Uji SpeedTest dan Download empat Jaringan iNet

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Secara kebetulan ada empat Jaringan internet yang digunakan di rumah Nangka, terpantau dari informasi sementara diantaranya,
1. IndiHome milik Telkom yang terpasang 24 Jam pada telepon rumah dengan tarif Rp. 80.000 sebulannya,
2. Axis yang diakuisisi oleh XL beberapa waktu lalu berada di ponsel utama Samsung Galaxy Note 3 lewat paket Axis ProUnlimited 2 GBnya yang Rp. 49.000 sebulan, trus ada
3. SmartFren dengan paket Internet Volume 2 GB seharga Rp. 60.000 dan
4. Tri lewat paket 5 GB yang seharga Rp. 125.000, paling besar sejauh ini.

Iseng melakukan uji kecepatan jaringan menggunakan aplikasi Speedtest dan uji Download video musik official miliknya Guns N Roses melalui aplikasi TubeMate. Mau tahu hasilnya sejauh ini ?
Berikut screenshotnya :

1. Jaringan IndiHome terpantau oke. Kecepatan Download pada Hasil yang dipetakan oleh SpeedTest mencapai 14,80 MBps sedang Upload 1,92 MBps dan Kecepatan Download videonya sekitar 14,1 MBps. Lumayan Konsisten kelihatannya.

IndiHome PanDe Baik5

2. Jaringan Axis terpantau hampir setengahnya, atau sekitar 7,40 MBps untuk Download dan 0,19 MBps untuk Upload. Kecepatan Download video melalui aplikasi TubeMate nya ternyata sedikit lebih tinggi, sekitar 7,7 MBps.

Axis XL PanDeBaik 9

3. SmartFren hadir lewat jaringan 4G LTE nya yang menyajikan kecepatan paling tinggi diantara keempat operator yang di uji coba yaitu 29,90 MBps untuk Download dan 3,43 MBps untuk Upload. Sedangkan Kecepatan Download videonya mencapai 133 MBps yang melahap November Rain dalam hitungan 2 detik saja. Kaget ?
Pasti…

SmartFren PanDe Baik 6

4. Sayangnya untuk Tri Indonesia, yang meskipun sudah mencoba paket besar senilai Rp. 125.000 untuk kuota data 5 GB, kecepatan yang didapat dari hasil pengujian, merupakan yang terendah dari semuanya yaitu sebesar 1,03 MBps untuk Download dan 1,98 MBps untuk Upload. Eh, ndak kebalik tuh ?
Dan untuk kecepatan Download video musiknya hanya kisaran 128 KBps. Sangat Mengecewakan tentu saja.

Tri PanDe Baik 1

Dari keempat hasil pengujian diatas, ada sisi positif dan negatifnya sih ya kalo mau lebih dicermati.
Artinya meskipun kecepatan Download dan Uploadnya tergolong tinggi saat diuji dengan menggunakan aplikasi SpeedTest maupun TubeMate, tapi kalo kuotanya kecil, rasanya gak bakalan terasa dan gak bakalan cukup buat bekal sebulan.
Sebaliknya, dengan kecepatan yang paling rendah bahkan mungkin kelak membutuhkan tingkat kesabaran yang paling tinggi, apalagi dengan kuota yang luas, sepertinya usia paket bakalan puanjang bahkan bisa jadi ndak habis tergunakan hingga akhir bulan tiba.

Nah, mau pilih yang mana, tentu ya terserah kalian yang punya keputusan. Meski ada dua operator raksasa lainnya yang belum diikutkan disini kali ini.

Tapi kalau untuk sekedar perbandingan, saya rasa sudah lebih dari cukup deh.
Menurut kalian ?

Menyiasati Axis demi onLine

Category : tentang TeKnoLoGi

‘update Twitter @pandebaik
> Sinyal @dunia_AXIS @ask_AXIS semingguan ini Full Kampret di Dps Bali… E mulu, gag bisa ngapa”in… gara”diambil alih XL kali ya ?
> Musti nunggu 5 Menit buat ngedapetin Sinyal HSDPA @dunia_AXIS @ask_AXIS *itupun nongolnya cuma 5 detik, balik ke E lagi… Kampret…
> so, gara”Sinyal @dunia_AXIS @ask_AXIS yg naik turun niru XL 2 taon lalu, semingguan ini jadi jarang iNet-an kalo di luar kantor…
> Kalo seumpama maki”kualitas Sinyal @dunia_AXIS @ask_AXIS di socmed dan Blog, kira”bakalan dituntut pake UU ITE gag yah ? *laginulis
> Dulu,suka liat jml karakter yg tersisa utk ngeTweet biar gag lebih.. Sekarang,was”liat Sinyal @dunia_AXIS @ask_AXIS biar H dulu br sending..

Rasanya rasa jengkel sudah naik sampe ke ubun-ubun kalo ngeliat koneksi Axis sebulan terakhir, tepatnya pasca di-akuisisi XL, operator yang dahulu pernah pula saya komplain dalam hal yang sama. Padahal yang namanya paket data bulanan Unlimited baru saja diaktifkan beberapa hari lalu. Eh, jangankan menikmati… hanya untuk jalan-jalan di socmed saja sudah gag mampu. *ealah

Tapi kalo gag inget-inget jasa Axis di masa lalu yang begitu saya puja dan banggakan, mungkin ni nomor sudah dicerai lebih cepat dari perkiraan. Selain itu ya males aja gonta ganti nomor lagi, berhubung banyak kawan (dan juga lawan) yang mengenal dan kerap berinteraksi tidak hanya lewat voice dan sms. Jadi ya dilakoni saja dulu.

Meski begitu, kemarin sempat pula kepikiran untuk menonaktifkan paket data yang biasanya digunakan setiap bulannya, dan menggantikan koneksi dengan kartu lain yang kelihatannya memberi layanan online jauh lebih baik. Namun masih ragu lantaran gag punya handset ataupun alat tambahan lain yang bisa digunakan sebagai portable hotspot.

Beruntung, perangkat Android HTC One V yang tempo hari sempat mau dilego dan dititipkan, masih ada dan utuh sehingga ponsel yang masih halus mulus inilah yang kemudian menjadi solusi praktis.

Dipadukan dengan nomor IM3 yang selama ini ngendon di perangkat laptop/tablet Acer, lengkaplah sudah misi pertama dengan tujuan mulia. Tetap onLine. Hehehe…

Dengan berbekal paket data sebesar 25ribu sebulan, IM3 siap memberikan layanan data sebesar 600 MB sebulan pada jam 9.00 pagi hingga 01.00 dini hari, dan 5,4 GB untuk rentang sebaliknya. Rasanya sih cukup, mengingat aktifitas pada saat jam kerja memang jarang bisa pegang gadget, meski sebelumnya di masa-masa ini dipenuhi dengan aktifitas donlot via Torrents.

Tapi sudahlah… rasanya trik untuk menyiasati koneksi lelet Axis yang dimaki-maki semingguan tetakhir ini sudah cukup lumayan untuk mengobati rasa kangen dengan dunia maya.

Sinyal iNet oh Sinyal iNet

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Benar apa kata seorang Rekan Kantor kemarin siang… bahwa Sepertinya saya memang harus pindah rumah demi mendapatkan sinyal iNet yang Oke

Bagaimana tidak ? Dari tiga operator branded yang saya coba, tak satupun mampu memberikan akses iNet yang bisa bikin konsumennya tersenyum. Pertama, jatah IM2 Indosat dari kantor dengan nominal 200rb per bulan, lebih kerap hilang sinyal ketimbang digunakan untuk iNet. Praktis, kuota sebesar 3 GB tiap bulan selama setahun terbuang percuma lantaran jarang kepake… Yang mampu dilakukan selama pemanfaatan kartu IM2 milik Indosat ini hanyalah aktifitas Ping dan Twitter… Sedang Browser ? Jangan harap… Berkali”sudah di komplain ke CS IM2, namun tetap tanpa perkembangan berarti. Jawabannya tetap sama, di kami baik”saja Pak… :((

Pasca penggunaan IM2 Indosat, Januari 2013 akhirnya memutuskan utk mencoba Operator terbesar di Indonesia. Telkomsel… *beli perdana, isi pulsa 100, aktifkan paket Flash… Eh rupanya sama saja… Sinyal iNet disini malah kerap ngilang… Gag heran sebenarnya, lantaran tau kalo tiap kali ada teman yg bertamu kerumah dan pake kartu Telkomsel, selalu mengeluhkan BBM Pending :p * Padahal kalo digunakan untuk Voice Call bisa Lantjar Djaja… Apa karena kemarin sempat diputus pailit yah ? Pelayanan jadi amburadul ?

Sedang penerimaan SmS, Telkomsel lebih banyak percobaan penipuan ‘deal tanah dan rumah’ plus iklan entah dari mana asalnya… Yang membuat sedikitbingung adalah… Saat digunakan untuk aktifitas browsing, sinyal iNet naik turun dan ngilang… Sementara kalo pas lagi dipake download video dari YouTube, sinyal iNet Telkomsel kencengnya minta ampun… Makanya jengkel sendiri, kuota 1 GB cuma bisa dihabiskan buat donlot video, bukannya aktifitas iNet penting lainnya… Tapi lebih heran lagi, sistem pemberian Bonus Kuota tambahan 1 GB rupanya perlu aktivasi lagi, sehingga kalo konsumen gag paham… Apakah mungkin Kuota tambahan itu gag bakalan diberikan ? Coba kita tanyakan pada rumput yang bergoyang…

Ada yg percaya gag, kalo twit pertama dan kedua soal operator tadi membutuhkan sedikit tiga kali penantian sinyal iNet milik XL ?

Jadi ceritanya, setelah mangkel dgn kartu Telkomsel di Bulan Januari, akhirnya dihibahkan ke ponakan, yg baru beli Acer W510 sbg percobaan, Bulan Februari, nyoba lagi kartu perdana milik XL, isi pulsa dan mengaktifkan XL SmartPlan… Namun sial, yg ini jauh lebih parah…

Sinyal iNet PanDe Baik

Tempo hari, saya sempat ngumpat sinyal iNet @XL123 yang suka ngilang setiap menitnya… Awalnya dapet H, trus turun jadi 3G – E – dan wusss… Sinyal iNet XL ngilang tanpa sebab… Begitu terus berulang hampir tiap menit pakai… Awalnya berkali” komplain, namun jawaban tetep sama.. ‘follow akun kami, kemudian DM nomor XL yg digunakan, dan teknisi kami akan memeriksanya…’ hasilnya ? Nonsense…

Parahnya, terkadang saat dibutuhkan, Sinyal XL kerap menunjukkan kalimat ‘Emergency Calls Only…’ *lha, gimana mau pakainya, coba ?

Pengalaman serupa sebenarnya pernah didapat sekitar 1-2 tahun lalu, pas paket iNet XL Unlimited masih berlaku, paket penjualan GalTab 7+. Awalnya kenceng… Masuk ke akhir masa berlaku, koneksi mulai rewel… Suka ngilang dan Emergency tadi… Akhirnya pindah nomor ke Axis

Percaya atau tidak, saat ngeTwit pertama dan kedua tadi, untuk bisa sukses terpublish, setidaknya memerlukan waktu tiga menitan per 1 twit. Masalahnya, sinyal iNet XL tadi sempat stabil di HSDPA saat tidak digunakan, namun pas nyoba buka browser, sinyal langsung turun dan ngilang. Nah, pas ngweTwit, sinyal H-3G-E-ilang secara berulang terjadi, hingga tiga kali barulah satu twit bisa sukses terPublish… *Edan

Makanya, biar gag lanjut mangkel, aktifitas Twit langsung pindah ke nomor Axis, yang syukurnya sejak pertama pakai, masih tetap memuaskan. Herannya, itu adalah tiga operator branded/besar loh… Yang punya jaringan luas dan nama beken… Masa kalah dengan Axis ?

Saat nomor yg saya gunakan pd GalTab ini di Tethering/bagi koneksi dgn Laptop, koneksi masih Lantjar, demikian halnya dgn nomor milik Istri. Padahal nomor Axis yang saya dan Istri gunakan ini mengambil paketan iNet sebesar 49 ribu sebulan loh… Bandingkan dgn 3 operator tadi… IM2 Indosat 200ribu/bulan/maks 3 GB, Telkomsel Flash 100rb/maks 1GB+1GB Bonus, dan XL SmartPlan 100rb… *ancur minah

Sayangnya kenapa saya ngotot nyobain kartu dari operator lain selama ini ? Karena kini jatah dari kantor sdh diReplace dalam bentuk Voucher. Untuk GalTab 7+ masih tetap setia dengan Axis sejak setahun lalu, namun untuk perangkat satunya lagi, masa pakai Axis juga ? Maksud dan tujuannya, agar kelak kalo nomor Axis gag mampu mengCover area iNet, masih bisa punya alternatif lain utk dicoba. Nomor @AXISgsm merupakan nomor Utama dan digunakan di GalTab 7+, bgt juga di HTC One V milik istri.

Nah, berhubung ini sudah mau masuk bulan April, kira”ada yang punya saran untuk nyobain kartu apa lagi yah buat iNetan diluar Axis ?

Axis sejauh ini memuaskan, cuma sayang kalo sampe bawa 2 nomor Axis kemana”… Soale kalo berada di area luar jangkauan Axis, bisa berabe :p * Musti nyobain sinyal iNet IM3 -kali lebih baik dari IM2-, Smart atau Three ? *hasil uji aplikasi My Mobile Coverage gag berlaku disini *uhuk Sebab di hasil uji app My Mobile Coverage dan juga penghargaan majalah, operator XL jawaranya… Tidak demikian di lokasi ini… 🙁

Axis, baru tampil sinyal EDGE kalo kuota sudah melebihi standar 1,5 GB paket 49ribu… Tapi masih kenceng kalo cuma dipake buat Twitteran…

Compare Tarif Data Internet kelas Premium Pertengahan Tahun 2011

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Untuk mengoptimalkan kinerja perangkat Android, mutlak dibutuhkan koneksi data dan internet yang mumpuni. Kabarnya, jaringan yang ditetapkan sebagai standar adalah 3G. Sayangnya untuk bisa mendapatkan kepuasan akan layanan koneksi data tersebut dibutuhkan biaya yang sedikit lebih. Karena bisa dikatakan ‘Kualitas akan berbanding lurus dengan harga yang harus ditebus. Tidak ada Gratis di negeri ini.

Berkaitan pula dengan rencana di unit baru kami yang sedang melakukan sedikit perubahan akan kebutuhan koneksi data dan internet, maka berikut saya berikan beberapa alternatif Premium yang sekiranya dapat dipergunakan sebagai pembanding atau bahkan acuan dalam memilih paket yang sesuai dengan budget.

Mengapa ukuran Premium ? karena dalam tulisan beberapa waktu lalu, ukuran murah sudah sempat saya paparkan didalamnya. Silahkan melihat kembali tulisan “2 Hal Mutlak untuk mengOptimalkan Perangkat Android.

> Untuk Telkomsel (Flash), menawarkan 3 (tiga) paket utama yaitu Basic, Advance dan Pro.

  • Paket Basic memiliki Kecepatan maksimum hingga 1 MBps seharga Rp. 125.000,00 dengan Kuota Batas Wajar 1,5 GB
  • Paket Advance memiliki Kecepatan maksimum hingga 7,2 MBps seharga Rp. 225.000,00 dengan  Kuota Batas Wajar 3 GB
  • Paket Pro memiliki Kecepatan maksimum hingga 7,2 MBps seharga Rp. 400.000,00 dengan  Kuota Batas Wajar 6 GB

Keterangan lebih lanjut terkait ketiga paket dari Telkomsel (Flash) dapat dilihat langsung dari alamatnya disini.

> Untuk Indosat IM2, menawarkan 2 (dua) paket utama yaitu BroomBastis dan Broom Xtra 2.

  • Paket BroomBastis memiliki Kecepatan maksimum hingga 3,6 MBps seharga Rp. 275.000,00 untuk Perdana dan Rp. 200.000,00 untuk biaya langganan perbulannya, dengan Kuota Batas Wajar 3 GB
  • Paket Broom Xtra 2 memiliki Kecepatan maksimum hingga 3,6 MBps seharga Rp. 175.000,00 untuk Perdana dan Rp. 150.000,00 untuk biaya langganan perbulannya, dengan Kuota Batas Wajar 600 MB

Keterangan lebih lanjut terkait kedua paket dari Indosat IM2 dapat dilihat langsung dari alamatnya disini.

> Untuk XL hanya menawarkan satu paket saja, Unlimited Bulanan.

  • Paket Unlimited Bulanan memiliki Kecepatan maksimum hingga  512 KBps seharga Rp. 99.000,00 sebulannya dengan Kuota Batas Wajar 1 GB.

Keterangan lebih lanjut terkait paket Unlimited Bulanan dari XL dapat dilihat langsung dari alamatnya disini.

> Untuk SmartFren, menawarkan 3 (tiga) paket utama yaitu Premium Booster 1, Premium Booster 2 dan Premium Booster 3.

  • Paket Premium Booster 1 memiliki Kecepatan maksimum hingga 1 MBps seharga Rp. 93.000,00 Tanpa Kuota (Unlimited)
  • Paket Premium Booster 2 memiliki Kecepatan maksimum hingga 3,1 MBps seharga Rp. 155.000,00 Tanpa Kuota (Unlimited)
  • Paket Premium Booster 3 memiliki Kecepatan maksimum hingga 9,3 MBps seharga Rp. 310.000,00 Tanpa Kuota (Unlimited)

Keterangan lebih lanjut terkait ketiga paket Premium Booster dari SmartFren dapat dilihat langsung dari alamatnya disini.

> Untuk 3 (Three), menawarkan hanya satu paket Data ukuran Premium yaitu Paket Data 5 GB.

  • Paket Data 5 GB memiliki Kecepatan maksimum hingga 3,6 MBps seharga 125.000,00 dengan Kuota Batas Wajar 6,25 GB

Keterangan lebih lanjut terkait Paket Data 5 GB dari 3 (Three) dapat dilihat langsung dari alamatnya disini.

> Untuk AXIS, bisa dikatakan tidak ada menawarkan paket ukuran Premiumnya karena terpantau di halaman web sitenya disini, satu-satunya Paket Bulanan yang ditawarkan dengan Kecepatan Maksimum hingga 3,6 MBps hanya seharga Rp. 35.000,00 saja. Itupun dengan Kuota Batas Wajar sebesar 1 GB.

2 Hal Mutlak untuk mengOptimalkan perangkat Android

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah punya ponsel Android tapi belum tahu bagaimana cara mengoptimalkan penggunaannya ? jangan malu dulu Gan, ayo kita belajar sama-sama.

Menggunakan ponsel Android sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan cara dan kebiasaan menggunakan perangkat ponsel pintar lainnya seperti BlackBerry, iPhone atau bahkan Symbian dan Windows Mobile. Begitu pula dengan perangkat ponsel lokal yang jualan Jejaring Sosial. Belum terasa asyiknya jika belum terhubung dengan dunia maya. Belum terasa lengkap jika belum Update Status. Ya… hal pertama yang mutlak dimiliki untuk dapat mengoptimalkan perangkat Android adalah Koneksi Data atau Internet.

Tahun 2011 ini selain bisa dikatakan sebagai surga bagi pemburu ponsel pintar seperti yang saya katakan dalam tulisan sebelumnya, juga merupakan surga bagi mereka yang membutuhkan koneksi data Unlimited. Karena berkat persaingan para operator lah yang saling berlomba memberikan harga termurah, paket gratis ini itu, membuat penawaran akan paket Data Unlimited pun bisa semakin terjangkau biaya bulanannya. Saya pribadi menggunakan XL Unlimited yang Cuma 99ribu sebulannya. Itupun setelah lima bulan pemakaian, masih terasa puasnya meski akhir jatuh tempo expirednya sudah mendekati. Minmal koneksi 3G masih bisa saya dapatkan. Maka, meskipun terkadang kita merasa mangkel pada Operator, ada baiknya pula sesekali kita berterima kasih atas persaingan mereka ini.

Ada beragam paket data yang bisa dijadikan alternatif pilihan untuk dapat mengoptimalkan penggunaan perangkat Android setiap bulannya. XL punya Unlimited 99ribu sebulannya dengan kuota 1 GB sedang kelebihannya hanya terjadi penurunan kecepatan saja. Indosat membebankan biaya yang sama untuk kuota 500 MB sebulannya. Telkomsel menawarkan dua paket bulanan, yang 100 ribu untuk kuota 500 MB dan 200 ribu untuk kuota 1,5 GB. Lantas ada Axis yang menawarkan tiga pilihan bulanan yaitu 25 ribu untuk kuota 500 MB, 35 ribu untuk kuota 1 GB dan 150 ribu untuk kuota 5 GB. Waaahhh… Sedangkan Three (3) menawarkan empat paket bulanan yaitu 29 ribu untuk kuota 15 MB, 35 ribu untuk kuota 1 GB, 50 ribu untuk kuota 2 GB dan 99 ribu untuk 5 GB. Waaahhh… lebih murah lagi nih… dan terakhir ada Smart yang menawarkan paket bulanan Unlimited dengan batasan kecepatan dan bukan kuota seperti halnya operator lain. 45 ribu untuk kecepatan 153,6 kbps, 75 ribu untuk kecepatan 512 kbps, 140 ribu untuk kecepatan 3,1 Mbps dan 275 ribu untuk kecepatan 3,1 Mbps ditambah Upload yang hingga 1,8 Mbps.

Beragamnya paket diatas akan sangat bergantung pada lokasi dan juga kekuatan perangkat untuk menangkap sinyal yang ada. Jadi bisa jadi seperti yang saya alami, untuk operator Three (3) dan Axis yang menawarkan banyak kelebihan malah jeblok di beberapa lokasi yang kerap saya sambangi, tapi tidak demikian dengan XL. Itu sebabnya saya memilih untuk tetap setia menggunakan XL. Hehehe…

Memilih untuk memanfaatkan paket data Unlimited sebenarnya saya maksudkan bukan untuk gaya-gayaan loh, tapi lebih mengacu pada kepuasan penggunaan yang tidak lagi dibatasi pada aktifitas tertentu. Jangankan hanya untuk urusan Update Status di jejaring sosial, atau Chatting lintas ponsel, untuk melakukan Push Email dan mengunduh beberapa file penting dari penyedia sharing pun bisa. Begitu juga dengan Video Streaming dan aksi donlot video, pun demikian dengan mendengarkan radio luar secara online. Semuanya mampu dilakukan dengan baik.

Hal kedua yang mutlak dimiliki oleh seorang pengguna Android untuk dapat mengoptimalkan fungsinya adalah… Alamat Email. Kedengaran familiar bukan ? oke… tidak perlu sebuah alamat email Resmi seperti yang diperdebatkan tempo hari terkait lembaga DPR yang masih dengan bangganya menggunakan alamat email dari penyedia Gratisan, kita sebagai pengguna personal, malah tidak menjadi masalah jika menggunakan yang memang Gratisan bukan ?

Namun yang perlu disadari adalah, tidak semua orang awam mengakui bahwa yang bersangkutan memiliki sebuah alamat email, padahal disisi lainnya yang bersangkutan memiliki sebuah akun FaceBook. Gag percaya ? hehehe… jadi saya yakin, untuk bisa memiliki sebuah alamat email tidak perlu mengeluarkan uang hingga lima ribuan kok. Cukup main ke Warnet, mintakan ke operator untuk dibantu dibuatkan sebuah alamat email gratisan (sekitar 5 menitan sudah lebih dari cukup) dengan dibayar penuh sejam penggunaan.

Email sangat mutlak diperlukan untuk sebuah perangkat Android. Namun jika bisa, gunakanlah akun email milik GooGLe. Alasannya sederhana, karena Android merupakan sistem operasi yang dikembangkan oleh GooGLe. Fungsi utamanya adalah untuk mengakses Android Market sehingga pengguna mampu mengeksplorasi berbagai aplikasi maupun games Gratisan dengan optimal.

Uniknya, keberadaan aplikasi maupun games yang telah diinstalasi nantinya akan melekat pada alamat email tersebut. Seumpama satu saat nanti ada keinginan untuk tidak lagi menggunakan akun email yang tadinya digunakan untuk Android Market, maka seluruh aplikasi dan games yang telah diunduh, akan ikut serta terhapus. Jadi, jangan sampe lupa dengan password email tersebut yah.

Dua Hal Mutlak yang dibutuhkan untuk mengOptimalkan perangkat Android. Koneksi Data dan alamat Email. Tidak sulit bukan ?

Gag ada tuh yang namanya “Gratis Nelpon berkali-kali”

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan edisi pembeberan Tarif  dan Paket komunikasi yang ditawarkan 4 (empat) operator besar negeri ini, tampaknya saya makin tambah enegh dengan “Aturan  Main” yang diberlakukan untuk mendapatkan iming-iming “Gratis Nelpon berkali-kali”, “Mu24h” atau “Heeemat”.

Bagaimana tidak ? saya yakin sebagian besar konsumen dari para operator besar itu tidak mengetahui “Aturan Main” yang ditetapkan, mengingat iklan yang tampil di layar Televisi boleh dibilang ‘sangat menyesatkan’. Tidak ada keterangan lebih lanjut ataupun pembeberan aturan secara langsung dan transparan. Jikapun ada, tulisannya jauh lebih kecil dan nyaris tak terlihat mata.

Memang sih, ini semua merupakan Trik Marketing yang sedianya digunakan oleh hampir sebagian besar penyedia barang/jasa untuk menarik (baca:mengeruk) keuntungan besar-besaran dari para konsumen dan calon konsumen baru. Siapa sih yang gag tertarik dengan tawaran ‘Gratis Nelpon berkali-kali sepanjang hari, Mu24h atau Heeemat-nya biaya komunikasi ?

Sayangnya, pembohongan Publik ini sepertinya luput dari pengamatan para pejabat atau pihak-pihak yang sebetulnya lebih berwenang untuk melindungi hak konsumen atau rakyat negeri ini, malah cenderung dibiarkan ‘saling ejek, saling menjatuhkan antar operator. Tidak ada yang memperingatkan atau menegur operator nakal.

Saya pribadi jujur saja lebih memilih operator CDMA sebagai jalur komunikasi suara yang cenderung memberikan tarif flat dari detik pertama hingga akhir, meski dengan tingkat yang berbeda tergantung pada nomor tujuan. Sedangkan salah satu dari 4 (empat) operator diatas, saya manfaatkan hanya untuk komunikasi data dan juga pesan, lantaran tawaran Gratis SmS yang kerap ditawarkan, cukup memuaskan bagi  saya.

Yakin banget, banyak orang yang lebih suka membayar tarif komunikasi mereka dengan harga yang pasti. Flat sepanjang hari, tanpa banyak aturan main, atau perubahan durasi. Karena dengan demikian, mereka (termasuk saya) setidaknya sudah bisa memperkirakan biaya yang akan dihabiskan atau durasi yang mampu digunakan dengan sisa pulsa tertentu misalkan. Sayangnya, harapan saya ini ya takkan begitu saja didengar dan diterapkan dalam paket tarif yang bisa ditawarkan pada konsumen negeri ini.

Padahal, dengan transparannya tarif biaya komunikasi, saya yakin para operator hanya tinggal melihat seberapa besar loyalitas konsumen atau malah memberikan reward kecil bagi mereka yang mampu menunjukkan kesetiaan penggunaan jasa melalui isi ulang ke nomor-nomor lama misalkan.

Jadi, ya jangan berharap terlalu banyak deh untuk bisa menikmati tarif Mu24h atau hematnya berkomunikasi seperti yang Anda bayangkan dalam benak hari ini. Realistis saja.

Gag ada tuh yang namanya “Gratis Nelpon berkali-kali”

Koq Nelpon Terus ? Gag Mahal ? HeeeMat

10

Category : tentang TeKnoLoGi

Jujur saja, lama-lama saya merasa enegh juga mantengin layar tipi yang gak heti-hentinya majang iklan tingkah polah para operator jaringan ponsel negeri kita ini yang rata-rata pada promo ‘gratis nelpon… ‘mu24h… ‘hemat…

Berikut  4 (empat) operator yang kerap menyajikan promo ‘gratis nelpon… ‘mu24h… dan ‘hemat… yang menghiasi layar tipi selama dua bulan terakhir… dan isi tulisan ini pun saya batasi Cuma untuk membeberkan secuil dari Tarif dan paket yang mereka tawarkan, Belum sampai pada opini atau pendapat saya sebagai Konsumen.

> “Koq Nelpon Terus ? Gag Mahal ?” <

tanya sobat si gadis menanggapi aksinya yang nelpon temannya tiga kali cuman buat bilang ‘eh ada cakep loh disini… dan pertanyaan tersebut langsung ditanggapi senyum manis si gadis yang mengatakan kalo nelpon pake XL itu 0 rupiah berkali-kali…’ Kira-kira Bener gag sih ?

Iseng main ke alamat promo milik XL, dapet info yang lumayan Gila (sesuai nama paketnya).

  • Untuk Unlimited nelpon sehari itu Cuma 5.000 rupiah sepuasnya. (jadi ya bisa dibilang iklan si gadis itu gag bener, pengguna musti bayar 5.000 rupiah dulu baru bisa dipake nelpon sepuasnya)
  • (anehnya) ada juga Unlimited Malam dari pukul 18.00 s/d 23.00 Cuma 2.500 rupiah sepuasnya dan berlaku  sehari. (sebenarnya ini bukan sehari, tapi Cuma 6 jam dan lagi pula Unlimited sehari yang diatas itu buat apa ya ? apa berlakunya cuman sampe jam 18.00 ?)
  • (lebih aneh lagi) Bicara Kapan Aja untuk 30 Menit seharian Cuma 2.000 rupiah, kapan aja. (ini sepertinya berlaku secara akumulasi total, tapi dibanding ini bukannya mendingan unlimited seharian ?)
  • (yang berikut untuk ke Operator lain, yang artinya ketiga contoh diatas ‘Cuma’ berlaku buat sesama XL) Nelpon ke Oprator GSM lain selama 10 Menit berlaku seharian Cuma 3.000 rupiah.

> “HeeeMat !!!” <

Celoteh sang ibu yang tampak padat berisi setelah dipertanyakan balik oleh sang suami gara-gara si ibu nelpon terus tapi meminta anggota keluarga lain untuk berhemat. Ingin tau bagaimana pengaturan tarifnya ? yuk main ke halaman paket Hematnya Axis.

  • Nelpon minimal Akumulasi 500 rupiah dapet gratis 1000 menit untuk panggilan berikutnya. (ini berlaku dari jam 00.00 s/d 17.00). Tarif nelpon itu 10 rupiah / detik. (artinya ‘Cuma’ perlu nelpon 50 detik sekitar jam 00.01 untuk ngedapetin 1000 menit alias sekitaran 16 jam lebih… kalo nelponnya baru sekitaran jam 7 pagi, ya gag bakalan ngedapetin segitu, kan cuma sampe jam 17.00 ? jangan nelpon lebih dari batas jam itu ya. hehehe…)
  • Nelpon minimal Akumulasi 1.500 rupiah dapet gratis 100 menit (1 jam 40 menit) untuk panggilan berikutnya. (ini berlaku dari jam 17.01 s.d 23.59). Kalo lebih ? ya tarifnya balik ke 60 rupiah per Menit… :p
  • Nelpon ke Operator lain, gratis nelpon 2 Menit setelah nelpon selama 4 Menit (sekitar 2.400 rupiah)

> “MU24H itu IM3… Cuma 24 rupiah / Menit” <

Iklan sih beneran gitu, tapi ini untuk sesama IM3 loh. Mau tau lebih jauh ? Main ke halaman IM3 yuk…

  • Penentuan Tarif untuk Bali (dan juga berlaku daerah lainnya yang kurang lebih sama) yang ditentukan oleh IM3 saya pikir yang paling rumit, dibagi atas 4 (empat) pembagian waktu untuk komunikasi antar sesama IM3. Pukul 00.00 s/d 06.00, Pukul 06.00 s/d 11.00, Pukul 11.00 s/d 17.00, dan Pukul 17.00 hingga 24.00.
  • Tarif 24 rupiah / menit itu rupanya hanya berlaku hingga pukul 11.00 saja, Itupun di beberapa aturannya malah yang saya baca ada penentuan 24 rupiah per 15 detik untuk 2 Menit Pertama, dan makin mahal 24 rupiah / Menit per 4 detik untuk 3 menit pertama pada waktu berikutnya. Adapun Tarif yang diberlakukan berulang setiap 10 menit. Sedang untuk Operator lain, tampaknya diberlakukan tarif flat 24 rupiah per 2 detik. Ups…

> “Kartu As Nelpon Paling Murah… 20 rupiah / Menit dari detik pertama, Berulaaang Kali…” <

Wajah SuLe si Susis ditambah gonjrengannya Klantink memang tampak meyakinkan. Iklan mereka bahkan sempat menyindir XL yang menggunakan jasa si kecil Baim dengan menggunakan promo ‘Jangan mau diboongin anak kecil’ atau pemberlakuan Jam Malam. Tapi ngomong-ngomong, beneran gag ya Tarifnya As beneran murah ?

  • Tarif 20 rupiah per menit dari detik pertama, berlaku akumulasi berkali-kali hingga mencapai 600 rupiah atau 30 Menit. Setelah itu akan berlaku tarif 1.000 rupiah / Menit. Ealah… Tarif ini berlaku Nasional kecuali Maluku dan Papua yang membatasi akumulasi hingga 200 rupiah atau 10 menit. Aduh… Parah banget nih Mas Sule Boongnya…

Tarif Telpon GRATIS mulai pukul 24.00

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Iklan tarif telpon seluler dari para operator kayak judul osting diatas, kerap kali jadi tajuk berbau promo yang gencar dilakukan untuk menarik minat pelanggan lama maupun baru. Tapi hey, kenapa musti dari jam 12 malem sampe jam 6 pagi ? Jujur aja, iklan kayak gini kesannya membodohi konsumen banget. Emang dari sekian juta pelanggan mereka, berapa persen sih yang punya hobi dan kesempatan buat melakukan komunikasi jam segitu ? barangkali mereka yang dapet tugas jaga aja seperti iklan salah satu operator hingga memanfaatkan jasa satpam lingkungan buat mukul kentongan, sekedar ngingetin tarif gratis sudah bisa dipake.

Jelas saja promo tarif gratis kayak begini seakan makin memperjelas, hilangnya etika sopan santun masyarakat dalam melakukan interaksi sosialnya. Siapa sih yang mau digangguin jam segitu buat nelpon ? selain yang dapet tugas jaga tadi barangkali cuman pasangan yang sedang kasmaran hot-hot aja berminat meluangkan waktu mesra-mesraan jam segitu.

tarif-seluler.jpg

Tentu jauh beda dengan jaman sebelum seluler menjadi trend, dimana masih dikenalnya etika orang menelepon, apalagi kalo yang dihubungi itu orang yang disegani, dosen pengajar misalnya, atau bahkan calon mertua. Hohoho… Bakalan kena semprot kalo sampe nelpon kelewat malem. Sayangnya, ada banyak keluhan masyarakat perihal efek daripada iklan promo kayak gini seperti lemahnya sinyal bar yang didapat, atau sinyal yang kuat tapi gak mampu menghubungi rekan mereka atau malah mendadak putus saat melakukan komunikasi. Kalo udah kayak gini konsumenlah yang jadi korban.

Entah kapan para operator bakalan mau memperhatikan kualitas layanan mereka ketimbang janji-janji promo Gratis nelpon atau bicara sepuasnya…

Semangkuk Mie Ayam dan Free Wi-fi

20

Category : tentang KHayaLan

Tergelitik membaca blog dari rekan Blogger milik Bli Ian dkk, yang kecewa dengan pelayanan Orange Bakery atas banner guede Free Wi-fi-nya yang musti bayar sangu 25 ribu dulu per orang. Dimana ntu tempat merupakan salah satu favorit dari seorang rekan kerja, Bli Oka Parmana buat nge-net menggunakan laptop barunya.

Cerita itu pula membuat penulis makin tertantang buat nyobain fitur Wi-fi yang ada di PDA O2 Atom kmaren, lantaran berkali-kali dicoba disepanjang Jalan Kamboja (yang katanya ada free Wi-fi-nya), tetep gak berhasil. Yang terdeteksi malah Hot-spot-ne Tiara Kuta, tapi gak bisa dipake browsing, sampe-sampe agak-agak curiga dengan fitur Wi-fi milik ni PDA, Jangan-jangan malah boongan

Maka hari Rabu malam, sepulang kuliah awal semester ketiga ini (mumpung masih jam 7an), penulis menyempatkan diri mampir ke Warnet yang ada fasilitas Wi-finya, terdekat dari kampus, yaitu Rainet disebelah utara Masjid An-Nur jalan Diponegoro. Resminya sih, tarif Wi-fi disini per-jamnya kena charge kalo ndak salah 4ribuan. Tapi penulis memilih tempat dikomputer biasa (dengan tarif 2ribuan untuk tiga puluh menit pertama) sambil diam-diam mengaktifkan Wi-fi di PDA sekedar ingin tau bisa disambungin apa enggak. Eh, ternyata bisa.

Ohya, kenapa penulis memilih tempat ini karena cuman Warnet inilah yang memberikan akses Wi-Fi tanpa harus memasukkan kode password seperti halnya Warung Kopi Renon ataupun Warnet di Tanjung Bungkak. Maka waktu tiga puluh menitan pun dilewati dengan nyobain akses internet via Wi-fi (nengok blog sendiri, penasaran tampangnya kayak apa dilayar PDA yang seuprit) sambil berlagak sibuk Blog Walking ke beberapa rekan Blogger, kayak Om Anton, Om Wira dan Pak Dokter Cock.

pande-blog.jpg

Nah, blom usai jatah tersebut, penulis memilih out dari Warnet sembari membayar tarif 2 ribu tadi dan dengan pedenya melangkah keluar menuju rombong penjual Mie Tek-tek yang kebetulan bersebelahan dengan Warnet ini. Tentu tetap melanjutkan aktifitas browsing sambil nungguin mie siap saji. Ternyata aksesnya masih tetep kuat, dan tetep diam-diam.

Gak nyangka, selama setengah jam penulis berhasil nyobain internet kesana kemari menggunakan akses Wi-fi curian ini sambil menyantap semangkuk Mie Ayam. Jadi mengkhayal, besok-besok nyobain lagi gak ya ?

semangkuk-mie.jpg

Hanya saja perbuatan tercela ini, mengingatkan penulis pada berita di koran Jawa Pos tempo hari dihalaman depan, perihal hasil survey yang mengatakan bahwa sekelompok orang pernah melakukan pencurian koneksi internet secara diam-diam. Wah wah wah… sepertinya hasil survey tersebut jadi bertambah satu lagi nih, jumlahnya.

Secara gak langsung pula penulis agak mempertanyakan embel-embel ‘Baik’ yang penulis gunakan selama ini. Semoga cukup malam ini saja nama penulis berubah menjadi Pande (tidak) Baik. He… Kayak posting AXIS aja nih.

AXIS GSM yang (tidak) Baik

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Ini satu pengalaman pahit penulis saat ‘Jeg sube lebihan gaya’ (translatenya- sok gaya) gara-gara mantengin PDA O2 XDA Atom, walopun sudah berfitur Wi-fi, rasanya kurang lengkap kalo blom bisa dipake nelpon. He… jadilah nekat nyari kartu perdana GSM lagi, buat tampil dilayar lebar PDA. Pilihannya ?

Bukan lantaran memiliki ID PandeBaik, lantas memilih AXIS GSM yang Baik (NB: ID PandeBaik lahir sejak tahun 1995 lho ya, jadi jangan mengira niru-niru AXIS) , tapi lantaran pengen nyicipin akses datanya yang tergolong murah meriah semurah Starone yang kuota 1 GB. Kalo ndak salah seribu rupiah untuk pemakean volume 10 MB. Tentu jauh lebih murah dibanding Starone yang matok harga 300 rupiah untuk kelebihan pemakaian per 1 MB-nya.

But, apa kata Dunia ?

axis.jpg

Setelah nyobain Registrasi dari Kuningan sabtu pagi, sampe hari Minggu sore blom jua berhasil yang dengan terpaksa dipertanyakan ke operator Axis saat itu juga. Jawabannya sungguh aneh, untuk Registrasi kartu diminta memakai ponsel biasa (bukan tipe PDA). Trus ikuti saja prosesnya dahulu baru dipindahkan kembali. Oke deh…

Ternyata begitu menyalakan, proses registrasi yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Langsung saja konfirmasi Registrasi kartu, Sisa pulsa dan Setting akses Data/WAP segera diberikan dan ditindaklanjuti jika perlu dengan mengetikkan data apa yang diinginkan spasi brand ponsel dan tipe.

Namun sayang seribu sayang untuk Setting akses Data tidak dapat dikonfirmasikan, lantaran brand PDA O2 XDA Atom sama sekali tidak dikenali oleh pihak AXIS. Sebaliknya saat dicoba dengan tipe Nokia N73, langsung saja sms konfirmasi yang harus dibuka dengan PIN segera meluncur satu persatu.

Masih dalam suasana kekecewaan, ternyata Operator AXIS tak tercantum dalam Option O2 Auto Configurator, bisa dimaklumi lantaran PDA ini lahir pada saat pasar operator masih dikuasai oleh Telkomsel, XL dan Indosat. Jadilah setting GPRS secara manual tak dapat dilakukan.

axis2.jpg

Yang paling menyebalkan dari AXIS yaitu saat dicoba menghubungi nomor baru ini dari ponsel Istri (Telkomsel-Nokia N73) maupun handset sendiri (Flexy-Nokia 6275i), nomor yang masuk tak dapat dikenali sehingga hanya menampilkan nomor tanpa menunjukkan nama. Padahal daftar Contact sudah tercopy sama dengan kedua handset tadi -tersimpan pada PDA-.

Berbeda hasilnya saat dilakukan percobaan dengan kartu Simpati Telkomsel milik Istri (dimasukkan ke PDA) yang sukses menampilkan nama si penelepon saat dilakukan panggilan dari handset dan nomor Flexy ke PDA tersebut.

Namun masalah ini akan terselesaikan apabila daftar Contact tadi dicopy dahulu ke kartu AXIS yang sayangnya tak dapat menyimpan satu nama dengan multiple choice (nomor-alamat-email dll) sama halnya dengan kartu lain. Bakalan mubazir kalo sampe disimpan dengan cara lama lagi. Si A Rumah, Si A HP, Si A Kantor. Waaahh…

Artinya nomor AXIS benar-benar tak mampu memberikan dukungan yang memadai pada handset PDA sebagaimana layaknya nomor Simpati Telkomsel misalnya. Mungkin benar kata mbak Operator, bahwa untuk memakai nomor AXIS dengan baik dan benar, sebaiknya pengguna dalam hal ini konsumen AXIS menggunakan handset ponsel yang umum dipakai, seperti Nokia misalnya.

Blom lagi sinyal yang kadang hilang, sehingga kadang tak mampu melakukan panggilan keluar, begitu pula saat dihubungi dari nomor lain, kerap tak terhubung. mirip-mirip operator CDMA Flexy.

Nomor AXIS akhirnya cuman dijadikan satu stop over aja, sambil nungguin pulsa habis atau mungkin untuk momen nyobain sms Premium yang rata-rata nyantumin ‘Ketik REG bla bla bla… he… toh nomor ini gak bakalan dipakai lagi.

Hikmahnya bagi para pengguna PDA ya apabila ingin memaksa menggunakan nomor AXIS sebaiknya dipikir-pikir dahulu deh. He… sekali lagi ini semua adalah satu pengalaman berharga bagi penulis yang nekat nyobain nomor operator baru. Semoga saja berguna bagi rekan-rekan.