Sulitnya berpaling dari Android

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Realistis saja…

Selama Copy Paste dan sharing file via Bluetooth masih sulit dilakukan, rasanya secanggih apapun teknologi iOS dan Apple, saya bakalan susah berpaling dari Android. Ini Sikap.

Mungkin bisa dibilang bahwa karena  sulitnya mengubah pola pikir, dimana konten bajakan sebenarnya sudah gag berlaku lagi di iOS dan Apple, seperti ungkapan seorang kawan. Tapi bukankah belum tentu bahwa semua konten merupakan bajakan yang selalu berkaitan dengan hak cipta saat kemudian terbersit keinginan untuk melakukan Copy Paste dan sharing file via Bluetooth ? Karena bisa saja, yang akan dieksekusi adalah file dokumen yang sekiranya penting untuk kita gunakan secara mobile. Potensi ada, tapi tidak semua kan ?

Bukankah ada fitur Cloud ? Nah ini dia masalahnya…

Realistis saja…

Karena saya jelas merasakan hidup di Indonesia, dimana yang namanya sinyal koneksi internet belum mampu dijangkau secara merata oleh provider. Jadi jangan berharap bahwa Tuhan akan selalu memberikan Hotspot gratis di semua wilayah-Nya. Maka akan menyusahkan apabila kelak secara kebetulan kita berada pada area tersebut dan memiliki kepentingan sebagaimana gambaran diatas.

Jadi ceritanya saya bertanya balik, apa yang bisa kalian lakukan dengan perangkat pintar dan canggih disaat area dimana kalian berdiri tidak mampu mengcover koneksi internet ? Jangan sampai hanya bisa digunakan untuk bermain games saja.

Jujur, saya pribadi terkadang memposisikan perangkat pintar lebih mementingkan fungsi kerja ketimbang social medianya. Jadi ya ketika berada dalam situasi kepepet, minimal kerjaan itu tetap bisa terlaksana dengan baik. Gag menyusahkan penggunanya, karena perangkat pintar dibuat untuk memudahkan aktifitas baik online maupun offline.

Nah, menurut kamu gimana ?

Android, iOS, BlackBerry atau Windows Phone ?

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Setahun lalu, tepatnya diawal bulan, saya sempat menurunkan ulasan topik yang sama namun dalam versi yang sedang trend saat itu. Kini saya mencoba untuk menurunkannya kembali sebagai alternatif pilihan bagi kawan semua, dalam memilih sistem operasi yang kini makin berkembang pesat bagi perangkat mobile phone dan tabletpc di awal tahun 2013.

Android. Kini sistem operasi ini merupakan Raja dari semua sistem operasi perangkat ponsel dan tabletpc yang beredar di seluruh penjuru dunia. Hal yang wajar jika Kawan mengetahui sebabnya. Ya, Android digawangi oleh sekian banyak vendor dan operator yang siap memperebutkan kue keuntungan penjualan yang kian hari kian menggoda saja. Bahkan beberapa nama yang dahulu sempat turun naik dari tingkat penjualan, kini mulai merangkak naik mengalahkan nama-nama branded lainnya. Katakan saja Samsung, Huawei dan Sony.

Melesatnya Android ke lini terdepan tentu tak lepas dari kegigihan sang pengembang yaitu Google dalam membuat inovasi demi inovasi baru untuk melengkapi fungsi dan fitur teknologi terkini yang dikembangkan oleh masing-masing vendor demi menjawab tantangan serta kebutuhan para pengguna dan penggila teknologi yang kian haus aktifitas. Jika setahun lalu versi 2.3 GingerBread merupakan yang terbanyak digunakan oleh sejumlah perangkat berbasiskan Android, kini versi 4.0 Ice Cream Sandwich sepertinya sudah menjadi standar baku perilisan perangkat terbaru, meski beberapa diantaranya malah sudah mencoba dan mendapatkan opsi UpGrade ke versi yang lebih baik 4.1 ber-code name Jelly Bean.

Dengan makin berkembangnya teknologi yang dibesut oleh sejumlah vendor, operator serta sang pemilik Android, maka tidak heran jika kemajuan yang dihasilkan pun cukup jauh dari setahun lalu. Adapun Ukuran yang diberikan tak lagi kisaran tahun atau semester, namun sudah tahap bulan. Dimana kecanggihan yang dijejalkan dalam perangkat ponsel dan tabletpc berbasiskan Android sudah mencakup prosesor empat inti atau Quad Core, kapasitas standar internal storage sebesar 4 GB, besaran Memory RAM 2 GB, hingga resolusi layar dan kamera HD. Belum termasuk dengan tambahan stylus pen yang kini dikenal dengan istilah Note series yang siap memberikan presisi inputing yang lebih baik ketimbang penggunaan teknologi yang sama enam tujuh tahun yang lalu. Bahkan kabarnya kedepan sedang dikembangkan beberapa teknologi lagi, diantaranya yang mampu melakukan panggilan telepon saat ponsel didekatkan pada telinga pengguna.

Berpengaruhnya Android di pasar dunia, makin lengkap dengan masuknya perangkat mobile phone dan tabletpc di semua lini, dari harga yang terjangkau atau menengah kebawah hingga kelas premium dengan suntikan teknologi terkini. Sudah begitu, ketiadaan perbedaan yang mendasar antara sejumlah kelas tersebut, menjadikan Android tetap menarik untuk dilirik. Katakan saja dukungan ribuan aplikasi siap pakai dari pasar aplikasi Google Play serta jaminan untuk mengalihfungsikan perangkat menjadi mobile hotspot merupakan jualan utama dari semua vendor yang hadir dengan menggunakan Android sebagai sistem operasi utama.

iOS AnDroid BB Windows Phone PanDe Baik

Jika Android mengambil porsi hingga setengah lebih kue penjualan ukuran Global, maka seperempatnya harus cukup puas diambil oleh iOS, sistem operasi unix yang dikembangkan oleh perusahaan ternama Aplle. Hingga saat ini, sistem operasi iOS yang telah dirilis ke pasar sudah mencapai versi 6.0. membawa banyak perubahan terutama berkaitan dengan aplikasi SIRI, voice assistant yang kini banyak dijiplak oleh pengembang lainnya, termasuk Android dan Samsung.

Pada tahun 2012 lalu, Apple terpantau merilis dua pasang perangkat sekaligus, baik di awal dan juga akhir tahun. Pecahnya tradisi yang dahulu selalu dipegang oleh Apple dengan merilis satu perangkat tiap tahunnya, tak pelak menimbulkan prasangka bahwa langkah ini diambil lantaran persaingan dari sistem operasi dan vendor lain, berkembang sangat cepatnya. Maka pasarpun dikejutkan dengan dirilisnya perangkat TabletPC iPad 3 (new iPad) dan iPad 4, ditambah seri ponsel iPhone 4S dan iPhone 5. Sayangnya, meski teknologi yang diusung tergolong canggih dan terkini, urusan harga yang masih tinggi di langit, rasanya agak susah jika mengharapkan Apple mampu menarik konsumen sebanyak perangkat Android.

Turunnya sang inovator terbaik seperti yang diklaim banyak pihak dan media ke posisi kedua tingkat global, menyebabkannya harus bersaing ketat dengan brand lain yang maju dengan mengandalkan sistem operasi Android termasuk vendor china sekelas Huawei. Meski demikian, pembuktian perolehan hingga 25% penjualan pada tahun 2012 lalu tetap ditenggarai memiliki fanboy sejati yang tetap akan menanti kemajuan demi kemajuan teknologi yang kini sedang dikembangkan oleh Apple.

Jatuh bangun perusahaan pengembang sistem operasi asal Canada, Research In Motion RIM lewat perangkat BlackBerry, lumayan banyak mengundang kecaman dan dugaan sedari awal tahun 2012, bahwa mereka akan bangkrut dalam waktu dekat. Apalagi tempo hari sedikit demi sedikit perusahaan melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya untuk dapat menekan cost akibat tingkat penjualan yang makin menurun. Penyebabnya sederhana. BlackBerry tak mampu ikut bersaing menyajikan teknologi terkini pada perangkat yang dirilisnya selama setahun terakhir. Jualannya masih sama, yaitu BlackBerry Messenger yang diklaim diminati banyak orang. Sayang, dalam prakteknya tidak demikian.

Melorotnya nama BlackBerry ke peringkat ketujuh tingkat global dan disalip oleh nama-nama sekelas Sony maupun HTC, membuat RIM selaku pengembang utama ponsel pintar berbadan gembul ini, mau tak mau mengikuti arus teknologi berlayar sentuh dan dalam waktu dekat bakalan merilis seri 10-nya. Salah satu yang kabarnya bakalan diandalkan dalam seri tercanggihnya ini adalah terintegrasinya BlackBerry Messenger versi 7, yang mampu mengakomodir fitur voice call (layaknya Skype), antar pengguna BlackBerry, termasuk yang masih mengadopsi sistem operasi versi lama. Ditambah fitur jejaring sosial, sms dan email dalam satu akses yang sama.

Selain itu, terdapat pula kemudahan pengoperasian dan meminimalkan delay yang terjadi, sehingga pengguna dijanjikan bakalan mendapat banyak pengalaman baru jika dibandingkan perangkat BlackBerry model lama.

Ditambah beberapa fitur yang menjadi standar baru dan disematkan pada tekologi layar sentuhpun ikut serta menjadi jualannya kali ini, sehingga klaim dari sang pengembang, kelak BlackBerry versi 10 ini bakalan diturunkan dan bersaing dengan iPhone dan Android. Tak lupa penggunaan prosesor Dual Core, kamera beresolusi besar plus keberadaan kamera depan, bakalan mengubah image yang selama ini tertanam di pikiran pengguna, akan segala keterbatasan yang dimiliki BlackBerry sejauh ini. Kabarnya pada akhir Januari 2013, BlackBerry bakalan merilis dua perangkat mutakhirnya, diikuti empat lainnya selama tahun yang sama.

Jika setahun lalu nama Windows Phone masih tenggelam oleh terangnya ketiga nama perangkat diatas, di tahun 2013 kali ini bisa dikatakan bakalan menjadi puncak titik balik sistem operasi buatan Microsoft untuk bersaing dan memperebutkan tahta tiga besar. Untuk memuluskan jalannya, dua vendor besar yang sejak awal dengan setia berkolaborasi, siap menjadi pionir dan pendahulu. Nokia dan HTC.

Nama Nokia selama ini memang sudah hampir bisa diidentikkan dengan perangkat Windows Phone, meski bayang-bayang Symbian dan Asha series, masih melekat erat dibenak sebagian besar pengguna teknologi mobile phone. Kerjasama antara Nokia dengan pihak Microsoft sempat pula dianggap sebagai pengambilan keputusan dengan jalan yang salah. Seiring berjalannya waktu, mereka seakan ingin membuktikan sekali lagi pada pasar gobal, bahwa pengorbanan memang diperlukan untuk bisa kembali menjadi sang raja.

Lumia series, merupakan brand jualan Nokia sejak bekerja sama dengan pihak Microsoft. Di tahun 2012 lalu, Nokia merilis beberapa series yang sayangnya masih dikecam banyak pihak lantaran penggunaan material ponsel yang menimbul kan bunyi saat ditekan. Kini, mereka hadir kembali dengan mengusung sistem operasi Windows Phone versi 8 dengan memanfaatkan material yang lebih baik dan solid.

Banyak Teknologi yang berusaha diperkenalkan Nokia terutama yang memang sudah berjaya di era Symbian terdahulu, seperti Nokia Maps. Selain itu terdapat pula fitur Applications Store yang mampu digunakan dalam multi platform Windows Phone. Belum lagi pemanfaatan lensa kamera Carl Zeiss nampaknya sudah menjadi keharusan dalam setiap seri yang bakalan diluncurkan dalam waktu dekat.

Tak seperti Nokia, nama HTC dan kolaborasinya dengan pihak Microsoft, bisa dikatakan sudah berlangsung sejak lama. Tepatnya saat era Windows Mobile dirilis ke pasar satu dasa warsa lalu. Hubungan ini terus berlanjut meski tingkat penjualannya makin menurun, hingga kemudian HTC tampil sebagai nama vendor setelah merekrut beberapa operator ternama, diantaranya O2.

Dalam usahanya kali ini, HTC tampaknya ingin meneruskan hegemoni seri X yang memang didirilis ke pasar pengguna demi menjawab tantangan multimedia dan kecepatan, demi bersaing dengan nama lain. Meski nama HTC hanya mampu meraih posisi keenam tingkat global, namun bisa dikatakan tak satupun seri mereka dapat dikategorikan sebagai ponsel murah. Itu sebabnya nama HTC kurang mampu menjangkau kalangan menengah kebawah seperti halnya para pesaingnya.

Mengandalkan nama besar milik Nokia dan HTC, Windows Phone kali ini tentu saja patut ditunggu. Bahkan bukan tidak mungkin bakalan merebut sedikit dari pasar Android yang kini sudah mulai berjalan stagnan lantaran kesamaan perangkat yang dirilis oleh beragam vendor. Kehadirannya bak kuda hitam yang siap menjatuhkan para lawan lewat jualan multimedia dan kemudahan pengoperasian.

Semua pilihan sudah disiapkan sejak awal tahun 2013, jadi kini tinggal menyerahkannya pada pengguna. Mau memilih Android, iOS, BlackBerry atau Windows Phone ?

Berbagi Koneksi lewat Jaringan Wifi

Category : tentang TeKnoLoGi

Mendapatkan layanan paket data yang bersifat Unlimited tanpa adanya penambahan beban biaya saat Kuota terlewati dengan harga yang terjangkau, bisa dikatakan sudah sangat sulit ditemukan belakangan ini. Kalaupun ada, bisa jadi alternatif operator yang tersedia pun sangat terbatas, mengingat ada banyak faktor yang membuatnya mampu untuk dapat digunakan dengan baik. Sayang, tidak semua paket layanan data tersebut dapat dijangkau secara nilai oleh kebanyakan orang, sehingga tips kali ini kami bagi kepada Kawan semua, tentang Bagaimana cara untuk berbagi koneksi melalui Wifi dengan memanfaatkan satu layanan paket data saja.

Mengapa satu ? karena untuk mendapatkan satu layanan paket data yang bersifat Unlimited secara memuaskan semua pihak biasanya harus ditebus dengan nilai yang tidak sedikit. Maka saran kami berikutnya sebelum memulai tips adalah melakukan patungan biaya antar beberapa kawan untuk dapat menutupi biaya langganan bulanan yang dikenai oleh provider yang kelak digunakan. Seberapa besar biayanya ? tentu Kawan yang nanti lebih tahu, baik berdasarkan penjelasan dari website resmi masing-masing operator ataupun rekomendasi dari kawan lain yang telah lebih dulu mencobanya.

Lantas, apa saja yang dibutuhkan untuk dapat Berbagi Koneksi lewat jaringan Wifi ? semua kembali pada jenis perangkat yang kawan Gunakan. Apakah itu berupa modem router, mobile ponsel, smartphone ataupun tabletpc atau barangkali perangkat PC atau Notebook sekalipun. Semua memiliki jenis pengaturan yang berbeda satu sama lain, demikian halnya dengan kemampuan.

Pesatnya kemajuan teknologi di dunia telekomunikasi merupakan faktor utama mengapa hal seperti ini sudah bisa dilakukan. Bahkan bisa dikatakan bahwa tips ini telah dapat dilakukan satu dua tahun lalu berkat inovasi dari salah satu sistem operasi yang kini mulai mendominasi dunia.

Bila kawan memiliki sebuah perangkat modem router yang kini telah banyak dapat ditemukan di pasaran, barangkali akan jauh lebih mudah mengingat tidak banyak persyaratan yang dibutuhkan untuk dapat membagi koneksi lewat jaringan wifi ke banyak pengguna. Cukup menggunakan satu kartu yang telah diaktifkan layanan paket data Unlimitednya, Kawan tinggal melakukan pengaturan dengan berbagai kesepakatan antar pengguna yang kelak memanfaatkannya. Apakah akan ada pemberlakuan privacy atau input kode password tertentu yang diganti secara berkala agar tidak sembarang orang dapat menggunakannya, atau halaman atau aktifitas yang boleh dilakukan atau tidak diakses demi menjaga batasan kuota pemakaian wajar. Untuk harga modem Router sejenis ini bisa didapatkan dari kisaran 300ribuan hingga 1,7 juta rupiah bergantung pada merek dan kemampuannya.

Lain lagi jika perangkat yang Kawan gunakan ini merupakan perangkat mobile ponsel yang dari ragamnya memang mengadopsi berbagai sistem operasi. Persyaratan utama selain adanya dukungan koneksi jaringan wifi yang dimiliki secara built in pada perangkat serta kartu tadi, Kawan pula harus menyiapkan berbagai upaya dari aplikasi maupun upgrade versi sistem operasi, yang sedianya dapat mendukung perangkat untuk melakukan kemampuan seperti yang kami maksudkan.

Untuk yang mensyaratkan penggunaan aplikasi, datang dari ponsel Nokia yang masih mengadopsi sistem operasi Symbian 60 atau versi Belle dan Anna, yaitu menggunakan bantuan aplikasi JoikuSpot. Aplikasi ini tersedia dalam dua versi, gratis dengan kemampuan yang terbatas dan berbayar.

Sedang bagi perangkat mobile ponsel yang mensyaratkan proses Upgrade, datang dari perangkat BlackBerry yang mensyaratkan sistem operasi versi 7.1 dengan fitur yang dikenal dengan istilah Mobile Hotspot, serta perangkat ternama iPhone/iPad yang mensyaratkan proses upgrade ke iOS versi 4.3 untuk dapat menemukan fitur Personal Hotspot pada menu Pengaturan. Jikapun para pengguna produk Apple tidak mampu melakukan proses Upgrade perangkat lantaran ketidaktersediaan versi terkini dari sistem operasi yang digunakan, Kawan dapat memanfaatkan bantuan aplikasi MyWi dengan tambahan perangkat kabel data atau Bluetooth.

Sedangkan bagi perangkat mobile phone yang memang sudah mengadopsi fitur berbagi koneksi melalui jaringan Wifi ini, datang dari sistem operasi Windows Phone baik versi 7, 7,5 dan yang terkini 8, dengan menggunakan istilah Internet Sharing. Ada juga perangkat ponsel maupun tabletpc yang berbasiskan Android, sudah bisa melakukan kemampuan ini sejak dirilisnya sistem operasi versi 2.2 Froyo dua tahun lalu. Adapun istilah yang digunakan dalam perangkat ini adalah Tethering dan dapat ditemukan dalam menu Pengaturan Wireless.

Berbeda dengan kemampuan pengaturan lanjutan yang dapat dilakukan oleh modem Router seperti yang kami sebutkan diatas, untuk sesi pengaturan yang dapat dilakukan pada perangkat mobile phone ini hanyalah fitur Privacy atau input kode keamanan serta persetujuan bagi perangkat mana saja yang diperbolehkan mengakses jaringan seperti yang terdapat dalam perangkat Android milik brand asal Korea Selatan, HTC.

Perangkat terakhir yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aksi Berbagi Koneksi lewat wifi adalah PC ataupun Notebook yang memang mutlak harus memiliki kemampuan koneksi Wifi built in. Sedang sarana yang dapat digunakan untuk membagi koneksi ke banyak pengguna adalah pemnfaatan aplikasi mobile hotspot, dimana salah satu yang dapat kami rekomendasikan disini adalah Connectify. Seperti halnya dua jenis perangkat sebelumnya, Pengaturan Privacy merupakan hal yang mutlak dilakukan saat proses instalasi selesai. Dimana proses ini akan diikutsertakan dalam tutorial awal langkah penggunaan aplikasi Connectify. Lantas bagaimana dengan sumber koneksinya ? apakah dengan menggunakan kartu sim card dari operator ? tentu tidak, karena sangat jarang bisa ditemukan perangkat pc ataupun notebook yang memiliki slot sim card secara khusus langsung dalam bodi perangkat. sehingga alternatif yang dapat ditawarkan disini adalah Modem usb biasa atau mobile ponsel non smartphone (yang biasanya disebut dengan istilah feature phone) yang telah diubah kemampuannya sebagai modem dengan bantuan kabel data atau bluetooth.

Tips berbagi koneksi melalui jaringan wifi kali ini, bisa menjadi solusi praktis bagi sebagian orang yang menginginkan ketersediaan jaringan internet mumpuni lewat satu perangkat dengan biaya langganan bulanan yang dapat dikumpulkan secara kolektif.

iPhone 5, Generasi keenam yang paling dinanti

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Tampaknya Apple bisa kegerahan juga saat beragam ponsel Android diluncurkan dengan menggunakan teknologi dan desain yang mereka kembangkan selama bertahun-tahun dalam berbagai ukuran dimensi layar dari 4, 5, 7 hingga 10 inchi. Ini dibuktikan dengan rilisnya perangkat iPhone 5, generasi keenam dari ponsel yang berbasiskan sistem operasi iOS yang memiliki penampilan sedikit berbeda dengan generasi sebelumnya. Alih alih mendesain ulang perangkat, Apple hanya memperpanjang dimensi ponsel hingga layar dapat diexpand seluas 4 inchi.

iPhone 5 memang pantas dinanti, terutama bagi sebagian besar die hardnya yang kabarnya rela menjual dan melelang perangkat iPhone 4S mereka untuk dengan segera mengantre peluncuran resminya di Amerika Serikat sana. Tak kurang sekitar 200 fitur baru yang dipersembahkan oleh tim pengembangan sistem operasi lewat iOS v.6. Diantaranya aplikasi peta terbaru Apple Maps yang dibekali kemampuan turn by turn navigasi, integrasi akun jejaring sosial facebook, aplikasi penyimpan user password pengguna atau Passbook, peningkatan kemampuan SIRI dan shared photo stream via iCloud.

Beberapa penyempurnaan lain yang dahulu menjadi kekurangan dari iOS v.5 pun kini sudah bisa dinikmati oleh pengguna iPhone diantaranya pemanfaatan signature yang berbeda-beda untuk multiple akun email, kemampuan untuk melakukan insert photo pada akun email, kustomisasi alarm termasuk pengubahan nada yang digunakan, serta pembatasan jumlah iklan yang biasanya hadir didalam akses aplikasi pada perangkat.

Dengan mengandalkan dimensi perangkat 123,8 x 58,6 x 7,6 mm menjadikan iPhone 5 tampak lebih panjang dan pipih dari seri sebelumnya. Bahkan dimensi 7,6 mm sekaligus menjadikan iPhone 5 perangkat paling slim dibandingkan Samsung Galaxy Tab 7.7 sekalipun. Itu sebabnya dari beberapa iklan resmi yang sempat kami lihat tampaknya memang tak ada perubahan perilaku dari para penggunanya kelak meski kini mereka tampil dengan layar yang sedikit lebih besar.

Tidak ada keterangan resmi yang diberikan oleh pihak Apple terkait dapur pacu yang digunakan oleh iPhone 5 selain spesifikasi Chipset A6. Namun kabarnya setelah beberapa kali pengujian benchmarking dilakukan oleh banyak pihak, kecepatan prosesor terdeteksi sebesar 1,3 GHz Dual Core. Ini menjadikan iPhone 5 tampil jauh lebih baik dari generasi sebelumnya seperti halnya New iPad 3 dari segi akses aplikasi dan rendering halaman.

Diatas kertas bolehkan kita mencibir kecepatan prosesor yang dipasok oleh Apple untuk perangkat iPhone 5, mengingat di tahun ini jenis empat inti atau Quad Core 1,5 GHz sudah diadopsi oleh beberapa ponsel yang mengusung sistem operasi Android seperti Samsung Galaxy S III, HTC One X dan barisan LG terkini. Namun jangan salah, berdasarkan pengujian tadi rupanya secara nilai kecepatan yang disajikan, rata-rata memberikan hasil yang terpaut cukup jauh untuk iPhone 5 meninggalkan ponsel lainnya. Cukup mengagumkan bukan ?

Urusan kamera, iPhone 5 dibekali lensa 8 MP dengan kinerja optik yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Teknologi ini diberi nama iSight dimana kemampuannya diakui dalam memberikan hasil gambar yang jauh lebih jernih. Ditambah lagi fitur Panorama yang memungkinkan pengguna untuk menangkap gambar hingga 28 MP serta kemampuan untuk merekam gambar/video sambil mengambil gambar/foto sekaligus.

Beberapa pembaharuan teknologi yang kini mulai diterapkan oleh iPhone 5 sebetulnya sudah mampu dilakukan atau digunakan lebih dulu oleh beragam perangkat Android lain jauh sebelumnya. Katakan saja integrasi akun jejaring sosial, kemampuan tambahan pada akun email hingga pemanfaatan dua aktifitas secara sekaligus pada lensa kamera seperti yang telah disebut diatas tadi. Namun tetap saja ini menjadi satu hal yang disambut positif oleh jutaan pengguna Apple seluruh dunia.

Sayangnya, untuk fitur Maps atau peta yang kabarnya dikembangkan secara khusus oleh pihak Apple, dimana mereka memutuskan untuk menghapus kemampuan Google Maps yang diadopsi sebelumnya, masih sangat mengecawakan bagi para penggunanya dan hal ini sudah diakui pula secara resmi oleh pihak Apple. Dan janji mereka dalam waktu dekat, update akan disediakan untuk menyempurnakan kelemahan tersebut.

Jadi sembari menunggu versi update Maps yang jauh lebih sempurna, ada baiknya para fans Apple dan iPhone bisa dengan sabar pula menunggu tanggal rilis resmi iPhone 5 di Indonesia yang entah kapan pastinya.

Menyibak Perseteruan iPhone (Apple) VS Android (Samsung)

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Perang paten pertama di dunia.

Tak salah memang jika satu media online menyatakan demikian melihat pada perseteruan Apple melawan Samsung (ditambah nama lain seperti HTC dan Motorola) seakan tiada habisnya. Perang Paten yang dilancarkan oleh kedua belah pihak pada pengadilan di berbagai negara menyasar klaim pelanggaran yang dilakukan pihak lawan terkait rilis perangkat ponsel dan TabletPC masing-masing. Sebagian diantaranya menyatakan memenangkan pihak Apple sebagai produsen dari semua produk berbasis iOs mencakup iPhone, iPad dan iPod, sebagian lainnya memenangkan pihak lawan yang merupakan garda depan pengguna sistem operasi Android.

Sudah lama Steve Jobs mengungkapkan kebenciannya terhadap rilis resmi sistem operasi Android yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google, lantaran diklaim mencuri dan mencontek ide atau konsep dari perangkat iPhone, perangkat fenomenal yang dikenal publik pada tahun 2007 silam. Bahkan Steve kabarnya siap melakukan perang nuklir untuk memenuhi ambisinya menghancurkan Android.

Diantara produsen perangkat pintar berbasis si Robot Hijau, Samsung dikenal loyal dan rajin merilis perangkat berbagai spesifikasi mengambil semua lini pasar konsumen. Tidak heran jika penjualan Samsung pada akhirnya mampu melampaui semua brand ternama lainnya termasuk Nokia dan BlackBerry. Sayangnya, bibit perseteruan Samsung dengan pihak Apple mulai dilancarkan seiring merilis perangkat Galaxy series yang rata-rata meniru bahkan ada pula yang menyerupai bentukan ponsel iPhone dan tabletpc iPad. Tidak lupa bagi yang gemar menyambangi portal berbagi Video, kami yakin mengetahui iklan yang dirilis saat Samsung mengeluarkan seri Galaxy S II dan Note. Dengan ide serupa, Samsung berusaha mematahkan antrean pengguna yang berbaris rapi di depan Apple Store.

Selain penjiplakan desain perangkat dan sistem operasi Android versi 2.x, Apple melancarkan pula klaim penggunaan paten layar sentuh yang mampu mengakomodir sentuhan jari (bukan stylus seperti halnya perangkat pintar era Windows Mobile), bentukan icon serta sinkronisasi perangkat untuk mentransfer musik dan file lainnya dari komputer pribadi ke smartphone dan tabletpc.

Di lain pihak, Samsung pun mencoba melancarkan pelanggaran hak paten atas beberapa teknologi seperti koneksi 3G dan wireless yang pula diadopsi oleh Apple, ditambah klaim teknologi milik HTC dan Motorola yang kini telah diakuisisi oleh Google.

Tidak kurang dari 25 produk smartphone dan tabletpc milik Samsung yang diklaim memanfaatkan aspek-aspek teknologi paten yang dimiliki Apple, diantaranya Galaxy Ace, Galaxy S, Galaxy S II, Galaxy Tab, Galaxy Tab 10.1, Galaxy Nexus dan varian lainnya yang beredar di sejumlah negara. Meski rata-rata yang diklaim merupakan perangkat lama yang kini telah berstatus diskontinyu, kabarnya dalam waktu dekat perangkat terkini yang baru saja dirilis seperti Samsung Galaxy S III dan Note series bakalan masuk daftar perangkat yang dituntut oleh Apple untuk dihentikan penjualannya.

Seakan tak mau kalah, Samsung pun menuntut balik beberapa perangkat yang dirilis oleh Apple mencakup iPhone 3GS, iPhone 4, iPad dan iPad 2. Sama halnya seperti yang dilakukan Apple, dalam waktu dekat Samsung pun sedang berancang-ancang menyasar perangkat iPhone 5 dan iPad 3.

Pengadilan Tinggi San Jose, Caifornia Amerika Serikat awal September lalu menyatakan bahwa Samsung telah melanggar paten dari produk milik Apple. Dari keputusan ini pihak Samsung dikenai denda dan membayar royalty kepada Apple sebesar US$1,51 miliar, lebih kecil dari jumlah yang dituntut oleh Apple yaitu $2,5 miliar. Hasil ini berbeda dengan keputusan pengadilan di kandang Samsung, Korea Selatan dimana baik pihak Samsung dan Apple sama-sama dianggap melanggar paten dan keduanya harus membayar denda. Samsung dikenai denda 25 juta Won sedangkan Apple 40 juta Won. Demikian halnya dengan Pengadilan Distrik Tokyo, menolak gugatan paten Apple dan menyatakan Samsung tidak melanggar paten teknologi perangkat mobile dan sinkronisasi komputer milik Apple.

Meski yang disasar oleh Apple adalah brand besar Samsung, namun sistem operasi Android tetap menjadi prioritas utama. Itu sebabnya, kekalahan Samsung di pengadilan Amerika Serikat cukup membuat beberapa nama lainnya seperti HTC, Sony, Motorola ataupun Acer sedang berupaya untuk merilis Update atau Android yang telah dimodifikasi untuk menghindari tuntutan Apple terkait pelanggaran hak paten tersebut. Ini dilakukan lantaran HTC pernah mengalami hal serupa dan lolos di pasar Amerika Serikat dengan merilis perangkat Android memanfaatkan User Interface HTC Sense.

Selain dampak negatif yang diakibatkan oleh putusan yang dijatuhkan oleh pengadilan Amerika Serikat pada Samsung, ada juga dampak positif yang kelak bakalan dirasakan oleh pengguna ponsel Android di semua lini. Yaitu kepastian untuk mendapatkan Update atau Upgrade versi sistem operasi baik ke versi 4.0 Ice Cream Sandwich ataupun 4.1 Jelly Bean. Ini karena pelanggaran hak kekayaan intelektual yang dipakai di Android, hanya berlaku untuk versi sistem operasi Android yang lebih lawas (versi 2.x).

Meski saling berseteru soal pelanggaran hak paten, hal ini tidak merusak hubungan bisnis di antara keduanya. Apple masih menjadi pelanggan terbesar Samsung. Begitupun Samsung, yang masih melayani pembuatan komponen penting untuk perangkat mobile Apple. Perusahaan asal Korea Selatan ini dipercaya membuat chip prosesor, chip DRAM, memori NAND yang bersaing dengan brand Toshiba, sedang pembuatan layar datar untuk iPhone dan iPad, Samsung harus bersaing ketat dengan LG. Lantaran keduanya tak ingin mengambil risiko dalam hal pembuatan komponen, kabarnya kontrak bisnis tetap menjadi isu terpisah dengan litigasi yang sedang berlangsung.

Adanya perseteruan antara kedua pihak terkait pelanggaran hak paten, namun disisi lain kontrak bisnis tetap berjalan, tak salah apabila banyak pihak yang mengatakan bahwa ini adalah sebuah bisnis yang baik. Karena efek dari perseteruan diatas adalah makin berlombanya konsumen untuk membeli perangkat yang masuk dalam daftar tuntutan sebelum penjualannya kelak benar-benar dihentikan. Lantas bagaimana kelanjutannya ? kita lihat saja sejauh mana isu ini akan bergulir.

Tentang Perseteruan Apple vs Samsung

2

Category : tentang Opini, tentang TeKnoLoGi

Steve Jobs berang. Google mencuri idenya dengan mewujudkan sistem operasi Android. Maka perangpun dimulai.

Perseteruan Apple vs Samsung yang mempersoalkan banyak hal mulai pelanggaran hak paten terkait desain ponsel dan tablet berlayar lebar (hampir memenuhi layar dan minim tombol), sentuhan layar dengan memanfaatkan jari hingga beberapa operasional yang memang diakui atau tidak, Apple lah yang terlebih dulu mempublikasikan ke publik lewat iPhone tahun 2007 lalu. Meskipun secara ide, itu bukanlah original milik Apple.

Samsung di tahun pra rilis iPhone bisa dikatakan ‘tinggal menunggu waktu. Beberapa peruntungannya lewat rilis ponsel menggunakan sistem operasi Symbian dan Windows Mobile bisa dikatakan jauh dari harapan. Demikian halnya dengan desain yang hampir tak pernah merilis perangkat spektakuler layaknya kini. Konsep tiruan langsung bisa ditebak pasca dipublikasikannya iPhone, dan Samsung secara perlahan satu persatu merilis perangkat yang bisa dikatakan menyerupai hingga akhirnya menyamai.

Memang ungkapan hakim yang menangani kasus perseteruan ini bisa dibenarkan, bahwa Konsumen tidak akan kebingungan memilih mana produk Apple demi melihat desain milik Samsung seperti yang dipermasalahkan oleh pihak Apple, dan tablet Samsung (Galaxy Tab 1rst) tak sekeren iPad (generasi pertama). Namun tetap saja meniru desain yang sudah dipatenkan, tak dapat dibenarkan. Tapi kenapa justru Samsung ? jika yang dipermasalahkan oleh Steve Jobs justru pada sistem operasi yang digunakan alias Android ?

Bisa jadi lantaran dua iklan Samsung yang secara terang-terangan melakukan konfrontasi terhadap ponsel milik iPhone. Bagi yang pernah menyaksikan iklan yang saya maksud, dijamin maklum dengan tuntutan Apple. Kalo gag salah waktu rilis Samsung Galaxy S II dan Samsung Galaxy Note. Dua iklan yang sebenarnya punya nafas sama, yaitu menyasar pada antrean pembelian perangkat iPhone.

Pukulan telak lalu dilayangkan oleh Apple dan disetujui oleh Pengadilan Amerika. Samsung harus membayar sejumlah nilai pada Apple atas sejumlah pelanggaran meliputi desain hingga operasional perangkat seperti yang disebutkan diatas.

Meskipun Samsung dinyatakan menang di pengadilan Korea Selatan tempat asal Samsung dikembangkan, namun kemenangan Apple di pengadilan Amerika kini mulai membuat ketar ketir para produsen perangkat ponsel pintar dan tabletpc yang memanfaatkan sistem operasi sama. Android. Mau tidak mau Google sebagai pengembang utama diharuskan turun tangan membackup Samsung kelak.

Perseteruan dua klan besar di jagad teknologi komunikasi, dibarengi pula dengan perseteruan fanboy atau pengguna masing-masing perangkat. Bukan rahasia lagi jika pengguna Apple dan Samsung juga Android saling ledek, hina dan caci maki di setiap pemberitaan yang diturunkan baik media online hingga forum kenamaan. Apakah harus seperti itu ?

Bagi saya tentu saja salah besar.

Sebagai pengguna, selayaknya yang bisa dilakukan adalah menggunakan dan mengeksplorasi hingga nantinya menyebarkan dan menyerahkan pilihannya pada kawan lainnya. Jika pilihan jatuh pada perangkat yang berbeda dengan yang kita pegang, itu sepenuhnya merupakan pilihan yang bersangkutan atas semua alternatif pilihan yang diberikan. Jangan sampai hubungan pertemanan jadi renggang hanya karena perbedaan perangkat yang dimiliki.

Apple memiliki Ekslusifitas OS dan perangkat. Ponsel yang dirilis bisa dikatakan hanya satu setiap tahunnya. Itupun dirilis hanya menggunakan nama besar Apple. Berbeda dengan sang penjiplak, Android, maju lewat banyak nama, banyak spesifikasi dan banyak pilihan harga. Secara tidak langsung membuatnya tampak jauh lebih pasaran. Namun banyaknya pilihan inilah yang kemudian mengakibatkan Android tampak jauh lebih menarik untuk dicoba bagi sebagian besar pengguna ponsel tanah air. Mengingat belum banyak yang mampu menyisihkan budget minimal 5 jutaan untuk sebuah ponsel. Demikian halnya saya.

Jika saja Apple mau merilis ponsel OS terkini mereka dengan harga yang lebih logis, barangkali akan banyak pengguna Android dan juga ponsel lain berpaling. Tak lupa sistem penjualan aplikasi yang jauh lebih dipermudah. Oke, tidak sampai gratis, namun bisa dilakukan tanpa harus membeli voucher lewat Kaskus yang memang diperuntukkan bagi pasar US misalnya. Karena hal inilah yang kemudian memicu dilakukannya JailBreak dan menghancurkan garansi yang dimiliki.

Apple punya ide, Samsung dan Android punya Market. Andai saja keduanya bisa dipadu, tentua akan lebih indah rasanya. Namun bisnis tak bisa diperlakukan demikian. Tanpa persaingan tentu takkan ada warna. Itu yang diyakini Samsung lewat inovasi-inovasi baru yang berusaha dilahirkan dalam setiap perangkatnya. Namun tetap penjiplak harus digilas, yakin Apple. Agar tak semudah itu hak cipta kekayaan intelektual ditiru begitu saja.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik seharusnya dari perseteruan Apple vs Samsung, dan itu bukan perseteruan saudara sebangsa.

Tips Pembuatan akun Apple ID

Category : tentang TeKnoLoGi

Untuk dapat mengoptimalkan perangkat besutan Apple baik iPad maupun iPhone, seperti halnya ponsel pintar lain dari Android, BlackBerry, Windows Phone bahkan Symbian dibutuhkan beberapa utility, aplikasi ataupun sarana hiburan tambahan yang kesemuanya itu dapat dicari dan diunduh secara resmi lewat Market atau Application Store di masing-masing perangkat. Agar bisa melakukannya dibutuhkan sebuah user akun yang memberikan syarat dan ketentuan berbeda untuk masing-masing jenis sistem operasi tadi. Sebagian ditawarkan secara gratis, sebagian lainnya dapat digunakan setelah pengguna membelinya sesuai nominal harga yang ditetapkan.

Apabila beberapa perangkat pintar seperti Android, BlackBerry ataupun Symbian sudah mampu memotong pulsa pengguna secara langsung untuk dapat melakukan pembelian aplikasi atau games yang diinginkan, tidak demikian halnya dengan user akun pada perangkat pintar milik Apple. Berdasarkan pendapat sejumlah Kawan Tokoh yang sudah mengalaminya, rupanya ada dua cara pembayaran atau pembelian yang bisa dilakukan. Namun tetap kedua cara tersebut membutuhkan pembuatan satu user akun yang dikenal dengan nama Apple ID.

Setidaknya ada tiga cara yang bisa dicoba untuk membuat akun Apple ID. Pertama melalui halaman web resmi milik Apple, kedua dilakukan melalui Aplikasi iTunes, sebuah aplikasi pc suite bagi perangkat Apple untuk melakukan sinkronisasi data ke pc/notebook yang dapat diunduh dari halaman yang sama, dan ketiga dari perangkatnya secara langsung. Prosesnyapun tergolong cukup gampang.

Proses pembuatan dimulai dari memilih nama Negara dimana pengguna tinggal, kemudian memasukkan alamat email yang nantinya akan digunakan sebagai username akun Apple ID, password, secret question untuk berjaga-jaga apabila pengguna melupakan password yang digunakannya. Langkah ketiga adalah memasukkan cara pembayaran, serta data pribadi dari nama, tanggal lahir, tempat tinggal serta nomor ponsel. Jika langkah ini dapat diselesaikan dengan baik, sistem akan meminta pengguna untuk memverifikasi akun melalui email yang dikirimkan lewat alamat diatas. Akun Apple IDpun siap digunakan.

Namun yang perlu dicermati dari langkah diatas adalah pada opsi ‘cara pembayarannya. Apabila Kawan Tokoh hanya melakukan pengunduhan aplikasi ataupun games yang ditawarkan secara gratis dari daftar App Store, silahkan pilih ‘Tidak Ada’ atau ‘None’. Sedangkan apabila kawan Tokoh ingin melakukan pembelian aplikasi ataupun games, dapat memilih cara pembayaran dengan menggunakan Kartu Kredit dari Visa, MasterCard, Amex dan Discover atau menggunakan iTunes Gift Card, semacam kartu voucher dengan menginputkan kode yang terdapat dalam kartu tersebut.

Nah, permasalahannya adalah ternyata iTunes Gift Card tersebut tidak diperjualbelikan secara bebas di Indonesia. Setidaknya demikian info yang kami dapatkan dari sebuah tempat penjualan perangkat Apple di seputaran Denpasar. Adapun bisa didapat dengan melakukan pembelian lewat forum dunia maya seperti Kaskus atau beberapa akun Twitter yang dapat dipercaya. Tips yang kedua terkait pemanfaatan iTunes Card ini adalah kesesuaian Nama Negara dengan tempat asal pembelian iTunes Card sedapat mungkin bisa disamakan. Itu sebabnya beberapa Kawan Tokoh menyarankan untuk menggunakan Negara United States sebagai pilihan pertama saat pembuatan akun Apple ID mengingat iTunes Card yang didapatkan dari forum ataupun akun Twitter tadi rata-rata berasal dari negara yang sama. Apabila tidak sama, bisa jadi proses input kode iTunes Card menyatakan ‘Invalid Code’ seperti yang kami alami tempo hari.

Adapun fungsi lain daripada pemanfaatan akun Apple ID selain pengunduhan aplikasi seperti yang disebutkan diatas adalah untuk melakukan registrasi penggunakan iMessage, aplikasi Messenger atau chat yang hanya dapat digunakan ke sesama pengguna iOS, sistem operasi perangkat pintar milik Apple, juga penggunaan FaceTime, aplikasi telekonference atau yang dikenal dengan chat video call dengan memanfaatkan kamera depan.
Semoga saja Tips kali ini bisa berguna pula bagi Kawan semua.

The New iPad

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat pertama kami berkesempatan memegangnya secara langsung, rasanya tak ada perubahan yang berarti yang dapat digambarkan dari sebuah perangkat tablet terkini keluaran Apple, the New iPad. Baik besaran perangkat, penataan tombol hingga lebar layar aktif masih tetap sama dengan pendahulunya, iPad dan iPad 2. Lanjut ke penampilan halaman homescreen, rasanya perasaan yang kami alami pun masih tetap sama, lantas apa dong keistimewaannya?

High-resolution Retina display, setidaknya ini adalah jualan utama New iPad 3rd generation. Apabila dibandingkan dengan penggunaan layar pada iPad generasi sebelumnya, baru akan terasa perbedaannya. Jauh lebih jelas dan jernih. Kelebihan ini dapat diuji dari galeri foto, halaman demi halaman saat melakukan browsing atau membaca buku, hingga menonton koleksi video. Pengalaman yang sama barangkali pernah juga kami alami saat memegang perangkat tablet dari sistem operasi lainnya. Didukung dengan resolusi layar super besar 2048×1536 pixel 264 pixels per inch (ppi), menjadikan tampilan the new iPad makin bersinar dan lega saat digunakan untuk beraktifitas. Padahal perangkat lain masih berkutat di resolusi 1024 pixel.

Mengusung Chipset Apple A5X Dual-core 1 GHz dengan GPU PowerVR SGX543MP4 (quad-core graphics) menjadikan kinerja New iPad lebih gegas meski secara kuantitas masih jauh tertinggal dari para kompetitornya. Dari beberapa kali pengujian yang kami lakukan dengan perangkat lain yang memiliki kecepatan setara, justru New iPad mampu tampil di posisi pertama di semua lini. Satu pencapaian yang patut diapresiasi mengingat seri sebelumnya masih dijumpai lag atau jeda seperti saat membuka beberapa halaman majalah digital secara cepat.

Apiknya kecepatan New iPad didukung pula oleh besaran Memory RAM sebesar 1 GB yang merupakan standar perangkat tablet untuk saat ini. Ditambah keberadaan internal storage 16 GB tanpa slot memory eksternal. Inilah satu-satunya kekurangan yang kami anggap patut disayangkan sehingga saran yang dapat diberikan adalah bijak memilah file yang akan disimpan didalam perangkat nantinya.

Apabila sebelumnya kamera yang terintegrasi pada generasi iPad selalu dijadikan alasan saat membandingkannya dengan perangkat lain, kini sepertinya harus mulai dilupakan mengingat kemampuan yang disematkan kali ini mencapai 5 MP dengan autofocus, geo tagging dan face detection. Bahkan untuk kemampuan rekam video-nya pun mengalami peningkatan hingga [email protected] Sedangkan untuk kamera depan masih sama dengan kualitas VGA.

Untuk mendukung keberadaan kamera tersebut New iPad kembali membekali Facetime, aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan video call antar pengguna iOS. Ditambah PhotoBooth untuk melakukan eksplorasi efek kamera pada objek foto.

Sedangkan persoalan akses, kamera pada New iPad dapat pula diaktifkan saat layar berada pada posisi terkunci. Hal ini mirip dengan perilaku lockscreen pada perangkat milik HTC.
Dengan mengandalkan sistem operasi iOS 5.1 tentu saja banyak perubahan yang kami alami saat mengoperasikan perangkat lebih jauh. Katakan saja pembaharuan sistem notifikasi drop down yang kabarnya mengadopsi bentuk milik sistem operasi lainnya yang kini berada disisi atas layar, akun Twitter yang telah terintegrasi, juga fasilitas voice untuk menulis dengan mendiktekan perangkat lewat tombol mikrofon. Untuk pembaharuan sistem operasi, pada iOS kabarnya dilakukan secara serentak, satu untuk semua. Ini tentu berbeda dengan kompetitor lainnya yang sangat bergantung pada vendor, dan pembaharuan akan secara otomatis diberitahukan lewat notifikasi yang tampil pada icon Pengaturan.

Seperti halnya perangkat berbasis iOS lainnya, untuk bisa mengeksplorasi perangkat New iPad lebih jauh hanya dibutuhkan sebuah Apple ID. Bagaimana cara membuatnya akan kami jelaskan secara terpisah nanti. ID inilah yang akan digunakan sebagai SIM bagi pengguna untuk mengakses keseluruhan fitur yang berada dalam New iPad seperti Application Store, iTunes, FaceTime hingga iMessage. iMessage sendiri merupakan sebuah Messenger yang dikembangkan secara khusus oleh Apple dan diperuntukkan bagi semua perangkat berbasis iOS, hal ini serupa dengan BlackBerry Messenger yang memang hanya dapat dipergunakan di kalangan terbatas saja.

Meski belum dijual secara resmi di Indonesia namun New iPad sudah bisa didapatkan di beberapa konter dengan harga yang cukup beragam. Dalam penjualannya, disertakan bonus berupa layanan iCloud sebesar 5 GB secara gratis. Sebagai informasi bahwa yang dimaksud dengan iCloud adalah layanan penyimpanan data di ‘awan’ atau online yang dikembangkan secara khusus oleh Apple. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk menyimpan beberapa file pekerjaan yang kelak dapat diakses dari manapun pengguna berada.

Mengandalkan kapasitas daya sebesar 11,560 mAh, termasuk yang terbesar untuk kategori tablet sekalipun, membuat urusan penggunaan bisa bertahan hingga 1 sampai 2 hari lamanya dengan pemakaian normal. Sayangnya makin besar daya yang digunakan, makin lama pula proses charge yang harus dilakukan.
Bagi calon pengguna yang baru pertama kali mencoba untuk menggunakan perangkat tablet New iPad, kami yakin bakalan merasa terbebani dengan segala macam ‘birokrasi’ serta aturan yang harus dipatuhi dan dilalui agar bisa terkoneksi dengan iTunes, aplikasi wajib pengguna iOS yang mampu menghubungkan perangkat iPad dengan pc/notebook sekaligus melakukan sinkronisasi data. Namun apabila telah mendalaminya lebih jauh, kami yakin perasaan khawatir yang sempat dialami sejak awal pelan tapi pasti mulai pupus dengan sendirinya. Bahkan bukan tidak mungkin Kawan akan menyukainya.