Menghapus Akun dan PIN BBM

3

Category : tentang TeKnoLoGi

B B M
Black Berry Messenger

Kalo ndak salah bulan Juni tahun 2013, sebulan pasca dipromosikan di kursi Kepala Seksi Permukiman Dinas Cipta Karya silam, akhirnya saya menginstalasi aplikasi chat BBM lantaran semua Staf saat itu belum satupun menggunakan perangkat Android dan belum ada yang bersedia menginstalasi aplikasi Whatsapp di ponsel masing-masing dengan alasan memberatkan kinerja.
Maka setelah bertahun-tahun kukuh tidak menggunakan aplikasi messenger milik BlackBerry dan ponselnya sekalian, ya luluh juga. Tujuannya cuma satu. Bisa berkomunikasi dengan mereka semua dalam satu ruang chat.

Berselang 4 tahun, pasca pemisahan tugas menjadi Dinas Perumahan, rasanya sih memang ada lagi alasan untuk mempertahankannya. Semua Staf yang saya miliki terberai di empat ruangan, tiga bidang. Apalagi yang namanya perkembangan teknologi masa kini, perangkat BlackBerry tampaknya mulai ditinggalkan termasuk oleh semua mantan staf yang saya miliki, bahkan yang dulunya gagap sekalipun. Sehingga per pagi tadi, BBM atau BlackBerry Messenger musti di PHK dari layar ponsel.
Gak ada penyesalan apapun terkait itu.

Jadi ya Mohon Maaf, jika saya tidak lagi bisa dikontak lebih lanjut melalui PIN BBM.
Menambah panjang daftar aplikasi sosial media yang ditinggalkan.

Kita Chat lewat Whatsapp aja ya…

Yuk, Custom PIN BlackBerry Messenger-mu

Category : tentang TeKnoLoGi

Kalo kalian masih ingat di era jadul terdahulu, jaman messenger BBM baru nge-trend dan hanya bisa digunakan pada perangkat ponsel BlackBerry saja, ada beberapa kawan dan saudara yang ngotot menginginkan PIN BBM yang nantinya dibeli atau mengganti yang dimiliki untuk dapat di-Custom seenak udel. Sesuai Tanggal Lahir atau menggunakan Nama yang bersangkutan.

Padahal yang namanya PIN BBM jaman itu, secara default sudah baku tertanam pada ponsel BlackBerry masing-masing.

Harapan dan keinginan itu jadi semakin besar setelah yang namanya rumor beredar di pasaran, bahwa PIN BBM bisa diganti dengan membayarkan sejumlah uang kepada pada ‘ahlinya’ yang sampai saat ini sepertinya sih masih diragukan kebenarannya.

Sehingga selain harus menghafalkan nomor ponsel yang dipakai, pengguna ponsel BlackBerry diwajibkan pula menghafalkan atau minimal tahu cara mencari PIN BBM yang disematkan pada ponselnya, saat ditanya sesamanya. Ribet memang. Tapi ini pun kemudian berkembang menjadi sebuah Gengsi Ekslusif, utamanya dikalangan pengguna ponsel tanah air.

‘Hari Gini masih gak punya PIN BBM ?’ ejek beberapa kawan saat itu setelah mengetahui saya masih setia menggunakan ponsel Nokia lalu beralih ke Android tanpa mau mencicipi ponsel BlackBerry.

Lama berselang setelahnya, aplikasi Messenger BBM mulai menyambangi ponsel bersistem operasi lain macam Android dan juga iOS besutan Apple. Kalo gak salah sih sudah sejak dua tiga tahun lalu. Sayapun pada akhirnya mau tidak mau memaksakan diri menggunakan aplikasi ini setelah rata-rata rekan kerja yang ada dalam ruangan penugasan baru gak ada yang mau menginstalasi aplikasi messenger Whatsapp sebagaimana yang saat itu saya gunakan untuk berkomunikasi secara massal (grup). Alasannya sederhana, karena ponsel yang mereka gunakan kerap hang saat dicoba menggunakan Whatsapp. Ya sudah, yang mampu ya memang harus mengalah. Maka BBM pun mulai disuntikkan ke ponsel saat itu.

Di awal tahun 2015, tampaknya BlackBerry kembali ingin memberikan kejutan kepada pengguna setianya dengan mengabulkan harapan banyak pengguna pada era jadul terdahulu itu, yaitu dengan menyuntikkan fitur ‘Customize My PIN’ atau membuat kreasi PIN BBM sendiri sesuai keinginan, dengan cara membayar biaya sebesar Rp. 19.800 per bulannya.

Mau tahu bagaimana caranya ? yuk dibaca di tulisan berikutnya.

Harga BBM Bersubsidi (masih) keMahalan ?

Category : tentang Opini

Jika kalian menganggap keputusan kenaikan harga BBM bersubsidi yang diputuskan oleh Presiden Terpilih Joko Widodo beberapa hari yang lalu sebagai sebuah pengkhianatan rakyat, coba deh hitung-hitung dulu pemanfaatan BBM yang kalian serap untuk penggunaan sehari-hari lalu bandingkan dengan upaya penyelundupan BBM dengan transaksi senilai 1,3 Trilyun (ini yang baru aja ketahuan loh ya, gag termasuk yang selama ini dijalankan), di Batam sana yang menjadi akar bentrok antar aparat beberapa waktu lalu.

Baca majalah Detik edisi terakhir (sabtu, 22 November 2014) yang salah satu liputannya menurunkan topik upaya Penyelundupan BBM 1,3 Trilyun di Batam tempo hari, benar benar membuat saya miris. Mengingat salah satu alasan terjadinya upaya tersebut adalah berkaitan dengan harga BBM bersubsidi bangsa kita yang dianggap terlalu murah oleh asing, sehingga mereka (sindikat penyelundup dan kawan kawan) membeli atau bahkan mencuri BBM bersubsidi yang kita ributkan saat ini, dan menjualnya kembali ke luar negeri dengan harga yang tentunya lebih mahal dari harga yang kita lepas atau lebih murah dari harga BBM di negara mereka. Parahnya lagi, bahwa saking menggiurkannya bisnis penyelundupan BBM bersubsidi ini, upaya tersebut bahkan dibekingi oleh aparat setempat, sehingga saat ketahuan dan tertangkap tangan maka terjadilah bentrok dan baku tembak. *pantas saja jika hutang negara yang diwariskan oleh kabinet yang lalu meningkat jika dibandingkan awal kepemimpinan.

Menjadi semakin miris ketika sebagian dari kita malah bertindak anarkis lewat demo dan unjuk rasa, menolak kenaikan harga BBM bersubsidi dan mengancam akan menurunkan Pemerintah Terpilih lewat berbagai cara. Padahal sesungguhnya subsidi yang selama ini diharapkan seluruhnya untuk rakyat, malahan jauh lebih besar dinikmati oleh kalangan menengah ke atas. Logis gag yah, jalan pikiran saya ini ?

Akan tetapi, semua pemikiran yang saya sampaikan sejak awal di akun FaceBook kemudian mendapatkan banyak penolakan. Gara-garanya adalah, adanya banyak pendapat dan masukan dari berbagai pihak termasuk diantaranya pakar ekonomi kenamaan bangsa yang mengatakan bahwa harga BBM bersubsidi yang seharusnya dijual oleh Pemerintah adalah sebesar Rp. 5.660 per liternya. Bahkan ada juga yang berhitung dengan kurs yang 1 USD = Rp. 9.000, uang tunai yang dikeluarkan untuk menghasilkan 1 liter premium hanyalah… sebesar Rp. 566 saja. Wih… angkanya mirip, beda satu digit Nol-nya saja.

Beda lagi dengan saudara sepupu saya, Om YePe yang merilis komentar tanggapan atas statusnya sendiri per tanggal 8 November lalu, menyampaikan hasil Copas Blog yang dianggapnya ‘make sense’, menyampaikan bahwa dengan adanya “Perbedaan penghasilan antara penduduk Indonesia terdapat selisih 35 x lipat untuk setara dengan penduduk miskin di Amerika, menJadikan harga BBM bensin di Amerika seharusnya = 35 x Rp 6.500 = Rp 227.500 per liter. Tetapi hanya dijual Rp 10.760/liter. Sangat murah kan ! *hebat… bathin saya, alangkah beruntungnya menjadi Warga Negara Amerika*
Sedang Harga bensin Indonesia seharusnya = Rp. 6.500 : 35 = Rp 185,7 per liter. Tetapi di jual 6.500 per liter malah akan dinaikan lagi.” *hmmm… murah banget yah…

Ditambahkan pula bahwa “Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) juga menyatakan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia tak termasuk murah. Bila dibandingkan dengan negara lain, harga BBM bersubsidi di Indonesia cenderung lebih mahal.”

Lalu seumpamanya saja dikaitkan dengan upaya Penyelundupan BBM diatas tadi itu, sebenarnya harga BBM bersubsidi kita beneran termasuk Murah (sehingga wajar jika diselundupkan), atau malah keMahalan sih ? *sehingga bego banget pola pikir para penyelundup sampe-sampe bertransaksi hingga 1,3 Trilyun ?

Uji Coba BBM for Android pada PC Desktop

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah berhasil menginvasi sebagian pengguna Android dan iOS sedari kuartal terakhir tahun kemarin, BlackBerry tampaknya sedang berancang-ancang untuk melebarkan sayapnya ke ranah pengguna PC ataupun laptop dengan meluncurkan (isu) BBM on Desktop. Hal ini dapat disaksikan melalui video berdurasi 3.54 menit di portal berbagi YouTube yang mana menyajikan demo penggunaan aplikasi BlackBerry Messenger pada sebuah layar PC.

Mungkinkah ?

Sayangnya (isu) BBM on Desktop ini kemudian disalahgunakan untuk memancing beberapa pengguna akun FaceBook yang mengimingkan percobaan lebih dulu namun mengarah pada sebuah halaman yang tak jelas maksudnya dan secara otomatis memaksa pengguna untuk mengirimkan pemberitahuan akan hal yang sama kepada sebagian besar kawan di akun tersebut. Percobaan Penipuan ? he… tebak sendiri deh.

BBM Bluestack PanDeBaik 2

Tapi kalopun memang ngebet untuk mencoba, sebetulnya ada satu cara (sementara, sambil menunggu versi originalnya dirilis resmi) yang bisa dilakukan, yaitu dengan memanfaatkan aplikasi Emulator Android bernama BlueStack yang dapat digunakan baik dalam perangkat PC ataupun laptop berbasis Windows ataupun Mac. Dengan ukuran installer yang hanya 8 MB-an, aplikasi BBM for Android rupanya bisa dijalankan dengan baik. Terkait bagaimana langkah dan cara instalasi dari Bluestack, kelak akan saya share juga disini.

Namun setidaknya jika sudah gag sabar untuk menjajal aplikasi BBM di perangkat PC atau laptop yang kawan miliki, cara ini bisa dicoba.
Dari pengujian yang saya lakukan pada hari rabu lalu, BBM for Android berjalan dengan baik tanpa masalah. Beberapa nomor PIN yang saya add/invite pun merespon meski dengan pertanyaan dan rasa geli meningat kalimat dan status yang saya gunakan untuk akun BBM on Desktop ini mengambil nama (seksi) Permukiman DCK, tempat dimana saya bertugas.

Untuk penggunaannya pun tidak berbeda dengan aplikasi BBM for Android yang dapat dinikmati pada perangkat ponsel ataupun tablet. Termasuk soal tampilan-nya yang Portrait, yang biasanya sedikit menyulitkan pengetikan pesan mengingat ukuran tombol keyboard sentuh tak senyaman mode Landscape. Namun untuk penggunaan di layar PC atau laptop, pengetikan dapat memanfaatkan keyboard fisik yang jelas jauh lebih nyaman ditambah kombinasi mouse untuk mengakses area lantaran layar belum mendukung fitur sentuh atau touchscreen.

BBM Bluestack PanDeBaik 1

Sayangnya ada satu nilai minus yang menjadi kendala, yaitu terkait spec minimum pada PC atau laptop yang akan dipergunakan, kalau gag salah RAM minimal yang dipersyaratkan adalah sebesar 1 GB. Jikapun boleh saya saran sih ya minimal 2 GB, agar jalannya aplikasi tidak tersendat karena Bluestack merupakan sebuah emulator macam VirtualBox yang mampu menjalankan sistem operasi lain (Android) diatas sistem operasi yang sudah ada. Jadi, yang sabar yah…

BBM for Android dan BBM for iOS

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Dengan hadirnya BBM secara permanen di iOS dan #Android, sepertinya sudah gag ada alasan lagi untuk mengatakan ‘maaf gag pake BB’ saat ditanya PIN BB/BBM oleh kawan maupun kolega kini.

PIN BBM PanDe Baik 1

Hal ini secara tidak langsung, memaksa para penggunanya (Android dan iOS/iPhone) utk mengaktivasi aplikasi BBM, Mengingat aplikasi BBM tersedia secara free, demikian halnya dgn biaya penggunaan yg sudah include dalam paket data bulanan, jadi ya gag rugi apa-apa.

Dengan hadirnya aplikasi BBM di pasar #Android, rasanya bakalan berimbas ke penjualan handset BB yang memang dikabarkan terus menurun. Mahalnya harga yg harus ditebus utk sebuah handset BB tak sebanding dengan kemampuan yang didapat menjadi masalah utama terutama pasar lokal. Kebiasaan cabut batere menjadi salah satu hal wajib yang dilakukan pada perangkat BB meski kini sdh makin jarang seiring hadirnya BB 10.

Maka, kehadiran aplikasi BBM di perangkat #Android yang notabene lebih bisa dijangkau secara harga, merupakan angin segar, demikan dgn iOS. Meski tidak semua pengguna kedua OS tersebut bakalan menyambut baik dan menggunakannya, Terutama pengguna yg malas bereksplorasi. Dengan demikian trend terkini bisa jadi bakalan bergeser. Membeli handset #Android dibawah sejuta, biar bisa BBMan plus multimedia :p

Aplikasi BBM for #Android dan iOS tampaknya berlaku untuk pasar aplikasi di semua negara, silahkan ambil yang dikembangkan oleh BlackBerry Limited. Meski dijanjikan bahwa semua pengguna bisa langsung mengaktivasi BBM, namun kenyataan lapangan ternyata tidak demikian.

Dari beberapa percobaan yg dilakukan sejak kemarin sore, gag semua alamat email mampu diaktifkan sebsagai modal awal aktivasi BBM. Hanya bagi alamat email yg sudah terdaftar di halaman blackberry dot com saja yg berhasil melewati proses awal aktivasi, meski utk BB ID Tidak harus menggunakan alamat email yg sama. Jadi, segeralah daftarkan alamat email kalian ke blackberry dot com terlebih dulu. (Note : rupanya di halaman tersebut opsi untuk mendaftarkan alamat email sudah tidak tersedia lagi, jadi satu-satunya jalan ya daftar lewat aplikasi). Sehingga utk pengguna yang belum mendaftarkan alamat emailnya di blackberry, bakalan dihadapkan pada waiting list utk menerima undangan.

Jika pada handset BB, PIN melekat pada perangkat, maka pada BBM for Android dan iOS, PIN bakalan melekat pada email. Sehingga dari percobaan yg dilakukan tadi pagi, pengguna tidak dapat menginputkan alamat email yg sama, setelah berhasil diaktivasi. (Note : hal ini tidak sepenuhnya benar, karena dalam percobaan aktivasi PIN BBM ketiga, saya berhasil masuk dengan menggunakan alamat email yang sama dengan PIN BB ketiga).

Namun meski BBM sudah dapat digunakan di handset #Android dan iOS, tampaknya belum semua fitur dapat dimanfaatkan layaknya BBM for BB. Salah satu fitur yg ditiadakan adalah Voice Call via BBM. Jadi bagi yg ngebet dgn Free Voice ya tetep musti beli BB, bukan #Android atau iOS. Selain itu, kelihatannya aplikasi BBM for #Android ini masih berupa aplikasi yg tidak standby atau siaga,karena setiap kali berpindah ke BBM, Selalu menyajikan tulisan ‘opening BBM’ utk jeda waktu tertentu… Semoga kelak ada penyempurnaannya…

Berikut tampilan BBM for #Android 1.0 – http://instagram.com/p/fzca2ORkmW/

Untuk bisa menjalankan aplikasi BBM for Android, dibutuhkan spec minimum versi OS (Operating System) 4.0 atau Ice Cream Sandwich. Sedangkan versi iOS yaitu 6.0. jadi apapun perangkat yang kalian miliki, selama memenuhi spec minimum diatas ya dijamin mau. Tinggal opsi masuk Waiting List atau tidak saja.

Untuk sementara waktu, dukungan berkirim kontak vcf seperti halnya Whatsapp, rupanya gag didukung. – @azwarINTER he… Entah ya, blom dicobain… Tp rasanya utk fitur attachment baru dukung gambar dan note deh…

UjiCoba BBM for iOS. Perangkat iPhone 4 CDMA. http://instagram.com/p/fz3DrNxkuo/ (PIN BBM kedua).

PIN BBM PanDe Baik

Bagi kawan-kawan yg masih berusaha mengaktivasi aplikasi BBM dan masuk dalam Waiting List, jangan khawatir, Email balasan bakal segera sampai.PIN BBM kedua tadi adalah pembuktiannya, dimana alamat email tsb baru didaftarkan tadi pagi (kemarin pagi) dan sudah mendapat jawaban sejam lalu (kemarin sore).

Jadi, Tinggal menunggu jawaban utk email ketiga dan keempat *uhuk *yg belum terjawab adalah, apabila satu handset memiliki 2 nomor. Tentu gag bakalan banyak perbedaan dgn aplikasi chat lainnya jika sudah begini, cek whatsapp misalkan.

Berhasil mengaktifkan PIN BBM yang ketiga… Kali ini berada di handset #Android milik istri… Tinggal satu al.email lagi. (untuk yang satu ini gag ada tampilan gambarnya… ada di instagram milik Istri).

PIN BBM keempat @pandebaik – http://instagram.com/p/f0326kRkno/ – dan sepertinya ini bakalan jadi yang permanen, karena berada di handset TabletPC Android Samsung Galaxy Tab, yang dijamin online.

PIN BBM PanDe Baik 3

Khusus untuk pertanyaan penggunaan alamat email dari @weedeeblue alamat email berbeda hanya berlaku utk BlackBerry ID saja, gunakan email sembarangpun gag masalah, gag ada notif tertentu. sedangkan utk email aktivasi awal, ternyata bisa menggunakan alamat email yg sebelumnya sudah pernah dilakukan aktivasi :p

PIN BBM sudah nembus 4 buah… Nah pertanyaannya sekarang adalah… Mau dipake apa PIN BBM sebanyak ini ? *percobaan selesai, back to work

Haruskah Menanti BBM for Android ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Agak tergelitik juga sebetulnya saat kemarin malam menjumpai satu status teman yang mengancam saya jika kelak kedapatan ikut-ikutan menggunakan BBM atau BlackBerry Messenger lantaran selama ini sudah dikenal anti BB dan Pro Android. Hehehe… meski hanya bercanda, tapi apa iya kelak bakalan membanggakan, menggantungkan hidup dan keseharian pada sebuah aplikasi Chat milik BlackBerry hingga segitunya ? Bahkan di kalangan sebagian besar pengguna BB, aplikasi BBM merupakan Dewa yang setiap saat, setiap hari harus dikunjungi…

Hebohnya pemberitaan selama enam bulan terakhir baik di media maupun dunia maya menjadikan hampir setiap kawan yang saya temui seakan tak sabar dengan jadwal realisasi ide tersebut. Ada yang memang menantikannya sejak lama, malas beli BB karena lelet, tapi tetap mengidamkan dan berharap BBM bisa install di smartphone mereka… atau cuma kesampean beli BB paling murah dan kini berharap dengan nominal sama bisa dapet Android keren plus BBM…

Saya pribadi jujur aja nih, gag terlalu menantikannya mengingat aplikasi chat, apapun itu namanya, bukanlah satu prioritas utama yang saya gunakan sehari-hari, melainkan… sms dan telpon… masih jadul yah ? Hehehe… mengingat hanya dua fitur inilah yang mutlak dimiliki dan mampu dilakukan oleh perangkat telekomunikasi sejadul dan semurah apapun harganya… beda dengan Whatsapp, Line, atau bahkan BBM yang memang membutuhkan OS tertentu untuk bisa digunakan.

Tapi kalo boleh saya sedikit bernostalgia, kehadiran aplikasi BBM forAndroid atau bagian dari promosi BBM for Everyone ini sepertinya bakalan bernasib sama dengan dua aplikasi chat yang ada dihalaman HomeScreen perangkat Galaxy Tab saya selama ini, hanya ada namun jarang tergunakan… awalnya sih memang iya, dimasukkan ke grup a, b, c, d, e… rame orang bicara dan saling sahut, namun lama-lama sepi sendiri dan lebih memilih untuk out dari group. Apa sebab ?

Karena memang dasar perilaku yang saya miliki sangat jarang menyukai yang namanya Chatting, ngobrol ngalor ngidul dengan kawan, saudara atau siapapun. Entah itu lewat Whatsapp, Line atau app chat yang lain. Kalo bisa sih mending lewat sms, secukupnya, singkat, padat dan jelas. Dan memang lebih menyukai fitur semacam browser, eBook atau sejenisnya.

Nah trus, kira-kira apa pantas jika aplikasi BBM for Android patut dinanti kehadirannya pada Sabtu hari ini pukul 19.00 wita nanti ? Ya terserah dan kembali pada kebiasaan kalian.

Jika memang sejak dulu merupakan penghobi app Chat, dari Whatsapp, Line, KakaoTalk, hingga Live Profile yang kalo gag salah juga menggunakan PIN untuk bisa saling terhubung, tentu aplikasi BBM for Android atau bahkan iOS jelas patut ditunggu dan dijajal. Namun sebaliknya, jika memiliki perilaku mirip saya diatas, barangkali ya slow aja lah… datang oke, ditundapun memang gag masalah.

Namun, entah bagaimana kenyataan yang ada nantinya, jika boleh dibandingkan antara aplikasi chat semacam Whatsapp atau Line dengan BlackBerry Messenger atau BBM, saya pribadi lebih menyukai gaya aplikasi semacam Whatsapp yang memang tidak lagi membutuhkan server tambahan untuk mengolah, mengirim dan menerima informasi dari dua atau lebih pengguna yang berinteraksi didalamnya. Bisa jadi dengan demikian proses chat jadi gag bergantung lagi pada downnya server pusat akibat traffic yang padat dan semacamnya. Meski dari segi keamanan data, gag bisa se-secure BBM yang memang dikenal sulit untuk mendapatkan databasenya secara langsung.

Tapi ya sudahlah… apakah kita memang layak menantikan kehadiran aplikasi chat BBM for Android atau iOS ? semua tentu kembali pada diri sendiri. Bagi yang gag sabar ingin memiliki PIN dan berkencan dengan kawan-kawan lama pemilik perangkat BlackBerry, monggo ditunggu… kabarnya hari ini atau entar malam pukul 7… pas malam minggu jadwal apel pacar… *kalo bisa jangan sampe ngelupain pacar dan ngeduluin donlot. Hehehe… sedang yang santai, yuk mending jalan-jalan saja pagi ini. :p

BBM oh BBM

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Ups, sorry… seharusnya sih judul posting diatas berbunyi BlackBerry Messenger oh BlackBerry Messenger… tapi lantaran kepanjangan, akhirnya sih tak singkat saja… cuma rada khawatir kalo disangkain lagi ngomong Bahan Bakar Minyak oh Bahan Bakar Minyak… kan pagi trend tuh soal kenaikannya ? Hehehe…

Beberapa waktu lalu saya sempat bertanya di akun FaceBook dan Twitter terkait BBM (BlackBerry Messenger)… -Apa sih yang menarik dari apps chatting BBM bagi BB users ?-

Setelah mendapatkan beberapa jawaban dari para penggunanya, sayapun memulai aksi untuk membuatkannya dalam sebuah tulisan yang dipublikasi pula di halaman blog ini. Yang uniknya, salah satu kawan yang memberikan komentar di status FaceBook, Mirah Trisna Adi si pemilik blog mirahtadi kalo gag salah, menyatakan pengalamannya saat ditanyakan nomor PIN BB yang kemudian ditinggal pergi sang kawan saat ia mengatakan tidak memilikinya, tanpa usaha untuk bertanya nomor ponsel… what the ?

Bikin geli memang… tapi begitulah kenyataannya… pun hal sama berkali-kali saya alami langsung, terutama saat bertemu dengan kawan lama atau sanak saudara yang entah baru mengenal perangkat pintar BlackBerry, atau memang memilih untuk mendewakan PIN BB ketimbang nomor ponsel itu sendiri. Padahal gag semua orang di dunia ini menggunakan BB… dan saya yakin, semua pengguna BB pasti punya nomor telepon.

Tapi jujur, ada lagi pengalaman yg lebih unik kalo pas ngomongin soal PIN BB… yaitu saat mencatat satu persatu nomor ponsel kawan lama, dimana diantara sekian banyak peserta panitia Reuni, cuma saya yang rajin mencatat serta merekap nomor ponsel semua teman… dan itu lumayan membuat semua pandangan tertuju pada saya bak adegan penemuan makhluk kuno yg datang dari jaman jadul…

“kenapa musti repot mencatat nomor ponsel semua kawan ? Kan ada PIN BBnya ?” *kacrut… “Memangnya kalo kelak RIM bangkrut, apa guna PIN BB yang kalian catat, simpan dan dewakan itu ? Beda dgn nomor ponsel kan ?”

Pantas saja bila pengalaman kemarin malam, saat saya dihubungi seorang kawan lama, secara mendadak meminta nomor telepon salah satu kawan yang saya catatkan sebelumnya. Alasannya, karena BBM yang ia kirimkan tak jua dibalas. Hmmm… baru nyadar rupanya kalo nomor telepon itu penting. Ada-ada saja…

Tapi serius… “kira-kira apa yang akan kalian lakukan dengan PIN BB, jika satu saat RIM beneran bangkrut ?” :p

BlackBerry Perluas BBM ke iOS & Android ?

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Nanya iseng -Apa sih yang menarik dari apps chatting BBM bagi BB users ? *ada yg bisa ngasi petunjuk ?

Salah satu alasan yg pernah saya denger dari BB users adalah kemampuan BBM untuk membuat interactive teks yg belum dimiliki apps chat lain. Yg dimaksud dgn interactive teks adalah barisan karakter yg membentuk emoticon, wajah, benda dll dan kerap gag bisa kebaca di HH lain :p *Biasanya untuk bisa membacanya, HH (#Android misalnya) musti diinstalasi apps tambahan…

Salah satu alasan lain dari BB users adalah ‘gag perlu belajar install apps etc kalo cuma mau chat… bandingkan dgn whatsapp, line dll

Trus ada juga alasan lain seperti ‘semua teman, kerabat bahkan pacar pake BB… takut dikucilkan, gag gaul, ketinggalan berita…

Ada lagi alasan ‘klien saya pake BB… *tuntutan pekerjaan berarti… *malu kalo jawab ‘gag punya PIN BB…

saya yakin @armeq benar, kalo BBM jualan layaknya whatsapp, RIM bakalan untung kok… itu kalo pengguna iOS dan #Android menggunakannya. Minimal apps bisa dijual (biasanya di iOS), layanan paket bulanan BIS juga bakalan nambah… *memperluas jaringan tentu saja

Bagi mereka yg hanya mampu membeli BB murah/second hanya utk BBM-an, kini bisa ambil alternatif beli #Android di harga sama. Atau malah dengan budget yg lebih murah, merek china 500 ribuanpun (asal OS udah ICS), mereka sudah bisa BBM-an.

Dan rata”alasan yg saya denger kalo disuruh untuk install whatsapp di perangkat BB adalah ‘gag tau caranya… atw… lama downloadnya.

Lama”malah Jadi maklum karena memang gag semua pengguna ‘smartphone’ BB bisa smart pula penggunaan dan pengetahuannya. Karena untuk bisa mengunduh, instalasi dan menggunakan Whatsapp di BB, merek dituntut utk belajar… minimal tau cara prosedur donlot apps Atau paham bahwa di BB tuh ada istilah ‘BlackBerry ID… *hayooo saya yakin gag semua BB users punya BB ID… *taunya cuma PIN BB. Dan diperlukan beberapa trik untuk bisa berhasil membuat akun BlackBerry ID berhubung kalo ngandelin HH, lebih banyak gagalnya…

Padahal, kalo bicara diluar semua alasan tadi ‘mengapa perlu banget dgn BBM’, kekurangannya adalah belum bisa lintas platform. Bandingkan dengan Whatsapp, Line etc yang bisa digunakan bahkan oleh pengguna ponsel Nokia symbian sekalipun. Jadi kalopun mau bikin group Chat di Whatsapp misalnya, kini sudah gag perlu beli #Android terkini atau iPhone yang mahal…

Cuma lantaran belum bisa lintas platform inilah, kemudian menciptakan ekslusifitas antar pengguna BB.. *padahal bisa jadi malahan kekurangan. Dan saking ekslusifnya, ada juga yg cuma kesampean beli #Android murah berusaha mencari cara biar bisa BBM-an di ponsel mereka. Termasuk menginstalasi apk BBM yang tempo hari sempat bikin heboh di Google Play, dan kalo gag salah sih cuma HOAX

Kalo menurut saya pribadi sih.. ini pribadi loh ya.. sejauh gag khawatir dicap ketinggalan jaman, gag gaul dll sebetulnya BBM gag perlu”amat. Hal ini pula yang kerap saya tanamkan pada kawan”di PNS dan juga istri *mungkin kelak termasuk anak”kalo mereka besar nanti. Bahkan saking nyantenya, mereka kini sudah punya jawaban sendiri kalo pas ditanya PIN BB dan diBully ‘hare gene gag punya BB ?’ Dibales dengan ‘hare gene masih pake BB ?’ He… ada”aja… *cukup bikin nyengir pas liat ekspresi BB Users dikatain gitu

Oke, bukan apa”kok.. tanpa bermaksud memBully balik pengguna BB users, mengapa juga harus dipaksakan beli HH mahal, tapi cuma dipake BBM-an?

Mengapa juga rela beli ponsel BB mahal”kalo cuma di pake Chatting, jejaring sosial… tanpa mau mengoptimalkan HH sebagaimana fungsinya ? Apalagi kalo sampe bawa Powerbank ‘soulmate HH BB’ kemana mana… ngerepotin kan ?

Dan sebetulnya apapun ponsel smartphone yang kawan”gunakan, selama penggunanya gag mampu smart, ya percuma saja beli mahal. Sayang banget duit budgetnya kalo dipake beli HH mahal tapi gag bisa browsing, lelet etc… *tapi kalo termasuk orkay sih, gag masalah

Karena sempat kasian aja dgn para orang tua yang dipaksa oleh anak”mereka buat beli BB terkini atas dasar biar bisa BBM-an. *< termasuk sering ngasi rekomend BB yang murmer bagi para ortu yg bingung nentuin budget dan pilihannya Tapi kalo kemudian yg jadi alasan 'tuntutan kerja' sih no problem... gag jarang yg tipe ginian, ngandelin BB cuma buat BBM-an dengan klien. Tapi ngandelin kerjaan lainnya lewat HH #Android atau iOS... *hayooo ngaku, ada yg masuk kategori ini gag yah ? Apalagi kalo dasarnya memang gag suka chat, mungkin gag cuma BBM, tapi juga Whatsapp, Line etc malah gag terlalu perlu utk diinstall semua.. Dan salah satu alasan mengapa saya hampir selalu keluar dari group Whatsapp adalah notif suara yg gag henti"padahal user lain cuma say 'lol'. Satu"nya Group yg masih saya ikuti sampai saat ini di apps Whatsapp adalah kumpulannya Tim LPSE-ULP Badung, yg kini terdapat PPK didalamnya. Fungsinya lebih pada forum komunikasi agar kelak ketika terjadi gangguan akses ke halaman @LPSEBadung, Tim bisa lebih cepat taunya. Dan nilai plusnya tentu, para anggota Group gag cuma ngandelin satu jenis HH... terpantau Nokia Symbian pun ada yg pake disini... Jadi, selamat bagi kalian yg masuk kategori 'non BB Users' yang girang lantaran berita migrasinya BBM ke iOS dan #Android. Yang artinya 'kini saya bisa BBM-an dengan pengguna BB lainnya...' *cuma nanti apakah menggunakan sistem PIN atau ngandelin nomor ponsel ? Sedang bagi yang masuk kategori BB haters, mbok ya jangan gitu"amat deh... sok cuek dgn berita migrasinya BBM *eh Selama bisa memaklumi kelebihan dan kekurangan masing"HH, gag masalah apapun jenis smartphone yg kalian gunakan. Terpenting, bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan sebagaimana 'fungsinya sebagai sebuah smartphone *tumben ngTwit dini hari... ini gara"tadi kaget dibangunin buat bikin susu si baby, malah gag bisa merem lagi... *hayok tidur lagi 🙂

Sekali lagi… *nanya iseng -Apa sih yang menarik dari apps chatting BBM bagi BB users ? *ada yg bisa ngasi petunjuk ?