Minim Ide buat nge-Blog ? akali saja

9

Category : tentang iLMu tamBahan

Gak terasa udah dua tahun lebih blog ini berjalan, dikelola dan diperbarui isinya. Entah berapa ide dan topik yang sudah dilontarkan dan di-publish di area ini. Dengan tujuan terbanyak adalah iseng, pengisi waktu, numpahin unek-unek pekerjaan dan rutinitas, ataupun sekilas info bagi mereka yang gak sengaja mampir atau mencari obyek tertentu. Namun 2 bulan terakhir, ada yang unik perihal pembaharuan isi blog. Setiap hari.

Ini tentu sangat berlawanan kondisinya dengan beberapa rekan Blogger, salah satunya Bli Wira Bagus, yang kadang merasakan kebingungan akan keringnya ide untuk ditampilkan di blog, terutama bagi mereka yang mengandalkan Blog sebagai salah satu pendapatan, mendulang Dollar. Biasanya pada milih Rehat sejenak.

Secara pribadi, sangat bersyukur bahwa penulis gak memaku isi blog ini pada satu tema/topik yang mengikat, sehingga ide yang ada mengalir begitu saja, dari hal ringan keseharian, bau pekerjaan, sampai ke hobby gadget dan politik praktis.

Berbeda halnya dengan blog yang baru saja diluncurkan demi sebuah angan-angan seperti halnya Blogger diatas, bermain Adsense sambil mem-publish perkembangan putri kecil kami. Sebagai catatan saat ia beranjak remaja nantinya. J

Lantas bagaimana caranya agar isi dari Blog yang dikelola tetap terlihat ter-update secara periodik (satu hal penting bagi mereka yang ber-Adsense) hanya karena sang pemilik kering ide.

minim-ide.JPG

Satu, gak ngotot dalam mencari ide. Cukup dari keseharian saja, begitu banyak yang bisa diambil. Keseharian, peristiwa disekitar, situasi politik negara hingga kabar terakhir negeri ini. Bisa juga perilaku putra putri nan kecil dan lucu, atau malahan menyangkut hobby dan apa yang dilakukan biasanya.

Dua, catat saat ide itu muncul. Biasanya suka mendadak, atau terlintas saat lagi konsen dengan hal-hal penting. Media pencatatan paling gampang adalah hape atau ponsel. Cari fitur Notes atau Pesan, dan simpan. Kalopun sempat ya dilengkapi dengan gambaran pendukung sebagai bahan tambahan isi Blog nantinya. Penulis sedari awal nge-Blog selalu menerapkan cara ini, maka tak heran kalo beberapa rekan terkaget-kaget melihat daftar catatan pada ponsel. J

Tiga, tuangkan ide-ide tadi saat senggang. Utamakan ide/topik yang punya prioritas berkaitan waktu (misalnya Ryan jagal Jombang, gak asik kalo ditulis pas udah lewat sebulan), sekalian aja dua tiga ide, atau kalopun bisa sih lebih dari itu, secara offline dalam bentuk Word, plus gambar pendukungnya jika perlu.

Empat, Posting dengan schedule waktu. Jangan memposting ide semua tadi dalam satu hari publish. Buatkan jadwal kecil, kapan posting tadi layak tampil pada Blog. Tentu kembali pada prioritas diatas, kalo yang emang berkaitan dengan kekinian ya harus segera, tapi kalo cuman iseng dan sepertinya gak terpaut waktu ya diurut belakangan saja.

Lima, kadang kada ada hal-hal lebih dadakan terjadi, seperti kebakaran Yudistira waktu lalu, sayang untuk dilewatkan, jikapun sempat boleh disematkan diantara jam publish posting, tapi dalam rentang waktu hitungan jam.

Sejauh ini, apa yang penulis coba terapkan diatas cukup sukses untuk menangkal jurus ‘no idea for blogging’. Setidaknya dalam kurun waktu seminggu sambil menunggu jadwal posting habis terschedule, penulis masih bisa menyempatkan diri bermain dengan si kecil Mirah, tanpa harus bingung dengan isi Blog hari ini.

Semoga berguna.

Launching Bali Blogger Community : 10 Februari 2008

Category : tentang KeseHaRian

Akhirnya Launching juga.
Itu hal pertama yang terpikirkan dalam otak saat hari sudah beranjak sore ditengah keramaian para b(e)logger Bali saat ngumpul diacara kecil tapi asik besutan Anton Muhajir pemilik Rumah Tulisan didukung oleh rekan-rekan lain yang gak kalah penting perannya disana.

Diadakan di Art Verandha milik pak Popo Danes, salah satu orang yang kesohor saat kuliah di Arsitektur dahulu, gak nyangkanya yah baru kali ini bisa ngliat pak Popo dari deket dengan penampilan yang sangat nyante dibanding apa yang dibayangkan selama ini.
Walopun pada awalnya wajah pak Popo yang terbayang pada benak, ya gak beda jauh dengan tokoh mister Popo dalam cerita komik Dragon Ball. Hehe…
Maaf pak.

Acara Launching ini dimeriahkan pula oleh penampilan band yang gak kalah asyik, apalagi kalo didenger bareng Istri yang kini lagi hamil guede (that’s why gak diajak ikutan hadir kmaren), dijamin tambah romantis dan bikin makin deket aja. Halah…
Animo kalo ndak salah itu sih nama Bandnya.
Selain tema lagu yang emang ngungkapin kata Cinta, makanya terasa asik dikuping, makin menjadi gara-gara permainan perkusi yang mojok di kanan depan, dan mengundang anak-anak untuk ikutan memainkan tangannya hanya sekedar menirukan aja.

Selama acara pula gak juari nge-shoot satu adeganpun lantaran kamera yang bersliweran, rata-rata udah type Profesional semua, beda banget kalo lagi ngikutin acara dikalangan pegawe yang namanya kamera digitalpun masih langka dimiliki. Huahaha… makanya gak ada satupun foto acara kemaren yang bisa ditampilkan disini.
Jadi mending duduk manis di pojokan, selain emang masih merasa asing berada ditengah kumpulan makhluk yang tampaknya udah saling mengenal satu sama lain itu.

Anyway, acaranya secara pribadi boleh dikatakan asik lantaran disini bisa ketemu dengan orang-orang hebat yang dahulunya mungkin sangat berperan dibidangnya. Dari Anton sendiri bersama sang Istri dan anak yang lutu tetali, mas Yoskebe yang wajahnya memang sedikit familiar mengingat beliau tergolong senior di Akademika Unud, juga sua dengan pak ‘Munir’nya Bali yang sayangnya gak ketemuan dengan sang rival dalam milis. Padahal mungkin sudah gak sabar buat adu debat lagi ya Bli ?

So, selamat dulu deh buat teman-teman yang menyempatkan diri hadir kemaren di acara Launching BBC dan berharap memang kedepannya, ada sesuatu yang bisa dibuat dan dihasilkan ditengah gerusan arus teknologi yang makin menggila. Yah paling gak, ada sedikit wakil dari B(e)logger Bali lah.

Nulisin Blog ; apa asyiknya ?

Category : tentang DiRi SenDiri

Awal cerita join to blog sebetulnya sih gak sengaja lantaran emang ditugaskan ikutan pelatihan komputer oleh instansi tempat bekerja, kalo ndak salah itu bulan mei-juni 2006 lalu, eh postingannya masih ada lho. Hehe…Ikutan blajar nge-Blog pun sebenernya emang gak direncanakan lantaran waktu itu prioritasnya malah ke photo dan video editing. Namun lantaran udah kepenuhan maka dialihkan ke kelas Blog.

Tapi gak disangka ya ini bisa jadi jawaban dari Tuhan atas segala doa dimana akhirnya bisa juga punya satu tempat nulis buat ngluarin unek-unek tanpa aturan yang baku maupun kekhawatiran akan dibaca oleh orang lain.

Seiring berjalannya masa posting diisi dengan sekelumit kisah-kisah seputaran dunia kerja hingga keseharian, akhirnya blog yang ditulis nyatanya emang kadangkala terbaca juga oleh orang lain, padahal gak ada nyantumin iklan dimanapun.

Menulis Blog secara pribadi emang mengasyikkan.
Dilakukan selepas penat kerja seharian atopun saat semua beban numplek di kepala namun masih harus nunggu giliran buat dituangkan agar gak keburu basi.
Tema pun berbeda-beda tanpa ada pengelompokkan kategori seperti yang ditampilkan Blog lain lantaran emang gak ada panutan yang bisa dipake buat ngembangin nuansa Blog. Mungkin juga lantaran kapasitas otak sudah mentok buat belajar menata tampilan Blog agar mudah dan enak dibaca.

Pikiran ini sekali-sekali emang muncul disela lincahnya jari kalo udah berhadapan dengan kibord dan gak jarang pula sembari melahirkan beberapa jenis tulisan yang kadang aneh buat dibaca orang lain.

Anyway anggap aja nulis Blog itu sebagai satu langkah awal untuk memulai mengumpulkan pengalaman-pengalaman yang dialami selama menjalani kehidupan, ditulis mengalir begitu aja tanpa aturan baku dan kisah yang emang sesuai dengan pakem etika penulisan.

Emang sih ada satu dua orang terutama dari orang yang menularkan ajaran nge-Blog 2006 lalu, untuk memulai memilah dan memilih mana yang pantes dijadikan sebuah buku lantas dijual.
Tapi dasarnya nulis emang gak punya tujuan komersial yah gitu deh, semua ide mengalir tanpa ada hasrat buat menampilkannya jadi sebuah buku.

Namun seiring dengan pendewasaan diri saat usia akan menginjak kepala 3, timbul lagi deh keinginan buat niat belajar menulis yang serius yah paling gak dengan sedikit kemauan akan belajar menulis.
Harapannya sih gak muluk-muluk, selain Blog emang tempat buat numpahin segala idealisme dan angan, setidaknya enak dan mudah dimengerti pula apabila dibaca orang.

Hanya saja sempat terlintas, emang ada tempat buat belajar menulis ?