BBM for Android dan BBM for iOS

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Dengan hadirnya BBM secara permanen di iOS dan #Android, sepertinya sudah gag ada alasan lagi untuk mengatakan ‘maaf gag pake BB’ saat ditanya PIN BB/BBM oleh kawan maupun kolega kini.

PIN BBM PanDe Baik 1

Hal ini secara tidak langsung, memaksa para penggunanya (Android dan iOS/iPhone) utk mengaktivasi aplikasi BBM, Mengingat aplikasi BBM tersedia secara free, demikian halnya dgn biaya penggunaan yg sudah include dalam paket data bulanan, jadi ya gag rugi apa-apa.

Dengan hadirnya aplikasi BBM di pasar #Android, rasanya bakalan berimbas ke penjualan handset BB yang memang dikabarkan terus menurun. Mahalnya harga yg harus ditebus utk sebuah handset BB tak sebanding dengan kemampuan yang didapat menjadi masalah utama terutama pasar lokal. Kebiasaan cabut batere menjadi salah satu hal wajib yang dilakukan pada perangkat BB meski kini sdh makin jarang seiring hadirnya BB 10.

Maka, kehadiran aplikasi BBM di perangkat #Android yang notabene lebih bisa dijangkau secara harga, merupakan angin segar, demikan dgn iOS. Meski tidak semua pengguna kedua OS tersebut bakalan menyambut baik dan menggunakannya, Terutama pengguna yg malas bereksplorasi. Dengan demikian trend terkini bisa jadi bakalan bergeser. Membeli handset #Android dibawah sejuta, biar bisa BBMan plus multimedia :p

Aplikasi BBM for #Android dan iOS tampaknya berlaku untuk pasar aplikasi di semua negara, silahkan ambil yang dikembangkan oleh BlackBerry Limited. Meski dijanjikan bahwa semua pengguna bisa langsung mengaktivasi BBM, namun kenyataan lapangan ternyata tidak demikian.

Dari beberapa percobaan yg dilakukan sejak kemarin sore, gag semua alamat email mampu diaktifkan sebsagai modal awal aktivasi BBM. Hanya bagi alamat email yg sudah terdaftar di halaman blackberry dot com saja yg berhasil melewati proses awal aktivasi, meski utk BB ID Tidak harus menggunakan alamat email yg sama. Jadi, segeralah daftarkan alamat email kalian ke blackberry dot com terlebih dulu. (Note : rupanya di halaman tersebut opsi untuk mendaftarkan alamat email sudah tidak tersedia lagi, jadi satu-satunya jalan ya daftar lewat aplikasi). Sehingga utk pengguna yang belum mendaftarkan alamat emailnya di blackberry, bakalan dihadapkan pada waiting list utk menerima undangan.

Jika pada handset BB, PIN melekat pada perangkat, maka pada BBM for Android dan iOS, PIN bakalan melekat pada email. Sehingga dari percobaan yg dilakukan tadi pagi, pengguna tidak dapat menginputkan alamat email yg sama, setelah berhasil diaktivasi. (Note : hal ini tidak sepenuhnya benar, karena dalam percobaan aktivasi PIN BBM ketiga, saya berhasil masuk dengan menggunakan alamat email yang sama dengan PIN BB ketiga).

Namun meski BBM sudah dapat digunakan di handset #Android dan iOS, tampaknya belum semua fitur dapat dimanfaatkan layaknya BBM for BB. Salah satu fitur yg ditiadakan adalah Voice Call via BBM. Jadi bagi yg ngebet dgn Free Voice ya tetep musti beli BB, bukan #Android atau iOS. Selain itu, kelihatannya aplikasi BBM for #Android ini masih berupa aplikasi yg tidak standby atau siaga,karena setiap kali berpindah ke BBM, Selalu menyajikan tulisan ‘opening BBM’ utk jeda waktu tertentu… Semoga kelak ada penyempurnaannya…

Berikut tampilan BBM for #Android 1.0 – http://instagram.com/p/fzca2ORkmW/

Untuk bisa menjalankan aplikasi BBM for Android, dibutuhkan spec minimum versi OS (Operating System) 4.0 atau Ice Cream Sandwich. Sedangkan versi iOS yaitu 6.0. jadi apapun perangkat yang kalian miliki, selama memenuhi spec minimum diatas ya dijamin mau. Tinggal opsi masuk Waiting List atau tidak saja.

Untuk sementara waktu, dukungan berkirim kontak vcf seperti halnya Whatsapp, rupanya gag didukung. – @azwarINTER he… Entah ya, blom dicobain… Tp rasanya utk fitur attachment baru dukung gambar dan note deh…

UjiCoba BBM for iOS. Perangkat iPhone 4 CDMA. http://instagram.com/p/fz3DrNxkuo/ (PIN BBM kedua).

PIN BBM PanDe Baik

Bagi kawan-kawan yg masih berusaha mengaktivasi aplikasi BBM dan masuk dalam Waiting List, jangan khawatir, Email balasan bakal segera sampai.PIN BBM kedua tadi adalah pembuktiannya, dimana alamat email tsb baru didaftarkan tadi pagi (kemarin pagi) dan sudah mendapat jawaban sejam lalu (kemarin sore).

Jadi, Tinggal menunggu jawaban utk email ketiga dan keempat *uhuk *yg belum terjawab adalah, apabila satu handset memiliki 2 nomor. Tentu gag bakalan banyak perbedaan dgn aplikasi chat lainnya jika sudah begini, cek whatsapp misalkan.

Berhasil mengaktifkan PIN BBM yang ketiga… Kali ini berada di handset #Android milik istri… Tinggal satu al.email lagi. (untuk yang satu ini gag ada tampilan gambarnya… ada di instagram milik Istri).

PIN BBM keempat @pandebaik – http://instagram.com/p/f0326kRkno/ – dan sepertinya ini bakalan jadi yang permanen, karena berada di handset TabletPC Android Samsung Galaxy Tab, yang dijamin online.

PIN BBM PanDe Baik 3

Khusus untuk pertanyaan penggunaan alamat email dari @weedeeblue alamat email berbeda hanya berlaku utk BlackBerry ID saja, gunakan email sembarangpun gag masalah, gag ada notif tertentu. sedangkan utk email aktivasi awal, ternyata bisa menggunakan alamat email yg sebelumnya sudah pernah dilakukan aktivasi :p

PIN BBM sudah nembus 4 buah… Nah pertanyaannya sekarang adalah… Mau dipake apa PIN BBM sebanyak ini ? *percobaan selesai, back to work

BBM oh BBM

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Ups, sorry… seharusnya sih judul posting diatas berbunyi BlackBerry Messenger oh BlackBerry Messenger… tapi lantaran kepanjangan, akhirnya sih tak singkat saja… cuma rada khawatir kalo disangkain lagi ngomong Bahan Bakar Minyak oh Bahan Bakar Minyak… kan pagi trend tuh soal kenaikannya ? Hehehe…

Beberapa waktu lalu saya sempat bertanya di akun FaceBook dan Twitter terkait BBM (BlackBerry Messenger)… -Apa sih yang menarik dari apps chatting BBM bagi BB users ?-

Setelah mendapatkan beberapa jawaban dari para penggunanya, sayapun memulai aksi untuk membuatkannya dalam sebuah tulisan yang dipublikasi pula di halaman blog ini. Yang uniknya, salah satu kawan yang memberikan komentar di status FaceBook, Mirah Trisna Adi si pemilik blog mirahtadi kalo gag salah, menyatakan pengalamannya saat ditanyakan nomor PIN BB yang kemudian ditinggal pergi sang kawan saat ia mengatakan tidak memilikinya, tanpa usaha untuk bertanya nomor ponsel… what the ?

Bikin geli memang… tapi begitulah kenyataannya… pun hal sama berkali-kali saya alami langsung, terutama saat bertemu dengan kawan lama atau sanak saudara yang entah baru mengenal perangkat pintar BlackBerry, atau memang memilih untuk mendewakan PIN BB ketimbang nomor ponsel itu sendiri. Padahal gag semua orang di dunia ini menggunakan BB… dan saya yakin, semua pengguna BB pasti punya nomor telepon.

Tapi jujur, ada lagi pengalaman yg lebih unik kalo pas ngomongin soal PIN BB… yaitu saat mencatat satu persatu nomor ponsel kawan lama, dimana diantara sekian banyak peserta panitia Reuni, cuma saya yang rajin mencatat serta merekap nomor ponsel semua teman… dan itu lumayan membuat semua pandangan tertuju pada saya bak adegan penemuan makhluk kuno yg datang dari jaman jadul…

“kenapa musti repot mencatat nomor ponsel semua kawan ? Kan ada PIN BBnya ?” *kacrut… “Memangnya kalo kelak RIM bangkrut, apa guna PIN BB yang kalian catat, simpan dan dewakan itu ? Beda dgn nomor ponsel kan ?”

Pantas saja bila pengalaman kemarin malam, saat saya dihubungi seorang kawan lama, secara mendadak meminta nomor telepon salah satu kawan yang saya catatkan sebelumnya. Alasannya, karena BBM yang ia kirimkan tak jua dibalas. Hmmm… baru nyadar rupanya kalo nomor telepon itu penting. Ada-ada saja…

Tapi serius… “kira-kira apa yang akan kalian lakukan dengan PIN BB, jika satu saat RIM beneran bangkrut ?” :p

Jajal BlackBerry App World via BB Torch 9800S

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang masih ingat dengan BlackBerry Torch 9800S yang tempo hari sempat bikin heboh ? hehehe… seri ini bukanlah varian dari ponsel besutan RIM bertampang Qwerty Slider plus layar sentuh itu loh. Sekedar menyegarkan ingatan saja bahwa yang dimaksud BB Torch 9800S adalah Simulator BB Torch 9800 yang dapat digunakan pada pc/laptop untuk memantau seperti apa sih kemampuan sistem operasi tu ponsel sebelum memutuskan untuk membelinya ?

Dalam tulisan saya yang lalu, BB Torch 9800S memiliki kemampuan update status (FaceBook dan Twitter) via BlackBerry dalam arti sebenarnya. Maksudnya, apabila ditelusuri lebih jauh melalui status yang diupdate menggunakan aplikasi ini, akan terlihat dengan jelas bahwa status di-update melalui ponsel BlackBerry, bukan ‘aplikasi via’ yang beken itu.

Ternyata apa yang mampu dilakukan oleh BB Torch 9800S gag cuman itu saja loh. Sebagai seseorang yang gag punya ponsel BlackBerry secara nyata dan PIN BB tentu saja, pengguna BB Torch 9800S masih dapat mencoba satu persatu, ratusan bahkan ribuan aplikasi (tepatnya kalo tidak salah 5118 buah) yang kemudian disuntikkan kedalam ponsel virtual dan dijajal lebih jauh.

Satu-satunya hal yang diperlukan untuk dapat mencoba BlackBerry App World adalah alamat email (disamping koneksi internet tentu). Meski demikian, tidak semua aplikasi dapat dicoba dan dimiliki begitu saja. Sebagian besar rupanya merupakan aplikasi berbayar yang notabene memerlukan akun PayPal untuk bisa mendapatkannya secara penuh, namun jika hanya sekedar ingin mencoba, masih tersedia versi Demonya untuk diunduh. Jadi, coba saja yang bersifat FREE alias Gratisan. Hehehe…

Beberapa aplikasi yang saya coba unduh dan gunakan antara lain jejaring sosial berbasis lokasi FourSQuare, Yahoo Messenger, aplikasi GPS Waze, BeeJive, Nimbuzz, WordPress for BlackBerry (sempat pula dicoba untuk membuat Draft posting dan berhasil), Games Brain Up, Themes, Wallpaper dan masih banyak lagi. Apa yang sudah diunduh dan disuntikkan tetap dapat digunakan ketika aplikasi BB Torch 9800S dibuka di lain waktu.

Sayangnya seperti yang sudah saya ungkapkan dalam tulisan sebelumnya, PIN BB yang tersedia tidak mampu memenuhi Hasrat saya untuk ber-BBM dengan pengguna ponsel BlackBerry lainnya di dunia nyata. Meski begitu, yang mampu diambil hikmahnya (hehehe…) adalah, walaupun bukan pengguna dan pemilik ponsel BlackBerry di dunia nyata, pengetahuan yang kita miliki akan aplikasi yang dapat berjalan pada sistem operasi BlackBerry dapat terasa dengan nyata. Coba saja lakukan sedikit pengujian.

Ketika berdampingan dengan seorang pengguna BlackBerry dalam arti sebenarnya, coba lontarkan pengalaman percobaan aplikasi kepada yang bersangkutan. Jika apa yang kita katakan sesuai dengan kenyataan proses aplikasi yang dimaksud, bisa jadi malah membuat orang tersebut tertarik dan menjadikan kita sebagai salah satu narasumber yang mantap untuk aplikasi yang tidak ia pahami. Seandainya pun ditanyakan perihal ponsel BlackBerry yang kita miliki, katakan saja ketinggalan dirumah atau malah sudah dijual, gag ada tantangan baru soale. Hehehe…