Alasan Kami (LPSE Badung) Memilih HTC FLYer

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu Pertimbangan Utama kami dalam memilih perangkat Mobile berbasis Internet bagi LPSE Badung sejak awal adalah Kebutuhan Mobilitasnya yang mudah dibawa dan digunakan dalam berbagai kondisi dan situasi, terutama dalam kaitannya dengan kegiatan adat dan agama. Seperti yang sudah diketahui banyak orang bahwa budaya Bali dikenal dengan dengan banyak upacaranya, sehingga kami yang menjadi bagian didalamnya mau tidak mau akan sering terlibat dalam situasi tersebut tanpa pengecualian. Adalah tidak mungkin (tepatnya:malu) untuk membawa, membuka dan beraktifitas dengan sebuah perangkat NoteBook plus Modem Mobile Internet dalam situasi tersebut lantaran permintaan untuk meng-e-Proc-kan paket pengadaan tidak lagi harus dilaksanakan pada jam kerja. Belum lagi waktu yang dibutuhkan bagi sebuah perangkat NoteBook tidak dapat sesegera perangkat telekomunikasi yang selalu siap digunakan dalam kondisi apapun.

Terkait Mobilitas diatas, ukuran kemudian menjadi pertimbangan. Mengambil pilihan TabletPC berukuran 10 inchi membutuhkan tambahan sebuah tas berukuran sedang untuk menyelipkannya atau harus menentengnya kemana-mana layaknya sebuah map besar. Sedang mengambil pilihan perangkat Telekomunikasi berukuran normal akan berimbas pada tingkat kenyamanan mengingat rata-rata aktifitas yang kami lakukan memutuhkan Typing Text dan area kerja yang lebar. Maka untuk mengambil jalan tengah, kami memutuskan untuk mengambil pilihan ukuran 7 inchi. Ukuran tersebut tergolong mudah untuk diselipkan dalam saku berukuran lebar atau didalam tas pinggang. Jadi tidak akan terlihat mencolok ataupun kerepotan membawanya.

Menyisir TabletPC ukuran 7 Inchi, tentu saja pilihan sistem operasi yang kami dapatkan pada pertengahan Tahun 2011 lalu saat usulan itu disampaikan adalah berbasis Android dan Windows. Mengingat para pesaing sistem operasi lainnya hanya merilis dalam bentukan 10 inchi saja, seperti BlackBerry PlayBook atau iPad dari Apple.

Ketika sudah memutuskan pilihan pertama pada ukuran layar 7 inchi, maka pertimbangan kedua yang kami persyaratkan adalah soal kecepatan dan kemampuannya. Diantara beberapa alternatif TabletPC yang ada saat itu, hanya dua varian yang kemudian kami putuskan menjadi sebuah pilihan. Samsung Galaxy Tab 7 dan HTC FLYer. Mengapa ? karena berdasarkan Spesifikasi Teknisnya, hanya kedua TabletPC inilah yang memiliki besaran Prosesor minimal 1 GHz dengan RAM 512 MB dan kapasitas memory Internal 16 GB. Sebuah Syarat yang bagi kami sudah cukup mumpuni untuk membantu meningkatkan kinerja kami di LPSE Badung. Maka ketika kami mengajukan dua varian ini kepada atasan, kami diberikan saran untuk memilih spesifikasi terbaik diantara keduanya, yang artinya pilihan tertuju kepada HTC FLYer.

Hanya saja, ada tambahan pertanyaan yang diajukan atasan kami saat itu, bahwa terlepas dari ukuran, mengapa tidak memilih perangkat dengan sistem operasi yang sudah jauh lebih terbukti kemampuannya ? BlackBerry atau iPad misalnya ? Maklum, sistem operasi Android masih tergolong awam bagi sebagian orang termasuk atasan kami.

Maka, berbekal beberapa perangkat yang kami pinjam, uji coba darurat perangkat yang menggunakan berbagai sistem operasipun dilakukan. Pertama, OS Android 2.2 Froyo yang dipasang dalam perangkat Samsung Galaxy Tab 7, sesuai dengan oprek yang saya lakukan jauh sebelumnya berhasil melewati semua persyaratan aplikasi yang diajukan. Kedua iPad 1 dan iPad 2 yang kondisinya masih original pabrikan, belum di-Hack atau JailBreak, tidak mampu menyediakan beberapa aplikasi secara gratis untuk diunduh dan digunakan mengingat satu-satunya jalan yang diberikan adalah menggunakan AppleID yang mensyaratkan Kartu Kredit. Sayangnya, saya pribadi baru mengetahui Trik pembuatan akun Apple ID tanpa Kartu Kredit ini jauh setelah Pengajuan Usulan dilakukan. Ketiga, OS BlackBerry di perangkat PlayBook yang malah tidak ditemukan beberapa aplikasi yang kami butuhkan. Maka dengan memberikan Hasil uji coba yang kami lakukan, atasanpun menyetujuinya meski masih sedikit meragukannya.

Sayang memang, bahwa saat usulan kami ajukan perangkat tabletPC Samsung Galaxy Tab 7 Plus sama sekali belum ada kabar pastinya kapan akan dirilis resmi di Indonesia. Itu sebabnya kami tetap memilih HTC FLYer sebagai perangkat tambahan LPSE Badung saat itu.

Manfaat iPad (baca:TabletPC) bagi LPSE Badung

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Pada akhir November lalu, sebuah Media Cetak lokal menurunkan sedikitnya lima kali liputan secara beruntun terkait pemanfaatan dana APBD untuk pengajuan 60 buah perangkat iPad yang akan diberikan kepada para pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Dalam salah satu liputannya, sempat merembet sedikit ke pengajuan 6 buah iPad yang sudah dilakukan sebelumnya dan diperuntukkan bagi tim pengelola LPSE Badung.

Saya pribadi sebagai salah satu anggota dari Tim LPSE Badung yang mendapat kehormatan (baca:kebagian) untuk memegang salah satu dari 6 buah iPad yang diajukan, merasa sedikit tergelitik dengan setidaknya 2 hal penting dalam liputan tersebut. Pertama, istilah ‘iPad’ yang sebenarnya lebih tepat disebut sebagai TabletPC karena dalam praktek dunia Pengadaan tidak boleh menyebutkan satu merek tertentu secara spesifik. Dan Kedua, soal pertanyaan apakah dengan keberadaan ipad tersebut diperkirakan akan dapat meningkatkan kinerja pemegangnya mengingat ‘image’ kami sebagai PNS sudah kadung lekat dengan hal-hal negatif dan birokrasi yang menjelimet.

Namun, saya pribadi lantas memakluminya lantaran secara penyebutan, orang akan lebih familiar dengan sebutan ‘iPad’ untuk mengatakan perangkat sentuh berlayar lebar ketimbang TabletPC yang notabene berbasis banyak OS (sistem operasi) yang berbeda. Selain itu, bagi seorang pejabat eselon, sangatlah wajar jika harapan peningkatan kinerja itu dipertanyakan mengingat dari segi usia sudah tidak lagi produktif untuk belajar, menguasai serta memanfaatkan Teknologi yang mampu dilakukan mengingat segala proses yang berlangsung dalam dunia ke-pemerintahan masih bersifat Konvensional. Lantas bagaimana dengan kami di LPSE Badung ?

Sebagaimana fungsi atau tugas kami selaku Unit yang menjembatani kepentingan Penyedia Barang/Jasa dengan Panitia/Unit Layanan Pengadaan dalam beraktifitas secara online, adalah satu kewajiban bagi kami untuk tetap terhubung dengan dunia maya kapanpun dan dimanapun. Selain untuk menjaga agar sistem dapat tetap berjalan secara normal, kebutuhan kami akan ‘selalu terhubung’ akan berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab yang kami pikul masing-masing selaku tim pengelola LPSE.

Katakanlah terkait tugas saya selaku Admin Agency LPSE Badung. Selain melakukan inputing paket pekerjaan yang akan di-e-Proc-kan melalui LPSE, pula harus melakukan input daftar Kepanitiaan (yang kini disebut sebagai Pokja) plus memberikan UserID serta Password masing-masing pelakunya. Aktifitas ini bisa saja dilakukan melalui fasilitas NoteBook dan juga tambahan Modem Mobile Internet yang telah diberikan sebelumnya. Namun dalam situasi tertentu, diluar jam kerja tentu saja, kedua perangkat tersebut tidak dapat saya bawa dan lakukan dengan bebas. Terutama yang berkaitan dengan kegiatan Adat misalnya.

Adapun kemudian Maret 2011 lalu, saya beruntung bisa membeli sebuah perangkat komunikasi tambahan berbasis Android menggantikan ponsel Nokia N73 yang sudah kelewat jadul itu. Setelah dioprek beberapa hari, saya menemukan fakta bahwa perangkat ini kendati berukuran kecil namun kemampuannya mampu meng-cover hampir semua kegiatan saya yang berkaitan dengan LPSE. Baik itu inputing data, mengelola akun ID Panitia, menerima email dari banyak pihak atau malahan melakukan Ping atau checking kondisi Server LPSE yang dahulunya barangkali hanya dapat kami lakukan dengan mengandalkan perangkat NoteBook.

Kenyataan inilah yang kemudian menjadi satu laporan tambahan dari kami kepada atasan, bahwa untuk kedepannya masing-masing personil yang masuk dalam Tim Pengelola LPSE yang membutuhkan aktifitas ‘selalu terhubung dengan dunia maya’ minimal dibekali pula dengan perangkat mobile seperti yang saya miliki. Adapun personil yang saya maksud diatas meliputi Ketua LPSE, Sekretaris, Admin Sistem, Admin Agency, Verifikator dan HelpDesk.

Kepentingan antaran Ketua dan Sekretaris LPSE adalah terkait Koordinasi antar lembaga ataupun intern LPSE dan para pelaku Pengadaan termasuk pula Pengelolaan Rumah Tangga LPSE, Admin Sistem dalam kaitannya dengan Server pula aplikasi SPSE, Admin Agency terkait inputing Data Panitia/Pokja dan Paket e-Proc, Verifikator terkait pengelolaan akun ID para Penyedia Barang/Jasa dan HelpDesk yang berlaku layaknya Customer Service LPSE mutlak memeriksa akun email ataupun halaman Tanya Jawab secara berkala.

Bersyukur Bahwa kebutuhan akan perangkat Mobile berbasiskan Internet ini bisa dikabulkan dan diadakan pada kuartal ketiga Tahun 2011 lalu. Sehingga jujur saja beberapa aktifitas yang kami lakukan sejauh ini bisa dikatakan amat sangat terbantu terutama ketika dilakukan diluar jam kerja dan diluar rumah sekalipun. Lantas apa pertimbangan kami memilih perangkat HTC FLYer sebagai perangkat Mobile berbasiskan Internet yang diperuntukkan bagi LPSE Badung ? Bukan BlackBerry ataupun iPad ? Tunggu tulisan selanjutnya.

@LPSEBadung Informasi seputar Tips Pemasukan Penawaran oleh Rekanan LPSE Pemkab Badung

2

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Topik @LPSEBadung hari ini adalah Tips Pemasukan Penawaran paket lelang e-Procurement..” (24 Juni)

“Untuk bisa memasukkan penawaran dengan baik, silahkan Unduh aplikasi #Apendo terlebih dahulu di halaman User masing-masing” (24 Juni)

“Bagi yang belum paham apa itu #Apendo dan cara penggunaannya, silahkan pantau Tweet kami sebelumnya perihal #Apendo di @LPSEBadung” (24 Juni)

“Bagi Rekanan yang memiliki lebih dari satu bendera, disarankan untuk menggunakan aplikasi #Apendo yang berbeda untuk setiap bendera” (24 Juni)

“Untuk mengakali penggunaan #Apendo di setiap bendera, berikan nama folder yang berbeda sesuai dengan nama Bendera yang digunakan” (24 Juni)

“Tidak disarankan menggunakan satu aplikasi #Apendo untuk bendera atau nama perusahaan yang berbeda” (24 Juni)

“Prosedur pengiriman dokumen penawaran hanya mampu melakukan pengiriman satu file yang sudah di-#Apendo berupa file dengan ekstensi RHS” (24 Juni)

“Satu file RHS dapat mengandung satu atau lebih file dokumen penawaran dalam berbagai format. doc, xls, ppt, pdf, txt, jpeg, dwg dan lainnya” (24 Juni)

“(1) #Tips Sebelum melakukan enkripsi data dokumen penawaran dengan menggunakan aplikasi #Apendo, Rekanan diharapkan untuk : ” (24 Juni)

“(2) #Tips. Menyiapkan semua dokumen yang akan dikirim dalam satu folder terpisah” (24 Juni)

“(3) #Tips. Menutup semua Dokumen Penawaran secara permanen sebelum di-eksekusi” (24 Juni)

“(4) #Tips. Memindahkan semua file dokumen Penawaran kedalam hard disk (bukan dalam flash disk) ” (24 Juni)

“ (5) #Tips. Periksa kembali apakah dokumen Penawaran yang akan dikirim sudah benar dan dapat dipertanggungjawabkan” (24 Juni)

“(6) #Tips. lakukan kompresi sebilamana perlu untuk memperkecil besaran file yang akan dikirimkan” (24 Juni)

“(7) #Tips. Semua tips diatas bertujuan untuk mempercepat proses Enkripsi data dengan memanfaatkan aplikasi #Apendo” (24 Juni)

“(8) #Tips. Apabila terjadi hambatan (hang, crash ataupun proses yang terlalu lama) silahkan terapkan ‘semua’ tips tadi” (24 Juni)

“(9) #Tips. Semua Tips mutlak dilakukan untuk keberhasilan proses Enkripsi data dengan memanfaatkan aplikasi #Apendo” (24 Juni)

“Sebanyak apapun file Dokumen Penawaran beserta lampirannya, akan menghasilkan satu file yang berekstensi RHS untuk dikirim ke Sistem LPSE” (24 Juni)

“Apabila terjadi Perubahan Penawaran sebelum Jadwal Pembukaan Penawaran dilakukan, Rekanan dapat mengubah kembali file Penawarannya” (24 Juni)

“Untuk melakukan perubahan pada Dokumen Penawaran, Rekanan tinggal melakukan Proses Enkripsi Data dengan #Apendo dan mengirimkannya kembali” (24 Juni)

“Tidak ada batasan berapa kali file Dokumen Penawaran dapat dikirimkan oleh Rekanan, selama jadwal Pemasukan Penawaran masih berlaku” (24 Juni)

“Yang perlu dipahami oleh Rekanan bahwa Dokumen Penawaran yang akan diakui oleh Sistem adalah Dokumen yang terakhir kali dikirim oleh Rekanan” (24 Juni)

“Sebelum Rekanan mengirimkan file Dokumen Penawaran, periksa kembali ukuran file Penawaran (dalam format ekstensi RHS) ” (24 Juni)

“Bandingkan ukuran file RHS yang dihasilkan oleh aplikasi #Apendo, dengan file aslinya yang dikompresi menggunakan aplikasi WinZip/WinRar” (24 Juni)

“Apabila ada kemiripan ukuran besaran file, bisa dipastikan file RHS yang akan dikirimkan sudah valid dan benar” (24 Juni)

“Sistem SPSE hanya akan menerima file yang berekstensikan RHS saja, bukan yang lain. Jika tidak percaya, uji saja” (24 Juni)

“Salah satu hambatan terbesar saat melakukan Pengiriman file Dokumen penawaran adalah kecepatan Koneksi Internet yang digunakan” (24 Juni)

“Satu Tips manjur terkait Pengiriman Dokumen Penawaran adalah, lakukan H-1 atau sebelumnya atau diluar jam sibuk” (24 Juni)

“Keluhan yang paling sering kami dapatkan adalah sulitnya memasukkan File Dokumen Penawaran satu jam sebelum jadwal ditutup” (24 Juni)

“Bagi yang kesulitan saat memasukkan atau meng-Upload Dokumen Penawaran, silahkan datang ke gedung @LPSEBadung, tidak dipungut biaya kok” (24 Juni)

“Untuk kelancaran Proses lelang bagi Rekanan, Penyedia maupun panitia, kami @LPSEBadung menyediakan beberapa fasilitas yang siap digunakan” (24 Juni)

“Ada 6 PC di Ruang Bidding yang sudah tersambung LAN diperuntukkan bagi para Rekanan, Penyedia dan Panitia untuk memudahkan aktifitasnya” (24 Juni)

“Ada 10 PC di Ruang Latihan yang bisa juga digunakan untuk kebutuhan Training serta Kursus Kilat” (24 Juni)

“dan jika itu masih kurang, silahkan membawa NoteBook pribadi dan nikmati Free Wifi kami untuk dapat terhubung ke alamat @LPSEBadung” (24 Juni)

“Sekian Tweet @LPSEBadung hari ini terkait Tips pemasukan Dokumen Penawaran, Sampai jumpa hari Senin depan. Terima Kasih” (24 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Tips Rekanan LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Bagi yang ingin mengikuti proses lelang e-proc Pemkab Badung, silahkan daftarkan emailnya terlebih dulu di halaman LPSE Badung” (23 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Segera Verifikasi Berkas pendaftaran yang telah di-Upload untuk mendapatkan persetujuan penggunaan akun USERID” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE. Apabila sudah mendapatkan UserID dan Passw, lakukan update data sebilamana perlu” (24 Mei)

“Tips #LPSE Badung. Lakukan perubahan password secara berkala untuk mencegah penyalahgunaan dan pembobolan akun LPSE” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Periksa kembali kelengkapan file Dokumen Penawaran sebelum di-sandi dengan #Appendo dan dikirimkan” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Gunakan satu aplikasi Appendo untuk satu bendera. Hindari kegagalan penawaran Sejak dini” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE. Gunakan Akses internet yang menyediakan layanan Upload memadai untuk menyukseskan proses pengiriman Dokumen Penawaran” (25 Mei)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Jadwal Pelelangan oleh Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Selamat Pagi, Hari ini kami masih akan melanjutkan berbagi Tips bagi Panitia Pengadaan untuk lingkup e-Procurement” (10 Juni)

“Untuk penyusunan Paket Kegiatan yg akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc, Panitia Pengadaan diharapkan jeli dalam membuat jadwal lelang” (10 Juni)

“Jadwal Pelelangan yang disusun tetap mengacu pada PerPres no.54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah” (10 Juni)

“Jadwal Pelelangan untuk paket Kegiatan e-Proc (disarankan) disusun berdasarkan hari kalender tanpa memperhitungkan libur/cuti bersama” (10 Juni)

“Jadwal Pelelangan untuk paket Kegiatan Non e-Proc (disarankan) disusun berdasarkan hari kalender dengan memperhitungkan libur/cuti bersama” (10 Juni)

“Jadwal Lelang yang telah selesai disusun dapat dipergunakan kembali pada paket kegiatan lain yang memiliki jadwal lelang yang sama” (10 Juni)

“Untuk penyusunan paket kegiatan yang dilelangkan secara elektronik/e-Proc dapat dilakukan oleh setiap Panitia Pengadaan apapun Jabatannya” (10 Juni)

“Namun Untuk Pengumuman paket kegiatan yang dilelangkan secara elektronik/e-Proc hanya dapat dilakukan oleh Ketua Panitia Pengadaan” (10 Juni)

“Jika diperlukan, Panitia Pengadaan dapat mangubah jadwal Pelelangan tanpa harus meminta ijin pada Admin System” (10 Juni)

“Kemampuan Panitia Pengadaan untuk mengubah jadwal Pelelangan sudah dapat dilakukan pada aplikasi SPSE LPSE Badung saat ini” (10 Juni)

“untuk dapat melakukan perubahan jadwal Pelelangan, Panitia Pengadaan mutlak mencantumkan alasan perubahan yang jelas” (10 Juni)

“Setiap perubahan Jadwal Pelelangan, baik Rekanan atau masyarakat dapat memantaunya dari halaman LPSE Badung dengan transparan” (10 Juni)

“Apabila jumlah peminat tidak mencapai syarat minimal (3 rekanan), Panitia Pengadaan dapat membatalkan/mengulang proses pelelangan” (10 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Paket Lelang oleh Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Dalam pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, setiap Panitia Pengadaan berhak mengumumkannya di halaman LPSE” (9 Juni)

“sedangkan Pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/e-Proc, mutlak diumumkan oleh Ketua Panitia Pengadaan” (9 Juni)

“Setiap pengumuman pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, tidak dapat dihapus/dibatalkan melalui sistem” (9 Juni)

“Pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, dilakukan dengan menerbitkan Surat pembatalan lelang” (9 Juni)

“Surat Pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, ditembuskan di halaman LPSE” (9 Juni)

“Setiap pengumuman pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/ e-Proc, dapat dihapus/dibatalkan melalui sistem” (9 Juni)

“Penghapusan/pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/ e-Proc, hendaknya disertai dengan alasan yang jelas” (9 Juni)

“Untuk mengumumkan Paket Kegiatan yang akan dilelangkan, Panitia Pengadaan wajib mengisi field/kolom yang berisi tanda bintang (*)” (9 Juni)

“Ada 2 model Pengumuman untuk pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc” (9 Juni)

“Untuk paket kegiatan tunggal dan diluar Jasa Konstruksi, silahkan menggunakan form Pengumuman Model A” (9 Juni)

“Untuk paket kegiatan jamak atau Jasa Konstruksi, silahkan menggunakan form Pengumuman Model B” (9 Juni)

“Untuk bisa menyusun dan mengumumkan paket kegiatan yang akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc, mutlak membutuhkan Admin Agency LPSE” (9 Juni)

“Admin Agency LPSE bertugas untuk memasukkan Kode Anggaran, Pagu dan Nama Kegiatan yang akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc” (9 Juni)

“Paket Kegiatan yang dilelangkan secara elektronik akan tampil di halaman LPSE sesuai jadwal pengumuman yang telah ditentukan sebelumnya” (9 Juni)

“Setiap jadwal dan aktifitas yang dilakukan dihalaman LPSE mengacu pada jam Sistem yang tertera di bawah halaman LPSE” (9 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Selamat Pagi, Hari ini kami akan berbagi Tips bagi Panitia Pengadaan untuk lingkup e-Procurement” (9 Juni)

“Panitia Pengadaan tetap memegang peranan penting serta bertanggungjawab dalam setiap proses Pelelangan baik e-Proc maupun non e-Proc” (9 Juni)

” Untuk mampu melaksanakan tugas sebagai Panitia Pengadaan di halaman LPSE, mutlak membutuhkan UserID dan Password Panitia Pengadaan” (9 Juni)

“Untuk bisa mendapatkan UserID dan Password, seorang Panitia Pengadaan dapat menyerahkan data pribadi kepada Admin Agency LPSE” (9 Juni)

“Data yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan UserID dan Password Panitia Pengadaan meliputi Nama, NIP, al.email, no.telp dan No.SK Penunjukan” (9 Juni)

“Untuk keamanan disetiap aktifitas, Panitia Pengadaan diharapkan untuk menjaga dan mengelola akun ID dan passwordnya secara bijak” (10 Juni)

“Tips #LPSE Badung. Lakukan perubahan password secara berkala untuk mencegah penyalahgunaan dan pembobolan akun LPSE” (24 Mei)

“Apabila Panitia Pengadaan tidak dapat mengingat password yg telah digunakan sebelumnya, silahkan gunakan opsi ‘lupa password’” (10 Juni)

“..atau menghubungi Admin Agency LPSE Badung @pandebaik untuk melakukan Reset Password” (10 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Aplikasi Apendo LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Apendo merupakan Aplikasi Pengamanan Dokumen pada Layanan Pengadaan Secara Elektronis (LPSE) yang diperuntukkan bagi Panitia dan Peserta” (25 Mei)

“Apendo merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)” (25 Mei)

“Apendo merupakan Aplikasi yang digunakan untuk mendekripsi file-file penawaran yang dienkripsi oleh peserta lelang LPSE, begitu sebaliknya” (25 Mei)

“Apendo dapat diunduh melalui Halaman User Panitia Pengadaan Barang/Jasa dan Peserta / Rekanan / Penyedia” (25 Mei)

“Ukuran File Installer #Appendo untuk Panitia Pengadaan sekitar 1,55 MB dan #Apendo untuk Peserta/Penyedia sekitar 1,80 MB” (25 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Periksa kembali kelengkapan file Dokumen Penawaran sebelum di-sandi dengan #Appendo dan dikirimkan” (24 Mei)

“Tips Rekanan #LPSE Badung. Gunakan satu aplikasi Appendo untuk satu bendera. Hindari kegagalan penawaran Sejak dini” (24 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (1) Exctract terlebih dahulu file Installer Apendo dengan menggunakan aplikasi Kompresi” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (2) Buka file Apendoxx.exe dan gunakan USERID serta password Default yang tertera dalam Help/Bantuan Aplikasi” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (3) Untuk #Panitia, buka file ApendoPanitia.exe dan gunakan UserID lpselkpp serta Password panitialpse” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (4) Untuk #Penyedia, buka file ApendoPeserta.exe dan gunakan UserID lpselkpp serta Password rekananlpse” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (5) Silahkan mengganti USERID beserta password Aplikasi segera setelah berhasil melakukan Login” (25 Mei)

“Tips menggunakan #Apendo. (6) Apabila lupa dengan UserID dan password yang digunakan, hapus file DAT yang terdapat dalam Folder Aplikasi” (25 Mei)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar Paket Lelang oleh Panitia LPSE Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“Dalam pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, setiap Panitia Pengadaan berhak mengumumkannya di halaman LPSE” (9 Juni)

“sedangkan Pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/e-Proc, mutlak diumumkan oleh Ketua Panitia Pengadaan” (9 Juni)

“Setiap pengumuman pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, tidak dapat dihapus/dibatalkan melalui sistem” (9 Juni)

“Pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, dilakukan dengan menerbitkan Surat pembatalan lelang” (9 Juni)

“Surat Pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc, ditembuskan di halaman LPSE” (9 Juni)

“Setiap pengumuman pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/ e-Proc, dapat dihapus/dibatalkan melalui sistem” (9 Juni)

“Penghapusan/pembatalan pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara elektronik/ e-Proc, hendaknya disertai dengan alasan yang jelas” (9 Juni)

“Untuk mengumumkan Paket Kegiatan yang akan dilelangkan, Panitia Pengadaan wajib mengisi field/kolom yang berisi tanda bintang (*)” (9 Juni)

“Ada 2 model Pengumuman untuk pelelangan paket kegiatan yg dilakukan secara konvensional/non e-Proc” (9 Juni)

“Untuk paket kegiatan tunggal dan diluar Jasa Konstruksi, silahkan menggunakan form Pengumuman Model A” (9 Juni)

“Untuk paket kegiatan jamak atau Jasa Konstruksi, silahkan menggunakan form Pengumuman Model B” (9 Juni)

“Untuk bisa menyusun dan mengumumkan paket kegiatan yang akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc, mutlak membutuhkan Admin Agency LPSE” (9 Juni)

“Admin Agency LPSE bertugas untuk memasukkan Kode Anggaran, Pagu dan Nama Kegiatan yang akan dilelangkan secara elektronik/e-Proc” (9 Juni)

“Paket Kegiatan yang dilelangkan secara elektronik akan tampil di halaman LPSE sesuai jadwal pengumuman yang telah ditentukan sebelumnya” (9 Juni)

“Setiap jadwal dan aktifitas yang dilakukan dihalaman LPSE mengacu pada jam Sistem yang tertera di bawah halaman LPSE” (9 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar e-Proc Pemkab Badung

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“#AplikasiSPSE tidak memerlukan biaya Lisensi, baik lisensi SPSE itu sendiri maupun perangkat lunak pendukungnya” (19 Mei)

“Aplikasi ini dikembangkan dengan semangat efisiensi nasional sehingga tidak memerlukan biaya lisensi” (19 Mei)

“SPSE,aplikasi e-pengadaan yg dikembangkan oleh Direktorat e-Procurement-LKPP utk digunakan oleh LPSE di instansi pemerintah sluruh Indonesia” (19 Mei)

“Ada dua pengumuman Lelang yang ditampilkan di halaman LPSE Badung. e-Proc dan non e-Proc” (8 Juni)

“Untuk paket/kegiatan yang dilelangkan melalui e-Proc dapat dipantau di halaman depan/utama atau melalui Menu ‘Cari Paket Lelang di sisi kiri” (8 Juni)

“Untuk paket/kegiatan yang dilelangkan melalui Non e-Proc/Konvensional dapat dipantau melalui Menu ‘Cari Lelang Non e-Proc di sisi kiri halmn” (8 Juni)

“Pengertian Pelelangan secara e-Procurement dapat dilihat pada PerPres no. 54 Tahun 2010 Bab I, Pasal 1, poin 37” (8 Juni)

“Pengadaan secara elektronik atau E-Procurement adalah Pengadaan Barang/Jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi (1) ” (8 Juni)

“dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan #pengertian pengadaan #e-Procurement (2)” (8 Juni)

“Terpantau sekitar 43 paket kegiatan di PemKab Badung yang sudah diadakan secara elektronik/e-procurement” (8 Juni)

“16 paket diantaranya diLelangkan oleh Panitia Pengadaan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Badung” (8 Juni)

“19 paket diLelangkan oleh Panitia Pengadaan Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung” (8 Juni)

“4 paket diLelangkan oleh Panitia Pengadaan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung” (8 Juni)

“dan msg”1 paket diLelangkan oleh Panitia Pengadaan Bappedalitbang, Dishubkominfo, sekretariat DPRD dan Disbud Kabupaten Badung” (8 Juni)

“Sekedar Informasi, hingga hari ini @LPSEBadung sudah melelangkan 73 paket Pengadaan dari 91 paket yang diajukan oleh 8 SKPD” (24 Juni)

“Ada 70 UserID Panitia @LPSEBadung yang sudah dibagikan untuk 25 SKPD dari 35 yang ada di Pemkab Badung” (24 Juni)

“Hingga hari ini, Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung menduduki peringkat pertama Pengadaan melalui e-Proc dengan 46 Paket Lelang” (24 Juni)

“diikuti Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga dengan 17 paket Lelang e-Proc dari 32 paket yang diajukan” (24 Juni)

“serta Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung dengan 8 paket lelang melalui jalur e-Proc” (24 Juni)

“Semua proses paket yang dilelangkan melalui jalur e-Proc dapat dilihat oleh Awam sekalipun di halaman milik @LPSEBadung” (24 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di http://lpse.badungkab.go.id/ atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Informasi seputar LPSE Pemkab Badung

3

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“LPSE Badung merupakan Lembaga yang menyelenggarakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik di lingkungan Pemerintah Kab.Badung” (19 Mei)

“LPSE adalah unit kerja yang dibentuk untuk melayani ULP/Panitia Pengadaan yang akan melaksanakan pengadaan secara elektronik” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (1) Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (2) : Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2003” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (3) : Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (4) : Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006” (19 Mei)

“Ada yg ingin diketahui terkait LPSE? Silahkan tanyakan kepada kami melalui halaman Tanya Jawab LPSE Badung” (10 Mei)

“Bagi yang ingin mengikuti proses lelang e-proc Pemkab Badung, silahkan daftarkan emailnya terlebih dulu di halaman LPSE Badung” (23 Mei)

“Tips #LPSE Badung. Lakukan perubahan password secara berkala untuk mencegah penyalahgunaan dan pembobolan akun LPSE” (24 Mei)

“Bagi Masyarakat yang ingin ikut serta memantau Proses Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Pemkab Badung, silahkan akses alamat #LPSE Badung” (24 Mei)

“Apabila halaman #LPSE Badung tidak dapat diakses, silahkan kontak kami melalui akun Twitter” (24 Mei)

“Tim kami bisa ditemui di gedung @LPSEBadung saat hari dan jam kerja. Diluar itu hanya Free Wifi dan Server saja yang ada :p” (24 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung