Bila Ayah Tiada, Bila Ibu Tiada

Category : tentang Opini

Sesaat usai aktifitas rutin Senin Pagi kemarin, kabar menghenyakkan datang dari rumah sebelah.
Bu Kadek, istri dari alm.PakMan Panji meninggal dunia setelah lama dirawat di RS Sanglah.
Saya lupa sakit apa yang ia derita.

Kabar duka ini cukup membuat saya shock, berhubung baru tiga tahun lalu, suami yang bersangkutan meninggal dunia akibat serangan jantung. Keluarga ini meninggalkan empat anak remaja dengan status masih bersekolah.
Seketika mengingatkan saya pada dua buku kecil yang dibeli tempo hari.

Bila Ayah Tiada, Bila Ibu Tiada

Dua buku dengan tema serupa ini berisikan sejumlah cerita kenangan tentang sosok Ayah dan Ibu saat mereka masih ada. Cukup menyentuh, ketika kita membacanya, mengingatkan pada kedua sosok orang tua yang sudah jauh meninggalkan.
Namun betapa beruntungnya saya ketika dua sosok tadi masih ada dan dalam keadaan sehat.

Kehilangan dua sosok yang selama ini kita kagumi, tentu akan membawa sejuta rasa kepada mereka yang ditinggalkan. Rindu bahkan rela membayar sebesar apapun untuk bisa melihat mereka lagi jika diijinkan. Maka itu, ketika mereka masih ada, saya berusaha membahagiakan keduanya.

Bila Ayah Tiada, Bila Ibu Tiada

Ini pertama kalinya saya merasakan kesedihan luar biasa, dengan kehilangan dua sosok idola bagi empat putra putri mereka. Belum bisa membayangkan jika itu terjadi kelak.