Megending yuk Kita Megending

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

‘ngiring je sikiang manahe, sekadi i bungan…’

Liriknya sudah pasti hafal, meski sempat jua agak lupa ingatan pada saat pentas Rabu jelang siang tadi. Tapi yang sulit adalah menghafal gerak tangannya di sela sorak sorai penonton dan gemerlapnya lampu sorot atas panggung. Baru kali ini saya merasakan grogi yang minta ampun. Padahal kalo soal membuka rapat dan memimpinnya sepanjang acara, sudah mulai terbiasa. Tapi untuk yang satu ini ? Heladalah…

Jujur, saya suka dengan aransemen lirik yang dikemas Gung Mayun Narindra, pelatih kami yang masih unyu-unyu itu. Ndak ramai saat dinyanyikan, dan begitu dikombinasikan dengan koreografi dadakan dua hari sebelumnya, sesi Megending ini jadi lebih mengasyikkan untuk dinikmati.

Kegiatan Megending Bali yang kami ikuti ini merupakan bagian dari Lomba Lagu Antar Pegawai dan Perangkat Daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung, serangkaian Perayaan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-46 dan perayaan HUT Ibukota Kabupaten Badung Mangupura ke-8. Infonya diikuti oleh 10 kelompok pejabat atau pimpinan perangkat daerah dan 40 kelompok pegawai yang berasal dari masing-masing perangkat daerah dilingkungan Pemkab Badung.

Untuk dinas dimana kami bernaung, audisi eh perekrutan (paksa) peserta paduan suaranya dilakukan kalo ndak salah ingat, akhir September kemarin. Saya sendiri sepertinya dicomot gegara dianggap ndak punya banyak pekerjaan saat jam kantor. Atau bisa juga gegara kerap nyanyi-nyanyi menggumam lewat earpiece bluetooth saban hari jelang apel pagi.
Meski agak berat karena meyakini suara sendiri hanya bagus terdengar saat nyanyi di kamar mandi, namun demi melihat antusiasme 11 calon peserta lainnya yang merupakan orang-orang penuh dedikasi dalam bekerja, sayapun menyetujui bergabung dengan squad Megending DPKP. dan bersikeras menjadi stok cadangan, lantaran tim inti yang dipersyaratkan oleh panitia hanya 10 orang saja, 5 pria dan wanita.

Proses latihan bisa dikatakan berjalan dengan baik, meski amat sangat jarang bisa menghadirkan full team 12 orang peserta dalam sekali waktu, mengingat kesibukan masing-masing yang tak bisa diabaikan.
Saya sendiri baru merasa kewalahan untuk mengatur waktu, pasca ditunjuk kembali mengambil beban tanggung jawab pimpinan yang ditinggalkan awal Oktober kemarin. Sempat bingung juga, mau mengutamakan kepentingan yang mana. Syukurnya kedua pihak bisa memahami, atau bisa jadi terpaksa memahami semua aktifitas tambahan saya.
Eh, gimana maksudnya ?

Sementara itu, proses penguasaan aransemen bisa dikatakan cukup sulit. Mengingat secara pengalaman, sepertinya tak satupun dari kami, 12 peserta yang dilibatkan untuk menanggalkan rasa malunya, pernah melakukan hal yang sama apalagi diatas panggung. Koreksi kali kalo salah. He…
Bahkan hingga hari terakhir latihan, saya sendiri masih suka kelupaan kapan masuknya nada yang ditugaskan oleh pelatih unyu-unyu itu.
Begitu juga dengan koreografinya yang serius, ini beneran hasil kolaborasi si pelatih vokal yang sama, dan peserta. Tanpa ada campur ide dari pelatih koreografi khusus, yang sejatinya memang tidak kami miliki. Ups…
Jadi ya, dimaklumi saja, kalo lantas ada beberapa ide nyeleneh yang masuk dalam cerita dadakan, seperti penggunaan kacamata hitam, pose ngerayu saat lafu kedua atau bahkan lantunan kidung yang kemudian tidak jadi diterapkan hanya karena dianggap bertentangan dengan hasil technical meeting sebelumnya.

Lain lagi dengan dukungan, yang bisa dikatakan ‘ya begitulah…’
Mengingat untuk kebutuhan konsumsi dasar seperti air mineral dan snack ringan, rupanya sebagian besar ditalangi secara pribadi, oleh mereka yang ditugaskan untuk menghandel tim Megending ini.
Sampai-sampai ndak enak hati saat mengetahui fakta tersembunyi ini. Jadinya ya pas sempat, kami pun berupaya menyisihkan sedikit rejeki dari-Nya untuk nambah-nambahin konsumsi harian saban latihan.

Tapi so far so good lah.
Bagi saya pastinya.
Ya mau gimana lagi ?
Memang harus diakui bahwa kami tidak mampu sepenuhnya berkonsentrasi dengan kegiatan Megending ini mengingat tugas dan kewajiban kerja yang tak bisa diabaikan. Saya sendiri pagi tadi, pikiran sempat awut-awutan lantaran ada panggilan pemeriksaan lapangan dari Inspektorat Provinsi terkait kegiatan fisik yang sedang berjalan, secara dadakan pula, tanpa konfirmasi sehari sebelumnya. Edan bener… padahal jelas sudah menyampaikan alasan mau tampil Megending dua nomor urut lagi, tetep saja tim pemeriksa ngotot minta didampingi. Ealah… Syukur ada kolega yang bisa menemani mereka turun ke lapangan pagi tadi. Kalo ndak, bisa macem macem deh nantinya.

Hasil, sebenarnya sudah bisa ditebak. Dari Tiga nominasi Utama, Tiga nominasi Harapan dan Empat nominasi Favorit, tak satupun yang bisa digondol pulang. Widih… kasian banget. Hahaha…

Tapi terlepas dari itu semua, ada banyak kenangan yang bisa disimpan saat kami semua berproses didalamnya. Dari suasana latihan yang penuh tawa canda, hal yang jarang didapatkan dari lintas bidang selama ini, juga official pelatih yang unyu-unyu menjadi hiburan di kala penat mulai melanda.
Yang ndak kalah seru, ya aksi foto-foto candid juga gaya sosialita ibu-ibu, nyaris menghabiskan memory ponsel dengan berbagai aksi terkini. Termasuk ‘boomerang’ yang sering dibuat putri pertama saya di rumah.

Ternyata semua itu bisa cepat berlalu.
Dan besok, kami sudah harus kembali lagi berkutat dengan pekerjaan masing-masing, memasang wajah serius demi menyelesaikan tugas dan kewajiban awal hingga akhir tahun nanti.

Terima Kasih ya kawan-kawan yang sudah mengajak saya serta Megending tahun ini. Semoga semua cerita yang ada bisa menjadi kenangan bagi kita semua.
Tetap semangat !!!

Tips Ringan Menikmati Nyepi Sehari di Bali

Category : tentang Opini

Tradisi Hari Raya Nyepi sebagai Tahun Baru Caka Umat Hindu di Bali, sebentar lagi bakalan kita jelang bersama. Bagi kalian yang lahir, tinggal dan besar di Bali, saya yakin rasa Toleransi yang ada dalam diri sudah tidak ada masalah lagi. Meski agama dan kepercayaan yang dianut berbeda sekalipun.

Akan tetapi bagi kalian yang baru saja datang dan menetap di Bali, bisa jadi perayaan Nyepi yang meskipun hanya sehari, berpotensi besar menghadirkan bencana dalam hidup. Apalagi teknologi kekinian yang mengedepankan jaringan internet berkecepatan tinggi dan gegap gempita sosial media, bagaikan pisau bermata dua. Kalo sampai salah langkah, siap siap saja masuk koran esok paginya.

Tapi sebenarnya melewatkan waktu sehari tanpa menyalakan api atau lampu, tanpa bepergian, tanpa bersenang-senang dan tanpa bekerja sebenarnya gampang kok. Ini menurut saya pribadi loh ya. dan bagaimana menyikapinya, berikut Tips Ringan dari saya agar kalian bisa menikmati Nyepi Sehari di Bali. Disimak ya…

Pertama, anggap Nyepi Sehari sebagai hari libur yang kalian dambakan selama hidup atau rutinitas bekerja dimana nda ada agenda keluar rumah, hanya bercengkrama dengan keluarga di rumah. Saya yakin, siapapun punya impian kek gini.
Kalo kalian masih berstatus Jomblo ataupun Belum Menikah, tentu akan jauh lebih mudah. Hanya tinggal memikirkan diri sendiri saja. Sedang bagi yang sudah punya anak-anak ya, bagaimana memikirkan kelanjutan kisah melewati 24 sampai 36 jam berikutnya.

Kedua, soal Pasokan atau Persediaan Makanan.
Saya yakin hidup kalian gak akan macam terkucil semingguan lamanya hanya karena mencoba menikmati Nyepi sehari di Bali. Jadi belanja seperlunya aja. Nda usah sampe antre dan menuh menuhin Supermarket meski didera hujan diskon sekalipun.
Paling Urgent biasanya yang menyangkut kebutuhan Bayi. Entah Susu atau Makanan pokoknya. Selebihnya, semangkuk Indomie masih bisa menyelamatkan hidup kalian kok, kalo pas kefefet banget. Hehehe…

Ketiga, soal Hiburan. Bisa manfaatkan gadget ponsel sebagai perangkat terkecil yang rata-rata kita miliki dengan menyuntikkan sejumlah permainan,buku ataupun video dan filem terbaru. Sediakan 5 saja. Cukup untuk melewatkan waktu luang yang ada di sela bercengkrama dengan keluarga. Apalagi infonya yang namanya siaran televisi ikut non aktif juga selama perayaan Nyepi berlangsung.

Keempat, manfaatkan usb led. Lampu instant yang kini banyak dijual di pasaran. Tinggal colok ke power bank, persoalan lampu dan penerangan sudah bisa terpetjahkan. Jangan lupa untuk menutupi terangnya dengan gulungan kertas dan taruh dekat posisi kalian berada.
Meski hal diatas dilarang secara aturannya, tapi kalo memang perlu-perlu banget, ya diakali lah agar jangan sampai mengganggu orang lain.

Lalu apabila Empat Tips diatas belum jua mampu memuaskan rasa mangkel kalian akan perayaan Nyepi yang cuma sehari di Bali, berikut ada juga Tips Tambahan agar kelak nda menyesal lahir dan bathin, sudah terlanjur memilih untuk menetap di Bali padahal tahun ini, berpeluang untuk mendapatkan liburan panjang laiknya Pulang Kampung saat Lebaran.

Pertama, Tahan Hawa Napsu. Baik untuk melanggar aturan sesuai Edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali ataupun ketentuan adat setempat. Nyepi hanya Sehari. Toleransi kalian, saya yakin nda akan habis meski dikorbankan sepanjang hari itu saja.
Malah kalo bisa menahan Napsu Lapar, bisa mendapatkan makna lebih dari sekedar menahan Hawa Napsu lainnya loh. Ya mirip-mirip agenda Puasa Umat Muslim lah…

Kedua, Off Internet.
Tujuan Utamanya adalah mencegah kalian memaki atau mempostingkan isyu SARA di akun Sosial Media masing-masing, yang biasanya akan memicu reaksi masyarakat Bali secepat kereta api Jepang. Yakinkan ini sebelum melakukannya ya.
Disamping tujuan lainnya adalah meng-upload foto Selfie di jalanan sebagaimana Edaran khusus tahun ini. Cukup lakukan seminggu atau enam bulan sesudahnya. Saya yakin efeknya nda gitu gitu amat.

Ketiga, gunakan strategi untuk mengamankan diri.
Kalo ndak berkenan dengan larangan tidak boleh menyalakan api, cari tau tempat atau cara dimana kalian bisa sembunyi sembunyi menyalakan lampu kecil seandainya dibutuhkan tanpa ketahuan. He…
Di rumah saya, secara kebetulan memiliki satu ruangan yang diapit ruangan lain dari segala penjuru. Jadi apapun aktifitas yang dilakukan didalamnya, ndak akan diketahui lingkungan sekelilingnya. Jadi nilai tambah saat Nyepi lantaran anak-anak bisa saya kumpulkan di ruangan itu dan dininabobokkan dengan segala upaya. Meski sebetulnya ruangan agak pengap apalagi kalo di malam hari.

Tips terakhir, ya bijak-bijaklah dalam bersikap dan berkata.
Nyepi hanya sehari. Nda semingguan apalagi hitungan bulanan.
Nda ada salahnya kok kalian ikut makna yang ada dibalik perayaan Nyepi, kembali ke titik Nol, memulai hidup dari awal lagi…
Istirahatkan sejenak Pikiran, Perkataan dan Perbuatan.
Hanya sehari, tidak lebih…

Mau Liburan 3H2D ke Bali Menyenangkan dan Terjangkau? Baca Tips nya Disini

Category : tentang PLeSiran

Siapa bilang kalau mau liburan ke Bali butuh waktu panjang dan budget yang menguras dompet ?

Sekarang Kalian ndak perlu khawatir lagi, karena sekarang kita kupas tuntas semuanya, mulai dari transportasi, penginapan, tempat wisata, restoran, dan aktifitas yang dapat dilakukan selama liburan di Bali. Ditambah lagi, Kalian dapat belanja online hemat perlengkapan yang diperlukan selama liburan di Bali seperti bikini, kamera, tongkat selfie atau koper jalan-jalan dengan menggunakan voucher diskon atau kupon eksklusif yang disediakan oleh website online coupon, seperti Saleduck.

Nah sudah pada ndak sabar kan untuk cari tahu bagaimana liburan murah ke Bali ini bisa menyenangkan akhir pekan Kalian, yuk mari disimak baik-baik.

Persiapan Transportasi, Penginapan, Tempat Makan dan Tempat Hiburan
Untuk persiapan perjalanan ke Bali, baiknya dilakukan minimal 1 bulan sebelumnya supaya lebih matang dan murah.

? Pertama, cari promo dan kursi gratis tiket pesawat ke Bali. Biasanya maskapai AirAsia, Lion Air atau Citilink paling banyak mengadakan promo ini, tetapi jangan salah loh Kalian juga bisa naik pesawat Garuda Indonesia yang memberikan full board service dengan harga cukup terjangkau ke Bali mulai dari harga pp dibawah 1 jutaan

? Kedua, lakukan reservasi secara online untuk penginapan di Bali. Kenapa ndak cari langsung saja pas sampai di Bali ? Nah, kebanyakan hotel akomodasi akan memberikan harga normal untuk walk in customer, supaya mengirit waktu. Mending reservasi online dulu untuk mendapatkan penginapan terbaik yang sesuai dengan budget dan lokasi strategis. Ada beberapa hotel dibawah Rp 300.000,- yang cocok bagi semua kalangan dan berlokasi startegis di Kuta, seperti The Oasis atau Tune Hotel.

? Ketiga, cari jasa transportasi yang ingin digunakan selama di Bali. Kalau Kalian suka berpetualang dengan motor, di Bali Kalian dapat menemukan berbagai rental motor dengan harga murah mulai dari Rp 100.000 per hari, atau booking sewa mobil online yang dapat Kalian temukan disini, mulai dari harga Rp 200.000.

? Keempat, cari tahu restoran yang menyajikan makanan dan tempat oleh-oleh khas Bali dengan harga lokal. Beberapa rekomendasi makanan khas Bali yang harus Kalian coba, seperti Nasi Jinggo mulai harga Rp 3.000, Ayam Betutu Men Tempeh mulai harga Rp 30.000, atau Babi Guling Warung Ibu Oka mulai harga Rp 45.000

? Yang terakhir nih, mulai deh beli tiket masuk untuk tempat wisata di Bali secara online karena ini akan sangat menguntungkan, selain Kalian dapat menemukan diskon potongan hingga 50% yang cuma diberikan kalau beli online, Kalian juga ndak perlu capek-capek untuk mengantri atau was-was kalau kehabisan tiket masuk. Banyak tempat wisata yang menarik di Bali, seperti Bali Safari dan Marine Park, Waterboom Bali, dan Bali Bird Park.

Hari Pertama
Bisa jadi Kalian tiba di Bali sekitar siang menjelang sore atau bahkan malam hari, nah supaya bisa langsung menikmati landmark dari Pulau Bali, langsung saja deh kita pergi ke arah barat daya yaitu Tanah Lot. Perjalanan sekitar 30 menit hingga 1 jam dari Kuta. Disini Kalian dapat menikmati pemandangan sunset yang menakjubkan dan Pura ditengah lautan, jika Kalian beruntung tidak ada salahnya untuk coba menyebrangi lautan menuju pura tersebut. Harga tiket masuk sekitar Rp 7.500 – Rp 10.000/ orang.

Tanah Lot PanDeBaik

Pastinya akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Bermanja ria di Pantai Kuta bisa menjadi opsi kedua jika tidak sempat untuk ke Tanah Lot. Banyak hal yang dapat dilakukan disini, mulai dari bermain air di sepanjang pesisir pantai, jalan-jalan di Discovery Mall, window shopping dan beli cenderamata di gerai lokal di sepanjang Jl. Raya Kuta atau Matahari Kuta Square.

Pastikan pada malam hari Kalian bersiap untuk mengunjungi Jl. Legian, karena kehidupan malam disini selalui ramai dipenuhi oleh orang bule yang party di bar dan kafe. Selain itu, jangan lupa untuk menyempatkan diri berfoto di Tugu Peringatan Bom Bali.

Opsi yang lain, Kalian dapat juga mengunjungi Hard Rock Cafe di Jalan Pantai Kuta, Party dengan para DJ terbaik dunia di Potato Head, atau menikmati keindahan malam Pantai Kuta di Ku De Ta. Jika Kalian memilih untuk mendapatkan pengalaman ber-party di 3 tempat oke di Bali, siapkan minimal Rp 200.000 di dompet Kalian.

Hari Kedua
Nah siapkan energi, kaki, dan kamera Kalian, karena di hari ini Kalian akan mengumpulkan berbagai pengalaman menakjubkan yang akan menjadi magnet untuk Kalian kembali ke sini. Pastikan bangun di pagi hari dan langsung menuju arah timur laut Pulau Bali. Melihat megahnya Pura Besakih yang merupakan salah satu pura Agama Hindu terbesar di Bali (Tiket masuk sekitar Rp 15.000/ orang), makan siang di Kintamani dengan pemandangan Danau dan Gunung Batur dengan hawa sejuk (banyak restoran dengan harga kisaran Rp 50.000 – Rp 100.000), menikmati suasana romantis di Pura Ulun Danu Batur (Tiket masuk Rp 7.500 – Rp 10.000/ orang), mampir untuk mencuci beberapa bagian tubuh untuk membuang segala yang buruk di Pura Air Suci umat Bali Hindu Tirta Empul – Tampak Siring (Tiket masuk sekitar Rp 15.000/ orang), menyempatkan diri untuk mengenal kebudayaan Bali dan hutan monyet di kawasan seni Ubud (Tiket masuk sekitar Rp 30.000- Rp 40.000/ orang), lalu jangan lupa untuk berbelanja pakaian dan oleh-oleh khas Bali murah di Pasar Sukawati, seperti daster khas Bali dengan harga 30.000 atau sandal jepit dengan hiasan bunga kamboja dengan harga Rp 20.000.

Macan panDe Baik

Saat malam, ketika badan sudah lelah tetapi semangat tetap terjaga, nah aktifitas yang paling tepat adalah habiskan malam terakhir Kalian dengan program Night Safari di Bali Safari Marine Park (Tiket masuk sekitar Rp 350.000 – Rp 500.000/ orang). Dijamin pengalaman hari ini sangat melelahkan tapi tak terbayarkan.

Hari Ketiga
Oh No. Sudah harus pulang lagi nih. Baiklah jangan bersedih dulu, karena bangun di pagi hari dan langsung menuju ke daerah selatan Bali pasti akan membuat hari terakhir Kalian jadi lebih istimewa. Langsung menuju Uluwatu yang merupakan selatan dari Pulau Bali dan destinasi surfing terbaik ke 4 di dunia (Tiket masuk sekitar Rp 20.000/ orang). Berjarak sekitar 13 km dari Pura Luhur Uluwatu, sempatkan untuk berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, dimana Kalian dapat melihat patung raksasa dari Dewa Wisnu setinggi 75 meter (Tiket masuk sekitar Rp 50.000 – Rp 60.000/ orang).

Jimbaran PanDe Baik

Dan yang terakhir, makan di pinggir Pantai Jimbaran juga akan menjadi pilihan yang sangat menyenangkan sambil menunggu jadwal penerbangan Kalian, dimana Kalian dapat menjangkau Bandara Ngurah Rai International Airport hanya dalam waktu 30 menit (Harga makan sekitar Rp 50.000/ orang).

(Guest Article)

Memantau Penghinaan terhadap Bali, Nyepi dan Hindu di akun FaceBook

Category : tentang KeseHaRian

Tempo hari sebelum hari raya Nyepi, saya masih sempat menyampaikan beberapa kalimat ungkapan hati, berkaitan dengan upaya penghinaan terhadap Bali, Nyepi maupun Hindu yang terpantau di akun FaceBook setiap kali Tahun Baru Caka datang.

Sudah biasa sebenarnya.

Lihat saja di halaman blog ini, ada beberapa tulisan yang dipublikasi dengan tema serupa. 2-4 tahun lalu.
Trus, kini masih ada ?

Tentu saja. Wong ndak semua bisa berpikiran sama kok. Dan sebagaimana pohon, tunas baru selalu bermunculan dengan kedewasaan dan pemahaman toleransi yang berbeda. Atau kalau mau, baca saja media cetak pasca Nyepi kemarin. Ada tuh beritanya.

Tapi iseng-iseng, saya mencoba memantau kembali, akun akun FaceBook mana saja yang tertangkap melakukan penghinaan ini. Dengan menggunaan kata kunci seperti (maaf) ‘Fuck Bali’, ‘Fuck Hindu’, ‘Fuck Nyepi’ atau dengan kata domestik (lagi-lagi maaf) ‘Bali Bangsat’, ‘Hindu Bangsat’, atau ‘Nyepi Bangsat’.

Ternyata dari beberapa hasil pencarian, rupanya tidak tertutup pada akun facebook di lokal domestik saja. Tapi ada juga yang dari akun FaceBook mancanegara. Dengan berbagai latar belakang alasannya. Bahkan meski tanpa melalui kata, ada juga kok akun lokal baik itu semeton Hindu dan juga umat lain, yang melakukan pelecehan akan pelaksanaan Nyepi itu sendiri.
Yuk lihat hasilnya.

Untuk

Hate Speech FB Lokal 01

Hate Speech FB Lokal 02

Hate Speech FB Lokal 03

Hate Speech FB Lokal 04

Hate Speech FB Lokal 05

Hate Speech FB Lokal 06

Hate Speech FB Lokal 07

Hate Speech FB Lokal 08

Hate Speech FB Lokal 09

Hate Speech FB Lokal 10

akan tetapi ada juga yang lewat BBM

Hate Speech BBM

makna nyepi

Hate Speech FB Makna 02

Hate Speech FB Makna 01

Hate Speech FB Makna 03

Hate Speech FB Makna 04

atau Blog

Hate Speech BloG

dan mancanegara

Hate Speech FB Manca 01

Hate Speech FB Manca 02

Hate Speech FB Manca 03

Hate Speech FB Manca 04

Hate Speech FB Manca 05

By the way, beberapa kawan yang tempo hari mempermasalahkan sempat mengungkapkan harapannya agar Pemerintah Daerah bisa membuat semacam aturan atau Perda terkait Penghinaan ini. Tujuannya ya tentu menindaklanjuti ke upaya berikutnya, agar jangan sampai terulang kembali di tahun berikutnya. tapi ya… namanya juga komen di akun FaceBook. rasanya ndak akan berlanjut lah ide ide itu…

Iron Man Bali, I Wayan Tawan, Pro dan Kontra, Hoax atau Bukan ?

2

Category : tentang KHayaLan, tentang Opini

Menggelikan.
Setidaknya ini yang bathin saya rasakan saat mengikuti pemberitaan maupun opini yang diungkap para ahli maupun netizen dunia maya, terkait terkuaknya seorang tukang las bernama I Wayan Sumerdana alias Wayan Tawan yang menciptakan lengan bantuan atas kelumpuhan yang dialaminya, lalu memunculkan julukan “Iron Man Bali”.

Iron Man, adalah salah satu super hero yang bernaung dibawah bendera Marvel, setidaknya sudah melahirkan 5 sekuel film selama satu dasa warsa terakhir. Secara tokoh ya boongan tentu saja, karena berawal dari sketsa komik. Namun secara teknologi, ya siapa tahu ?

Film Iron Man sendiri, jika dirunut dari awal kisahnya pada roll film, bermula dari penciptaan tangan robot atau bioniknya yang membungkus lengan Stark dengan kemampuan menembak lewat telapak tangannya. Penciptaan ini kemudian berlanjut pada tameng yang melekat pada tubuh layaknya baju, dan sebagainya dan sebagainya.

Iron Man Bali, demikian julukan yang diberikan sejauh ini, bernama aseli I Wayan Sumerdana, 31 tahun dari Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. mencoba membuat sebuah lengan mekanis yang info awalnya bertujuan untuk membantu lengan kirinya yang lumpuh karena stroke, guna mempermudah aktifitasnya sehari-hari.

Hanya lantaran cerita tentang perjuangannya dimuat sebuah media lokal, begitu banyak netizen yang kemudian merasa terpanggil bahkan belakangan terusik oleh julukan tersebut. Dari yang begitu bangga share cerita di akun media sosial, hingga merembet ke soal suku ras tentu yang dilebih-lebihkan. Meski demikian, beberapa diantaranya bahkan menunjukkan kalimat dan pendapat yang menuduhkan bahwa apa yang dilakukan oleh Wayan Tawan adalah Hoax belaka. Satu penipuan berbalut teknologi. Yang menurut ahli dan analis, gambar atau foto rangkaian kabel dan benda elektro itu merupakan hal yang tak mungkin mampu mewujudkan cerita Wayan Tawan. Pro dan Kontra pun merebak.

Tapi terlepas dari itu, saya pribadi justru memandang sederhana. Selama rangkaian lengan mekanis itu dalam prakteknya memang mampu membantu tugas sehari-hari Wayan Tawan sebagai tukang las, kenapa tidak ? Tidak lagi harus ditelusuri Hoak tidaknya atau mampu tidaknya. Apalagi kalo kemudian dikaitkan dengan teknologi serupa yang hingga kini masih sulit diwujudkan meski sudah disokong dengan biaya penelitian dan sumber daya tingkat dewa. Selama… atau Jika… pemberitaan awal perihal kisah Wayan Tawan ini memang tidak dimaksudkan untuk pengakuan atau membanggakan penemuan secara sepihak.

Bisa jadi dalam pengoperasian rangkaian alat itu memang ada ‘tangan Tuhan’ yang berperan ataukah memang kini fungsi tangan sudah berangsur sehat, ya mari kita doakan. Bukan lantas diekspose besar-besaran, dianalisis menjadi sebuah masalah nasional yang kelak mungkin akan ditertawai banyak orang dan negara lain, baik saat lengan mekanis itu benar berfungsi bagi pemiliknya atau hanya khayalan belaka.

Ataukah kalian punya pendapat berbeda ?

* * *

Link terkait :

Pop Bali : Lengan Robotik Tawan Hoax, ini kata dosen FT Udayana…

Heal Magz : Inilah Bukti Teknologi Lengan “Iron Man” dari Bali Hanyalah Hoax

Yohanes Nugroho, Iron Man Bali Cuma Hoax ?

Berita Bali : Saya begini untuk bertahan hidup, bukan untuk…

Menikmati Angklung sebagai Terapi

1

Category : tentang DiRi SenDiri

Angklung merupakan suatu jenis alat musik tradisional yang terbuat dari empat kepingan logam, dan menghasilkan empat nada. Jenis gamelan seperti ini biasanya menyajikan nada yang sedih atau melankolis. Angklung sendiri merupakan bentuk gamelan tertua di Bali, berasal dari abad ke-10. Umumnya, Angklung dimainkan untuk mengiringi suatu upacara kremasi, kematian atau dikenal dengan istilah Ngaben. (dikutip dari Sejarah Seni Tradisional Bali, dan dari coretan milik Agus Satriya Wibawa dalam artikel blog seni dan Budaya Kabupaten Karangasem Bali)

Dibandingkan dengan gambelan dan alat musik tradisional lain di Bali, Angklung merupakan daftar list teratas yang paling kerap saya dengarkan dalam kondisi apapun. Berbeda dengan jenis musik lainnya seperti Beleganjur yang lebih bersemangat, Semar Pegulingan yang puitis atau bahkan gambelan abarung Gong Kebyar. Bisa jadi lantaran alunannya yang memang lebih mudah dicerna, tanpa hentakan yang datang secara tiba-tiba, sehingga selain bisa digunakan untuk penghantar tidur (ini pendapat secara pribadi loh ya), bisa juga digunakan sebagai pengobatan terapi akan rasa atau suasana bad mood, sedih dan menggalau.

Saya pribadi menyukai alunan musik Angklung sudah lama, kalau tidak salah saat masa perburuan keping cd audio yang kelak akan dikonversi menjadi bentukan MP3, format audio yang hingga kini masih tetap menjadi trend, dan mendapatkannya dari salah satu famili keluarga Ibu. Saking jatuh hatinya, sasaran berikutnya bukan lagi berburu ke rumah teman atau saudara, tapi langsung ke perusahaan rekaman macam Bali Records atau Maharani Records.

Mendengarkan alunan musik Angklung barangkali terasa aneh bagi sebagian besar orang. Lantaran faktor pemanfaatannya yang biasa ditemukan pada prosesi kematian sebagaimana kutipan diatas. Namun secara pribadi malah tidak peduli akan dramatisnya suasana jika Angklung sampai dikumandangkan. Di ruangan kantor, di mobil hingga di musik playerpun jadi.

Jadi jangan heran kalo kelak kalian saat bersua, alunan musik angklung akan selalu hadir menemani.

PAS atau PASTIKERTA ?

3

Category : tentang KeseHaRian

Selamat dan Sukses untuk perhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, 15 Mei 2013 pagi ini.

Semua proses sudah kita lewati.

Dari sosialisasi janji-janji kampanye yang entah apakah nanti bakalan ditepati atau dilupakan lantaran masih mengambang di awan, maraknya perusakan wajah fasilitas umum dan pohon perindang oleh baliho, poster atau stiker dukungan dari kedua kubu, saling serang opini, pendapat antar pendukung, pengerahan massa kader hingga ormas berbadan kekar, klaim terbaik atau pro rakyat, pun promosi yang berlebihan di sejumlah media yang kemudian ikut-ikutan bersikap tidak netral…

ditambah sejumlah debat yang kemudian menimbulkan pro kontra, pembelaan dari masing-masing simpatisan sepertinya sudah cukup untuk memecah belah masyarakat Bali menjadi tiga kelompok, blok yang pro dengan pasangan Cagub paket PAS, blok yang pro dengan pasangan Cagub paket PASTIKERTA, dan blok yang pesimis dengan kedua pasang Cagub Cawagub kmudian memilih untuk Golput, tidak memilih, Coblos semua atau malah tidak peduli.

Khusus blok ketiga secara sudut pandang pribadi, tentu saja akan sangat wajar apabila kelak jumlah segmentasi yang ada bakalan meningkat tajam dari sebelumnya. Mengapa ?

Bisa jadi lantaran ada opini yang satunya calon Gubernur yang pintar, bahkan saking pintarnya ia mampu membodohi masyarakat Bali yang sudah memberikan suaranya di periode lalu, di lain sisi calon Gubernur yang tampak seolah-olah bodoh tak mampu berargumen, di cap olog-olog pong dan belum jelas bakalan membawa Bali ke arah mana.

Bisa juga lantaran sang incumbent terlanjur berpasangan dengan seorang makelar tanah yang seakan siap menjual tanah Bali, sementara di sisi calon lain tak memiliki power bargaining yang dikhawatirkan malah ditekan oleh kekuasaan investor dan pemerintah pusat.

Jadi akan sangat tanggung apabila pilihan kemudian harus dijatuhkan pada salah satu dari kedua pasangan calon. Namun tidak demikian halnya dengan para simpatisan.

Entahlah, karena masing-masing kubu memiliki sejuta alasan dan pembenaran masing-masing dan diklaim terbaik. Apakah itu debat cukup hanya dua kali lantaran sudah terlihat bahasa tubuh yang rileks dalam menanggapi pertanyaan, sedang calon lainnya tetap patuh pada kehadiran namun tertangkap lebih emosi dalam menjawab.

Semua sah-sah saja, karena mereka merupakan ayam aduan yang kelak bakalan menentukan nasib si pengadu, apakah tim sukses, kader partai atau lingkaran luar dan media yang menanti jatuhnya durian runtuh kelak.

Sayangnya sih dalam perhelatan kali ini, gag ada yang mampu menyaingi kharisma sang superstar pasangan Gubernur dan Wakil milik Jakarta layaknya Jokowi-Ahok yang saling melengkapi dan benar-benar serius bekerja untuk rakyatnya. Sedang di sisi kita, baru bisa sebatas mengklaim diri sendiri sebagai Jokowinya Bali, atau malah sangat mengandalkan Jokowi untuk PilGub Bali.

PAS yakin menang dengan hanya mengandalkan suara dari pendukung dan kader militan PDIP… Jadi menjadi satu tantangan terbesar bagi PASTIKERTA untuk bisa membalikkan keadaan…

PAS atau PASTIKERTA ?

Pilihan kini berada di tangan kalian, masyarakat Bali… 15 Mei 2013, hari ini…

Gunakan hak pilihmu dengan Baik…

Video LPSE Management Training Advanced Badung Bali

Category : tentang PeKerJaan

Berikut Link Video terkait kegiatan LPSE Management Training Advanced yang diselenggarakan di Kabupaten Badung Provinsi Bali, tanggal 2-4 April yang lalu, kerjasama LKPP dengan LPSE Badung.

Support by BaliTV (Terima Kasih untuk bli bagus Gede Susila aka Yan Nusa)

Video LPSE MT Advanced Badung bali

powered by YouTube