Telaah Aplikasi Monev Online

1

Category : tentang PeKerJaan

Berkaitan dengan amanat Peraturan Kepala LKPP nomor 8 Tahun 2012, tentang Pelaporan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang ditetapkan pada tanggal 17 September 2012, menyatakan bahwa Peraturan Kepala LKPP ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, 18 September 2012 sesuai dengan yang tertuang pada Bab V Penutup Pasal 5.

Yang dimaksud dengan Pelaporan Realisasi Pengadaan Barang/Jasa adalah penyampaian data dan informasi mengenai realisasi pengadaan barang/jasa yang pelaporannya dilakukan secara elektronik oleh Pimpinan K/L/D/I (Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 4). Sedangkan Sistem Pelaporan Realisasi Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik yang selanjutnya disebut sebagai Monev Online adalah sistem yang disediakan, dibangun, dan dikembangkan oleh LKPP untuk melaporkan realisasi pelaporan barang/jasa secara elektronik (Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 5).

Akan tetapi, dalam kondisi terakhir yang dapat dipantau per tanggal 18 Maret 2013 lalu, bahwa aplikasi Monev Online seperti dimaksud diatas, belum dapat digunakan sebagaimana fungsinya sesuai amanat Perka, sehingga dapat memberikan peluang temuan bagi pemeriksa nantinya, bahwa Pemerintah Kabupaten Badung sebagai salah satu pengguna aplikasi, tidak mengikuti aturan sebagaimana yang telah ditetapkan.

Adapun beberapa permasalahan yang dapat dirangkum dalam usaha untuk menggunakan aplikasi Monev Online, kami paparkan sebagai berikut :

1. Ketidakmampuan aplikasi Monev Online untuk membuat UserID Admin Agency sebagaimana sosialisasi aplikasi yang dilakukan pada tanggal 18 Maret 2013 lalu di Provinsi Bali, berimplikasi pada ketidakmampuan untuk membuat UserID bagi para pengguna aplikasi Monev Online yang terlibat sebagaimana yang dijelaskan dalam Perka. Diantaranya, PA/KPA, PPK, PPHP dan ULP.

2. Belum adanya Regulasi yang mengatur kewenangan yang dimiliki oleh Admin PPE dan Agency sebagaimana sosialisasi, untuk melakukan editing kesalahan input pada daftar RUP atau Rencana Umum Pengadaan seperti yang dikirim/upload oleh masing-masing PA di K/L/D/I.

3. Ketiadaan UserID bagi pengguna Pejabat Pengadaan yang saat ini lebih banyak ditugaskan untuk menangani paket pengadaan barang/jasa tanpa melalui halaman elektronik/LPSE.

4. Aktifitas Login yang masih menganut sistem MultiUser, menyebabkan Admin Agency harus melakukan dua kali inputing data yang sama dengan apa yang telah diinputkan kedalam aplikasi SPSE. Hal ini berimplikasi pada kepemilikan UserID dan Password yang berbeda untuk masing-masing aplikasi (SPSE dan Monev Online) bagi para pengguna yang terlibat didalamnya. Diantaranya PA, PPK dan ULP.

5. Ketidakmampuan aplikasi Monev Online versi Latihan, dalam memilah data hasil pencarian ataupun data paket pengadaan yang tampil di masing-masing halaman milik UserID pengguna, baik PPK, PPHP maupun ULP yang berpotensi pada tumpang tindihnya inputing/updating data sebagaimana tugas dan wewenang masing-masing.

6. Ketidakjelasan prosedur yang harus dilakukan dalam aplikasi Monev Online versi Latihan, utamanya dalam kegiatan-kegiatan teknis bagi UserID PA dan PPK, kaitannya dengan pemberian penjelasan pada Sanggahan Banding.

7. Usaha Pengisian field atau kolom tertentu dalam halaman UserID Pengguna PPK dan ULP, aplikasi Monev Online versi Latihan, sebaiknya mengambil atau menarik data dari database aplikasi SPSE untuk mencegah kesalahan pengetikan. Misalkan Nama Paket, Nilai Kontrak, atau Nama Penyedia (Pemenang).

Demikian telaah staf yang dapat disampaikan terkait penggunaan aplikasi Monev Online, agar dapat dipergunakan dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

Sekretaris LPSE Badung
(Pande Nyoman Artawibawa., ST., MT)

APEX Launcher, Customize untuk TabletPC Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Ah, ternyata lama juga yah saya gag nurunin laporan tentang Aplikasi Android ? terakhir kalo gag salah masih sempat mengulas tentang Kolase Foto, Games dan Custom ROM. So, biar gag ngebosenin ngulas Review ponsel mulu selama ini, mulai hari ini sekitar satu minggu, saya bakalan berbagi review aplikasi dari Google Play, applications store perangkat Android yang sedang saya gunakan.
Kesempatan pertama, saya ambil dari Apex Launcher.

Bagi kawan yang masih belum tahu apa beda Launcher dan Theme, silahkan baca tulisan saya terdahulu terkait memperbaharui tampilan Android. Nah, untuk yang satu ini, secara khusus deh saya bahas.

APEX Launcher PanDe Baik 01

Jadi kisah awalnya lantaran merasa layar HomeScreen default-nya Tabletpc Samsung Galaxy Tab 7+ mulai agak membosankan, saya mulai berburu beberapa aplikasi Launcher sekedar untuk menyegarkan tampilannya saja. Kalo gag salah dulu saya sempat suka dengan Espier Launcher yang mengubah tampilan ala iPad/iPhone, trus DX Home launcher bawaan aplikasi DX ToolBox yang memang bisa digunakan meski minim memori, dan kini pindah ke Apex Launcher.

Secara tampilan sebetulnya sih gag jauh beda yang launcher yang lain, namun yang membuat saya jadi tertarik adalah fitur untuk melakukan customisasi jumlah grid (columns/rows) dan lebar icon yang tampil di halaman depan. Selain itu yang bikin makin jatuh hati adalah ketersediaan belasan Theme yang beberapa diantaranya mengacu pada tampilan perangkat Android lain, seperti HTC Sense, Moto Blur miliknya Motorola, iPhone, Sony Xperia, hingga Windows 8. jadi, tentu saja gag ngebosenin.

Selain itu ada juga fitur Lock Desktop, yang mampu mengunci tampilan layar dari tangan-tangan jahil termasuk tangan anak yang kadang kala suka ketelingsut menghapus icon atau memindahkannya ke tempat lain. Jadi ceritanya fitur ini digunakan untuk menjaga susunan icon pada desktop tetap aman dan pada tempatnya.

Ditambah beberapa fitur penting yang dapat di-hidden-kan jika memang tidak dianggap perlu. Berikut screenshot tampilan APEX Launcher pada perangkat TabletPC Samsung Galaxy Tab 7+ yang kini sedang saya gunakan, termasuk opsi berganti tampilan ke icon Windows 8.

APEX Launcher PanDe Baik 03

Uji Kekuatan Sinyal My Mobile Coverage

Category : tentang TeKnoLoGi

‘Jangan Pernah Setia pada satu Operator’

Salah satu cara untuk memilih operator ataupun layanan data yang pernah saya rekomendasikan tempo hari pada tulisan ‘Bagaimana Memilih Paket Data Internet yang Nyaman digunakan adalah mencobanya satu persatu, membeli paket harian (termurah), lalu mengujinya dengan mengunduh beberapa file entah itu dokumen, audio maupun video. Apabila kecepatan pengunduhan berlangsung sesuai iklan dan juga harapan, maka operator tersebut dapat dijadikan alternatif pilihan untuk digunakan pada tempat tersebut. Lakukan hal ini secara berulang pada beberapa lokasi yang kerap disinggahi secara berkala setiap harinya. Rumah, kantor, tempat nongkrong, dsb.

Namun jika hal tersebut dipertanyakan dengan data yang dapat dilihat secara akurat dan terpercaya, barangkali akan sulit dibuktikan. Karena apa yang saya rekomendasikan kemarin hanya merupakan pengalaman pribadi setelah melakukan perpindahan penggunaan operator untuk beberapa layanan paket data. Dari Starone Indosat, Telkomsel Flash, XL Unlimited hingga kini Axis Pro Unlimited dan IM2 Broom.

My Mobile Coverage merupakan salah satu aplikasi yang berjalan pada perangkat mobile berbasiskan Android dan BlackBerry, dikembangkan oleh CORTxT, Inc dengan ukuran installer 2,55 MB, direkomendasikan oleh Tabloid Sinyal edisi 160/Tahun IX untuk mendapatkan data yang tercatat dan akurat terkait dukungan kekuatan sinyal (coverage) voice dan data dari operator yang digunakan, sekaligus uji kecepatan layanan data yang dapat dijangkau pada satu wilayah tertentu. Manfaat lain dari aplikasi ini adalah pengguna dapat mencatatkan kemampuan tersebut secara realtime sehingga bisa menjadi referensi bagi pengguna lain.

Dalam pengujian yang saya lakukan di enam titik seputaran Kota Denpasar dan Kabupaten Badung secara bertahap, mencoba menguji kekuatan dan kecepatan dari dua operator yang kebetulan saat ini sedang digunakan, Axis dengan paket layanan data Pro Unlimited dan IM2 Broom milik Indosat. Adapun pengujian ini memanfaatkan dua perangkat TabletPC berbasis Android yaitu Samsung Galaxy Tab 7+ P6200 untuk operator Axis, dan Samsung Galaxy Note 10.1 GT N8000 untuk IM2.

Sedangkan enam titik lokasi yang saya gunakan untuk melakukan pengujian adalah :
1. Rumah sendiri (Jl. Nangka Denpasar Bali 80231),
2. Pura Dalem (Jl. Ratna Denpasar Bali 80239),
3. Rumah sepupu (Jl. Ahmad Yani Denpasar Bali 80111),
4. Depot Durian (Jl. Gatot Subroto Barat Denpasar Bali 80117),
5. Rumah Mertua (Jl. Raya Pipitan Canggu Kabupaten Badung ) dan
6. Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung (Jl. Raya Sempidi Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung 80351).

Mau tahu bagaimana hasilnya ? Simak penjelasan singkat yang dapat saya gambarkan berdasarkan pengambilan beberapa gambar screenshot di kedua perangkat.

Untuk Operator Axis.

Dalam pengujian yang saya lakukan di enam titik lokasi seperti tersebut diatas, dapat digambarkan bahwa coverage area operator Axis untuk kategori layanan data di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung cukup mumpuni. Ini dilihat dari hasil pemantauan pada gambar, setidaknya Axis menjadi puncak di empat lokasi posisi lima besar sedang dua lainnya masuk di urutan kedua.
Jujur, kekuatan dan kecepatan layanan data milik Axis, memang saya rasakan sejak setahun terakhir. Dengan besaran kuota 500 MB (kini 1,5 GB) dengan biaya 49 ribu, saya kerap menghabiskannya sekitar 4 s/d 7 GB setiap bulannya tanpa adanya penambahan biaya. Memang secara teori yang digambarkan dalam iklan layanan Axis bahwa apabila pengguna melewati batas kuota akan dikenai penurunan kecepatan hingga 64 kbps, namun dalam prakteknya tidak demikian. Rata-rata kecepatan download yang saya rasakan berada di kisaran 200 hingga 300 kbps. Lihat saja kecepatan unduh yang tampak dalam hasil uji Test Speed untuk lokasi Rumah sendiri, jauh melampaui batas rata-rata yang ada. Ini tentu saja sangat memuaskan.

Meski demikian, harus diakui pula bahwa saat pengujian dilakukan, tampaknya Axis tidak mampu lolos test uji kecepatan menggunakan Speed Test, terutama ketika dilakukan di wilayah Jalan Ahmad Yani (lokasi pengujian berada di pinggiran sungai) dan Rumah Mertua yang memang berada di pinggiran kota. Dan itu memang wajar saya rasakan mengingat beberapa kali berada di lokasi yang sama, urusan download data, Axis benar-benar tidak dapat diandalkan. Namun setidaknya yang menjadi prioritas pemilihan layanan data milik operator Axis selama ini lebih menyasar pada dua lokasi saja. Rumah sendiri dan kantor. Jadi ya tidak masalah sejauh ini.

Hebat di urusan layanan data, tidak demikian halnya dengan urusan Voice. Terpantau operator Axis di enam lokasi pengujian untuk kategori Best Voice Coverage, berada di urutan keempat dan kelima, namun dengan tingkat dropped call yang masih cukup memuaskan (rata-rata berada di posisi kedua). Ini bisa dilihat dari statistik voice dimana kemungkinan terjadinya dropped calls hanya di kisaran 1-2 %, sementara failed calls hanya 5 % saja. Bandingkan dengan tingkat Dropped Calls rata-rata semua operator ditempat yang sama.

Untuk Operator Indosat.

Seperti halnya Axis, coverage area operator Indosat bisa dikatakan tergolong mumpuni. Meskipun rata-rata berada di posisi kedua, namun secara kekuatan dan kecepatan unduh dapat dilihat secara jelas di lima lokasi berada di kisaran 1 Mbps.

Dari pengalaman pribadi yang saya alami setahun terakhir menggunakan layanan data milik Indosat IM2 Broom, tingkat kecepatan unduh terutama saat berada di Rumah sendiri, memang benar berada di kisaran 1,8 s/d 1,9 Mbps, meski dipecah menjadi beberapa file unduhan. Hal ini tentu saja menggembirakan, mengingat di awal pemakaian terdahulu, Indosat lebih sering mengalami blank sinyal sehingga beberapa kali pula saya mengajukan komplain ke pihak Indosat. Apalagi kalo sudah berurusan dengan top up/perpanjangan paket data setiap bulannya. Sedikit lebih sulit dan ribet ketimbang operator Axis yang saya gunakan di perangkat Samsung Galaxy Tab 7+.

Berbanding lurus dengan kecepatan download, kecepatan upload milik operator Indosat inipun tampak memuaskan untuk ukuran pengiriman email, gambar dan juga video ke situs YouTube. Dalam beberapa kali pengujian yang saya lakukan dengan meng-Upload video berdurasi 5 menitan, kecepatan yang diraih tak sampai satu menit. itu artinya, proses dan kecepatan UpLoad seperti yang digambarkan dalam gambar screenshot aplikasi My Mobile Coverage, dapat dipercaya.

Sedangkan untuk urusan Voice tampaknya Indosat masih kalah jauh dengan operator Axis yang saya gunakan. Terpantau tingkat dropped calls yang terjadi di keenam titik lokasi pengujian berada pada kisaran 3-14 %, bahkan untuk dua lokasi diantaranya, aplikasi tidak mampu menemukan prosentase seperti yang dihasilkan di lokasi lainnya. Entah apakah ini merupakan pengaruh dari kartu IM2 Broom yang saya gunakan memang tidak mendukung teknologi Voice, ataukah memang ini merupakan akumulasi dari sekian banyak masukan yang dilakukan oleh pengguna lain di operator yang sama.

* * * *

Pemanfaatan aplikasi My Mobile Coverage sebagai bahan uji sekaligus merekomendasikan pilihan layanan data dan voice dari sekian banyak operator yang ada di Indonesia, tampaknya bisa dijadikan patokan baru untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Baik melalui pengujian yang dilakukan berdasarkan sinyal secara real time ataupun pengujian yang dihimpun atau di akumulasi dari masukan sekian banyak pengguna di lokasi yang sama.

Kolase Unik Foto Pribadi

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Di tengah kemudahan akses fotografi lewat kamera ponsel seperti sekarang ini, masing-masing pengguna kami yakin memiliki puluhan bahkan ratusan koleksi foto pribadi baik yang bersifat narsis ataupun pose bersama pacar, kawan dan keluarga. Sebagian diantaranya bisa jadi merupakan momen ataupun memiliki kenangan tersendiri yang barangkali amat sayang jika tak diabadikan dalam bentuk album. Sayang, saking banyaknya pilihan, tak semua dapat diabadikan lantaran ongkos cetak foto yang semakin mahal. Ketimbang begitu, kreasikan saja dalam bentuk kolase atau tampilan yang unik. Sehingga dalam satu gambar bisa menceritakan banyak peristiwa didalamnya.

Jika dahulu kami pernah berbagi informasi terkait Instagram ataupun aplikasi Photofunia yang mampu memanipulasi wajah dan pewarnaan gambar serta foto koleksi menjadi lebih antik dan menarik, kini kami mencoba untuk berbagi informasi bagaimana menggabungkan beberapa diantaranya menjadi satu kesatuan foto atau kolase. Lakukan searching dengan menggunakan kata kunci ‘Photography’ pada Aplications Market ponsel ataupun tabletpc yang kawan gunakan dan temukan beberapa diantaranya.

Photo Collage. Jika melakukan pencarian lewat halaman Google, ada beberapa alternatif pilihan yang bisa dicoba untuk melakukan penggabungan atau kolase foto menjadi satu kesatuan dengan beragam bentukan frame. Baik secara online di www.photocollage.net, aplikasi desktop pc yang dapat diunduh melalui www.ifoxsoft.com, dengan memanfaatkan perangkat ponsel seperti Photo Grid dan Photo Shake ataupun melalui akun pertemanan FaceBook.

Meski berbeda, namun secara garis besar untuk cara pengerjaannya terlihat sama saja. Pengguna tinggal memilih empat hingga enam foto terbaik yang ingin dikolase, kemudian menempatkannya pada jenis frame yang diinginkan, menukar posisi, mengubah skala dan menyimpannya. Apabila pun dibutuhkan, gambar dapat dimanipulasi terlebih dahulu dengan memanfaatkan aplikasi semacam Instagram atau pengolah gambar lainnya. Hasil foto kolase yang telah tersimpan kemudian dapat dibagikan melalui berbagai akun jejaring sosial atau digunakan sebagai profile picture bahkan dicetak dalam bentuk album.

Apabila dengan cara sederhana tersebut Kawan belum jua puas dengan hasil yang diharapkan, silahkan lakukan pencarian kembali dengan menggunakan kata kunci ‘ScrapBook’. Seperti halnya Photo Collage diatas, ada beragam pilihan yang dapat dicoba untuk mengkreasikan koleksi foto pribadi ataupun kenangan yang tersimpan didalamnya, baik secara online, aplikasi desktop hingga perangkat mobilephone.

ScrapBook merupakan salah satu cara untuk menyimpan catatan, foto, gambar dan juga video (pada jenis file multimedia), dilengkapi dengan beberapa kemasan template atau background layaknya sebuah buku jurnal serta dapat ditambahkan dengan beberapa pernak pernik unik untuk meramaikannya.

Berbeda dengan aplikasi Photo Collage yang lebih sederhana, langkah-langkah untuk mengoperasikan ScrapBook dapat dibagi menjadi pemilihan foto atau gambar, pemilihan template atau background, pemilihan pernak pernik ataupun hiasan unik serta teks apabila dianggap perlu. Dalam aplikasi ScrapBook, foto ataupun gambar dan juga pernak perniknya dapat diputar, diperbesar, ditumpangtindih sesuai kehendak pengguna. Hasilnyapun dapat dishare ke berbagai akun jejaring sosial seperti FaceBook ataupun Twitter.

Yang terpenting dari penggunaan dua kreasi foto diatas adalah imajinasi pengguna yang memang diasah untuk selalu mencari hal-hal baru sehingga mampu menghasilkan kolase unik dan menarik. Setidaknya bisa menjadi koleksi ataupun dipamerkan kepada kawan lainnya.

Berbagi Koneksi lewat Jaringan Wifi

Category : tentang TeKnoLoGi

Mendapatkan layanan paket data yang bersifat Unlimited tanpa adanya penambahan beban biaya saat Kuota terlewati dengan harga yang terjangkau, bisa dikatakan sudah sangat sulit ditemukan belakangan ini. Kalaupun ada, bisa jadi alternatif operator yang tersedia pun sangat terbatas, mengingat ada banyak faktor yang membuatnya mampu untuk dapat digunakan dengan baik. Sayang, tidak semua paket layanan data tersebut dapat dijangkau secara nilai oleh kebanyakan orang, sehingga tips kali ini kami bagi kepada Kawan semua, tentang Bagaimana cara untuk berbagi koneksi melalui Wifi dengan memanfaatkan satu layanan paket data saja.

Mengapa satu ? karena untuk mendapatkan satu layanan paket data yang bersifat Unlimited secara memuaskan semua pihak biasanya harus ditebus dengan nilai yang tidak sedikit. Maka saran kami berikutnya sebelum memulai tips adalah melakukan patungan biaya antar beberapa kawan untuk dapat menutupi biaya langganan bulanan yang dikenai oleh provider yang kelak digunakan. Seberapa besar biayanya ? tentu Kawan yang nanti lebih tahu, baik berdasarkan penjelasan dari website resmi masing-masing operator ataupun rekomendasi dari kawan lain yang telah lebih dulu mencobanya.

Lantas, apa saja yang dibutuhkan untuk dapat Berbagi Koneksi lewat jaringan Wifi ? semua kembali pada jenis perangkat yang kawan Gunakan. Apakah itu berupa modem router, mobile ponsel, smartphone ataupun tabletpc atau barangkali perangkat PC atau Notebook sekalipun. Semua memiliki jenis pengaturan yang berbeda satu sama lain, demikian halnya dengan kemampuan.

Pesatnya kemajuan teknologi di dunia telekomunikasi merupakan faktor utama mengapa hal seperti ini sudah bisa dilakukan. Bahkan bisa dikatakan bahwa tips ini telah dapat dilakukan satu dua tahun lalu berkat inovasi dari salah satu sistem operasi yang kini mulai mendominasi dunia.

Bila kawan memiliki sebuah perangkat modem router yang kini telah banyak dapat ditemukan di pasaran, barangkali akan jauh lebih mudah mengingat tidak banyak persyaratan yang dibutuhkan untuk dapat membagi koneksi lewat jaringan wifi ke banyak pengguna. Cukup menggunakan satu kartu yang telah diaktifkan layanan paket data Unlimitednya, Kawan tinggal melakukan pengaturan dengan berbagai kesepakatan antar pengguna yang kelak memanfaatkannya. Apakah akan ada pemberlakuan privacy atau input kode password tertentu yang diganti secara berkala agar tidak sembarang orang dapat menggunakannya, atau halaman atau aktifitas yang boleh dilakukan atau tidak diakses demi menjaga batasan kuota pemakaian wajar. Untuk harga modem Router sejenis ini bisa didapatkan dari kisaran 300ribuan hingga 1,7 juta rupiah bergantung pada merek dan kemampuannya.

Lain lagi jika perangkat yang Kawan gunakan ini merupakan perangkat mobile ponsel yang dari ragamnya memang mengadopsi berbagai sistem operasi. Persyaratan utama selain adanya dukungan koneksi jaringan wifi yang dimiliki secara built in pada perangkat serta kartu tadi, Kawan pula harus menyiapkan berbagai upaya dari aplikasi maupun upgrade versi sistem operasi, yang sedianya dapat mendukung perangkat untuk melakukan kemampuan seperti yang kami maksudkan.

Untuk yang mensyaratkan penggunaan aplikasi, datang dari ponsel Nokia yang masih mengadopsi sistem operasi Symbian 60 atau versi Belle dan Anna, yaitu menggunakan bantuan aplikasi JoikuSpot. Aplikasi ini tersedia dalam dua versi, gratis dengan kemampuan yang terbatas dan berbayar.

Sedang bagi perangkat mobile ponsel yang mensyaratkan proses Upgrade, datang dari perangkat BlackBerry yang mensyaratkan sistem operasi versi 7.1 dengan fitur yang dikenal dengan istilah Mobile Hotspot, serta perangkat ternama iPhone/iPad yang mensyaratkan proses upgrade ke iOS versi 4.3 untuk dapat menemukan fitur Personal Hotspot pada menu Pengaturan. Jikapun para pengguna produk Apple tidak mampu melakukan proses Upgrade perangkat lantaran ketidaktersediaan versi terkini dari sistem operasi yang digunakan, Kawan dapat memanfaatkan bantuan aplikasi MyWi dengan tambahan perangkat kabel data atau Bluetooth.

Sedangkan bagi perangkat mobile phone yang memang sudah mengadopsi fitur berbagi koneksi melalui jaringan Wifi ini, datang dari sistem operasi Windows Phone baik versi 7, 7,5 dan yang terkini 8, dengan menggunakan istilah Internet Sharing. Ada juga perangkat ponsel maupun tabletpc yang berbasiskan Android, sudah bisa melakukan kemampuan ini sejak dirilisnya sistem operasi versi 2.2 Froyo dua tahun lalu. Adapun istilah yang digunakan dalam perangkat ini adalah Tethering dan dapat ditemukan dalam menu Pengaturan Wireless.

Berbeda dengan kemampuan pengaturan lanjutan yang dapat dilakukan oleh modem Router seperti yang kami sebutkan diatas, untuk sesi pengaturan yang dapat dilakukan pada perangkat mobile phone ini hanyalah fitur Privacy atau input kode keamanan serta persetujuan bagi perangkat mana saja yang diperbolehkan mengakses jaringan seperti yang terdapat dalam perangkat Android milik brand asal Korea Selatan, HTC.

Perangkat terakhir yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aksi Berbagi Koneksi lewat wifi adalah PC ataupun Notebook yang memang mutlak harus memiliki kemampuan koneksi Wifi built in. Sedang sarana yang dapat digunakan untuk membagi koneksi ke banyak pengguna adalah pemnfaatan aplikasi mobile hotspot, dimana salah satu yang dapat kami rekomendasikan disini adalah Connectify. Seperti halnya dua jenis perangkat sebelumnya, Pengaturan Privacy merupakan hal yang mutlak dilakukan saat proses instalasi selesai. Dimana proses ini akan diikutsertakan dalam tutorial awal langkah penggunaan aplikasi Connectify. Lantas bagaimana dengan sumber koneksinya ? apakah dengan menggunakan kartu sim card dari operator ? tentu tidak, karena sangat jarang bisa ditemukan perangkat pc ataupun notebook yang memiliki slot sim card secara khusus langsung dalam bodi perangkat. sehingga alternatif yang dapat ditawarkan disini adalah Modem usb biasa atau mobile ponsel non smartphone (yang biasanya disebut dengan istilah feature phone) yang telah diubah kemampuannya sebagai modem dengan bantuan kabel data atau bluetooth.

Tips berbagi koneksi melalui jaringan wifi kali ini, bisa menjadi solusi praktis bagi sebagian orang yang menginginkan ketersediaan jaringan internet mumpuni lewat satu perangkat dengan biaya langganan bulanan yang dapat dikumpulkan secara kolektif.

Mengintip Aplikasi/Games Buatan Developer Lokal

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Jaminan ketersediaan ratusan bahkan ribuan aplikasi dan games kini kerap menjadi jualan perangkat ponsel maupun tabletpc yang masuk golongan smart, entah itu Android berharga murah hingga sekelas iPad sekalipun. Meski memang tak semua aplikasi atau games tersebut dapat dicoba dengan gratis tanpa membeli.

Tapi siapa sangka jika diantara ratusan bahkan ribuan aplikasi yang tersedia dalam application market masing-masing perangkat pintar tersebut ada juga yang produksi dalam negeri alias dikembangkan oleh developer lokal. Mau tahu apa saja serta fungsi atau gunanya ? yuk kita intip beberapa.

Kategori Travel/Transportasi ; Indonesia FlightBoard. Aplikasi ini dikembangkan oleh Trustudio dalam pasar Android dengan fungsi menyediakan jadwal penerbangan beberapa maskapai di Indonesia dari 25 bandara yang telah terdaftar. Kami yakin aplikasi ini akan sangat membantu mobilitas Kawan yang sering bepergian keluar daerah. Jadwal Kereta Api. Jika Kawan sering bepergian menggunakan alat transportasi kereta api maka aplikasi ini wajib untuk dimiliki. Layanan utamanya adalah memberikan informasi jadwal kereta api Non KRL untuk kelas Eksekutif, bisnis, Ekonomi dan Wisata sesuai dengan yang ada di website KAI. Selain itu tersedia pula opsi pemesanan tiket via call centre. Komutta. Apabila dua aplikasi tadi melingkupi beberapa wilayah transportasi, untuk yang satu ini hanya dapat dinikmati bagi pengguna yang berada di wilayah Jakarta saja. Namun tak mengkhusus pada satu jenis alat, aplikasi ini mencakup informasi transportasi publik seperti bus Trans Jakarta, Kereta Api, Mini Bus, Taksi hingga Angkot, lengkap dengan call center semua operator.

Kategori Kuliner. Toresto. Merupakan cara baru berburu makanan dan restoran lewat aplikasi mobile. Toresto dikembangkan oleh GITS Indonesia yang kini telah tersedia di banyak platform yaitu Android, iOS, S40, Symbian, Windows Phone an S40 Touch. Sedikitnya tersedia lebih dari 2400 data 2400 tempat makan baik di Bandung maupun Jakarta. Kabarnya untuk wilayah kota lainnya akan dikembangkan demi memudahkan perburuan kuliner. Masak Apa. Apabila aplikasi tadi lebih mengarah pada lokasi restoran terdekat dari posisi pengguna, Masak Apa lebih menyasar pada panduan resep dan tips memasak harian bagi pengguna yang memiliki hobi memasak. Informasi yang disajikan cukup lengkap baik tutorial dalam bentuk teks bacaan maupun video langkah pembuatan.
Kategori Hiburan. iCineplex. Sesuai namanya, aplikasi ini diperuntukkan bagi penggemar film yang ingin mendapatkan update jadwal tayang serta revies film terkini di bioskop terdekat meliputi Cineplex 21 dan Blitzmegaplex. IndoTV. Jika Kawan lebih menyukai menonton layar televisi ketimbang bioskop, barangkali aplikasi ini jauh lebih bermanfaat untuk digunakan. Informasi yang disajikan meliputi jadwal tayang TV kabel maupun publik di Indonesia, lengkap dengan streaming yang membutuhkan koneksi internet saat menjalankannya. Fungsi lain yang disediakan dalam aplikasi ini adalah fitur pencarian dan reminder atau alarm, agar Kawan tak ketinggalan menonton tayangan favorit. Gamelan DJ. Merupakan aplikasi musik yang mengkombinasikan alat musik tradisional (gamelan saron) dan modern (DJ mix). Aplikasi ini merupakan yang pertama dikembangkan oleh Kowplink Studio dan baru bisa diakses melalui pasar aplikasi Android. Rencananya dalam waktu dekat, aplikasi ini bakalan dikembangkan bagi beberapa platform lainnya.

Kategori Edukasi. FisikaMu SMA X. Bagi Kawan yang ingin belajar tentang ilmu Fisika Dasar, tersedia aplikasi yang dikembangkan oleh Enthrean Guardian, yang menyasar pada materi sesuai kurikulum yang diberikan pada kelas X atau tahun pertama ilmu Fisika diberikan pada jenjang sekolah. Tersedia dalam dua versi, Semester I dan 2 dimana masing-masing menyediakan materi, contoh soal dan pembahasan, latihan soal tiap Bab, dan Tes Semester, dengan materi lebih kompleks dan spesifik. Try Out Plus SD dan SMP. Aplikasi ini dikembangkan oleh PT. Alphasoft yang tersedia dalam berbagai pilihan platform, dari desktop Windows, Android, BlackBerry dan juga iOS. Materi yang disampaikan berupa pertanyaan yang kerap diujiankan, berjenjang mulai kelas I SD hingga kelas IX (SMP). Akan berguna bagi anak-anak usia sekolahan untuk mendalami pengetahuan yang mereka dapatkan.

Kategori Utility. Nefron. Merupakan aplikasi lokal pendeteksi SMS iklan/percobaan penipuan bagi perangkat Android. Fungsinya cukup sederhana, yaitu mencegah SMS iklan/percobaan penipuan untuk masuk ke ponsel berdasarkan nomor yang tidak dikenal dalam daftar kontak. Namun tentunya isi SMS akan diReview terlebih dahulu sebelum diblokir dan masuk kedalam daftar spam. KoinKuLator. Bagi Kawan yang pernah membaca review aplikasi Expense Manager beberapa waktu lalu, kami yakin fungsi KoinKulator tak akan asing lagi. Dikembangkan oleh Mreunionlabs, memiliki kemampuan untuk melakukan pencatatan keuangan, pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan secara rutin, untuk melihat seberapa jauh pos transaksi yang dilakukan.

Kategori Games. Pandava Series. Merupakan rangkaian game Legenda Indonesia dari Creacle Game Studio, Yogyakarta. Tersedia hanya dalam Nokia Ovi Store, Pandava Series menyediakan 4 buah game dengan judul masing-masing : Arjuna the Archer, Bima the Conqueror, Nakula Sadewa in The Labyrinth, dan The Legend of Gatotkaca for Mobile. Keempat game ini kental dengan unsur budaya dan mengangkat empat tokoh pahlawan legenda di Indonesia. Untuk saat ini, yang telah dirilis secara resmi adalah Arjuna The Archer dan Bima the Conqueror. Sedangkan dua lainnya sedang berada dalam proses pengembangan. Panjat Pinang. Game ini dikerjakan oleh delapan orang mahasiswa Amikom di basecamp Amikom Game dev, daerah Candi Gebang selama 2 minggu. Mengambil tema panjat pinang yang kerap digelar saban 17 Agustusan, games ini kelihatannya telah diunduh hingga jumlah ribuan. Sangat Lumayan untuk ukuran aplikasi buatan Lokal. Ular Tangga. Masih dari developer yang sama, Ular Tangga merupakan salah satu game klasik yang dapat dimainkan berdua dengan kawan lain atau melawan ponsel. Mengadopsi bentukan awal Ular Tangga dari angka 1 hingga 100 dimana Ular berfungsi untuk menurunkan pengguna ke angka yang lebih kecil, dan Ular berlaku sebaliknya.

5 Aplikasi Wajib bagi perangkat Smartphone

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Memiliki sebuah perangkat ponsel pintar rasanya belumlah lengkap jika belum mampu memanfaatkan semua fitur dan kemampuannya secara optimal. Akan sangat disayangkan apabila perangkat pintar tersebut hanya digunakan untuk beraktifitas dasar sebuah perangkat telekomunikasi meliputi voice call dan text messaging saja. Padahal ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan perangkat tersebut, dari dukungan aktifitas perkantoran hingga sekedar menjalankan hobi dan rutinitas lainnya. Lalu aplikasi apa saja yang menjadi hal yang wajib dimiliki pada sebuah perangkat ponsel pintar atau smartphone? Yuk simak lima diantaranya.

Social Media Client. Memiliki akun sosial media agaknya sudah menjadi satu kewajiban yang dianggap lumrah bagi pemilik ponsel pintar di negeri ini. Tak hanya satu akun Facebook saja, bisa jadi dua atau tiga akun pun bisa dimiliki oleh seorang pengguna. Apakah itu akun Twitter, Foursquare, Koprol, LinkedIn dan lainnya. Untuk mengelolanya didalam perangkat pintar yang Kawan miliki tentu saja dibutuhkan aplikasi/client yang memang mampu mendukung keberadaan akun tersebut. Makin lebih baik lagi apabila bisa menemukan satu aplikasi yang dikembangkan oleh pihak ketiga yang mampu mengelola sekian banyak akun secara bersamaan.

Salah satu yang bisa kami rekomendasikan disini adalah Tweetdeck. Aplikasi yang kini telah diakuisisi oleh Twitter ini mampu mengelola lebih dari satu akun sosial media meliputi Facebook, Twitter, dan Foursquare. Khusus untuk akun Twitter, tak hanya satu, tiga atau empat akun pun masih bisa digunakan sekaligus hanya dengan mengandalkan satu aplikasi saja. Bisa jadi selain mengelola akun pribadi, beberapa akun bisnis bahkan milik kantor pun dapat diinput sepanjang userid dan password bisa diketahui. Untuk melakukan Update Statuspun bisa dengan satu kali untuk semua akun. Dan untuk memantau status teman yang dimiliki, dapat dilihat dalam satu kolom khusus. Jauh lebih mudah bukan ?

Office Application. Tidak melulu soal Word dan Spreadsheet processing saja, tapi kalau bisa meliputi juga pembaca file presentation dan eBook. Oke, memang tak semua pengguna membutuhkan aplikasi yang terkesan kantoran ini, namun kadang-kadang ada beberapa situasi yang memang menghadapkan Pengguna pada kebutuhan yang mendesak. Misalkan menerima sisipan file email dalam format doc, xls, ppt atau pdf, tentu membutuhkan aplikasi serupa untuk bisa membacanya dengan baik. Sehingga kami merasa wajib memasukkan dalam daftar kali ini.

Meski dalam kenyataannya, tak semua aktifitas yang berkaitan dengan Office Application ini digunakan untuk tujuan kantor dan bekerja. Pembaca file format pdf atau eBook misalkan. Dapat dimanfaatkan untuk membuka dan membaca majalah versi digital saat senggang atau menunggu lama demi menghabiskan waktu agar tak terbuang percuma. Beberapa aplikasi yang dapat digunakan diantaranya Documents To Go atau Polaris yang biasanya sudah include mencakupi semua file format.

News Launcher. Salah satu manfaat yang dapat kami rekomendasikan untuk mengoptimalkan penggunaan ponsel pintar adalah membaca berita, kabar terkini, perkembangan teknologi bahkan gosip artis sekalipun. Tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli koran atau tabloid ke toko buku terdekat. Tinggal gunakan Launcher, dan nikmati sajiannya.

Bagi yang menginginkan berita dengan update cepat, bisa mencoba Detik Launcher. Atau yang ingin berita bersifat korporat bisa melirik miliknya Kompas. Bagaimana dengan yang menyukai perkembangan teknologi Gadget ? silahkan hunting media Pulsa dan Sinyal. Ada banyak pilihan tentu saja, termasuk media cetak lokal seperti Bali Post.

ToolBox Optimize. Selain menggunakan dan memanfaatkannya secara optimal, seperti halnya manusia ataupun perangkat elektronik lainnya, ponsel pintar yang Anda miliki tentu saja membutuhkan penyegaran sesekali waktu. Apakah itu dari segi pembersihan cache, history bahkan temporary files yang biasanya hadir dalam setiap aktifitas dan cenderung menghabiskan memory space atau optimalisasi perangkat secara berkala untuk menjaga kecepatan akses dan operasional perangkat.

Beberapa utility sejenis yang dapat kami rekomendasikan meliputi Trash cleaner, History cleaner atau Cache cleaner, pula optimize ataupun Toolbox yang biasanya sudah mencakup semua fungsi dalam satu aplikasi. Untuk kategori ini memang ada yang berbayar untuk bisa memanfaatkannya secara optimal, namun ada juga yang masih ditawarkan secara gratis bagi pengguna yang tak ingin ribet melakukan pembelian aplikasi. Lakukan secara berkala, dan nikmati akses operasional perangkat yang lebih baik.

Terakhir, tentu saja Games. Untuk yang satu ini kembali pada kebiasaan dan kesenangan masing-masing. Bisa dipilih sesuai kebutuhan ataupun yang sedang Trend saat ini. Apakah menginginkan permainan yang santai untuk dilakoni, membutuhkan adrenalin tingkat tinggi atau bahkan mensyaratkan spesifikasi tertentu dari perangkat untuk keindahan grafis tampilannya.

Beberapa permainan yang kini sedang digandrungi oleh sebagian besar pengguna smartphone diantaranya Angry Bird, Where’s My Water, Fruit Ninja, Amazing Alex, The Amazing Spider Man, PES dan lainya. Selain menghabiskan resources berupa Space storage penyimpanan dan memory RAM, yang tak kalah pentingnya adalah persoalan daya tahan yang akan terus menurun kendati dimainkan dalam kondisi charging, terutama permainan yang membutuhkan resolusi tinggi.

Memiliki satu diantara lima ataupun kelima-limanya sekaligus tentu saja kembali pada aktifitas yang Kawan lakukan pada perangkat Smartphone yang dimiliki. Setidaknya, manfaatkanlah kemampuannya sesuai peruntukkannya.

Mengenal OS Android 3.0 HoneyComb (bagian 3)

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan kembali tulisan sebelumnya terkait mengenal HoneyComb OS (sistem operasi) Android versi 3.0 lebih jauh melalui perangkat Acer Iconia A500 wifi only, berikut beberapa ScreenShot tambahan yang dapat ditampilkan.

Tampilan Halaman Multimedia mencakup Games, Reader (eBook), serta Audio Video, lengkap dengan opsi pencarian aplikasi dan games tambahan melalui Android Market dan TegraZone. Yang terakhir ini diperuntukkan secara khusus bagi pencarian Games kualitas HD yang membutuhkan spec grafis tambahan.

Tampilan Android Market yang lama-lama makin menyerupai tampilan App Store-nya iPad. Dalam pilihan yang lebih mengkhusus, deskripsi, ukuran dan Review ditampilkan jauh lebih nyaman bagi mata. Proses permohonan ijin untuk Instalasi tampil lebih dahulu sebelum proses pengunduhan (download) dimulai.

Tampilan TegraZone, seperti yang sudah dikatakan diatas bahwa ini merupakan area untuk mengunduh Games yang memang membutuhkan spec grafis kualitas HD. Tegra Zone hadir pada perangkat Android yang sudah mengadopsi prosesor dan grafis Tegra.

Tampilan ujicoba Games Need For Speed Shift yang murni mengandalkan fitur accelerator pada perangkat, sehingga memungkinkan pengguna untuk berinteraksi tanpa menggunakan bantuan tombol tambahan secara khusus. Perhatikan TaskBar yang selalu tampil disisi bawah halaman, memungkinkan pengguna untuk selalu kembali ke halaman Utama dengan cepat.

Tampilan Reader yang menyajikan koleksi eBook baik dalam format pdf, txt hingga office application. Dikemas dengan rupa buku dalam rak yang dijejer rapi sesuai kategori yang ditetapkan. Saat membukanya pun tampilan yang tampak tetap seperti pengguna membuka buku dalam dunia nyata. Maka berterimakasihlah pada Flash yang telah disematkan dalam perangkat ini.

Tampilan PhotoBrowser. Tidak jauh berbeda dengan sajian Reader diatas, PhotoBrowser yang hanya menyajikan koleksi gambar serta foto dalam perangkat dikemas dalam bentuk buku serta membukanyapun menampakkan lembaran buku seperti halnya dunia nyata.

Tampilan Pengaturan Aplikasi yang dapat diakses melalui menu Pengaturan atau Setting. Dalam halaman ini pengguna dapat melakukan proses UnInstall yang tidak dapat dilakukan pada halaman Editing icon shortcut (lihat tulisan sebelumnya), serta menghentikannya secara paksa apabila memang diperlukan. Sedikit berbeda dengan perangkat Android dalam bentuk ponsel, disini tidak ada pilihan ‘Move to SDCard’ atau ‘Move to phone’ yang saya yakin sangat familiar sekali bagi pengguna yang kerap melakukan proses pemindahan aplikasi pasca Rooting.

Demikian beberapa ScreenShot dan juga sedikit penjelasan gambar, yang barangkali dapat mengenalkan OS (sistem operasi) Android versi 3.0 HoneyComb lebih jauh kepada semua Rekan. Ada yang berminat mencobanya ?