Melanjutkan kisah Tiga Manula Benny Rachmadi (2)

Category : tentang SKetSa

Jika dalam perjalanan awal menyusuri jalur Pantura atau Pantai Utara berakhir di Trowulan Mojokerto, maka untuk melanjutkan kisah perburuan Tiga Manula dalam rangka menemukan Desa Tingal Wetan, kelahiran Waluyo, Liem dan Sanip memutuskan untuk menjelajahi jalur selatan Jawa sambil pulang ke Jakarta.

Buku seri kedua dari kisah perjalanan Tiga Manula dalam pencarian jati diri sang tokoh Waluyo, merupakan seri ketiga cerita yang sama yang pernah diluncurkan oleh Benny Rachmadi, kartunis jebolan studi Seni Rupa di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 1993. Dicetak pertama pada Desember 2013, berselang setahun dari seri pertama Tiga Manula jalan-jalan ke Pantura, memulai kisah lanjutannya dari wilayah Jombang yang kemudian mengingatkan mereka pada… Gombloh ? Atau Sutan Batoegana ? *ealah… Gus Dur om… hehehe…

Tiga Manula 2

Perjalanan selanjutnya pun masuk ke Blitar, mengunjungi kompleks Makam Bung Karno, presiden RI pertama serta biar komplit, lanjut ke Karanganyar, peristirahatan terakhir Pak Harto, presiden kedua RI yang berkuasa lebih dari 30 tahun lamanya. Tak lupa blusukan ke Kota Solo, tempat asal Calon Presiden RI tahun 2014 nanti. *uhuk

Seperti biasa, selain berbagi Tips terkait ke-khas-an masing-masing daerah yang dilewati, tidak lupa mencicipi kuliner daerah seperti Selat Solo, Bestik, Tengkleng dan Sate Kere, atau Kopi Areng yang jujur saja baru kali ini saya tahu. :p

Makin aneh lagi ketika masuk ke bahasan Sate Klathak dengan tusukan Jeruji sepeda, Jadah Tempe yang dimodif jadi Big Mac :p hingga Nasi Tutug Oncom khas Tasikmalaya.

Sedangkan objek wisata ada Alun-Alun selatan Keraton Jogyakarta, Candi Borobudur dengan salah satu stupa yang ‘mengabulkan harapan’, hingga Benteng Karang Bolong di Nusakambangan.

Tampaknya kisah yang ingin dibagi oleh Benny Rachmadi tak melulu soal kelucuan kartun, namun juga eksplorasi budaya dan melimpahruahnya kebhinekaan yang ada di negara kita. Patut diacungi jempol tentu saja.

Jadi, bagi kalian yang ingin tahu meski secara tidak langsung soal kuliner, objek wisata hingga hal-hal yang sekiranya unik ditemukan di seantero Pulau Jawa, dua buku Tiga Manula jalan-jalan ke Pantura dan Selatan Jawa bisa dijadikan pilihan asyik sembari terkikik. Selamat menikmati yah…

Melanjutkan kisah Tiga Manula Benny Rachmadi

Category : tentang SKetSa

Masih ingat cerita kocak Tiga Manula Waluyo, Sanip dan Liem si juragan tajir yang beruntung bisa jalan-jalan ke Singapura, pasca banjir keuntungan dagangan tablet ? Kini mereka kembali lagi lewat kisah jalan-jalan ke Pantura atau jalur Pantai Utara. Bagi yang kerap mudik, saya yakin pasti tau dan pernah menyambanginya.

Adalah Waluyo, salah satu dari tiga Tokoh Manula yang menjadi peran utama selama perjalanan, merasa kangen dengan desa kelahirannya Tingal Wetan dan memilih untuk rendeman di dalam sebuah sumur. Merasa kasihan, si juragan Liem lalu berupaya untuk mengantarkan si Waluyo mudik ke desa asal, yang rupanya kelupaan kalo Tingal Wetan itu ada dimana. Maka diusulkanlah untuk menyusuri Jalur Pantura atau Pantai Utara dengan harapan, Waluyo bisa mengingat kembali dimana Desa kelahiran Tingal Wetan berada.

Seperti biasa, Benny Rachmadi sang kartunis mengawali kisah dengan memberikan beberapa Tips ringan terkait persiapan perjalanan. Termasuk rute pertama yang dikunjungi dari Cikampek.

Tiga Manula 1

Berkarya dan Berkarya.

Kurang lebih begitu yang dapat saya gambarkan untuk seorang Benny Rachmadi, kartunis kelahiran Samarinda 23 Agustus 1969 silam. Setidaknya kemampuannya terus terasah dari seri komik strip di mingguan Kompas, ke bentuk buku dengan berbagai topik nakal. Diantaranya yang pernah dikisahkan dalam blog ini ada 100 Peristiwa yang Bisa Menimpa Anda, 100 Tokoh yang mewarnai Jakarta, dobel kisah Dari Presiden ke Presiden, atau Lost in Bali jilid 1 dan 2 yang merupakan tandem bareng Mice sang rekan termasuk kisah Tiga Manula seri pertama, Jalan-Jalan ke Singapura.

Seperti halnya tulisan seorang blogger atau kolumnis yang merasa sudah jatuh cinta pada dunianya, tak semua karya kemudian bisa memuaskan hasrat para penggemarnya, demikian halnya saya akan karya Tiga Manula lanjutan kali ini. Namun demikian, apa yang tergambar saya yakini memang benar adanya, yang kemudian seakan menampar wajah sendiri. Jadi antara ngakak, senyum simpul hingga miris sendiri, dapat timbul begitu saja tergantung dari sudut pandang orang yang menikmatinya. Tapi mengingat tujuan diluncurkannya buku Tiga Manula ini adalah untuk bersenang-senang atau menertawai diri sendiri, jadi ya dinikmati saja apa adanya.

Saat melalui beberapa rute perjalanan, selain Tips ada juga diberikan beberapa jenis kuliner yang kurang lebih bisa diartikan sebagai hal yang patut dicoba dari ke-khas-an dari daerah tersebut, bisa juga ‘iklan sponsor’ yang dipesan. Hehehe… jadi ya tergantung dari sudut pandang tadi. Katakanlah Nasi Jamblang Cirebon, Kupat Glabed ‘Ibu Inah’ Brebes, Rawon Kalkulator atau Nasi Gandul kota Pati.

Tiga Manula 3

Uniknya, ada juga ke-khas-an lain yang coba ditunjukkan dalam cerita seperti Batik Mega Mendung Cirebon, Ikan Dewa objek wisata Cibulan Jawa Barat, 67 Toilet Bersih Tegal, Batik Tulis Pekalongan, hingga Kakek Misterius Alas Roban. Semua diramu dengan ciri kartun Mas Benny yang menggelitik.

Cerita Tiga Manula jalan-jalan ke Pantura yang diterbitkan pertama pada November 2012 ini secara tidak sengaja (atau memang sengaja), dilahirkan di era kekinian dimana salah satu ‘petunjuk’ penting yang dapat dilihat secara jelas adalah sosok kendaraan yang digunakan, Honda CRV edisi terakhir, lengkap dengan wajah baru dan buritan belakang yang bengkok. Meskipun bisa jadi beberapa ide dan penuangannya sempat dibuat jauh sebelumnya. Jadi tergolong anyar-lah untuk dinikmati.

Mengenal Lebih Dekat BPK (ilustrasi Benny Rachmadi)

Category : tentang iLMu tamBahan

Saat kami mengunjungi kantor BPK Propinsi Bali hari Rabu sore lalu untuk sebuah keperluan, mata tak sengaja terpaku pada sebuah buku kecil bergambarkan dua tokoh Khas milik kartunis Benny Rachmadi dari duo Benny & Mice. Menjadi makin yakin ketika mencoba meneliti detailnya lebih jauh yang memang persis dengan goresan khas Mas Benny. Maka sayapun mengambil dan menyelipkannya disaku untuk dibaca nanti saat menunggu giliran menghadap Pak Putu.

Menelisik tampilannya, Buku Saku ‘Mengenal Lebih Dekat BPK’ Sebuah Panduan Populer ini mengingatkan saya pada Buku yang dirilis LKPP beberapa waktu lalu terkait LPSE ayau Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik. Baik dari isi maupun layout yang digambarkan dalam setiap bab tulisannya.

Buku ‘Mengenal Lebih Dekat BPK’ Sebuah Panduan Populer kurang lebih mengetengahkan 23 bab pendek yang diantaranya mengulas tentang Landasan Konstitusional BPK, Hubungan BPK dan Presiden, Yang diperiksa dan Dinilai BPK, Lembaga Yang Diperiksa, BPK dan Temuan Kerugian Negara, Kewenangan dan Yang Tidak Boleh dilakukan BPK hingga Keanggotaan serta Pemberhentian dan Kode Etik BPK. Semua tulisan tersebut uniknya disusun dalam bahasa yang mudah dipahami disertai pula dengan gambaran yang mendukung dalam bentuk coretan khas Mas Benny Rachmadi.

Dengan menggunakan sampul yang khas, Buku yang diterbitkan oleh Biro Humas dan Luar Negeri Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia ini jauh lebih menarik untuk dibaca dibandingkan dengan buku-buku kecil lainnya yang dipajang dalam rak baca di lobby kantor BPK Propinsi Bali. Selain itu, layout yang ditawarkannya pun jauh lebih baik ketimbang buku kebanyakan yang dikeluarkan secara resmi oleh Pemerintah.

Namun memang salah satu daya tarik yang lebih mencolok mata tentu saja ilustrasi yang dibuat oleh Benny Rachmadi disepanjang buku, cukup mengobati kerinduan akan rilis baru buku kartun duo Benny & Mice yang hingga kini belum jua muncul pembaharuannya.

Mengintip Tiga Manula Jalan-Jalan ke Singapura yuk

Category : tentang SKetSa

Cover depannya ‘Tiga Manula Jalan-Jalan ke Singapura’ karya Benny Rachmadi dari duo Benny dan Mice

Awal mula kisah ‘Tiga Manula Jalan-Jalan ke Singapura’

Noraknya Waluyo dengan Minyak Angin di Pesawat Terbang

Berbagai Tujuan orang berangkat ke Singapura, lengkap dengan kutilan Istri Bupati dan ‘melarikan diri lantaran gag ada Ekstradisi :p

‘Enggak Belanja kok… kan Cuma 2 hari ? :p

Mencicipi Kuliner “KFC” di Singapura

Dan es krim potong ala sandwich-nya

Kisah pe-Rokok yang di-Legal-kan, lumayan mendapat porsi lebih

Dan tentu saja kisah ‘mengembik di kandang Harimau’ lantaran begitu rasa bangganya pada perangkat bernama BlackBerry :p

Mau Jalan-Jalan ke Singapura ? Baca ini dulu :p

2

Category : tentang SKetSa

Tiga Manula Jalan-Jalan ke Singapura

Satu lagi komik khas buah karya sang maestro Benny Rachmadi dari duo Benny dan Mice, yang sekiranya dapat menjadi bacaan wajib bagi mereka yang kelak ingin melakukan perjalanan baik itu untuk keperluan berobat, belanja, bisnis pekerjaan atau bahkan melarikan diri menuju negara tetangga nan megah, Singapura.

Mengisahkan tiga tokoh utama bernama tokoh Sanip seorang Manula penyayang Ayam, Waluyo Pemuda masa lalu asal Tingal, sebuah daerah yang tidak ada dalam peta, dan Liem seorang pengusaha keturunan yang memiliki bisnis apa saja yang penting ‘aku senang aku menang’. :p

Berawal dari bisnis Tablet Android mbah Liem yang untung gede, diceritakanlah ia mentraktir dua Manula Sanip dan Waluyo untuk Jalan-Jalan ke Singapura. Maka dengan guyonan khas Benny Rachmadi sejak awal buku-buku sejenis dirilis, sudah bisa ditebak arah alur cerita yang ingin disampaikan. Mulai dari kisah mereka bertiga menjelajahi Singapura dari berbagai sudut hingga fakta-fakta yang ada pula aturan dan larangan yang diterapkan.

Meski sudah bisa ditebak, namun banyolan yang dilontarkan itu pas banget menusuk hati dan jantung para pecinta ‘Singapura’ asal lokal lengkap dengan kelakuannya. Dari penggunaan minyak angin didalam pesawat terbang, hobi shopping barang bermerek padahal kalopun diburu didaerah sendiri dapetnya ya 11-12 lah, berburu kuliner pinggiran, mengembik di kandang harimau lewat ponsel BlackBerry terbaru yang begitu dibanggakan, hingga tawar menawar ala SingLish (Singapura English).

Buku yang dikemas dalam format Landscape khas karya duo Benny dan Mice ini disajikan dalam bentuk komik strip dan full halaman dua warna dan beberapa pula full color. Secara ide yang sudah terlihat asyik sejak awal, makin jadi saat masuk hingga pertengahan dan jelang usai komik. Bagi yang kelak ingin berjalan-jalan ke Singapura, saya rekomendasikan agar menikmati buku ini dahulu untuk merilekskan pikiran disamping memahami pula aturan dan larangan yang diterapkan dalam bentuk kartun yang menggelitik. :p

Menertawai Benny Rachmadi dengan 100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda

6

Category : tentang InSPiRasi, tentang SKetSa

Lama tak menjumpai coretan kartun Benny & Mice, membuat kangen dengan guyonan khas mereka berdua. Kalo gag salah terakhir itu ada Lost in Bali 2. Sempat pula mengisi kuisioner yang dilepas lewat akun FaceBook kalo gag salah, dimana satu pertanyaannya yang saya ingat adalah ‘kartun siapa yang lebih menarik untuk dibaca ? Benny ? Mice ? atau Benny & Mice ?

Saat itu tentu saya memilih kedua karakter bisa kembali tampil dalam satu buku. Karena memang mereka hadir saling melengkapi. Untuk Joke-nya pun jadi lebih terasa nikmatnya. Sayangnya, hingga kini belum ada rilis terbaru dari mereka. Sembari menunggu, buku coretan terbaru dari Benny Rachmadi salah satu dari duo Benny & Mice, bolehlah ditertawai lebih dulu. Isinya cukup aktual untuk kondisi negeri ini. Apalagi ketika menemukan salah satu kartun aGan DPR yang keasyikan dengan Gadget terbarunya saat Sidang Dewan untuk menonton Video Porno beberapa waktu lalu, di halaman belakang.

100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda. Dibuka dengan adegan si tukang bajaj yang biasanya tampil dalam hampir setiap goresannya Benny Rachmadi, memperingatkan sekelompok orang dari politisi, cewe’Gaol, atau tipikal orang kebanyakan akan Banyaknya Peristiwa Nahas bakalan terjadi pada mereka (termasuk kita semua dan si kartunis tentu saja).

Beberapa peristiwa nahas itu antara lain, Diajak Ngobrol oleh Bule tapi gag ngerti bahasa Inggris padahal yang bersangkutan menggunakan baju kaos bertuliskan English, kebelet di tempat umum yang ketika menemukan surganya malah berbau, kotor dan minim cantelan, tertipu pedagang vcd maksud hati membeli Bilm Ferjuangan eh malah berisikan SpongeBob, membeli barang yang sama dengan harga berbeda lantaran terlalu ngebet dengan embel-embel BM, ditawari sms utang atau bagi-bagi uang gratis hingga dikorek om Uya Kuya.

Dari 100 Peristiwa (ternyata memang beneran 100) Yang Bisa Menimpa Anda, lebih banyak mengisahkan situasi kondisi Kota Jakarta, tempat tinggal dan mengadu nasib si kartunis, sehingga topik terkait Banjir, Busway, kemacetan hingga digoda banci (termasuk pengalaman pribadi saya saat mampir di jalanan jakarta), lebih banyak menghiasi buku yang dicetak pertama bulan Mei 2011 kemarin. Mungkin jika boleh ditambahkan embel-embel (di Jakarta) bisa jadi akan sangat mengena semua pembaca yang membacanya mengingat jalur Busway adanya Cuma di kota Jakarta kalo tidak salah.

Tapi memang ada beberapa Peristiwa dari 100 Yang Bisa Menimpa Anda ini malah beneran bisa terjadi pada setiap makhluk Tuhan di muka bumi. Termasuk diantaranya terjebak PaMer PaHa alias Padat Merayap tanPa Harapan alias Macet, masuk tipi (tidak sengaja) syukur-syukur dalam laporan media yang positif, atau saat Berusaha meraih sisa makanan yang nyempil disela gigi belakang bagian atas secara ‘manual’ lantaran kehabisan tusuk gigi. Hehehe…

Yah, pada akhirnya menurut kartunis kelahiran Samarinda 23 Agustus 1969 ini sih, Cuma ingin mengingatkan supaya kita semua lebih berhati-hati dalam berperilaku, waspada akan 100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda dimana saja.

Meringis dan Tertawa bareng Benny Rachmadi

6

Category : tentang SKetSa

Melanjutkan aksi kartun opini oleh Benny Rachmadi dari duo Benny & Mice dalam buku ke 2, Dari Presiden ke Presiden, petikaian Indonesia dengan Malaysia berkaitan dengan Ambalat pun tak luput menjadi perhatiannya. Wajah Pihak Indonesia yang sangar ditimpali dengan wajah ‘minta perdamaian’ dari pihak Malaysia benar-benar mengena apalagi  dibalik ‘perdamaian’ itu secara diam-diam Malaysia mengambil alih Ambalat dan berhasil…

Kebijakan 2

Kebijakan pemberlakuan penggunaan bahan bakar Pertamax bagi kendaraan pribadi yang tempo hari membuat saya terbengong-bengong pun ada disitu.  Demikian pula dengan tingkah polah para tim sukses yang tidak membayar pesanan baju kaos mereka lantaran kalah dalam pemilu 2009 lalu. Ironis memang…

Tampaknya karya kreatif kartun opini oleh Benny Rachmadi ini gak Cuma membuat saya meringis tapi juga tertawa seakan mengejek diri ita sendiri. Apalagi kalo bukan soal GENGSI rakyat kita yang tidak mau dikatakan miskin oleh orang lain. Walaupun kondisi keuangan tidak mencukupi, minimal yang namanya penampilan dan gaya harus tetap nomor satu. Momen Lebaran paling sering menjadi contoh, Mudik dengan gaya sejuta dan saat balik lagi ke kota ? huahahaha… Adaaa aja nih Mas Benny

gengsi dan Teknologi

Termasuk menurunnya kualitas jaringan telekomunikasi mencakup koneksi internet ditengah persaingan (baca:penurunan) harga yang dilakukan oleh para operator. Mentang-mentang murah. Hehehe…

Meringis bareng Benny Rachmadi

5

Category : tentang SKetSa

Tampaknya yang namanya kreatifitas berkarya ga’cuma dilakukan saat bareng saja, Benny Rachmadi dari duo Benny & Mice, kali ini tampil solo dalam buku kumpulan kartunnya, Dari Presiden ke Presiden buku ke 2. Isinya ya coretan karya Beliau yang dimuat dalam Harian dan Mingguan Kontan edisi 1998 hingga 2009.

Seperti halnya komik strip Benny & Mice pula kartun opini milik Jawa Pos, apa yang disampaikan lebih banyak menyentil kebijakan-tingkah polah pejabat dan Negara ini hingga tak jarang kita sendiri meringis saat mencermatinya satu persatu.

Salah satu yang paling mengena adalah kebijakan kenaikan BBM pada awal kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2005 lalu, yang sempat memicu berbagai demonstrasi di negeri ini bahkan memenjarakan salah satu rekan saya Gendo Suardana setelah divonis bersalah lantaran membakar gambar eSBeYe sebagai bentuk kekecewaan rakyat saat itu.

Tingkah PoLah Presiden

Kecelenya tokoh yang sama akan ‘penipuan’ temuan paling fenomenal Blue Energy dan Supertoy pun tak luput dari coretannya. Demikian pula dengan ngototnya Ibu Mega pada pemilu 2009 lalu mengajukan keberatan kepada MK dan berharap masih akan ada pemilu satu putaran lagi.

Tadi saya sempat mengatakan kalo buku ini merupakan kompulan kartun opini hingga tahun 2009, ini dibuktikan dengan coretan yang mengungkapkan kekecewaan fans sebuah klub sepakbola asing Manchester United yang gak jadi datang bertanding ke Indonesia gara-gara Bom yang meledakkan dua hotel besar di ibukota Jakarta, yang notabene selain menjadi satu simbol Amerika selaku sasaran pengeboman, dikabarkan para squad MU tersebut bakalan menginap ditempat yang sama.

TeRoRisme

Gak Cuma itu saja kok, masih banyak coretan kartun yang dilahirkan oleh seorang Benny Rachmadi dari duo Benny & Mice, mungkin nanti saya lanjutkan lagi.