Jalan Panjang menuju Persiapan MT LPSE Advance

Category : tentang PeKerJaan

Awalnya jelas kaget saat di satu sore pulang kantor, masih mengajak InTan putri kedua saya bermain, nyambi menerima telepon dari salah satu senior kami di LKPP Pusat, Bapak Arso Hadi. Bahkan saking kagetnya, saya buru-buru menutup telepon dan memberikan InTan pada kakeknya lalu menghubungi Beliau balik.

Berkali-kali saya mencoba menegaskan maksud yang Beliau sampaikan, bahwa Apakah Badung bersedia menjadi Tuan Rumah perhelatan workshop Management Training LPSE Advance yang bakalan digelar awal April, sekitar dua minggu kedepannya ? Mereka mencoba menawarkannya pada kami, mengingat LPSE Provinsi telah menolak tawaran dan menyarankannya pada LPSE kami. Saya bilang saat itu, ‘oke… Saya konfirmasi dulu pada pimpinan, dan malam nanti saya hubungi kembali. Namun jika boleh tahu, apa saja hal yang barangkali perlu kami persiapkan sebagai langkah awal ? Mengingat ini adalah untuk pertama kalinya LPSE kami, diminta menjadi Tuan Rumah, pasca Rakornas ke-7 di Sanur dua tahun lalu yang saat itu dihandle Provinsi plus LPSE Kabupaten/Kota’.

Sedikitnya pihak LKPP meminta kami mencari informasi terkait ketersediaan ruangan yang mampu menampung jumlah peserta hingga 200an orang saat Pembukaan dan sekitar 50-75an orang saat sesi diskusi/kelas. Yang notabene jika bisa keberadaannya di seputaran kantor Pemerintah Kabupaten Badung. Pikiran pertama yang terlintas tentu ruang pertemuan yang Pemkab Badung miliki di kantor Bupati, Kertha Gosana, plus ruang pendamping lainnya seperti Kriya Gosana dan beberapa ruang pertemuan yang ada di masing-masing SKPD. Yakin banget jika itu bisa digunakan kelak.

Maka sore itu juga saya kemudian menyampaikan maksud LKPP pada pimpinan kami, Kepala LPSE Badung, dan berusaha meyakinkan Beliau, bahwa bisa jadi ini saatnya LPSE Badung tampil ke publik. Usaha yang tidak sia-sia tentu saja. Beliau menyetujuinya dan meminta waktu untuk menyampaikan hal tersebut pada pimpinan yang lebih tinggi, Kepala Bagian Perlengkapan dan Aset Daerah selaku induk dimana LPSE bernaung serta Assisten III selaku koordinator LPSE Badung.

Sesaat setelah saya mendapatkan jawaban kepastian dari ketiga pimpinan kami, malam itupun saya mengontak kembali Pak Arso Hadi, sementara Bu Kepala LPSE kontak langsung dengan perwakilan Panitia MT LPSE Advance, Ibu Mira Erviana. Maka sejak saat itu pula berbagai rencana dan kebingungan mulai melanda pikiran. Baik persiapan, draft pelaksanaan, maupun terkait sesi Pelatihan aplikasi Monev Online yang sedianya kami lakukan berbarengan dengan kegiatan tersebut.

MT LPSE Advance Badung

Menindaklanjuti keputusan diatas, maka sayapun meminta Pak Arso Hadi untuk memberikan draft persiapan apa saja yang harus kami lakukan sebagai Tuan Rumah, mengingat waktu yang tersedia cukup mepet, sekitar 2 minggu termasuk Hari Raya Galungan. Jikapun boleh saya berbagi, berikut daftar yang tempo hari harus kami persiapkan. Yah, barangkali saja kelak LPSE kawan yang bakalan mendapatkan giliran untuk menjadi Tuan Rumah.

1. Draft susunan SK Panitia Lokal, lengkap dengan NIP, Golongan dan NPWP. Jika bisa, jumlah Panitia Lokal ini hanya sekitaran 10-12an orang saja, dengan susunan Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Anggota. Tidak ada seksi atau bidang yang mengatur hal-hal khusus didalamnya.

2. Survey Hotel yang terdekat di seputaran lokasi. Untuk hal ini, saya berimprovisasi untuk mendapatkan data terkait ketersediaan kamar Twin Room pada tanggal tersebut, price list per malam, dukungan transportasi hotel ke lokasi kegiatan, kontak yang bisa dihubungi baik telepon, fax maupun website, juga akses terdekat yang dapat dijangkau dari Hotel. Hasilnya, silahkan dilihat pada tulisan pertama terkait gelaran MT LPSE Advance.

3. Persiapan Banner dan Backdrop. Sebenarnya sih dari pihak LKPP sempat meminta bantuan kami untuk mencetaknya dengan ketentuan dan jumlah serta desain yang ditetapkan dari Jakarta, mengingat waktu yang dibutuhkan sangat mepet ditambah pengiriman nantinya. Sayangnya, kamipun di Bali tak kalah mepetnya mengingat saat itu adalah persiapan Hari Raya Galungan. Belum lagi keputusan akhir pembuatan Backdrop baru turun selasa malam dengan kabar ‘tidak mendapatkan ijin dari Bupati terkait pemasangan Backdrop di ruang pertemuan’. Maka, untuk gelaran kali ini hanyalah mengandalkan 6 buah standing banner yang dicetak LKPP, dan baru sampai Senin pagi H-1 di Bali, tanpa backdrop ataupun spanduk tambahan. *tumben deh kayaknya jadi seperti ini :p

4. Persiapan Moderator dan Notulensi yang diharapkan dari unsur LPSE Badung. Untuk hal ini, sempat dipertimbangkan kembali agar kami selaku Panitia (yang notabene hanya berjumlah sedikit), dapat fokus ke Persiapan dan jalannya kegiatan, sehingga dalam pelaksanaannya, kebutuhan Moderator hanya dipenuhi saat sesi Pembukaan, tepatnya oleh Assisten III untuk mendampingi pemaparan Pak Patria dari LKPP. Selebihnya, menggunakan jasa kawan-kawan dari LKPP. *padahal demi melaksanakan tugas ini, saya sudah hunting beberapa artikel terkait ‘Bagaimana menjadi Moderator yang Baik, pun menjadi Notulensi yang Baik… *uhuk

5. Selain Moderator dan Notulensi, Panitia Lokal diminta pula menugaskan beberapa orang untuk menghandle posisi di meja Registrasi dan Absensi, Manajer Kelas yang akan memastikan kesiapan sound, pc dll sebagai sarana presentasi, serta dokumentasi baik foto maupun video.

6. Konsumsi. Sebenarnya sih dari pihak LKPP sejak awal sudah menyatakan bahwa dana untuk konsumsi akan ditanggung sepenuhnya, namun demi demi menghormati kehadiran para tamu undangan dan LKPP, kami memutuskan untuk menyediakan Snack saat Pembukaan secara Free *uhuk

7. Sedangkan persiapan terakhir yang dipinta oleh pihak LKPP adalah nama pejabat yang akan menandatangani SPPD dan SLA (kalau tidak salah sih dari unsur Kepala LPSE), dan kontak rental mobil. Untuk yang terakhir ini sebenarnya sih gag perlu-perlu banget, jika pihak Panitia Lokal bersedia meminjamkan satu kendaraan dinasnya sebagai Operasional LKPP selama kegiatan seperti halnya Rakornas terdahulu…

Nah, diluar semua persiapan itu, kira-kira apa lagi yah yang harus dipikirkan demi kelancaran jalannya acara ?

1. Terkait ruangan, tentu ada Surat Peminjaman Tempat, lengkap dengan sound, ac dan pc presentasi. Ditambah toleransi dari pengelola ruangan agar mendahulukan kegiatan ini *uhuk

2. Masih terkait ruangan, selain pertemuan, ada dua ruangan lagi yang harus kami persiapkan yaitu Ruang Panitia untuk menyimpan perlengkapan yang digunakan selama kegiatan pun sebagai ruangan istirahat Panitia, dan Ruang Sholat yang sebisa mungkin diposisikan dekat Toilet dilengkapi arah Kiblat.

3. Protokoler dan Humas. Siapa yang akan membuka acara dari pihak Lokal, penyiapan bahan Sambutan yang nanti akan disampaikan, langkah demi langkah prosesi kegiatan, plus sesi dokumentasi dan peliputan agar kegiatan ini bisa diketahui oleh khalayak baik lewat media cetak ataupun televisi.

4. Penyiapan Sertifikat yang sebenarnya tidak diberikan dari pihak LKPP, namun merupakan inisiatif dari Bapak Sekda Kabupaten Badung untuk menunjukkan tingkat keseriusan kegiatan. Maka untuk hal ini, dari segi desain, hunting bahan hingga pengerjaan diserahkan kepada saya dengan harapan segera bisa diselesaikan. Sekedar bocoran, gambar yang saya gunakan diambil dari gambar BackDrop yang dikirim pak Arso Hadi via email, dikonversi menjadi warna putih, kemudian Draft sertifikat diambil dari dokumen sejenis saat saya menjadi Pembicara di Rakornas dua tahun lalu. Maka gag sampai menunggu waktu lama, sore itu juga desain sertifikat sudah siap cetak, tinggal berburu kertas Linen di Gramedia :p

5. Selain daftar dan kontak Hotel terdekat, saya pun tak lupa menyiapkan Kontak Taxi Bali milik Blue Bird group yang biasanya saya manfaatkan jasanya jika ada kebutuhan untuk keberangkatan ke bandara. Plus daftar pasar oleh-oleh terdekat yang bisa diakses sembari pulang ke hotel masing-masing.

6. Tata cara pengumpulan SPPD dan pengambilannya nanti dengan menggunakan 2 form sebagai tanda bukti. Cukup dibuat dalam format kertas biasa, dibagi 4 area untuk masing-masing 2 form tadi. Satu untuk Panitia, satunya lagi untuk Peserta.

7. Terakhir, mungkin persiapan kesehatan dan mental saja untuk bisa melayani kawan-kawan LPSE yang datang dari berbagai penjuru nusantara, minimal dengan tetap memberikan senyum ramah meski penat dan mengantuk, plus beristirahat yang cukup…

Perjalanan panjang menuju Persiapan Management Training LPSE Advance Badung Bali, memang sedikit melelahkan jika dibandingkan dengan sesi Rakornas yang meski dihadiri dengan jumlah Peserta jauh lebih besar, namun kapasitas kami selaku Panitia saat itu tidaklah sebesar tanggung jawab yang kami emban selama tiga hari terakhir.

Jadi, Terima Kasih kepada kawan-kawan dan semua guru di LKPP yang telah memberikan kesempatan pada kami menjadi Tuan Rumah, memberikan kami arahan dan petunjukmselama sesi pembelajaran dan semoga kedepan, kami bisa menjadi lebih baik lagi apabila kesempatan yang sama kelak dipercayakan kembali pada kami.

Semoga Indonesia mampu melaksanakan 100% Pengadaan yang Bersih dan Akuntabel. Salam LPSE…

Selamat dan Sukses, Management Training LPSE Advance Badung Bali

2

Category : tentang PeKerJaan

Waktu sebenarnya telah menunjukkan pukul 8.30 pagi, saat kami Panitia Lokal event tingkat Nasional milik LKPP, Management Training LPSE Advance yang diadakan di Kabupaten Badung Propinsi Bali, 2 April 2013 kemarin, masih disibukkan oleh persiapan dan registrasi mengingat lokasi merupakan area kantor yang tidak memungkinkan kami meninggalkan sekian banyak barang disekitar ruangan. Maka jadilah pagi tersebut merupakan sesi paling berkeringat bagi saya pribadi sebagai salah satu dari Tim Panitia Lokal bentukan LPSE Badung. Ditambah jejalan pertanyaan yang diajukan oleh para pimpinan kami terkait waktu yang sudah molor hampir satu jam lamanya dari jadwal. Sementara Peserta, belum banyak yang tampak hadir di ruangan Kriya Gosana, bergeser dari rencana semula mengingat jumlah yang sampai pada kami H-1, tidak sebanyak yang diharapkan.

Rencana awal sesi Pembukaan kegiatan Management Training LPSE Advance, sebenarnya akan dilakukan oleh Bapak Bupati Badung, dimana draft Sambutan Beliau, masih saya kerjakan dan revisi hingga senin malam kemarin. Mengingat kalau tidak salah cerna, isinya masih merupakan hasil Copy Paste dari Sambutan Bupati Badung saat kegiatan milik ULP Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Badung dilaksanakan beberapa waktu lalu. Sayangnya, mengingat waktu yang tidak memungkinkan, maka acara diwakilkan oleh Bapak Kompyang Suandika selaku Sekda Kabupaten Badung mendampingi Bapak Patria Susantosa dari Direktorat e-Procurement LKPP.

image

Management Training LPSE Advance ini terpantau dari daftar absensi yang disediakan oleh pihak Panitia dari LKPP, sedianya akan diikuti oleh 23 LPSE dari berbagai penjuru nusantara. Namun dari daftar kehadiran yang ada pada kami, hanya 19 LPSE saja yang tercatat, itupun tidak dengan full team kehadiran personil sesuai daftar awal. Kabarnya sih beberapa diantara mereka terhalang kesibukan dan kondisi kesehatan. Maka itu, rencana penyiapan konsumsi dari sekitar 175 boks, jadi lumayan juga yang tersisa.

Pada sesi pertama kemarin, tepatnya pada topik Implementasi e-Procurement untuk Efisiensi dan Akuntabilitas Pengadaan barang/Jasa yang dibawakan oleh Bapak Patria, suasana diskusi rasanya masih terpengaruh oleh lelahnya kondisi masing-masing Peserta pasca perjalanan jauhnya, sehingga beberapa orang (termasuk saya) memilih berada di luar ruangan hingga stamina kembali meningkat. Ini terbukti saat sesi kedua pasca makan siang, diskusi berlangsung hangat terutama pada bahasan aplikasi Monev Online yang memang masih memiliki beberapa catatan seperti halnya Telaah Staf yang saya susun beberapa waktu lalu.

Dalam setiap event yang digelar oleh LKPP, bagi kami tentu saja serasa menjadi ajang Reuni untuk bertemu kembali dengan kawan-kawan yang sepemahaman dan seperjuangan *uhuk *uhuk… Terutama berkaitan dengan kemajuan teknologi dan pengembangan sistem yang kini diadopsi pada aplikasi SPSE, pun pemanfaatan perangkat yang saya lihat sih rata-rata sudah menenteng gadget dengan layar berukuran 7 inchi. Artinya yah, guna-guna yang kami sebarkan sejak Rakornas di Bali dua tahun lalu agaknya sudah menancap di jantung mereka akan pentingnya kepemilikan sebuah gadget *meski berharga murah sekalipun untuk memantau dan menggunakan aplikasi SPSE, demi kelancaran tugas yang diembankan oleh negara *uhuk

Akhirnya, Selamat dan Sukses untuk kegiatan Management Training LPSE Advance di Kabupaten Badung Propinsi Bali, 2-4 April 2013 mendatang. Mari kita wujudkan ‘100 % e-Procurement untuk Indonesia Bersih dan Sejahtera’ dengan ‘Pengadaan yang Tidak meng-Ada-Ada…’

Ohya, tak lupa bagi kawan-kawan LPSE yang berkeinginan untuk mengunduh materi terkait Management Training LPSE Advance ini, dapat diunduh melalui halaman milik LKPP di http://eproc.lkpp.go.id/.

Management Training LPSE Advanced Badung Bali

3

Category : tentang PeKerJaan

Dalam rangka peningkatan kapasitas dan kemampuan personil LPSE atau Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Secara Elektronik, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) rencananya akan menyelenggarakan kegiatan Management Training LPSE Advanced pada tanggal 2 hingga 4 April mendatang di Kabupaten Badung Provinsi Bali.

Adapun kegiatan ini masih terkait dengan kewajiban penggunaan Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Secara Elektronik sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden nomor 70 Tahun 2012 sebagai perubahan atas Peraturan Presiden nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Dalam Surat yang diajukan oleh LKPP dengan Nomor 1418/D-II/03/2013 kepada Bupati Kabupaten Badung pada tanggal 24 Maret 2013 yang lalu, terlampir kegiatan sedianya dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas beberapa ruang pertemuan milik Pemerintah Kabupaten Badung selama tiga hari sedari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Management Training LPSE Advanced Badung Bali

Kegiatan MT LPSE Advanced ini akan diselenggarakan dengan Agenda acara di hari pertama berupa pemaparan PP PSTE No. 82 Tahun 2012, SOP dan SLA LPSE, dilanjutkan dengan RUP, Monev, e-Katalog dan WBS, Regulasi Implementasi e-Procurement (PerPres 70 terkait e-Proc, PerKa LPSE, e-Tendering dan SBD, Inaproc Service Bus, Regional Report serta diakhiri dengan materi Information Security Management System (27001).

Berlanjut di hari kedua, untuk ranah Non Administrator System diarahkan pada Bimbingan Teknis Indeks KAMMI Kominfo, sedang untuk Administrator System diberikan informasi terkait IT Service Management (20000), Pengelolaan Data Center TIA 942 dan Aplikasi Monitoring System. Sedang di hari ketiga, terdapat penambahan terkait OSD.

Bagi kawan-kawan LPSE yang berminat untuk mengikuti kegiatan Management Training LPSE Advanced Badung Bali ini, dapat mendaftarkan diri secara online di halaman Jadwal milik LKPP, serta mengirimkan lembar konfirmasi kehadiran melalui email ke alamat [email protected] atau [email protected] Untuk setiap LPSE dapat mengirimkan Peserta minimal 3 (tiga) orang dengan komposisi 1 (satu) admin dan 2 (dua) non admin.

Beberapa hal yang barangkali perlu diketahui oleh setiap calon Peserta adalah kewajiban untuk membawa laptop/notebook, serta Akomodasi dan Transportasi ditanggung oleh masing-masing peserta.

Adapun, beberapa fasilitas Hotel atau Akomodasi yang tersedia diseputaran lokasi Kegiatan (wilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar), dapat disampaikan sebagai berikut :

Inna Bali Hotel, lokasi di Jalan Veteran Kota Denpasar dapat dihubungi melalui 0361-225681 atau Fax 0361-235347, dengan harga kamar Twin Room mulai 650,000 IDR, tanpa dukungan fasilitas transportasi. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.innabalihotel.com

Kepundung Suite, lokasi di Jalan Kepundung Kota Denpasar dapat dihubungi melalui 0361-222976atau Fax 0361-242666, dengan harga kamar Twin Room mulai 600,000 IDR, dan terdapat dukungan Transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.kepundungsuite-bali.com

Nikki Bali Hotel, lokasi di Jalan Gatot Subroto Kota Denpasar, dapat dihubungi melalui 0361-413888atau Fax 0361-412333 dengan harga kamar Twin Room mulai 600,000 IDR, tanpa dukungan fasilitas transportasi (Shuttle Bus + Charge tambahan). Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.hotelnikki-bali.com

Aston, lokasi di Jalan Gatot Subroto Kota Denpasar, dapat dihubungi melalui 0361-411999 atau Fax 0361-422999, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Mini Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.astondenpasar.com

Sun Royal, lokasi di jalan Sunset Road Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-8465828 atau Fax 0361-8465833, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.sunroyalbali.com

Atanaya, lokasi di Jalan Sunset Road Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-8468600 atau Fax 0361-8947041/2, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.atanaya.com

Harris, lokasi di Jalan Sunset Road Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-8947285 atau fax 0361-8947286, dengan harga kamar Twin Room mulai 525,000 IDR, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.sunsetroad-bali.harrishotels.com

The Sunset, lokasi di Jalan Dewi Sri Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-761910 atau Fax 0361-764116, dengan harga kamar Twin Room mulai 850,000 IDR, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.sunsetbalihotel.com

Adhijaya Sunset, lokasi di Jalan Sunset Road Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-8947171 atau Fax 0361-8947172, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.adhijayasunsethotel.com

Informasi lebih lanjut agar dapat menghubungi saudara Arso Hadi Wardono di 085 292 763 369 atau saudari Mira Yanuarita di 085 619 733 98.

So, Be There… Kami tunggu kehadiran kawan-kawan LPSE.

Dibalik ‘HTC One Road to Bali the Final’

Category : tentang TeKnoLoGi

Semua berawal dari akun Twitter. Tepatnya saat akun Liburan Yogya menanyakan contact person komunitas Android Bali kepada admin Bale Bengong yang merekomendasikan akun saya sebagai salah satu yang bisa dihubungi.

Adalah Bapak Arya Dhiratara, perwakilan dari PT Sistech Kharisma yang kemudian menindaklanjuti hubungan lewat kontak telepon sekaligus menjelaskan maksud rencana gelaran HTC One Road to Bali sesi the Final, dalam kaitan promo perangkat HTC One X yang selama ini saya ketahui dari akun FaceBook HTC Indonesia. Dalam kontak tersebut, sayapun diminta untuk mencari lima Kawan dari komunitas Android Bali untuk ikut serta dalam gelaran tersebut.

Setelah menimbang-nimbang dengan admin BaliDroid Community, Aryaputra Pande yang selama ini hanya sempat kontak lewat dunia maya, pada akhirnya diputuskan untuk menawarkan kesempatan ini pada empat kawan lainnya, mengingat admin satu ini belum bisa memastikan kesanggupannya.

Lewat dua posting khusus, didapatlah nama-nama Kawan Droid dari Kadek Suantara aka Chymenk, Rahaji, Gus Tulank dan Didi Suprapta. Sayangnya saat tanggal gelaran telah diberitahukan, beberapa nama yang berhasil dihimpun tersebut secara mendadak memilih mengundurkan diri lantaran berbagai alasan. Untuk menggantikan nama Gus Tulank, rupanya admin Aryaputra bersedia menggantikannya. Nama Didi Suprapta kemudian diganti oleh mas Arieef Abi yang menyatakan baru bisa mengikuti gelaran pasca jam kerja. Sedang Rahaji yang menyatakan pengunduran dirinya satu jam sebelum kegiatan, sempat membuat saya kebingungan mencari penggantinya.

Adapun Rai Rahmayuda yang sempat dihubungi menyatakan tidak bisa ikut serta lantaran hajatan pernikahan sepupunya. Dan Made Dedi yang menjadi pilihan terakhir mengingat lokasi kerja yang bersangkutan ada di dekat gelaran, berusaha dihubungi lewat akun whatsapp dan sms serta menyatakan kesediaannya. Oke, jumlah peserta pun telah komplit. Maka berangkatlah saya menuju lokasi gelaran dengan memberi spare waktu satu jam untuk perjalanan.

Macet. Padat merayap. merupakan satu kondisi yang tidak mampu saya perkirakan sebelumnya. Jalan Imam Bonjol yang saya lalui sedari perempatan Teuku Umar hingga Nakula bisa dikatakan tak memberi ruang jalan yang berarti bagi para pengemudi kendaraan roda empat. Bersyukur keputusan untuk mengendarai Scorpio Merah mampu membelah jalanan dengan cepat hingga saya hanya mengalami telat sepuluh menit dari Rencana awal.

Berkenalan dengan HTC One X. Saat berkesempatan untuk memegang secara langsung jujur saja tidak ada sentuhan surprise yang dirasakan mengingat secara kebetulan tampilan ini memang sudah pernah dialami sebelumnya. Tepatnya ketika meReview HTC Sensation XE beberapa waktu lalu. Namun untuk tingkat kecerahan layar yang bagi saya hampir menyamai Retina Display-nya New iPad, tentu patut saya acungi jempol. Sesi perburuan foto yang diselenggarakan pasca proses Registrasipun saya lalui dengan setengah hati, mengingat pendeknya waktu perkenalan lebih banyak saya gunakan untuk mengoprek perangkat.

Setelah mengambil beberapa gambar (termasuk gambar vas bunga yang pada akhirnya memberikan peluang besar), secara perlahan saya memulai aktifitas oprek dengan mengeksplorasi satu persatu fitur serta kemampuan fotografi HTC One X yang begitu dibanggakan dalam gelaran kali ini. Dilanjutkan pula dengan uji Benchmark menggunakan aplikasi AnTuTu dan Quadrant. Minimnya sinyal koneksi yang saya dapatkan sepanjang gelaran, membuat proses uji kecepatan hanya berhasil saya lakukan pada AnTuTu saja. Sebagai tanda bukti aktifitas tersebut, beberapa rekaman gambar layar yang tampil saya ambil dengan cara lama, menekan dua tombol secara bersamaan (Power dan Home). Satu cara yang biasanya dilakukan untuk perangkat berbasis Android ICS. Sedikit mencontek cara pengambilan gambar yang dilakukan oleh perangkat iOS.

Sesi makan malam saya lalui dengan pendekatan pada mas Denny dari Sinar Gadget Shop terkait keinginan saya meminjam beberapa perangkat Android dalam tujuannya melakukan Review, sekaligus menanyakan bagaimana pendapatnya terkait Review HTC Sensation XE yang saya tulis di media Koran Tokoh beberapa waktu lalu. Tak lupa meluruskan sedikit salah pendapat dengan perwakilan dari Sistech Kharisma Regional Bali terkait masalah yang kami alami pada 4 perangkat dari 6 HTC Flyer milik LPSE Badung.

Memenangkan HTC One V. Oke, Dewandra Djelantik sang fotografer ternama yang sejak sore tadi memberikan Tips dan Trik pengambilan gambar dengan kamera ponsel, rupanya teman satu sekolahan SMP yang jujur saja agak penasaran juga ingin saya ketahui latar belakangnya. Mengingat nama Dewandra hanya saatu saja yang saya kenal. Ternyata feeling saya tepat. Di gelaran kali ini, selain menjadi narasumber, yang bersangkutan menjadi salah satu dewan juri yang didaulat untuk menilai hasil jepretan gambar baik yang dilakukan oleh kelompok Finalis maupun Umum. Entah karena unsur KKN tadi ataukah memang benar gambar yang saya ambil lebih menarik minat ketimbang yang lainnya, sayapun akhirnya memenangkan perangkat Android HTC One V, salah satu dari empat One series yang diposisikan pada level menengah. Padahal jujur saja, saya pribadi sudah mengikhlaskan ponsel tersebut dimenangkan oleh Peserta lainnya dan memilih untuk melakukan pengujian terhadap One X setelah mengambil empat gambar termasuk sesi Sunset yang ancur minah.

Berikut gambar vas bunga yang ada di meja pinggiran area makan malam hotel The Seminyak, diambil dengan menggunakan lensa HTC One X, kemudian cropping sedikit agar lebih enak dilihat komposisinya, diberikan efek menggunakan aplikasi Photo Editor miliknya Samsung Galaxy Tab 7+ (ups) dan dikirim kembali ke perangkat One X untuk diUpload ke meja Panitia. Hehehe…

Terakhir ada Goodie Bags dari HTC yang berisikan satu bolpoin, satu jam meja dan satu baju kaos yang langsung diserahterimakan pada MiRah dan ibunya. Saya ? cukup HTC One V-nya saja. ;p

Lantas, bagaimana hasil oprek dua perangkat Android HTC One X dan HTC One V yang berhasil saya lakukan disela gelaran acara HTC One road to Bali the Final ? tunggu saja hasilnya di media cetak Koran Tokoh. ?

Selamat dan Sukses Rakornas LPSE ke-7 di Sanur Paradise Bali

2

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

…akun Twitter @LPSEBadung 20 Oktober 2011, yang disampaikan langsung dari Lokasi rencana pelaksanaan Rakornas.

“Sore ini kami bersama”LPSE Prop.Bali dan Kota Denpasar menghadiri undangan Pertemuan Koordinasi ke-7 dari LKPP Jakarta”

“Adapun Agenda hari ini adalah pemaparan Rencana dan persiapan Rakornas ke-7 LPSE yang sedianya dilaksanakan di Bali”

“Rakornas ke-7 LPSE Nasional ini akan diselenggarakan pada tanggal 21-23 November 2011 dgn Tema “Bersatu Mengawal Pengadaan Bebas Korupsi”

“Untuk Panitia Pelaksana nantinya akan dipimpin oleh Tim e-Proc LKPP dan dibantu oleh Tim LPSE Prop.Bali, Kota Denpasar dan @LPSEBadung”

“Lokasi Kegiatan #RakornasLPSE sedianya dilaksanakan di Sanur Paradise Plaza Hotel bekerja sama dengan Grand Bali Beach”

“Peserta Rakor dapat melakukan Registrasi Online di halaman LPSE Nasional hingga 1 November 2011”

“Dari @LPSEBadung mengirimkan 8 orang wakil dari Tim generasi pertama dan kedua”

“Masih berkaitan dengan #RakornasLPSE pd tgl 20 November nanti rencananya akan diadakan AP e-GP Conference di Hotel Intercontinental Jimbaran”

“Adapun AP e-GP Yang dimaksud adalah Asia Pasific Regional electronic Goverment Procurement Conference

“Tujuan dilaksanakannya AP e-GP Conference ini adalah percepatan Pengadaan Barang Jasa yang Transparan dan Akuntabel

“Utk #RakornasLPSE sedianya akan dibuka pada tgl 21 November 2011 siang. Sebagai pembicara pertama oleh Wamen PPN Lukita D Tuwo”

“Dibandingkan #RakornasLPSE sebelumnya, kali ini akan ada Paparan e-Proc dari Negara lain -Korea Selatan dan Philipina-“

“Pada hari kedua, Diskusi dipecah menjadi 3 Topik Bahasan, salah satunya terkait Agregasi Data dan Infrastruktur”

“Dalam rangka #RakornasLPSE, LKPP memberikan kesempatan kepada LPSE di seluruh Indonesia utk penyusunan Paper terkait Tema yang diangkat”

…akun Twitter @LPSEBadung 21 Oktober 2011, yang disampaikan langsung dari Lokasi rencana pelaksanaan Rakornas.

“Selamat Pagi rekan @LPSEBadung, hari ini adalah session kedua Rapat Persiapan Panitia Rakor LPSE Nasional di Paradise Plaza Hotel”

“Session kedua, LKPP memperkenalkan halaman web penyelenggaraan #RakornasLPSE yang dapat diakses melalui alamat rakor.eproc.lkpp.go.id

“Di Halaman web #RakornasLPSE, peserta dapat memperoleh semua info Kegiatan sekaligus mendaftar secara Online”

“Selain itu hlmn web #RakornasLPSE dilengkapi pula dgn Agenda Kegiatan, unduhan materi& Peta lokasi agar Peserta memiliki gambaran sejak dini”

“Rapat Bersama Panitia Pusat dan Lokal Persiapan Rakor LPSE Nasional sesi ke-2 ditutup secara resmi oleh Tim LKPP Pusat”

…akun Twitter @LPSEBadung 03 November 2011, yang disampaikan langsung dari kantor @LPSEBadung di Mangupura Praja Mandala.

“Selamat Pagi Rekan @LPSEBadung, Selamat beraktifitas hari ini, jangan lupa sarapan dan tetap berlaku jujur”

“Dalam beberapa hari kedepan, @LPSEBadung bersama Kota Denpasar dan Prov.Bali akan turut serta mensukseskan Rakornas LPSE ke-7”

“Adapun Rakornas LPSE ke-7 akan diselenggarakan di hotel Sanur Paradise bekerja sama dengan Grand Bali Beach, 21 s/d 23 November 2011”

“Dengan mengusung Tema “Bersatu Mengawal Pengadaan Bebas Korupsi” Rakornas LPSE ke-7 mengundang seluruh LPSE yang telah berdiri se-Indonesia”

“Untuk Sebaran LPSE di seluruh Indonesia dapat dilihat pada halaman berikut maps.google.com/maps/ms?vpsrc=…

“Bersamaan dengan Rakornas LPSE ke-7 akan diselenggarakan pula Asia Pacific Regional E-GP Conferrence di Hotel Intercontinental Jimbaran-Bali”

“LKPP akan menetapkan 100 Koordinator LPSE yang turut serta dalam Rakornas LPSE ke-7 untuk hadir pada Asia Pacific Regional E-GP Conferrence

“Kehadiran 100 Koordinator LPSE sbg apresiasi atas keberhasilan dlm mengimplementasikan pengadaan scr elektronik di instansinya masing-masing”

“Untuk Registrasi dan Info lebih lanjut terkait Rakornas LPSE ke-7 silahkan akses halaman rakor.eproc.lkpp.go.id

“dari 3 hari Agenda Kerja Rakornas LPSE ke-7 kali ini, Materi Utama akan diberikan pada hari ke-2 dengan pemaparan 9 materi pilihan”

“Adapun 9 Materi pilihan Rakornas LPSE ke-7 tersebut akan dibagi menjadi 3 kelas dalam 3 sesi pertemuan”

“Bagi Rekan @LPSEBadung yang ingin mengetahui materi Unduhan, dapat diakses pula dari halaman yang sama di rakor.eproc.lkpp.go.id

“Count Down Menuju Rakornas LPSE ke-7 di Hotel Sanur Paradise terhitung 18 Hari 4 jam 11 menit dan 6 detik :p”

“Untuk informasi lebih lanjut terkait LPSE dan info Pengadaan lainnya, silahkan mampir ke halaman blog LPSE di lpse.blogdetik.com

Memperkenalkan Warga Pande di dunia maya

8

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang iLMu tamBahan, tentang InSPiRasi

Seperti cerita Gigi dalam salah satu karyanya, semua yang kami alami setahun terakhir benar-benar berawal dari FaceBook. Namun pertemuan yang kami alami setahun lalu, membawa banyak cerita baru dalam setiap langkah yang kemudian kami ciptakan. Rasa persaudaraan itupun muncul ke permukaan. Membelah semua perbedaan yang ada di masing-masing kepala.

Saya masih ingat, Group Warga Pande Bali awal tahun 2010 lalu, malah sempat saya tinggalkan lantaran tak banyak informasi tentang keberadaan Warga Pande yang saya dapat. Putu Yadnya aka Pande Bali yang saat itu menjadi Admin (sekaligus pembuat halaman Group) pun jarang terlihat aktif berbagi informasi. Maka jadilah saya menurunkan satu tulisan yang bisa dikatakan ‘membakar perasaan setiap semeton Warga Pande yang membacanya di blog pribadi yang saya kelola.

Kadang Saya Malu Mengaku Nak Pande

Siapa sangka, tulisan inilah yang kemudian mempertemukan saya dengan Semeton Pande lainnya termasuk dengan admin Group Warga Pande Bali, Meski kami baru benar-benar bersua secara langsung saat pertemuan kedua di satu tempat makan seputaran jalan Drupadi.

Dari sinilah saya kemudian mengenal orang-orang yang selalu berusaha memberikan yang terbaik di bidang yang ia pahami dan kuasai. Putu Yadnya aka Pande Bali, Yande Putrawan yang kini didapuk sebagai Ketua Yowana Warga Pande Kota Denpasar, Dego Pande Suryantara pula sebagai Ketua Yowana Warga Pande Kabupaten Tabanan, bli Ande Tamanbali yang keberadaannya kini sudah mulai menyepi dari dunia maya dan Putu Adi Susanta seorang Radiografer Rumah Sakit Sanglah yang telah saya kenal sebelumnya di komunitas Bali Blogger Community.

Berangkat dari minimnya informasi yang bisa didapatkan baik secara tercetak dalam sebuah buku maupun dunia maya tentang keberadaan Warga Pande, kami pada akhirnya mulai mengumpulkan semeton lain satu persatu dan menggalang kekuatan untuk mengadakan satu dua kegiatan sosial yang sekiranya bisa memberikan arti positif pada kami semua. Maka jadilah kegiatan Dharmawecana itu digulirkan setahun lalu.

Tak hanya itu, kamipun berusaha untuk ikut serta dalam setiap kegiatan Ngayah yang dilakukan di Pura Penataran Pande Tamblingan dan syukur, masih bisa kami lanjutkan hingga kini. Termasuk kegiatan Penanaman Pohon dilingkungan Pura.

Pelan-pelan semua kegiatan itu kami dokumentasikan dan simpan dalam berbagai media yang telah ada. Baik blog pribadi maupun Group dan akun jejaring sosial FaceBook.  Sayangnya, informasi yang telah disimpan ini masih bersifat terbatas untuk dapat diakses oleh Warga Pande secara umum di dunia maya. Untuk itu, kami pun berkeinginan untuk membuat satu media komunikasi serta dokumentasi satu sama lain, sebagai ajang diskusi dan berbagi informasi di dunia maya tanpa harus dipaksa memiliki akun salah satu jejaring sosial. Maka diluncurkanlah alamat wargapande.org.

Dengan mengandalkan WordPress sebagai mesin utamanya, maka bisa dikatakan secara tampilan jadi tak jauh beda dengan blog pribadi yang saya kelola  www.pandebaik.com,  hanya saja wargapande.org jadi sedikit lebih garang lantaran halamannya yang didominasi warna Hitam dan Merah.

Web ini kemudian diperkenalkan secara resmi kepada Publik saat Loka Sabha Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar yang dilaksanakan di Banjar Pande Desa Renon, 25 Juni 2011 lalu, bertepatan dengan Pelantikan Yowana Warga Pande Kota Denpasar Periode 2011-2016.

Harus kami akui bahwa segmen utama yang di sasar di dunia maya adalah Yowana atau Generasi Mudanya. Karena melalui Generasi inilah yang akan diharapkan dapat tetap eksis dan selalu aktif berbagi informasi tentang Dharma Kepandean kepada semeton Yowana atau generasi muda lainnya yang memang sudah tampak aktif berinteraksi di dunia maya, termasuk FaceBook salah satunya.

Masih jua merasa belum cukup dengan akun Group FaceBook Warga Pande Bali dan web wargapande.org, rupanya Putu Adi Susanta, tweeps teraktif yang pernah saya kenal sekaligus blogger kondang yang mengelola radiografer.net, sudah membuat akun Twitter @wargapande sedari pertengahan tahun lalu. Kalau tidak salah sejak kami, para Yowana Warga Pande, mulai ramai mengisi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan positif.

Terpantau Tweet terakhir yang diluncurkan oleh Pak Putu Tarno (sapaan akrab kami pada Master Putu Adi lantaran yang bersangkutan jago sulap) sekitar bulan Agustus 2010. Tepatnya ketika Uwe Sutedja Neka, Jejeneng Keris yang mengelola Museum Neka Ubud, mulai menyajikan aksi yang memukau, mendirikan keris diatas gagangnya saat DharmaWecana berlangsung. Maka jadilah akun Twitter @wargapande ini menjadi yang ketiga kami perkenalkan dan coba kelola.

Memang akan ada banyak hambatan dan tantangan yang kami yakin bakalan ditemui sepanjang perjalanan nanti sembari mengelola tiga akun Warga Pande disela kesibukan kerja masing-masing. Namun harapannya cukup sederhana kok. Minimal apa yang sudah kami lakukan, bisa menginspirasi Semeton Warga Pande lainnya terutama yang datang dari usia Generasi Muda untuk ikut serta berbagi informasi terkait Dharma Kepandean, agar kelak Generasi kami berikutnya tidak akan merasakan ‘Malu untuk mengaku Nak Pande.

Link to :

Namaste Band, Ngiring Telebang Manah lan Sareng Menyame Beraya

7

Category : tentang InSPiRasi

Musik Bali dimata saya jujur saja hampir selalu identik dengan kata ‘beli, adi, iluh, demen, tresna atau sakit ati’, yang bisa dikatakan sangat monoton dan nyaris membosankan untuk dinikmati. Terkadang dalam satu saat, saya begitu merindukan beberapa karya lawas musisi senior seperti Bungan Sandat, Kusir Dokar, Jaje Kakne, Sopir Bemo, Jukut Pelecing, yang memang mengambil beberapa tema dan aransemen unik untuk dapat diingat dan dikenal walau telinga baru mendengar beberapa detik musik pembukanya.

Bersyukur masih ada beberapa generasi musisi bali yang walaupun belum sampai pada tahap aransemen musik unik dan mudah diingat seperti yang saya sebut diatas, namun secara tema sudah mulai merambah ke berbagai hal yang barangkali mulai luput dari keseharian dan pergaulan kita.

Salah satunya adalah Namaste. Enam musisi muda dari Kota Gianyar yang kebetulan pada bulan Mei tahun 2010 lalu merilis album Nyama Braya, berselang empat tahun lamanya dari launching album pertama mereka. Satu masa yang panjang untuk kategori musisi. Kalau tidak salah, ada Gus Juli pada Vokal, Dewa Gama dan Gus Eka pada Guitar, Abink pada Bass, Gede Donking pada Drum dan Komang Wedan pada Keyboard.

Dari 12 karya yang disajikan dalam album kedua ini, ada beberapa tema unik yang memang berusaha untuk diangkat. Mejaguran (mesiat/berkelahi antar nyame semeton bali), Bebotoh Paling, Politikus Brengkengan yang naik menjadi Wakil Rakyat hingga Buang Nenggel, satu kisah klasik anak muda dengan tema MBA, Married By Accident.

Melirik pada perjalanan Namaste yang tergolong baru, tepatnya sedari awal tahun 2005, berusaha untuk tetap eksis memang selalu dilakoni. Meluncurkan album pertama Telebang Manah di Balai Budaya Gianyar 4 Agustus tahun 2006 lalu merupakan awal perjalanan Namaste untuk bisa dikenal para penikmat musik Bali.

Album dengan 10 tembang Bali yang salah satunya bertemakan Pekak Playboy tampaknya hampir selalu dinanti oleh para pecinta musik Namaste disetiap pegelaran ataupun konser yang mereka tampilkan. Beberapa tembang seperti Sepilais atau Oh Mini pun hampir selalu dipinta untuk dimainkan.

Jikapun boleh saya berpendapat, mendengarkan beberapa karya mereka, malah mengingatkan saya pada beberapa musisi independen senior seperti Pas Band, atau bahkan beberapa musisi rock barat keluaran lama.

Namaste yang kabarnya bisa diartikan sebagai ‘Sebut Namaku’, kata dari Bahasa Sansekerta, beruntung mampu ikut serta menampilkan salah satu penampilan mereka dalam bentuk klip di media televisi lokal Bali. Padahal yang namanya Dana, bisa dipastikan selalu menjadi hambatan atau tantangan utama untuk bisa terus maju dan berkembang.

Bagi yang ingin mengenal lebih jauh bisa kontak langsung dengan mereka lewat jejaring sosial FaceBook di Halaman Namaste Band, atau lewat email di [email protected] (masih pake Yahoo ya ? :p ) dan ternyata sang pionir Namaste, Dewa Gama, rupanya berkenan membagikan karya Namaste melalui dunia maya untuk dapat dinikmati lebih luas loh. Silahkan mampir di halaman 4Shared untuk album pertama mereka Telebang Manah dan album kedua Nyama Braya.

Antara Rangda, Rarung dan Celuluk

3

Category : tentang KHayaLan

Diantara sekian banyak sosok sakral yang begitu populer di Bali, nama besar Rangda, Rarung dan Celuluk barangkali akan langsung mengingatkan pada satu lakon Calonarang, satu cerita yang hingga kini masih kerap dipentaskan oleh desa-desa adat Bali disela hiruk pikuknya upacara yadnya. Namun ada juga pementasan yang dilakukan dengan melibatkan salah satu diantaranya yaitu Rangda dalam lakon Barong Dance untuk kepentingan Komersial dan pengenalan Budaya Bali kepada para Wisatawan mancanegara.

Rangda seperti yang dikenal oleh seluruh Umat Hindu di Bali, merupakan satu sosok makhluk yang menyeramkan, digambarkan sebagai seorang wanita dengan rambut panjang yang acak-acakan serta memiliki kuku, lidah, dan payudara yang panjang. Wajahnya menakutkan dan memiliki gigi yang tajam. Namun sesungguhnya kata Rangda menurut Etimologinya, berasal dari Bahasa Jawa Kuno yaitu dari kata Randa yang berarti Janda. Rangda adalah sebutan janda dari golongan Tri Wangsa, yaitu Waisya, Ksatria dan Brahmana. Sedangkan dari golongan Sudra disebut Balu dan kata Balu apabila dierjemahkan dalam Bahasa Bali alusnya adalah Rangda.

Dalam perkembangannya, istilah Rangda untuk janda sangat jarang kita dengar, karena dikhawatirkan menimbulkan kesan tidak enak mengingat wujud Rangda yang ‘aeng’ (seram) dan menakutkan, serta identik dengan orang yang mempunyai ilmu kiri (pengiwa). Dengan kata lain, ada kesan rasa takut, tersinggung dan malu apabila dikatakan bisa neluh nerangjana (ngeleak).

Dalam perwujudannya secara fisik, sosok sejenis Rangda ada pula yang dikenal dengan nama varian lain seperti Rarung dan Celuluk. Dalam lakon Calonarang, dua sosok Rarung dan Celuluk ini digambarkan sebagai antek-anteknya Rangda yang dalam budaya Bali bukan merupakan sosok yang disakralkan.

Ada dua perbedaan paling kentara yang dikenal ketika menyebutkan sosok Rangda dan Rarung. Apabila Rangda merupakan sebutan bagi Janda yang usianya tergolong tua (lingsir), Rarung merupakan sosok yang digambarkan jauh lebih cantik dan lebih muda. Dilihat dari segi warna yang digunakan, Rangda biasanya digambarkan dalam rupa yang lebih banyak menggunakan tapel atau topeng berwarna putih. Sedangkan Rarung ada yang menggunakan warna Merah, Hitam, Biru, Cokelat dan lainnya.

Lantas bagaimana dengan Celuluk ?

Tak jauh berbeda dengan dua sosok diatas, Celuluk pun digambarkan sebagai sosok yang sama menyeramkannya dan seperti yang telah disebutkan tadi, Celuluk dikenal sebagai antek-anteknya Rangda dalam lakon Calonarang.

Bagi saya pribadi, bentuk rupa perwajahan Celuluk jauh lebih menyeramkan ketimbang sosok Rangda yang disakralkan oleh Umat Hindu di Bali dan juga Rarung. Dengan bentuk batok kepala yang khas, ditambah seringai dan gigi yang besar serta tajam, sosok Celuluk kabarnya mampu menebarkan ketakutan bagi mereka yang menatapnya secara seksama hanya dari unsur tapel atau topengnya saja.