Notes Notes EverNote

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Dari kenal pertama tahun 2014 lalu, hingga kini di bulan Januari tahun 2016, Notes EverNote selalu setia mendampingi dalam berbagai kesempatan.

EverNotes PanDeBaik 001

Mencatatkan hal remeh remeh macam update blog hingga diskusi pembahasan dengan pimpinan atau rapat formal. Tertuang gamblang tanpa masalah.

EverNotes PanDeBaik 002

Notes Notes EverNote.
Kamu pake apa ?

Catatan Akhir Tahun 2015

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang Opini

Seperti biasa, hari ini adalah hari dimana saya kembali mencatat dan mengingat hal-hal yang telah dilalui dan dijalani, saat bahagia atau masa kelam, saat tertawa ataupun menangis. Kilas balik apa yang kelak akan menjadi kenangan.

Tiga Anugerah

Pande Putu Mirah GayatriDewi, lahir 18 Maret 2008 lalu. Kini ia telah menginjak usia jelang 8 tahun, kelas 2 SD. Menjadi gadis yang tinggi dengan pemikiran anak-anak. Khas Bapaknya. Berseberangan dengan Intan sang adik, namun penyayang bagi bayi kecil kami.
Pande Made Intan PradnyaniDewi, lahir 23 Oktober 2012, secara hari lahir masehi ia bareng dengan neneknya, sedang secara hari lahir Bali ia bareng dengan kakaknya. Sehingga bisa dikatakan Intan punya watak yang mirip dengan kedua pengasuhnya ini. Kini ia akan menginjak usia 4 tahun, anak yang periang sekaligus pemarah. Satu saat bisa menyanyi saat ia bercerita, saat yang lain bisa ngamuk dan membenci orang yang menasehatinya.
Pande Nyoman Mutiara AnnikaDewi. Putri yang termahal, kata semua orang. Bayi kami kini telah berusia 10 bulan, namun perawakannya lebih mirip bayi 6 bulan. Meski begitu, ia tampak cerdas untuk usianya. Bisa jadi ia belum mampu berjalan sebagaimana tumbuh kembang kakaknya terdahulu. Anak yang Murah senyum.

Tiga Anugerah diberikan Tuhan pada usiaku yang masih berkepala tiga. Satu hal yang patut disyukuri mengingat ketiganya dalam kondisi sehat dan menyenangkan. Semoga kelak bisa menjadi putri yang berbakti pada orang tua dan menjadi sebagaimana harapan bapak ibu dalam sandangan nama yang diberikan.

Kesehatan

Diabetes masih menjadi kendala. Dalam sekian kali uji test darah secara acak, Gula Darah yang kumiliki tak pernah jatuh dibawah 200 mg/dl. Tidak salah jika semua orang mencurigai turunnya berat badanku belakangan ini meski ada juga yang mengira sedang menjalani diet. Nasi putih sudah diganti dengan kentang. Rebusan daun Singapore rutin kuminum tiga kali sehari. Obat pun sudah dikonsumsi sesuai takaran. Tapi tetap saja demikian adanya.

Dokter sudah me-warning. Jika saya tak mampu kurangi beban kerja juga stress, tak ada yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah itu.

Pekerjaan

Tahun ini secara jumlah bisa dikatakan sedikit berkurang. Namun secara beban sebaliknya malah bertambah. Utamanya jika dikaitkan dengan tekanan dan resikonya.
Jabatan hanya indah di luaran, begitu ungkapan di tulisan sebelumnya. Dan demikianlah adanya.
Saya malas mengeluh lagi, karena semua sudah tertuang di halaman ini. Apalagi di tahun depan, semua akan bertambah. Baik jumlah, beban, tekanan, resiko, dan tentu saja Tanggung Jawab. Semoga kawan kawan staf kelak bisa memakluminya.

Keluarga

Selain tiga bidadari kecil tadi, ada banyak hal yang terjadi di tahun 2015 ini. Kepergian dua kakek sebelah rumah, bapak kecelakaan, 10 tahun perkawinan hingga dirawatnya Gek Ara di RS Puri Bunda dan RS Sanglah dalam kurun waktu yang cukup lama. Semuanya menurunkan tekanan dan beban pikiran yang tak sedikit, pula biaya tambahan dan tentu merepotkan lingkungan sekitar. Satu hal yang kemudian kami sadari bahwa kami tidak sendiri.

Jalan-jalan

Bisa dikatakan tahun ini minim plesirannya. Minim santainya.
Karena ternyata menyenangkan semua kepala itu memang susah. Tapi saya ndak bicara soal jalan-jalan kami seRuangan Permukiman baik melawat ke tetangga maupun rafting kemarin. Hanya upaya untuk melewatkan akhir pekan saja.

Untuk Kakek Neneknya anak-anak cukup dengan menu yang lidah mereka bisa nikmati. Saya dan istri, kemanapun oke sepanjang ndak ada protes. Yang masalah tentu anak-anak, punya keinginan sendiri-sendiri. Mirah dengan tempat makan yang aneh dan unik, Intan sendiri pokoknya mau main. Ealah… maka kalo sudah ndak sesuai dengan keinginan salah satu diantara mereka ya siap-siap aja agenda bakalan berantakan.

PanDe Baik 2015

Tahun 2015

Apa yang sudah dilewati saya pikir lebih banyak masa suramnya ketimbang sukanya. Meski begitu semua patut disyukuri mengingat inilah jalan yang sudah diberikan olehnya pada kami. Sebagaimana permohonan kami bisa jadi.
Bersyukur pula dalam perjalanan tahun saya bisa mengenal lebih banyak karakter yang boleh dijadikan cermin agar kelak sikap perilaku saya jangan sampai seperti mereka. Namun ada pula yang patut ditiru keteladanannya.

Banyak pula ilmu yang saya dapatkan guna membentuk kehidupan di masa yang akan datang. Semoga semua akan Indah pada waktunya.

Tahun 2016

Harapan saya sederhana saja. Semua bisa dijalani dan berakhir dengan baik, meski dalam proses akan mengalami hambatan serta tantangan yang bisa saja jauh lebih banyak dan lebih mumet dari sebelumnya. Apalagi Tahun 2016 kami di Badung mendapatkan pimpinan Bupati baru dan Ketua Dewan baru. Entah bagaimana nanti kisah ceritanya.

Dengan penambahan beban dan tanggungjawab, semoga pelan pelan satu persatu upaya memajukan pemikiran kami bisa terjawab. Tentu gak bisa sendirian untuk bisa mencapainya.
Jadi, doakan ya agar semua bisa terjalin dengan baik.

Minimal kelak disela kesibukan, blog ini tetap bisa berjalan, menambah postingan atau menambah pundi pemasukan demi tiga anak nakal diatas.

Selamat Tahun Baru 2016, Terima Kasih 2015.

Beberapa Catatan terkait Hisense Pureshot+

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah menurunkan empat tulisan berkaitan dengan ponsel Hisense Pureshot+ yang diBundling dengan SmartFren 4G, baik siapa Hisense dan bagaimana kinerja ponsel berlayar 5,5 inchi dan delapan inti prosesor, serta uji kecepatan koneksi data dalam dua sesi, ada baiknya juga saya mengimbangi beberapa fakta lapangan yang didapat selama oprak oprek seminggu terakhir ini. Namun apa yang akan saya sampaikan nanti, hanyalah sebagai catatan kita bersama, yang kelak saya harap dapat menjadi masukan bagi Hisense dalam pengembangan aplikasi sehingga dapat menutup kekurangan dimaksud, pilun demikian, masukan bagi kawan-kawan peminat Pureshot+ sebagai bahan pertimbangan sebelum menjatuhkan pilihan.

Pertama soal Vision UI.
User Interface atau perwajahan perangkat Hisense Pureshot+ rupanya menggunakan Launcher pribadi yang saya pantau tidak akan dapat ditemukan di Play Store, dan juga tidak dapat diadopsi ke ponsel maupun tabletpc berbasis Android lainnya. Nilai tambah tentu. Sudah begitu, dilihat secara Pengaturannya, cukup mudah dipahami. Terdapat tambahan scroll menu bolak balik dan efek perpindahan antar layar yang unik. Namun demikian, secara penampilan Vision UI mengadopsi murni tampilan iOS milik Apple yang pula meniadakan opsi Menu dan opsi Tema. Sehingga pengguna harus puas dengan tampilan sebagaimana pabrikan dibuat meski bisa diatasi dengan menginstalasi Launcher tambahan lain. dan seperti halnya iOS, pengaturan icon yang sudah di-set sedemikian rupa dengan mudahnya dapat dipindahkan oleh orang lain, seperti anak-anak misalkan secara tidak sengaja, bahkan terhapus secara permanen dari layar depan.

Kedua, selain UI bawaan, secara fisik luar Pureshot+ mirip plek dengan iPhone 6 baik ukuran maupun penempatan lensa kamera di punggung belakang. Sehingga saat saya menemui kesulitan untuk menemukan Leather Case maupun screen guard di gerai ponsel besar sekalipun, sempat terlintas untuk mencoba menggunakan asesoris milik iPhone 6 yang rupanya gagal total. Tidak sepenuhnya siy, karena screen guard masih bisa diCustom dengan memotong lekukan namun tidak dengan Case. Dimana posisi lensa Pureshot rupanya sedikit ke ujung pinggiran atas yang jika dipaksakan, tentu akan menutup lensa kamera. Itu sebabnya, pe-er bagi pihak Hisense barangkali entah mengupayakan sendiri atau bekerja sama dengan pihak lain untuk dapat merilis Leather Case sendiri dan tidak mengandalkan versi Universal yang punggungnya bolong setengah badan itu. Sangat tidak nyaman, dan tidak elok jika ponsel sedemikian canggih, menggunakan Universal Case atau malah rentan goresan pada punggung ponsel yang berbahan plastik itu.

Catatan Ketiga, meski dalam paket penjualan Hisense menyertakan kabel data sekaligus charger yang dapat dipisah dengan kepalanya, namun saat perangkat disambungkan dengan PC, ternyata tidak semudah brand lain yang biasanya secara otomatis terdeteksi tanpa banyak proses instalasi. Setidaknya pengguna harus memilih opsi fungsi kabel usb saat penyambungan, apakah hanya untuk Charging, membuka (mount) sdCard, media data atau lainnya. Selain itu, apabila kita memilih sebagai Media Data, perangkat pc masih harus membutuhkan waktu panjang untuk menginstalasi driver perangkat secara online. Kalo mau aman, pilih Mount sdCard saja. Cuma Internal storage ponsel gak bisa diakses.

Catatan keempat, soal keberadaan dual speaker yang ada di sisi bawah perangkat, secara tampilan tentu saja meyakinkan. Hal ini serupa dengan beberapa ponsel flagship dari brand lain. Namun sayangnya, fungsi output suara yang dihasilkan saat memutar musik maupun video, hanya berlaku untuk 1 speaker saja yaitu yang sisi kanan apabila dilihat dari permukaan layar. Apabila speaker ini ditutup, meski sebelah saja, suara akan teredam bahkan tak terdengar dengan baik. Ada yang mengalami hal serupa ?

Pureshot Hisense SmartFren 4G LTE

Namun begitu, ada juga hal-hal kecil yang bisa saya sampaikan di akhir tulisan sebagai nilai tambah yang bisa menjadi info berimbang bagi Hisense Pureshot+ dalam postingan ini. Yaitu :

1. Aplikasi Firewall yang berfungsi untuk memblokir panggilan dan sms dari nomir tertentu, sepaham dengan Vision UI, aplikasi ini tak akan dapat ditemui di Play Store manapun dan tidak dapat diadopsi pada ponsel lain.

2. Pengambilan Screenshot tampilan halaman bisa dilakukan dengan menekan 2 (dua) tombol bersamaan yaitu Volume Down dan Power. Hasil akan tersimpan pada folder Screenshot pada kartu memori eksternal.

3. Meskipun Tema tampilan tidak didukung oleh Vision UI, namun secara tampilan keyboard ponsel masih mampu lah dilakukan dengan baik. Manfaatkan saja aplikasi TouchPal lebih lanjut.

4. Pureshot+ tampaknya ingin memanjakan penggunanya yang jaman masa kini akan lebih banyak memanfaatkan lensa kamera depan untuk kebutuhan Selfie sendiri maupun saat bersama kawan. Jadi manfaatkan saja kamera 5 MP yang ada di sisi depan ponsel, dilengkapi dengan fitur flash light atau lampu kilat untuk mendapatkan hasil maksimal. Jauh lebih baik lah jika dibandingkan dengan beberapa ponsel yang ada saat ini.

Nah, demikian kira kira postingan terakhir yang dapat diungkap sejauh ini, semoga bisa bermanfaat dan menjadi bahan masukan sebagaimana di awal tadi.

Overall, secara fungsi tampaknya ponsel Hisense Pureshot+ ini masuk dalam daftar rekomendasi saya untuk kalian yang membutuhkan kehadiran sebuah ponsel dengan kemampuan setara flagship brand lain namun dengan harga yang cukup terjangkau. Apalagi secara spesifikasi lumayan mumpuni, tentu dengan beberapa permakluman diatas tadi.

Menghapus Memo, Merapikan Masa Lalu

1

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang TeKnoLoGi

Setidaknya terdapat 150-an file Memo yang tersimpan dalam Galery perangkat tabletpc Android Samsung Galaxy Tab 7+ dalam bentuk gambar, yang di-Capture secara berkala satu persatu, sebelum kemudian dihapus secara permanen.

Semua itu merupakan catatan kecil yang selalu saya manfaatkan untuk mengingat hal-hal bersifat emergency, yang tak mungkin mampu saya ingat secara detail dan paparkan saat dibutuhkan. Maka sudah sewajarnyalah jika harus berTerimakasih kepada Samsung dan Google atas teknologi yang memang sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Screenshot_2014-02-02-19-29-58

Dari apa yang telah dikumpulkan, dapat saya bagi dalam beberapa kategori diantaranya catatan remeh seperti nomor ponsel dari orang-per orang yang datang kepada saya untuk meminta sesuatu dari usulan, kegiatan hingga pekerjaan, atau bahkan hal yang terlintas di kepala, yang saat itu tergolong penting untuk diingat, untuk kemudian disampaikan pada pimpinan demi satu jawaban pasti. Kategori lainnya hadir dengan inti diskusi atau pembicaraan saya dengan pimpinan, yang kelak harus ditindaklanjuti dan diwujudkan sedapat mungkin. Namun ada juga beberapa yang kemudian terlewatkan. Ada juga kategori Notulen Rapat yang biasanya saya pimpin sendirian, demi mencatat hal-hal penting yang disampaikan peserta, untuk dirangkum dan dilaporkan pada pimpinan. Juga Usulan dadakan dari berbagai pihak terkait penanganan Jalan Lingkungan.

Jika uraian kategori diatas lebih banyak mengarah pada dunia kerja dan rutinitas, ada lagi catatan singkat terkait ide tulisan yang terlintas di kepala sebagai bahan update Blog hingga status di jejaring sosial. Pula ringkasan hasil seminar terkait Diabetes yang masih saya simpan dengan baik hingga kini.

Bisa dikatakan Fitur Memo dalam perangkat tabletPC Android Samsung Galaxy Tab 7+ merupakan salah satu yang paking sering diakses untuk sekedar pencatatan sekaligus pengingat hal-hal yang terjadi di masa lalu, disamping aplikasi Voice Recorder dan SMS. Dua yang disebut terakhir merupakan pencatat diskusi dengan pimpinan untuk mendukung catatan tangan via Memo, dan SMS adalah eksekusi akhir dari semua hasil yang didapat, yang hingga kini masih pula saya simpan dengan Baik sebagai Arsip.

Semua aktifitas ini saya yakin, akan pula berguna bagi kalian yang memiliki kelemahan daya ingat, hanya saja dibutuhkan sedikit penyesuaian untuk melakukan pencatatan secara cepat dengan memanfaatkan keyboard sentuh yang tentu saja tak senyaman perangkat BlackBerry, serta cara-cara singkat untuk memindahkannya ke media lain seperti email ataupun sms.