Pembentukan Suka Duka Arsitektur Udayana 95

Category : tentang KuLiah

Menyambung postingan sebelumnya di hari jumat lalu terkait upaya silaturahmi di venue Ayucious Renon yang berlangsung pada hari Sabtu 22 Oktober kemarin, diputuskan untuk membentuk Suka Duka Arsitektur (Universitas) Udayana (angkatan) 95 dengan penunjukan bli bagus Putu Swihendra sebagai Kelihan pertama, periode 2016/2018.
Adapun agendanya menggagas pertemuan secara rutin, misalkan dua bulan sekali dalam bentuk arisan, atau Ngumpul Lagi saat anggota berada dalam posisi Suka Duka tadi. Tentu disertai pemberian donasi yang akan ditentukan lebih lanjut.

Sedangkan untuk mempermudah koordinasi antar kawan di angkatan 95 Arsitektur ini, ditunjuk pula beberapa ketua kelompok/kelihan tempekan yang membawahi beberapa kawan terdekat baik dan lingkung kerja ataupun regional tempat tinggal. Sekurangnya ada 9 kelompok yang dibentuk sekaligus ketua masing-masing, untuk dapat menyampaikan informasi ataupun hal-hal lain yang nantinya dianggap perlu. Utamanya bagi anggota yang jarang aktif, tidak aktif ataupun tidak terdaftar dalam group Whatsapp Angkatan.

Terlepas dari hasil keputusan diatas, ndak lengkap rasanya kalo saya belum share rekaman lensa yang diambil dengan mengandalkan kamera ponsel tanpa adanya pengetahuan fotografi yang memadai. Jadi mohon dimaklumimi. He…

img_20161024_051343

img_20161024_052003-1

img_20161024_051821

img_20161024_051720

img_20161024_051911

img_20161024_051530

img_20161024_051207

Sampai bertemu di kesempatan lainnya ya…

Ngumpul Lagi yuk…

Category : tentang KuLiah

Saya lupa ini ajang reuni kami yang kali keberapa, berhubung gak semua janji ketemuan bisa diladeni waktunya termasuk pas Ulang Tahun Teknik Udayana kemarin.
Ya, cerita hari ini soal kami alumni Teknik Arsitektur Universitas Udayana Angkatan 95 yang berupaya mengagas kembali silaturahmi lewat tema ‘Ngumpul Lagi’, di salah satu venue publik seputaran kawasan Renon.

img_20161021_100515

Dari yang sudah melakukan konfirmasi kedatangan melalui transferan dana sebesar 200K ke rekening Bu Yantie, yang kini berprofesi sebagai dosen Politeknik Udayana, ada sekitaran 19 orang dari 65 mantan mahasiswa/i yang berhasil kami ingat saat Reuni pertama tahun 2012 lalu.
Adapun rangperorangnya bisa disebutkan macam bli bagus Dharma Astawa dan bli Putu Swihendra, dua penggagas pertemuan kali ini, trus ada bu Dwi Lantari, tandem saya di tempat kerja, ada Bu Setiawati yang kabarnya punya baby baru, lalu Bu Kadek Eka Citrawati pemilik Bali Alus yang beken itu, Anom Rahmadi, Heru Susanto, ada pak Agus Karnadinata satu satunya couple yang berhasil langgeng hingga kini di angkatan kami bersama bu dosen tadi, lalu ada Agung Jelantik dan bli Wayan Lelo Sunarta, duo daha teruna yang masih kami nantikan undangan merahnya, trus Bu Arie Utami pemilik Anemone yang fenomenal di kalangan anak Calistung, ada Bu Yuli Hermalini, mbak Kadek Parashati #kode, pak Nyoman Parwata yang baru saja meraih Juara 2 Sayembara Pasar Badung, bli bagus Putra Wiarsa jagonya Bambu, bli Suardana Kumbara pemilik warung makan Subak Saih Abianbase, bu Dahliana serta Gus Adi Wasita yang dikenal dengan julukan King…
ceKing maksudnya. He…

Acaranya sendiri digelar Sabtu besok sekitaran pukul 13.00 sampe 16.00 waktu setempat, dan kabarnya sih bakalan disambangi salah satu warga kami yang mengabdi di negara tetangga, dan kini dipercaya memegang profesi mentereng yang sejalan dengan pendidikan yang kami lakoni selama 5-6 tahun silam.
Bagaimana suasananya nanti, simak lanjutannya.

Reunian… (lagi) ?

Category : tentang KuLiah

Sudah dua tahun lalu ya rupanya ? Beneran gag terasa…

Kalo gag salah sih Desember 2012. Waktu itu masih berstatus staf di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung sekaligus Sekretaris LPSE Badung. Eh kini dicetuskan kembali buat ngumpul lagi…

Tapi lupa, dulu itu entah apakah sempat didokumentasikan jadi tulisan blog atau tidak. Kalaupun belum, ya sekarang gilirannya.

Reuni anak Teknik Arsitektur angkatan 95, ini yang kali kedua. Usia kami kalo dihitung ya jadi yang ke-19. Masa produktif buat nyari pacar *eh buat gambar Freehand-nya pak Oka Landung. Hehehe… sorry, ya waktu itu memang belum kesampean buat pacarannya.

Ide ini tercetus di group BBM, yang diprakarsai anak-anak. Saya sih ngikut aja. Gag punya hasrat maupun niat soalnya. Jadi ya entah apakah nanti itu bisa datang atau tidak. Sebab kalau gag salah ingat ya… jadwalnya barengan dengan jadwal Naik Tingkatnya Mirah, putri pertama kami di sanggar les tari’nya Bu Warini. Semoga saja masih sempat hadir, tapi kalo enggak ya… Mohon Maaf deh kawan-kawan. Hehehe…

rps20140921_225922

Info dari om Bobby sih, jadinya tanggal 28 September 2014, hari minggu depan pukul 16.00 wita. Lokasi di Bali Paradise City hotel, jalan Marlboro (Teuku Umar Barat) Denpasar. By the way, nama hotelnya ngingetin saya dengan single keren miliknya Guns N Roses era formasi pertama, album Appetite for Destructions itu. Pasti si owner fans berat si GNR jaman dulu. Kabarnya sih, nama si pemilik masih familiar dengan seorang kawan lama, pak Anom panak liak. Entah benar atau tidak ya lihat nanti deh.

Reuni (anak Teknik) Arsitektur angkatan 95 ini rencananya bakalan di sponsori oleh mbak Kadek Citrawati, pemilik brand lulur Bali yang beken itu, group Furniture-nya om Agus Karnadinata dan masih banyak lagi. Doakan sukses yah…

For Sale : Simply House @jalan Gunung Patas

2

Category : tentang PeKerJaan

For Sale : Simply House by Made Nur Udiyana ( 0361-7914850 ). ┬áLokasi di jalan Gunung Patas, dapat diakses melalui jalan Teuku Umar Barat, berbelok ke arah jalan Tangkuban Perahu. Lebar jalan 4,00 meter. Tipikal rumah yang ditawarkan Type 36/75 (yang artinya luasan rumah 36 M2 dan yang 75M2 itu luasan lahannya) dan Type 50/94. Sertifikat menjadi hak milik, daya Listrik 2200 watt dan air bersumber dari sumur bor. Harga yang ditawarkan kisaran 325 juta…

Kabar terakhirnya, ni rumah dalam tahap ‘on Progress’. Jadi bagi yang berminat, kontak Beliau langsung ya…

Sentuhan Arsitektur : Sirkulasi Pasar

Category : tentang KeseHaRian

Setelah melihat kenyataan di lapangan, nyatanya ilmu2 dalam perkuliahan bidang jasa Arsitektur sangat berguna dan bermanfaat bila diterapkan.
Salah satu unsur dalam sebuah perencanaan, adalah Penataan Sirkulasi bagi lalu lintas dan manusianya.Di Pasar Batukandik, selain rambu yang tak jelas dihiasi pula oleh sikap dan tingkah para pedagang serta pengunjung yang seakan2 melupakan pentingnya arti sebuah sirkulasi. Ini bisa dilihat sering kali terjadi bentrokan kepala kendaraan pada jalur yang seharusnya diperuntukkan satu arah.
Sialnya kalo gak ada yang mau ngalah untuk mundur, klakson pun dibunyikan demikian kerasnya. Lha salah siapa ?

Orang yang dari luar pasar lantaran tak melihat rambu2 tertentu, main serobot masuk ke jalur yang seharusnya dilalui.
Orang yang sudah sering beraktifitas di dalam pasar, tentu mengikuti aturan tak tertulis, berkaitan dengan arah lintasan.

Bukan itu saja.
Tak jarang ada beberapa pedagang memiliki kemaluan yang sangat keciiiil sekali (ups sori, rasa malu maksudnya). Seenaknya saja menghentikan kendaraan yang mengangkut barang dagangannya pada lintasan satu lajur satu arah.
Bisa ditebak kemacetan yang terjadi dibelakangnya.
Namun bukannya mempercepat ato memindahkan kendaraan, malah dengan santai melanjutkan aktifitasnya memindahkan barang dagangan dari dan ke kendaraan.

Time is Money, Huh ?

Tak ada lagi Arsitektur Tradisional Bali

1

Category : tentang KeseHaRian

Pesatnya pembangunan di Kota Denpasar seakan menggoda pandangan mata untuk mencoba melirik apa yang ditawarkan oleh masing-masing pengusaha di lokasi toko yang ditempatinya.Tak jarang pula gedung dibangun begitu angkuh tanpa ada sentuhan yang dapat menonjolkan kesan Bali. Tingginya lantai dipermainkan, hingga bangunan bertingkatpun makin marak dibangun. Padahal Perda mengatur tinggi maksimum dari Sloof pondasi hingga ke balok tembok teratas hanya sampai 15 meter.

Kenyataannya tak demikian, karena apa yang dibangun, ironisnya banyak pula yang tak berijin, nekat mendirikan bangunan seenak perutnya, semau gue.
Yang penting penampilan membuat konsumen tertarik untuk mampir.

Buruknya, papan-papan reklame juga makin bertebaran, hingga memunculkan kesan kesembrawutan penataan ruang kota, baik itu menampilkan brand merk tertentu, baliho kegiatan, pamflet yang ditempel sembarangan, hingga spanduk yang melintang kesana kemari.

Bali tak lagi tercermin disetiap bangunan yang berdiri diatasnya.
Bali kini tak ubahnya Kota Jakarta, yang penuh kemacetan dan kesembrawutan.