Antrean Mengular, Berdiri pula

Category : tentang Opini

Beberapa kali menunaikan kewajiban sebagai nasabah Bank rasanya hanya Mandiri Veteran ini saja yang masih mengadopsi model lama untuk kategori Antrean. Kalo gag salah dulu BCA masih sempat saya kritisi hal yang sama, namun kini sudah mulai berbenah demi memberikan kenyamanan bagi para nasabahnya. Tapi yang jelas bukan karena kritikan saya pastinya.

Menunggu Antrean dengan berdiri, berbaris dan mengular. Biarpun diklaim lebih sehat, tapi pegal juga sebetulnya terutama kalo lagi berada dalam kondisi Teller terbatas, dan sudah itu mengurus transaksi yang lama pula. Bikin mangkel dan terheran-heran. Maklumlah, Bank yang saya kritisi kali ini sebagaimana disebutkan diawal tadi adalah Bank Mandiri yang lokasinya berada di ujung selatan jalan Veteran. Padahal kelas bank itu secara interiornya jauh lebih baik ketimbang Bank Pembangunan Daerah yang ada di sisi baratnya. Tapi kalo bicara soal kenyamanan Antre, rasanya BPD masih jauh lebih baik. Biarpun dalam skala kecil sekalipun, tempat duduk dan nomor antrean itu tetap diberikan.

Nasabah bisa duduk nyaman sembari menunggu nomor antrean dipanggil, mengerjakan aktifitasnya dalam ponsel ataupun laptop jika nomor antrean masih cukup lama. Lha jika berdiri, apa masih bisa merasakan nyaman melakukan aktifitas tersebut ? Begitu juga saat menonton televisi di sekitar ruang tunggu.

Tapi ah sudahlah, bank bank gue kok, begitu mungkin bathin pemilik Mandiri, biarpun antrean berdiri dan mengular toh tetap dicari.

Kemajuan BPD Gajah Mada

Category : tentang KeseHaRian

Tumben bisa nabung setelah tiga bulan, malah menyaksikan sesuatu yang baru di kantor Bank BPD Gajah Mada.Ada mesin antrean plus tempat duduk untuk menunggu dan layar lebar buat ngliatin nomor antrean yang udah pantes dilayani dihiasi gambar video tari Bali.
Trus ada juga satu papan informasi yang menunjukkan pelayanan ditiap lantai.

Tapi yang namanya fasilitas baru, agaknya emang rada susah untuk diadaptasi baik oleh pengunjung maupun karyawan setempat.

Mulai mesin antrean yang udah diaktifkan pukul 8 pagi, padahal loket baru dibuka pukul 8.30 lebih, membuat nasabah yang ingin menabung menunggu cukup lama. Ditambah lagi terkadang mesinnya ngadat dan penutupnya harus dibuka untuk diperbaiki kembali.
Sayangnya juga gak ada petugas dalam hal ini pak satpam ato security yang melayani pengunjung untuk mengambil nomor antrean seperti halnya bank lain macam BNI misalnya.
Trus juga gak ada sapa ramah dari petugas yang ditempatkan dipintu masuk misalnya.

Areal untuk menunggu juga kesannya dipaksakan mengingat jarak antara mesin antrean dengan tempat duduk sangat dekat. Ada baiknya mesin antrean ditempatkan pada area yang tersendiri, namun tetap mudah dilihat oleh pengunjung. Ato jika mau ya mengorbankan kapasitas ruang tunggu dengan menambah spare ruang bagi sirkulasi nasabah usai dari loket maupun yang mengambil nomor antrean.

Terakhir yang dapat dilihat tentu masalah sirkulasi arus pengunjung dengan keluar masuk kopor uang, yang sebisa mungkin dipisahkan agar memudahkan untuk pengontrolan serta mencegah niat buruk yang tak diinginkan dari pengunjung.

Tapi Salut kok buat BPD yang udah berani berbenah demi kenyamanan nasabah.

Gak ada lagi yang namanya antre berdiri, was-was nunggu kapan tumpukan buku tabungan bakalan diambil…