Uji Coba Simulatornya Sebelum Membeli

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Terkadang bagi sebagian orang, ketersediaan budget tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan akan sebuah ponsel sebagai alat berkomunikasi. Ada juga yang barangkali terlalu memikirkan ‘apakah kelak perangkat yang akan dipilih mampu digunakan atau termanfaatkan dengan baik atau tidak. Jika Rekan Tokoh masih merasa ragu seperti itu, yuk coba dulu Simulatornya sebelum memutuskan untuk membeli.

Simulator yang dimaksud disini adalah Aplikasi yang dapat dijalankan melalui perangkat PC/NoteBook, untuk memberikan pengenalan awal kepada pengguna khususnya yang bergerak dalam bidang pengembangan mobile application tentang apa dan bagaimana cara kerja sebuah perangkat ponsel. Sejauh ini keberadaan aplikasi Simulator baru tersedia pada ponsel yang berjenis Smartphone dengan ciri penggunaan OS atau Sistem Operasi tertentu. Ukuran installer sebuah aplikasi Simulator ini biasanya berkisar antara dari 50 MB hingga 300an MB. Tergantung pada jenis Sistem operasinya dan juga tahun rilisnya.

Untuk perangkat Symbian yang digawangi Nokia, meski kini sudah tergolong jarang dirilis kembali namun beberapa perangkat ponsel tipe S40nya masih bisa dijumpai di pasaran. Rata-rata perangkat ini mengandalkan layar sentuh dilengkapi dengan keypad 3×4. Untuk dapat mempelajari isinya lebih jauh Kawan Tokoh bisa mengunduh aplikasi Simulatornya di alamat Nokia Developers. Aplikasi ini terbagi atas tipe sistem operasi yang dirilis dari S40 untuk Nokia type keypad numerik, S60 untuk Nokia smartphone, dan S80 untuk Nokia Communicator, serta versinya masing-masing.

Dibandingkan Symbian, ketersediaan ragam Simulator untuk perangkat BlackBerry jauh lebih banyak, bergantung pada versi sistem operasi yang dirilis dan juga seri ponsel yang ingin dicoba. Aplikasinya sendiri dapat diunduh melalui halaman web resmi BlackBerry pada bagian Support. Untuk sistem operasi versi terakhir, ukuran Installernya cukup besar kisaran 180 MB hingga 220 MB. Yang unik dalam pemanfaatan aplikasi Simulator ini adalah kemampuannya yang setara dengan perangkat sesungguhnya meski minus BlackBerry Messenger. Setidaknya Kawan Tokoh bisa memanfaatkannya untuk melakukan Update Status untuk memunculkan tulisan ‘update via BlackBerry’ di bagian bawah status update hingga mencoba satu persatu aplikasi yang terdapat dalam App World.

Lantas ada Android, sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Google, raksasa mesin pencari dengan sifat yang terbuka atau Open Source. Berbeda dengan aplikasi Simulator yang lainnya yang berdiri sendiri sesuai seri ponsel ataupun versi sistem operasinya, khusus Android menggunakan satu kesatuan aplikasi untuk semua versi dan seri ponsel. Hanya saja pemilahannya baru dilakukan saat pengguna menjalankan aplikasi Simulator tersebut. Sedikit lebih merepotkan, apabila pengunduhan Simulator lain dilakukan terlebih dahulu baru diinstalasi secara offline, tidak demikian halnya dengan Simulator Android yang proses instalasinya mutlak dilakukan secara online. Ada dua jenis Simulator yang ditawarkan, pertama, aplikasi yang berjalan di perangkat pc/notebook seperti yang disebutkan tadi, dan kedua aplikasi yang berlaku sebagai sistem operasi yang dapat dijalankan secara mandiri melalui proses booting. Untuk yang terakhir ini, file instalasi dapat disimpan dalam bentuk cd atau flash disk.

Setelah Microsoft memutuskan untuk menutup riset dan pengembangan bagi sistem operasi Windows Mobile lama mereka yang sebetulnya masih bisa dicoba juga Simulatornya, kini mereka mencoba hadir kembali dengan tampilan dan kinerja yang menggoda lewat Windows Phone versi 7.5 Mango. Serupa dengan Simulator Android yang mengharuskan proses instalasi secara online, untuk aplikasi Simulator yang dikembangkan oleh Microsoft pun demikian pula adanya. Ukuran installernya tergolong kecil, sekitar 3,4 MB saja. Namun untuk mampu menggunakannya, Microsoft mensyaratkan spesifikasi perangkat pc/notebook yang cukup besar yakni ketersediaan space untuk hasil instalasi sebesar 4 GB, penggunaan 3 GB Memory RAM serta versi sistem operasi minimal Vista atau Windows 7. Paket Instalasi ini sudah termasuk dengan aplikasi Microsoft Visual Studio yang menjadi syarat utama menjalankan Simulatornya.

Terakhir ada iOS buatan Apple yang dikenal lewat perangkat iPhone dan iPad-nya. Jika perangkat pc/notebook yang Kawan Tokoh gunakan masih mengadopsi sistem operasi Windows, maka bersiaplah untuk kecewa lantaran aplikasi Simulator untuk perangkat pintar ini hanya tersedia dalam sistem operasi Mac.
Jikapun Kawan Tokoh menemukan beberapa aplikasi Simulator iOS yang mampu dijalankan pada sistem operasi Windows, sepengetahuan kami rata-rata masih merupakan sebuah aplikasi simulasi tampilannya saja, baik yang difungsikan hanya untuk melihat perpindahan menu atau tampilan halaman web yang disajikan lewat layar perangkat.

Sebenarnya masih banyak jenis aplikasi Simulator yang dapat dicoba untuk melakukan pengujian perangkat ponsel sebelum memutuskan untuk membelinya seperti Bada yang dikembangkan oleh Samsung atau WebOS yang dikembangkan oleh Palm lalu diakuisisi oleh HP. Sayangnya perangkat-perangkat tersebut tampaknya tak lagi dirilis oleh vendor terkait atas dasar tidak berhasil dari segi komersial.

Instagram, Foto Polaroid via Mobile Phone

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Kabar mengejutkan di dunia teknologi datang beberapa waktu lalu di berbagai media cetak dan maya. Instagram, sebuah aplikasi berbagi foto yang dikembangkan oleh Instagram Inc diakusisi FaceBook dengan nilai 1 Milliar USD (sekitar 9,1 triliun) 9 April 2012. Padahal dari segi usia, aplikasi ini baru saja diluncurkan pada Oktober 2010 lalu. Kami katakan mengejutkan lantaran media New York Times yang usianya jauh lebih tua hanya dihargai sekitar 920 juta USD. Nilai sebesar itu dikatakan seimbang dengan pencapaian sebesar 31 juta unduhan, yang mampu dilakukan oleh sebuah aplikasi hasil besutan Kevin Systrom dan Mike Krieger hanya dalam waktu satu tahun.

Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, memanfaatkan filter digital dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial meliputi FaceBook, Twitter, Foursquare ataupun Tumblr. Satu fitur unik yang dapat dilakukan oleh Instagram adalah memotong foto menjadi bentuk persegi, dengan atau tanpa pinggiran, sehingga terlihat seperti hasil kamera Kodak Instamatic dan Polaroid. Hal ini berbeda dengan rasio aspek 4:3 yang umum digunakan oleh kamera digital ataupun ponsel umumnya.

Awalnya Instagram dikembangkan dan hanya dapat diakses melalui perangkat mobile berbasis iOS 3.1.2 keatas, meliputi iPhone, iPad dan iPod Touch. Pada versi ini Instagram dibekali 15 efek digital yang dapat digunakan oleh para pengguna pada saat mereka hendak menyunting sebuah foto. Efek tersebut terdiri dari X-Pro II, Lomo-fi, Earlybird, Sutro, Toaster, Brannan, Inkwell, Walden, Hefe, Apollo, Poprockeet, Nashville, Gotham, 1977, dan Lord Kelvin. Penambahan 4 buah efek terbaru yaitu Valencia, Amaro, Rise, Hudson diiringi dengan penghapusan 3 efek yang sebelumnya ada meliputi Apollo, Poprockeet, dan Gotham baru dilakukan kurang lebih pada tanggal 20 September 2011 lalu. Tidak heran apabila Instagram menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi para penggunanya yang lumayan membuat iri para pengguna perangkat lain.

Setelah menanti cukup lama, Instagrampun kini telah tersedia bagi pengguna perangkat Android yang telah mengadopsi OS versi 2.2 Froyo keatas. Namun berbeda dengan pendahulunya yang ditawarkan dengan harga 0,99 USD di iTunes App Store, Instagram yang disediakan di Android Market atau kini disebut dengan Google Play, dapat diunduh dan dipergunakan secara Free.

Dibandingkan dengan beragam aplikasi berbagi foto yang ada dalam banyak perangkat lainnya, Instagram hanya membutuhkan tiga langkah mudah untuk dapat menyelesaikan proses editingnya. Pengambilan Foto baik dari Kamera atau Gallery (1), penentuan efek digital sesuai keinginan pengguna (2) dan proses pengunggahan ke berbagai jejaring sosial (3). Untuk langkah terakhir ini, disediakan pula opsi untuk pemberian label atau judul foto, melakukan tag ke nama teman dengan menggunakan karakter (@) dan penambahan lokasi foto atau yang dikenal dengan istilah Geotagging. Kemudahan proses, ketersediaan efek digital dan kemampuannya untuk berbagi inilah yang tampaknya menarik perhatian banyak pengguna untuk mencoba.

Namun bagi Rekan Tokoh yang masih betah menggunakan perangkat diluar dukungan Instagram tadi, kami merekomendasikan aplikasi Molome yang dikembangkan oleh HLP International Inc untuk bisa merasakan asyiknya hipnotis berbagi foto di jejaring sosial dengan memanfaatkan 19 filter digital yang telah disediakan. Aplikasi berbagi foto Molome ini mampu dijalankan oleh perangkat berbasis OS BlackBerry versi 5.0 keatas dan juga beberapa seri Nokia yang mengadopsi OS Symbian, demikian pula Android. Hanya saja Molome hanya mampu melakukan aksinya dengan memanfaatkan kamera utama saja.

iPhone 4S Desain Tetap Kinerja Melesat

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Meski agak terlambat untuk melakukan Review pada perangkat hasil kembangan Apple beberapa saat setelah kepergian sang Godfather Steve Jobs, tetap saja kami merasa beruntung bisa memegangnya secara langsung selama tiga hari pengujian atas pinjaman seorang teman. Mau tahu gambarannya ?

Secara kasat mata apalagi saat ponsel berada dalam kondisi off, rasanya kami kesulitan untuk membedakan antara perangkat iPhone 4S yang kini berada dalam genggaman dengan perangkat rilis sebelumnya iPhone 4 yang dikaruniai gelar sebagai desain ponsel terbaik itu. Hingga tidak salah jika kami mengatakan seperti halnya judul diatas. Namun, walaupun terlihat sama persis secara desain, kabarnya kali ini permasalahan antenna yang dahulu sempat menuai kritikan tajam dari para pengguna dan pesaingnya pada perangkat iPhone 4, sudah tak lagi ditemukan.

Di saat perangkat pesaingnya sudah berlomba-lomba untuk menyajikan layar super besar dan lebar, iPhone 4S masih mengandalkan besaran layar 3,5 inchi dengan 16 juta warna plus Retina Display, perbedaan itu baru terlihat saat iPhone 4S dinyalakan. Jika dibanding pendahulunya, layar yang disajikan kali ini jauh lebih jernih dan nyaman bagi mata pengguna. Demikian halnya dengan resolusi yang dibekali sedikit lebih besar sekitar 640×960 pixel.

Sayangnya saat ditilik dari tampilan User Interface, rasanya belum ada pengembangan yang berarti sejak rilis awal iPhone terdahulu. Terkecuali penggunaan sistem notifikasi yang bagi pengamatan kami mengadopsi cara kerja Android dengan menyapu taksbar disisi atas layar ke arah bawah. Hal ini jauh lebih memudahkan pengguna untuk melihat info pembaharuan pada perangkat.

Anggapan iPhone (dan juga iPad) yang pelit akan resolusi kamera agaknya patut dihapus kali ini. Dengan memanfaatkan besaran lensa 8 Mega Pixel dan led flash, iPhone 4S kini tampil lebih percaya diri dan siap untuk bersaing dengan perangkat lain yang sudah lebih dulu mengadopsinya. Disisi lain, lensa ini memiliki kemampuan untuk melakukan perekaman video High Definition 1080p 30 fps. Sedang untuk memenuhi kebutuhan akan video call dimana dalam perangkat ini disebut dengan istilah Facetime, iPhone 4S telah menyelipkan kamera sekunder ukuran VGA di sisi depan perangkat.

Untuk urusan kinerja, iPhone 4S nyatanya memberikan bukti yang jauh lebih baik ketimbang pendahulunya. Prosesor dua inti 1 GHz siap dipadukan dengan besaran memory RAM 512 MB plus internal storage 16/32/64 GB. Hal ini membuat pengguna dapat memanfaatkan perangkat untuk melakukan berbagai aktifitas tanpa adanya hambatan yang berarti. Untuk mengujinya, kami sempatkan mencoba beberapa games yang sekiranya membutuhkan grafis tingkat tinggi.

Bicara iPhone 4S rasanya belum lengkap jika belum melirik aplikasi handalannya kali ini, SIRI. SIRI merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan sebuah perangkat ponsel pintar berbasis iOS mengubah fungsinya menjadi sebuah perangkat Intelligent Personal Assistant yang memberikan kuasa kepada pengguna untuk melakukan atau menyelesaikan satu kegiatan dengan cara bertanya kepada perangkat yang mengadopsi teknologi ini. Namun Khusus untuk yang satu ini, Koran Tokoh bahkan sempat menurunkan bahasan soal perlu tidaknya SIRI bagi pengguna di Indonesia beberapa waktu lalu. Jadi silahkan buka kembali arsip terdahulu yah.

Selain SIRI, ada juga fitur iCloud, sebuah layanan penyimpanan data di awan yang dapat diunggah dan diunduh dengan cara online atau terhubung ke dunia maya. Bagi setiap pengguna iPhone 4S diberikan opsi gratis penggunaan space sebesar 5 GB. Menurut pendapat beberapa Rekan Tokoh yang memang sudah memanfaatkan fitur ini sejak awal, rata-rata mensyukuri adanya fasilitas iCloud pada perangkat ponsel mereka. Lantaran sejak menggunakan iCloud, tak ada lagi yang namanya ‘ketinggalan data dirumah, di flash disk bahkan Notebook.

Tak ketinggalan fitur iBookStore, sebuah aplikasi e-Reader untuk buku-buku dalam format digital yang disajikan dalam sebuah tampilan rak kayu. Buku-buku tersebut tersedia dalam jumlah ribuan baik berbayar atau yang dapat diunduh dan dibaca secara gratis. syukurnya, untuk dapat memperbaharui koleksi buku yang dapat dimiliki oleh pengguna tersedia cara importing file melalui sinkronisasi aplikasi iTunes atau mengunduhnya langsung dari jendela Browser.

Ngomong-ngomong soal Browser, iPhone 4S masih menggunakan Safari sebagai andalannya dalam menjelajah dunia maya. Sayangnya, browser bawaan ini tidak mendukung flash player seperti halnya para pesaingnya, namun telah mendukung format HTML5 yang diyakini jauh-jauh hari oleh almarhum Steve Jobs bakalan menggantikan keberadaan flash player tadi cepat atau lambat.

Dan seperti biasa, untuk mendukung kinerja iPhone 4S yang kini sudah jauh lebih baik dan sejumlah fitur penting yang mampu dijalankan, Apple memberikan peningkatan kapasitas dan daya tahan batere Li-po sebesar 1432 mAh. Dalam tiga hari pengujian kami, daya tahan batere ini dapat berlangsung hingga 1,5 hari dalam batas pemakaian normal (berkat ketiadaan dukungan flash player yang mampu menyedot daya tahan jauh lebih banyak), dan dua kali Charge dalam sehari untuk penggunaan secara terus menerus. Apalagi jika aktifitas pengguna memiliki kesamaan dengan perilaku kami, bermain games HD.

Menjajal iPhone 4 (Replika)

14

Category : tentang TeKnoLoGi

iPhone 4 (Replika) yang saya pegang kali ini bisa dibilang sebagai KW 1-nya iPhone 4 milik Apple yang dijual tiga kali gaji saya saat ini. Mengapa demikian ?

setelah mengingat-ingat atau membandingkannya dengan Replika iPhone 3GS yang tempo hari  sempat saya tulis pula disini, secara tampilan awal dan Packagingnya jelas jauh lebih meyakinkan ketimbang yang terdahulu. Charger original, pinset kecil pembuka slot simcard yang berada di sisi samping ponsel dan juga tanpa bekal batere dan stylus tambahan. Sempurna.

Demikian dengan tampilan Icon dan Menu yang menjadi Ciri Khas milik iPhone. Baik Setting, Camera maupun Phone, Contact dan keypad virtual-nya. Sangat jernih dan memuaskan. Begitu pula dengan cara pemindahan ShortCut icon Menu aplikasi antar HomeScreen dan aplikasi yang disertakannya. Saya malah menemukan Talking Tom, aplikasi favorit MiRah putri kami di ponsel Android, yang mampu menirukan suara si pembicara dalam versi Pro atau Full. Atau aplikasi yang hanya sebagai hiasan Jahil semata seperti Zippo, sebuah korek gas yang dapat dibuka, nyalakan dan tutup kembali dengan cara memperlakukan ponsel seperti memperlakukan sebuah korek api. Semua memang tampak meyakinkan, begitu pula Single Sim Card yang makin membuat saya terkagum-kagum plus keberadaan TV Digital (bukan Analog, yang biasanya menjadi ciri khas sebuah ponsel China).

Sayang, kekaguman saya pelan tapi pasti sirna begitu melihat tampilan File Manager yang tidak mendukung pengoperasian yang sederhana dan cepat khas ponsel iPhone, begitu pula dengan tampilan Browser bawaan Safari. Sangat mirip dengan tampilan File Manager serta Browser ponsel China.

Baru menyadarinya ketika saya mencoba mengutak atik Pengaturan Network dan Profile Manager yang memang penuh dengan tampilan tulisan China lengkap dengan keypad huruf China-nya. Waduh…

Mengingat ini adalah sebuah ponsel Replika, pantas saja saya tak menemukan icon App Store-nya sejak awal. Lantas, bagaimana bisa aplikasi Talking Tom dan Zippo yang saya temukan sebelumnya bisa hadir di ponsel ? hal inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi saya hingga hari ini.

Meski demikian, satu petunjuk penting yang saya dapatkan lebih lanjut adalah, ponsel Replika ini hanya mendukung aplikasi atau games yang berbasis Java saja. Buktinya terdapat icon Menu Java Manager lengkap dengan isinya (file aplikasi dan games Java) dan juga di beberapa folder yang terdeteksi dalam File Manager, memang benar bahwa terdapat beberapa file Jar dan Jad didalamnya. Sayang, hingga ponsel ini dikembalikan, saya tak menemukan cara untuk membuatkan icon Menu shortcut dari aplikasi ataupun games yang telah berhasil diinstalasi.

Keunikan lainnya adalah Tampilan besaran Memory yang ada di File Manager adalah 32 GB. Sangat mantap tentu saja. Namun saya tak menemukan cara bagaimana memeriksa berapa memory yang tersisa dari besaran 32 GB tersebut, karena meskipun saya jejalkan beberapa file audio melalui perangkat Bluetooth, tetap saja File Manager menyatakan sisa yang sama. 32 GB. Ealah…

Dunia Maya memang berhasil saya akses melalui pengaturan pada Jaringan (Network) dan Profile SIM Card yang digunakan, namun ada satu kendala yang saya temukan di perjalanan dan jujur saja kendala ini bisa dikatakan sangat mengganggu aktifitas saya untuk terkoneksi ke dunia maya, yaitu Profile yang kerap berubah sendirinya ke Pengaturan Default. Padahal pengaturan sebelumnya sudah tersimpan dan berhasil dijalankan. Awalnya saya sempat menduga bahwa perubahan ini sebagai dampak melakukan aksi Restart Ponsel, namun segera terpatahkan ketika Restart tak jua saya  lakukan dalam waktu yang lama. Pengaturan tetap kembali dengan sendirinya, sehingga untuk bisa terkoneksi kembali ke dunia maya, pengguna mutlak melakukan perubahan pada Pengaturan Profile Sim Card lagi secara manual. Sangat merepotkan tentu saja.

Kamera yang disematkan cukup besar, 2 Mega Pixel. Ditambah keberadaan lampu Flash pula. Namun lampu ini akan menyala secara terus menerus saat Pengaturan Flash diaktifkan. Tidak aktif secara otomatis saat gambar diambil.

Beberapa icon menu yang sebelumnya saya akses memang benar sangat mirip dengan tampilan Menu iPhone yang original. Namun tidak demikian halnya dengan icon menu lainnya. Beberapa tidak dapat diaktifkan mengingat sulitnya terhubung dengan Jaringan (mungkin karena perubahan Profile diatas), beberapa lainnya malah menampilkan huruf pada sekujur layar termasuk opsi pilihan dalam tampilan huruf China. Jelas ini sangat menyulitkan, meskipun Setting Pengaturan Bahasa yang dipergunakan pada ponsel sudah diatur ke English.

Naik turunnya daya tahan batere sebagai asupan daya utama juga membuat saya kebingungan, karena prosentase tidak pernah lebih dari 40% meski sudah di-Charge agak lama. Pun demikian saat berada pada low level atau sekitar 10%-an secara mendadak naik menjadi 17/18%.

Bagusnya, secara tampilan layar Menu atau HomeScreen, pengguna dapat melakukan perubahan Wallpaper ataupun tampilan Menu (sejenis Launcher) secara cepat dengan melakukan Tap atau sentuh pada salah satu icon Menu yang disediakan.

Menariknya tampilan luar namun ketahuan belangnya jika ditelusuri lebih dalam, membuat saya dapat memberikan saran yang sederhana saja. Gunakan seperlunya dan sebisa mungkin agar terlihat pada lingkungan sekitar secara sepintas bahwa benar ponsel yang digunakan merupakan iPhone 4 rilis terbaru. Silahkan bolak balik bodi ponsel dan mainkan. Atau gunakan Leather Case atau Hard case untuk lebih meyakinkan. Namun jika bisa, proteksi dengan pin atau password agar ketika ponsel digenggam orang, yang bersangkutan tidak dapat mengakses ponsel lebih lanjut. Mudah kan ?

Urusan Bergaya dan Gengsi tetap bisa dilakukan walau dengan harga yang tak sampai satu juta rupiah, hehehe…

Kerennya Godaan iPhone 4 (replika)

6

Category : tentang TeKnoLoGi

“Kesan Pertama, Begitu Menggoda…  Selanjutnya, Terserah Anda…”

Siapa nyana jika ponsel Apple iPhone 4 yang saya pegang awal bulan Agustus alu ternyata hanyalah sebuah Replika ?

Berawal dari telepon seorang Sepupu yang minta tolong untuk Setting Internet pada ponsel iPhone yang ia punya, lantaran setelah dibawa ke Rimo Trade Centre, gag satupun toko yang mampu melakukannya. Pikir saya saat itu sederhana saja. Sesulit itukah ?

Pertama melihat, sudah jelas sangat meyakinkan. Beberapa kali dibolak balik, pelan tapi pasti saya merasa kagum dengan penampilannya. Saat di-Compare sejajar dengan Samsung Galaxy Ace milik saya, betapa terlihat perbedaan yang tak mencolok saat dilihat secara seksama. Hanya dari ukuran, dan bentukan tombol saja.

Yang kemudian makin membuat saya tambah kagum adalah icon dan warna yang ditampilkan. Sangat jernih dan halus. Begitu pula dengan pergerakan antar halaman menu dan mencoba membuka beberapa icon yang memang menjadi ciri khas dari ponsel iPhone 4.

Sayangnya, semua kepalsuan dari sebuah Replika iPhone 4 ini baru saya ketahui saat membuka Menu jauh lebih dalam. Hampir saja ditawar balik dan tertipu. Hehehe…

Beberapa diantara yang membuat saya makin yakin adalah menu Browser bawaan atau yang disebut dengan Safari, tampilannya kok mirip dengan ponsel China ? begitu pula dengan File Manager-nya yang plek buatan China. Barulah saya ngeh, mengapa tak satupun Toko di Rimo Trade Centre mampu melakukan Setting Internet pada ponsel ini.

Selama setengah jam saya melakukan akses menu bolak balik, tak jua menemukan cara yang pasti. Namun, satu keyakinan saya bahwa, sebuah ponsel China memang memerlukan dua atau tiga kali Pengaturan untuk bisa terhubung dengan dunia maya. Tidak seperti ponsel Branded Global yang begitu mudah.

Namun kukuhnya usaha yang saya lakukan berbuah manis. Ponsel iPhone 4 Replika ini benar-benar bisa terhubung dengan dunia maya meski teramat sangat lelet. Sayapun diberikan keleluasaan mengoprek lebih jauh oleh siempunya ponsel, dengan harapan yang bersangkutan bisa terhubung dengan FaceBook kapan saja.

Siap Ndan. Jawab saya saat itu. Dan bersyukur banget, kalo saya diberi kesempatan untuk menjajalnya lebih jauh. Mau tahu bagaimana kelanjutannya ? simak di tulisan berikutnya. :p

Annoying Orange, Jeruk Oranye yang menjengkelkan

Category : tentang TeKnoLoGi

“Hey Apple… Hey Apple…Teenage Mutant Ninja Apple…”

Sapaan khas si wajah jeruk disertai tawa bernada mengejek menjadi hal yang biasa ditemui dalam setiap aksi komedi dengan aktor dan aktrisnya yang berbentuk buah-buahan. Mengambil durasi rata-rata yang hanya sepanjang 3 (tiga) menitan, aksinya hampir selalu mengakhiri adegan dengan kelakuan ‘sadis’ sang koki yang mengiriskan pisaunya setelah adanya peringatan dari sang aktor utama. ‘Knife…

Bagi yang hobi memantau portal penyedia video dunia maya YouTube,  saya yakin pasti pernah mengenal wajah oranye si buah jeruk ‘Orange’ yang hanya berhiaskan dua mata dan mulut saja. Annoying Orange merupakan video seri komedi yang mapan melalui dunia maya dibawah tempaan YouTube. Sang penciptanya Dane Boedighimer untuk pertama kali menayangkan si Orange Oranye ini sekitar 9 Oktober 2009. Saking banyaknya yang menonton Video rilisan Dane, kabarnya si Annoying Orange ini dalam waktu dekat bakalan dibuatkan dalam bentuk Serial Televisi.

Dari 49 (empat puluh sembilan) video yang saya unduh milik si Oranye, Lima yang kemudian menjadi favorit dan layak rekomendasi untuk dicoba untuk ditonton, adalah aksi mengejek si Apel Merah, aksi menyapa Apel Hijau dengan sebutan ‘Teenage Mutant Ninja Apple’, aksi telepon berantai para buah yang menyapa dengan kata ‘Whazzup, saat bersua buah Pear yang diplesetkan menjadi Bear (Beruang) ‘don’t eat meeee…’ atau kisah si Orange yang mendadak lupa ingatan gara-gara terbentur buah lain. Hehehe…

Orange Oranye dalam setiap penampilannya selalu didampingi oleh sobat akrabnya buah Pear. Selain si Apel Merah, beberapa jenis buah yang ikut terlibat dalam penampilan singkat sang jeruk diantaranya Apel Hijau, Pisang, Melon, Kiwi, Marshmallow, Markisa, Jeruk Nipis, Cabai bahkan Keju dan Pasta. Selain itu beberapa aksi si Jeruk yang menjengkelkan ini ada juga yang mengambil tema tertentu seperti edisi PacMan, Transformer atau si pembunuh horror Saw. Tentu semuanya ditampilkan dalam bentuk Joke atau Lelucon yang barangkali hanya beberapa orang saja paham akan maksudnya.

Selain mengejek dan mengata-ngatai buah lain, Orange kerap memplesetkan nama si buah seenaknya. Seperti Plumpkin untuk si Labu misalkan. Atau malah bersendawa dan membuat nada suara dengan lidah yang yakin banget bisa membuat orang (termasuk saya) cekikikan dan tertawa tertahan.

Meskipun Pisau kerap menjadi akhir dari setiap episode Annoying Orange, tidak menutup aksi memblender lawan main atau bahkan memasaknya menjadi Pie Apel menjadi selingan yang tak kalah serunya.

Aksi Annoying Orange ini bisa dikatakan mampu membuat hari-hari melelahkan akan rutinitas pekerjaan sedikit terobati. Apalagi ketika mulai terbiasa dengan peringatan ‘Knife yang dilontarkan sesaat sebelum adegan ditutup, serasa jadi pengen dan pengen lagi menonton yang lainnya.

Bagi yang penasaran ingin mengetahui apa dan bagaimana cerita si Annoying Orange ini, cari di portal video YouTube saja yah.

Compare TabletPC support by Forsel and Sinyal Tabloid

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Bukan tanpa alasan saya menurunkan tulisan komparasi/perbandingan beberapa TabletPC kali ini, tepatnya untuk didedikasikan pada semua teman yang bertanya sebelum membeli perangkat TabletPC yang rupanya beneran booming di tahun 2011 ini. Entah akan digunakan untuk menunjang pekerjaan secara mobile ataupun hanya untuk sekedar pamer gadget dan gengsi. It’s all yours.

Seperti halnya judul tulisan diatas, kali ini source yang saya gunakan adalah dua bacaan wajib yang saya dapat rekomendasikan pula kepada teman semua apabila ingin berbicara Gadget dan Teknologi dengan lebih baik. Majalah Forsel dengan Edisi Super Android April 2011 lalu dan Tabloid Sinyal dengan Edisi 120 10 Juni 2011 yang menurunkan Edisi TabletPC. Well, seperti halnya majalah InfoKomputer April 2003 jaman dulu yang menurunkan Edisi PDA Konvergensi, bisa dikatakan kedua Source diatas rupanya mampu mematahkan apa yang saya yakini sebelumnya dan mulai berpindah ke lain hati.

Yuk kita mulai.

Samsung Galaxy Tab 7”. Rp. 4,8 jt. Tahun Rilis Oktober 2010. OS : Android 2.2 Froyo. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 3,2 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1 GHz. RAM 512 MB. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support Voice dan SmS. Batere Li Po 4000 mAh. Galaxy Tab bisa dikatakan sebagai ikon TabletPC di negeri ini. Ukurannya yang kompak dan speknya yang mumpuni menjadikannya produk terlaris dan paling diburu sejauh ini. Apalagi didukung dengan Sim Card slot yang mampu membantu penggunanya terhubung ke dunia maya tanpa harus mencari Wifi Gratisan.

HTC Flyer 7”. Rp. 6,9 Jt. Tahun Rilis Juni 2011. OS : Android 2.3 GingerBread. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1,5 GHz. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li Po 4000 mAh. Dibanding Galaxy Tab, diatas kertas Flyer jelas jauh lebih mumpuni, baik dari segi kecepatan, sistem operasi dan daya simpan. Secara harga yang ditawarkan, jelas bisa dianggap wajar. Sayangnya minus telepon, meski sudah sim card support.

Dell Streak 7”. Rp. 5,5 Jt. Tahun Rilis Februari 2011. OS : Android 2.2 Froyo. Layar 800×480 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li Po 2780 mAh. Streak 7” sangat menggoda dari segi Procie Dual Core dan konektifitas 4G. Sayangnya Daya yang dibekali sangat minim. Khawatirnya menguras energi lebih cepat dari yang diharapkan. Apalagi dilihat dari tahun rilis, sistem operasinya masih setia pada Froyo.

Acer Iconia Tab A100 7”. Rp. -. Tahun Rilis Februari 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 512 MB. Internal 8 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li On 1530 mAh.Tidak banyak keistimewaan yang ditawarkan oleh Acer dengan perangkat 7” ini selain prosesor Dual Core. Minimnya kapasitas memory internal dan juga daya batere yang selayaknya ponsel, kemungkinan besar bakalan menjadi faktor yang tidak direkomendasikan untuk dipilih.

LG Optimus Pad 8,9”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×768 pixel. Kamera belakang Dual 5,0 MP (salah satunya berfitur 3D) depan (video call) 2,0 MP 3D. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li On 6400 mAh. Optimus Pad bisa jadi sangat menggoda melihat sistem operasinya yang memang diperuntukkan bagi perangkat TabletPC dan juga Procie Dual Core. Didukung pula oleh resolusi layar wide layaknya NoteBook dan tentu saja besaran daya plus dual kamera belakang. Sayangnya, ukuran layar tergolong tidak biasa alias 8,9”, yang artinya tidak sekompak 7” dan tidak seribet 10”.

iPad 3G 10” (9,7”). Rp. 7,5 Jt. Tahun Rilis Desember 2010. OS : iOS 4. Layar 1024×768 pixel. Tanpa Kamera. Procie 1,0 GHz Apple A4. Internal 64 GB. Tanpa memory Eksternal. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po. iPad generasi pertama ini memang sangat fenomenal kemunculannya, baik dinegara luar maupun dalam negeri. Apalagi kalo bukan lantaran nama besar Apple yang berhasil dengan perangkat iPhone mereka. Sayangnya, dari segi ukuran layar bisa dikatakan sangat sulit untuk dibawa kemana-mana kecuali memang tujuannya untuk menarik perhatian teman dan sekitarnya. Dirilis dalam dua versi, Wifi dan 3G+Wifi.

iPad 2 3G 10” (9,7”). Rp. 9,0 jt. Tahun Rilis 2011. OS : iOS 4.3. Layar 1024×768 pixel. Kamera belakang dan depan (video call) VGA 0,7 MP. Procie 1,0 GHz Aplle A5 Dual Core. Internal 64 GB. Tanpa memory Eksternal. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po. Perangkat iPad rilis kedua ini diklaim 30% lebih tipis dengan kecepatan akses yang jauh lebih baik. Dibekali kamera depan untuk video call tampaknya sudah cukup memuaskan penggunanya yang memang rindu dengan fitur 3G memanfaatkan aplikasi FaceTime. Seperti halnya iPad generasi pertama, iPad 2 pun Dirilis dalam dua versi, Wifi dan 3G+Wifi. Jadi jangan sampe salah pilih ya.

Motorola XOOM 10”. Rp. -. Tahun Rilis Januari 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS dan Voice. Batere Li On. Dirilis dalam tiga versi, GSM, CDMA dan Wifi only. Rilisnya dilakukan sengaja berbarengan dengan perangkat iPad 2 yang pada akhirnya mengecewakan para petinggi Motorola akibat penjualan yang tidak sesuai harapan (tertinggal jauh dengan iPad 2).

Samsung Galaxy Tab 10”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 8,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS dan Voice. Batere Li On 6860 mAh. Galaxy Tab rilis kedua ini rupanya ingin menyaingi keberadaan iPad 2 yang sama-sama mengadopsi layar 10”. Berbekal kemampuan spek yang tidak jauh berbeda, Galaxy Tab 10.1 ini malah menawarkan kamera belakang 8 MP dan juga daya yang terbesar diantara TabletPC lainnya.

ViewSonic ViewPad 10 Pro 10”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Dual OS : Windows 7 dan Android 3.0 Honeycomb. Layar 1024×600 pixel. Tanpa Kamera belakang, depan (video call) 1,3 MP. Procie Intel Atom 1,5 GHz (setara NetBook). RAM 2 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li On 3500 mAh. Tawaran Dual OS-nya memang sangat menarik perhatian siapapun yang mengujinya. Terlepas dari Brand yang dikenal sebagai produsen layar perangkat PC tampaknya secara spek yang ditawarkan pun tak jauh beda dengan perangkat NetBook. Sayangnya, semua kelebihan diatas tidak diimbangi dengan besaran daya yang sepadan untuk sebuah perangkat TabletPC.

Asus EEE Pad Transformer 10”. Rp. -. Tahun Rilis Juni 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Tanpa dukungan Sim Card. Batere Li po. Satu-satunya yang menarik dari perangkat Asus EEE ini adalah disertakannya keyboard fisik dalam paket penjualannya, yang jika disambungkan, mampu mengubah tampilannya menjadi sebuah NoteBook. Itu sebabnya dinamakan Transformer. :p

Acer Iconia Tab A500 10″. Rp. 5,0 Jt. Tahun Rilis Mei 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po 3260 mAh. Dirilis dalam dua versi memory internal yaitu 16 GB (4,2 Jt) dan 32 GB.

Dari sekian yang saya paparkan diatas barangkali hanya tiga TabletPC yang patut saya rekomendasikan sebagai pilihan, apabila Budget bukan lagi menjadi sebuah masalah. Pertama, HTC Flyer untuk perangkat 7”, Kedua ada iPad 2 bagi yang menginginkan perangkat bergengsi di kelas 10” dan Ketiga silahkan melirik Samsung Galaxy Tab 10.1 untuk perangkat yang powerfull. Sedangkan bagi yang memiliki BudGet terbatas, silahkan memilih Samsung Galaxy Tab 7” sebagai teman baru.

iPad 2 Evolusi sebuah Trendsetter

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan kesuksesan iPad generasi pertama yang dirilis pada awal tahun 2010 lalu, Apple Inc memutuskan untuk menurunkan iPad generasi kedua pada 11 Maret 2011 dengan klaim 33% Thinner and 15% Lighter.

Nama iPad dan juga Apple Inc. seakan sudah menjadi sebuah jaminan mutu akan sebuah perangkat mobile elektronik TabletPC yang diharapkan mampu menjembatani keterbatasan perangkat ponsel dengan perangkat NoteBook. di Indonesia sendiri, Penggunaan nama iPad sepertinya telah menjadi pengganti untuk penyebutan istilah perangkat TabletPC terutama bagi mereka yang kurang paham dengan jenis dan spesifikasi yang digunakan.

Masih menggunakan dimensi yang kurang lebih sama dengan iPad generasi pertama, iPad 2 hadir dalam ketipisannya yang membuat banyak vendor lainnya kemudian saling berlomba untuk merilis perangkat sejenis dengan ketipisan yang diklaim mengalahkan ipad 2. Meski demikian, tetaplah iPad 2 merupakan perintis dari semua ketercapaian keberhasilan tersebut.

Mengusung prosesor Dual Core chipset A5, Apple mengklaim kecepatan akses dan grafis yang mampu dihasilkan oleh iPad 2 jauh lebih baik dari generasi pertama. Kecepatan ini tentu belum seberapa apabila melihat perkembangan kecepatan prosesor yang mampu dikembangkan tiga bulan terakhir yang sudah mencapai Quad Core. Kekurangan inilah yang kemudian dijanjikan akan terjawab saat suksesor Apple Inc. berikutnya dirilis.

Disamping adanya peningkatan secara fisikal, iPad 2 telah pula menggunakan sistem operasi iOS 5 yang menjanjikan perubahan notifikasi baik untuk email, pesan dan lainnya dalam bentuk banner popup yang akan muncul sewaktu-waktu. Desain seperti ini sebenarnya telah digunakan sejak awal rilis sistem operasi Android yang kemudian dihilangkan dalam rilis terakhir mereka, Honeycomb dan ICS, sistem operasi yang diperuntukkan dan dikembangkan secara khusus bagi perangkat TabletPC rilis Android.

Seperti halnya iPad generasi pertama, iPad 2 dirilis dalam dua versi, Wifi dan Wifi+3G. Jika tidak ingin kerepotan dalam mengakses dunia maya atau mengoptimalkan koneksi perangkat, yang patut direkomendasikan adalah tentu saja dukungan 3G. Sayangnya, entah apakah ini yang dinamakan keunikan dari perangkat iPad 2 atau malah sebuah kekurangan, terkait besaran chip sim card yang didukung untuk mampu disematkan dalam slot yang tersedia. Berukuran setengah dari sim card biasa. Diperlukan sebuah alat khusus untuk bisa memotongnya tanpa merusak fisik lebih jauh.

Hal ini tentu akan berpengaruh pada kebiasaan pengguna dalam mengaktifkan paket data plan koneski internet yang digunakan. apabila menggunakan layanan PraBayar, saran kami adalah mengisi ulang pulsa sesuai kebutuhan paket data plan sebelum masa aktif paket data habis. Apabila kemudian hal ini tidak dilakukan kemudian paket data plan tidak bisa dilanjutkan, lantaran perangkat iPad tidak mendukung phone dialer untuk melakukan aktivasi paket data, pengguna diwajibkan datang langsung ke kantor pemasaran operator atau dealer penjual iPhone terdekat, mengingat kartu sim card tidak dapat digunakan di perangkat ponsel biasa.

Untuk masa penggunaan, iPad 2 diklaim mampu bertahan hingga 10 jam untuk pemakaian normal yang tentu saja jauh lebih irit daya ketimbang TabletPC lainnya dalam ukuran layar dan besaran daya yang sama. Hal ini bisa terjadi lantaran iPad 2 seperti halnya pula dengan iPad generasi pertama, tidak mendukung keberadaan Flash yang diduga sebagai penyebab utama borosnya daya perangkat TabletPC. Sayangnya, Ketiadaan ini mengakibatkan pengguna tidak dapat mengakses halaman web yang memanfaatkan Flash sebagai salah satu kontennya dengan baik.

Jika Rekan berminat, iPad 2 kini ditawarkan pada kisaran harga 6,5 juta rupiah untuk storage 16 GB dan tautan perbedaan kisaran 750ribu untuk kelipatan Storagenya.

iPad 2 bisa jadi hanyalah sebuah Evolusi dari Trendsetter yang telah diciptakan oleh iPad generasi pertama sejak awal. Mengingat tidak banyak perubahan desain dan juga kemampuan yang dapat dilakukan oleh iPad 2. Meski demikian, iPad 2 tetap mampu menginspirasi puluhan TabletPC lainnya untuk minimal melakukan pembaharuan demi melanjutkan masa kejayaan.