Berburu Ponsel Android Best Buy Level Menengah

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan sebelumnya yang mencoba untuk memberikan rekomendasi perangkat ponsel Android Best Buy, berikut saya ambil untuk level kelas Menengah dengan kisaran harga 1,5 hingga 3,5 jutaan.

Pada rentang harga ini, spesifikasi yang barangkali bisa ditawarkan sejauh ini adalah besaran prosesor Dual Core 1 GHz, RAM 1 GB dan 8 GB Internal Storage. Selebihnya bisa jadi dimensi lebar diagonal layar 4 inchi, kamera 5 MP dan kapasitas batere 1.800 mAh. Cukup untuk bertahan seharian penuh dalam kondisi pemakaian normal.

Pilihan pertama, bisa dilihat dari milik Samsung Galaxy Grand I9082 yang menawarkan besaran layar 5 inchi, prosesor Dual Core 1,2 GHz, 1 GB RAM dan 8 GB Intetnal Storage, plus kapasitas batere 2.100 mAh. Khusus untuk pasar Indonesia, seri Grand diluncurkan dalam versi Duos atau Dual Sim card GSM-GSM, yang kabarnya merupakan versi murah bentukan Galaxy Note II yang fenomenal itu.

Pilihan kedua datang dari Sony Xperia L, dengan kemampuan setara Samsung Galaxy Grand, namun berlayar sedikit lebih kecil meski masih diatas standar diatas, 4,3 inchi. Plus kapasitas daya batere 1.750 mAh. Untuk harga jual, Sony berada dibawah angka 3 juta rupiah.

Pilihan ketiga datang dari HTC One SC, salah satu varian dari One series, yang ditawarkan dengan dual jaringan, CDMA (3G) dan GSM (2G) dengan spesifikasi sedikit dibawah standar, yaitu pada item Internal Storage yang hanya sebesar 4 GB saja. Dan Serupa dengan spesifikasi tersebut, alternatif kedua pada pilihan ketiga ini datang dari miliknya LG lewat Optimus L9 dengan tambahan lebar layar 4,7 inchi plus daya batere diatas 2.000 mAh.

Sedangkan alternatif pilihan yang datang dari vendor lain diluar empat nama diatas, ada Oppo Find Way, Huawei Ascend P1, Lenovo S890 dan Acer Liquid E2. Dimana rata-rata memiliki spesifikasi serupa perangkat milik LG Optimus L9, terkecuali yang disebutkan terakhir sudah mengadopsi prosesor Quad Core dengan harga jual yang cukup terjangkau.

Sulitnya Menggunakan iPhone 4 CDMA (bagian 2)

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan Sulitnya Menggunakan iPhone 4 CDMA, berikut beberapa hal yang barangkali merupakan kesulitan tahap lanjutan yang barangkali ada diantara kawan yang bisa memberikan solusinya ? jangan segan berbagi tipsnya yah…

Masih ingat dengan keharusan penambahan kode angka +62 pada setiap nomor ponsel yang ada dalam daftar kontak agar saat dihubungi, nama yang bersangkutan bisa muncul di layar ? kini ada lagi cobaan kedua dimana untuk penerimaan SmS, rupanya aturan tersebut tidak berlaku. Yang artinya, meski kode negara sudah diubah dan terdaftar dalam kontak, nama yang bersangkutan tetap tidak muncul pada daftar sms masuk. Solusi sementara sih, rupanya untuk dapat mengakomodir kedua hal tersebut, dalam satu daftar kontak, terdapat dua nomor yang sama. Satu dengan kode negara, satu lainnya tetap mengadopsi format nomor ponsel seperti biasanya. 081236… Bikin Repot dan mangkel gag sih ?

iPhone PanDe Baik 2 1

Entah apakah ini ada kaitannya dengan status ponsel iPhone 4 CDMA luar (carrier milik Verizon), atau memang sudah budayanya iPhone sejak awal ?

Kesulitan kedua, apabila perangkat sedang melakukan pembaharuan perangkat lunak baik aplikasi maupun games, jika kebetulan berada dalam koneksi data yang mengalami naik turunnya kecepatan dan membuat jengkel lantaran macetnya proses, dalam perangkat Android, proses tersebut dapat di-Cancel dan di hentikan, sementara aplikasi maupun games terkait masih dapat dijalankan dan digunakan dengan baik. Tidak demikian halnya dengan iPhone ini.
Setelah proses updating dihentikan, maka icon aplikasi ataupun games akan mengalami stuck dan berwarna gelap, dihiasi grafis proses yang mandeg. Dalam kondisi ini, aplikasi maupun games tersebut tidak dapat digunakan sementara waktu hingga proses updating dapat berlanjut saat menemukan koneksi yang bagus dan menyelesaikan prosesnya. Susah juga…

Masih berbanding dengan Android, terkait Notifikasi Pembaharuan. Jika dalam Android notifikasi dapat dilihat pada Apps Store (Google Play) sekaligus, tidak demikian halnya dengan iOS atau iPhone dimana pembaharuan akan diberitahukan dengan nomor berlingkaran merah pada aplikasi terkait, yang baru akan hilang tampilannya saat aplikasi ataupun games sudah dilakukan pembaharuan. Uniknya sih, tidak hanya notifikasi pembaharuan yang disajikan tapi juga message atau info terkini terkait aplikasi pun hadir dengan cara yang sama. Sesungguhnya mengganggu gag sih ?

iPhone PanDe Baik 2 2

Dan terakhir tentu saja soal Bluetooth yang hanya mengkhususkan koneksi hanya antar perangkat iOS saja. Merepotkan atau tidak, tentu saja kembali pada kepentingan masing-masing. Dimana pengguna iOS dalam hal ini hampir selalu diwajibkan untuk berhadapan dengan aplikasi iTunes terlebih dulu untuk bisa memasukkan beragam file multimedia dari perangkat diluar iOS.

Dua posting kekurangan sudah cukup ? lalu tunggu bagaimana asyiknya iPhone 4 CDMA agar porsi tulisan jadi berimbang. Tentu jika dibandingkan dengan perangkat Android tentu saja. Sampai nanti yah…

Sulitnya Menggunakan iPhone 4 CDMA (bagian 1)

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti halnya pendapat sebelumnya terkait perangkat berbasis iOS yang dirilis oleh Apple, cukup membuat saya kebingungan lantaran proses untuk mengenali satu persatu fitur dan cara penggunaan jauh berbeda dengan perangkat Android yang hingga kini masih setia saya gunakan. Pun saat saya masih merasa tak puas dengan perkenalan sebelumnya, seperti copy file multimedia yang berkali-kali salah langkah, syncronize daftar kontak yang rupanya bermasalah pada kode negara dan satu lagi, terkait pengiriman sms (short message service) yang rupanya tidak dapat dilakukan dengan sempurna. Oke saya akan paparkan satu persatu.

Terkait proses copy file multimedia. Saat pertama kali mencoba tempo hari, proses pemindahan file musik, video dan foto rupanya dapat berhasil dengan baik, mengingat perangkat dalam kondisi kosong. Lalu bagaimana dengan percobaan berikutnya ? berdasarkan perlakuan proses yang sama, file multimedia baru berhasil dipindahkan namun file lama dengan sukses pula dihilangkan dari perangkat. *aduh dan percobaan berikutnya pun tetap sama. Alhasil hingga kini saya masih membiarkan saja praktek percobaan yang satu ini. Mungkin nanti ada yang ahli bisa membantu saya ? *uhuk

Terkait proses Syncronize Daftar Kontak. Untuk bisa melakukannya, tentu saya perlu melakukan backup dari perangkat lama, Motorola Q9c jadul melalui perangkat PC berbasis Windows 7 dibantu aplikasi Windows Media Centre dan berhasil dengan baik. Langkah berikutnya tentu memindahkannya ke perangkat iPhone dan berhasil pula dengan baik. Sayangnya, saat diuji coba dengan menghubungi perangkat iPhone 4 CDMA dari ponsel luar, rupanya yang tampil pada layar hanyalah barisan nomor ponsel tanpa nama. Hal ini sempat membuat frustasi lantaran berkali-kali dicoba, hasil yang ditunjukkan tetap sama. Namun bersyukur, disaat kebingungan saya menerima panggilan dari seorang kawan yang rupanya berhasil menampilkan nama yang bersangkutan sesuai daftar kontak yang tersimpan. Setelah ditelusuri, maka penyebab utamanya adalah ketiadaan penggunaan kode negara (+62) pada nomor ponsel yang tidak muncul namanya tersebut.

Hal tersebut tentu lumayan membuat jengkel mengingat jumlah daftar kontak yang ada dalam perangkat pc tercatat sekitar 700an nama, dan akan sangat merepotkan apabila saya harus mengubahnya satu persatu secara berkala. Dicicil setiap harinya. Dan demi menghemat waktu, beberapa nama diantaranya terpaksa saya hilangkan memperhitungkan pada aspek kepentingan.

ProBLem iPhone 1

Masalah berikutnya adalah datang dari percobaan pemilihan nada dering RingTones perangkat iPhone 4 yang notabene tidak semudah Android dengan membuat folder audio pada sdcard. Nah, awalnya sih saya coba mengunduh beberapa nada dari aplikasi RingTones dimana pada tutorial yang ada, mengharuskan saya untuk melakukan syncronize terlebih dahulu ke perangkat PC alias aplikasi iTunes. Sayangnya, pada aplikasi tersebut, saya tak jua menemukan opsi untuk sync tadi. Maka langkah berikut yang saya coba adalah mengunduhnya lewat App Store bawaan lewat menu Pengaturan Sounds. Sukses. Namun pengorbanan yang dibutuhkan adalah sebesar $ 3,5 yang dipotong ari Gift Card pemberian kakak. Lumayan mahal juga nilainya untuk tiga nada ringtones.

Salah satu yang saya sukai dalam menyajikan penampilan sebuah layar perangkat pintar adalah penataan icon yang kadang jika dibutuhkan harus dikelompokkan demi efisiennya penggunaan. Sayangnya untuk menata halaman homescreen perangkat iPhone 4, ada satu icon yang tidak dapat dipindahkan kedalam folder lantaran setelah diujicoba sepertinya bakalan jarang digunakan. NewsStand. Icon yang satu ini sama sekali tidak dapat dihapus dan dipindahkan kedalam bentuk folder. Padahal majalah yang ada didalamnya, rupanya berbayar semua (mental gratisan). Maka itu setelah menghapusnya satu persatu dan berkeinginan menghilangkan pula peran NewsStand, rupanya tak direstui Kakek Steve Jobs yang rupanya mempertahankan icon tersebut apapun resikonya.

Apabila disandingkan dengan perangkat Android, ketiadaan tombol sentuh Back pada perangkat iPhone 4 memberikan kesulitan tersendiri, dimana pengguna diwajibkan untuk menekan tombol Home secara berulang yang syukurnya, untuk menghindari umur yang dipercepat, pada Pengaturan terdapat opsi tombol Home yang dapat disentuh pada layar. Hanya saja perlu banyak penyesuaian agar tidak kebingungan pada saat digunakan.

ProBLem iPhone 2

Masih dengan Android, pada opsi kamera rupanya pilihan untuk mengatur besaran dimensi gambar ditiadakan pula pada perangkat iPhone 4, sehingga apabila kita ingin merekam video dalam kualitas MMS atau email, maka tiada pilihan lain lagi, dan itu artinya dibutuhkan koneksi data yang mumpuni untuk bisa mengirimkannya.

Terakhir terlepas dari semua kesulitan perangkat diatas, rupanya teknisi dari Telkom Flexy mendapat kesulitan saat berusaha melakukan inject nomor pada perangkat iPhone 4, atas dasar versi OS yang sudah mencapai 6.1. dan operator dari sononya merupakan Verizon, artinya menurut Beliau, perangkat ini tidak akan dapat digunakan untuk berkirim sms. Berbeda apabila perangkat yang digunakan mengadopsi operator satunya lagi atau melakukan Downgrade ke versi 4 atau 5. Tapi ya sudahlah… toh perangkat Flexy memang sejak dulu sudah jarang digunakan untuk sms-an. Maka semua proses penyuntikan nomorpun berhasil dilakukan.

Siap untuk tantangan berikutnya ?

Berkenalan dengan iPhone 4 CDMA

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Pasca iPhone 4 CDMA saya bayarkan, langkah pertama yang dilakukan adalah melihat isi App Store yang ada dalam perangkat, dan ternyata memang benar mengarah pada halaman Store milik Apple lengkap dengan berbagai kategorinya.

Langkah kedua tentu saja mencoba membuat akun Apple ID yang rupanya kini meniadakan opsi ‘None’ pada pilihan Kartu Kredit meski sudah mengubah pasar aplikasi dari Indonesia ke US, lantaran untuk melakukan Update dan penambahan, ponsel masih meminta akun Apple ID pemilik lama berkali-kali. Maka setelah mengalami kegagalan untuk kesekian kalinya, sayapun mencoba meminta tolong pada kakak yang kini berada di Canada untuk membuatkan satu akun Apple ID hanya untuk mengunduh aplikasi secara Free.

image

Langkah ketiga, tentu menginstalasi aplikasi iTunes di laptop, lalu membuka dan mencoba melakukan copy beberapa file musik, foto dan video. Semua sukses kecuali langkah keempat yang ingin saya lakukan segera yaitu Hard Reset.

Yang dimaksud Hard Reset disini adalah menghapus semua konten yang ada dalam perangkat, serta memformat ulang kembali sistem operasinya. Setelah berkali-kali gagal menerapkan sesuai saran banyak penulis di halaman pencarian Google, saran dari salah satu kawan pengguna iPhone rupanya sangat manjur. Masuk dari iTunes, lakukan Backup/Restore lalu pilih New iPhone. Voila, semua jadi fresh from the oven :p

Langkah kelima, tentu saja memindahkan kontak dari perangkat jadul yang saya miliki sejak lama, Motoroal Q9c yang masih menggunakan sistem operasi Windows Mobile 5 yang rupanya mengalami error berulang kali saat melakukan sycronize dengan perangkat laptop. Bisa jadi ini terjadi lantaran saya sudah menggunakan Windows 8 sebagai OS di laptop, yang bisa jadi tidak lagi kompatibel dengan perangkat.

Terakhir, sayapun mencoba mengunduh beberapa aplikasi dan games yang dibutuhkan, dengan menggunakan akun Apple ID yang telah selesai dibuat, dan mengujinya. Siiipp… semua sudah, tinggal Sync Contact itu saja berarti.

Lalu, pengen tau bagaimana pendapat saya tentang perangkat berbasis iOS iPhone 4 CDMA 16 GB, terutama bila dibandingkan dengan Android ? tunggu di posting selanjutya :p

Bersua dengan iPhone 4 CDMA

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebetulnya sih gag pernah terpikirkan kalo satu saat nanti saya akan pernah jua memegang perangkat ternama besutan Apple yang dirilis tahun 2011 lalu, iPhone 4. Lantaran secara pribadi perangkat TabletPC Samsung Galaxy Tab 7+ sudah lebih dari cukup dan bersyukur masih berfungsi dengan baik sejak pembelian hingga kini. Siapa sangka, kali ini saya bisa juga memiliki sebuah perangkat berbasis iOS meski dalam frekuensi CDMA. Ya, CDMA.

Santai saja, bathin saya saat menelusuri satu persatu iklan yang tampil dihalaman aplikasi berniaga.com dan tokobagus, mengingat perangkat yang saya inginkan hingga bulan kedua pemakaian tak jua muncul dalam daftar. Saya pribadi saat itu sedang berangan-angan mencari perangkat Audiovox PPC 6600 CDMA yang punya wajah serupa dengan O2 XDA IIs (kalo gag salah sih ini namanya), ponsel jadul berlayar sentuh, dengan sistem operasi Windows Mobile 2003 SE (Second Edition), dan bergerak di jaringan CDMA. Atau minimal perangkat lain namun bersistem sama. Mengapa ngebet dengan sistem tersebut dan bukan BlackBerry seperti yang banyak tersebar di kedua toko online tersebut, ya karena kangen dengan masa-masa lalu. Dan Meskipun jadul, harapan saya sih Cuma satu. Baterenya masih awet :p

Dari masa-masa penantian, sebetulnya nemu beberapa. Diantaranya milik brand HTC yang terpantau pemiliknya cukup dekat dari rumah dan sempat beberapa kali sms-an, dan ada juga yang menawarkan ponsel Palm Pixi berbasis WebOS, sistem operasi yang batal diusung oleh brand HP untuk melanjutkan pemasaran seri smartphone mereka. Semuanya berbasis CDMA. Namun sayangnya, saat saya tanyakan, rata-rata mereka masih bingung apakah nomor Flexy seperti yang kini masih tetap saya gunakan, bisa disuntik/inject ke ponsel milik mereka tersebut ? hal ini pula yang membuat saya kembali pikir-pikir.

Kalo memang jodoh ya gag bakalan kemana.

Merasa tertarik dengan iklan dari seorang penjual di halaman berniaga, menawarkan iPhone 4 CDMA 32 GB seharga 2 jutaan, sayapun mencoba mengontaknya, namun sayang, perangkat sudah laku lebih dulu. Saat diyakinkan kapan iklan itu muncul, ya memang sudah sejak lama atau hitungan minggu. Pantas saja…

iPhone 4 CDMA PanDe Baik

Maka sayapun iseng-iseng menitipkan satu perangkat lagi, yang berukuran sedikit lebih kecil storagenya, dengan harapan, soal harga pun bisa didapat sedikit lebih murah. Dan akhirnya, penantian lama pun berbuah manis. Saya mendapatkan perangkat iPhone 4 CDMA 16 GB dengan harga yang lumayan terjangkau.

Namun bukan berarti saya tidak memiliki perasaan was-was dengan penawaran murahnya harga yang diberikan, lantaran beberapa tahun lalu sempat pula menemui kasus penipuan pada atasan dan saudara saya yang diming-imingi perangkat iPhone berharga murah.

Nah, trus bagaimana cerita lanjutannya ? tunggu di posting berikutnya

Samsung SCH W139 Feature Phone with Dual Sim

Category : tentang TeKnoLoGi

Teknologi dua kartu berbeda jaringan dalam satu ponsel, sebenarnya bukanlah satu hal baru yang bisa ditemui di negeri ini. Lima tahun lalu barisan ponsel China sudah melakukannya lebih dulu dengan suntikan tambahan teknologi lainnya seperti penggunaan layar sentuh, tv analog atau pemanfaatan wireless network, menjadikannya booming dan sempat menggoyahkan keberadaan sang raja Nokia saat itu.

Dua tiga tahun setelah era tersebut, terjadi pergeseran trend penggunaan ponsel, yang meski masih mengadopsi teknologi Dual Sim, namun secara bentukan mulai mencontek keberadaan ponsel pintar ternama asal Kanada, yang tampil dengan barisan keypad qwerty serta badan yang sedikit melebar. BlackBerry. Jenis ponsel seperti inipun tak kalah boomingnya untuk ukuran saat itu. Demikian halnya saat trend kemudian beralih ke perwajahan layar sentuh yang hampir memenuhi permukaan layar seperti inovasi sang pelopor, iPhone.

Namun, tak semua pengguna ikut-ikutan latah untuk beralih kepada trend yang sedang berkembang dijamannya. Ada juga yang merasa bosan dengan jiplakan dan copycat bentukan dari para pelopor teknologi, sehingga lebih memilih kembali ke asal muasal ponsel yang hanya memiliki fungsi dasar telepon dan sms saja. Bahkan, sebagian generasi orang tua kita rupanya masih merasa nyaman dengan bentukan perangkat ponsel terdahulu, yang simpel, sederhana dan gak membingungkan dari segi cara penggunaan.

Untuk menjawab keinginan sebagian kecil pengguna ponsel di tengah gempuran sekian banyak ponsel pintar, beberapa vendor ternama seperti Samsung, Motorola, LG hingga Nokia ditambah beberapa nama vendor lokal dan China, mencoba melepas seri sederhana tanpa suntikan sistem operasi dan fitur yang menggoda untuk menekan nilai produksi agar mampu menjangkau kantong para pengguna. Salah satu ponsel yang kali ini kami coba perkenalkan adalah Samsung SCH W139.

Ponsel yang masuk dalam kategori Featured Phone ini, datang dengan membawa teknologi Dual Sim berbeda jaringan, dan dapat aktif serta dipergunakan secara bersamaan. Dari bentukannya mengingatkan kami pada ponsel lawas milik Nokia yang dahulu masih mengadopsi S40 sebagai ciri ponsel menengah kebawah tanpa suntikan teknologi penting didalamnya. Bahkan untuk lensa kamera sekalipun, tampaknya memang sengaja ditiadakan oleh sang vendor demi menguatkan ciri ponsel dengan fungsi dasar.

Samsung W139 PanDe Baik

Meski demikian, untuk dapat memuaskan keinginan pengguna menikmati fitur Multimedia, seri W139 ini tetap dilengkapi dengan fungsi Player, Radio FM dan content termasuk nada dering dalam format MP3. Sehingga untuk mendukung keberadaan fitur tersebut, sebuah slot micro sdcard tersedia di sisi kiri perangkat, dengan besaran maksimal 4 GB.

Selain itu, satu-satunya fitur wireless yang tersedia dan dapat digunakan untuk bertukar file pada perangkat ini adalah BlueTooth 2.0 tanpa adanya dukungan Java ataupun format aplikasi lainnya. Sehingga dapat dipastikan bahwa pengguna hanya mampu melakukan pertukaran file imaging dan audio saja. Sedangkan untuk file video atau aplikasi dan games, ternyata gag mampu dieksekusi lebih lanjut oleh perangkat. Jadi, pengguna dituntut cukup puas mengoperasikan perangkat apa adanya ini.

Sayangnya, meski seri W139 mendukung file imaging, tak semua format dapat dibaca dengan baik, termasuk format jpeg sekalipun. Dalam beberapa kali percobaan yang kami lakukan, ternyata hanya format file gif dengan ukuran mini saja yang dapat dieksekusi atau dijadikan sebagai wallpaper pada layar. Tentu hal ini cukup familiar bagi pengguna ponsel tempoe doeloe yang memang memiliki daya dukung terbatas.

Tampilan menu pada perangkat ini kurang lebih memiliki sajian yang sama dengan perangkat Samsung papan bawah termasuk seri Duos minus sistem operasi yang pernah mereka keluarkan. Dengan grid 3×4, beberapa aplikasi standar khas Featured Phone dapat ditemukan didalamnya. Seperti Alarm, voice Recorder, Timer, kalender, kalkulator, konverter dan Stopwatch. Untuk urusan kapasitas, daftar kontak phonebook hanya mampu menampung 1000 nomor kontak multi input, serta 300 pesan messaging atau sms. Selebihnya, hampir tak ada lagi dukungan yang diberikan oleh sang Vendor bagi penggunanya.

Untuk jaringan, teknologi Dual Sim yang didukung oleh perangkat Samsung SCH W139 ini mencakup CDMA 1X(800 MHz) dan GSM dual band 900 MHz dan 1800 MHz saja. Sedang kapasitas batere yang disediakan untuk menjalani sejumlah fitur dasar diatas adalah sebesar 1.000 mAh, cukup untuk mempertahankan ponsel hingga 3-4 hari kedepan dalam sekali charge.

Harga jual ponsel ini tergolong mahal jika ingin disandingkan dengan perangkat pintar lain yang sudah mengadopsi sistem operasi Android buatan China, namun masih cukup terjangkau bagi kantong pengguna tingkat pemula atau mereka yang sudah mulai bosan dengan kecanggihan teknologi yang ada. Yaitu kisaran 550ribu tanpa adanya bonus tambahan micro sd card atau kabel data.

Berburu BLackBerry CDMA

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Pendapat bahwa ponsel berfrekuensi CDMA masih menjadi anak tiri tampaknya masih dapat dibenarkan, buktinya tidak banyak seri yang digelontorkan baik oleh vendor global atau dari brand papan atas hingga lokal sekalipun. Demikian pula halnya dengan yang dapat dikategorikan sebagai tipe ponsel pintar. Seandainya pun dirilis, gaungnya tak seramai ponsel berfrekuensi GSM. Itu sebabnya tidak banyak orang tahu bahwa ternyata handset besutan RIM, BLackBerry pun sebenarnya telah berusaha untuk mengambil sedikit pangsa pasar ponsel berfrekuensi CDMA.

Jika selama ini BLackBerry hampir identik dengan penamaan seri Bold, Gemini, Curve, Onyx hingga belakangan ada juga Torch yang notabene rata-rata dikenal merupakan rilis ponsel berfrekuensi GSM, ada juga satu dua seri yang disematkan pula frekuensi CDMA didalamnya seperti yang termuat dalam seri Tour, Storm dan Aries.

BLackBerry Tour, Storm yang berlayar sentuh atau Aries merupakan handset besutan RIM yang dapat berjalan pada dua frekuensi, GSM dan CDMA namun tidak dapat aktif secara bersamaan. Berdasarkan informasi, kabarnya untuk frekuensi CDMA-nya sendiri mewajibkan penggunanya untuk melakukan inject alias menyuntikkan nomor seperti halnya handset Motorola Q yang saya miliki beberapa waktu lalu.

Ada dua rilis Tour yang dapat dijadikan pilihan yaitu 9630 yang masih mengadopsi navigasi TrackBall atau 9650 yang sudah ber-TrackPad, navigasi sentuh ala notebook yang disematkan di setiap handset BLackBerry terkini. Untuk seri Storm sendiri, bisa ditemukan pada seri 9530 dan Aries 8530 yang merupakan kembaran seri Gemini.

Entah kebetulan atau tidak atau memang sudah menjadi trade mark milik BLackBerry, hampir semua handset yang mendukung frekuensi CDMA ditandai dengan penomoran 30 pada ekor empat digit nomor serinya. Lihat saja seri diatas.

Bagi mereka yang memiliki budget terbatas namun tetap ingin tampil dengan handset BLackBerry, dapat melirik seri Curve 8330 yang kabarnya tempo hari sempat dibundling dengan operator Smart atau seri 8830 World Edition yang masih berpenampilan jadul.

Meski Demikian, semua seri BLackBerry yang saya sebutkan diatas sudah masuk dalam kategori ponsel pintar alias Smartphone yang mensyaratkan keberadaan Sistem Operasi sebagai sistem penggerak ponsel. Jadi jangan khawatir lagi. Meski CDMA, kemampuannya tetep gag kalah dengan yang lain. Coba saja…

Gagal Aktivasi Flexi Combo ? Update PRL RUIM Anda

Category : tentang TeKnoLoGi

FlexiCOMBO merupakan layanan yang memungkinkan pelanggan Flexi Classy atau Trendy untuk tetap dapat berkomunikasi (voice, SMS dan data) di berbagai kota menggunakan beberapa nomor temporer di kota yang bersangkutan dengan hanya satu kartu R-UIM. Adapun Area layanan FlexiCOMBO mencakup 152 area layanan TELKOMFlexi yang melingkupi lebih dari 200 kota secara nasional.

Untuk dapat mengaktifkan FlexiCombo ini dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu mengaktifkannya terlebih dahulu dari kota asal dengan mengirimkan sms berisikan kode kota tujuan dan cara yang kedua, mengaktifkannya langsung dari kota yang dituju dengan menekan kode tertentu. Informasi selengkapnya bisa dibaca di halaman resmi milik TelkomFlexi disini.

Sayangnya tidak selalu FlexiCombo berhasil dilakukan ketika melakoni perjalanan keluar kota. Saya pribadi pernah mengalaminya ketika pendidikan beberapa waktu lalu ke ibukota Jakarta. Tiga kali melawat kesana, tiga kali pula saya gagal mengaktifkan FlexiCombo melalui ponsel dual band Nokia 6275i CDMA yang dahulu pernah saya gunakan. Padahal ketika kami bertandang ke Malang dan Surabaya tahun lalu, FlexiCombo tidak pernah rewel dalam pengaktifannya. Jangankan menekan kode *777 yang merupakan kode aktivasi layanan FlexiCombo atau menghubungi 147, sinyalpun tidak ada terlihat dalam layar. Mengapa bisa begitu ?

Adalah Preferred Roaming List atau yang dikenal dengan singkatan PRL menurut Wikipedia merupakan sebuah daftar atau database database yang berada dalam perangkat CDMA nirkabel  seperti telepon genggam, berisi informasi yang digunakan selama proses seleksi sistem dan akuisisi. Tanpa PRL, perangkat tidak mungkin dapat menjelajah atau memperoleh pelayanan di luar area rumah. Pada banyak jaringan, secara teratur memperbarui PRL disarankan jika pelanggan sering menggunakan perangkat di luar area rumah, terutama jika mereka melakukannya dalam beberapa area yang berbeda.

Rupanya PRL inilah yang kemudian menjadi penyebab dari kegagalan yang saya alami tersebut. Setelah diperiksa oleh Customer Service Telkom Flexi beberapa waktu lalu, dinyatakan bahwa PRL kartu RUIM yang saya gunakan sudah jauh dibawah 300. Sebuah standar minimal dimana FlexiCombo mensyaratkan kartu RUIM agar bisa digunakan disejumlah area layanan diatas.

Penurunan PRL ini kabarnya terjadi karena faktor umur kartu yang digunakan. Makin tua usia kartu, makin menurun pula PRL-nya. Lantas, bagaimana caranya agar masyarakat awam dapat mengetahui PRL dari kartu RUIM CDMA yang digunakan tanpa perlu mengorbankan waktu untuk datang dan bertanya pada Customer Service Telkom Flexi ?

Untuk pemeriksaan PRL pada ponsel Nokia CDMA, dapat dilakukan dengan menekan kode *837#. Apabila PRL berada jauh dibawah 300, maka segeralah melakukan Update PRL agar kelak tidak menemui masalah atau kendala saat mengaktifkan fitur FlexiCombo dimanapun berada.

Untuk dapat melakukan Update PRL dapat menggunakan fitur Test Message atau yang lebih dikenal dengan SMS, ketikkan PRL lalu kirim ke nomor 7753. Tunggu korfirmasi keberhasilannya. Jika sudah, matikan ponsel dan hidupkan beberapa saat lagi. Periksa kembali PRL kartu RUIM.

Update PRL Kartu RUIM ini bisa menjadi satu alternatif cara bagi pelanggan operator TelkomFLexi dapat menikmati layanan FlexiCombo dengan baik seandainya dua cara aktivasi gagal dilakukan. Andaipun penjelasan diatas masih kurang jelas, silahkan kontak nomor 147 untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.