Selamat Hari Blogger Nasional

Category : tentang InSPiRasi, tentang Opini

Hari gini masih nge-Blog ?
Ahahahaha… Ya gitu deh.

Ceritanya sih, saya masih tetap berusaha eksis ditengah kegalauan berSosial Media, yang makin kesini kelihatannya makin menggerus waktu luang buat nulisin draft blog.
Tapi bersyukur bahwa yang namanya stamina update, sejauh ini masih ada meski hanya dua tiga hari sekali. Setidaknya masih lah juari untuk menyandang profesi sampingan sebagai seorang Blogger.

img_20161027_194145

dan di Hari Blogger Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober, hari ini, kalo boleh sedikit pamer, merupakan tahun kesepuluh saya aktif menulis dan menghasilkan sekitar 2.600 postingan dengan topik campur aduk.

Dengan banyaknya jumlah postingan yang ada, menyebabkan tidak semua tulisan yang pernah dilahirkan bisa dibagi atau dibaca netizen dunia maya, utamanya tulisan-tulisan lama yang seandainyapun diperkenalkan kembali menggunakan plugins Tweet Old Post, rasanya kurang pas saat dibaca ulang.
Misalkan ya tulisan yang berkaitan dengan Koprol, FourSquare dan perburuan Badges, juga review ponsel lawas macam BlackBerry, Nokia hingga Samsung Android rilis awal.

Inilah salah satu kelemahan menulisi Blog yang mengambil topik campur aduk.
Beda dengan Blog yang mengambil tema khusus berkaitan dengan perilaku atau pola hidup macam BlogDokter. Dimana ketika tulisan lama dibagikan kembali menggunakan plugins tersebut, rasanya masih jauh lebih bermanfaat bagi sebagian orang.

Ohya, masih berkaitan dengan upaya memperkenalkan kembali postingan atau tulisan lama saya di akun sosial media, saya banyak dibantu oleh Selebtwit atau Selebblog Dokter Cock pengelola akun sekaligus halaman blogdokter, yang pula ikut serta membagikannya melalui akun pribadi yang bersangkutan. Entah kapan bisa membalas budi baik Beliau.

Pun tahun ini jadi satu upaya saya mencoba kembali menjadi kontributor halaman BaleBengong yang sudah sekian lama saya tinggalkan. Cuma entah apakah draft tulisan yang dikirim nanti bakalan bisa lolos sensor para tetua lantaran kontributor yang aktif saat ini, secara kualitas berada jauh diatas. Agak kagok juga sih.

Terakhir, ya Selamat deh untuk semua kawan Blogger yang saya kenal maupun yang masih sama tetap berupaya eksis, semoga dengan momentum Hari Blogger Nasional ini bisa mengembalikan semangat menulisi Blog dengan kualitas yang lebih baik lagi kedepannya.

Mengelola Blog, Mudah atau Susah ?

Category : tentang iLMu tamBahan

Menyambung soal pemahaman Blog, ngeBlog dan Blogger di tulisan sebelumnya, sebetulnya ada satu pertanyaan umum yang biasanya hinggap di kepala kita, calon Blogger, Blogger Pemula atau bahkan yang sudah masuk tingkatan menengah. Yaitu, Mengelola Blog, Mudah atau Susah ?

Blog PanDe Baik 7

Mengelola Blog akan Mudah apabila kita sebagai pengelola sekaligus penulisnya, hanya berkutat pada esensi awal untuk apa blog itu diciptakan. Menulis untuk catatan pribadi, dengan tujuan untuk berbagi informasi ataupun menumpahkan unek unek, dan beraktifitas di kisaran topik, postingan, kategori, tags dan komentar.

Mengelola Blog akan menjadi Susah apabila aktifitas Menulis yang kita lakukan sudah mulai merambah ke ranah komersialisasi. Dengan tujuan mendapatkan income dan pendapatan secara berkala, menaikkan jumlah kunjungan, menganalisis halaman dan tujuan serta manfaat tambahan lainnya. Untuk aktifitas dalam posisi ini sudah mulai masuk ke Page Views, SEO atau Search Engine Optimation, Traffic, Analytics, adsense dan lainnya, yang membutuhkan banyak pembelajaran kembali serta pemahaman bahasa program yang digunakan.

Blog www.pandebaik.com sendiri saat ini masuk pada tahap Mudah, mengingat aktifitas yang dilakukan tak lagi mengejar Traffic, pendapatan iklan dan sejenisnya. Hanya lebih banyak Berbagi dan menulis untuk kepuasan pribadi saja.

Blog, ngeBlog, Blogger

Category : tentang iLMu tamBahan

Blog identik dengan tulisan, catatan harian, bersifat pribadi dan dipublikasi. Menjadi sebuah kronologi, yang berkisah, dengan tulisan terbaru berada paling atas.
Blog kalo ndak salah paham, berasal dari istilah web blog, yang berarti jurnal harian. Tapi kalo mau tahu lebih jauh lagi, bisa hunting di halaman GooGLe, jauh lebih mendetail dan mudah dipahami.

Blog PanDe Baik 7

Karena Blog merupakan bentuk tulisan atau catatan yang dikumpulkan dalam periode tertentu menjadi sebuah kisah kronologi, maka aktifitas untuk menuliskannya lebih sering disebut ngeBlog.
Istilah ngeBlog sendiri bukan standar baku namun komunitas kami Bali Blogger Community menggunakannya sebagai tagline dalam setiap perkenalan ‘mai ngeBlog pang sing Belog’ (ayo ngeBlog agar tidak Bodoh)

Sedangkan personal ataupun komunitas para penulis blog ini lebih dikenal lagi dengan istilah Blogger (dengan 2 huruf G) atau Bloger (hanya 1 huruf G). Syarat utamanya tentu saja minimal memiliki sebuah blog, baik pribadi maupun company, yang diupdate atau diperbaharui tulisannya secara berkala. Baik itu sehari sekali, tiga hari, seminggu, sebulan atau setahun. Gak ada batasan yang jelas terkait ini. Jadi nikmati saja sebutan itu.

Blog www.pandebaik.com mulai berkenalan dengan dunia maya sekitar 6 tahun lalu namun sebelumnya masih menggunakan domain gratisan. Namun umur Blog ini apabila dihitung secara total adalah 9 tahun, tepatnya sejak 26 Mei 2006 silam.

Selamat Hari Blogger Nasional

1

Category : tentang DiRi SenDiri

Gag terasa nih udah sewindu saya menyandang status sebagai blogger, status sampingan seorang PNS yang biasa-biasa saja. Hehehe…

dan karena hari ini merupakan Hari Blogger Nasional, sebagai salah satu blogger tentu wajib hukumnya bagi saya untuk ikut-ikutan merilis satu posting yang berkaitan dengan topik tersebut meskipun secara isi sih sepertinya gag penting, hanya nambah-nambahi jumlah posting yang kini baru mencapai angka 2.298. Jadi setelah postingan ini terpublikasi, ya bakalan mengubah angka terakhir jadi 9, itu aja sih.

Akan tetapi, perlu saya sampaikan bahwa menjadi seorang Blogger itu sebetulnya adalah Berkah, satu Anugerah Tuhan yang gag ternilai harganya. Karena dengan adanya status inilah, hobby menulis atau menuangkan isi kepala secara rutin bisa mendatangkan banyak manfaat seperti dokumen Tesis, dokumen tugas Diklat PIM IV atau sekedar Notulen hasil rapat dan penyampaian pendapat secara terstruktur masif dan sistematis. Dimana semua itu gag bakalan bisa saya wujudkan apabila status sebagai seorang Blogger tidak pernah saya sandang selama delapan tahun terakhir. *Sombong itu Perlu, apalagi kalo bisa tamat SMA *uhuk *jadi saran saya mulailah menulis dan sandanglah status sebagai seorang Blogger.

BloGGer

Memang benar apa kata senior saya om Anton Muhajir aka @antonemus bahwa Status Blogger akan disandang begitu ia melahirkan sebuah tulisan, sedangkan soal Update kapan sih ya… terserah, itu urusan masing-masing. Bersyukur sampai tadi pagipun masih sempat nulis satu postingan meskipun secara isi lagi-lagi ya gag penting banget. Curahan hati seorang PNS yang lagi menggalau. Tapi ya gag apa-apa, toh ini media pribadi. Mau jungkir balik pun disini masih sah sah saja.

ditambah apa yang disampaikan seorang Ivan Lanin lewat akunnya @ivanlanin bahwa “Terlalu sering menulis kalimat pendek dapat menumpulkan kemampuan menulis panjang. (maka) Tulislah blog…” ini lagi-lagi benar adanya. Bahwa status Blogger belakangan memang makin berkurang jumlahnya (jika tolok ukur yang digunakan adalah pembaharuan atau interval update tulisan terakhir), seiring lahirnya istilah micro-blogging dimana tulisan yang biasanya sedapat mungkin dipanjang-panjangkan, kini sudah terwakili oleh Update Status yang hanya terdiri dari beberapa kata ataupun satu kalimat singkat.

Tapi sudahlah, di Hari Blogger Nasional ini tentu bukan saatnya kita berdebat sejauh itu. Minimal satu yang perlu diingat bahwa di Indonesia kita masih punya Mas Enda Nasution yang dikenal sebagai Bapak Blogger Indonesia, ditambah halaman MisterKacang nya putra Jokowi, presiden terpilih yang diharapkan bisa membangun kembali semangat para blogger untuk hadir dan eksis di dunia maya. Sedang saya sendiri ya tetap berusaha melahirkan posting tulisan yang ke 2.300, entah kapan.

satu tambahan lagi, sebagai seorang Warga Negara Indonesia yang tempo hari secara terang-terangan memilih Pak Jokowi sebagai Presiden dalam Pemilu lalu, tentu wajib saya mengucapkan Selamat Bekerja bersama Kabinet Kerja bentukan Beliau bersama pak JK, dan berharap meskipun banyak cercaan dan komentar sinis yang mampir, dalam 5 tahun kedepan bisa membalikkan sedikit keadaan bangsa yang kini banyak dipesimiskan generasi muda angkatan saya.

Terakhir, Selamat Hari Blogger Nasional sekali lagi. Semoga gag ada lagi kamus kasus blogger dituntut Media Mainstream hanya karena tulisannya yang menyentil, dan gag ada kamus kasus blogger diamputasi hobby menulisnya oleh Pemerintah berkuasa.

Demikian disampaikan untuk dapat ditindaklanjuti. *eh Maaf, ini kebiasaan saya dalam menyusun surat dinas

Jangan Pernah Berhenti untuk Menulis

10

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KeseHaRian

Untuk menyandang status sebagai seorang Blogger sebetulnya bukan merupakan satu hal yang sulit. Cukup dengan memiliki sebuah media blog, berbayar atau gratisan sekalipun, dikelola sendiri dan diUpdate secara berkala. Apakah setiap hari, setiap minggu, bulan atau bahkan tahun. Sebutan Blogger dijamin akan tetap melekat.

Namun untuk menjaga konsistensi sebagai seorang Blogger, barangkali agak sedikit lebih sulit. Apalagi jika kita selalu berusaha untuk melakukan Update secara berkala dalam hitungan hari.

Setidaknya dibutuhkan tiga hal. Ide, mood dan waktu untuk menulis.

Persoalan ide, bisa datang dari mana saja. Entah itu rutinitas sehari-hari, momen atau event yang ditemui di perjalanan, kondisi lingkungan, isyu terkini atau bahkan hal-hal yang barangkali luput dari perhatian banyak orang. Jangan pernah katakan bahwa sebagai seorang blogger sempat mengalami sesi minim ide. Karena diluar sana, dan juga dalam otak manusia yang kabarnya selalu berpikir, ada jutaan ide yang selalu terlintas setiap harinya. Dan tangkaplah satu untuk dituliskan.

Kedua soal Mood. Bicara soal Mood, akan beda lagi jika menyangkut personal atau pribadi masing-masing. Mengingat Mood bisa terwujud lantaran banyak hal. Lingkungan, masalah atau bahkan hal-hal yang secara tidak sengaja dilalui. Untuk menjaga Mood bisa dikatakan hal yang cukup sulit. Karena status blogger bukanlah prioritas dalam hidup. Ada banyak hal yang lebih penting untuk dipikirkan. jadi, saat kawan sudah memiliki Mood untuk menulis, lakukanlah.

Dan ketiga, Waktu. Ini memang persoalan klise. Seperti halnya Mood, soal waktu memang kerap menjadi masalah utama, apalagi jika kesibukan sudah mulai melanda. Akan tetapi tahukah kawan jika selama 24 jam waktu yang diberikan oleh-NYA ada beberapa menit yang bisa kita manfaatkan untuk itu ? waktu untuk bergosip, waktu untuk ngopi-ngopi atau waktu untuk menunggu dan duduk manis di toilet. Semua bisa dimanfaatkan. Tinggal selanjutnya menyiapkan media yang akan digunakan untuk merangkum ketiga hal tersebut.

Diluar ketiga hal tersebut, sebenarnya ada satu hal lagi yang menjadi sebuah tantangan dalam usaha untuk menjaga konsistensi menjadi seorang blogger. Godaan Microblogging.

Jangan mengelak deh, saya yakin mood, ide ataupun waktu untuk menulis itu kini sudah mulai terancam punah gara-gara mulai kecanduan yang satu ini. Racun jejaring sosial mencakup FaceBook, Twitter dan sejenisnya masuk dalam kategori MicroBlogging dimana aktifitas blog tak lagi terpaku pada tulisan yang panjang, menanti tanggapan atau komentar sekian lama atau singkatnya waktu yang dibutuhkan untuk melalukan Update. Semua tentu sangat menggoda tidak hanya bagi seorang blogger.

Lantas, apa yang harus dilakukan ?

Ya semua terserah kawan, apakah masih tetap mau melanjutkan konsistensi sebagai seorang blogger, ataukan memilih untuk menikmati keasyikan microblogging ? kembali pada motivasi yang diinginkan.

Jangan karena alasan minimnya ide, mood atau waktu kemudian merembet pada tingkat kunjungan, tanggapan atau bahkan pendapatan iklan.

Yang pasti ada juga yang masih beranggapan bahwa dengan menulis, ada banyak hal yang bisa didapatkan. Entah meningkatnya kemampuan untuk menyusun kalimat, menyampaikan pendapat atau bahkan merambah eksistensi ke media yang jauh lebih besar. Bukankah itu bisa menjadi Satu nilai positif jika kita mampu menggapainya ?

Menulis, Menulis dan Menulislah

7

Category : tentang Opini

Jangan pernah lelah untuk Menulis

Kadang kala saya merasa jenuh dengan rutinitas sebagai seorang blogger, side job sebagai Pegawai Negeri Sipil yang mencoba memanfaatkan waktu luang dengan cara yang positif. Bisa jadi karena keasyikan saya yang sudah mulai kelewat batas dengan Gadget dan bau Androidnya. Yah, sejak Maret lalu, untuk pertama kali saya berhasil memiliki dan memegang sebuah perangkat layar sentuh yang ternama, tentu memiliki banyak cerita baru yang rupanya masih berlangsung hingga hari ini.

Sayangnya keasyikan itu malah mendatangkan bumerang yang hebat bagi saya pribadi. Saya yakin ada banyak teman yang sudah menyadarinya bahkan beberapa ada pula yang menginginkan saya untuk kembali menulis dengan baik dan benar sebagai seorang blogger… yang kritis barangkali. Well, sangat susah jadinya.

Menulis sudah menjadi sebuah candu. Pengaruhnya jauh lebih hebat dari semua obat-obatan narkotika yang ada didunia ini. Ada rasa bersalah dan hasrat yang menggebu tiap kali saya melewati hari tanpa menulis sebuah cerita. Mungkin karena yang namanya ide itu selalu berloncatan muncul di kepala. Dari sekian banyak yang kemudian sempat saya catat dalam Memo ponsel, hanya beberapa saja yang mampu sata tuangkan dan selesaikan.

Entah dimana saya pernah membaca sebuah pembenaran atas apa yang terjadi diatas. Bahwa ide yang muncul di kepala manusia, puluhan bahkan mampu ratusan jumlahnya. Namun sayang hanya secuil yang kemudian mampu diwujudkan dengan baik. Demikian halnya dengan ide menulis.

Seorang atasan di kantor pernah bertanya kepada saya, apa tujuanmu Menulis ?

Well, Menulis bagi saya adalah untuk mengasah kemampuan menyampaikan ide dan pemikiran dalam bentuk kata dan kalimat, agar terstruktur dan mudah dipahami oleh pikiran orang lain. Karena yang paling sulit dalam menulis itu adalah ‘mampu dipahami tanpa mengerutkan kening.

Menulis tutorial tips atau cara penggunaan sebuah Gadget atau perangkat Android, bagi saya sama sulitnya dengan menjelaskan alasan mengapa pak polisi di jalan raya itu berdiri di siang hari, mengatur lalu lintas berpanas-panasan kepada MiRah, putri kecil kami yang saya yakin ‘ini merupakan satu pengalaman baru’ baginya.

Isi kepala dan pemahaman setiap orang jelas akan berbeda. Itu sebabnya menulis menjadi sulit lantaran penulis harus mampu menyampaikan pikirannya agar mudah dipahami oleh orang lain yang membacanya.

Menulis yang mendatangkan uang, barangkali baru beberapa bulan ini dilakoni. Perlu waktu lima tahun untuk bisa mewujudkannya. Pemasukan berupa rupiah yang tidak seberapa besarnya, hanyalah menjadi sebuah bonus atas apa yang telah dijalani selama Menulis dan Menulis. Tidak ada yang istimewa atau kekaguman akan mampu mendatangkan jutaan dollar tiap bulannya.

Ohya jadi ingat pula dengan satu cerita novel pendek karya Gola Gong yang didalamnya terdapat pemikiran yang selalu hadir dikepala ketika memulai untuk Menulis. Bahwa ketika kita sudah bertekad untuk menjalani satu profesi yang memang disukai, hal yang kemudian harus dilakukan ya jalani dan lakoni saja. Biarkan saja mengalir, tak usah risau akan apa pendapat orang, karena mereka akan selalu menilainya dari sudut pandang yang berbeda.

Menulis, Menulis dan Menulislah. Jangan terlalu memikirkan apa yang ingin saya sampaikan kali ini. Karena tulisan ini bukanlah satu tema yang terstruktur seperti apa yang saya sebut diatas. Hanya sebuah unek unek yang telah lama terpendam lantaran pekerjaan Menulis tak lagi saya lakoni sebulan terakhir. Jadi ya, lewati saja…

Take It or Leave It

6

Category : tentang Opini

[Just my opinion]

Ada yang unik terjadi di komunitas kecil yang kami kelola beberapa hari terakhir ini. Satu pergolakan lantaran perbedaan pendapat, karena satu tulisan seorang blogger (katakanlah begitu) yang dalam kehidupan sosial memiliki status yang sangat mengkhusus, sedikit bertentangan dengan keyakinan yang kami ketahui selama ini.

Perbedaan Pendapat ini kemudian memunculkan deretan kalimat atau yang lumrahya disebut komentar dalam dunia blogger, bernada emosi atau bahkan mempertanyakan kebenaran tuduhan yang dilontarkan sang penulis dalam tulisannya tersebut. Satu hal yang wajar saya kira, karena untuk menyamakan persepsi dua kepala saja, yang bahkan sudah diikat dalam satu tali perkawinan dengan misi dan visi yang jelas masih bisa dikatakan sulit, apalagi yang dari banyak kepala ?

Sayangnya tak satupun respon memuaskan yang bisa diberikan sang penulis kepada mereka yang bertanya. Bahkan beberapa diantaranya tak dijawab oleh si penulis dan dilewati begitu saja. Yang ada hanya kalimat “mari kita berdiskusi dengan pikiran yang damai dan jernih”  atau bahkan “jika memang itu keyakinanmu, jalani saja”.

Dunia maya bersifat universal dan terbuka. Siapapun tanpa membatasi status sosial, pendidikan, ataupun latar belakangnya dapat berbicara secara bebas dan lepas. Sayangnya tidak semua pembicaraan itu didasari oleh sebuah fakta yang minimal kemudian bisa dipertanggungjawabkan. Kalopun ada, terkadang itu hanyalah sebuah analog atau hasil pemikiran berdasarkan daya nalar seseorang.

Blog menjadi salah satu produk dari dunia maya dimana orang dapat berbicara melalui tulisan secara bebas. Dari yang sifatnya semau gue, mengutip atau bahkan meng-copy paste pendapat atau bahkan tulisan orang lain, atau memang murni berangkat dari pengalaman ataupun kesimpulan sementara dari berbagai pustaka yang ia baca dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lantaran sifatnya yang beragam inilah, yang kemudian berperan sebagai pembaca dan pencari informasi harus dengan teliti mencerna isi ataupun maksud dari satu tulisan yang disampaikan oleh seorang blogger. Apakah informasi yang disampaikannya itu layak dipercaya, layak ditiru dan diterapkan atau malah dilewatkan saja.

Apabila memang informasi yang disampaikan itu memang benar berdasarkan fakta, pengalaman ataupun pustaka yang dapat dipertanggungjawabkan, saya yakin sejauh apapun si pembaca atau pencari informasi bertanya, akan dapat dijawab dengan baik. Jikapun memang tulisan dilahirkan dengan maksud baik, minimal jika yang bersangkutan merasa tidak paham dengan maksud si penanya atau bahkan tidak menguasai, disinilah dibutuhkan kerendahan hati seorang blogger untuk bertanya kembali pada orang lain atau pustaka yang barangkali dapat menjawab semua itu.

Maka jika seorang blogger atau penulis yang kemudian tidak mau menjawab apa yang ditanyakan atau bahkan membenarkan apa yang ia yakini tanpa mau peduli dengan masukan atau komentar yang diberikan, ya sederhana saja menurut pendapat saya.

[Take It or Leave It]

Pembaca atau si Pencari Informasi memiliki kewenangan penuh atas semua itu. Jika memang jawaban dirasa memuaskan atau dapat dipercaya, kemudian ternyata setelah dicoba diterapkan, mampu memberikan hasil, biasanya yang bersangkutan akan tetap kembali ke halaman si penulis secara berkala ataupun menanti pada setiap tulisan yang dilahirkan. Demikian pula sebaliknya.

Jika memang dirasa tidak mampu memberikan kepuasan atas apa yang ditanyakan, atau bahkan memang tidak dihiraukan, ya mengapa harus dipaksakan ? lebih baik memanfaatkan pikiran, waktu ataupun tenaga untuk hal lain yang saya kira dapat jauh lebih positif untuk dilakukan. Mencari Informasi dari blogger lain misalnya ? :p

Bagaimana menurut Rekan-rekan ?

Mudah memulai sebuah tulisan

6

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang iLMu tamBahan

Menulis sebuah BLoG tak ubahnya membuat sebuah karangan jaman sekolah dulu. Yang perlu hanya ide dan imajinasi. Bagus tidaknya sebuah tulisan saya kira kembali pada pembacanya juga. Apa yang dibutuhkan ketika mengunjungi sebuah alamat blog, jika mengerti dan mampu memahami isinya, ya pasti bakalan berkunjung kembali. Jika satu dua tidak sesuai harapan, ya syukur-syukur tulisan lain masih ada. Hehehe…

Kemampuan untuk menulis bagi setiap orang memang berbeda, biasanya bergantung pada pekerjaan yang digeluti. Seorang pakar hukum biasanya jauh lebih mudah dalam merangkai kata dan bahasa ketimbang seorang insinyur yang kerap berhitung. Demikian pula dengan orang yang biasanya bergelut dengan sastra atau filsafat. Meski demikian, kebiasaan dapat pula mempengaruhi kok.

Untuk bisa menulis, mulailah dari ide. Gali dan cari ide tersebut. Jika tidak mendapatkan ide yang fenomenal, coba dengan yang amatiran. Apapun itu idenya, minumnya ya teh botol eh maaf, jadi ngelantur…

Jika ide sudah didapat, kembangkan lebih jauh. Kira-kira sisi apanya yang dapat diambil dari ide tersebut. Lengkapi dengan data akurat baik yang bersumber secara tertulis, hunting via mbah GooGLe atau berdasarkan pengamatan bahkan pengalaman sendiri. Simpan semua catatan dan sumber yang diperlukan. Apabila ide tersebut berupa produk atau hasil pemikiran manusia, cari perbandingannya dengan produk sejenis lainnya dan bandingkan. Untuk mampu membandingkan, lakukan dengan cara yang sama dengan ide awal tadi. Sebagai tambahan, data bisa juga didapat dari kisah yang dialami orang lain.

Jika data yang didapat sekiranya sudah maksimal, lanjutkan dengan mengurutkan data tersebut. Minimal kalo diceritakan atau dibahasakan nanti, akan ada satu alur yang bisa nyambung satu dengan lainnya. Urutan ini bisa dari awal ke akhir, hasil akhir kemudian dirunut ke awal, yang sekiranya potensial diungkap berlanjut pada kisah dan perbandingan, atau gambaran umum kemudian mengerucut pada pokok bahasan.

Mulailah untuk merangkai data dan membahasakannya dengan pengetahuan yang ada. Lakukan saja semampunya. Setelah itu baca kembali dari awal dan kembangkan bila perlu. Sebagai awal, jangan dahulu berpatokan pada aturan-aturan tertentu. Harus 1000 kata misalnya. Karena jika aturan yang ditentukan itu tidak mampu dipenuhi, biasanya yang namanya hasrat keinginan untuk menulis akan pudar dengan sendirinya.

Sebagai contoh, saya gunakan salah satu ide tulisan tentang satu jejaring sosial berbasis lokasi buatan Indonesia, Koprol. Saat ide ini tercetus, ada beberapa pengembangan ide yang mampu saya ambil untuk kemudian dicari datanya yang lebih akurat :

  • hal yang diingat begitu orang menyebut koprol – olah raga backroll
  • sejarah koprol, pendirian, indonesia, lokal
  • perkembangan koprol sejauh ini
  • penggunaan koprol
  • perbandingan koprol dengan sejenisnya > foursquare
  • pengalaman
  • kelebihan dan kekurangan koprol

Saya pribadi bersyukur bahwa sejauh ini yang namanya kata ataupun kalimat kerap bermunculan ketika ide itu tercetus, maka yang menjadi pelampiasan pertama adalah ponsel dengan kata yang disingkat untuk mempercepat pencurahan ide ataupun seandainya sedang berada didepan laptop, disela online ide diketikkan dalam format note atau microsoft word. Data pelengkapnya pun saya jadikan satu dalam folder yang sama dengan ide tersebut. Jika sudah selesai, tinggal dilengkapi dengan ilustrasi yang sekiranya mampu mendukung isi tulisan.

Nah, ada yang belum jelas ? ^_^

Nge-BLoG lagi gak ya ?

63

Category : tentang KHayaLan

Tampaknya belakangan aktifitas nge-blog sudah bukan lagi merupakan satu profesi sampingan bagi sebagian besar Rekan yang dahulunya pernah menyandang status sebagai BLoGGer. Kenapa saya katakan sampingan, karena rata-rata mereka sudah memiliki pekerjaan utama yang jauh lebih mapan, meskipun ada juga satu dua yang menjadikannya sebagai profesi utama. Berawal dari hobi trus lanjut keterusan.

Kenapa pula saya katakan ‘bukan lagi’ ya karena setelah iseng melakukan blogwalking (aktifitas yang diharapkan rutin dilakukan oleh seorang blogger) ke beberapa alamat blog teman, saya menemukan beberapa alamat blog yang sudah tidak bisa diakses (kebanyakan dari domain gratisan co.cc). Beberapa BLoG tulisannya sudah tidak di-perbaharui lagi sebulan terakhir (entah memang karena sudah berhenti menulis atau pindah alamat). Ada juga beberapa rekan yang tetap masih berusaha meluangkan waktu tetap menulis dan berbagi.

Saya pribadi pada akhirnya dapat memaklumi. Bisa jadi lantaran kesibukan pekerjaan yang sudah mulai padat, kesibukan keluarga, lantaran kejenuhan, terbatasnya ide dan bisa juga lantaran keasyikan menggeluti micro blogging yang lain seperti FaceBook, Twitter, FourSquare atau Koprol.

Dari beberapa alamat blog teman yang saya coba kunjungi pertengahan September lalu melalui halaman (page) daftar B(e)LoGGer yang disusun sejak 7 Desember 2008, berikut hasil yang saya dapatkan untuk kemudian dibagi menjadi tiga kategori, (1) alamat BLoG yang tidak dapat diakses lagi, (2) BLog yang tulisannya tidak diperbaharui lagi sebulan terakhir dan (3) yang masih rajin menulis dan mengelola BLoG. Kalopun ada yang salah, mohon dikoreksi ya…

BLoGGer yang alamat BLoG-nya tidak dapat diakses lagi :

Wawan DiputraAry DwantaraBudarsaBoby haryadi, iKadsDwiEka DirgantaraEka Dharma SaputraGung Deick lunatic, dan iKha widari

BLoGGer yang tulisannya belum/tidak diperbaharui dalam waktu sebulan terakhir :

Winardi RibekaWira ankerzoneUco isnainiWahyu kokkang, wiwahasouvenirAdi setiawanWahid ArifAdityaAgustinus Tri laksonoAkhmad GuntarAnimo Band,  AnyunAprilia gayatriArie UtamiArie SuriasihWayan ArtanaArif noviyantoArquefiqASN,  Ayu CecilliaBaniBang ZaynBladcasual CutieDewi RahmayantiDewa RamaDenTaLDokter Dani IswaraDokter Oka NegaraSatria MadangkaraEfi NurEka C-LoEnda NasutionFitria PermataFenny AjaibGede KrisnaGendo SuardanaGentry AmaloGus DarkHanafiSri WidariLuh De Suriyani dan Mirah Trisna adi

BLoGGer yang masih setia menulis dan mengelola BLoG :

Made Arthabasuki pramanaimadewirazainal arifinwinartoWahya BiantaraAdieskaAgung Wardana Ancakblog ajaranAgus TuLankUun UmarAndik Yulianto LPSEAlamendahAnimaAri BoGeLbalebengong, BrokencodeBliyan BeLogCadinkCahya LegawaDanu AdriyantoDego PandeDokter CockDokter Eka KusmawanEka Juni ArtawaneLMoudyFajar SerayaGung WSHellDaHendra WSHeri CahyoInten PertiwiIndra Putu, Eka OzawaSugeng HarjonomadKorkJohn Black, Anton Muhajir dan Putu Adi Susanta

Anda sendiri, masuk kategori mana ? :p

Mengejar Traffic BLoG PanDe Baik dot com

13

Category : tentang DiRi SenDiri

Rasanya bohong kalo seorang BLoGGer mengatakan tidak peduli dengan kondisi BLoG yang dimiliki dan dikelolanya, kendatipun belum pernah menghasilkan sepeser uangpun alias non-profit. Minimal secara penampilan dan setelah itu secara content atau isi yang selalu berusaha diperbaharui secara periodik. *pengalaman pribadi

Rasanya bohong juga kalo seorang BLoGGer mengatakan tidak peduli dengan tingkat kunjungan dan respon yang diberikan oleh pengunjungnya atas setiap tulisan atau bahkan hanya sekelas unek-unek gak jelas. Bandingkan dengan update status pada jejaring sosial FaceBook, menulis pendek tanpa maknapun bisa mendapatkan belasan tanggapan dari teman lainnya. *lagi-lagi pengalaman pribadi :p

Tapi yah, ini hanya sekedar Opini loh jadi jangan tersinggung kalo seumpamanya apa yang saya katakan diatas tidak sesuai dengan Prinsip nge-BLoG Rekan semua. Saya katakan demikian karena rata-rata seorang BLoGGer merupakan orang yang ingin eksis dan tampil dalam bidang dan pengalaman yang digeluti sehingga akan sangat wajar ketika berharap akan kunjungan dari orang per orang atau sekedar tanggapan ringan terkait isi tulisan. Demikian halnya pula dengan PanDe Baik dot com (lafalnya beneran dot com bukan dot kom) :p

Bersyukur seandainya kemudian ada yang merasa senasib dengan saya selaku pemilik dan pengelola PanDe Baik dot com sejak awal mula memutuskan untuk menjadi seorang BLoGGer, karena bagaimanapun juga Pengunjunglah yang kemudian memberikan Spirit atau semangat untuk tetap menulis dan menulis. Kendati terkadang seperti tidak peduli dengan tema tulisan.

Mengejar Traffic BLoG pada akhirnya dialami juga demi sebuah cita-cita sederhana. Mendapatkan pendapatan tambahan dari halaman BLoG dan hobi menulis. Namun demikian dalam kenyataannya ya tak semudah membalikkan tangan meski sudah berpuluh buku dan halaman literatur dunia maya yang dipelajari, tak satupun mampu mendongkrak tinggi yang namanya Traffic.

Bagi yang belum paham soal Traffic kurang lebih pemahamannya adalah tingkat kepadatan atau jumlah kunjungan yang masuk ke alamat BLoG dan intensitas tersebut dapat dilihat dengan bantuan aplikasi tertentu, diantaranya FireStats yang dahulu pernah saya gunakan atau HiStats yang kini masih setia memantau halaman BLoG ini.

Bisa dikatakan selama 3 (tiga) bulan terakhir ini saya baru merasakan tingkat kunjungan BLoG yang menjangkau angka 10.000 page views dalam kisaran satu bulannya. Bisa jadi lantaran beberapa tulisan tentang Keris dan Dharma Kepandean, bisa juga hanya faktor keberuntungan saja. Meski demikian, sayapun sudah menyiapkan diri untuk memaklumi keadaan apabila satu saat ini angka-angka yang ditunjukkan dalam sebuah statistik akan menurun dengan pelan dan pasti.

Salah tiga yang dapat saya pahami menjadi penyebab penurunan kunjungan itu adalah pertama, Tema tulisan yang beragam (sangat tidak disarankan bagi seorang BLoGGer yang menginginkan lonjakan Traffic tiap bulannya), kedua, kejelasan maksud tulisan yang disampaikan apakah berupa Tips, ajakan atau sekedar ngalor ngidul seperti rata-rata tulisan pada BLoG ini dan ketiga, Kunjungan Balik yang biasanya merupakan satu aturan tak tertulis bagi BLoGGer yang sudah berkenan meluangkan waktunya berkunjung dan berkomentar. BLoG PanDe Baik dot com boleh dikatakan tidak memenuhi ketiga faktor tersebut.

Maka berbanggalah Rekan yang mampu memiliki serta mengelola BLoG pribadinya menjadi jauh lebih bermanfaat bagi orang lain (ditinjau dari tingginya tingkat kepadatan kunjungan/traffic) meskipun ada juga yang kemudian menyarankan agar jangan mengejar Traffic terlampau jauh, gak enak katanya dengan pihak Hosting, gak ada yang mau menampung nanti. Hehehe…

Selamat Bergabung BLoGGer Muda BBC

54

Category : tentang InSPiRasi

‘Patah tumbuh hilang berganti… sebuah pepatah kuno pantas disematkan untuk sebuah komunitas BLoG yang saya kagumi. Bali Blogger Community (BBC). Perayaan ulang tahun usia ke-2 yang akhirnya (jadi juga) dilaksanakan hari minggu kemarin menjadi bukti nyata pepatah tersebut.

Ini adalah kali kedua kegiatan resmi BBC yang saya ikuti setelah Launching di Popo Danes dua tahun lalu. Kesibukan kuliah yang selama ini menjadi kambing hitam absennya saya dalam setiap kegiatan, kini sudah tak lagi dijalani, maka sesuai janji sayapun akhirnya bisa hadir kendati tanpa keikutsertaan anak dan Istri.

Berbeda dengan suasana launching, ultah ke-2 BBC tergolong sangat sederhana. Tanpa panggung, tanpa band Animo dan minim kehadiran Blogger ‘tua’. Beberapa Blogger yang saya harapkan dapat bersua kembali barangkali masih terkendala dengan kesibukan masing-masing seperti Ancak, Dokter Cock, Brokencode, Dani Iswara, GungDe atau Bung Gentry Amalo. Beruntung hingga acara berakhir saya masih sempat bersua dengan Adi Setiawan, Dental, Dek Didi, John Black, Oka Negara dan tentu saja Bang Yos Kebe. Tak lupa beberapa Blogger yang tumben sua via offline Putu ‘Radiografer’ Adi, Chris John, Bowo, Cahyo, Mbak Ervi atau Putri Astiti. Mengapa saya katakan mereka jajaran Blogger ‘tua’ ? karena saya yakin para Blogger ‘muda’ yang baru saja bergabung dengan BBC tidak begitu mengenal sosok mereka secara langsung.

Ada Blogger ‘tua’ ada juga yang saya sebutkan Blogger ‘muda’. Blogger yang memutuskan untuk mulai menuangkan aktifitas mereka setahun terakhir dalam bentuk tulisan. Untuk kategori ini diantaranya adalah duo Eka Ozawa dan saudara kembarnya, Gung WS juga Lina Pewe. Walaupun sebenarnya masih banyak Blogger ‘muda’ yang dimiliki oleh BBC, namun secara pribadi orang-orang inilah yang nyatanya mampu berbaur dan akhirnya menunjukkan eksistensi mereka secara nyata, tidak hanya dalam bentuk BLoG saja.

Eka Ozawa, pemuda tanggung yang masih betah menjomblo ini sebetulnya baru saya kenal beberapa bulan terakhir, sempat chatting di pagi hari yang cerah, menanyakan tentang ‘dari mana sih datangnya ide penulisan untuk BLoG ? akhirnya patut saya acungi jempol karena keberaniannya untuk mengomandoi acara ultah kali ini, kendati sempat merasa ‘dikorbankan saat ketemuan di depan museum beberapa waktu lalu.

Eka Ozawa (nama sebenarnya adalah Eka Dirgantara) pemilik blog Horor ini sebetulnya baru satu dari sekian banyak blogger ‘muda’ baik yang dimiliki oleh BBC maupun yang hingga hari ini masih kebingungan dengan tawaran untuk bergabung dengan BBC. Beberapa diantaranya ada yang memutuskan untuk terjun nge-BLoG setelah saya intimidasi. Hehehe…

Oming (nama sebenarnya adalah Sri Sugiantari) adalah salah seorang teman kuliah saya di Pasca Sarjana, akhirnya merintis sebuah BLoG yang kemudian secara perlahan menjadi buku hariannya versi digital, sempat mandeg tapi kini muncul lagi dengan spirit baru. Widari (nama sebenarnya adalah Sri Widari) adalah Istri dari seorang teman kuliah di Arsitektur dahulu, akhirnya memberanikan diri meluncurkan sebuah BLoG bernama Dedari. Pasangan suami istri Inten Pertiwi dan Yan Nusa, sempat muncul sesekali di milis namun tetap berusaha secara berkala melakukan update pada BLoG mereka. MiRah Trisna Adi yang notabene seorang Blogger angkatan Eka Ozawa dan juga adik kandung dari seorang BLoGGer aktif Wirautama, tak mau kalah dengan gaya penulisan ala remaja kini. Ari Pratama, seorang adik kelas sedari SD hingga kuliah ini baru saja memulai blognya dengan mengambil bidang Properti, tak ketinggalan Mirah Sawitri dan tentu saja Tari Tantra, sang penyiar BaliFM.

Ada banyak cerita yang coba diungkapkan dalam masing-masing wadah kreasi mereka, tentu saja dari beragam sudut pandang dan gaya penulisannya. Kendati belum sampai menyamai kualitas penulisannya sang Dancuk Anton Muhajir atau sang ‘istrinda’ Dancuk Luh De Suriyani, saya yakin masih banyak suntikan darah segar yang mampu diberikan oleh para Blogger ‘muda’ ini untuk kemajuan BBC kedepannya.

Silahkan maju kedepan para Blogger ‘muda…