Uji Coba Simulatornya Sebelum Membeli

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Terkadang bagi sebagian orang, ketersediaan budget tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan akan sebuah ponsel sebagai alat berkomunikasi. Ada juga yang barangkali terlalu memikirkan ‘apakah kelak perangkat yang akan dipilih mampu digunakan atau termanfaatkan dengan baik atau tidak. Jika Rekan Tokoh masih merasa ragu seperti itu, yuk coba dulu Simulatornya sebelum memutuskan untuk membeli.

Simulator yang dimaksud disini adalah Aplikasi yang dapat dijalankan melalui perangkat PC/NoteBook, untuk memberikan pengenalan awal kepada pengguna khususnya yang bergerak dalam bidang pengembangan mobile application tentang apa dan bagaimana cara kerja sebuah perangkat ponsel. Sejauh ini keberadaan aplikasi Simulator baru tersedia pada ponsel yang berjenis Smartphone dengan ciri penggunaan OS atau Sistem Operasi tertentu. Ukuran installer sebuah aplikasi Simulator ini biasanya berkisar antara dari 50 MB hingga 300an MB. Tergantung pada jenis Sistem operasinya dan juga tahun rilisnya.

Untuk perangkat Symbian yang digawangi Nokia, meski kini sudah tergolong jarang dirilis kembali namun beberapa perangkat ponsel tipe S40nya masih bisa dijumpai di pasaran. Rata-rata perangkat ini mengandalkan layar sentuh dilengkapi dengan keypad 3×4. Untuk dapat mempelajari isinya lebih jauh Kawan Tokoh bisa mengunduh aplikasi Simulatornya di alamat Nokia Developers. Aplikasi ini terbagi atas tipe sistem operasi yang dirilis dari S40 untuk Nokia type keypad numerik, S60 untuk Nokia smartphone, dan S80 untuk Nokia Communicator, serta versinya masing-masing.

Dibandingkan Symbian, ketersediaan ragam Simulator untuk perangkat BlackBerry jauh lebih banyak, bergantung pada versi sistem operasi yang dirilis dan juga seri ponsel yang ingin dicoba. Aplikasinya sendiri dapat diunduh melalui halaman web resmi BlackBerry pada bagian Support. Untuk sistem operasi versi terakhir, ukuran Installernya cukup besar kisaran 180 MB hingga 220 MB. Yang unik dalam pemanfaatan aplikasi Simulator ini adalah kemampuannya yang setara dengan perangkat sesungguhnya meski minus BlackBerry Messenger. Setidaknya Kawan Tokoh bisa memanfaatkannya untuk melakukan Update Status untuk memunculkan tulisan ‘update via BlackBerry’ di bagian bawah status update hingga mencoba satu persatu aplikasi yang terdapat dalam App World.

Lantas ada Android, sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Google, raksasa mesin pencari dengan sifat yang terbuka atau Open Source. Berbeda dengan aplikasi Simulator yang lainnya yang berdiri sendiri sesuai seri ponsel ataupun versi sistem operasinya, khusus Android menggunakan satu kesatuan aplikasi untuk semua versi dan seri ponsel. Hanya saja pemilahannya baru dilakukan saat pengguna menjalankan aplikasi Simulator tersebut. Sedikit lebih merepotkan, apabila pengunduhan Simulator lain dilakukan terlebih dahulu baru diinstalasi secara offline, tidak demikian halnya dengan Simulator Android yang proses instalasinya mutlak dilakukan secara online. Ada dua jenis Simulator yang ditawarkan, pertama, aplikasi yang berjalan di perangkat pc/notebook seperti yang disebutkan tadi, dan kedua aplikasi yang berlaku sebagai sistem operasi yang dapat dijalankan secara mandiri melalui proses booting. Untuk yang terakhir ini, file instalasi dapat disimpan dalam bentuk cd atau flash disk.

Setelah Microsoft memutuskan untuk menutup riset dan pengembangan bagi sistem operasi Windows Mobile lama mereka yang sebetulnya masih bisa dicoba juga Simulatornya, kini mereka mencoba hadir kembali dengan tampilan dan kinerja yang menggoda lewat Windows Phone versi 7.5 Mango. Serupa dengan Simulator Android yang mengharuskan proses instalasi secara online, untuk aplikasi Simulator yang dikembangkan oleh Microsoft pun demikian pula adanya. Ukuran installernya tergolong kecil, sekitar 3,4 MB saja. Namun untuk mampu menggunakannya, Microsoft mensyaratkan spesifikasi perangkat pc/notebook yang cukup besar yakni ketersediaan space untuk hasil instalasi sebesar 4 GB, penggunaan 3 GB Memory RAM serta versi sistem operasi minimal Vista atau Windows 7. Paket Instalasi ini sudah termasuk dengan aplikasi Microsoft Visual Studio yang menjadi syarat utama menjalankan Simulatornya.

Terakhir ada iOS buatan Apple yang dikenal lewat perangkat iPhone dan iPad-nya. Jika perangkat pc/notebook yang Kawan Tokoh gunakan masih mengadopsi sistem operasi Windows, maka bersiaplah untuk kecewa lantaran aplikasi Simulator untuk perangkat pintar ini hanya tersedia dalam sistem operasi Mac.
Jikapun Kawan Tokoh menemukan beberapa aplikasi Simulator iOS yang mampu dijalankan pada sistem operasi Windows, sepengetahuan kami rata-rata masih merupakan sebuah aplikasi simulasi tampilannya saja, baik yang difungsikan hanya untuk melihat perpindahan menu atau tampilan halaman web yang disajikan lewat layar perangkat.

Sebenarnya masih banyak jenis aplikasi Simulator yang dapat dicoba untuk melakukan pengujian perangkat ponsel sebelum memutuskan untuk membelinya seperti Bada yang dikembangkan oleh Samsung atau WebOS yang dikembangkan oleh Palm lalu diakuisisi oleh HP. Sayangnya perangkat-perangkat tersebut tampaknya tak lagi dirilis oleh vendor terkait atas dasar tidak berhasil dari segi komersial.

BlackBerry Curve 9220, Osv7 Termurah kelas Pemula

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Di tengah gencarnya serangan perangkat Android multi vendor, nama BlackBerry bisa dikatakan makin tertatih dengan bukti penurunan tingkat penjualan di akhir Tahun 2011 lalu. Makin menjadi setelah Lazaridis dan Jim Balsillie dua CEO yang membidani kelahiran BlackBerry mengundurkan diri akhir Januari kemarin lantaran ketidakmampuan mereka menjaga Market Share-nya.

Demi merebut kembali pengguna Handhelds BlackBerry yang kini banyak diambil alih oleh Android, Research In Motions (RIM) mencoba merilis perangkat terkini mereka dengan mengandalkan sistem operasi Osv7 yang tempo hari sempat meramaikan bursa dengan lima rilis awal, dan dilempar untuk mengisi peluang di tingkat pemula atau Entry Level.

BlackBerry Curve 9220 aka Davis, diluncurkan secara resmi ke pasar global per bulan April lalu menyajikan rupa yang jujur saja bagi kami malah mirip dengan perangkat ponsel China dan mengabaikan kesan ekslusifitas BlackBerry seperti yang dikenal selama ini. Dengan bentukan yang rounded di keempat sudut, sepintas memang mengingatkan kami pada BlackBerry termurah versi sebelumnya, Curve 8520 Gemini. Sehingga sangat wajar apabila kemudian BlackBerry Curve 9220 ini dianggap sebagai calon pengganti versi Gemini yang banyak dikeluhkan oleh pengguna akan lemot atau leletnya kinerja perangkat. Image ini makin kuat kami rasakan ketika mengetahui jaringan nirkabel yang didukung hanyalah Quadband 2G seperti halnya versi Gemini.

Untuk dimensi layar Curve 9220 hanya mengadopsi ukuran 2,4 inchi 320×240 pixel TFT 65K Warna. Spesifikasi ini setara dengan pendahulunya yang notabene masuk dalam kategori standar ponsel pemula. Sayangnya dibandingkan dengan sejawatnya yang lain, tingkat kejernihan layar yang disajikan tampaknya bakalan kurang memuaskan bagi mata pengguna.
Demikian halnya dengan lensa kamera utama yang masih mengandalkan resolusi 2 Mega Pixel tanpa dukungan kamera sekunder. Urusan rekam video yang mampu dilakukan masih sebatas QVGA dengan dukungan file multimedia MP4/H.263/H.264/WMV.

Apabila keluhan akan lelet dan lemotnya kinerja ponsel kerap dialami pengguna pada versi 8520 Gemini terdahulu, agaknya kini tak lagi perlu dikhawatirkan mengingat secara jeroan kecepatan sudah mendapatkan peningkatan yang sangat berarti untuk ukurannya. Kekuatan cpu sebesar 800 MHz ditambah besaran 512 MB RAM dan 512 MB ROM siap menjadikan Curve 9220 sebagai teman kerja Pengguna dalam mendukung aktifitas multitasking. Bandingkan dengan para pendahulunya Onyx dan Torch generasi pertama yang masih menggunakan cpu 600 MHz dan internal storage sebesar 256 MB dengan banderol harga lebih mahal.

Selain adanya peningkatan pada cpu, BlackBerry Curve 9220 ini ditunjang pula dengan daya tahan batere 1450 mAh, sebuah kapasitas yang cukup besar untuk ukuran HandHelds BlackBerry. Disamping itu ada juga fitur Radio FM yang sebelumnya sudah sempat disematkan pada BlackBerry seri 9360/9380 cukup untuk hiburan tambahan bagi pengguna saat dilanda kebosanan.

Dengan harga jual yang hanya berkisar 1,99 juta rupiah saat diluncurkan, Curve 9220 tampaknya masih mengandalkan jualan aplikasi Messengernya yang fenomenal itu dengan menambahkan dedicated key di sisi kiri perangkat untuk akses langsung, ditambah dinamisnya User Interface yang disajikan oleh sistem operasi terkini Osv7. Di luar itu tampaknya tidak ada lagi teknologi baru yang mampu ditawarkan kepada pengguna sebagai penarik minat. Pilihan tentu diserahkan kembali pada pasar. Apakah bakalan memilih perangkat lain yang memiliki kemampuan lebih baik dalam rentang harga yang sama ataukah memilih kemampuan ber-BBM dengan harga yang terjangkau ?

Memahami dan Mencegah Lelet pada BlackBerry

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti halnya perangkat ponsel pintar (smartphone) lainnya, BlackBerry kerap pula mengalami gangguan lelet, lemot ataupun hang terutama bagi perangkat yang dimiliki atau dipakai oleh pengguna yang tidak paham dengan teknologi sebuah ponsel pintar. Nah trus gimana dong cara biar BlackBerry yang Rekan gunakan tidak sampe mengalami gangguan-gangguan tersebut ? simak beberapa tips ringan dari kami.

1. Pertama, Lakukan pemindahan file data pribadi dari memory internal ke eksternal dengan tujuan untuk melapangkan space internal melalui menu File Manager. Yang dimaksud file data pribadi disini adalah Foto, Video, Audio dan dokumen yang sekiranya tidak ada hubungannya dengan sistem ponsel. Gangguan lelet biasanya akan muncul ketika sisa space internal yang ada sudah kurang dari 10% dari jumlah total ketersediaan.

2. Silahkan mengatur aplikasi yang kerap digunakan dan posisikan pada layar utama/homescreen. Tindakan ini bertujuan agar pengguna tidak lagi kerepotan masuk kedalam opsi Menu yang biasanya memerlukan sedikit waktu jeda untuk mengaksesnya. Caranya, silahkan drag and drop atau pindahkan icon aplikasi ke baris pertama halaman Menu.

3. Lakukan pembersihan Temporary files secara berkala meliputi Cache, History, Log dan Cookies. Jika Rekan tak ingin kerepotan membersihkannya satu persatu, silahkan unduh dan install aplikasi Cleaner yang tersedia di BlackBerry App World. Salah satu contohnya adalah Performance Booster yang dapat digunakan secara Free alias Gratis.

4. Selain pembersihan file Temporary diatas, lakukan juga pembersihan Memory atau yang disebut sebagai RAM. Sekedar info bahwa dalam kondisi default terdapat lima aplikasi yang tetap dijalankan (dan menghabiskan ketersediaan Memory atau RAM) oleh setiap perangkat BlackBerry kendati ponsel dalam kondisi StandBy, meliputi Messages, Call log/Phone, BlackBerry Messenger, Homescreen dan Browser. Jika terdapat aplikasi lain yang diketahui berjalan dengan menghabiskan ketersediaan Memory atau RAM tersebut, Rekan bisa menghentikannya melalui Application Management atau memanfaatkan Third Application seperti Performance Booster diatas.

5. Tidak seperti perangkat Android yang mampu melakukan Rooting untuk memindahkan aplikasi ataupun games dari Memory Internal ke Eksternal, perangkat BlackBerry akan selalu mengarahkan instalasi serta menghabiskan sisa ketersediaan Memory Internal. Balik kepada Tips Pertama diatas, Silahkan Periksa aplikasi ataupun games yang terinstalasi pada perangkat BlackBerry yang Rekan gunakan, kemudian Hapus yang tergolong jarang atau bahkan tidak pernah digunakan melalui Application Management. Tujuannya tetap sama yaitu untuk melapangkan sisa Memory Internal.

6. Tips keenam adalah Tips yang biasanya dilakukan oleh banyak pengguna BlackBerry saat gangguan Lelet, Lemot atau Hang terjadi. Melepaskan Batere secara berkala dalam beberapa menit (aktifitas ini serupa dengan aksi restart atau Turn Off perangkat dan menyalakannya kembali) dengan tujuan untuk merefresh penggunaan memory atau RAM seperti yang dikatakan sebelumnya. Lakukan Tips ini pada saat perangkat tidak dibutuhkan agar tak mengganggu aktifitas kerja ataupun bisnis yang Rekan tunggu kabarnya. Jika Rekan merasa kerepotan untuk melakukannya secara berkala, Silahkan manfaatkan aplikasi Restart Me untuk menjadwalkan waktunya secara otomatis. Bisa juga melalui menu pengaturan Auto On/Off yang ada pada Option/pilihan perangkat ponsel. Dua saran ini tentu tidak akan merepotkan Pengguna untuk melepas batere secara fisik lagi.

7. Apabila memungkinkan, silahkan Lakukan update/upgrade OS atau versi sistem operasi yang digunakan secara berkala, baik secara online yang memanfaatkan perangkat PC/NoteBook melalui aplikasi BlackBerry Desktop Manager, atau dari perangkat ponsel secara langsung, bisa juga secara offline, dengan mengunduhnya terlebih dahulu dari alamat web resmi BlackBerry. Bagi yang tak ingin kerepotan, silahkan hubungi Service Centre terdekat atau layanan jasa di sekitar Kota yang Rekan tinggali.

8. Jika aktifitas Restart dan Update/Upgrade OS belum juga mampu, silahkan backup semua data yang ada pada ponsel meliputi Daftar Kontak, akun email, PIN teman dan lainnya untuk dilakukannya aktifitas Hard Reset atau mengembalikan perangkat ke kondisi awal pabrikan.

9. Namun apabila Delapan Tips diatas tetap belum jua mampu mengatasi terjadinya gangguan-gangguan pada perangkat yang Rekan gunakan, pertimbangkan untuk mengganti perangkat dengan rilis terkini terutama yang memiliki kapasitas Memory Internal dan RAM yang leluasa.

Memiliki sebuah perangkat ponsel pintar bernama BlackBerry tak ubahnya seperti memelihara sebuah PC atau NoteBook yang memerlukan perawatan secara berkala pada sistem, aplikasi dan space memory agar perangkat tetap mampu digunakan dalam waktu yang lama.

BlackBerry, dari Pebisnis hingga menjadi Trendsetter

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sewindu lalu nama BlackBerry barangkali belum sefamiliar hari ini. Satu-satunya iklan yang dapat ditemui dipinggiran jalan Kota Denpasar kalau tidak salah Promo paket Enterprise Indosat dengan penawaran gratis sebuah handset BlackBerry jaman jadul type 7230/7290 dan 8700/8707. Ditengah gencarnya serbuan ponsel Nokia, keberadaan BlackBerry saat itu bisa dikatakan hanya menyasar pangsa pasar terbatas yaitu pebisnis. Tapi siapa sangka jika nama BlackBerry kini malah menjadi besar dan menenggelamkan sang raja dengan kesuksesan yang berlipatganda.
Menyebut nama perangkat ponsel telekomunikasi BlackBerry, bisa dikatakan identik dengan tiga hal. BBM, PIN dan Push Email.

Yang dimaksudkan dengan BBM atau BlackBerry Messenger adalah sebuah fitur instant messenger yang hanya dapat digunakan di kalangan pengguna handset BlackBerry untuk kebutuhan Chatting, bertukar informasi melalui Group serta bertukar file foto, audio dan video tanpa perlu khawatir diketahui orang lain.

Sedang PIN adalah sebuah identitas delapan digit yang menyertai setiap perangkat BlackBerry, yang meski dapat dikloning namun tidak dapat diubah layaknya nomor cantik pada ponsel. PIN inilah yang kemudian menjadi satu syarat penting bagi pengguna handset BlackBerry untuk memanfaatkan fitur-fitur penting didalamnya seperti BBM tadi.

Push Email sendiri merupakan sebuah layanan jualan utama perangkat BlackBerry yang mampu menerima email secara realtime dan tidak memberatkan perangkat lantaran adanya fitur kompresinya.

Jika dahulu secara bentukan perangkat BlackBerry identik dengan bentukan candybar lebar cenderung kaku dengan layar dan keypad atau thumbboard qwerty, kini perwajahannya sudah jauh lebih Dinamis dan trendy plus akses layar sentuh dan model clamshell atau cangkang kerang. Perubahan ini dilakukan tentu dalam rangka untuk menarik perhatian pengguna atau konsumen yang tidak lagi terpaku pada segmen bisnis.

Perangkat pertama yang begitu fenomenal keberadaannya adalah BlackBerry Bold 9000 dimana kebutuhan bisnis sudah mulai disandingkan dengan kebutuhan multimedia berupa audio, foto dan tentu saja video. Kesuksesan rilis versi Bold kemudian diikuti pula dengan pembaharuan konsep versi Curve yang sebelumnya menjadi pionir perkenalan nama BlackBerry di kancah dunia.

Dalam usaha untuk mengenal jenis perangkat BlackBerry sejak awal, ada tiga istilah yang barangkali perlu diketahui pengguna sebelum memutuskan untuk membelinya. Refurbished, BM atau Black Market dan Original. Masing-masing jenis perangkat yang siap beli ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Refurbished merupakan perangkat BlackBerry yang dikondisikan atau diperbaharui kembali, dengan cara mengganti spare part yang ditenggarai bermasalah dengan yang baru atau mengkanibal perangkat sejenis yang masih bisa digunakan. Perangkat ini biasanya merupakan perangkat yang memiliki model lama atau bisa jadi rilis baru yang kemudian dijual murah. Sayangnya jangka waktu pemberlakuan garansi biasanya hanya dalam hitungan minggu atau bulan.

Black Market merupakan perangkat BlackBerry rilisan terkini yang dijual mendahului dari rilis versi resminya dengan harga yang biasanya tergantung pada kemampuan yang dimiliki dan permintaan dari para konsumen yang menginginkannya. Untuk perangkat jenis ini biasanya hanya dapat ditemui di toko-toko besar dan garansi yang diberlakukan hanyalah Garansi Toko setempat atau dari pihak penjual, bukan dari distributor perangkat.

Original merupakan perangkat BlackBerry yang dirilis secara resmi dan diumumkan baik di media cetak dan layar kaca ataupun lewat promo bundling dengan operator dan potongan harga. Kelebihan jenis ini adalah diberlakukannya garansi resmi seandainya terjadi kesulitan atau gangguan pemakaian, namun biasanya baru bisa didapat setelah menanti sekian lama.

Untuk dapat menggunakannya secara optimal, pengguna diwajibkan berlangganan data plan yang dinamakan paket BIS atau paket BES. BIS (BlackBerry Internet Service) merupakan paket data plan yang diperuntukkan untuk pengguna personal yang memiliki aktifitas terbatas dengan biaya yang tentu saja lebih murah. Sedangkan BES (BlackBerry Enterprise Service) merupakan paket data plan yang diperuntukkan untuk pengguna korporat dengan kemampuan dan aktifitas unlimited.

Meski pada awalnya perangkat BlackBerry ini lebih difokuskan untuk segmen pebisnis namun seiring dengan pergeseran fungsi yang telah menjadi sebuah Trendsetter, kini malah banyak digunakan oleh segmen ibu rumah tangga, remaja bahkan anak sekolahan. Sehingga bisa dikatakan beberapa fitur yang lebih sering dipergunakan oleh pengguna sekaligus pemilik perangkat BlackBerry hanyalah BBM atau BlackBerry Messenger dan akun jejaring sosial seperti FaceBook ataupun Twitter. Selebihnya seperti aktifitas Browsing ataupun push Email hanya dilakukan oleh mereka yang paham dengan kemampuan sebuah perangkat BlackBerry. Sehingga tidak salah jika ada yang mengatakan bahwa tanpa fitur BBM, perangkat BlackBerry hanyalah sebuah telepon biasa saja.

Menjelajah Application Market di beragam Ponsel Pintar

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi pengguna perangkat telekomunikasi seluler yang masuk dalam kategori ponsel pintar dua tiga tahun belakangan ini bisa dikatakan secara langsung memiliki kuasa penuh untuk mengoptimalkan perangkatnya sesuai kebutuhan dan kegemarannya. Baik itu dalam bentuk aplikasi penunjang kinerja, produktivitas, multimedia hingga permainan dan edukasi. Ketersediaan ini dirangkum dalam satu pangsa pasar software yang terpusat, mudah digunakan, berada dalam masing-masing perangkat ponsel secara langsung dan disebut dengan Application Market.

Hal ini jelas berbeda dengan keberadaan perangkat ponsel pintar sekitar empat lima tahun yang lalu. Dimana setiap pengguna perangkat semacam ini dihadapkan pada dunia maya yang luas hanya untuk mencari aplikasi dan permainan yang diinginkan serta berusaha memanfaatkannya secara hati-hati lantaran banyaknya malware ataupun virus yang menumpang padanya.

Application Market pada perangkat ponsel ini sebenarnya mulai diperkenalkan kepada publik sejak kemunculan perangkat pintar iPhone yang mengusung nama App Store, sebuah halaman yang menyediakan ratusan bahkan ribuan aplikasi dan juga permainan dari yang bersifat gratisan hingga berbayar untuk menunjang kebutuhan ataupun hobby para penggunanya. Berkembang makin jauh, model Application Market ini diadopsi pula oleh perangkat ponsel pintar lainnya seperti BlackBerry, Android, Symbian, Windows Phone dan juga Bada, sebuah sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Samsung. Lantas apa saja yang dibutuhkan untuk bisa menggunakan dan menjelajahnya lebih jauh ? simak sedikit gambaran dari kami.

Apple App Store. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Apple untuk sistem operasi iOS yang dikembangkan bagi perangkat iPhone dan iPod Touch pada Juli 2008 lalu. Belakangan App Store ini dapat pula diakses melalui perangkat iPad, sebuah perangkat TabletPC berbasis sistem operasi yang sama. Untuk menjelajah ketersediaan aplikasi ataupun permainan di App Store ini, dibutuhkan minimal sebuah kartu kredit sebagai sarana transaksi bagi yang berstatus berbayar. Sedangkan untuk yang Free alias Gratis, masih bisa diakali dengan membuat akun Apple ID melalui aplikasi iTunes yang diinstalasi pada perangkat PC/Notebook. Beberapa aplikasi berbasis Multimedia dan Medis seperti misalkan Instagram merupakan salah satu aplikasi favorit yang paling banyak diunduh dari App Store.

Android Market (kini disebut dengan Google Play). Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google, yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel yang berbasis sistem operasi Android, apapun itu vendornya. Dibandingkan Apple App Store, Android Market menyediakan lebih banyak ragam jenis aplikasi dan permainan yang lebih banyak berstatus Free alias Gratis. Ini bisa terwujud lantaran secara sifat sistem operasi merupakan sistem yang terbuka atau Open Source sehingga memungkinkan banyak pengembang aplikasi dan permainan untuk ikut serta didalamnya. Sayangnya, keberagaman yang berstatus gratisan ini lebih patut diwaspadai karena besar kemungkinan ditumpangi malware bahkan virus berbahaya. Jika Apple App Store membutuhkan Apple ID, Android Market cukup menggunakan alamat email yang dikembangkan oleh Google yaitu Gmail. Dan Seperti halnya App Store, selain melalui perangkat ponsel, Android Market dapat pula diakses melalui jendela Browser pada PC/NoteBook dengan memanfaatkan alamat email yang sama.

BlackBerry App World. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Research In Motion atau RIM dan diperuntukkan bagi semua perangkat ponsel BlackBerry yang telah mengadopsi sistem operasi versi 4.5 keatas. Dibandingkan dengan dua Application Market sebelumnya, BlackBerry App World lebih banyak menyediakan aplikasi ataupun games yang bersifat Serius. Namun kabarnya Angry Birds yang dahulunya hanya dikembangkan bagi perangkat iOS dan Android, kini sudah pula bisa didapatkan disini. Untuk menjelajah ketersediaannya lebih jauh, pengguna membutuhkan BlackBerry ID yang bisa dibuat melalui perangkat ponsel langsung ataupun lewat jendela Browser pada PC/NoteBook. Bagi yang malas mencoba dan menginstalasi pada perangkat ponsel, dapat mencobanya lewat layar PC/NoteBook dengan memanfaatkan aplikasi Simulator yang dapat diunduh melalui alamat web resmi BlackBerry.

Ovi Store. Merupakan Application Market yang dikembangkan secara khusus oleh Nokia dan diperuntukkan bagi perangkat ponsel Nokia yang berbasis sistem operasi Symbian. Baik yang berkategori ponsel pintar, berlayar sentuh ataupun model candybar. Untuk menggunakannya, dibutuhkan sebuah akun ID Ovi yang dibuat dengan memanfaatkan akun Ovi Mail. Dibandingkan App Store milik Apple ataupun Android Market, ketersediaan aplikasi ataupun permainan di Ovi Store jauh lebih terbatas jenisnya. Meski demikian, untuk jenis konten, selain aplikasi dan permainan tersedia juga theme, ringtones pula wallpaper yang rata-rata dapat diunduh secara gratis. Sedang untuk yang berstatus berbayar, pengguna dapat membelinya dengan cara memotong pulsa yang terdapat dalam ponsel. Jauh lebih mudah bukan ?

Windows Market Place. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh raksasa Microsoft, yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel berbasis sistem operasi Windows Mobile 6.5 dan Windows Phone. Penyebutan Windows Market Place ini belakangan berkembang menjadi Windows App Store yang dikembangkan bagi perangkat mobile ponsel Windows Phone 8. Rencananya, beberapa aplikasi ataupun permainan yang tersedia didalam Windows App Store, nantinya dapat digunakan pula dalam tiga versi perangkat, mobile ponsel, tabletpc dan pc/notebook. Harapannya tentu saja agar pengguna cukup membeli satu aplikasi untuk semua perangkat yang ia miliki. Secara tampilan, Application Market hasil besutan Microsoft ini menyajikan bentuk tiles (kotak) sedemikian rupa memenuhi layar ponsel dengan warna warni yang khas. Kabarnya tampilan ini akhirnya ditiru pula oleh Android dalam aplikasi Market versi terbaru mereka.

Samsung Apps. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Samsung, namun lebih banyak diperuntukkan bagi perangkat ponsel milik Samsung yang berbasis sistem operasi Bada. Meski demikian, beberapa diantaranya ada pula yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel pintar Samsung yang mengadopsi istem operasi Android. Hanya saja jenisnya tidak jauh berbeda dengan Market bawaan Android. Tidak ada akun ID khusus yang dipersyaratkan oleh Samsung untuk dapat mengakses Samsung Apps ini. Selain tersedia dalam semua perangkat ponsel pintar milik Samsung, Samsung Apps dapat pula diakses melalui aplikasi Samsung Kies yang diinstalasi pada perangkat PC/NoteBook. Dan seperti halnya Ovi Store, untuk yang berstatus berbayar dapat diinstalasi dengan cara pemotongan pulsa.

Diluar enam Application Market yang dikembangkan secara khusus oleh masing-masing vendor diatas, sebenarnya ada juga beberapa vendor ponsel lokal yang sudah mulai melakukan pengembangan model Application Store didalam perangkat mobile yang mereka jual. Hanya dari segi gaungnya masih belum mampu masuk ke pangsa pasar global.

*Tulisan ini sempat pula tampil di Koran Tokoh kolom Tekno halaman 20

Pilih BlackBerry, iPhone, Symbian atau Android ?

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Awal Tahun Baru 2012 merupakan momen tepat bagi pengguna ponsel di tanah air terutama yang berkeinginan untuk mengganti ponsel lama ke tipe ponsel pintar yang notabene pada akhir tahun 2011 beberapa vendor ternama sudah memulai genderang perangnya masing-masing. BlackBerry v.7.0, iPhone lewat iOS v.5, Symbian ^3 Anna dan Belle serta Android. Sistem Operasi adalah satu syarat mutlak dalam memilih sebuah perangkat telekomunikasi pintar. Sebelum memutuskan untuk memilih, kami coba perkenalkan satu persatu sebagai bahan pertimbangan.

BlackBerry. Sebagai perangkat yang masih menjadi incaran bagi sebagian besar pengguna ponsel di tanah air, Research In Motion (RIM) kini datang dengan membawa rilis versi OS terbaru 7.0. Mereka menawarkan fitur NFC (Near Field Communication) yang memungkinkan penggunanya untuk bertukar data atau melakukan transaksi antar ponsel dengan hanya mendekatkannya saja. Selain itu ada peningkatan performa browser yang lebih baik ketimbang pendahulunya. Juga tampilan depan (HomeScreen) dan Menu yang jauh lebih dinamis dan berwana. Peningkatan lain dilakukan pula pada besaran Prosesor yang digunakan ditambah memory dan juga RAM, sehingga harapannya tentu saja BlackBerry tidak lagi menjadi perangkat ponsel pintar yang lemot dalam beraktifitas. Beberapa ponsel rilis BlackBerry yang dapat dijadikan sebagai pilihan yaitu BlackBerry Bold 9900, 9850 Monaco dan Bold 9790.

iPhone. Berbarengan dengan momen kepergian Steve Jobs sang Founding Father’s, Apple meluncurkan perangkat terkini mereka yang diberi nama iPhone 4S. Meski masih menggunakan desain lama, iPhone terkini mengusung Teknologi voice recognition bernama SIRI, dimana pengguna dihadapkan pada perangkat yang mampu melakukan perintah hanya dengan menggunakan suara, menjawab hingga memberikan alternatif saran untuk setiap pertanyaan yang diajukan. Terkait pengiriman email, informasi tempat kuliner, arus lalu lintas hingga yang remeh-remeh untuk sekedar mengujinya. Selain itu ada juga iMessage, Messenger antar pengguna iPhone, yang diluncurkan untuk bersaing dengan BlackBerry Messenger. Sedang bagi pengguna yang ingin menjajal teknologi Cloud (storage di dunia maya), box.net menyediakan 50GB online storage bagi semua pengguna iPhone secara Cuma-Cuma.

Symbian. Pada Tahun 2011 Symbian tampaknya pula harus mengakui kekalahan OS yang mereka banggakan selama lima tahun terakhir. Beberapa versi OS yang dikembangkan dibawah bendera Symbian tak lagi dilanjutkan, termasuk MeeGo yang dahulu sempat digadang-gadangi sebagai pengganti. Kini dengan meliris versi ^3, Anna dan Belle, Symbian yang hanya melakukan kerjasama dengan Nokia tampak pede dengan merilis beberapa ponsel berlayar sentuh dengan tawaran harga yang terjangkau. Selain aksesibilitas Menu yang lebih gegas, pengguna diberikan keleluasaan untuk melakukan kustomisasi tampilan depan HomeScreen sesuai keinginan. Selain itu ada juga penambahan jumlah halaman depan yang dapat dimanfaatkan sesuai kategori. Beberapa ponsel yang dapat dijadikan pilihan adalah Nokia X7, Nokia E6, Nokia 500 dan Nokia 700.

Android. Invasi si robot hijau hasil kembangan Google tampaknya makin tak terbendung. Setelah merangsek pasar ponsel saat merilis versi 2.3 GingerBread, kini Android sedang bersiap menggantikannya dengan rilis 4.0 ber-code name Ice Cream Sandwich. Sedang versi 3.0 HoneyComb masih tetap diperuntukkan bagi perangkat Tablet. Berbeda dengan OS lainnya yang identik dengan satu nama Vendor, Android tampil ke publik diusung oleh beragam vendor ternama seperti Samsung, LG, HTC, Sony Ericsson atau Motorola hingga vendor lokal Nexian, IMO, Huawei atau ZTE. Lantaran diusung beragam vendor, Android pun kemudian ditawarkan dengan beragam harga dan tentu beragam kemampuan. Semua itu untuk memberikan banyak pilihan bagi para calon pengguna dari yang sekedar hanya ingin mencoba dan belajar menggunakannya hingga tingkat Expert yang membutuhkan spesifikasi tinggi untuk berakfitas. Salah satu kebanggaan perangkat Android adalah kemampuannya untuk melakukan Tethering atau berbagi koneksi wifi dengan perangkat lainnya. Namun dengan mengusung input layar sentuh dan kemampuan yang mutlak mensyaratkan online untuk mengoptimalkan fungsi perangkat, salah satu kekurangan yang kerap dikeluhkan oleh pengguna Android adalah borosnya daya batere yang dibutuhkan untuk aktifitas harian.

Selain sistem operasi yang telah disebutkan diatas, ada juga alternatif lain OS Windows Phone 8 yang masih dalam tahap pengembangan. Mengingat versi terdahulu 6.5 dan 7.5 yang kabarnya dengan terpaksa dihentikan lantaran kurang mampu bersaing dengan yang lain.

Untuk memilih satu dari empat sistem operasi OS diatas, selain kebutuhan ada juga ketersediaan Budget sebaiknya dipertimbangkan. Apabila boleh kami sarankan, silahkan coba pilihan kelas menengah agar kelak tak menyesal dengan besaran dana yang dikeluarkan atau terbatasnya kemampuan yang dapat dilakukan.

(PanDe Baik)
Artikel ini sempat pula tayang di Media Koran Tokoh edisi Minggu pertama Januari Tahun 2012

Touch and Type ala BlackBerry Bold 9900 Dakota

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Dari sekian banyak ponsel yang dirilis BlackBerry sebelumnya, BlackBerry Bold 9900 Dakota bisa dikatakan mengadopsi bentukan baru meski bagi pasar ponsel global, bukan menjadi yang pertama melakukannya. Touch and Type QWERTY tanpa slide.

Bagi pengguna baru, desain Touch and Type QWERTY tanpa slide barangkali baru saja dirilis oleh ventor kenamaan Nokia lewat seri E6 mereka. Atau yang dibekali OS Android seperti Motorola Charm, Acer beTouch, Samsung Galaxy Pro dan HTC Chacha. Namun bagi yang sudah mengikuti perkembangan ponsel sebagai alat komunikasi, teknologi ini sebenarnya sudah sejak lama digunakan. Tepatnya sekitar tahun 2002/2003 yang saat itu masih heboh-hebohnya perangkat Palm yang digawangi Treo dan Windows Mobile Pocket PC Edition yang dikenalkan HP/iPaQ.

Seperti halnya BlackBerry 9850 Monaco, BlackBerry Bold 9900 Dakota merupakan salah satu dari lima rilis terbaru yang sudah disematkan OS versi 7 terkini yang memiliki tampilan Menu lebih dinamis ketimbang pendahulunya.

Dan seperti halnya BlackBerry 9850 Monaco pula, beberapa fitur dan kemampuan yang ada dalam perangkat BlackBerry Bold 9900 Dakota dibuat sama persis seperti prosesor berkecepatan tinggi 1,2 GHz Snapdragon, 768 MB memory RAM, kamera 5 MP dengan Flash dan besaran daya batere yang hanya 1230 mAh. Sebagai pembeda, resolusi layar yang sedikit lebih kecil 640×480 pixel 2,8” dan kapasitas Storage yang lebih besar 8 GB.

Dibandingkan seri Bold sebelumnya, BlackBerry Bold 9900 Dakota datang dengan dimensi batang yang lebih tipis dan elegan. Tombol-tombolnya juga sangat nyaman saat ditekan. Namun mengingat fungsi layar dapat digunakan dengan sentuhan, tombol navigasi Trackpad rasanya bakalan jarang digunakan.

Sedikit berbeda dengan BlackBerry 9850 Monaco, secara bawaan BlackBerry App World yang ada dalam perangkat BlackBerry Bold 9900 Dakota sudah menyajikan tampilan terkini yang jauh lebih luwes dan dinamis. Meski begitu, BlackBerry ID tetap mutlak dibutuhkan untuk dapat mencoba, mengunduh serta membeli aplikasi ataupun games yang diinginkan.

Dengan harga jual BlackBerry Bold 9900 Dakota yang tinggi 8,2 Juta tampaknya pengguna masih harus menanti penurunan hingga mencapai rentang stabil, walaupun barangkali bagi mereka yang memiliki Budget tak terbatas, tak akan merasa berat untuk menebus sebuah perangkat pintar yang mumpuni dari BlackBerry. Apalagi kabarnya teknologi NFC (Near Field Communication) yang dapat memungkinkan pengguna melakukan transaksi ataupun pertukaran data dengan hanya mendekatkan antar perangkat, sudah dilengkapi pula dalam seri ini.

Mencicipi BlackBerry OSv7 lewat 9850 Monaco

Category : tentang TeKnoLoGi

Ramping, Gegas dan Dinamis. Tiga kata yang paling tepat menurut perkiraan saya ketika melihat perangkat BlackBerry 9850 Monaco yang murni mengandalkan layar sentuh layaknya seri Storm terdahulu.

Menjadi salah satu dari lima seri terkini yang dirilis vendor BlackBerry, pengguna 9850 Monaco tampaknya sudah bisa berbangga dengan disematkannya OS terkini versi 7 yang membawa banyak perubahan baik pada penampilan yang lebih dinamis dan juga dukungan perangkat yang mumpuni. Kabarnya OS ini tidak akan dikembangkan untuk mendukung rilis ponsel BlackBerry seri sebelumnya.

Dibandingkan seri Storm yang mengandalkan layar sentuh secara murni, secara tampilan awal Monaco tampak jauh lebih ramping dan enak digenggam disatu tangan. Bisa jadi lantaran pengaruh resolusi layar yang kini sudah jauh lebih besar 480×800 pixel dengan dimensi 3,7”. Rampingnya perangkat ini mengingatkan saya pada ponsel-ponsel Android berlayar lebar rilisan HTC dan Samsung.

Selain mengandalkan layar sentuh sebagai media input dan interaksi utama, Monaco kini membekali sedikitnya lima tombol tambahan (panggil, menu, home, back dan pemutus panggilan sekaligus power) yang tak lagi disentuh untuk mengaktifkannya seperti seri sebelumnya. Disamping itu terdapat pula tombol volume dan Convenience Key disisi samping.

Berbekal prosesor berkecepatan tinggi 1,2 GHz SnapDragon, kali ini BlackBerry tampaknya tak lagi ingin dicap sebagai ponsel pintar yang lemot saat berinteraksi dan beraktifitas. Didukung pula dengan 4 GB Storage dan 768 MB memory RAM, saya pikir sudah lebih dari cukup untuk bisa menjajalnya lebih jauh.

Gegasnya proses aktivasi menu dan aplikasi yang dicoba, membuat saya sedikit kagum setelah dikecewakan sebelumnya lewat Torch 9800 tempo hari. Beberapa proses interaksi layar yang dulu begitu lambat apabila disandingkan dengan perangkat Android, kini sudah tak lagi ditemukan. Semua berjalan dengan lantjar djaja.

Sejak awal, Perangkat telekomunikasi BlackBerry sudah memiliki segmen pasar tersendiri. Bussiness class. Itu sebabnya baik secara fitur dan penampilan menu bisa dikatakan sangat super serius bahkan terkesan kaku dan monoton. Namun semua itu pelan tapi pasti meluntur seiring dinamisnya tampilan Menu yang disajikan BlackBerry OS versi  7 sehingga saya pribadi hampir terbiasa dengan warna warni icon yang serupa dengan perangkat Android ataupun iPhone.

Menariknya, teknologi surepress yang dahulu begitu dibanggakan vendor saat pengguna melakukan pengetikan pada layar, kini sudah tak lagi diteruskan. Itu sebabnya saat berinteraksi lebih lama dengan perangkat BlackBerry 9850 Monaco tak lagi memerlukan banyak penyesuaian dan tentu saja tekanan.

Klaim bahwa browser yang kini hadir dengan kecepatan akses yang lebih baik tampaknya memang bisa dibenarkan. Dari beberapa kali percobaan dengan perangkat Android Samsung Galaxy Ace, Monaco hanya terpaut sedikit lebih lama dalam menampilkan beberapa halaman web seperti Google, Facebook, Twitter dan tentu saja www.pandebaik.com :p Ini tentu jauh lebih baik ketimbang perangkat BlackBerry sebelumnya, seperty seri Onyx ataupun Torch.

BlackBerry 9850 Monaco datang dengan dua jaringan. GSM dan CDMA. Itu artinya pengguna diberikan kebebasan untuk memanfaatkan salah satunya sebagai media komunikasi utama. Sayangnya, di Indonesia untuk jaringan CDMA masih didominasi oleh Smart sebagai satu-satunya operator yang paling siap dengan layanan RIM.

Sayangnya lagi, NFC (Near Field Communication) yang tempo hari sempat dibanggakan oleh pihak BlackBerry sebagai satu alternatif terkini transaksi ataupun pertukaran data dengan hanya mendekatkan antar perangkat, tak bisa dinikmati pada seri 9850 Monaco ini. Entah apa alasannya.

Meski bertenaga besar dan menggunakan OS versi terkini, tampaknya Blackberry masih enggan melakukan peningkatan kapasitas daya batere. Dengan mengandalkan teknologi layar sentuh secara murni plus jaringan HSDPA, saya pikir daya sebesar 1230 mAh bakalan kurang memuaskan para penggunanya. Perlu dua tiga kali charge untuk bisa menggunakannya secara optimal dalam satu hari waktu.

Mahalnya harga BlackBerry 9850 Monaco yang musti ditebuskan (5,3 Juta) juga menjadi salah satu penghalang untuk bisa bersaing dikelasnya. Apalagi tidak ada fitur atau kemampuan baru yang ditawarkan bagi para penggunanya selain BBM dan push Email.

Tips memecahkan Masalah Notifikasi FaceBook for Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Agus Sunadi, salah seorang Droiders Group BaliDroid Community jejaring sosial FaceBook beberapa waktu lalu sempat bertanya perihal tak adanya Notifikasi (pemberitahuan) dari aplikasi FaceBook for Android di perangkat yang kini ia gunakan. Padahal notifikasi lain dari akun Twitter atau Gmail bisa berfungsi Lanjtar Djaja.

Keluhan ini kemudian ditanggapi oleh Admin Group, Putra Pande, yang memberikan petunjuk penting menuju sebuah link milik TeknoUp. Dari keterangan yang ada terungkap pula bahwa Notifikasi dari aplikasi FaceBook rupanya berjalan Lantjar pada perangkat ponsel pintar bernama BlackBerry namun tidak demikian halnya dengan perangkat Android. Apakah ada kaitannya dengan pengembangan Google+ yang berusaha menyaingi keberadaan FaceBook yah ?

Terlepas dari gosip tersebut, solusi yang dapat diberikan oleh TeknoUp untuk mengatasi ketiadaan Notifikasi dari aplikasi FaceBook for Android adalah (1) meminjam perangkat BlackBerry milik teman ; (2) melakukan login akun FaceBook pada aplikasi FaceBook for BlackBerry ; (3) mengaktifkan Pengaturan Notifikasi pada opsi pilihan dan menyimpannya serta me-LogOutnya kembali.

Sayangnya, seperti yang sudah kita ketahui bersama, saya yakin akan ada satu keengganan dari pemilik Android untuk meminjam perangkat BlackBerry milik teman sejawatnya apalagi bagi mereka yang sudah kadung mengintimidasinya dengan sejuta kelebihan perangkat robot hijau ini. Gengsi dong. Hehehe… lha, trus gimana caranya ?

Gampang. Gunakan saja aplikasi BlackBerry Torch 9800 Simulator.

Bagi yang pernah melakukan aksi ‘Update Status via FaceBook for BlackBerry ‘ (dalam arti sebenarnya -bukan memanfaatkan aplikasi Status Via-) tanpa harus memiliki perangkat BlackBerry, saya yakin sudah punya aplikasi Simulator yang satu ini. Berukuran sebesar 122 MegaBytes, aplikasi BlackBerry Torch 9800 Simulator ini dapat diunduh melalui alamat resmi BlackBerry di dunia maya.

Setelah diinstalasi, jalankan aplikasinya dan masuk ke halaman Menu dengan menekan dua kali tombol berlogo BlackBerry yang ada dibawah layar. Apabila aplikasi FaceBook tidak terpantau dalam barisan Menu yang ada, silahkan pilih dan masuk ke Menu BlackBerry App World. Untuk melakukan pengunduhan terhadap aplikasi FaceBook for BlackBerry, silahkan buat akun BlackBerry ID terlebih dahulu dengan menggunakan alamat email yang dimiliki.

Langkah selanjutnya adalah masuk ke akun FaceBook dengan memasukkan user ID berupa alamat email dan password yang digunakan, kemudian tunggu proses hingga selesai. Setelah itu, silahkan tekan tombol berlogo BlackBerry untuk masuk ke Menu Pilihan (Options), centangkan opsi FaceBook Notification, simpan dan tutup aplikasi Simulator tersebut.

Jika langkah telah selesai dilakukan silahkan melakukan LogOut dan Login kembali akun FaceBook pada perangkat Android dan tunggu hasilnya. Notifikasi yang datang dari aplikasi FaceBook for Android akan bereaksi seperti harapan ketika teman memberikan tanggapan ataupun meninggalkan pesan pada halaman akun FaceBook.

Mudah bukan ?

Update Status via FaceBook for Android, Mau ?

14

Category : tentang TeKnoLoGi

Rasanya topik bahasan semacam ini sudah kali ke sekian saya tuliskan lewat blog. Baik itu Update Status via HaPe Pinjaman, via ponsel mahal atau via BlackBerry yang memanfaatkan aplikasi StatusVia atau Simulator resmi perangkat BlackBerry Torch. Sayangnya, untuk pemanfaatan aplikasi StatusVia buah karya si Oky ternyata sudah tak dapat ditemukan lagi lewat alamat link yang sama. Setelah ditelusuri lewat bantuan Mbah Google, ada dua alamat yang menyediakan aplikasi StatusVia (salah satunya bisa jadi milik si Oky) yang sekiranya dapat digunakan melalui perangkat PC/NoteBook dengan langkah persiapan mutlak menghubungkannya terlebih dahulu dengan akun jejaring sosial FaceBook.

Ternyata keinginan untuk bergaya Update Status melalui perangkat ponsel Mahal tak hanya menjangkiti pengguna pc/notebook yang tidak memiliki perangkat terkini tersebut, tapi juga pengguna Android yang dikenal dengan sebutan Androiders. Entah mengapa setiap kali mereka melakukan Update Status melalui aplikasi FaceBook for Android, yang terlihat dilayar pc/notebook ataupun layar ponsel pengguna lain tetap saja menampilkan via Mobile Web. Gag keren, ungkap mereka.

Bisa jadi perubahan status “Update Status via FaceBook for Android” terjadi sebagai kelanjutan perseteruan pihak Google (sebagai induk semang sistem operasi Android) yang baru saja mengembangkan jejaring sosial Google+ dengan pihak pengembang FaceBook sebagai saingan utamanya.

Lantas, bagaimana dong caranya agar status “Update Status via FaceBook for Android” yang dilakukan oleh para Androiders, tetap bisa tampil sempurna sesuai harapan dilayar pc/notebook ataupun layar ponsel pengguna lain ?

Gunakan saja aplikasi FB Freaky Updater

Serupa dengan pola aplikasi StatusVia yang dikembangkan untuk perangkat pc/notebook diatas, aplikasi FB Freaky Updater pun berjalan dengan pola aplikasi yang sama. Untuk bisa menjalankannya, Androiders mutlak menghubungkan aplikasi FB Freaky Updater dengan akun jejaring sosial FaceBook terlebih dahulu. Aplikasi ini bisa didapatkan melalui Android Market secara Gratis.

Aplikasi FB Freaky Updater yang saya instalasi di perangkat Android Samsung Galaxy ACE, secara default menyediakan beberapa Update Status Via yang bisa dipilih atau digunakan. Diantaranya, via Facebook for Android (lengkap dengan icon robot ijo-nya), Android 5.0 on Nokia 5110 (Nokia Pisang), Apple iPhone 4 ½, FaceBook Palm, FaceBook for BlackBerry, HTC Sensation milik Sinta dan Jojo Keong Racun, hingga iPhone 5 Rakitan Glodok.

Disamping beberapa pilihan yang bisa dicoba atau digunakan diatas, Pengguna juga diijinkan untuk membuat aplikasi Via ‘made in sendiri’ dengan bantuan aplikasi FB Freaky Updater. Modalnya hanya satu yaitu API Key/Application ID yang bisa didapatkan saat mendaftar/membuat baru aplikasi di jejaring sosial FaceBook Developers. Untuk langkah dan bagaimana cara mendapatkan API Key, bisa dilihat di tulisan lama saya terkait Aplikasi StatusVia Ponsel Mahal yah.

Nah, masih mengeluh karena gag bisa menampilkan status “Update Status via FaceBook for Android” ? be Creative ya…

Windows Mobile, Symbian dan Android. What’s Next ?

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Mengenali satu persatu dari ketiga sistem operasi besar diatas rupanya membutuhkan waktu yang cukup lama bagi blog www.pandebaik.com. Sebenarnya dari ketiga diatas, Symbian 1rst Edition merupakan sistem operasi ponsel pertama yang saya kenal dan gunakan, tepatnya pada perangkat Nokia 7650 atau yang dikenal dengan sebutan ponsel artis. Windows Mobile baru saya kenal untuk pertama kali pada tahun 2005, setelah menanam angan selama dua tahun lamanya.

Jika mau dirunut dari awal, sistem operasi perangkat mobile ponsel yang paling pertama ingin saya coba dan miliki adalah Palm. Kalo gag salah pada bulan April tahun 2003, InfoKomputer sempat menurunkan topik Perangkat Konvergensi yang  menyajikan beragam ponsel pintar dari sistem operasi Palm, Windows Mobile, Symbian UIQ, Linux dan Nokia Communicator. Mengapa saya pilih Palm ? karena dari sekian banyak pilihan perangkat, hanya perangkat Palm-lah yang harganya paling terjangkau. Namun sayang, faktor kesulitan untuk mendapatkannya perangkatnya merupakan hambatan pertama. Dan yang paling membuat saya merasa ilfil adalah, penjelasan dari seorang teman yang sudah sejak lama menggunakan perangkat Palm menjelaskan bahwa Palm tidak mampu melakukan aktifitas Multitasking (melakukan beberapa aktifitas pekerjaan dalam satu waktu/bersamaan).

Ternyata Perlu waktu dua tahun setelahnya, untuk bisa menjajal perangkat berbasis Windows Mobile layar sentuh tepatnya pada awal tahun 2005. Itupun dengan membeli perangkat T-Mobile MDA II yang merupakan varian dari O2 XDA II secara Second di gerai ponsel seputaran Kota Denpasar. Saat memanfaatkan pdaphone O2 inilah, saya lantas mulai berkenalan dengan perangkat sejenis lainnya seperti Audiovox Thera, Windows Mobile layar sentuh dengan frekuensi CDMA  dan tentu saja O2 Xphone iim yang hingga kini masih saya simpan, merupakan salah satu perangkat berbasis Windows Mobile Smartphone non layar sentuh.

Perangkat mobile dengan sistem operasi Symbian, tepatnya lewat ponsel Nokia N73 ME merupakan andalan saya berikutnya beberapa saat menjelang kelahiran putri kecil kami, MiRah GayatriDewi. Perangkat inilah yang banyak berperan dalam melahirkan video dan foto kelahirannya hingga kini. Bersamaan dengan perangkat Symbian ini, sayapun kembali berkenalan dengan perangkat berbasis Windows Mobile PocketPC atau yang berlayar sentuh tepatnya dalam 2 (dua) varian. O2 XDA Atom dengan frekuensi GSM, dan AudioVox PPC 6700 dengan frekuensi CDMA. Sayang, dalam perjalanan kedua perangkat ini saya jual kembali guna nambah-nambahi uang SPP kuliah pasca Sarjana saya semester terakhir.

Android. Merupakan sistem operasi dari perangkat mobile milik mbah Google merupakan yang terakhir saya kenal. Tepatnya sejak pertengahan bulan Maret lalu. Bisa jadi, ini merupakan puncak kedua saya dalam melakukan eksplorasi perangkat secara mendalam pasca Windows Mobile terdahulu. Berkenalan dengan Samsung Galaxy ACE S5830 benar-benar membuat hidup saya jauh berbeda dengan sebelumnya. Yang paling kentara adalah mobile internet secara full time alias unlimited bersama XL (promo mode ON). Dengan perangkat ini pulalah blog www.pandebaik.com secara drastis menurunkan liputan Review perangkat dan aplikasi secara terus menerus dalam kurun waktu satu bulan lebih lamanya. Mumpung lagi hangat-hangatnya.

Lantas, What’s Next ? apa selanjutnya ?

Jika ngomongin iPhone, jujur saja dengan budget bekal gaji yang saya dapatkan sebagai PNS rasanya bisa dikatakan hanyalah sebuah mimpi indah. Nominal Budget yang diperlukan untuk dapat memiliki serta mengeksplorasi sebuah perangkat iPhone sungguh teramat mahal. Beum lagi untuk mencoba puluhan aplikasi impian yang rupanya berbayar, berbanding terbalik dengan perangkat Android. Demikian halnya dengan Windows Phone yang rata-rata banderolnya masih diatas rata-rata.

Bagaimana dengan BlackBerry ? atau Symbian layar sentuh ? Enggak deh. Lagipula berkat bantuan beberapa Emulator/Simulator perangkat BlackBerry dan juga Symbian berlayar sentuh, saya tak lagi dituntut untuk membeli perangkatnya secara langsung, karena ternyata aplikasi yang mampu dijalankan pada perangkat NoteBook tersebut berfungsi sama maknyusnya dengan perangkat yang sesungguhnya, meski masih ada beberapa keterbatasan. Disamping itu, keberadaan dua perangkat ini bisa dikatakan sudah biasa ada di lingkungan saya sebagai seorang PNS. Jadi kalopun ingin tahu lebih jauh, tinggal pinjam pakai, dijajal atau diwawancanda eh wawancara.

Lantas apa dong yang ingin dioprek selanjutnya ?

WebOS.

Kalau tidak salah perangkat mobile berbasis WebOS sebenarnya sudah diperkenalkan pada publik sekitar tahun 2009/2010 lalu oleh Palm lewat Palm Pre. Sayangnya kemunculan Palm Pre seolah terlewatkan begitu saja oleh publik pasca dirilisnya iPhone 3G/3GS  yang memang fenomenal itu. Palm yang kemudian diakusisi oleh Hewlett Packard HP, kemudian merilis kembali perangkat mobile berbasis WebOS lewat ponsel berwajah serupa namun bernama beda. HP Pre 3 dan HP Veer. Kabarnya sistem operasi ini tak jauh berbeda dengan iOS yang diadopsi iPhone dan Android tentu saja.

Hanya saja, (lagi-lagi) mengingat faktor harga yang masih tergolong tinggi untuk ukuran PNS seperti saya, agaknya impian ini tidak mampu saya wujudkan dalam waktu dekat. Apalagi kabarnya, belum banyak aplikasi yang mendukung keberadaan sistem operasi mobile yang satu ini.  Tapi ya semoga saja bisa bertambah baik dalam waktu dekat. Jadi ya tunggu saja bagaimana kelanjutannya. Hehehe…