ada tanggapan apapun. :p Tapi tunggu, mengingat basis FourSquare adalah update status di lokasi terkini, fitur ini dapat digunakan sebagai ajang ngumpul pengguna FourSquare yang secara kebetulan berada pada tempat dan waktu yang sama. Asyik bukan ?

FourSquare juga dapat digunakan untuk mencari tempat nongkrong apabila sedang berada di satu tempat yang baru pertama kali dikunjungi. Ketikkan saja alamat ataupun nama lokasi pada kolom ‘Check-in’ dan FourSquare akan memberikan beberapa tempat alternatif terdekat yang sudah didaftarkan lebih dulu oleh pengguna lainnya, ditambah sedikit tips gambaran terkait tempat tersebut. Jadi ya gak perlu susah-susah untuk mencari tahu.

Mencoba bermain FourSquare bukan berarti harus meninggalkan jejaring sosial yang selama ini dimiliki loh, karena dalam opsi Pengaturan-nya terdapat fasilitas untuk menghubungkan akun FourSquare dengan akun jejaring sosial lainnya seperti FaceBook dan Twitter. Hal inilah yang kemudian memungkinkan teman lain untuk ikut serta memberikan komentar atau tanggapan atas aktifitas ‘Check-in’ yang dilakukan sebelumnya.

Secara tampilan, FourSquare punya dua versi yang dapat diakses oleh setiap pengguna yaitu versi lengkap atau web (arahkan ke foursquare.com) dan versi mobile (m.foursquare.com atau foursquare.com/mobile). Untuk melakukan aktifitas Check-in dan Shout saya sarankan untuk mengakses yang versi mobile agar tidak membingungkan, sedangkan yang versi lengkap atau web untuk melakukan aktifitas yang lebih luas seperti meng-editing info dan peta lokasi (dikenal dengan istilah Venue), mencari dan menerima permintaan pertemanan serta pengaturan profil yang dipandang perlu.

Ketika bermain lebih jauh dengan FourSquare, pengguna akan mulai mengenal istilah Major yang akan diperoleh ketika pengguna melakukan aktifitas Check-in minimal dua kali di tempat yang sama. Untuk gambaran terkait istilah Major ini barangkali bisa dibaca lebih lanjut di radioGrafer.net milik blogger mantap sekaligus senior saya Putu Adi yang kiranya jauh lebih mendalam dan mudah dipahami.

Ada juga istilah Badge yang akan diberikan ketika pengguna melakukan aktifitas di FourSquare selama waktu tertentu. Newbie diberikan pada saat pengguna melakukan Check-in pertama sebagai tanda keberhasilan atau kurang lebih menandakan tanggal dan lokasi bergabung seorang pengguna. Local diberikan ketika pengguna melakukan aktifitas check-in minimal tigal kali ditempat yang sama dalam waktu satu minggu. Super User diberikan bagi pengguna yang aktif melakukan check-in sebanyak minimal tiga puluh kali dalam satu bulan atau kurang. Explorer untuk pengguna yang melakukan aktifitas check-in di dua puluh lima tempat yang berbeda, dan masih banyak lagi. Sejumlah Poin akan diberikan pada pengguna setiap kali melakukan perpindahan tempat check-in, pendaftaran lokasi (venue) baru, kunjungan pada lokasi yang sudah terdaftar maupun kembali pada tempat yang sama.

Terkait lokasi, kabarnya pada saat peluncuran perdana di tahun 2009 lalu FourSquare hanya dapat digunakan dalam keterbatasan 100 (seratus) wilayah metro diseluruh dunia. Baru pada bulan Januari 2010 FourSquare mengubah model lokasi yang memungkinkan setiap pengguna melakukan aktifitas check-in dari lokasi manapun diseluruh dunia.

Sayangnya (lagi-lagi), untuk melakukan aktifitas check-in (yang akurat dan dapat dipercaya), FourSquare tidak dilengkapi dengan fitur kompas atau minimal peta yang terhubung dengan satelit untuk mencari tahu posisi pengguna berada secara realtime dan terkini. Hal ini sebenarnya dapat menutup kemungkinan bahwa seorang pengguna melakukan aktifitas check-in secara asal (baca:mengarang atau mengira-ngira) dengan harapan ‘ingin tetap terlihat eksis dimata teman lain’. Saya pribadi sempat mencobanya dengan melakukan check-in di satu tempat yang lokasinya berada jauh dari lokasi sebenarnya. Proses berjalan lancar walaupun seumpama apabila diusut secara jarak jangkauan dan waktu yang diperlukan, akan terlihat bahwa aktifitas check-in yang saya lakukan bakalan terlihat mustahil. Tapi ya siapa yang tahu ? toh FourSquare bukanlah satu hal yang patut ditanggapi secara Serius dan berlebihan, bukan ?