Mengintip Aplikasi/Games Buatan Developer Lokal

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Jaminan ketersediaan ratusan bahkan ribuan aplikasi dan games kini kerap menjadi jualan perangkat ponsel maupun tabletpc yang masuk golongan smart, entah itu Android berharga murah hingga sekelas iPad sekalipun. Meski memang tak semua aplikasi atau games tersebut dapat dicoba dengan gratis tanpa membeli.

Tapi siapa sangka jika diantara ratusan bahkan ribuan aplikasi yang tersedia dalam application market masing-masing perangkat pintar tersebut ada juga yang produksi dalam negeri alias dikembangkan oleh developer lokal. Mau tahu apa saja serta fungsi atau gunanya ? yuk kita intip beberapa.

Kategori Travel/Transportasi ; Indonesia FlightBoard. Aplikasi ini dikembangkan oleh Trustudio dalam pasar Android dengan fungsi menyediakan jadwal penerbangan beberapa maskapai di Indonesia dari 25 bandara yang telah terdaftar. Kami yakin aplikasi ini akan sangat membantu mobilitas Kawan yang sering bepergian keluar daerah. Jadwal Kereta Api. Jika Kawan sering bepergian menggunakan alat transportasi kereta api maka aplikasi ini wajib untuk dimiliki. Layanan utamanya adalah memberikan informasi jadwal kereta api Non KRL untuk kelas Eksekutif, bisnis, Ekonomi dan Wisata sesuai dengan yang ada di website KAI. Selain itu tersedia pula opsi pemesanan tiket via call centre. Komutta. Apabila dua aplikasi tadi melingkupi beberapa wilayah transportasi, untuk yang satu ini hanya dapat dinikmati bagi pengguna yang berada di wilayah Jakarta saja. Namun tak mengkhusus pada satu jenis alat, aplikasi ini mencakup informasi transportasi publik seperti bus Trans Jakarta, Kereta Api, Mini Bus, Taksi hingga Angkot, lengkap dengan call center semua operator.

Kategori Kuliner. Toresto. Merupakan cara baru berburu makanan dan restoran lewat aplikasi mobile. Toresto dikembangkan oleh GITS Indonesia yang kini telah tersedia di banyak platform yaitu Android, iOS, S40, Symbian, Windows Phone an S40 Touch. Sedikitnya tersedia lebih dari 2400 data 2400 tempat makan baik di Bandung maupun Jakarta. Kabarnya untuk wilayah kota lainnya akan dikembangkan demi memudahkan perburuan kuliner. Masak Apa. Apabila aplikasi tadi lebih mengarah pada lokasi restoran terdekat dari posisi pengguna, Masak Apa lebih menyasar pada panduan resep dan tips memasak harian bagi pengguna yang memiliki hobi memasak. Informasi yang disajikan cukup lengkap baik tutorial dalam bentuk teks bacaan maupun video langkah pembuatan.
Kategori Hiburan. iCineplex. Sesuai namanya, aplikasi ini diperuntukkan bagi penggemar film yang ingin mendapatkan update jadwal tayang serta revies film terkini di bioskop terdekat meliputi Cineplex 21 dan Blitzmegaplex. IndoTV. Jika Kawan lebih menyukai menonton layar televisi ketimbang bioskop, barangkali aplikasi ini jauh lebih bermanfaat untuk digunakan. Informasi yang disajikan meliputi jadwal tayang TV kabel maupun publik di Indonesia, lengkap dengan streaming yang membutuhkan koneksi internet saat menjalankannya. Fungsi lain yang disediakan dalam aplikasi ini adalah fitur pencarian dan reminder atau alarm, agar Kawan tak ketinggalan menonton tayangan favorit. Gamelan DJ. Merupakan aplikasi musik yang mengkombinasikan alat musik tradisional (gamelan saron) dan modern (DJ mix). Aplikasi ini merupakan yang pertama dikembangkan oleh Kowplink Studio dan baru bisa diakses melalui pasar aplikasi Android. Rencananya dalam waktu dekat, aplikasi ini bakalan dikembangkan bagi beberapa platform lainnya.

Kategori Edukasi. FisikaMu SMA X. Bagi Kawan yang ingin belajar tentang ilmu Fisika Dasar, tersedia aplikasi yang dikembangkan oleh Enthrean Guardian, yang menyasar pada materi sesuai kurikulum yang diberikan pada kelas X atau tahun pertama ilmu Fisika diberikan pada jenjang sekolah. Tersedia dalam dua versi, Semester I dan 2 dimana masing-masing menyediakan materi, contoh soal dan pembahasan, latihan soal tiap Bab, dan Tes Semester, dengan materi lebih kompleks dan spesifik. Try Out Plus SD dan SMP. Aplikasi ini dikembangkan oleh PT. Alphasoft yang tersedia dalam berbagai pilihan platform, dari desktop Windows, Android, BlackBerry dan juga iOS. Materi yang disampaikan berupa pertanyaan yang kerap diujiankan, berjenjang mulai kelas I SD hingga kelas IX (SMP). Akan berguna bagi anak-anak usia sekolahan untuk mendalami pengetahuan yang mereka dapatkan.

Kategori Utility. Nefron. Merupakan aplikasi lokal pendeteksi SMS iklan/percobaan penipuan bagi perangkat Android. Fungsinya cukup sederhana, yaitu mencegah SMS iklan/percobaan penipuan untuk masuk ke ponsel berdasarkan nomor yang tidak dikenal dalam daftar kontak. Namun tentunya isi SMS akan diReview terlebih dahulu sebelum diblokir dan masuk kedalam daftar spam. KoinKuLator. Bagi Kawan yang pernah membaca review aplikasi Expense Manager beberapa waktu lalu, kami yakin fungsi KoinKulator tak akan asing lagi. Dikembangkan oleh Mreunionlabs, memiliki kemampuan untuk melakukan pencatatan keuangan, pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan secara rutin, untuk melihat seberapa jauh pos transaksi yang dilakukan.

Kategori Games. Pandava Series. Merupakan rangkaian game Legenda Indonesia dari Creacle Game Studio, Yogyakarta. Tersedia hanya dalam Nokia Ovi Store, Pandava Series menyediakan 4 buah game dengan judul masing-masing : Arjuna the Archer, Bima the Conqueror, Nakula Sadewa in The Labyrinth, dan The Legend of Gatotkaca for Mobile. Keempat game ini kental dengan unsur budaya dan mengangkat empat tokoh pahlawan legenda di Indonesia. Untuk saat ini, yang telah dirilis secara resmi adalah Arjuna The Archer dan Bima the Conqueror. Sedangkan dua lainnya sedang berada dalam proses pengembangan. Panjat Pinang. Game ini dikerjakan oleh delapan orang mahasiswa Amikom di basecamp Amikom Game dev, daerah Candi Gebang selama 2 minggu. Mengambil tema panjat pinang yang kerap digelar saban 17 Agustusan, games ini kelihatannya telah diunduh hingga jumlah ribuan. Sangat Lumayan untuk ukuran aplikasi buatan Lokal. Ular Tangga. Masih dari developer yang sama, Ular Tangga merupakan salah satu game klasik yang dapat dimainkan berdua dengan kawan lain atau melawan ponsel. Mengadopsi bentukan awal Ular Tangga dari angka 1 hingga 100 dimana Ular berfungsi untuk menurunkan pengguna ke angka yang lebih kecil, dan Ular berlaku sebaliknya.

PlayBook, TabletPC BlackBerry Minus 3G

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Tak banyak yang tahu tentang keberadaan perangkat TabletPC besutan Research In Motion (RIM) selaku pengembang BlackBerry ini. Bisa jadi lantaran gaung penjualannya tak sebombastis Galaxy Tab series milik Samsung, bisa juga lantaran terbatasnya kemampuan yang dimiliki sebagai sebuah perangkat pintar untuk bersaing dengan sejawatnya. Kami perkenalkan, BlackBerry PlayBook.

Dari perwajahan saat pertama kali memegangnya, kami sempat teringat dengan perangkat Android Axioo Pico seri pertama yang berukuran sama. Hanya saja perangkat BlackBerry PlayBook dibekali backcover layaknya permukaan beludru yang tentu jauh lebih lekat dan nyaman saat digenggam. Tak ada tombol fisik ataupun haptic sentuh yang tampak pada permukaan layar seperti halnya TabletPC dari brand lainnya. Hanya bulatan kamera dengan resolusi 3,2 MP, lampu led notifikasi, logo BlackBerry yang ditempatkan dibawah layar secara horizontal (menguatkan posisi perangkat lebih baik jika digunakan secara mendatar) dan dua speaker di kanan kiri layar.

Sementara itu, di sisi atas perangkat terdapat tombol power, Multimedia dan port audio 3,5”. Di sisi bawah terdapat tiga port meliputi docking, charger (sekaligus berfungsi sebagai transfer data) dan micro HDMI. Sedangkan pada cover belakang hanya menyajikan bulatan lensa kamera berkekuatan 5 MP tanpa dukungan lampu Flash.

Masuk ke tampilan Menu, tampaknya tak jauh berbeda dengan tampilan perangkat BlackBerry versi ponsel, dimana terdapat satu baris menu Utama yang dapat diexpand untuk melihat menu selengkapnya. Tak hanya itu, apabila aplikasi yang terdapat dalam perangkat tergolong beragam, tampilan menu dapat dipisah-pisahkan dalam halaman yang berbeda dengan perpindahan kearah kanan dan kiri seperti halnya TabletPC lainnya.

Mengusung layar TFT Kapatitif 16 M warna dengan resolusi 1024×600 pixel, membuat sajian gambar ataupun video yang tampil tampak cerah dan mengagumkan. Meski belum menyamai Retina Display milik Apple ataupun Super Amoled Plus Galaxy Tab 7.7. Saat kami uji dengan menjalankan hasil rekam video 1080p 30fps baik kamera depan ataupun belakang, frame dapat berjalan dengan baik tanpa adanya Lag ataupun jeda.

Untuk dapur pacu, BlackBerry PlayBook dibekali prosesor Dual Core 1 GHz yang dikombinasikan dengan besaran Memory RAM 1 GHz membuatnya tampil gegas saat menjalankan beberapa games High Definition seperti Need For Speed Undercover, Asphalt 6 atau Modern Combat. Tak hanya itu, leganya internal storage yang mencapai ukuran 64 GB, turut serta menyumbangkan kenyamanan berinteraksi baik untuk instalasi aplikasi maupun penyimpanan data dan multimedia. Dengan ukuran tersebut, tidak heran apabila slot memory card tambahan kemudian ditiadakan dalam desain PlayBook.

Perangkat yang dirilis secara resmi pada bulan April tahun 2011 lalu ini tampaknya meniadakan pula slot Sim Card yang mengakibatkan pengguna mutlak memanfaatkan jaringat wifi untuk dapat mengoptimalkan perangkat dengan baik. Sayangnya, dalam paket penjualan tak kami temukan modem ataupun wifi router tambahan seperti halnya paket penjualan Samsung Galaxy 5 Wifi. Jadi agak merepotkan memang.

Dibutuhkan instalasi aplikasi BlackBerry Device Manager apabila Pengguna ingin melakukan sinkronisasi daftar kontak, multimedia ataupun data, dimana aplikasi tersebut dapat ditemukan pada internal storage yang terdeteksi saat perangkat disambungkan dengan pc/notebook. Prosesnya cukup mudah, namun memakan waktu yang sedikit lebih lama.

Untuk menjelajah dunia maya, Browser bawaan BlackBerry PlayBook rupanya sudah dibekali Flash Player dan dukungan Adobe Air, mampu mengantarkan pengguna ke berbagai halaman situs yang dibutuhkan tanpa terkecuali. Uniknya, fitur Bookmark dapat menyajikan tampilan icon sesuai halaman yang dituju. Jadi kami yakin, Pengguna tidak akan kebingungan dengan banyaknya penanda yang disimpan atau tertampil dihalaman depan.

Dalam mengoperasionalkan perangkat, dibutuhkan sedikit perubahan kebiasaan apabila Pengguna telah familiar dengan perangkat TabletPC lain seperti iPad ataupun Android, terutama untuk melakukan Minimize jendela, multitasking ataupun sekedar penggantian wallpaper. Namun secara garis besar, pola penggunaannya mirip dengan iOS atau iPad dimana pengguna melakukan Pengaturan untuk segala aktifitas cukup melalui menu Pengaturan/Setting.

Menggunakan sistem operasi BlackBerry Tablet 2.0 QNX Neutrino, OS yang memang diperuntukkan bagi perangkat Tablet milik BlackBerry, PlayBook tampaknya tidak diperuntukkan bagi kepentingan seluler seperti halnya versi ponsel. Terbukti baik fitur telefoni ataupun Messenger yang begitu digilai sebagian besar masyarakat Indonesia, tak tampak hadir dalam tampilan menu. Sangat disayangkan memang, mengingat harapan pengguna BlackBerry pun demikian halnya dengan pengguna baru, berharap banyak kedua fitur tersebut bisa hadir sehingga mampu bersaing dengan Android Galaxy Series.

Ngomong-ngomong soal Android, ternyata dalam App World tersaji pula beberapa aplikasi dan permainan yang sesungguhnya berbasiskan OS Android, namun dapat dijalankan pula pada perangkat BlackBerry PlayBook. Kami menguji beberapa diantaranya seperti WordPress, ES File Explorer, Skype hingga bejeweled dan permainan anak-anak.

Apabila dalam perangkat iOS atau iPad, mereka memiliki fitur FaceTime yang dapat digunakan untuk melakukan tatap muka atau video call dengan memanfaatkan layanan paket data, di PlayBook dikenal fitur Video Chat yang dapat melakukan aktifitas serupa dengan sesama perangkat BlackBerry. Dalam beberapa kali pengujian, proses percakapan dan tatap muka dua arah dapat berjalan dengan baik tanpa adanya lag atau jeda yang terlampau lama. Jauh lebih baik ketimbang aplikasi Yahoo Messenger yang kebetulan memiliki fungsi yang sama.

Untuk kebutuhan Office Application, PlayBook sudah membawa Documents To Go yang telah mendukung dua format baku Doc dan Xls ditambah fitur Print To Go untuk melakukan pencetakan. Selain itu tersedia pula eMail application yang mampu mendukung multiple akun dalam satu aplikasi. Sedangkan pilihan social media, opsi untuk terkoneksi dengan FaceBook, Twitter dan linked.in telah pula tersedia built in dalam menu Pengaturan. Lain lagi untuk memperkaya tampilan koleksi foto pribadi, tersedia ScrapBook yang siap mengolah gambar terbaik lengkap dengan pernak pernik unik yang dapat di-share ke akun social media.Sangat memudahkan bagi pengguna tentu saja.

Memanfaatkan daya sebesar 5300 mAh, urusan ketahanan tampaknya PlayBook boleh berbangga ketimbang TabletPC sejenis. Untuk memutar file Multimedia, perangkat ini mampu bertahan hingga 10 jam lamanya. Sedang untuk urusan standby, mampu bertahan hingga dua hari. Bisa jadi lantaran minusnya jaringan 3G yang tak diadopsi oleh PlayBook.

BlackBerry 9320 aka Armstrong, 9220 versi 3G

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Pertengahan tahun 2010 lalu, publik Indonesia dihentakkan dengan kehadiran perangkat BlackBerry termurah yang mengadopsi Osv5, Gemini series 8520 yang pada akhirnya dilepas dalam dua versi. GSM dan CDMA. Hanya berselang tak sampai satu tahun, BlackBerry kembali merilis perangkat serupa yang dinamakan Curve 9300 yang memiliki kelebihan pada dukungan jaringan 3G, sementara spesifikasi lainnya cenderung sama.

Entah kebetulan atau tidak, dibulan yang yang sama dua tahun kemudian, beberapa saat pasca rilis Osv7, publik kembali dihadapkan pada kenyataan yang sama dengan sebelumnya. Blackberry 9220 aka Davis dirilis sebagai perangkat terkini yang termurah dan kabarnya digadang-gadangi menggantikan keberadaan Gemini terdahulu. Dan berselang hanya satu bulan, kembali merilis versi 3G, BlackBerry 9320 aka Armstrong.

Secara penampilan antara Armstrong 9320 dengan pendahulunga Davis 9220, rasanya tak tampak banyak perubahan yang bisa dijumpai kecuali list lapisan logam yang berada di sekeliling bodi. De Ja Vu ? yak, perbedaan inipun pernah terjadi antara penampilan Blackberry Curve 9300 dengan Gemini 8520. Perbedaan baru terlihat jika dilihat dari sisi belakang perangkat dimana lensa kamera BlackBerry 9320 kini dilengkapi dengan lampu LED Flash sebagai penerang bantuan saat mengambil gambar. Mengusung resolusi yang sedikit lebih baik, 3,15 MP demikian halnya jika ditilik dari segi hasil.

Untuk kecepatan dapur pacu kelihatannya BlackBerry 9320 aka Armstrong tak jauh berbeda dengan versi terdahulu. Menggunakan 512 MB RAM dan 512 MB ROM rasanya sudah cukup menjadi jaminan untuk mendukung OS v 7.1 yang memiliki penampilan jauh lebih dinamis dan berwarna. Spesifikasi ini kurang lebih sama dengan perangkat Blackberry berlayar sentuh versi awal, Torch 9800 yang tampaknya masih menjadi favorit hingga kini.

Tampil dalam resolusi layar 320×240 pixel TFT 65K warna, merupakan standar terbawah dari sebuah perangkat ponsel pintar dan hadir tanpa teknologi layar sentuh. Terdapat lima panel yang berdampingan pada halaman Homescreen yaitu All, Favorites, Media, Downloads dan Frequent. Pembagian ini tentu untuk memudahkan pengguna dalam beraktifitas dengan perangkat tanpa perlu mencari satu persatu keberadaan fitur serta aplikasi yang diinginkan.

BlackBerry bisa dikatakan sangat identik dengan keberadaan BlackBerry Messenger atau yang lebih dikenal dengan istilah BBM. Dalam perangkat 9320 ini Research In Motion atau RIM selaku pengembang sistem operasi BlackBerry menyertakan versi teranyar 6.1 yang dilengkapi dengan fitur BlackBerry Connect. Untuk lebih memudahkan akses menuju aplikasi ini, di sisi kiri perangkat telah disediakan tombol akses cepat atau shortcut yang fungsinya dapat pula diubah dari menu Options didalam perangkat.

Untuk mendukung kinerja, BlackBerry 9320 aka Armstrong dibekali daya tahan batere sebesar 1450 yang secara hitung-hitungan sedikit lebih besar ketimbang pendahulunya 9220 aka Davis. Meski demikian, untuk urusan online secara kontan tentu saja besaran daya ini membutuhkan setidaknya dua tiga kali charge dalam sehari, bergantung pada jenis aktifitas yang dilakukan.

Dalam paket penjualannya, disertakan pula memory eksternal dan kabel data yang dapat digunakan untuk melakukan sinkronisasi perangkat dengan pc/notebook. Sedang aplikasi PC Suite BlackBerry Desktop manager tampaknya harus diunduh secara manual dari halaman resmi milik BlackBerry.

Dengan harga jual di kisaran 2,6 juta rupiah, BlackBerry 9320 akan Armstrong tampaknya bakalan bersaing dengan dua OS kompetitor lainnya yaitu Android yang hadir lewat perangkat Samsung Galaxy Ace Plus dan Sony Xperia U serta Windows Mobile lewat Nokia Lumia 710, yang secara spesifikasi dan kemampuan memiliki jaminan mutu lebih besar, hanya saja tanpa dukungan BlackBerry Messenger tentu saja.

BlackBerry 9360 Apollo, OS7 Menengah dengan NFC

Category : tentang TeKnoLoGi

Dari perwajahannya sebenarnya sudah bisa dikenali bahwa perangkat kembangan Research In Motion ini datang dari Curve series, ponsel BlackBerry yang diperuntukkan bagi kelas menengah ke bawah. Namun apabila dibandingkan dengan seri Curve sebelumnya, banyak perubahan yang kami temui kali ini.
Untuk image perangkat BlackBerry yang selama ini dikenal dengan dimensi yang berat dan lebar, agaknya boleh dikesampingkan mengingat secara ketebalan ponsel hanya berkisar 11 mm dengan berat yang tak sampai 100 gram. Bagi yang sudah terbiasa dengan ponsel berkeypad qwerty barangkali bakalan merasakan perbedaannya. Bahkan kami sendiri masih belum percaya jika ponsel yang kami Review kali ini merupakan salah satu dari enam rilis BlackBerry terkini.

Mengambil codename Apollo, BlackBerry 9360 sejauh ini merupakan perangkat berbasis Osv7 yang termurah di tingkat menengah, sangat pantas dimiliki bagi mereka yang merupakan die hard BlackBerry dengan budget terbatas, ataupun pengguna pemula yang menginginkan perangkat BlackBerry tanpa lemot.

Mengusung jaringan 3,5 G HSDPA agaknya sudah menjadi satu jaminan mutu bahwa secara network yang kelak bakalan digunakan tak lagi mengalami keterbatasan akses. Tidak cukup hanya mengandalkan koneksi wireless Bluetooth dan WLAN, BlackBerry 9360 Apollo bahkan telah dibekali pula dengan teknologi NFC atau Near Field Communications. Sebuah teknologi terkini yang memungkinkan pengguna berbagi file dengan cara mendekatkan perangkat saja.

Dengan harga jual dibawah 3,5 juta rupiah, pengguna diharapkan sudah cukup puas dengan layar non-touchscreen berkekuatan 16 juta warna 480×360 pixel, jauh lebih baik dibanding seri Curve sebelumnya. Mengingat versi sistem operasi yang didukung sudah 7.1 maka secara tampilan yang disajikan pun jauh lebih berwarna dan dinamis. Cukup memberi penyegaran bagi mata pengguna yang dahulu dipaksa untuk berhadapan dengan kesan serius.

Dibekali lensa kamera utama sebesar 5 Mega Pixels lengkap dengan LED Flash tanpa tambahan kamera kedua, BlackBerry 9360 Apollo kali ini sudah bisa berbangga dengan kemampuan tambahan perekaman video yang beresolusi VGA. Dari beberapa kali uji coba yang kami lakukan, hasil perekaman gambar maupun video menunjukkan kualitas yang juga jauh lebih baik dari kamera seri BlackBerry sebelumnya.

Untuk mendukung kinerja ponsel serta memudahkan aktifitas pengguna, BlackBerry 9360 Apollo siap mengerahkan daya upayanya dengan cpu prosesor 800 MHz, sebuah ukuran yang sebenarnya bukan merupakan standar masa kini apabila disandingkan dengan ponsel lain di rentang harga jual yang sama. Sedangkan untuk media penyimpanan, sudah tergolong leluasa meski belum selega para kompetitornya. Storage internal diberikan 512 MB serta Memory RAM 512 MB. Inilah yang kemudian menjadi alasan kami untuk mengatakan perangkat BlackBerry tanpa lemot.

Sayang, banyaknya perubahan yang kami temui kali ini tidak dibarengi dengan penambahan daya tahan perangkat yang hanya dibekali standar battery Li-Ion 1000 mAh, sebuah kapasitas yang bagi kami masih tergolong kurang untuk dapat memacu perangkat secara optimal. Dalam sekali charge penuh, BlackBerry 9360 Apollo hanya dapat bertahan beberapa jam saja mengingat secara kebutuhan, perangkat berada dalam posisi online. Sehingga pengguna memerlukan dua tiga kali Charge dalam sehari layaknya ponsel pintar lainnya. Untuk itu, Kami rekomendasikan bahwa pengguna wajib membawa serta kabel charger dalam tas untuk mengatasi kemungkinan terburuk lowbat.

Terkait minimnya daya tahan batere ini, di pasaran bisa ditemui beberapa battery non original yang berkekuatan dua setengah kali lipatnya disertai dengan cover belakang perangkat untuk menutupi keberadaan battery. Jika opsi ini diambil, maka bisa ditebak, baik dari dimensi ataupun berat perangkat barangkali gag akan berkesan lagi bagi para penggunanya.

Uji Coba Simulatornya Sebelum Membeli

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Terkadang bagi sebagian orang, ketersediaan budget tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan akan sebuah ponsel sebagai alat berkomunikasi. Ada juga yang barangkali terlalu memikirkan ‘apakah kelak perangkat yang akan dipilih mampu digunakan atau termanfaatkan dengan baik atau tidak. Jika Rekan Tokoh masih merasa ragu seperti itu, yuk coba dulu Simulatornya sebelum memutuskan untuk membeli.

Simulator yang dimaksud disini adalah Aplikasi yang dapat dijalankan melalui perangkat PC/NoteBook, untuk memberikan pengenalan awal kepada pengguna khususnya yang bergerak dalam bidang pengembangan mobile application tentang apa dan bagaimana cara kerja sebuah perangkat ponsel. Sejauh ini keberadaan aplikasi Simulator baru tersedia pada ponsel yang berjenis Smartphone dengan ciri penggunaan OS atau Sistem Operasi tertentu. Ukuran installer sebuah aplikasi Simulator ini biasanya berkisar antara dari 50 MB hingga 300an MB. Tergantung pada jenis Sistem operasinya dan juga tahun rilisnya.

Untuk perangkat Symbian yang digawangi Nokia, meski kini sudah tergolong jarang dirilis kembali namun beberapa perangkat ponsel tipe S40nya masih bisa dijumpai di pasaran. Rata-rata perangkat ini mengandalkan layar sentuh dilengkapi dengan keypad 3×4. Untuk dapat mempelajari isinya lebih jauh Kawan Tokoh bisa mengunduh aplikasi Simulatornya di alamat Nokia Developers. Aplikasi ini terbagi atas tipe sistem operasi yang dirilis dari S40 untuk Nokia type keypad numerik, S60 untuk Nokia smartphone, dan S80 untuk Nokia Communicator, serta versinya masing-masing.

Dibandingkan Symbian, ketersediaan ragam Simulator untuk perangkat BlackBerry jauh lebih banyak, bergantung pada versi sistem operasi yang dirilis dan juga seri ponsel yang ingin dicoba. Aplikasinya sendiri dapat diunduh melalui halaman web resmi BlackBerry pada bagian Support. Untuk sistem operasi versi terakhir, ukuran Installernya cukup besar kisaran 180 MB hingga 220 MB. Yang unik dalam pemanfaatan aplikasi Simulator ini adalah kemampuannya yang setara dengan perangkat sesungguhnya meski minus BlackBerry Messenger. Setidaknya Kawan Tokoh bisa memanfaatkannya untuk melakukan Update Status untuk memunculkan tulisan ‘update via BlackBerry’ di bagian bawah status update hingga mencoba satu persatu aplikasi yang terdapat dalam App World.

Lantas ada Android, sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Google, raksasa mesin pencari dengan sifat yang terbuka atau Open Source. Berbeda dengan aplikasi Simulator yang lainnya yang berdiri sendiri sesuai seri ponsel ataupun versi sistem operasinya, khusus Android menggunakan satu kesatuan aplikasi untuk semua versi dan seri ponsel. Hanya saja pemilahannya baru dilakukan saat pengguna menjalankan aplikasi Simulator tersebut. Sedikit lebih merepotkan, apabila pengunduhan Simulator lain dilakukan terlebih dahulu baru diinstalasi secara offline, tidak demikian halnya dengan Simulator Android yang proses instalasinya mutlak dilakukan secara online. Ada dua jenis Simulator yang ditawarkan, pertama, aplikasi yang berjalan di perangkat pc/notebook seperti yang disebutkan tadi, dan kedua aplikasi yang berlaku sebagai sistem operasi yang dapat dijalankan secara mandiri melalui proses booting. Untuk yang terakhir ini, file instalasi dapat disimpan dalam bentuk cd atau flash disk.

Setelah Microsoft memutuskan untuk menutup riset dan pengembangan bagi sistem operasi Windows Mobile lama mereka yang sebetulnya masih bisa dicoba juga Simulatornya, kini mereka mencoba hadir kembali dengan tampilan dan kinerja yang menggoda lewat Windows Phone versi 7.5 Mango. Serupa dengan Simulator Android yang mengharuskan proses instalasi secara online, untuk aplikasi Simulator yang dikembangkan oleh Microsoft pun demikian pula adanya. Ukuran installernya tergolong kecil, sekitar 3,4 MB saja. Namun untuk mampu menggunakannya, Microsoft mensyaratkan spesifikasi perangkat pc/notebook yang cukup besar yakni ketersediaan space untuk hasil instalasi sebesar 4 GB, penggunaan 3 GB Memory RAM serta versi sistem operasi minimal Vista atau Windows 7. Paket Instalasi ini sudah termasuk dengan aplikasi Microsoft Visual Studio yang menjadi syarat utama menjalankan Simulatornya.

Terakhir ada iOS buatan Apple yang dikenal lewat perangkat iPhone dan iPad-nya. Jika perangkat pc/notebook yang Kawan Tokoh gunakan masih mengadopsi sistem operasi Windows, maka bersiaplah untuk kecewa lantaran aplikasi Simulator untuk perangkat pintar ini hanya tersedia dalam sistem operasi Mac.
Jikapun Kawan Tokoh menemukan beberapa aplikasi Simulator iOS yang mampu dijalankan pada sistem operasi Windows, sepengetahuan kami rata-rata masih merupakan sebuah aplikasi simulasi tampilannya saja, baik yang difungsikan hanya untuk melihat perpindahan menu atau tampilan halaman web yang disajikan lewat layar perangkat.

Sebenarnya masih banyak jenis aplikasi Simulator yang dapat dicoba untuk melakukan pengujian perangkat ponsel sebelum memutuskan untuk membelinya seperti Bada yang dikembangkan oleh Samsung atau WebOS yang dikembangkan oleh Palm lalu diakuisisi oleh HP. Sayangnya perangkat-perangkat tersebut tampaknya tak lagi dirilis oleh vendor terkait atas dasar tidak berhasil dari segi komersial.

BlackBerry Curve 9220, Osv7 Termurah kelas Pemula

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Di tengah gencarnya serangan perangkat Android multi vendor, nama BlackBerry bisa dikatakan makin tertatih dengan bukti penurunan tingkat penjualan di akhir Tahun 2011 lalu. Makin menjadi setelah Lazaridis dan Jim Balsillie dua CEO yang membidani kelahiran BlackBerry mengundurkan diri akhir Januari kemarin lantaran ketidakmampuan mereka menjaga Market Share-nya.

Demi merebut kembali pengguna Handhelds BlackBerry yang kini banyak diambil alih oleh Android, Research In Motions (RIM) mencoba merilis perangkat terkini mereka dengan mengandalkan sistem operasi Osv7 yang tempo hari sempat meramaikan bursa dengan lima rilis awal, dan dilempar untuk mengisi peluang di tingkat pemula atau Entry Level.

BlackBerry Curve 9220 aka Davis, diluncurkan secara resmi ke pasar global per bulan April lalu menyajikan rupa yang jujur saja bagi kami malah mirip dengan perangkat ponsel China dan mengabaikan kesan ekslusifitas BlackBerry seperti yang dikenal selama ini. Dengan bentukan yang rounded di keempat sudut, sepintas memang mengingatkan kami pada BlackBerry termurah versi sebelumnya, Curve 8520 Gemini. Sehingga sangat wajar apabila kemudian BlackBerry Curve 9220 ini dianggap sebagai calon pengganti versi Gemini yang banyak dikeluhkan oleh pengguna akan lemot atau leletnya kinerja perangkat. Image ini makin kuat kami rasakan ketika mengetahui jaringan nirkabel yang didukung hanyalah Quadband 2G seperti halnya versi Gemini.

Untuk dimensi layar Curve 9220 hanya mengadopsi ukuran 2,4 inchi 320×240 pixel TFT 65K Warna. Spesifikasi ini setara dengan pendahulunya yang notabene masuk dalam kategori standar ponsel pemula. Sayangnya dibandingkan dengan sejawatnya yang lain, tingkat kejernihan layar yang disajikan tampaknya bakalan kurang memuaskan bagi mata pengguna.
Demikian halnya dengan lensa kamera utama yang masih mengandalkan resolusi 2 Mega Pixel tanpa dukungan kamera sekunder. Urusan rekam video yang mampu dilakukan masih sebatas QVGA dengan dukungan file multimedia MP4/H.263/H.264/WMV.

Apabila keluhan akan lelet dan lemotnya kinerja ponsel kerap dialami pengguna pada versi 8520 Gemini terdahulu, agaknya kini tak lagi perlu dikhawatirkan mengingat secara jeroan kecepatan sudah mendapatkan peningkatan yang sangat berarti untuk ukurannya. Kekuatan cpu sebesar 800 MHz ditambah besaran 512 MB RAM dan 512 MB ROM siap menjadikan Curve 9220 sebagai teman kerja Pengguna dalam mendukung aktifitas multitasking. Bandingkan dengan para pendahulunya Onyx dan Torch generasi pertama yang masih menggunakan cpu 600 MHz dan internal storage sebesar 256 MB dengan banderol harga lebih mahal.

Selain adanya peningkatan pada cpu, BlackBerry Curve 9220 ini ditunjang pula dengan daya tahan batere 1450 mAh, sebuah kapasitas yang cukup besar untuk ukuran HandHelds BlackBerry. Disamping itu ada juga fitur Radio FM yang sebelumnya sudah sempat disematkan pada BlackBerry seri 9360/9380 cukup untuk hiburan tambahan bagi pengguna saat dilanda kebosanan.

Dengan harga jual yang hanya berkisar 1,99 juta rupiah saat diluncurkan, Curve 9220 tampaknya masih mengandalkan jualan aplikasi Messengernya yang fenomenal itu dengan menambahkan dedicated key di sisi kiri perangkat untuk akses langsung, ditambah dinamisnya User Interface yang disajikan oleh sistem operasi terkini Osv7. Di luar itu tampaknya tidak ada lagi teknologi baru yang mampu ditawarkan kepada pengguna sebagai penarik minat. Pilihan tentu diserahkan kembali pada pasar. Apakah bakalan memilih perangkat lain yang memiliki kemampuan lebih baik dalam rentang harga yang sama ataukah memilih kemampuan ber-BBM dengan harga yang terjangkau ?

Memahami dan Mencegah Lelet pada BlackBerry

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti halnya perangkat ponsel pintar (smartphone) lainnya, BlackBerry kerap pula mengalami gangguan lelet, lemot ataupun hang terutama bagi perangkat yang dimiliki atau dipakai oleh pengguna yang tidak paham dengan teknologi sebuah ponsel pintar. Nah trus gimana dong cara biar BlackBerry yang Rekan gunakan tidak sampe mengalami gangguan-gangguan tersebut ? simak beberapa tips ringan dari kami.

1. Pertama, Lakukan pemindahan file data pribadi dari memory internal ke eksternal dengan tujuan untuk melapangkan space internal melalui menu File Manager. Yang dimaksud file data pribadi disini adalah Foto, Video, Audio dan dokumen yang sekiranya tidak ada hubungannya dengan sistem ponsel. Gangguan lelet biasanya akan muncul ketika sisa space internal yang ada sudah kurang dari 10% dari jumlah total ketersediaan.

2. Silahkan mengatur aplikasi yang kerap digunakan dan posisikan pada layar utama/homescreen. Tindakan ini bertujuan agar pengguna tidak lagi kerepotan masuk kedalam opsi Menu yang biasanya memerlukan sedikit waktu jeda untuk mengaksesnya. Caranya, silahkan drag and drop atau pindahkan icon aplikasi ke baris pertama halaman Menu.

3. Lakukan pembersihan Temporary files secara berkala meliputi Cache, History, Log dan Cookies. Jika Rekan tak ingin kerepotan membersihkannya satu persatu, silahkan unduh dan install aplikasi Cleaner yang tersedia di BlackBerry App World. Salah satu contohnya adalah Performance Booster yang dapat digunakan secara Free alias Gratis.

4. Selain pembersihan file Temporary diatas, lakukan juga pembersihan Memory atau yang disebut sebagai RAM. Sekedar info bahwa dalam kondisi default terdapat lima aplikasi yang tetap dijalankan (dan menghabiskan ketersediaan Memory atau RAM) oleh setiap perangkat BlackBerry kendati ponsel dalam kondisi StandBy, meliputi Messages, Call log/Phone, BlackBerry Messenger, Homescreen dan Browser. Jika terdapat aplikasi lain yang diketahui berjalan dengan menghabiskan ketersediaan Memory atau RAM tersebut, Rekan bisa menghentikannya melalui Application Management atau memanfaatkan Third Application seperti Performance Booster diatas.

5. Tidak seperti perangkat Android yang mampu melakukan Rooting untuk memindahkan aplikasi ataupun games dari Memory Internal ke Eksternal, perangkat BlackBerry akan selalu mengarahkan instalasi serta menghabiskan sisa ketersediaan Memory Internal. Balik kepada Tips Pertama diatas, Silahkan Periksa aplikasi ataupun games yang terinstalasi pada perangkat BlackBerry yang Rekan gunakan, kemudian Hapus yang tergolong jarang atau bahkan tidak pernah digunakan melalui Application Management. Tujuannya tetap sama yaitu untuk melapangkan sisa Memory Internal.

6. Tips keenam adalah Tips yang biasanya dilakukan oleh banyak pengguna BlackBerry saat gangguan Lelet, Lemot atau Hang terjadi. Melepaskan Batere secara berkala dalam beberapa menit (aktifitas ini serupa dengan aksi restart atau Turn Off perangkat dan menyalakannya kembali) dengan tujuan untuk merefresh penggunaan memory atau RAM seperti yang dikatakan sebelumnya. Lakukan Tips ini pada saat perangkat tidak dibutuhkan agar tak mengganggu aktifitas kerja ataupun bisnis yang Rekan tunggu kabarnya. Jika Rekan merasa kerepotan untuk melakukannya secara berkala, Silahkan manfaatkan aplikasi Restart Me untuk menjadwalkan waktunya secara otomatis. Bisa juga melalui menu pengaturan Auto On/Off yang ada pada Option/pilihan perangkat ponsel. Dua saran ini tentu tidak akan merepotkan Pengguna untuk melepas batere secara fisik lagi.

7. Apabila memungkinkan, silahkan Lakukan update/upgrade OS atau versi sistem operasi yang digunakan secara berkala, baik secara online yang memanfaatkan perangkat PC/NoteBook melalui aplikasi BlackBerry Desktop Manager, atau dari perangkat ponsel secara langsung, bisa juga secara offline, dengan mengunduhnya terlebih dahulu dari alamat web resmi BlackBerry. Bagi yang tak ingin kerepotan, silahkan hubungi Service Centre terdekat atau layanan jasa di sekitar Kota yang Rekan tinggali.

8. Jika aktifitas Restart dan Update/Upgrade OS belum juga mampu, silahkan backup semua data yang ada pada ponsel meliputi Daftar Kontak, akun email, PIN teman dan lainnya untuk dilakukannya aktifitas Hard Reset atau mengembalikan perangkat ke kondisi awal pabrikan.

9. Namun apabila Delapan Tips diatas tetap belum jua mampu mengatasi terjadinya gangguan-gangguan pada perangkat yang Rekan gunakan, pertimbangkan untuk mengganti perangkat dengan rilis terkini terutama yang memiliki kapasitas Memory Internal dan RAM yang leluasa.

Memiliki sebuah perangkat ponsel pintar bernama BlackBerry tak ubahnya seperti memelihara sebuah PC atau NoteBook yang memerlukan perawatan secara berkala pada sistem, aplikasi dan space memory agar perangkat tetap mampu digunakan dalam waktu yang lama.

BlackBerry, dari Pebisnis hingga menjadi Trendsetter

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sewindu lalu nama BlackBerry barangkali belum sefamiliar hari ini. Satu-satunya iklan yang dapat ditemui dipinggiran jalan Kota Denpasar kalau tidak salah Promo paket Enterprise Indosat dengan penawaran gratis sebuah handset BlackBerry jaman jadul type 7230/7290 dan 8700/8707. Ditengah gencarnya serbuan ponsel Nokia, keberadaan BlackBerry saat itu bisa dikatakan hanya menyasar pangsa pasar terbatas yaitu pebisnis. Tapi siapa sangka jika nama BlackBerry kini malah menjadi besar dan menenggelamkan sang raja dengan kesuksesan yang berlipatganda.
Menyebut nama perangkat ponsel telekomunikasi BlackBerry, bisa dikatakan identik dengan tiga hal. BBM, PIN dan Push Email.

Yang dimaksudkan dengan BBM atau BlackBerry Messenger adalah sebuah fitur instant messenger yang hanya dapat digunakan di kalangan pengguna handset BlackBerry untuk kebutuhan Chatting, bertukar informasi melalui Group serta bertukar file foto, audio dan video tanpa perlu khawatir diketahui orang lain.

Sedang PIN adalah sebuah identitas delapan digit yang menyertai setiap perangkat BlackBerry, yang meski dapat dikloning namun tidak dapat diubah layaknya nomor cantik pada ponsel. PIN inilah yang kemudian menjadi satu syarat penting bagi pengguna handset BlackBerry untuk memanfaatkan fitur-fitur penting didalamnya seperti BBM tadi.

Push Email sendiri merupakan sebuah layanan jualan utama perangkat BlackBerry yang mampu menerima email secara realtime dan tidak memberatkan perangkat lantaran adanya fitur kompresinya.

Jika dahulu secara bentukan perangkat BlackBerry identik dengan bentukan candybar lebar cenderung kaku dengan layar dan keypad atau thumbboard qwerty, kini perwajahannya sudah jauh lebih Dinamis dan trendy plus akses layar sentuh dan model clamshell atau cangkang kerang. Perubahan ini dilakukan tentu dalam rangka untuk menarik perhatian pengguna atau konsumen yang tidak lagi terpaku pada segmen bisnis.

Perangkat pertama yang begitu fenomenal keberadaannya adalah BlackBerry Bold 9000 dimana kebutuhan bisnis sudah mulai disandingkan dengan kebutuhan multimedia berupa audio, foto dan tentu saja video. Kesuksesan rilis versi Bold kemudian diikuti pula dengan pembaharuan konsep versi Curve yang sebelumnya menjadi pionir perkenalan nama BlackBerry di kancah dunia.

Dalam usaha untuk mengenal jenis perangkat BlackBerry sejak awal, ada tiga istilah yang barangkali perlu diketahui pengguna sebelum memutuskan untuk membelinya. Refurbished, BM atau Black Market dan Original. Masing-masing jenis perangkat yang siap beli ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Refurbished merupakan perangkat BlackBerry yang dikondisikan atau diperbaharui kembali, dengan cara mengganti spare part yang ditenggarai bermasalah dengan yang baru atau mengkanibal perangkat sejenis yang masih bisa digunakan. Perangkat ini biasanya merupakan perangkat yang memiliki model lama atau bisa jadi rilis baru yang kemudian dijual murah. Sayangnya jangka waktu pemberlakuan garansi biasanya hanya dalam hitungan minggu atau bulan.

Black Market merupakan perangkat BlackBerry rilisan terkini yang dijual mendahului dari rilis versi resminya dengan harga yang biasanya tergantung pada kemampuan yang dimiliki dan permintaan dari para konsumen yang menginginkannya. Untuk perangkat jenis ini biasanya hanya dapat ditemui di toko-toko besar dan garansi yang diberlakukan hanyalah Garansi Toko setempat atau dari pihak penjual, bukan dari distributor perangkat.

Original merupakan perangkat BlackBerry yang dirilis secara resmi dan diumumkan baik di media cetak dan layar kaca ataupun lewat promo bundling dengan operator dan potongan harga. Kelebihan jenis ini adalah diberlakukannya garansi resmi seandainya terjadi kesulitan atau gangguan pemakaian, namun biasanya baru bisa didapat setelah menanti sekian lama.

Untuk dapat menggunakannya secara optimal, pengguna diwajibkan berlangganan data plan yang dinamakan paket BIS atau paket BES. BIS (BlackBerry Internet Service) merupakan paket data plan yang diperuntukkan untuk pengguna personal yang memiliki aktifitas terbatas dengan biaya yang tentu saja lebih murah. Sedangkan BES (BlackBerry Enterprise Service) merupakan paket data plan yang diperuntukkan untuk pengguna korporat dengan kemampuan dan aktifitas unlimited.

Meski pada awalnya perangkat BlackBerry ini lebih difokuskan untuk segmen pebisnis namun seiring dengan pergeseran fungsi yang telah menjadi sebuah Trendsetter, kini malah banyak digunakan oleh segmen ibu rumah tangga, remaja bahkan anak sekolahan. Sehingga bisa dikatakan beberapa fitur yang lebih sering dipergunakan oleh pengguna sekaligus pemilik perangkat BlackBerry hanyalah BBM atau BlackBerry Messenger dan akun jejaring sosial seperti FaceBook ataupun Twitter. Selebihnya seperti aktifitas Browsing ataupun push Email hanya dilakukan oleh mereka yang paham dengan kemampuan sebuah perangkat BlackBerry. Sehingga tidak salah jika ada yang mengatakan bahwa tanpa fitur BBM, perangkat BlackBerry hanyalah sebuah telepon biasa saja.