Nokia 1508 alternatif modem PC namun minim Fitur

12

Category : tentang TeKnoLoGi

Ah, andai saja… Nokia berkenan mendengarkan do’a saya untuk merilis kelanjutan seri CDMA paling oke milik mereka, 6275 ponsel yang saya gunakan hingga hari ini… barangkali saya gak akan banyak bacot dalam memilih handset ponsel untuk Istri…

Setelah 2 (dua) tahun lebih saya menggunakan seri 6275 ini, syukur-syukur belom pernah menemui masalah atau keluhan. Malah selama dua minggu terakhir ni ponsel makin gegas membantu saya makin aktif dalam dunia maya. Dari chatting, cek email sampe browsingpun dapat dilakukan, gak perlu ponsel canggih kalo cuma untuk internetan. Hehehe…

Back to topik utama, Nokia 1508 yang akhirnya kami putuskan menjadi our next CDMA phone, rupanya tidak menyediakan kabel data dalam box pembeliannya, padahal itu merupakan satu-satunya harapan saya agar bisa melakukan sinkronisasi daftar nama kontak dari Microsoft Outlook pada PC kedalam ponsel. Maka sebelum menjelajahi isi ponsel lebih jauh, saya pun berburu keberadaan kabel data micro USB ini di seantero kota Denpasar. Dari Nokia Teuku Umar, Handphone Shop, BTC, Bali Barong, hingga ke Cenral di jalan Sidakarya pun disambangin, hasilnya nihil. Bersyukur seorang teman pemilik BaliNotebook.com menginformasikan sebuah toko grosir Indoraya di Jalan Nusa Kambangan yang akhirnya memberikan solusi yang saya harapkan. Thank You Mas Ichwan

Untuk dapat menggunakan kabel data pada ponsel Nokia 1508 ini ternyata tidak mudah. Web resmi Nokia bahkan tidak menyediakan driver modem ini secara khusus, hanya yang kompatibel saja. Itupun setelah diinstalasi, PC tidak mampu mengenali kabel maupun ponsel. Akhirnya sayapun mencoba alternatif ke-2 yang diberikan oleh Nokia yaitu mendownload PC Suite-nya. Masalah baru muncul ketika PC Suite untuk Nokia 1508 diinstalasi mendapati kenyataan bahwa telah ada PC Suite untuk Nokia 6275 dan N73 , yang jika diteruskan tidak menjamin PC Suite sebelumnya dapat berjalan dengan baik. Solusi yang saya ambil adalah mengeksekusi PC Suite pada folder atau drive lain dan berhasil. Kabel data langsung dideteksi sekaligus menjadikan ponsel sebagai modem. Modem ? yup, ternyata ponsel ini bisa digunakan sebagai alternatif modem pada PC loh… nanti deh, saya jelaskan dalam tulisan berikutnya.

Langkah paling pertama yang saya lakukan adalah melakukan sinkronisasi daftar nama kontak yang tercatat dalam Microsoft Outlook pada PC ke ponsel. 458 nama kontak, perlu waktu lama jika harus dicatat secara manual atau menyalinnya terlebih dahulu ke SIM card, berhubung kartu yang digunakan hanya mampu menampung maksimum 250 daftar nama kontak. Syukur dari manual Guide dan box pembelian tertera bahwa ponsel ini mampu menampung sekitar maksimum 500 daftar nama kontak, yang artinya tidak akan menjadi masalah besar saat Sinkronisasi. Sayangnya, hanya daftar nama kontak dan Calendar yang bisa di-sinkron-kan. Tidak termasuk Notes (catatan) dan File multimedia. What ?

PC Suite

Minimnya memori rupanya memaksa Nokia men-disabled-kan opsi File Manager pada PC Suite yang digunakan, demikan pula dengan opsi install aplikasi. Wah, gawat nih… Berkali-kali mencoba dan mencari informasi di dunia maya, nyatanya tidak jua ditemukan cara melakukan dua opsi diatas. Mengingat kedua opsi diatas akan sangat berpengaruh pada kriteria opsional yang saya sebutkan dalam tulisan sebelumnya, yaitu untuk dapat menampilkan foto putri kecil maupun menambah nada dering. Sayangnya, alternatif cara yang saya pikirkan yaitu melalui email pun sepertinya harus dibuang jauh-jauh, mengingat ketiadaan opsi instalasi aplikasi didalamnya. Tak heran apabila Permainan berada diluar menu Extra, tidak seperti ponsel java milik Nokia sebelumnya.

Nilai positif saya berikan pada ponsel ini untuk dua pertimbangan tambahan. Pertama kekuatan sinyal dan Kedua Daya tahan batere. Dibandingkan dengan ponsel CDMA Samsung S179 yang pernah saya miliki, kendati sama-sama memiliki frekuensi Single Band, milik Nokia saya rasakan jauh lebih jernih dan stabil, terutama bila dilakukan pada tempat yang sama. Sedangkan untuk daya tahan baterenya bisa sampe 4 hari loh… dengan pemakaian normal tentunya. dari 7 bar batere disisi kanan layar masih tersisa 2 bar, cukup bertahan dari pagi hingga malam hari. Mungkin lantaran tidak banyak fitur pemakan daya batere kali ya ?

Kekecewaan saya akan minimnya fitur yang bisa disuntikkan pada akhirnya sedikit terhibur begitu mengetahui fungsi tambahan kabel data pada ponsel ketika disambungkan ke PC. Tidak hanya untuk melakukan sinkronisasi daftar nama kontak, tapi juga mem-backup sms yang dianggap penting kedalam PC, sebagai alternatif modem bagi PC seperti yang saya sebeutkan tadi dan juga sebagai charger ponsel via USB. Satu teknologi baru yang saya temui pada ponsel Nokia. Kenapa saya tekankan pada Nokia ? karena teknologi charge daya batere handset ini telah diadopsi oleh PDA yang berbasis Windows Mobile. Hehehe…

Nokia 1508 our next CDMA phone

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada beberapa kriteria yang diberikan Istri saat kami memutuskan untuk membeli sebuah handset ponsel jaringan CDMA setelah handset yang digunakannya selama ini mengalami masalah dengan daya baterenya. Drop, musti di charge dua kali sehari sehingga akan sangat merepotkan apabila kami berada dalam kondisi mobile. Solusi yang kami gunakan sebelumnya adalah mengaktifkan pengalihan panggilan ke nomor GSM miliknya, sayang ini tidak berlaku bagi pengiriman sms.

Daya tahan batere minimal 2 hari (artinya beli baru), kontak nama pada ponsel bisa tetap seperti sebelumnya (minimal ada koneksi atau kabel data), bandel (artinya tahan lama untuk digunakan) dan tentu saja mudah digunakan (artinya langsung mengarah pada merk Nokia). Kriteria selanjutnya sebetulnya opsional alias kalopun bisa ya sangat bersyukur sekali, yaitu layar warna agar bisa menampilkan foto putri kami dan nada dering yang fleksibel (artinya ya minimal ponsel yang dimaksudkan punya sedikit memori internal).

Sayangnya, setelah mencari informasi di beberapa konter ponsel termasuk langsung dari Manajer Distributornya Nokia, hanya ada 2 (dua) seri ponsel yang memenuhi syarat yaitu 2505 dan 1508. Spesifikasi dan harganya tidak jauh berbeda, yang paling kentara tentu saja dari bentuknya. 2505 merupakan ponsel flip atau clamshell (yang menurut pengalaman biasanya bermasalah pada kabel fleksibel alias berumur pendek) sedangkan 1508 merupakan ponsel batangan atau candybar.

Nokia 1508 CDMA

Secara kriteria utama, sebenarnya seri 1508 sangat memenuhi syarat, hanya saja saya tidak memiliki teman yang bisa dipinjami barang beberapa hari untuk mengetahui jeroannya lebih jauh. Tujuannya tentu saja untuk mengetahui apakah kriteria opsional bisa dipenuhi atau tidak. Mengingat seri 1508 secara dimensi layar merupakan ponsel standar low end atau untuk pangsa pasar paling bawah. Menggunakan resolusi 128×128 pixel demikian pula dengan keterbatasan memori internalnya yang kabarnya hanya bisa digunakan kisaran 700 kb, mengingatkan saya pada seri jadul Nokia 3105.

Keputusanpun diambil, kami memilih 1508 sebagai our next CDMA phone… mau tahu bagaimana pendapat saya ketika mencoba ponsel ini lebih jauh ? tunggu tulisan saya berikutnya.

Nokia 2228 ponsel CDMA Fashion Setengah Hati

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Ponsel dengan jaringan CDMA boleh jadi terkadang menjadi anak tiri dibandingkan ponsel-ponsel yang dirilis dengan jaringan frekuensi GSM. Sangat jarang ditemukan, ponsel jaringan CDMA yang memiliki fitur sekeren fitur yang dimiliki ponsel GSM. Katakanlah resolusi kamera 5-8 MP atau bahkan kepemilikan koneksi data yang sekelas Wifi misalnya. Tak terkecuali brand terkemuka ditanah air, Nokia.

Nokia memang dikenal jarang meluncurkan produk mereka dijajaran frekuensi CDMA. Termasuk yang dapat dimasukkan kedalam golongan kelas tinggi layaknya ponsel GSM yang mereka rilis. Selama ini bisa dikatakan dari jajaran yang pernah dikenalkan, barangkali hanya ada dua ponsel mereka yang memiliki fitur keren sekelas ponsel GSM. Seri 6265 yang memiliki konstruksi slider dan pengikutnya seri 6275 yang mengambil bentuk batangan.

Belakangan Nokia memang pernah melontarkan idea bakalan meluncurkan ponsel CDMA yang jauh lebih mumpuni dibanding kedua seri tersebut. Kalo ndak salah seri 8208. Yang punya banyak kelebihan dimana salah satunya yang saya ingat adalah kamera yang sudah memiliki resolusi 3,2 MP. Eh, tunggu punya tunggu, bukannya merilis yang jauh lebih keren, bagi saya pribadi malahan jauh lebih ndeso dibanding sebelumnya. Nokia 2228.


Memang siy, Nokia mengklaim seri terbaru yang mereka rilis ini penuh akan nuansa fashion. Seperti dikatakan pada situs resmi mereka, ‘Sebuah Desain yang Cerdas dengan seluruh fitur yang Anda cari’. Tapi dengan harga (baru) yang kini nyaris sama dengan ponsel seri sebelumnya, coba deh dilihat, apa yang didapat ?

Single Band ? Layar Display dengan resolusi 128×160 pixel ? Kamera 1,3 MP ? Memori minim 20-25 MB tanpa tambahan memori luar ? Koneksi MicroUSB meniadakan Bluetooth bahkan InfraRed sekalipun ? Come On, saya yakin jika dengan harga yang masih diatas angka satu juta dan yang didapat hanyalah spesifikasi seperti itu, konsumen bakalan dengan cepat memutuskan berpindah kelain merk.

Bila dibandingkan dengan seri terdahulu, memang sih ada beberapa kelebihan yang memang tidak dapat ditemukan pada seri sebelumnya. Katakan saja antar muka yang sudah Symbian 40 4th yang mampu menampilkan animasi gif ataupun flash sebagai menu tampilan terdepan. Dukungan BREW (jadi tak hanya Java), pengetikan sms yang panjang dan….. Neckstrap ?

Tapi apakah itu yang dibutuhkan konsumen ? layar terdepan dengan tampilan bergerak ? apakah boros batere yang biasanya hinggap melekat pada ponsel jaringan CDMA cukup mampu ditanggulangi dengan kapasitas sekitar 860 mAh ? apalagi kalo dingat-ingat, yang dibutuhkan konsumen kali ini bukanlah fashion, tapi kegunaan ponsel untuk mendukung aktivitas mereka sehari-hari.

> Hmmm… kali ini bolehlah dikatakan kalo Nokia memang belum berniat untuk menggantikan ponsel 6275i (seperti yang PanDe Baik gunakan saat ini). Padahal angan-angannya sih, selain desain yang cerdas, ponsel CDMA Nokia selanjutnya ya jika bisa, tetap mengutamakan fitur yang cerdas pula. Jangan sampai terkesan ‘asal ada’…. <

Nokia 8208 : ponsel musik CDMA rasa GSM

10

Category : tentang TeKnoLoGi

Yang namanya ponsel Nokia dengan jaringan cdma, jarang sekali bisa ditemukan rilisan yang memiliki fitur sekelas ponsel gsm. Sejauh ini kepuasan penyaluran hasrat kepemilikan ponsel cdma Nokia memang blom bisa setinggi peminat gsmnya.

Terakhir kmaren sih paling baru seri 6275i dan 6265i aja yang mampu memberikan kenyamanan dan juga kemudahan akses data seperti halnya ponsel gsm. Ini kalo lagi bicara brand Nokia lho ya. Karena dari brand lain (diluar brand China-dual on-), kalo nyinggung perihal akses data, sudah ada dari Motorola maupun Dopod yang menawarkan akses tersebut, dengan harga bersaing pula. Ini karena mengadopsi sistem operasi Windows Mobile berlayar sentuh (Dopod dan Audiovox) atau malah yang Smartphone (tanpa layar sentuh) macam Motorola.

Nah, gak lama lagi Nokia bakalan mencoba memberikan akses data yang mudah dan nyaman maupun kepuasan pengguna dalam beraktifitas menggunakan ponsel cdma.

Maka sambutlah seri terbaru dari mereka, Nokia 8208, diluncurkan dengan desain dual slide yang sudah diperkenalkan lebih dahulu oleh Nokia jaringan gsm seri N95 dan N96, dengan fungsi yang sama pula, yaitu panel musik.

nokia-8208.jpg

Layar dikelir dengan tingkatan 16 Juta warna (pertama kali dipakai pada ponsel cdma), dan resolusi Qvga yang tentunya punya kejernihan jauh lebih baik dari pada dua kakaknya terdahulu. Dilengkapi pula dengan fitur hiburan kamera 3 MP (lagi-lagi terbesar dijajaran ponsel cdma), memori internal 150 MB plus luar yang kabarnya bisa di-expand sampe 8 GB.

Namun yang patut disayangkan adalah, belum beranjaknya sistem operasi yang dipakai masih seri 40 3rd edition, bukan Symbian seri 60 seperti halnya ponsel-ponsel Nokia jaringan gsm. Sehingga fitur GPS yang disuntikkan dalam ponsel ini boleh dicurigai bakalan serupa dengan seri 6275i yang hanya berbasis Java saja.

Samsung S179

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Ini sebagai jawaban bagi Adi Tirto Sabarno yang baru niat beli Samsung SCH S179
CDMA….

***
Samsung S179 ?

Hmm… make ni handset kurang lebih 3 bulanan.dijual karena mau nikah tapi minim dana. lumayan buat nambah-nambah.

Jatuh cinta karena bodi tipis, trus ekonomis lantaran ada kamera walo masih VGA dan
juga slot memori eksternal. hanya saja diluar kelebihan tadi nyatanya banyak
kekurangan yang harus dipertimbangkan.

ukuran, agak sulit bagi mereka yang memiliki jari besar seperti saya. salah pencet
terus.frekuensi, single band emang masih bisa make Flexy tapi sinyalnya putus-putus harus
nyari tempat yang pas dan gak geser-geser. maklum, kalo bukan Nokia, rata-rata
emang begitu adatnya.

Java ?gak mendukung. yang didukung malah BREW layaknya ponsel-ponsel Korea (kyocera
misalnya), dan sialnya aplikasi ato games yang mendukung BREW sangat minim malah
susah nyarinya.

Gak bisa sembarangan ganti ringtone (nambah dari luar).selain emang cuman mendukung Poliphonic karena file MP3 gak bisa diset jadi Ringtone, untuk memasukkan dan ngeset file midi jadi ringtonepun harus make bantuan Kabel Data plus softwarenya yang gak include dijual dalam Box. jadi harus beli sendiri.Kabel Data seharga 75ribu dibeli dari Distributor Samsung.Software gak disediakan dalam bentuk cd tapi harus didonlot sendiri ke websitenya
Samsung.Jadi untuk ngoprek isi handset ya seperti make Nokia PCSuite.

Layar terbatas pada ukuran 128×128 pixel dimana untuk gambar depan hanya bisa
dibuatkan pas ukuran 128×96 pixel kalo ndak salah.itu karena sisa pixel pada ukuran vertikal harus dipotong untuk list hitam bagian atas dan bawah yang gak bisa diubah (diotak-atik)

Gambar/foto yang berada pada kartu memori eksternalpun gak bisa diset jadi
wallpaper ato gambar depan tadi, tapi harus dicopy/move terlebih dahulu ke memori internal yang besarnya cuman 7 MB.

Hasil rekaman video emang bagus, tapi dalam format MJPG. itu artinya sulit untuk dinikmati kembali pada handset merk lain atopun pada PC, lantaran codec-nya sangat susah dicari.Ini termasuk susah pula untuk di-convert agar bisa ditonton di player.

Demikian pula untuk kamera, hasilnya tergolong bagus untuk kelas VGA.tapi kalo mau dipindah ke PC, terlebih dulu harus dicopy/move ke kartu memori eksternal dulu, baru dipindah dengan bantuan card reader.tapi kalo dah punya kabel data, ini bukan masalah lagi.

Pada pembelian gak dapet kartu memori eksternal, jadi harus beli sendiri.

Jadi secara total keseluruhan, kalo mau ditotal harus punya budget sekitar 1,5 juta.1,15 juta buat handset.100 ribu buat kartu MicroSD 512 MB.75 ribu untuk kabel data.dan 50 ribu minimal buat ngedonlot software. sisanya mungkin buat mencari file Games ato aplikasi yang mendukung BREW atopun Codec Videonya.

Dengan harga segitu, mending ditambah dikit biar bisa dapet Nokia 6275i seperti
yang dipake sekarang.

selain kekurangan diatas tadi sudah tercover oleh Nokia 6275i artinya gak ditemukan
lagi keribetan tersebut, dalam box penjualan juga sudah ada memory eksternal MicroSD 256 MB. ini bisa diganti baru dicoba sampe 1 GB aja.

So, secara pribadi agak nyesel juga ngebeli Samsung S179, karena dengan harga yang selisih sedikit bisa ngedapetin Nokia 6275i yang sangat jauh lebih memuaskan.udah Bluetooth, IrDa, Kamera 2MP, memori internal 20MB, eksternal sampe 1 GB belum bermasalah, layar lebar (240×320 pixel) plus warna 265K. Kekurangannya cuman 1, slot memori gak hotswap seperti halnya Samsung, tapi harus ngebuka batere terlebih dahulu. tapi selama PC sudah terdapat Bluetooth eksternal, ya gak perlu buka-buka batere lagi. cukup pake Nokia PCSuite yang sudah include dalam bentuk cd didalam box
penjualan.

Semoga informasi ini berguna.Terima kasih.

4. Pilih-pilih Ponsel CDMA

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Berbicara edisi lalu, kebanyakan memang ponsel yang beredar di negara ini memiliki frekuensi GSM. Sedangkan yang berkutat diareal CDMA memang masih bisa dihitung dengan jari. Namun memang lebih banyak didominasi oleh pemain yang sama, ditambah ponsel produksi China yang begitu membumi dengan harganya yang masuk akal.

Hanya saja, satu hal yang patut diperhitungkan adalah jumlah frekuensi band yang mampu ditanamkan pada ponsel, sehingga dengan harapan saat pemerintah nantinya membuat satu perubahan, migrasi ke satu frekuensi saja, maka ponsel yang menyandang DualBand masih bisa dipake.

Ini pula yang memicu vendor untuk segera meluncurkan seri-seri yang telah diproduksi dimana rata-rata hanya bergerak di satu frekuensi band saja, atau yang dikenal dengan Single Band.

Rumor bahwa pemerintah atau vendor akan bersedia mengganti ponsel Single band tadi jika perubahan diatas jadi dilaksanakan, masih sebatas harapan yang mungkin saja takkan pernah terwujud.

Ponsel CDMA di negeri ini diperkenalkan pertama kali kalo ndak salah didominasi oleh brand Sanex serupa dengan brand motor China. Fitur yang ditawarkan saat itupun memang tak seperti rilis mutakhir hari ini. Namun setidaknya mampu membantu masyarakat untuk bertelekomunikasi dengan harga yang murah. Diikuti oleh brand Kyocera yang sayangnya ponsel mereka kebanyakan tergolong Refurbished (ponsel lama yang diperbaharui). Sehingga sangat sulit kalo knapa2.

Pelan tapi pasti, vendor-vendor terkemuka dalam bidang GSM, mulai menancapkan kukunya dan perlahan mulai menggeser pemain lama.

Nokia (lagi-lagi) menjadi vendor nomor satu dalam merilis ponsel dengan jaringan CDMA ini. Dimulai dengan seri berlayar hitam putih (monokrom) ditambah antenna yang harus dipanjangkan saat ingin berkomunikasi, hingga perlahan mulai merilis kembaran ponsel GSM dengan menambahkan angka 5 dibelakang nomor serinya. Maka bisa disebutkan bahwa secara garis besar, ponsel seri 3100 sama persis fiturnya dengan 3105. demikian pula 3200 yang sama dengan seri 3205.
Belakangan ini Nokia mulai menggelontor pasar dengan ponsel yang memiliki fitur jauh lebih baik dari pesaingnya. Dari keberadaan kamera plus memori yang terbatas namun lumayan lega diperkenalkan dengan seri 6235 yang hingga hari ini masih laris dicari lantaran desainnya yang ekslusif dan simpel. Ada juga desain lipat 6255 yang sudah berkamera serta memori luar MMC sayangnya tak dilanjutkan lagi oleh penerusnya. Belakangan dirilis seri 2865 yang meniadakan kamera namun meningkatkan resolusi dan dimensi layar sehingga tampilan foto akan terlihat jauh lebih baik, jernih dan tentunya lebih berwarna.

Jangan lupakan seri kembar beda desain, 6265i serta 6275i. isi sama persis namun beda desain. Nokia 6265i mengambil bentuk slider dimana layar mendapatkan porsi besar lantaran keypad disembunyikan pada bodi kedua. Sedangkan Nokia 6275i mengambil bentuk candy bar, dan memiliki fitur yang sama dengan seri 6265i tadi. Hanya saja layar diperkecil tampilannya namun memberikan kejernihan yang jauh lebih baik dinading saudaranya tadi.
Sudah memiliki fitur yang menjadi syarat ponsel terkini yaitu keberadaan Bluetooth sebagai transfer data plus kamera 2 MP dan memory eksternal yang bisa diisi hingga 2 GB. Sungguh memberikan keleluasaan penyimpanan data pada ponsel.
Terakhir dirilis seri 6088 dan 7088 yang sialnya minim memori, hanya 2 MB walopun mengambil cerita sama dengan diatas, kembar tapi beda desain.
Mau nyimpen apa sih dengan memori minim begitu ?

Ditempat kedua, Motorola mengambil tempat dimana lantaran Sony Err tak merilis satupun ponsel pada jaringan ini. Padahal andai saja Sony Err menelorkan seri W maupun K mereka pada jaringan ini, mungkin saja marketnya makin bertambah menyaingi vendor Finlandia tadi.
Motorola, dikenal rajin merilis ponsel murah meriah dengan fitur yang memang mementingkan komunikasi dan sms tanpa menambahkan fitur lain seperti hiburan. Namun lewat seri Vnya pula yang terkenal dengan ketipisan layaknya silet, Motorola merilis juga ponsel kelas menengah yang bermain pada jaringan ini. Memungkinkan untuk menambah pilihan bagi masyarakat yang ingin bergaya pada jaringan ini.

LG maupun Samsung tak ketinggalan pula ikut meramaikan pasar dengan menggandeng operator baru dikenal dengan bundling berharga murah. Cukup kisaran harga 200rb hingga 400rb, sudah mendapatkan ponsel plus pulsa gratis dalam rentang waktu tertentu. Jadi ingat dengan program yang diluncurkan diwaktu lalu oleh Fren kalo ndak salah, memberikan bundling murah pulsa ditambah ponsel maupun PDA yang oke sebagai bonus.

LG mungkin memasang seri Chocolate-nya sebagai ponsel jaringan CDMA dengan tingkat fashion tinggi, sedangkan Samsung yang terkenal dengan inovasi dan desain stylish, merilis seri S179 sebagai ponsel ekonomis berharga murah (kisaran 1,1 juta) sudah berkamera walo masih VGA, plus radio FM, memori internal lega ditambah MicroSD yang ditempatkan disisi kanan ponsel sehingga memudahkan pengguna untuk mencabut memori luar tanpa mematikan ponsel.

Sedangkan ditingkat pengguna berduit, Samsung merilis seri W569 dan W579 yang memiliki kelebihan Dual On. Dua jaringan berbeda CDMA dan GSM yang aktif bersamaan tanpa harus mematikan jaringan lain saat pemakaian. Ini jelas satu terobosan baru membuka jalan bagi ponsel Asia yang memiliki kelebihan sama, untuk ikut bersaing di pasar Indonesia.
Maka tak aneh bila mulai mendengar yang namanya Kozi atau Nexian yang kabarnya kerjasama Indonesia dengan Taiwan (semoga gak salah).

Seperti diungkap diawal tadi Sanexpun hingga kini masih rajin menelorkan seri-seri baru untuk mempertahankan keberadaannya di jaringan ini. Diramaikan pula oleh pemain baru Haier yang larisnya saat digandeng oleh operator lokal menawarkan ponsel murah. Tak lengkap jika tak menyinggung ponsel ZTE yang dulunya pernah pula dibundling dengan operator lokal.

Apabila belum puas dengan ponsel berjaringan CDMA diatas, di posting berikutnya nanti mungkin akan dicoba mengulas ‘Pilih-pilih PDA CDMA’, yang rata-rata tergolong oke untuk membantu pekerjaan baik kantoran maupun organiser.

Samsung SCH-S179

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhirnya mimpi beli handset CDMA terkabul sudah.
Pilihan jatuh ke Samsung SCH-S179, yang waktu dibeli dibandrol 1,25 jt.

Tergolong muah mengingat desainnya yang tipis dan ringan, dengan kamera built in (jangan berharap banyak untuk hasil fotonya), plus kartu memory eksternal, berguna untuk nyimpen tembang rindu pada Istri. Duuuh…

Yang jadi nilai minusnya, malah setting-an yang harus dilalui, benar-benar jauh berbeda dengan handset Nokia. Untuk mengganti tampilan wallpaper dari gambar yang tersimpan di kartu memory saja musti dicopy dulu ke handset, baru bisa dipake.

Belum lagi, untuk memilih nada dering sekehendak kita, malah gak ada cara, baik di buku Manualnya maupun di handset itu sendiri.
Mungkin memang harus memakai kabel datanya dulu.

Yang bikin pengah, cuman layarnya yang kecil, mungkin karena kebiasaan ngliat handset dengan ukuran layer lega.
Lainnya ?
Masih dipelajari.
Huehehe…

Sisipan 3 : Teknologi CDMA

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat hampir frustasi dengan budget pulsa tiap bulannya, didukung dengan bertambahnya jumlah handset yang dibawa masing-masing staf di dinas kami, maka kepengen ikutan beli handset CDMA, tujuannya jelas untuk menekan pengeluaran.Tapi, lagi-lagi EGO yang bicara.
Pengennya punya handset yang punya kelebihan oke.
Jatuh pada pilihan berbudget dibawah 1,5 juta.

Nokia 2865i
Ni handset minus kamera, tapi udah blutut, plus irda tentunya.
Punya memory yang lumayan untuk ukuran ponsel murah, tapi minus eksternal.
Kapasitas 10 MB jadi terasa berat saat sepupu nyoba-nyoba ngisi handsetnya dengan video syur plus dering mp3.
Sesak buanget deh.

Samsung SCH S179
Ni handset kluaran baru, hinga hari ini harganya kisaran maks 1,4 jt.
Udah kamera vga plus memory eksternal.
Sayangnya cuman single band, dan deringnya polyphonic.
Gak bisa denger dering lagu kesayangan dong ?
Waaah…

Kyocera KZ F520
Ni handset lumayan lega, punya internal 128 MB, cukup buat nyimpen potongan dering mp3 lumayan buanyak.
Gak usah berharap untuk player mp3 full deh, lebih baik di player terpisah.
Kasian baterenya.
Walo minus kamera juga koneksi, ni handset sempet bikin mata gak lepas mandangin, namun masih tanda tanya karena cuman single band.

Kembali pada merk brand, apa barangnya terjamin Bung, dibanding Nokia yang udah Dual band ?