Mice Cartoon Obladi Oblada Life Goes On…

Category : tentang InSPiRasi

Berikut beberapa komik Strip hasil karya Muhammad Mice Misrad aka Mice dari duo Benny & Mice yang disajikan dalam buku Mice Cartoon “Obladi Oblada Life Goes On…”

Strip pertama dari kisah ‘8 Days a Week’ ini benar-benar mengisahkan kehidupan pribadi saya (dan juga barangkali banyak orang lainnya), sedari masa-masa bujangan yang masih suka mendengarkan musik Rock era 1990/2000an, lanjut masa pacaran dengan tembang-tembang PoP romantisnya dan masa beranak pinak dengan musik Taman kanak-Kanaknya (-_-“)

Mengkritik puluhan mobil mewah yang menenggak Premium bersubsidi, bahkan dengan jalan mengenakan seragam pemulung sekalipun, agar lolos dari ‘tuduhan’ meski jadi terasa aneh *ngakak

BBM-an effect, selalu Update Status dimanapun, kapanpun dan dalam situasi apapun. Termasuk di Traffic Light ‘otw to…, Makan siang ‘bareng bla bla bla hingga kloset *ugh

Salu up to 70% ? pahami baik-baik makna Up to tersebut. Sama halnya dengan koneksi internet ‘Up to 2 Mbps… Jadi jangan senang dulu dengan angka yang ditebal dan besarkan tersebut yah…

Untuk komik Strip yang satu ini, benar-benar mencerminkan ‘keinginan pribadi yang tiap kali menginap di hotel seputaran Jakarta, gag pernah mendapatkan bantal guling :p

…dan yang terakhir asupan makanan 4 Sehat 5 Sempurna yang penuh dengan suntikan kandungan zat berbahaya. Jadi miris sendiri nih…

(PanDe Baik)

Dari Beatles sampai Mice Cartoon

Category : tentang InSPiRasi

Obladi Oblada Life Goes On…

Akhirnya terjawab jua mengapa kartun strip Benny & Mice sudah gag tampil lagi dalam bentuk Buku belakangan ini. Terakhir nulis kalo gag salah “Jalan-Jalan ke Singapura-nya Benny Rachmadi yang ngocol abis. Lha kini giliran buku-nya Mice Cartoon, tandemnya Benny punya gawe malah dirilis untuk pertama kalinya bulan Maret 2012 kemaren. Kabar dari buku sih, per 2 Juli 2010 lalu merupakan tanggal bersejarah selesainya serial duo Benny & Mice. Sedih juga sih mbacanya…

Tapi sudahlah, hidup memang harus tetap jalan seperti judul lagu diatas. Sebuah karya apik miliknya The Beatles yang menjadi idea utama dari Mice Cartoon kali ini, ditambah beberapa karya lainnya yang dijadikan judul sub bab didalamnya. Bagi yang mengenal siapa dan bagaimana perjuangan grup asal Inggris ini, saya yakin pasti mengenal lirik lagu mana saja yang diambil sebagai ilustrasi awal di sepanjang buku.

Mengisahkan perjalanan Mice aka Muhammad Mice Misrad (23 Juli 1970) pasca perpisahan dengan Benny Rachmadi, dari liburannya ke Bugis – Bone Kajuara, perjalanan balik ke Jakarta hingga kehidupan keluarga kecilnya menjadi intro beberapa halaman dalam buku yang cukup membuat saya pribadi menarik nafas panjang dan berat. Rasanya beneran gag rela kenyataan yang ada. Meski demikian, diantara kisah ‘8 Days a Week’ ada satu strip yang kemudian mencerminkan bagaimana kehidupan saya yang sebenarnya. Dari masa Bujangan, Pacaran hingga beranak pinak (-_-“)

Mengungkap isi hati Mice, begitu tepatnya yang bisa dirasakan dalam komik strip berikutnya. Baik itu pandangannya soal audisi Indonesian iDol, histeria Chaiya Chaiya yang jika boleh saya katakan malah berakhir tragis, hingga goresan uniknya soal gambaran personil BoyBand dan gerombolan anak Alay yang saban pagi lebih suka nongkrongin live music plus aksi Lipsync para artis kenamaan.

Dikemas dalam sebuah buku cetak yang exclusive, menyajikan sebagian komik strip dalam dua warna serta sebagian lainnya full color dan kertas tebal. Dan seperti halnya kisah duo Benny & Mice, apa yang diceritakan halaman per halamannya mampu memberikan clue atau petunjuk akan kejadian sosial apa saja yang sedang trend atau terjadi saat itu. Misalkan saja ketika warna gelap terang mobil dijadikan solusi untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di Kota Jakarta, atau trending BBM-an disegala situasi bahkan menanti Traffic Light sekalipun, atau Trend rambut cepak ala Pasha ‘Ungu’ dan juga Terror Bom Buku.

Diantara itu ada pula beberapa strip komik yang malah bikin miris hati mengingat kebenaran yang terkandung didalamnya mencakup menu makan yang telah disuntik berbagai macam kandungan berbahaya, mie instant yang ditenggarai mengandung bahan pengawet tapi masih dikatakan aman oleh empat menteri, hingga modus percobaan penipuan lewat sms.

Meski beragam, namun apabila boleh saya bandingkan dengan kisah terakhir milik Benny Rachmadi, apa yang diceritakan sepanjang buku rasanya kok malah jadi garing. Beberapa strip yang melibatkan tokoh utama dan seorang temannya, bahkan merupakan pengulangan ide dari buku-buku kumpulan komik strip duo Benny & Mice. Tingkat kelucuan cerita malah jadi tambah Galau jika mengingat awal kisah buku ini. Demikian pula dengan akhir cerita yang masih terkesan agak ngambang.

Lama-lama Saya malahan jadi kangen dengan kisah kalian berdua loh…

Mengenal Lebih Dekat BPK (ilustrasi Benny Rachmadi)

Category : tentang iLMu tamBahan

Saat kami mengunjungi kantor BPK Propinsi Bali hari Rabu sore lalu untuk sebuah keperluan, mata tak sengaja terpaku pada sebuah buku kecil bergambarkan dua tokoh Khas milik kartunis Benny Rachmadi dari duo Benny & Mice. Menjadi makin yakin ketika mencoba meneliti detailnya lebih jauh yang memang persis dengan goresan khas Mas Benny. Maka sayapun mengambil dan menyelipkannya disaku untuk dibaca nanti saat menunggu giliran menghadap Pak Putu.

Menelisik tampilannya, Buku Saku ‘Mengenal Lebih Dekat BPK’ Sebuah Panduan Populer ini mengingatkan saya pada Buku yang dirilis LKPP beberapa waktu lalu terkait LPSE ayau Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik. Baik dari isi maupun layout yang digambarkan dalam setiap bab tulisannya.

Buku ‘Mengenal Lebih Dekat BPK’ Sebuah Panduan Populer kurang lebih mengetengahkan 23 bab pendek yang diantaranya mengulas tentang Landasan Konstitusional BPK, Hubungan BPK dan Presiden, Yang diperiksa dan Dinilai BPK, Lembaga Yang Diperiksa, BPK dan Temuan Kerugian Negara, Kewenangan dan Yang Tidak Boleh dilakukan BPK hingga Keanggotaan serta Pemberhentian dan Kode Etik BPK. Semua tulisan tersebut uniknya disusun dalam bahasa yang mudah dipahami disertai pula dengan gambaran yang mendukung dalam bentuk coretan khas Mas Benny Rachmadi.

Dengan menggunakan sampul yang khas, Buku yang diterbitkan oleh Biro Humas dan Luar Negeri Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia ini jauh lebih menarik untuk dibaca dibandingkan dengan buku-buku kecil lainnya yang dipajang dalam rak baca di lobby kantor BPK Propinsi Bali. Selain itu, layout yang ditawarkannya pun jauh lebih baik ketimbang buku kebanyakan yang dikeluarkan secara resmi oleh Pemerintah.

Namun memang salah satu daya tarik yang lebih mencolok mata tentu saja ilustrasi yang dibuat oleh Benny Rachmadi disepanjang buku, cukup mengobati kerinduan akan rilis baru buku kartun duo Benny & Mice yang hingga kini belum jua muncul pembaharuannya.

Menertawai Benny Rachmadi dengan 100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda

6

Category : tentang InSPiRasi, tentang SKetSa

Lama tak menjumpai coretan kartun Benny & Mice, membuat kangen dengan guyonan khas mereka berdua. Kalo gag salah terakhir itu ada Lost in Bali 2. Sempat pula mengisi kuisioner yang dilepas lewat akun FaceBook kalo gag salah, dimana satu pertanyaannya yang saya ingat adalah ‘kartun siapa yang lebih menarik untuk dibaca ? Benny ? Mice ? atau Benny & Mice ?

Saat itu tentu saya memilih kedua karakter bisa kembali tampil dalam satu buku. Karena memang mereka hadir saling melengkapi. Untuk Joke-nya pun jadi lebih terasa nikmatnya. Sayangnya, hingga kini belum ada rilis terbaru dari mereka. Sembari menunggu, buku coretan terbaru dari Benny Rachmadi salah satu dari duo Benny & Mice, bolehlah ditertawai lebih dulu. Isinya cukup aktual untuk kondisi negeri ini. Apalagi ketika menemukan salah satu kartun aGan DPR yang keasyikan dengan Gadget terbarunya saat Sidang Dewan untuk menonton Video Porno beberapa waktu lalu, di halaman belakang.

100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda. Dibuka dengan adegan si tukang bajaj yang biasanya tampil dalam hampir setiap goresannya Benny Rachmadi, memperingatkan sekelompok orang dari politisi, cewe’Gaol, atau tipikal orang kebanyakan akan Banyaknya Peristiwa Nahas bakalan terjadi pada mereka (termasuk kita semua dan si kartunis tentu saja).

Beberapa peristiwa nahas itu antara lain, Diajak Ngobrol oleh Bule tapi gag ngerti bahasa Inggris padahal yang bersangkutan menggunakan baju kaos bertuliskan English, kebelet di tempat umum yang ketika menemukan surganya malah berbau, kotor dan minim cantelan, tertipu pedagang vcd maksud hati membeli Bilm Ferjuangan eh malah berisikan SpongeBob, membeli barang yang sama dengan harga berbeda lantaran terlalu ngebet dengan embel-embel BM, ditawari sms utang atau bagi-bagi uang gratis hingga dikorek om Uya Kuya.

Dari 100 Peristiwa (ternyata memang beneran 100) Yang Bisa Menimpa Anda, lebih banyak mengisahkan situasi kondisi Kota Jakarta, tempat tinggal dan mengadu nasib si kartunis, sehingga topik terkait Banjir, Busway, kemacetan hingga digoda banci (termasuk pengalaman pribadi saya saat mampir di jalanan jakarta), lebih banyak menghiasi buku yang dicetak pertama bulan Mei 2011 kemarin. Mungkin jika boleh ditambahkan embel-embel (di Jakarta) bisa jadi akan sangat mengena semua pembaca yang membacanya mengingat jalur Busway adanya Cuma di kota Jakarta kalo tidak salah.

Tapi memang ada beberapa Peristiwa dari 100 Yang Bisa Menimpa Anda ini malah beneran bisa terjadi pada setiap makhluk Tuhan di muka bumi. Termasuk diantaranya terjebak PaMer PaHa alias Padat Merayap tanPa Harapan alias Macet, masuk tipi (tidak sengaja) syukur-syukur dalam laporan media yang positif, atau saat Berusaha meraih sisa makanan yang nyempil disela gigi belakang bagian atas secara ‘manual’ lantaran kehabisan tusuk gigi. Hehehe…

Yah, pada akhirnya menurut kartunis kelahiran Samarinda 23 Agustus 1969 ini sih, Cuma ingin mengingatkan supaya kita semua lebih berhati-hati dalam berperilaku, waspada akan 100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda dimana saja.

Meringis dan Tertawa bareng Benny Rachmadi

6

Category : tentang SKetSa

Melanjutkan aksi kartun opini oleh Benny Rachmadi dari duo Benny & Mice dalam buku ke 2, Dari Presiden ke Presiden, petikaian Indonesia dengan Malaysia berkaitan dengan Ambalat pun tak luput menjadi perhatiannya. Wajah Pihak Indonesia yang sangar ditimpali dengan wajah ‘minta perdamaian’ dari pihak Malaysia benar-benar mengena apalagi  dibalik ‘perdamaian’ itu secara diam-diam Malaysia mengambil alih Ambalat dan berhasil…

Kebijakan 2

Kebijakan pemberlakuan penggunaan bahan bakar Pertamax bagi kendaraan pribadi yang tempo hari membuat saya terbengong-bengong pun ada disitu.  Demikian pula dengan tingkah polah para tim sukses yang tidak membayar pesanan baju kaos mereka lantaran kalah dalam pemilu 2009 lalu. Ironis memang…

Tampaknya karya kreatif kartun opini oleh Benny Rachmadi ini gak Cuma membuat saya meringis tapi juga tertawa seakan mengejek diri ita sendiri. Apalagi kalo bukan soal GENGSI rakyat kita yang tidak mau dikatakan miskin oleh orang lain. Walaupun kondisi keuangan tidak mencukupi, minimal yang namanya penampilan dan gaya harus tetap nomor satu. Momen Lebaran paling sering menjadi contoh, Mudik dengan gaya sejuta dan saat balik lagi ke kota ? huahahaha… Adaaa aja nih Mas Benny

gengsi dan Teknologi

Termasuk menurunnya kualitas jaringan telekomunikasi mencakup koneksi internet ditengah persaingan (baca:penurunan) harga yang dilakukan oleh para operator. Mentang-mentang murah. Hehehe…

Meringis bareng Benny Rachmadi

5

Category : tentang SKetSa

Tampaknya yang namanya kreatifitas berkarya ga’cuma dilakukan saat bareng saja, Benny Rachmadi dari duo Benny & Mice, kali ini tampil solo dalam buku kumpulan kartunnya, Dari Presiden ke Presiden buku ke 2. Isinya ya coretan karya Beliau yang dimuat dalam Harian dan Mingguan Kontan edisi 1998 hingga 2009.

Seperti halnya komik strip Benny & Mice pula kartun opini milik Jawa Pos, apa yang disampaikan lebih banyak menyentil kebijakan-tingkah polah pejabat dan Negara ini hingga tak jarang kita sendiri meringis saat mencermatinya satu persatu.

Salah satu yang paling mengena adalah kebijakan kenaikan BBM pada awal kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2005 lalu, yang sempat memicu berbagai demonstrasi di negeri ini bahkan memenjarakan salah satu rekan saya Gendo Suardana setelah divonis bersalah lantaran membakar gambar eSBeYe sebagai bentuk kekecewaan rakyat saat itu.

Tingkah PoLah Presiden

Kecelenya tokoh yang sama akan ‘penipuan’ temuan paling fenomenal Blue Energy dan Supertoy pun tak luput dari coretannya. Demikian pula dengan ngototnya Ibu Mega pada pemilu 2009 lalu mengajukan keberatan kepada MK dan berharap masih akan ada pemilu satu putaran lagi.

Tadi saya sempat mengatakan kalo buku ini merupakan kompulan kartun opini hingga tahun 2009, ini dibuktikan dengan coretan yang mengungkapkan kekecewaan fans sebuah klub sepakbola asing Manchester United yang gak jadi datang bertanding ke Indonesia gara-gara Bom yang meledakkan dua hotel besar di ibukota Jakarta, yang notabene selain menjadi satu simbol Amerika selaku sasaran pengeboman, dikabarkan para squad MU tersebut bakalan menginap ditempat yang sama.

TeRoRisme

Gak Cuma itu saja kok, masih banyak coretan kartun yang dilahirkan oleh seorang Benny Rachmadi dari duo Benny & Mice, mungkin nanti saya lanjutkan lagi.

Benny & Mice so far by PanDe Baik

4

Category : tentang InSPiRasi

Setelah melahap satu persatu kumpulan kartun strip Benny & Mice sejauh ini, kini tiba saatnya saya menampilkan mereka kembali satu persatu. He…. Kali aja masih ada yang penasaran. Kok saya ini begitu memuja-muji Benny & Mice sih ?

***

Buku pertama yang saya rekomendasikan adalah Benny & Mice “Lagak Jakarta” edisi koleksi bagian 1. Isinya merupakan kumpulan kartun strip dari tiga buah buku atau tema yang telah diterbitkan sepuluhan tahun lalu, yaitu “Trend & Perilaku” by Mice, “Transportasi” by Benny dan “Profesi” by Benny. Bagi yang penasaran silahkan melihat kembali tulisan saya sebelumnya, disini.


***

Buku kedua ini merupakan edisi koleksi lanjutan “Lagak Jakarta” diatas. Pula merupakan kumpulan strip kartun ala Benny & Mice dari tiga buku atau tema berkisar saat Indonesia dilanda krisis dan perubahan tempo hari. Meliputi “Krisis… oh… Krisis”, “Reformasi” dan “(Huru-Hara) Hura-Hura Pemilu’99”. Disini kegetiran hidup yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia di waktu lalu, dikemas dalam coretan yang cukup embuat senyum dikulum. Silahkan melihatnya kembali pada tulisan saya sebelumnya, disini.

***

Buku ketiga dari kartun strip Benny & Mice yang saya rekomendasikan adalah “Jakarta Luar Dalem”. Isinya kurang lebih mirip dengan “Lagak Jakarta” edisi koleksi bagian 2. Kritik terkait Trend bergaya masyarakat lokal, kecanggihan teknologi ponsel, hingga kuliner yang lagi nge-boom tak lupa tentang Puasa dan budaya pulang kampungnya. Beberapa hal yang ‘mengena’ bagi saya pribadi sudah pula pernah saya tuliskan, disini.

***

Buku keempat kumpulan kartun strip ala Benny & Mice yang pernah pula diterbitkan setiap hari Minggu dalam media Kompas, adalah “Jakarta Atas Bawah”. Saya sarankan sebelum menikmati buku ini, mohon STOP mengernyitkan dahi terlebih dahulu. Bersiaplah untuk tertawa lepas, karena disini gak ada lagi yang namanya tema tertentu. Apa yang akan digoreskan berikutnya pun belum tentu bisa ditebak bertemakan apa. Hehehe…. Hal-hal yang gak jelas dan malahan bikin ketawa ngakak dalam buku inipun gak lepas untuk saya tuliskan, disini.

***

Buku kelima yang bisa saya sarankan kembali dari Benny & Mice adalah “100 ‘Tokoh’ yang mewarnai Jakarta”. Bagi mereka yang tidak memiliki selera humor dalam menertawakan diri sendiri, sangat tidak disarankan membuka apalagi menikmati buku ini saat tegang, saat stress karena beban pekerjaan misalnya. Sebaliknya bagi saya pribadi, seperti yang saya ungkap dalam tulisan sebelumnya, disini, inilah saat dimana saya harus bersiap untuk bisa menertawakan diri sendiri. Karena profesi saya  (PNS) ternyata termasuk dalam daftar “100 ‘Tokoh’ yang mewarnai Jakarta”. Huehehehe….

***

Buku keenam agaknya jauh lebih mengkhusus pada satu tema tertentu, yaitu “Talk about HaPe”. Kumpulan kartun ala Benny & Mice ini terbagi atas enam ulasan yaitu ‘Handset’, ‘Operator’, ‘Pulsa’, ‘SmS’, ‘Perilaku’ dan ‘Fitur’. Kisaran coretannya sendiri sangat mengena bagi saya pribadi -silahkan mampir dalam tulisan saya, disini– Mungkin karena masyarakat kita terkenal akan budaya ‘Gengsi dong, kalo gak punya hape canggih’ –termasuk saya tentunya-.

Sayangnya buku ini hanya sempat mengisahkan perjalanan hingga era rilisan Nokia Communicator seri E-90. Belum sampai ke Blackberry. Saya malahan jadi membayangkan kritikan ala Benny & Mice yang menggambarkan ‘bergaya dengan Blackberry tapi cuman buat sms-an doang’. Huahahaha…..

***

Buku ketujuh atau terakhir yang saya tahu dan rekomendasikan, merupakan buku rilisan terakhir dari Benny & Mice kalo tidak salah. “Lost in Bali”. Walaupun rilis terakhir, tapi buku ini adalah buku kartun ala Benny & Mice yang pertama saya baca. Tulisan sayapun, disini, adalah yang pertama berceloteh tentang kelucuan goresan ala Benny & Mice. Tentang Bali dan budayanya tentu.

***

So, sejauh ini ya hanya tujuh buku itu saja yang bisa saya rekomendasikan sebagai buku ‘Must Have’ dan ‘Must Read’. Hehehe…

> Pssstt…. Berhubung PanDe Baik sendiri bukanlah pemilik ketujuh buku diatas, tapi cuman dapet dari pinjam pada sodara sepupu, Mahendra Sila -yang kalo ndak salah saat Workshop bareng Benny kemaren, dia mendapatkan juara tiga untuk lomba gambar kartun Benny- jadi mohon maaf kalo buku-buku tersebut diatas ya gak bisa dipinjamkan. Hihihi… <

Menertawakan Diri Sendiri bersama Benny & Mice “Lagak Jakarta” buku 1

3

Category : tentang InSPiRasi

Menantikan jadwal maju ‘Seminar Kelayakan Thesis’ kemarin rasanya cukup membuat mumet kepala dan seakan membutuhkan obat yang mujarab demi mengembalikan mood seperti semula. Pilihannya tentu saja Benny & Mice. Hehehe….

“Lagak Jakarta”

Buku 1

Seperti halnya tulisan saya sebelumnya terkait buku 2 “Lagak Jakarta”, bundelan ini tampaknya juga merupakan kumpulan kartun strip ala Benny & Mice, yaitu dari buku terdahulu “Trend & Perilaku”, “Transportasi” dan “Profesi”.

Dari cover bukunya harapan saya jauh lebih besar dari yang sebelumnya untuk mendapatkan obat penawar mumet kepala hasil ramuan Benny & Mice. Apakah berhasil ? He…. Tentu saja !!!

Dimulai dengan gambaran awal tentang ‘Orang Jakarta’ yang ternyata memang benar seperti dugaan saya. Hanya 30% yang masih mau memberikan senyum ramahnya. Itupun barangkali datang dari golongan menengah keatas yang gak mempersoalkan lagi kesulitas ekonomi dalam hidupnya. Sisanya ? sama dengan wajah kota Jakarta. Semrawut ! ugh !!!

Tertawa kecil saya mulai muncul saat goresan ‘Inggris ½ Mateng’ dilontarkan. Kikikikikik…. Jadi inget dengan teman kuliah yang waktu itu baru dateng dari Jakarta, dan langsung ngobrol pake english setengah mateng. Padahal dulunya boro-boro bahasa Inggris, anak me-Cang Cai dogen gae-ne….

Perilaku masyarakat kita yang mendewakan Discount pun tak luput dari goresan Benny & Mice. Gaya berbelanja yang terlalu terpaku pada embel-embel ‘Discount’ seperti mencerminkan otak mereka sendiri, bahwa ‘mau saja dibodohi’ oleh tim marketing atau pemasaran tertentu. Hingga salah satu coretan Benny & Mice yang menggambarkan bahwa Discount pun bisa tetap nyambung selama satu tahun. Discount Lebaran, Nyepi, Tahun Baru, Natal, Akhir Tahun, de el el. Halaaah….

Begitu pula dengan gaya anak muda atau remaja masa kini. Memakai sepatu/sendal hak tinggi menirukan Spice Girl atau grup gaek KISS ? Termasuk pula dengan pakaian ketat nan sulit bernafas plus kacamata oldies, guede kayak mata capung. Lucunya, para orang tua (kakek-kakek) yang tidak tahu menahu soal trend, malahan menyangka bahwa kacamata besar itu menandakan bahwa minat baca Remaja saat ini makin tinggi. Wuahahahaha….

Trend berponsel. Wuaduuuhh… ini sih emang tiada habisnya… dari yang sengaja berbicara keras menggelegar saat menenteng hape jadul mirip bata, hingga yang berharap banget ada yang nelponin biar dianggap sebagai orang sibuk. Huhahahaha… ini jelas bisa dimaklumi, wong yang namanya ponsel di akhir millenium bisa dikatakan muahal buanget !!! just OrKay yang bisa punya istilahnya…

Sebaliknya, kini harga ponsel cenderung menurun, dengan anggaran terbatas pun kita sudah bisa memiliki ponsel yang full multimedia. Nah, bagi mereka yang memang rada-rada mimpi punya ponsel mewah, dijamin ya tiap kali ngumpul, obrolannya pasti soal ponsel. Ngomongin trend terkini dan paling tahu…. Dari merek, fitur 3G, atau koneksi yang saya yakin banget rata-rata masih pada buta soal itu.

Sedang perilaku terakhir, terkait dengan shabu-shabu, inex dan sejenisnya. Hal ini lagi-lagi mengingatkan saya pada orang yang sama dengan ngomong ‘Inggris setengah mateng’ tadi. Wong kalo tiap kali sua, bahasanya selalu jojing, diskotik hingga fly… entah dimana kini teman saya ini berada…

Dari sekian model transportasi yang digambarkan kartun strip ala Benny & Mice, bisa dikatakan barangkali cuman dua saja yang pernah saya alami dan manfaatkan.

Bemo roda tiga dan Bus. Bemo saat remaja SMA, sedang pertumbuhan tinggi-tingginya, yang cukup membuat mentok kaki kalo lagi duduk dibelakang, ngumpul bareng temen lain.

Bus saya alami saat kuliah. He… jadi inget Bus kampus yang dinanti hingga sore tak jua datang nyamperin kampus Bukit…

Lain lagi kalo ngomongin soal Profesi.

Kalo pada awalnya saat menelaah kartun strip ala Benny & Mice, cukup membuat saya termenung, terutama soal pedagang asongan di lampu merah yang memang pernah saya lihat, alami dan sayangkan keberadaannya.

Miris dan gak tahu harus berkata apa saat situasi yang harus dihadapi jika sampai kita menolak ‘permintaan’ mereka. Hal ini pula bahkan sudah mulai merambah perempatan jalan di Kota Denpasar, terutama simpang Dewi Sartika – Sudirman.

Berbeda dengan trend berlombanya masyarakat kita menjadi artis. Baik itu memang merintis dari awal, dadakan atau hanya loncat sana sini memanfaatkan situasi. Maka jadilah seperti yang digambarkan oleh Benny & Mice, bahwa seorang artis itu bisa berangkat dari profesi sebagai seorang model, pemusik, bintang sinetron bahkan MC.

Yang biasanya bakalan berujung ke kursi politis. Tak jarang pula sirkulasi awal dan akhirnya malahan jadi berbolak balik disekitar itu saja. Artinya, ada juga yang dahulunya pilitikius, eh kini malahan mendadak jadi artis. Huehehehe…. Nyindir banget tuh…

Ada satu yang menggelitik saya, yaitu profesi VJ (Video Jockey). Biasanya ditampilkan oleh MTV. Yang ngetop saat mereka jadi VJ seingat saya ada Jamie, Nadya, Sarah Sechan ato si Ari dan Alex Abbad.

Lucunya, saking kebeletnya seorang remaja ingin menjadi VJ, yang mampu membuatnya terkenal, sampe gaya bicarapun diubah mengadopsi gaya VJ. Sayangnya cita-citanya hanya ‘sedikit’ kesampean, yang penting ada kata ‘Video’nya, yaitu Reparasi atau Service Video. Hihihihihi… ada-ada saja si Benny & Mice ini….

Diantara satu buku “Lagak Jakarta” edisi buku 1 ini, yang paling norak dan bahkan membuat saya terpingkal-pingkal adalah profesi Salesman. Bagaimana tidak ? ini sekaligus mengingatkan saya pada orang-orang yang berbaju necis menawarkan ‘gratis ini itu’ setelah membeli produk dengan harga sekian dan memburu ‘customer’nya dengan cara menanti di depan toko jalan Gajah Mada Kota Denpasar. Tepatnya sebelah barat Bank BPD.

Termasuk orang-orang yang berbaju necis, datang ujug-ujug kerumah, mengatakan bahwa mereka sedang mensurvey pemakaian gas yang ujung-ujungnya adalah menjual produk. Tak lupa dengan orang-orang yang berpenampilan menarik seakan mereka adalah datang dari golongan menengah keatas, tapi kenyataannya malah melakukan penipuan.

Yang membuat saya makin tersenyum simpul adalah, sambutan dari tuan rumah dan penampilan baku yang harus dipatuhi oleh setiap Salesman dalam menjalankan tugasnya…

> Huahahahahaha…. rasanya saya belum jua puas dalam menikmati karya kartun strip ala Benny & Mice…. <

Meringis bareng Benny & Mice “Lagak Jakarta” buku 2

1

Category : tentang InSPiRasi

Setelah terpingkal-pingkal dengan kartun strip ala Benny & Mice pada beberapa buku yang sempat saya tuliskan kemarin, kini saya seakan dipaksa untuk meringis bahkan maksimal ekspresi yang saya hasilkanpun hanya senyum yang miris.

“Lagak Jakarta”

Buku 2

Dari covernya dapat diketahui bahwa bundelan kartun strip karya Benny & Mice kali ini adalah kumpulan karya-karya mereka seperti “Krisis… oh… Krisis”, “Reformasi” dan “(Huru Hara) Hura-Hura Pemilu’99”.

Jika jeli mengingat bahkan bagi yang pernah melewati dan mengalami ketiga masa tersebut, barangkali saat menikmati kartun strip ala Benny & Mice ini, ekspresinya yakin banget bakalan mirip saya. Miris dan Meringis.

Bagaimana tidak ? Ditengah situasi tak menentu pertengahan tahun 1998 lalu, apalagi pra dan pasca Presiden Soeharto mengundurkan diri, bangsa ini termasuk rakyat-nya mengalami hal boleh dikatakan tak masuk akal sehat. Harga-harga melambung, bahkan jauh tinggi diatas awan.

Honda Tiger 1998 saya itu saja, dua tiga bulan sebelumnya hanya seharga 6 jutaan (baru), tapi saat saya memutuskan untuk mengambilnya, harga sudah melonjak menjadi 8,sekian juta per unitnya. Tak membutuhkan waktu lama, malahan nangkring di angka 17 juta per unitnya. Gila !

Turunnya Presiden Soeharto boleh jadi adalah berita yang paling fenomenal dan ditunggu oleh sebagian besar rakyat Indonesia, terutama oleh mahasiswa yang mendedikasikan diri dan organisasi mereka untuk ‘Pro Reformasi. Turun ke jalan hingga menduduki Gedung Senayan.

Yang malahan bikin mangkel seperti Benny & Mice ungkapkan dalam kartun stripnya, saat masa-masa jaya Orde Baru, “mereka” (baca:para politisi, pejabat dll) memuja dan menyanjung sang Jenderal, tapi setelah kejatuhannya, berlomba menyuarakan rakyat seakan mereka adalah yang terbaik dalam gerakan anti ‘Orde Baru’. Herannya hingga kinipun masih ada yang seperti itu…

Diantara serangkaian peristiwa tahun 1998, mungkin saat chaos terjadi yang lantas menimbulkan aksi penjarahan, pemerkosaan dan penganiayaan warga keturunan, bisa dikatakan sebagai kejadian yang membuat miris dan meringis paling besar. Penjarahan yang dilakukan oleh rakyat kita sendiri… oh betapa nistanya mereka…

Sosok para Penjarahpun tak luput dari perhatian Benny & Mice, bergaya orkay dadakan, bahkan ada juga yang tidak tahu betapa bernilainya barang jarahan mereka tersebut bagi orang yang memilikinya (termasuk soal barang mentah)…

Ohya, mumpung bentar lagi PilCaLeg, ada baiknya pula loh, kalo para CaLeg saat ini ikutan membaca kartun strip ala Benny & Mice. Kenapa gerangan ?

Karena Benny & Mice membuat gambaran tentang perilaku para Calon Wakil Rakyat sebelum dan sesudah pemilu dilakukan, termasuk soal berantem di gedung Senayan , mendewakan ‘kursi’nya dan bahkan hingga ke ‘bisanya cuman tidur doang’. Wahahahaha…. Kritik membangun tuh !!!

Walau begitu, Benny & Mice tak lupa menggambarkan berbagai isu yang terjadi saat suksesi pergantian pimpinan akibat turunnya Presiden kedua bangsa ini yang bernama Soehar-To. Ini terkait dengan ramalan Jayabaya yang mengatakan bahwa negeri ini bakalan mengalami masa Gemah Ripah Loh Jinawi, jika dipimpin oleh orang yang memiliki nama berakhiran tertentu.

Dalam hal ini, ‘No – To – No – Go – Ro’. Menata Negara. Kira-kira begitu. Maka mulailah para pimpinan itu mengira-ngira namanya sendiri, pas gak dengan ramalan tersebut ? huahahaha….

Juga ada satu dua gambaran kuat lemahnya Rupiah terhadap Dollar, yang naik turun dan akhirnya sekarat jua…

Sang kartunis sendiri Benny & Mice, diakhir bukunya sempat mengambarkan proses pembuatan buku kumpulan ini, yang tampak bergelantungan dipohon. Alasan mereka ya ‘melihat Jakarta dari sisi mereka-sudut lain’.

> PanDe Baik masih setia menanti buku 1 dari bundelan “Lagak Jakarta” ini sambil ber-H2C- Harap-harap Cemas, semoga saja kartunnya nanti tambah lucu dan kembali membuat saya tertawa ngakak. Wuakakakakakakak……. <

Sampai Jumpa di Benny & Mice “Lagak Jakarta” Buku 1. He…

BENNY & MICE aspal ala PanDe Baik

1

Category : tentang KeseHaRian

Melanjutkan aksi saya ‘Tertangkap Kamera’ by PanDe Baik, foto ini diambil secara diam-diam pada Rapat Tahunan Banjar Tainsiat hari minggu lalu. Saat itu lagi asyik-asyiknya ngobrolin aplikasi Morange dan facebook pada ponsel dengan adik sepupu yang selalu meminjamkan saya buku kumpulan kartun Strip Benny & Mice.

Kami langsung terkikik saat saya menunjukkan satu dua sosok rekan warga banjar yang sedang bersenda gurau. Mirip banget dengan tokoh Benny & Mice versi kartun. Hanya saja jadi aneh karena versi yang ini pake destar/udeng. Huehehehe….

Kali aja kartun Benny & Mice pake destar/udeng betulan, bisa muncul kelak pada buku LOST IN BALI bagian ke-2. Huahahaha….

MenggeLitiknya Benny & MiCe

3

Category : tentang InSPiRasi

Lagi-lagi Benny & MiCe.

Rupanya kartun strip kita satu ini belum terasa memuaskan, jika belum melahap semua buku yang diterbitkan berisikan kumpulan ide yang konyol nan menggelitik nurani. Bisa dikatakan apa yang digambarkan oleh kartun strip Benny & MiCe -yang akhirnya menjadi satu trademark koran Kompas tiap hari minggu- merupakan gambaran diri kita sendiri sehari-harinya.

Bagaimana tidak ? Dalam setiap buku yang mereka bagi menjadi berbagai topik pilihan, dijamin ada saja satu dua gambaran yang beneran mencerminkan diri kita sendiri.

Katakanlah saat saya menikmati ‘Lost in Bali’ ada sikap pedagang di Legian yang kadang acuh pada orang lokal yang berkunjung ke los toko mereka akan sangat berbeda dibanding jika yang masuk ke los tokonya tersebut turis luar negeri. Pada ‘100 tokoh paling berpengaruh di Jakarta’ malahan sosok sang pegawai negeri benar-benar menggambarkan siapa saya sebenarnya.

Trus, pada ‘Talk about Hape’ dan juga ‘Jakarta Atas Bawah’, satu gambaran perihal orang yang begitu bangganya memiliki hape keren, laptop keren tapi sepatunya masih robek-robek, malah kesannya makin menyindir saya saja. He…. Bahkan tak hanya itu, laptop yang keren buat dijinjingpun hanya dipakai untuk bermain Solitaire padahal sedang berada pada area free hotspot. Ealah….

Kini, saya beruntung bisa menikmati satu edisi buku mereka ‘Jakarta Luar Dalem’.

Isinya rata-rata mampu membuat saya minimal mengembangkan senyum, atau malah tertawa cekikikan di pojokan. Apalagi saat bablasnya mereka saat menanggapi trend yang berkembang disekitarnya. Saat orang ber-piercing gembok, mereka malahan menggunakan sangkar burung sebagai piercing di telinga. Atau saat flash disk jadi hiasan yang menggantung leher, mereka malah menggantungkan hard disk dengan ukuran Gygabyte. Huahahuahauahahaha…. Apalagi ada kata-kata uniknya pula…. ‘Lewat lo semua…’ atau ‘Putus lo semua…’

Gambaran diatas tentu saja membuat saya geli sendiri, lantaran langsung mengingatkan betapa noraknya saya saat jaman kuliah dahulu. Saat dikritik oleh dosen pembimbing asistensi tugas untuk lebih kreatif mendesain garis pinggir pada sebuah kertas gambar untuk mata kuliah Perancangan, saya kebablasan hingga menggambarkan seekor tikus menggerogoti pinggiran kertas gambar. Tentu saja itu menjadi bahan tertawaan dosen dan juga teman kuliah.

Saat stiker mulai trend ditempel secara acak dan ngawur di helm, saya dengan pedenya menjalin berbagai artikel majalah untuk kemudian ditempelkan dengan plester bening, full menutupi helm, tanpa ada ruang kosong sedikitpun. Makanya sangat wajar jika sampe di bangku kuliahpun saya belum pernah jalan dengan makhluk yang berkelamin Cewek. Huahahuahauahahaha….

Satu lagi. Saat selongsong tabung gambar sangat keren disandang kemana-mana (ciri khas anak Arsitek), saya malah membuatnya sendiri dengan pipa paralon dalam ukuran panjang satu setengah meter. Lengkap dengan lapis luar kulit imitasi berwarna hitam. Keren banget memang (ini jelas-jelas buanget pendapat saya pribadi). Padahal isi dalemnya paling cuman kertas berukuran A3 (dua kali A4) yang digulung beberapa lembar. Mubazir buanget dah ! Jadilah tampang saya mirip-mirip teroris. Sudah tinggi besar, masih menggendong bazooka pula. Huahauaauahahhaaa…

Okelah, stop menertawakan diri sendiri. Back to Benny & MiCe. Eeh… Ada Lagi !!! Coretan mereka tentang ‘Karyawan’ yang dateng tepat waktu biar bisa ngabsen dan dapet jatah transport makan siang, tapi jam kerjanya dipake main gim dan internetan. Dilanjutin makan siang dan ngorok setelahnya. Diakhiri dengan pulang tepat waktu. Wah Wah Wah…. Kira-kira ini nyindir siapa hayoooo…. Siapa yang kerjanya nge-BLoG dan blogwalking saat jam kerja ? Huahahuahauahahaha….

> PanDe Baik merasakan sekali manfaat daripada kumpulan komik strip Benny & MiCe yang diterbitkan dalam bentuk buku saku ini. Selain membuat hati riang, minimal saat isi dompet makin menipis diakhir bulanpun, saya masih bisa cekikikan. Lumayan membuat iri rekan-rekan seruangan kantor. He…..
Jadi gak sabaran nunggu (pinjeman dari adik sepupu) buku mereka yang laen. Huahahuahauahahaha…. <