Bungkam Nomor Tak Diinginkan dengan Call BlackList Pro

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebenarnya aplikasi satu ini belum pernah saya gunakan sebelumnya. Mengingat lingkungan yang dijalani belum ekstrem ekstrem amat untuk dihindari.
Tapi makin kesini rupanya ada juga satu dua orang yang secara kebiasaan ingin sekali dihindari jika bisa.
Mematikan ponsel atau mengaktifkan mode Airplane pernah menjadi solusi namun kasian juga kalo ada yang berkepentingan lain malah tidak tersambungkan.

Maka ketika penawaran diskon Aplikasi di Google Play kemarin, saya beli salah satu yang sekiranya mampu menjawab keinginan saya ini.

Call BlackList Pro.

Tujuannya tentu memblokir semua atau nomor kontak tertentu yang bisa diambil dari Daftar Kontak tersimpan atau Log yang tercatat, baik panggilan masuk ataupun sms.
Mantap pokoknya.

blacklist-pandebaik

Dan saya lihat hasilnya lumayan.
Ada catatan hasil yang diberikan saat nomor terdaftar pada list mencoba menghubungi.
Namun demi keamanan sendiri, gambar screenshot daftar maupun hasil log aplikasi sengaja tidak saya tampilkan disini.

Terpenting, beberapa nomor kontak yang begitu ingin saya bungkam keberadaannya, bisa diblokir tanpa mengorbankan daftar kontak kawan saya yang lain.
Kalopun kelak yang bersangkutan mencoba menghubungi dengan nomor yang lain, ya tinggal dimasukkan saja satu persatu.
Sementara alasan apabila tidak bisa terhubung, kayaknya masih bisa menyalahkan operator atau jaringan sinyal yang kurang baik disekitar saya. Hehehe…

Terserah deh apa kata Dunia.
Toh kenyataannya Hidup jadi lebih indah tanpa kontak yang bisanya hanya memaki-maki dan mengancam.

Mau mencobanya ?

8 Alasan Mengapa Saya Memblokir Akun FaceBook Anda

11

Category : tentang TeKnoLoGi

FaceBook itu rupanya masih tampak menyenangkan bagi saya pribadi meski beberapa kali sempat terserang rasa bosan dan berpindah ke akun jejaring sosial Twitter. Beberapa faktor yang menyebabkannya adalah kehadiran Group dan juga teman dunia nyata yang ikut hadir di jejaring sosial yang sama, selalu memberikan energi dan motivasi positif untuk berbuat baik dan lebih baik lagi. Sayangnya memang tidak semua teman FaceBook memiliki pemahaman yang sama dengan pikiran tersebut. Mungkin itu sebabnya kemudian saya memutuskan untuk tak lagi berteman atau bahkan memblokir beberapa akun untuk tetap bisa menjaga pikiran positif tersebut. Berikut alasannya.

Pertama, 4L4Y. Jujur saja saya pribadi masih tidak paham mengapa generasi muda sekarang lebih suka menggunakan kalimat yang menyajikan perpaduan angka, huruf dan karakter tertentu yang kemudian menyulitkan mata dan pikiran untuk membaca. Ada pula yang menyingkat atau mengurangi kata sehingga makin sulit untuk dipahami. Jika ‘Gaul’ merupakan alasan, sebetulnya gag masalah sejauh memang dapat dibaca dan dimengerti. Maka ketimbang pusing dengan Status yang gag jelas, ya dipecat saja dari daftar pertemanan.

Kedua, Mengeluh dan Menghina. Akun FaceBook bagi saya pribadi adalah satu sarana komunikasi atau ajang berbagi yang dapat memberikan suntikan semangat atau energi untuk berbuat lebih baik. Namun jika status yang disampaikan hanya mengeluh, menghina, mencaci maki apalagi dengan kalimat dan kata-kata kasar yang walaupun tidak ditujukan kepada saya, mendingan yang seperti ini dipecat pula secepatnya.

Ketiga, Promosi. Belakangan akun FaceBook pula dipenuhi oleh para pedagang dadakan yang menawarkan berbagai macam gadget atau kebaya dengan iming-iming harga murah. Beberapa diantaranya saya yakin benar bahwa ini hanyalah satu trik penipuan. Ada juga yang kemudian berkali-kali memposting iklan promosi di wall walaupun sudah pernah dihapus sebelumnya. Ketimbang ngeyel, mending dipecat duluan kan ?

Keempat, Rajin melakukan Tag Foto yang gag jelas. Kalo melakukan Tag atas foto keluarga atau kegiatan yang saya ketahui barangkali tak masalah, tapi kalo kemudian melakukannya pada foto tak senonoh atau horor, bisa jadi kelak orang yang kebetulan mampir di wall dengan amat sangat jelas bisa pula menyaksikannya. Sebebas apapun akun FaceBook, tetaplah yang namanya privacy dipertahankan.

Kelima, Salah Paham. Untuk yang satu ini dilatarbelakangi oleh perbedaan tingkat pendidikan, ruang lingkup pergaulan dan faktor pandangan pribadi masing-masing terhadap segala sesuatu. Apabila kemudian ‘cerita status’ yang saya lontarkan mengusik pikiran, jangan serta merta memprovokasi balik menyerang tanpa menanyakannya terlebih dahulu. karena bisa jadi itu hanyalah sebuah guyonan atau banyolan antar teman kantor.

Keenam, Selalu Menanggapi Negatif. Image pekerjaan saya yang sebagai PNS kerap memberikan gambaran awal yang mudah ditebak oleh pikiran setiap orang, termasuk pula teman FaceBook. Dari sekian banyak ada juga kok yang selalu menanggapi setiap ‘cerita status’ yang nyerempet ke perilaku PNS, padahal jelas yang saya sampaikan itu tidak mengarah kesana.

Ketujuh, Mengungkit Masa Lalu. Hampir sebagian besar pertemanan yang ada dalam akun FaceBook merupakan teman dunia nyata, sehingga besar pula kemungkinan bahwa mereka mengetahui seluk beluk Masa Lalu yang saya lewati. Meski tak semua menyenangkan, ada juga masa lalu yang kemudian ingin saya pendam dan lupakan, cukup menjadi sebuah catatan di benak saja. Sayangnya ada juga beberapa yang kemudian mengungkit-ungkitnya sebagai guyonan yang tidak lucu. Satu dua kali mungkin masih bisa diterima, namun jika setiap kali seperti alasan kelima diatas, mengapa juga musti saya pertahankan dalam daftar ?

Kedelapan, Minim Interaksi. Bisa Menambah banyak jumlah Daftar Pertemanan memang keren, Bahkan jika mampu lewat hingga angka 1K. Apalagi kalo berstatus sebagai orang yang populer bahkan Artis kenamaan. Namun apabila kemudian status pertemanan hanya menjadi status semu tanpa interaksi, trus buat apa dong ?

Apabila perilaku yang Rekan tunjukkan selama ini di akun FaceBook sudah mulai mengarah pada satu atau lebih dari Delapan Alasan diatas, Maka bersiap-siaplah untuk kehilangan akun FB saya dari Daftar yang Rekan miliki. 🙂

MenKominfo berencana Blokir FaceBook dan Twitter ? OH NOOO

10

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang menarik dari pidato pak Presiden BeYe di media televisi beberapa waktu lalu. Beliau seakan menyalahkan Media yang ramai memberitakan kisruh di tubuh partainya hanya gara-gara sms dan juga BBM (bukan Bahan Bakar Minyak, tapi BlackBerry Messenger :p) yang dmengaku sebagai nazaruddin, bomber suap yang kini berada di negeri antah berantah.

Salah satu Buntut dari pidato pak BeYe tersebut adalah munculnya keinginan pak Tif MenKominfo kita yang senang berpantun lewat akun twitternya itu, untuk mengontrol bahkan memblokir media jejaring sosial seperti FaceBook atau Twitter yang kerap bahkan di luaran digunakan sebagai salah satu sarana paling mashyur untuk menggulingkan pemerintahan. Lihat saja Mesir dan Libya, begitu pula Malaysia.

Namun agaknya Beliau lupa bahwa tidak semua orang memanfaatkan kedua akun jejaring sosial tersebut secara negatif bahkan ekstrem. Apabila kemudian benar Beliau melakukannya, maka bersiap-siaplah bagi semua Rekan yang kini telah merasakan banyak manfaat positif dari kedua media jejaring sosial tersebut.

FaceBook maupun Twitter merupakan salah satu sarana yang paling ampuh untuk berpromosi. Baik itu untuk menjajakan barang dagangan yang berupa ponsel dan gadget terkini (walau kebanyakan bodong alias Tukang Tipu), Kebaya dan asesoris wanita (lirik-lirik Istri) atau bahkan buku, Novel dan tabloid terbaru seperti yang dilakukan Leutika, Tabloid Sinyal dan Pulsa.

Selain berdagang berdagang dan berbisnis, kedua media jejaring sosial tersebut merupakan sarana paling ampuh untuk berkomunikasi, dan tentu saja berinteraksi antar dua, tiga bahkan seribu orang dalam satu waktu. Bayangkan berapa biaya yang diperlukan apabila aktifitas ini dilakukan via video conference, voice call, sms atau bahkan kopi darat atau bersua langsung ?

Bahkan ada juga yang memanfaatkan kedua media tersebut secara 100% Positif untuk membangun persahabatan, rasa persaudaraan bahkan untuk meneruskan informasi apabila ada hal-hal yang harus disampaikan untuk mewujudkan satu event tertentu. Reuni misalkan.

Sekedar Informasi bahwa Reuni Alumni SMAN 6 denpasar Angkatan 1992 yang dilakukan pada April 2010 lalu, murni merupakan buah positif akan keberadaan media jejaring sosial FaceBook sehingga koordinasi antar alumni dapat erat tetap terjaga, apapun media komunikasi yang digunakan. Juga Reuni Alumni SMAN 6 Denpasar 25 Tahun yang sedianya dilakukan 25 Juli mendatang.

Demikian halnya dengan rentetan kegiatan Yowana Paramartha Warga Pande dari sekedar berkumpul dalam jumlah terbatas hingga terbentuknya wadah organisasi di tiap kabupaten dan tentu saja wujud nyata partisipasi para anggotanya merupakan buah positif dari keberadaan dua media tersebut.

…dan meski bersifat tidak resmi, dua akun Twitter yang mengambil nama sebuah institusi pendidikan Pariwisata di Nusa Dua dan juga lembaga yang mengelola layanan Pengadaan secara elektronik Pemkab Badung, berusaha mengudara untuk memberikan berbagai informasi yang sedianya berguna bagi masyarakat ataupun mereka yang membutuhkannya.

Jadi tidak selamanya loh yang namanya pemanfaatan media jejaring sosial itu akan selalu bersifat negatif. Dan kalau benar bakalan diBlokir… oh Nooo… jangan sampai deh Pak MenKom…