Mengenal Motorola Q CDMA

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti yang pernah saya katakan dalam tulisan sebelumnya bahwa ponsel Motorola Q CDMA bukanlah ponsel baru keluaran terkini alias jadul. Rilisnya kurang lebih berawal pada tahun 2005 yang kalau disejajarkan dengan rilis ponsel Nokia, hampir bersamaan dengan seri 7610 dan 6630 yang diklaim sebagai ponsel pertama Nokia berkamera 1 MP, begitu pula dengan Nokia Communicator 9500 yang hanya beresolusi VGA.

Itu sebabnya untuk ukuran sebuah ponsel pintar (baca:smartphone), Motorola Q CDMA hanya menyematkan resolusi kamera yang sama dengan kemampuan ponsel berkamera saat itu yaitu sebesar 1,3 MP. Demikian pula dengan kemampuan koneksi nirkabelnya yang tidak mendukung Wifi secara built in kendati dapat ditambahkan secara opsional.

Sebagai sebuah ponsel pintar, Motorola Q CDMA sudah memenuhi satu syarat atau standar mutlak yaitu menggunakan sistem operasi sebagai basic pengoperasian ponsel. Adapun sistem operasi yang digunakan adalah Windows Mobile Smartphone 5.0. Penggunaan rilis sistem operasi tersebut makin menguatkan image bahwa ponsel Q series ini memang dirilis kisaran lima tahun lalu, karena untuk standar ponsel/pda bersistem operasi Windows Mobile rilis terkini minimal menggunakan seri 6.1 atau 6.5. Adapun kode yang digunakan, tidak lagi disebut Windows Mobile Smartphone Edition tapi Windows Mobile Standard Edition.

Sistem operasi Windows Mobile Smartphone 5.0 ini memiliki satu ciri yang dapat dikenal dengan mudah yaitu tidak mendukung layar sentuh. Pengoperasiannya murni mengandalkan keypad dan tombol navigasi. Ciri-ciri lainnya dapat dilihat secara kasat mata walaupun tanpa menyentuh langsung, yaitu dilihat dari tampilan homescreen atau layar utama yang tidak menampilkan jam pada list taskbar yang sejajar dengan simbol sinyal.

Secara bentuk dan desain, Motorola Q CDMA mengingatkan saya pada pda rilis lama seperti Audiovox Thera, 6700 ataupun O2 lama yang pernah saya miliki dahulu. Kotak tipis dan memiliki area bagian bawah yang mirip dengan desain khas Nokia tipe E71.

Kesan ponsel jadul dapat dilihat pula dari koneksi yang diselipkan pada ponsel Motorola Q CDMA, masih menggunakan infra red yang kini sudah mulai ditinggalkan. Demikian pula dengan jenis kartu memory eksternal, yang masih menggunakan tipe MiniSD. Yang lebih unik lagi, pada sisi kanan ponsel terdapat tombol navigasi yang dinamakan Jog Dial atau istilahnya TrackWheel pada ponsel BlackBerry. Tombol navigasi ini biasanya terdapat pada ponsel rilis tahun-tahun serupa seperti BlackBerry 8700 yang belum mengenal sistem navigasi TrackBall atau Sony Ericsson P series.

Menggunakan ponsel Motorola Q CDMA tidak jauh berbeda rasanya dengan penggunaan ponsel O2 XPhone iim yang secara kebetulan memiliki sistem operasi yang sama. Tidak banyak kesulitan yang saya alami dalam pengoperasiannya. Hanya saja jika disandingkan, ponsel Motorola Q CDMA memiliki kekurangan dan kelebihan terkait thumbboard QWERTY yang disandangkan. Kekurangannya tentu saja pengguna (dalam hal ini saya pribadi) diwajibkan mempelajari kembali lokasi tombol huruf dan angka yang kadang jujur saja agak membingungkan. Walaupun susunannya sama dengan keyboard pc, namun tetap saja terbentur ukuran dan fungsi shift. Sebaliknya menggunakan ponsel Motorola Q CDMA yang sudah mengadopsi thumbboard QWERTY seperti halnya ponsel Blackberry ataupun lokal yaitu, tidak ada waktu tunggu atau jeda yang diperlukan ketika memanfaatkan fitur Messaging-nya.

Terkait kapasitas phonebook yang tempo hari menjadi momok bagi saya sehingga memilih Motorola Q CDMA sebagai salah satu alternatif, rupanya bisa terjawab dengan memuaskan mengingat penggunaan sistem operasi (sebagai satu syarat mutlak sebuah ponsel pintar) yang memiliki satu kelebihan tanpa batas. Tergantung pada sisa memori internal yang ada.

Yang tak kalah menarik adalah persoalan daya tahan batere yang sempat diklaim hanya bertahan sekitar 3 jam oleh seorang Rekan. Setelah mengujinya sendiri, dengan pemakaian normal tentu saja, daya tahannya ternyata mampu mencapai tempo 2 hari. Itupun rata-rata daya yang tersisa masih sekitar 25%-nya. Tak lupa terkait harga yang tergolong murah apabila dibandingkan dengan ponsel dalam rentang harga serupa.

Artinya, untuk sebuah ponsel berjaringan CDMA, bolehlah saya merekomendasikan Motorola Q CDMA sebagai teman baru bagi yang berminat mengganti ponsel saat ini.

Motorola Q CDMA Jagoan Baru PanDe Baik

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Motorola Q sebagai ponsel berjaringan CDMA pasca kasus penuhnya memori phonebook yang tersedia dalam ponsel Nokia 6275i ditambah memori kartu Telkom Flexy. Sekedar informasi bahwa kapasitas phonebook yang disediakan oleh ponsel Nokia 6275i CDMA sebanyak 500 dengan pilihan multiple entry yang artinya bisa jadi satu nama kontak memiliki dua sampai tiga nomor telepon, alamat email, alamat web, catatan khusus atau bahkan image foto, sedangkan kartu Telkom flexy yang saya miliki hanya mampu menampung seperlimanya atau sekitar 100 kontak dengan perbandingan 1:1, yang artinya satu nama untuk satu nomor kontak.

Ternyata mau tidak mau yang namanya ‘kepenuhan kapasitas memori phonebook baik yang tersedia dalam memory ponsel maupun kartu dialami juga. Kalau tidak salah dimulai sedari awal tahun 2010. Bisa jadi lantaran saat itu saya menemukan kontak teman-teman masa sekolahan SMA yang kemudian merencanakan Reuni awal April kemarin, juga kontak Semeton Pande pasca odalan Tamblingan akhir Juni lalu. Ditambah kontak beberapa nama Rekanan yang mengajukan permohonan Termyn Pembayaran. Klop dah…

Berbekal kesulitan tersebut, saya memutuskan untuk mencari tahu tipe ponsel yang sekiranya memiliki kapasitas phonebook yang mampu menjangkau jumlah minimal 600-an atau kalopun ada ya unlimited. Sepengetahuan saya Nokia memang sudah merilis ponsel berjaringan CDMA terbaru yang memiliki kapasitas phonebook hingga jumlah 1000 dengan multiple entry yang sayangnya dipasarkan dengan harga diatas 2 juta rupiah. Alamak…

Pilihan lainnya tentu saja mencari tipe ponsel yang menggunakan sistem operasi karena sepemahaman saya, ponsel bertipe smartphone ini memiliki kapasitas phonebook shared memory yang artinya unlimited tergantung pada memory internal yang dimiliki. Sayangnya (lagi) bisa dikatakan sangat sulit mencari ponsel bersistem operasi dengan harga terjangkau (kalo bisa siy kisaran sejutaan atau malah dibawahnya).

Bersyukur beberapa bulan lalu saya sempat melihat iklan ponsel berjaringan CDMA yang ditawarkan dengan harga murah disebuah media cetak lokal. Motorola Q series. Kalo tidak salah saat itu harga baru yang ditawarkan berada pada angka 1,3 juta. Yang menjadi ketertarikan saya adalah penggunaan sistem operasi Windows Mobile yang artinya sudah memenuhi persyaratan yang saya ajukan tadi.

Motorola Q CDMA sebenarnya merupakan sebuah ponsel pintar keluaran jadul sekitaran tahun 2005 yang kemudian secara berkala dirilis kembali pada Mei 2006 dan April 2007. Ponsel yang digadang-gadangi bakalan menyaingi ketenaran Blackberry saat itu nyatanya tidak mampu menarik minat, bisa jadi lantaran form factor desain yang ‘gak ada bagus-bagusnya’ komentar seorang teman. Beberapa Informasi negatif yang saya baca dari komentar para Kaskuser, membahas secara mengkhusus tipe ponsel ini adalah daya tahan batere yang dalam sehari bisa dua kali charge dan terkait error yang dialami ketika batere mencapai titik habis.

Beruntung saya mendapatkan informasi positif dari seorang pengguna Motorola Q CDMA yang kedapatan ingin menjual kembali ponsel yang dibelinya sekitar enam bulan lalu. Soal daya tahan batere, sebetulnya dengan pemakaian normal, bisa melewati usia satu hari saja sedangkan yang dikatakan dua kali charge barangkali lantaran penggunaan ponsel sebagai modem pc secara full atau aktif terus menerus. Demikian pula dengan error yang tak pernah dialami sekalipun. Well, informasi ini sepertinya masuk akal bagi saya mengingat pengalaman saya yang tidak jauh berbeda saat menggunakan ponsel O2 XPhone iim.

Motorola Q CDMA saya tebus dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang anggaran yang saya sediakan. Hanya sebesar 875ribu saja. Tanpa pikir panjang ponsel berjaringan CDMA ini saya ambil dengan segera untuk menggantikan posisi Nokia 6275i yang sudah kewalahan dengan daftar phonebooknya.

Lantas bagaimana pengalaman dalam menggunakan ponsel Motorola Q CDMA ini ? simak ditulisan berikutnya. :p

* * *

Lantaran komitmen yang saya ambil untuk fokus pada tema ulasan keris sedari awal Agustus kemarin,  dengan terpaksa tulisan ini saya publikasikan terlebih dahulu lewat Notes FB. Jadi Mohon Maaf bagi yang sudah pernah membacanya…

Menjadikan Nokia 1508 sebagai alternatif Modem pada PC

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Satu hal, kenapa pada judul diatas saya katakan sebagai alternatif  modem pada PC ? karena saya pribadi tidak menyarankan untuk menggunakan ponsel ini sebagai modem utama, dengan pertimbangan daya batere ponsel. Biarpun saat kabel data dihubungkan dari ponsel ke PC dapat berfungsi sebagai charger via USB sekaligus juga menjadikan ponsel sebagai modem, jauh lebih baik apabila menggunakan modem eksternal dalam aktifitas berinternet. Ini untuk mencegah batere ponsel menjadi drop dalam rentang waktu panjang, terutama saat digunakan  sebagai sarana telekomunikasi mengingat dari pencarian sinyal CDMA saja sudah lumayan banyak menguras daya batere ponsel.

Untuk dapat menggunakan ponsel sebagai modem, diperlukan kabel data (di Denpasar dapat dibeli di Indoraya jalan Nusa Kambangan seharga 64.000 rupiah, original loh…) dan mengunduh (download) PC Suitenya di web Nokia melalui menu ‘cari Produk 1508’ dan pilih pada ‘Dukungan Software’nya. Setelah PC Suite berhasil diinstalasi, sambungkan ponsel dengan kabel data pada PC dan secara otomatis PC akan mendeteksi ponsel sebagai modem 1508.

Buka Control Panel / Network Connection dan pilih Add New Connection Wizard. Ikuti langkah-langkah yang harus dilalui  yaitu Connect to the Internet / Set Up my Connection Manually / Connect Using a dial-up modem / pilih Nokia 1508 / masukkan nama ISP / masukkan nomor dial ISP / masukkan username dan password yang telah ditentukan oleh ISP / Finish.

InTernet

Ketika ponsel diuji coba dengan menggunakan kartu Telkom Flexi (dial : #777 ; username : [email protected] ; password : telkom), kecepatan menunjukkan angka 115,2 kbps. Sedikit lebih kecil ketimbang koneksi StarOne Indosat yang saya gunakan. Untuk membuka halaman Google dan halaman web yang minim iklan, koneksi berjalan cukup baik, namun akan melambat ketika dicoba untuk mengakses halaman penuh gambar seperti detik.com atau facebook.

Nah bagaimana ? mudah kan ?

Nokia 1508 alternatif modem PC namun minim Fitur

12

Category : tentang TeKnoLoGi

Ah, andai saja… Nokia berkenan mendengarkan do’a saya untuk merilis kelanjutan seri CDMA paling oke milik mereka, 6275 ponsel yang saya gunakan hingga hari ini… barangkali saya gak akan banyak bacot dalam memilih handset ponsel untuk Istri…

Setelah 2 (dua) tahun lebih saya menggunakan seri 6275 ini, syukur-syukur belom pernah menemui masalah atau keluhan. Malah selama dua minggu terakhir ni ponsel makin gegas membantu saya makin aktif dalam dunia maya. Dari chatting, cek email sampe browsingpun dapat dilakukan, gak perlu ponsel canggih kalo cuma untuk internetan. Hehehe…

Back to topik utama, Nokia 1508 yang akhirnya kami putuskan menjadi our next CDMA phone, rupanya tidak menyediakan kabel data dalam box pembeliannya, padahal itu merupakan satu-satunya harapan saya agar bisa melakukan sinkronisasi daftar nama kontak dari Microsoft Outlook pada PC kedalam ponsel. Maka sebelum menjelajahi isi ponsel lebih jauh, saya pun berburu keberadaan kabel data micro USB ini di seantero kota Denpasar. Dari Nokia Teuku Umar, Handphone Shop, BTC, Bali Barong, hingga ke Cenral di jalan Sidakarya pun disambangin, hasilnya nihil. Bersyukur seorang teman pemilik BaliNotebook.com menginformasikan sebuah toko grosir Indoraya di Jalan Nusa Kambangan yang akhirnya memberikan solusi yang saya harapkan. Thank You Mas Ichwan

Untuk dapat menggunakan kabel data pada ponsel Nokia 1508 ini ternyata tidak mudah. Web resmi Nokia bahkan tidak menyediakan driver modem ini secara khusus, hanya yang kompatibel saja. Itupun setelah diinstalasi, PC tidak mampu mengenali kabel maupun ponsel. Akhirnya sayapun mencoba alternatif ke-2 yang diberikan oleh Nokia yaitu mendownload PC Suite-nya. Masalah baru muncul ketika PC Suite untuk Nokia 1508 diinstalasi mendapati kenyataan bahwa telah ada PC Suite untuk Nokia 6275 dan N73 , yang jika diteruskan tidak menjamin PC Suite sebelumnya dapat berjalan dengan baik. Solusi yang saya ambil adalah mengeksekusi PC Suite pada folder atau drive lain dan berhasil. Kabel data langsung dideteksi sekaligus menjadikan ponsel sebagai modem. Modem ? yup, ternyata ponsel ini bisa digunakan sebagai alternatif modem pada PC loh… nanti deh, saya jelaskan dalam tulisan berikutnya.

Langkah paling pertama yang saya lakukan adalah melakukan sinkronisasi daftar nama kontak yang tercatat dalam Microsoft Outlook pada PC ke ponsel. 458 nama kontak, perlu waktu lama jika harus dicatat secara manual atau menyalinnya terlebih dahulu ke SIM card, berhubung kartu yang digunakan hanya mampu menampung maksimum 250 daftar nama kontak. Syukur dari manual Guide dan box pembelian tertera bahwa ponsel ini mampu menampung sekitar maksimum 500 daftar nama kontak, yang artinya tidak akan menjadi masalah besar saat Sinkronisasi. Sayangnya, hanya daftar nama kontak dan Calendar yang bisa di-sinkron-kan. Tidak termasuk Notes (catatan) dan File multimedia. What ?

PC Suite

Minimnya memori rupanya memaksa Nokia men-disabled-kan opsi File Manager pada PC Suite yang digunakan, demikan pula dengan opsi install aplikasi. Wah, gawat nih… Berkali-kali mencoba dan mencari informasi di dunia maya, nyatanya tidak jua ditemukan cara melakukan dua opsi diatas. Mengingat kedua opsi diatas akan sangat berpengaruh pada kriteria opsional yang saya sebutkan dalam tulisan sebelumnya, yaitu untuk dapat menampilkan foto putri kecil maupun menambah nada dering. Sayangnya, alternatif cara yang saya pikirkan yaitu melalui email pun sepertinya harus dibuang jauh-jauh, mengingat ketiadaan opsi instalasi aplikasi didalamnya. Tak heran apabila Permainan berada diluar menu Extra, tidak seperti ponsel java milik Nokia sebelumnya.

Nilai positif saya berikan pada ponsel ini untuk dua pertimbangan tambahan. Pertama kekuatan sinyal dan Kedua Daya tahan batere. Dibandingkan dengan ponsel CDMA Samsung S179 yang pernah saya miliki, kendati sama-sama memiliki frekuensi Single Band, milik Nokia saya rasakan jauh lebih jernih dan stabil, terutama bila dilakukan pada tempat yang sama. Sedangkan untuk daya tahan baterenya bisa sampe 4 hari loh… dengan pemakaian normal tentunya. dari 7 bar batere disisi kanan layar masih tersisa 2 bar, cukup bertahan dari pagi hingga malam hari. Mungkin lantaran tidak banyak fitur pemakan daya batere kali ya ?

Kekecewaan saya akan minimnya fitur yang bisa disuntikkan pada akhirnya sedikit terhibur begitu mengetahui fungsi tambahan kabel data pada ponsel ketika disambungkan ke PC. Tidak hanya untuk melakukan sinkronisasi daftar nama kontak, tapi juga mem-backup sms yang dianggap penting kedalam PC, sebagai alternatif modem bagi PC seperti yang saya sebeutkan tadi dan juga sebagai charger ponsel via USB. Satu teknologi baru yang saya temui pada ponsel Nokia. Kenapa saya tekankan pada Nokia ? karena teknologi charge daya batere handset ini telah diadopsi oleh PDA yang berbasis Windows Mobile. Hehehe…

Nokia 1508 our next CDMA phone

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada beberapa kriteria yang diberikan Istri saat kami memutuskan untuk membeli sebuah handset ponsel jaringan CDMA setelah handset yang digunakannya selama ini mengalami masalah dengan daya baterenya. Drop, musti di charge dua kali sehari sehingga akan sangat merepotkan apabila kami berada dalam kondisi mobile. Solusi yang kami gunakan sebelumnya adalah mengaktifkan pengalihan panggilan ke nomor GSM miliknya, sayang ini tidak berlaku bagi pengiriman sms.

Daya tahan batere minimal 2 hari (artinya beli baru), kontak nama pada ponsel bisa tetap seperti sebelumnya (minimal ada koneksi atau kabel data), bandel (artinya tahan lama untuk digunakan) dan tentu saja mudah digunakan (artinya langsung mengarah pada merk Nokia). Kriteria selanjutnya sebetulnya opsional alias kalopun bisa ya sangat bersyukur sekali, yaitu layar warna agar bisa menampilkan foto putri kami dan nada dering yang fleksibel (artinya ya minimal ponsel yang dimaksudkan punya sedikit memori internal).

Sayangnya, setelah mencari informasi di beberapa konter ponsel termasuk langsung dari Manajer Distributornya Nokia, hanya ada 2 (dua) seri ponsel yang memenuhi syarat yaitu 2505 dan 1508. Spesifikasi dan harganya tidak jauh berbeda, yang paling kentara tentu saja dari bentuknya. 2505 merupakan ponsel flip atau clamshell (yang menurut pengalaman biasanya bermasalah pada kabel fleksibel alias berumur pendek) sedangkan 1508 merupakan ponsel batangan atau candybar.

Nokia 1508 CDMA

Secara kriteria utama, sebenarnya seri 1508 sangat memenuhi syarat, hanya saja saya tidak memiliki teman yang bisa dipinjami barang beberapa hari untuk mengetahui jeroannya lebih jauh. Tujuannya tentu saja untuk mengetahui apakah kriteria opsional bisa dipenuhi atau tidak. Mengingat seri 1508 secara dimensi layar merupakan ponsel standar low end atau untuk pangsa pasar paling bawah. Menggunakan resolusi 128×128 pixel demikian pula dengan keterbatasan memori internalnya yang kabarnya hanya bisa digunakan kisaran 700 kb, mengingatkan saya pada seri jadul Nokia 3105.

Keputusanpun diambil, kami memilih 1508 sebagai our next CDMA phone… mau tahu bagaimana pendapat saya ketika mencoba ponsel ini lebih jauh ? tunggu tulisan saya berikutnya.

Nokia 2228 ponsel CDMA Fashion Setengah Hati

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Ponsel dengan jaringan CDMA boleh jadi terkadang menjadi anak tiri dibandingkan ponsel-ponsel yang dirilis dengan jaringan frekuensi GSM. Sangat jarang ditemukan, ponsel jaringan CDMA yang memiliki fitur sekeren fitur yang dimiliki ponsel GSM. Katakanlah resolusi kamera 5-8 MP atau bahkan kepemilikan koneksi data yang sekelas Wifi misalnya. Tak terkecuali brand terkemuka ditanah air, Nokia.

Nokia memang dikenal jarang meluncurkan produk mereka dijajaran frekuensi CDMA. Termasuk yang dapat dimasukkan kedalam golongan kelas tinggi layaknya ponsel GSM yang mereka rilis. Selama ini bisa dikatakan dari jajaran yang pernah dikenalkan, barangkali hanya ada dua ponsel mereka yang memiliki fitur keren sekelas ponsel GSM. Seri 6265 yang memiliki konstruksi slider dan pengikutnya seri 6275 yang mengambil bentuk batangan.

Belakangan Nokia memang pernah melontarkan idea bakalan meluncurkan ponsel CDMA yang jauh lebih mumpuni dibanding kedua seri tersebut. Kalo ndak salah seri 8208. Yang punya banyak kelebihan dimana salah satunya yang saya ingat adalah kamera yang sudah memiliki resolusi 3,2 MP. Eh, tunggu punya tunggu, bukannya merilis yang jauh lebih keren, bagi saya pribadi malahan jauh lebih ndeso dibanding sebelumnya. Nokia 2228.


Memang siy, Nokia mengklaim seri terbaru yang mereka rilis ini penuh akan nuansa fashion. Seperti dikatakan pada situs resmi mereka, ‘Sebuah Desain yang Cerdas dengan seluruh fitur yang Anda cari’. Tapi dengan harga (baru) yang kini nyaris sama dengan ponsel seri sebelumnya, coba deh dilihat, apa yang didapat ?

Single Band ? Layar Display dengan resolusi 128×160 pixel ? Kamera 1,3 MP ? Memori minim 20-25 MB tanpa tambahan memori luar ? Koneksi MicroUSB meniadakan Bluetooth bahkan InfraRed sekalipun ? Come On, saya yakin jika dengan harga yang masih diatas angka satu juta dan yang didapat hanyalah spesifikasi seperti itu, konsumen bakalan dengan cepat memutuskan berpindah kelain merk.

Bila dibandingkan dengan seri terdahulu, memang sih ada beberapa kelebihan yang memang tidak dapat ditemukan pada seri sebelumnya. Katakan saja antar muka yang sudah Symbian 40 4th yang mampu menampilkan animasi gif ataupun flash sebagai menu tampilan terdepan. Dukungan BREW (jadi tak hanya Java), pengetikan sms yang panjang dan….. Neckstrap ?

Tapi apakah itu yang dibutuhkan konsumen ? layar terdepan dengan tampilan bergerak ? apakah boros batere yang biasanya hinggap melekat pada ponsel jaringan CDMA cukup mampu ditanggulangi dengan kapasitas sekitar 860 mAh ? apalagi kalo dingat-ingat, yang dibutuhkan konsumen kali ini bukanlah fashion, tapi kegunaan ponsel untuk mendukung aktivitas mereka sehari-hari.

> Hmmm… kali ini bolehlah dikatakan kalo Nokia memang belum berniat untuk menggantikan ponsel 6275i (seperti yang PanDe Baik gunakan saat ini). Padahal angan-angannya sih, selain desain yang cerdas, ponsel CDMA Nokia selanjutnya ya jika bisa, tetap mengutamakan fitur yang cerdas pula. Jangan sampai terkesan ‘asal ada’…. <

Nokia 8208 : ponsel musik CDMA rasa GSM

10

Category : tentang TeKnoLoGi

Yang namanya ponsel Nokia dengan jaringan cdma, jarang sekali bisa ditemukan rilisan yang memiliki fitur sekelas ponsel gsm. Sejauh ini kepuasan penyaluran hasrat kepemilikan ponsel cdma Nokia memang blom bisa setinggi peminat gsmnya.

Terakhir kmaren sih paling baru seri 6275i dan 6265i aja yang mampu memberikan kenyamanan dan juga kemudahan akses data seperti halnya ponsel gsm. Ini kalo lagi bicara brand Nokia lho ya. Karena dari brand lain (diluar brand China-dual on-), kalo nyinggung perihal akses data, sudah ada dari Motorola maupun Dopod yang menawarkan akses tersebut, dengan harga bersaing pula. Ini karena mengadopsi sistem operasi Windows Mobile berlayar sentuh (Dopod dan Audiovox) atau malah yang Smartphone (tanpa layar sentuh) macam Motorola.

Nah, gak lama lagi Nokia bakalan mencoba memberikan akses data yang mudah dan nyaman maupun kepuasan pengguna dalam beraktifitas menggunakan ponsel cdma.

Maka sambutlah seri terbaru dari mereka, Nokia 8208, diluncurkan dengan desain dual slide yang sudah diperkenalkan lebih dahulu oleh Nokia jaringan gsm seri N95 dan N96, dengan fungsi yang sama pula, yaitu panel musik.

nokia-8208.jpg

Layar dikelir dengan tingkatan 16 Juta warna (pertama kali dipakai pada ponsel cdma), dan resolusi Qvga yang tentunya punya kejernihan jauh lebih baik dari pada dua kakaknya terdahulu. Dilengkapi pula dengan fitur hiburan kamera 3 MP (lagi-lagi terbesar dijajaran ponsel cdma), memori internal 150 MB plus luar yang kabarnya bisa di-expand sampe 8 GB.

Namun yang patut disayangkan adalah, belum beranjaknya sistem operasi yang dipakai masih seri 40 3rd edition, bukan Symbian seri 60 seperti halnya ponsel-ponsel Nokia jaringan gsm. Sehingga fitur GPS yang disuntikkan dalam ponsel ini boleh dicurigai bakalan serupa dengan seri 6275i yang hanya berbasis Java saja.

Samsung S179

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Ini sebagai jawaban bagi Adi Tirto Sabarno yang baru niat beli Samsung SCH S179
CDMA….

***
Samsung S179 ?

Hmm… make ni handset kurang lebih 3 bulanan.dijual karena mau nikah tapi minim dana. lumayan buat nambah-nambah.

Jatuh cinta karena bodi tipis, trus ekonomis lantaran ada kamera walo masih VGA dan
juga slot memori eksternal. hanya saja diluar kelebihan tadi nyatanya banyak
kekurangan yang harus dipertimbangkan.

ukuran, agak sulit bagi mereka yang memiliki jari besar seperti saya. salah pencet
terus.frekuensi, single band emang masih bisa make Flexy tapi sinyalnya putus-putus harus
nyari tempat yang pas dan gak geser-geser. maklum, kalo bukan Nokia, rata-rata
emang begitu adatnya.

Java ?gak mendukung. yang didukung malah BREW layaknya ponsel-ponsel Korea (kyocera
misalnya), dan sialnya aplikasi ato games yang mendukung BREW sangat minim malah
susah nyarinya.

Gak bisa sembarangan ganti ringtone (nambah dari luar).selain emang cuman mendukung Poliphonic karena file MP3 gak bisa diset jadi Ringtone, untuk memasukkan dan ngeset file midi jadi ringtonepun harus make bantuan Kabel Data plus softwarenya yang gak include dijual dalam Box. jadi harus beli sendiri.Kabel Data seharga 75ribu dibeli dari Distributor Samsung.Software gak disediakan dalam bentuk cd tapi harus didonlot sendiri ke websitenya
Samsung.Jadi untuk ngoprek isi handset ya seperti make Nokia PCSuite.

Layar terbatas pada ukuran 128×128 pixel dimana untuk gambar depan hanya bisa
dibuatkan pas ukuran 128×96 pixel kalo ndak salah.itu karena sisa pixel pada ukuran vertikal harus dipotong untuk list hitam bagian atas dan bawah yang gak bisa diubah (diotak-atik)

Gambar/foto yang berada pada kartu memori eksternalpun gak bisa diset jadi
wallpaper ato gambar depan tadi, tapi harus dicopy/move terlebih dahulu ke memori internal yang besarnya cuman 7 MB.

Hasil rekaman video emang bagus, tapi dalam format MJPG. itu artinya sulit untuk dinikmati kembali pada handset merk lain atopun pada PC, lantaran codec-nya sangat susah dicari.Ini termasuk susah pula untuk di-convert agar bisa ditonton di player.

Demikian pula untuk kamera, hasilnya tergolong bagus untuk kelas VGA.tapi kalo mau dipindah ke PC, terlebih dulu harus dicopy/move ke kartu memori eksternal dulu, baru dipindah dengan bantuan card reader.tapi kalo dah punya kabel data, ini bukan masalah lagi.

Pada pembelian gak dapet kartu memori eksternal, jadi harus beli sendiri.

Jadi secara total keseluruhan, kalo mau ditotal harus punya budget sekitar 1,5 juta.1,15 juta buat handset.100 ribu buat kartu MicroSD 512 MB.75 ribu untuk kabel data.dan 50 ribu minimal buat ngedonlot software. sisanya mungkin buat mencari file Games ato aplikasi yang mendukung BREW atopun Codec Videonya.

Dengan harga segitu, mending ditambah dikit biar bisa dapet Nokia 6275i seperti
yang dipake sekarang.

selain kekurangan diatas tadi sudah tercover oleh Nokia 6275i artinya gak ditemukan
lagi keribetan tersebut, dalam box penjualan juga sudah ada memory eksternal MicroSD 256 MB. ini bisa diganti baru dicoba sampe 1 GB aja.

So, secara pribadi agak nyesel juga ngebeli Samsung S179, karena dengan harga yang selisih sedikit bisa ngedapetin Nokia 6275i yang sangat jauh lebih memuaskan.udah Bluetooth, IrDa, Kamera 2MP, memori internal 20MB, eksternal sampe 1 GB belum bermasalah, layar lebar (240×320 pixel) plus warna 265K. Kekurangannya cuman 1, slot memori gak hotswap seperti halnya Samsung, tapi harus ngebuka batere terlebih dahulu. tapi selama PC sudah terdapat Bluetooth eksternal, ya gak perlu buka-buka batere lagi. cukup pake Nokia PCSuite yang sudah include dalam bentuk cd didalam box
penjualan.

Semoga informasi ini berguna.Terima kasih.