Nge-BLoG lagi gak ya ?

63

Category : tentang KHayaLan

Tampaknya belakangan aktifitas nge-blog sudah bukan lagi merupakan satu profesi sampingan bagi sebagian besar Rekan yang dahulunya pernah menyandang status sebagai BLoGGer. Kenapa saya katakan sampingan, karena rata-rata mereka sudah memiliki pekerjaan utama yang jauh lebih mapan, meskipun ada juga satu dua yang menjadikannya sebagai profesi utama. Berawal dari hobi trus lanjut keterusan.

Kenapa pula saya katakan ‘bukan lagi’ ya karena setelah iseng melakukan blogwalking (aktifitas yang diharapkan rutin dilakukan oleh seorang blogger) ke beberapa alamat blog teman, saya menemukan beberapa alamat blog yang sudah tidak bisa diakses (kebanyakan dari domain gratisan co.cc). Beberapa BLoG tulisannya sudah tidak di-perbaharui lagi sebulan terakhir (entah memang karena sudah berhenti menulis atau pindah alamat). Ada juga beberapa rekan yang tetap masih berusaha meluangkan waktu tetap menulis dan berbagi.

Saya pribadi pada akhirnya dapat memaklumi. Bisa jadi lantaran kesibukan pekerjaan yang sudah mulai padat, kesibukan keluarga, lantaran kejenuhan, terbatasnya ide dan bisa juga lantaran keasyikan menggeluti micro blogging yang lain seperti FaceBook, Twitter, FourSquare atau Koprol.

Dari beberapa alamat blog teman yang saya coba kunjungi pertengahan September lalu melalui halaman (page) daftar B(e)LoGGer yang disusun sejak 7 Desember 2008, berikut hasil yang saya dapatkan untuk kemudian dibagi menjadi tiga kategori, (1) alamat BLoG yang tidak dapat diakses lagi, (2) BLog yang tulisannya tidak diperbaharui lagi sebulan terakhir dan (3) yang masih rajin menulis dan mengelola BLoG. Kalopun ada yang salah, mohon dikoreksi ya…

BLoGGer yang alamat BLoG-nya tidak dapat diakses lagi :

Wawan DiputraAry DwantaraBudarsaBoby haryadi, iKadsDwiEka DirgantaraEka Dharma SaputraGung Deick lunatic, dan iKha widari

BLoGGer yang tulisannya belum/tidak diperbaharui dalam waktu sebulan terakhir :

Winardi RibekaWira ankerzoneUco isnainiWahyu kokkang, wiwahasouvenirAdi setiawanWahid ArifAdityaAgustinus Tri laksonoAkhmad GuntarAnimo Band,  AnyunAprilia gayatriArie UtamiArie SuriasihWayan ArtanaArif noviyantoArquefiqASN,  Ayu CecilliaBaniBang ZaynBladcasual CutieDewi RahmayantiDewa RamaDenTaLDokter Dani IswaraDokter Oka NegaraSatria MadangkaraEfi NurEka C-LoEnda NasutionFitria PermataFenny AjaibGede KrisnaGendo SuardanaGentry AmaloGus DarkHanafiSri WidariLuh De Suriyani dan Mirah Trisna adi

BLoGGer yang masih setia menulis dan mengelola BLoG :

Made Arthabasuki pramanaimadewirazainal arifinwinartoWahya BiantaraAdieskaAgung Wardana Ancakblog ajaranAgus TuLankUun UmarAndik Yulianto LPSEAlamendahAnimaAri BoGeLbalebengong, BrokencodeBliyan BeLogCadinkCahya LegawaDanu AdriyantoDego PandeDokter CockDokter Eka KusmawanEka Juni ArtawaneLMoudyFajar SerayaGung WSHellDaHendra WSHeri CahyoInten PertiwiIndra Putu, Eka OzawaSugeng HarjonomadKorkJohn Black, Anton Muhajir dan Putu Adi Susanta

Anda sendiri, masuk kategori mana ? :p

Mengejar Traffic BLoG PanDe Baik dot com

13

Category : tentang DiRi SenDiri

Rasanya bohong kalo seorang BLoGGer mengatakan tidak peduli dengan kondisi BLoG yang dimiliki dan dikelolanya, kendatipun belum pernah menghasilkan sepeser uangpun alias non-profit. Minimal secara penampilan dan setelah itu secara content atau isi yang selalu berusaha diperbaharui secara periodik. *pengalaman pribadi

Rasanya bohong juga kalo seorang BLoGGer mengatakan tidak peduli dengan tingkat kunjungan dan respon yang diberikan oleh pengunjungnya atas setiap tulisan atau bahkan hanya sekelas unek-unek gak jelas. Bandingkan dengan update status pada jejaring sosial FaceBook, menulis pendek tanpa maknapun bisa mendapatkan belasan tanggapan dari teman lainnya. *lagi-lagi pengalaman pribadi :p

Tapi yah, ini hanya sekedar Opini loh jadi jangan tersinggung kalo seumpamanya apa yang saya katakan diatas tidak sesuai dengan Prinsip nge-BLoG Rekan semua. Saya katakan demikian karena rata-rata seorang BLoGGer merupakan orang yang ingin eksis dan tampil dalam bidang dan pengalaman yang digeluti sehingga akan sangat wajar ketika berharap akan kunjungan dari orang per orang atau sekedar tanggapan ringan terkait isi tulisan. Demikian halnya pula dengan PanDe Baik dot com (lafalnya beneran dot com bukan dot kom) :p

Bersyukur seandainya kemudian ada yang merasa senasib dengan saya selaku pemilik dan pengelola PanDe Baik dot com sejak awal mula memutuskan untuk menjadi seorang BLoGGer, karena bagaimanapun juga Pengunjunglah yang kemudian memberikan Spirit atau semangat untuk tetap menulis dan menulis. Kendati terkadang seperti tidak peduli dengan tema tulisan.

Mengejar Traffic BLoG pada akhirnya dialami juga demi sebuah cita-cita sederhana. Mendapatkan pendapatan tambahan dari halaman BLoG dan hobi menulis. Namun demikian dalam kenyataannya ya tak semudah membalikkan tangan meski sudah berpuluh buku dan halaman literatur dunia maya yang dipelajari, tak satupun mampu mendongkrak tinggi yang namanya Traffic.

Bagi yang belum paham soal Traffic kurang lebih pemahamannya adalah tingkat kepadatan atau jumlah kunjungan yang masuk ke alamat BLoG dan intensitas tersebut dapat dilihat dengan bantuan aplikasi tertentu, diantaranya FireStats yang dahulu pernah saya gunakan atau HiStats yang kini masih setia memantau halaman BLoG ini.

Bisa dikatakan selama 3 (tiga) bulan terakhir ini saya baru merasakan tingkat kunjungan BLoG yang menjangkau angka 10.000 page views dalam kisaran satu bulannya. Bisa jadi lantaran beberapa tulisan tentang Keris dan Dharma Kepandean, bisa juga hanya faktor keberuntungan saja. Meski demikian, sayapun sudah menyiapkan diri untuk memaklumi keadaan apabila satu saat ini angka-angka yang ditunjukkan dalam sebuah statistik akan menurun dengan pelan dan pasti.

Salah tiga yang dapat saya pahami menjadi penyebab penurunan kunjungan itu adalah pertama, Tema tulisan yang beragam (sangat tidak disarankan bagi seorang BLoGGer yang menginginkan lonjakan Traffic tiap bulannya), kedua, kejelasan maksud tulisan yang disampaikan apakah berupa Tips, ajakan atau sekedar ngalor ngidul seperti rata-rata tulisan pada BLoG ini dan ketiga, Kunjungan Balik yang biasanya merupakan satu aturan tak tertulis bagi BLoGGer yang sudah berkenan meluangkan waktunya berkunjung dan berkomentar. BLoG PanDe Baik dot com boleh dikatakan tidak memenuhi ketiga faktor tersebut.

Maka berbanggalah Rekan yang mampu memiliki serta mengelola BLoG pribadinya menjadi jauh lebih bermanfaat bagi orang lain (ditinjau dari tingginya tingkat kepadatan kunjungan/traffic) meskipun ada juga yang kemudian menyarankan agar jangan mengejar Traffic terlampau jauh, gak enak katanya dengan pihak Hosting, gak ada yang mau menampung nanti. Hehehe…

Selamat Bergabung BLoGGer Muda BBC

54

Category : tentang InSPiRasi

‘Patah tumbuh hilang berganti… sebuah pepatah kuno pantas disematkan untuk sebuah komunitas BLoG yang saya kagumi. Bali Blogger Community (BBC). Perayaan ulang tahun usia ke-2 yang akhirnya (jadi juga) dilaksanakan hari minggu kemarin menjadi bukti nyata pepatah tersebut.

Ini adalah kali kedua kegiatan resmi BBC yang saya ikuti setelah Launching di Popo Danes dua tahun lalu. Kesibukan kuliah yang selama ini menjadi kambing hitam absennya saya dalam setiap kegiatan, kini sudah tak lagi dijalani, maka sesuai janji sayapun akhirnya bisa hadir kendati tanpa keikutsertaan anak dan Istri.

Berbeda dengan suasana launching, ultah ke-2 BBC tergolong sangat sederhana. Tanpa panggung, tanpa band Animo dan minim kehadiran Blogger ‘tua’. Beberapa Blogger yang saya harapkan dapat bersua kembali barangkali masih terkendala dengan kesibukan masing-masing seperti Ancak, Dokter Cock, Brokencode, Dani Iswara, GungDe atau Bung Gentry Amalo. Beruntung hingga acara berakhir saya masih sempat bersua dengan Adi Setiawan, Dental, Dek Didi, John Black, Oka Negara dan tentu saja Bang Yos Kebe. Tak lupa beberapa Blogger yang tumben sua via offline Putu ‘Radiografer’ Adi, Chris John, Bowo, Cahyo, Mbak Ervi atau Putri Astiti. Mengapa saya katakan mereka jajaran Blogger ‘tua’ ? karena saya yakin para Blogger ‘muda’ yang baru saja bergabung dengan BBC tidak begitu mengenal sosok mereka secara langsung.

Ada Blogger ‘tua’ ada juga yang saya sebutkan Blogger ‘muda’. Blogger yang memutuskan untuk mulai menuangkan aktifitas mereka setahun terakhir dalam bentuk tulisan. Untuk kategori ini diantaranya adalah duo Eka Ozawa dan saudara kembarnya, Gung WS juga Lina Pewe. Walaupun sebenarnya masih banyak Blogger ‘muda’ yang dimiliki oleh BBC, namun secara pribadi orang-orang inilah yang nyatanya mampu berbaur dan akhirnya menunjukkan eksistensi mereka secara nyata, tidak hanya dalam bentuk BLoG saja.

Eka Ozawa, pemuda tanggung yang masih betah menjomblo ini sebetulnya baru saya kenal beberapa bulan terakhir, sempat chatting di pagi hari yang cerah, menanyakan tentang ‘dari mana sih datangnya ide penulisan untuk BLoG ? akhirnya patut saya acungi jempol karena keberaniannya untuk mengomandoi acara ultah kali ini, kendati sempat merasa ‘dikorbankan saat ketemuan di depan museum beberapa waktu lalu.

Eka Ozawa (nama sebenarnya adalah Eka Dirgantara) pemilik blog Horor ini sebetulnya baru satu dari sekian banyak blogger ‘muda’ baik yang dimiliki oleh BBC maupun yang hingga hari ini masih kebingungan dengan tawaran untuk bergabung dengan BBC. Beberapa diantaranya ada yang memutuskan untuk terjun nge-BLoG setelah saya intimidasi. Hehehe…

Oming (nama sebenarnya adalah Sri Sugiantari) adalah salah seorang teman kuliah saya di Pasca Sarjana, akhirnya merintis sebuah BLoG yang kemudian secara perlahan menjadi buku hariannya versi digital, sempat mandeg tapi kini muncul lagi dengan spirit baru. Widari (nama sebenarnya adalah Sri Widari) adalah Istri dari seorang teman kuliah di Arsitektur dahulu, akhirnya memberanikan diri meluncurkan sebuah BLoG bernama Dedari. Pasangan suami istri Inten Pertiwi dan Yan Nusa, sempat muncul sesekali di milis namun tetap berusaha secara berkala melakukan update pada BLoG mereka. MiRah Trisna Adi yang notabene seorang Blogger angkatan Eka Ozawa dan juga adik kandung dari seorang BLoGGer aktif Wirautama, tak mau kalah dengan gaya penulisan ala remaja kini. Ari Pratama, seorang adik kelas sedari SD hingga kuliah ini baru saja memulai blognya dengan mengambil bidang Properti, tak ketinggalan Mirah Sawitri dan tentu saja Tari Tantra, sang penyiar BaliFM.

Ada banyak cerita yang coba diungkapkan dalam masing-masing wadah kreasi mereka, tentu saja dari beragam sudut pandang dan gaya penulisannya. Kendati belum sampai menyamai kualitas penulisannya sang Dancuk Anton Muhajir atau sang ‘istrinda’ Dancuk Luh De Suriyani, saya yakin masih banyak suntikan darah segar yang mampu diberikan oleh para Blogger ‘muda’ ini untuk kemajuan BBC kedepannya.

Silahkan maju kedepan para Blogger ‘muda…

Untuk seorang Sahabat

Category : tentang KHayaLan

Pada saat kita dihadapkan pada 2 pilihan, yang mana harus dipilih demi sebuah kebaikan bersama ?

Seorang kawan mengatakan ‘totalitas 9 hari di RS Sanglah’ seperti meyakinkan diri pada orang lain bahwa ‘I Love my Wife and I Don’t Like my Duty’.

Kondisi yang berbeda menyebabkan ia bisa dengan entengnya berkata begitu. Terlahir dengan kondisi keluarga mapan dan terpandang, dimana uang bukan lagi satu masalah besar karena semua telah tersedia sejak kecil, apa yang diinginkan tinggal minta. Tak heran, terkadang sedemikian enteng pula ia mengatakan berani meninggalkan bangku kuliahnya jika ada mata kuliah yang tak diluluskan oleh dosen pengajar.

Tapi apakah ia pernah memikirkan atau paling tidak seandainya berada pada sisi sebaliknya ?

Saat terlahir pada keluarga yang hidup dari gaji bulanan, harus berhutang pula agar bisa melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi, sementara kondisi keluarga yang memang menuntut tanggung jawab serta belum bisa menggampangkan segala hal seperti berkhayal untuk berinvestasi demi masa depan. Lantaran tak ada yang diwariskan oleh orang tua… Semua itu masih jauh.

Siapa bilang ‘9 hari di RS Sanglah itu dijalani tanpa beban ?

Siapa sangka kalo selama itu pula semua pikiran harus disatukan demi sebuah tujuan terdekat yaitu kesembuhan Istri, sementara dirumah, si kecil harus rela berpisah dengan Ibunya ?

Siapa bilang kalo hati kecil ini akhirnya bisa juga merasakan kenekatan untuk berpasrah diri atas langkah yang harus diambil dan semua konsekuensi yang harus ditanggung ?

Segala kepasrahan akan image seorang pegawe negeri yang tak lagi bersih dan berdedikasi pada tugas pekerjaan dan kewajibannya, tapi toh masih banyak orang lain yang tak dihadapkan pada 2 pilihan sulit malah menjalani hari demi hari dengan mengulik togel ataupun absen berminggu-minggu tanpa ada protes dari pihak lain.

Atau mengingat komentar terakhir dari kawan dekat tadi, bahwa ‘kualitas tugas kuliah yang aku kerjakan jauh menurun drastis ? bisa apa jika ia dalam kondisi begini ? hanya satu yang bisa dilakukan untuk sementara, berlalu begitu saja, sambil memendam rasa kecewa dan marah pada diri sendiri, lantaran kata-kata seorang sahabat.

Memilih menjalani ‘9 Hari di RS Sanglah’, ternyata memang harus mengorbankan yang namanya tugas dan kewajiban akan seorang abdi negara, juga mengorbankan tugas kuliah demi berdebat dengan orang tua akan pilihan apa yang terbaik diberikan pada Istri, karena yang dipertaruhkan adalah Nyawa orang yang kita cintai, juga rasa sayang pada buah hati yang baru berumur satu bulan, sudah harus berpisah lama dengan Ibunya. Tak peduli lagi dengan sanksi mutasi sekalipun, atau malah tak diluluskan dalam satu mata kuliah. Karena demi menjalani pilihan tadi harus tetap mampu diselesaikan walopun harus mengorbankan apa yang saat ini masih menjadi milik kita.

Memang tak semua orang mampu mengerti akan pilihan yang sudah diambil, karena orang lain takkan mau berada pada sisi terjepit seperti yang kita alami.

***

Semua unek-unek ini didedikasikan untuk seorang sahabat dan senior yang aku kagumi selama ini. Walopun terkadang ia menjengkelkan, tapi tetaplah ia seorang yang berjasa besar bagiku.

NB : Semoga usai Terapi Listrik dikepala yang dilakukan siang tadi, apa yang menjadi keberatan selama ini pelan tapi pasti bakalan bisa diperbaiki.

Rasanya sudah gak sabar lagi buat mengerjakan tugas kuliah berikutnya Bli.  :grin: 

Arsitek itu ternyata Banyak Omong

1

Category : tentang KHayaLan

Itu komentar pedas yang dilontarkan oleh seorang rekan kantor yang kebetulan pula bareng-bareng ngambil kuliah pasca. Tapi komentar itu gak asal ia lontarkan, lantaran dua orang yang ia kenal di Panitia Pelelangan nyatanya emang seperti itu. Omong tok.

Gak nyalahin juga sih, lantaran selama pendidikan di Arsitektur itu mahasiswanya dituntut bisa mengkhayal setinggi langit dan keseringan menomorduakan masalah konstruksi, dengan didasari oleh argumen-argumen (pembelaan dan pembenaran) tertentu yang dapat menguatkan desain tersebut. Ngeles ceritanya.

arsitek.jpg

Makanya gak heran pula kalo si rekan balik nanya ‘kamu kan lulusan Arsitek, kok beda ? gak banyak omong ?’ halah… dianya lupa kalo dibibir sih emang gak banyak omong, tapi di blog, haha…. Ceritane ngalor ngidul.

Apa yang dikatakan tadi diperkuat pula oleh beberapa kejadian kuliah belakangan ini, dimana salah seorang rekan kuliah yang secara kebetulan juga lulusan Arsitek, memiliki perilaku sama. Berandai-andai dalam satu hal yang sudah jelas adanya. Halah…  :cry: 

Istirahat bentar ah

Category : tentang DiRi SenDiri

Gak terasa aktivitas ngeblog udah dijalani sampe disini. Padahal awalnya isi blog cuman sekedar diary curhat apa yang dilalui dalam keseharian saat itu. Makin lama isinya makin beragam, dari hobi, trus ngungkapin hal-hal yang gak puas dijalani dalam dunia kerja, hingga kejahilan pada rekan kantor maupun kuliah dan tentunya lengkap dengan coretannya. Kini dengan kehadiran si kecil, hari-hari terasa jauh lebih berwarna, walo kata seorang rekan kantor, blog ini makin ksini seperti orang yang gak punya kerjaan aja.

J Lantaran kehadiran si kecil pula aktivitas ngeblog jadi bergeser dari jam malam pulang kuliah berganti ke jam sore, usai mandiin si kecil sambil nungguin Ibunya mandi, menyempatkan diri buat ngulik hal-hal menarik ato cuman sekedar ngalor ngidul gak karuan.

Seiring dengan makin banyaknya tugas kuliah, pula jam kantor yang makin hari makin malu kalo ditinggal lebih awal, pula karena kasian dengan Istri yang begadang tiap malem mnemani si kecil, maka dipandang perlu meluangkan waktu untuk sementara agar bisa menyelesaikan tugas dan kewajiban tadi tanpa perlu penundaan lagi.

Lantaran efeknya mulai terasa, satu dua tugas malah terbengkalai, saking asiknya nulis buat di Blog, sudah seperti kuli flash disk yang diuber deadline aja. Salah satu emang harus dikorbankan agar yang lain bisa jalan dan selesai. Pilihannya tiada lain ya ngorbanin aktivitas nge-Blog, toh juga blom ada niatan ber-adsense yang dahulu sedianya direncanakan buat beli susu si kecil.

So, blog inipun sementara waktu diciutkan dahulu baik isi maupun sidebarnya. Kali aja nanti usai tugas kuliah kelar, dan si kecil udah gak begadang lagi, mungkin ide-ide buat nulis harapannya sih bisa muncul ke permukaan kayak dulu lagi.

Well, istirahat bentar aaah… 🙄

Tampil Apa Adanya

Category : tentang DiRi SenDiri

Akhirnya barisan kalimat yang ada dibawah header blog ini, diambil dan dipublikasikan sebagai tag baru lantaran emang sesuai dengan apa yang diharapkan dan dilakukan selama ini.

Mengurangi Keinginan untuk Diri Sendiri, boleh jadi satu kalimat penohok hati bagi orang-orang yang dalam keseharian kerjanya selalu menuntut uang imbalan atas apa yang dilakukannya pada jam kerja, yang notabene sudah digaji pula oleh negara. Tiap hari selalu menggerutu kalo kmaren si oknum selalu diajak lembur oleh atasan. Dari bikin rencana anggaran biaya, bikin gambar peta lokasi (padahal udah tersedia dan tinggal di print aja) dan nyelesaikannya sampe malem. Halah… kerjaan mudah kayak gitu aja diributin tiap pagi. Padahal

kan uang lembur selalu ada untuk orang-orang yang melewatkan waktunya dikantor pada hari libur. Kurang apa lagi ?

Mungkin si oknum yang baru aja diangkat statusnya jadi pegawae negeri ini mengira rekan-rekannya ndak tau kalo lembur itu ada uangnya. Menginginkan satu pengakuan ‘wah si CTR ini ternyata rajin lembur juga ya ?’

Bersikap Jujur, boleh jadi pula sudah jarang diterapkan seiring kata-kata ‘Selamat Datang di Dunia Orang Dewasa’, dunia dimana segala kebohongan dibenarkan demi sebuah nama dan cita-cita.

Memang tak selamanya kejujuran itu baik tuk diungkapkan. Misalkan saja perihal kejujuran akan masa lalu saat pacaran diungkapkan pada Istri. Bisa jadi bumerang untuk hari depan. J Namun kejujuran tetap harus ada dan diutamakan dalam segala kondisi. Walopun kejujuran itu sudah tak ada lagi ditingkat atasan yang telah menjabat, berbohong demi sebuah kehormatan dan gengsi kursi jabatan.

Kejujuran pula agaknya telah terkikis oleh keinginan pada diri sendiri tadi. Tampil Apa Adanya merupakan jargon klise yang diungkapkan oleh para artis yang baru naik daun, ato yang saat ditanya oleh infotainment perihal keinginannya dimasa depan.

Namun kalo memang benar kata-kata tadi dilakukan, mungkin gak bakalan ada keinginan buat meniru keseharian layaknya sang atasan, yang rupanya baru aja ngebeli mobil mewah, membangun rumah hingga menodong rekanan demi segepok uang yang sedianya mungkin lebih pantas diberikan secuilnya untuk pengawas lapangan yang setiap hari gak kenal hari libur dengan setia menunggui rekanan bekerja di lokasi proyek.

Ah, ngbikin tag baru kok jadinya ngalor ngidul kedunia kerja toh ?

Tapi memang, tag baru diatas timbulnya lantaran muak dengan situasi dunia kerja yang tiap hari kok diajak mimpi setinggi langit padahal pijakan kaki masih berupa tanah legit, belom lapisan marmer ato permadani mahal. Mbok ya nyadar toh….

Blogger : orang yang kurang kerjaan dan kesepian ?

Category : tentang DiRi SenDiri

Satu komentar pedas nan menusuk tadi bukan lagi datang dari seorang pakar IT negara ini yang baru saja menyulut kontroversi di dunia maya. Komentar bahwa “Blogger itu apalagi yang make nama domain dengan namanya sendiri, cuman seorang yang kurang kerjaan dan tergolong kesepian, pula gak punya teman.”

Nyatanya datang dari seorang rekan yang selama ini cuman bisanya ngomporin tanpa mau berusaha mencoba menerapkannya.

Rayuan make iklan dan juga donasi lainnya awalnya boleh jadi hangat sehangat (maaf) tahi ayam. Tapi yang namanya hangat-hangat tahi ayam, taulah sendiri, segera hilang seiring waktu berjalan. Pikiran buat nyobain nge-blog dan akhirnya ngedaftar di blogspot, eh kandas sendirinya dengan alasan gak ada ide buat nulis. Akhirnya alamat blog yang make namanya sendiri (sengaja) dilupain, karena kosong melompong gan ada postingannya. Tapi setelah satu rekan lain yang juga seruangan, tertarik ikutan ngbikin blog, dan nanya-nanya perihal cara nyari theme juga ngepostingnya, eh si rekan yang hangat hangat tahi ayam tadi malah sirik dan nyeletuk komentar pedas diatas.

Jadilah pandangannya terangkum dalam satu kalimat dan sesekali terlontar saat sua di kantor juga waktu kuliah. Ditambahkannya pula perihal kategori Narzis yang belakangan ini banyak dapet tempat lantaran kelahiran si kecil bulan Maret lalu. Lho ?

Huahahaha…. Ternyata Blogger yang dia maksud itu aku toh ?