Cara meng-Custom PIN BBM pada ponsel Android

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan Yuk, Custom PIN BlackBerry Messenger-mu sebelumnya, berikut dapat saya sampaikan langkah per langkah yang dapat dilakukan untuk dapat meng-Custom PIN BBM-mu khususnya pada ponsel Android. *studi kasus pada ponsel yang saya gunakan

Langkah pertama, buka halaman profile BBM-mu dan temukan fitur tulisan ‘Customize My PIN’ pada sisi bawah kolom status dan penggantian foto. Saya yakin kalian bisa temukan meskipun masih nubie. Pilih tulisan tersebut, lalu tekan tombol Subscribe (2) dan lakukan Verifikasi Nomor ponsel yang digunakan dengan memilih operator yang digunakan saat ini (3).

Custom PIN BBM PanDe Baik 01

Custom PIN BBM PanDe Baik 02

Custom PIN BBM PanDe Baik 03

BlackBerry dalam hal ini pihak ketiga dari Bango akan mengirimkan kode verifikasi melalui jalur sms ke nomor yang telah didaftarkan tersebut. Ketik kode yang dikirimkan pada kolom verifikasi dan pilih tombol ‘Rp. 19.800 per Month – Subcribe Now ’ (4). Dengan menekan tombol ini, maka pulsa kalian akan terpotong sebesar 19.800 IDR per bulannya dan pemberitahuan ketika waktu habis akan dikirimkan otomatis. Jadi yakinkan sisa pulsa yang ada dalam ponsel, lebih dari nilai itu. He…

Custom PIN BBM PanDe Baik 04

Langkah keLima, saatnya memilih PIN BBM custom yang sesuai keinginan dan harapan dengan beberapa persyaratan tertentu. Jumlah karakter dari 6 hingga maksimum 8 karakter, bisa memasukkan huruf besar, kecil maupun angka, namun tidak boleh menggunakan tandabaca. Kalo gak salah sih ya.

Custom PIN BBM PanDe Baik 05

Ketika langkah pemilihan Custom PIN BBM berhasil, maka pengguna akan diberikan pemberitahuan berupa badges khusus yang nantinya akan menclok di gambar profile berupa sematan bintang dan kain biru di pojokan kanan atas. Bisa jadi badges khusus ini akan menclok selama pengguna memanfaatkan fitur ‘Customize My PIN’ bulan terkait.

Custom PIN BBM PanDe Baik 06

Nah, berikut gambar profile akun BBM pasca proses berhasil dilakukan. PIN BBM bakalan tampil dalam dua versi, yaitu versi Original atau PIN BBM aseli atau defaultnya, dan PIN BBM satu lagi merupakan samarannya, atau yang nantinya bisa dipublikasikan dengan tujuan ‘Agar Mudah diingat saja’. Mirip dengan Nomor Cantik. Namun bedanya, jika Nomor Cantik tetap bisa digunakan hingga kiamat hari berpisah tiba, PIN BBM Cantik ini hanya berlaku sebulanan saja, dan dapat digunakan kembali apabila diperpanjang dengan nilai yang sama.

Custom PIN BBM PanDe Baik 07

* Tapi Sepertinya sih untuk PIN BBM percobaan ini gak akan bertahan hingga bulan keDua deh :p

Lagipula, dalam percobaan invite PIN BBM Custom dengan blogger MirahTadi, sepertinya PIN BBM yang tampil di halaman profile kita, di ponsel yang bersangkutan adalah PIN BBM Original alias yang bukan PIN BBM Cantik. Jadi bisa disimpulkan bahwa PIN BBM Custom ini dibuat bertujuan hanya untuk memudahkan si pengguna mengingat saja, pun saat diPublikasi atau diPromosikan bagi yang punya sidejob Jualan, PIN BBM Cantik inipun bisa diingat selalu oleh pelanggan dan calon pelanggan yang tertarik.

Kira-kira ya Begitu kan maksudnya ?

Jadi, kalo kalian mau meng-Invite PIN BBM baru saya yang telah di-Custom, coba saja invite…

panDBaik

Custom PIN BBM PanDe Baik 09

Kali aja masih berlaku. *ehem

Yuk, Custom PIN BlackBerry Messenger-mu

Category : tentang TeKnoLoGi

Kalo kalian masih ingat di era jadul terdahulu, jaman messenger BBM baru nge-trend dan hanya bisa digunakan pada perangkat ponsel BlackBerry saja, ada beberapa kawan dan saudara yang ngotot menginginkan PIN BBM yang nantinya dibeli atau mengganti yang dimiliki untuk dapat di-Custom seenak udel. Sesuai Tanggal Lahir atau menggunakan Nama yang bersangkutan.

Padahal yang namanya PIN BBM jaman itu, secara default sudah baku tertanam pada ponsel BlackBerry masing-masing.

Harapan dan keinginan itu jadi semakin besar setelah yang namanya rumor beredar di pasaran, bahwa PIN BBM bisa diganti dengan membayarkan sejumlah uang kepada pada ‘ahlinya’ yang sampai saat ini sepertinya sih masih diragukan kebenarannya.

Sehingga selain harus menghafalkan nomor ponsel yang dipakai, pengguna ponsel BlackBerry diwajibkan pula menghafalkan atau minimal tahu cara mencari PIN BBM yang disematkan pada ponselnya, saat ditanya sesamanya. Ribet memang. Tapi ini pun kemudian berkembang menjadi sebuah Gengsi Ekslusif, utamanya dikalangan pengguna ponsel tanah air.

‘Hari Gini masih gak punya PIN BBM ?’ ejek beberapa kawan saat itu setelah mengetahui saya masih setia menggunakan ponsel Nokia lalu beralih ke Android tanpa mau mencicipi ponsel BlackBerry.

Lama berselang setelahnya, aplikasi Messenger BBM mulai menyambangi ponsel bersistem operasi lain macam Android dan juga iOS besutan Apple. Kalo gak salah sih sudah sejak dua tiga tahun lalu. Sayapun pada akhirnya mau tidak mau memaksakan diri menggunakan aplikasi ini setelah rata-rata rekan kerja yang ada dalam ruangan penugasan baru gak ada yang mau menginstalasi aplikasi messenger Whatsapp sebagaimana yang saat itu saya gunakan untuk berkomunikasi secara massal (grup). Alasannya sederhana, karena ponsel yang mereka gunakan kerap hang saat dicoba menggunakan Whatsapp. Ya sudah, yang mampu ya memang harus mengalah. Maka BBM pun mulai disuntikkan ke ponsel saat itu.

Di awal tahun 2015, tampaknya BlackBerry kembali ingin memberikan kejutan kepada pengguna setianya dengan mengabulkan harapan banyak pengguna pada era jadul terdahulu itu, yaitu dengan menyuntikkan fitur ‘Customize My PIN’ atau membuat kreasi PIN BBM sendiri sesuai keinginan, dengan cara membayar biaya sebesar Rp. 19.800 per bulannya.

Mau tahu bagaimana caranya ? yuk dibaca di tulisan berikutnya.

Ponsel dan Perubahan -era Transisi

Category : tentang TeKnoLoGi

Awal Tahun 2008, sebulan sebelum kelahiran Mirah putri pertama kami, saya nekat membeli ponsel multimedia series milik Nokia yang lebih dikenal lantaran faktor kamera yang saat itu merupakan seri pertama mengusung fitur autofocus berukuran 3 MP plus speakernya yang jernih. Yak… N73 Music Edition.

Saya katakan masa transisi karena dalam era ini, sebetulnya ada keinginan untuk mendapatkan kembali ponsel sekelas PDA namun kehadirannya saat itu mulai tergerus dengan masa BlackBerry Minded dimana jika membandingkan keduanya, saya jauh lebih rela mengeluarkan banyak uang demi sebuah perangkat berbasis OS Windows Mobile 2005 dan 6.0 ketimbang OS BlackBerry.

Itu sebabnya lantaran belum menemukan Ponsel PDA yang diinginkan, saya masih tetap bertahan dengan Nokia N73 hingga Tahun 2010 menjelang Reuni sekolahan SMA dilakukan. Desakan untuk segera beralih ke BBM atau BlackBerry Messenger, aplikasi Chat ternama makin gencar lantaran semua kawan merasa kesulitan untuk berkoordinasi tak jua digubris hingga semua rutinitas itu berlalu dengan sendirinya.

Di masa ini, saya berkenalan dengan aplikasi Morange dari seorang kawan, yang menawarkan fitur push email layaknya layanan BlackBerry namun dengan biaya yang jauh lebih murah. Juga mulai meninggalkan penggunaan kamera saku sebagai media pengambilan gambar dan video tumbuh kembang anak. Selain itu akses sosial media pun jadi lebih mudah dan mengasyikkan berkat mobile browsernya, dimana sayapun belajar untuk menghemat pulsa tanpa harus mengambil paket data yang ditawarkan oleh operator saat itu.

dan Masa Transisipun harus berakhir seiring perkenalan saya dengan era selanjutnya yang menjadi perubahan terbesar dalam hidup.

Pertanyaan Awal Tahun, pilih iPhone, Android, BlackBerry atau Windows Phone ?

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika jeli, tahun 2013 yang lalu bisa dikatakan tahun percobaan peruntungan bagi sebagian besar perangkat berteknologi komunikasi berbasis sistem operasi smartphone, dalam melepas teknologi terkini mereka masing-masing serta sebagai ajang pembuktian perangkat mana yang kini lebih digjaya dalam hal kemampuan untuk beraktifitas.

iPhone, lewat iOS 7 besutan Apple. Satu brand dengan satu jualan. Yang meskipun pada awal kemunculan sempat mengkritik sang rival dari Korea, kini tampaknya ikutan beralih mengikuti keinginan pasar dengaan memanfaatkan material plastik untuk menekan ongkos produksi (yang secara harga masih juga tergolong mahal jika dibanding kompteitor lainnya), serta mengubah ukuran layar sedikit lebih panjang (dengan lebar tetap). Namun meskipun dibanderol mahal, tetap saja iPhone disuka. Bahkan memiliki fanboy diehard tersendiri secara ekslusif. Jika dibandinggkan dengan kemampuan kompetitor, diatas kertas memang bisa dikatakan ketinggalan zaman, namun pada prakteknya dengan ukuran yang ketinggalan zaman ini masih bisa bersaing secara kecepatan bahkan sedikit melebihi secara kemampuan untuk mengeksekusi permainan ataupun aplikasi yang sama, tanpa jeda dan crash. Dan dengan adanya satu jualan, menyebabkan para developer aplikasi maupun games begitu loyal lantaran tidak membutuhkan banyak penyesuaian perangkat untuk setiap peembaharuan versi yang dirilis. Demikian pula update OS secara resmi, dapat digunakan untuk semua perangkat sejenis.

Android. Ada banyak nama yang ditawarkan disini. Dari sang raja asal Korea, Samsung dan saingannya yaitu LG, HTC, Motorola, Asus, Acer dan lainnya. Ditawarkan dalam berbagai jenis kemampuan, kecepatan, lebar layar hingga harga jual. Positifnya tentu konsumen diberikan banyak pilihan yang sama-sama menarik, tinggal disesuaikan dengan penawaran pelayanan after sales atau bundling. Sedang negatifnya, proses update atau pembaharuan aplikasi jadi agak ribet lantaran banyaknya varian atau perbedaan spek antar satu perangkat dan lainnya. Kabarnya lumayan membuat stress di kalangan developer aplikasi dan games, pula versi sistem operasi Android yang diserahkan kepada masing-masing vendor, untuk memperhabarui satu persatu perangkat secara bergiliran. Namun jika kawan-kawan bukanlah pengguna yang berharap banyak pada pembaharuan, persaingan di tingkat spesifikasi rasanya sudah cukup dijadikan dasar pertimbangan. Teknologi prosesor Dual Core kini sudah menjadi standar, sedang Quad dan Octa Core menjadi semacam flagship di masing-masing vendor termasuk berbagai kecanggihaan aplikasi yang dibenamkan. Demikian halnya dengan kehadiran beragai ukuran layar yang tinggal disesuaaikan dengan kebutuhan.

Pilih mana

Blackberry, meski sempat tertinggal jauh di versi 7 terdahulu (yang hingga kini rupanya masih dipertahankan untuk menyasar pengguna pemula), RIM atau Research In Motion selaku pengembang utama sistem operasi yang kini beralih nama menjadi BlackBerry Inc mulai menggelontor pasar dengan versi 10 yang mengandalkan layar sentuh secara murni maupun perpaduan dengan keyyboard qwerty fisik yang fenomenal itu. Sayangnya beberapa seri awal BlackBerry 10 rupanya kandas di pasaran lantaran kurangnya support dari pihak ketiga serta masih menyisakan banyak bugs dalam pengoperasiannya. Terkini, BlackBerry merilis versi Z30 yang merupakan penyempurnaan dari seri terdahulu namun masih berada di kisaran harga deretan ponsel flagship. Seri ini diharapkan dapat mengembalikan kejayaan BlackBerrry di masa lalu, yang sayangnya tidak menyertakan keyboard fisik sehingga terkadang agak menyulitkan para penggunanya untuk berinteraksi.

Terakhir ada Windows Phone yang kini masih didominasi keberadaannya oleh Nokia Lumia. Sedangkan HTC lewat seri 8X dan 8S serta Samsung lewatt seri Ativ tampaknya belum berkeinginan lebih jauh melanjutkan hegemoni mereka dii pasar ponsel berbasiskan Windows 8. Minimnya persediaan aplikasi dan games dari pihak ketiga menjadi kendala terbesar untuk berinteraksi, sehingga Windows Phone masih dipandang sebelah mata bagi sebagian besarr pengguna ponsel tanah air maupun global.

Nah, soal pilihan sebenarnya sih kembali pada budget dan kebutuhan. Kalo budget terbatas, bisa melirik Android dan Windows Phone, sedang jika berlebih bisa mempertimbangkan keberadaan iPhone dan BlackBerry, yang sayangnya masih minim pilihan layar. Hanya satu varian untuk masing-masing vendor. Sedang Windows Phone dideretan flagship lebih mengandalkan kemampuan Megapixel kamera namun tetap mempertahankan antar muka yang membosankan dan monoton.

Tips sebelum Migrasi ke Android

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah sekian lama lingkungan saya dijajah BlackBerry, kini mereka mulai beralih satu persatu ke perangkat #Android dengan berbagai alasan.

Alasan pertama, terkait soal ketersediaan varian games yg jauh lebih banyak dan juga editing foto yang mumpuni, bandingkan dgn BB. Jika yg menjadi alasan adalah games, masuk di akal sebenarnya, mengingat mereka baru keranjingan dgn yg namanya Angry Birds atw Subway Surf. Namun jika yg dimaksud dengan Editing Foto, rupanya lebih banyak diarahkan ke effect foto profil agar terlihat lebih oke saat diUpload ke FB.

Alasan kedua tentu soal perbandingan harga dan kemampuan tadi. Dengan budget yg lebih terjangkau, #Android mampu melakukan banyak hal. Gag hanya chat BBM, tanpa mampu menambah aplikasi ataupun games. Khawatir lemot infonya.

Alasan ketiga adalah persoalan layar yang kini rata-rata berukuran makin lebar, lebih memanjakan mata ketimbang layar BB yg masih sempit. Kecuali seri BB 10 yang kini sudah mulai mengadopsi layar lebar.

Sedang alasan terakhir, kabarnya karena #Android kini sedang Trend… sedang BB dengan segala keterbatasannya dianggap jadi mainan Bapak” *uhuk

Namun sayangnya, edisi Migrasi rame”kali ini gag dibarengi dgn penggalian spesifikasi sebelum memutuskan pembelian. Jadinya agak nyesel deh

Nyeselnya sederhana saja, gara”gag bisa mainin games Subway Surf di perangkat #Android 5 inchi yang baru mereka beli, padahal Harapan awalnya, selain bisa ngeceng dengan layar lebar, minimal keinginan bisa jalan dengan baik… mau tahu kenapa ?

Tergiur Harga Murah. Padahal Hukum pasar itu sudah jelas, ada harga ada kualitas. Jangan harap dengan harga sejuta, bisa dapetin Galaxy SIV. Yang Entah kebetulan atau memang ikut-ikutan, sebagian besar milih ponsel #Android Cross A20 yg notabene cuma dukung besaran RAM 256 MB. Padahal secara box luar perangkat Cross A20, tertera RAM 1 GB… penipuan kah ? :p
Secara harga sih memang murah, 800ribu saja, layar lebar pula. Sayangnya ya RAM minim, jadi utk mainin Subway Surf terpaksa dikubur dalam”. Sedang yang beruntung memutuskan utk mengambil perangkat #Android layar 7″dan RAM 1 GB seharga 2 kali lipatnya, semua aplikasi dan games Bisa jalan sempurna sesuai harapan… info bocoran ada Asus MemoPad dan Samsung Galaxy Tab 2 7.0 Wifi P3110.

Selain minimnya besaran RAM, yg disesalkan dari perangkat Cross A20 adalah minimnya Internal Storage, yg secara resmi tertera sebesar 4 GB. Namun dari total 4 GB, rupanya di split menjadi 3 bagian, yg satu sebesar 90an MB, satu 512 MB, lainnya ya sisanya. Gag jelas peruntukannya. Kelihatannya, storage yang paling besar untuk file multimedia, foto, video dan musik serta data, yg 512 MB untuk aplikasi, sedang 90an ? Entah

Bisa jadi, 90an MB ini diperuntukkan sebagai space utk menerima file kiriman via Bluetooth, jadi ya agak terbatas kemampuannya. Hal serupa juga bisa dilihat pada perangkat #Android miliknya HTC, yaitu One V yg sempat saya keluhkan hal serupa tempo hari.

Selain itu, meski tidak memiliki pengaruh bagi mereka, namun pemilihan OS setidaknya bisa pula menjadi satu pertimbangan sebelum memilih. Setidaknya di era kini, OS yg paling lumrah digunakan adalah versi 4.0 Ice Cream Sandwich atau 4.1 Jelly Bean, bukan lagi 2.3 GingerBread.

*jeda – @p_langgeng kalo tablet under 1 jt, cm dapet yg RAM 512 MB, naikin dikit dapet Asus MemoPad 1,4 juta, sdh memuaskan, RAM 1 GB. Tapi kalo tetep ngotot deket 1 jt, lirik Acer Iconia B1 1,1jt kalo gag salah, atau Axioo Picopad 7 sejutaan. Urusan games paling asyik RAM 1 GB, bisa puas. Sedang Donlot, hunting yg dukung 3G (simcard), bisa jg andelin wifi. Info, 3 alternatif td wifi only. Yg dukung simcard buat iNet bisa lirik SmartFren Andromax 7, cdma harga dan spek sama dgn Asus

Lanjut soal Migrasi dari BB ke #Android, rupanya rata”malah nyesel sudah berMigrasi, namun disisi lain malah emoh balik lagi :p Cuma iseng tanya sih tadinya, kalo dulu beli BB-nya, berapaan ? Rata”jawabannya paling murah ambil Gemini pas kisaran 2,5jt. Nah, kalo beli BB dengan segala keterbatasannya berani beli hingga 2,5juta, ngapain juga ambil #Android yg 800ratusribuan ? Gag kebalik ? :p

#Android murah sejutaan memang sangat dan sangat menggiurkan, bayangkan saja dgn harga murah bisa dapetin ratusan games gratis. Cuma hati”, yg perlu diingat ya persoalan spek RAM tadi, kalo dapet yg minimal 512 MB atau 1 GB ya oke, aman utk main games HD. Ketimbang nyesel belakangan… jangankan menginstalasi ratusan games, utk mainin satu games Subway Surf aja sudah gag mampu… #CrossA20

Plants vs Zombie for Windows, Android and BlackBerry ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Pertama kali berkenalan dengan games yang satu ini, membuat saya lebih betah untuk berlama-lama di depan layar tabletpc milik Samsung, namun bukan untuk bekerja tentu saja.

Dikembangkan oleh Pop Caps, pengembang games ternama yang pula melahirkan banyak permainan menarik lainnya, yang sebenarnya dirilis era jadul, masa Zuma dikenal oleh publik. Sayangnya, saya pribadi mengenalnya baru beberapa bulan lalu, dimana saat mempublikasikannya pada akun Twitter, ketahuanlah saya yang rupanya out of date.

Dalam sistem operasi Android, terdapat dua versi permainan Plants vs Zombie yang beredar di dunia maya, dimana pertama merupakan aplikasi yang berdiri sendiri dengan ukuran sekitar 75 MB, dan dapat dimainkan kapan saja, sedang versi lainnya membutuhkan koneksi internet, untuk dua hal yaitu pengunduhan data yang mengikutinya lantaran file installer hanya berukuran 1,5 MB, pula digunakan untuk memainkan games secara online.

Berangkat dari ketertarikan dan sifat adiktifnya, sayapun mencoba untuk membuktikan mention tweet dari seorang kawan yang mengatakan bahwa Plants vs Zombie ini sebenarnya rilis lebih dulu pada sistem operasi Windows, sehingga saat itu juga, saya pun hunting games yang satu ini lewat 4shared ataupun toko games terdekat. Hasilnya, memuaskan. Bahkan kini saking nagihnya, hampir semua tantangan tambahan di wilayah Puzzle dan Survival, hanya menyisakan level Endless saja, sedang sisa dan Mini Games sudah dilahap habis.

Namun demi memanfaatkan tabletPc besutan RIM yang tempo hari sempat tak tergunakan akibat minimnya jenis permainan yang ada di BlackBerry App World, maka usaha untuk mencari file permainan Plants vs Zombie dalam format bar pun dilakoni. Hasilnya, Plants vs Zombie merupakan salah satu permainan yang ternyata dapat running dengan baik di perangkat BlackBerry PlayBook, tanpa adanya jeda atau lag yang berarti.

So, Plants vs Zombie di tiga versi OS ? Ayo aja…