Beli Aplikasi secara Resmi, Hargai Jerih Payah Pengembang

Category : tentang TeKnoLoGi

Tumben nih bisa nyadar berbuat baik dan benar, meskipun selama ini habbitnya ya masih demen dengan aplikasi bajakan, mod, dan lainnya. Yang setelah lama dipikir-pikir ya kasian juga para pengembang aplikasi Android itu, jadi wajar kalo ada yang malas bikin di versi ini. Maka itu ya belilah aplikasi secara resmi.

Akan tetapi aksi membeli aplikasi secara resmi ini bisa dikatakan masih setengah hati karena yang disasar ya versi diskon dengan harga dibawah 5000 rupiah. Lebih dari itu, masih mikir kegunaannya dulu.
Soal rentang harga ini, saya menemukan beberapa aplikasi wokeh buat dicoba dan ditebus dengan pemotongan pulsa sebesar 3000 rupiah + ppn + jasa. Jatuhnya masih dibawah 5K itu lah.

App PanDe Baik

Ada aplikasi NotePad yang menyerupai fiturnya S Note, lebih pantas diinstalasi pada perangkat Android biasa, trus ada camera FX dan efek lainnya, juga satu permainan otak. Lumayan lah buat membunuh waktu. Selebihnya masih pengen nyobain yang lain, hanya belum nemu yang berada di kisaran segitu.

Kelak ada keinginan untuk mencoba membeli buku dan menyewa film lewat Google PlayStore yang sayangnya ya belum nemu yang pas buat dicobain. Doakan aja bisa dijajal dalam waktu dekat.

Nah kamu sendiri sudah sampe pada tahap membeli aplikasi secara resmi atau masih suka donlot yang bajakan ?

S Lime, Solusi Murah Baca Media Digital

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu aktifitas yang makin saya gemari ketika berkenalan dengan perangkat Android adalah membaca.
Minimal majalah. Atau koran.

Namun aktifitas ini setidaknya membutuhkan upaya yang tak mudah. Mengingat rasa rasanya kecuali halaman detik, gak ada tuh yang rela memberikan bacaan gratis bagi para pembaca di dunia maya, bahkan untuk informasi ecek ecek sekalipun. Kalopun ada, biasanya ya ilegal. Macam hunting di halaman penyedia Torrents.

S Lime PanDe Baik 1

Nah ceritanya saya menemukan aplikasi ciamik di perangkat Samsung Galaxy E5 kemarin. Yang dibeli atas permintaan ipar, dan E5 menjadi rekomend untuk yang bersangkutan. Ponsel menengah dengan harga terjangkau.
Adalah S Lime, nama aplikasi tersebut. Sebuah aplikasi yang memang berfungsi sebagai media baca bagi para loyalis Samsung, yang sayangnya hanya berlaku bagi perangkat Galaxy series tertentu saja, sesuai promo yang disampaikan pada halaman web Samsung Lime.

Tadinya sih berharap banyak bahwa aplikasi dimaksud bisa dinikmati di perangkat Samsung Galaxy Note 3 saya punya. Sayang, Note 3 maupun Note 3 Neo gak termasuk dalam daftar promo dari S Lime.
Namun bersyukur bahwa dalam salah satu daftar tersebut tercantum tabletpc Galaxy Tab 3V yang kebetulan tempo hari dibeli untuk konsumsi putri kami pertama.
Maka eksperimen pun bisa dilanjutkan. (berhubung E5 sudah dibawa pemiliknya)

Aplikasi S Lime yang saya uji dalam perangkat tabletpc ini setidaknya membutuhkan koneksi data untuk dapat mengunduh belasan majalah dan tabloid yang ditawarkan secara gratis dan berkala. Diantara yang saya ambil ada Intisari rilis terbaru, tabloid Sinyal, iDea, Nova dan banyak lagi. Belum termasuk koran kompas harian yang saya baca secara rutin hingga kini. Gak bayar sepeserpun tentu saja.

S Lime PanDe Baik 2

Meski begitu, ada juga edisi lainnya yang ditawarkan dengan harga yang terjangkau yakni 10K, yang saya belum ketahui pasti apakah isinya selengkap edisi cetak ataukan terbatas pada artikel atau halaman tertentu saja.
Yang Sayangnya, metode pembayaran masih menggunakan cara lama yaitu kartu kredit, padahal di Play Store sudah tersedia opsi potong pulsa sebagaimana Custom PIN BBM tempo hari. Coba ini bisa diterapkan, tentu akan jauh lebih mudah lagi menikmatinya.

Untuk bisa menikmati belasan bahkan puluhan majalah dan tabloid digital di Aplikasi S Lime, selain koneksi data juga dibutuhkan sisa storage yang cukup besar, mengingat ukuran satu file majalah digital ini kisaran 100 MB lebih. Maka bisa dihitung pula kemampuan daya tampung perangkat yang kalian miliki. Jadi ya hemat hematlah saat mengunduh apabila media penyimpanan perangkat yang kalian miliki tak seluas milik saya. He…

S Lime PanDe Baik 3

Dan sebagaimana yang telah disampaikan diatas bahwa aplikasi S Lime hanya tersedia bagi perangkat Galaxy tertentu, kelihatannya aplikasi ini memang didesain pasti seperti itu.
Ceritanya, hasil unduhan saya copy paste di folder sama pada perangkat Note 3, tapi tetap saja majalah maupun tabloid digital yang bisa dibaca dengan baik pada Galaxy Tab 3V, tak berlaku di Note 3 maupun Note 3 Neo yang saya gunakan.
Yaelah…

Punya cara lain ?

Merampingkan isi Android

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan posting sebelumnya soal Merampingkan Jejak Penggunaan Android, kini giliran sharing Merampingkan isi Android-nya dilihat dari aplikasi apa saja yang saat ini masih tetap digunakan. Yuk diintip…

Dari Kategori Messenger dan Chat, SmS tetap nomor satu, trus ada Whatsapp dan BBM. Akhirnya pake BBM gara-gara staf sekantor gag ada yang mau pake Whatsapp, bikin lelet ponsel kata mereka. Kalo gag gitu, Whatsapp masih jadi satu-satunya pilihan buat Messenger-an. Jadi ya sudahlah…

Kategori Sosial Media ada FaceBook, Twitter dan Instagram. Khusus Twitter dihandel pake aplikasi Hootsuite. Hanya itu. Akun Linkedin atau YouTube sih punya, tapi gag penting banget apalagi sampe install aplikasinya.

Android Ramping

Kategori Belanja Online ada Lazada dan OLX. Yang satu kalo lagi pengen nyari barang Unik dan baru, lainnya buat nyari barang second. Didukung dengan Aplikasi Mandiri Online untuk transaksi keuangan. Belakangan lagi nyobain Buccheri buat nyariin sepatu ukuran 47. Semoga dapet…

Kategori produktifitas sekaligus blogging ada Gmail dan browser, ditambah Reduce Photo. Nanti selengkapnya saya bahas juga. Trus ada S Note dan EverNote bawaan paket Samsung Galaxy Note 3, buat mencatat Notulen Rapat, dan bikin draft blog tadi. Plus SmartMP3 Recorder untuk merekam pembicaraan penting.

Kategori baca berita, bisa main pake Flipboard untuk halaman media mainstream dan eBook Droid untuk yang sudah berformat pdf dan sejenisnya. Yang terakhir tadi lebih banyak digunakan untuk baca majalah, dari detik, Android hingga Playboy dan Penthouse *eh

Kategori Hiburan ada MX Player untuk menonton video satu persatu, dengan dukungan text tentu saja. Sedang TubeMate ya untuk mengunduh videonya dari halaman YouTube.

dan terakhir Kategori Games hanya ada Onet classic dan Hungry Shark. Paradise Island dan Airport City sepertinya sudah gag hobby lagi dimainin gara-gara sudah stagnan, gag ada kemajuan lagi. Sempat nyobain 2048, dan semua games Hits lainnya. Tapi dasarnya emang Gag terlalu hobby buat main games, hanya untuk membunuh waktu menunggu saja sebenarnya.

Ohya, kalo merasa aneh dengan tampilan screenshot diatas, saya kebetulan menggunakan Apex Launcher untuk mendapatkan 3 hal. Tema yang beragam, jumlah grid yang lebih banyak, dan fitur Lock Desktop untuk mencegah terhapusnya icon aplikasi dan games akibat anak-anak. Untuk widget, gag ada nambah nambahin lagi, sedang Homescreen Wallpaper pake yang Grass, tampilan rumput dengan background alam yang sesuai dengan waktu setempat. Kalo lagi pagi ya benderang, kalo malam ya banyak bintangnya :p

Uji Coba lanjutan Aplikasi Bluestack

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika posting pertama terkait percobaan aplikasi Bluestack untuk digunakan BBM-an via PC Desktop ataupun laptop bisa berhasil dengan baik, kira-kira apa yang terjadi jika kita coba eksplorasi lebih lanjut soal kemampuan Bluestack dalam menjalankan berbagai aplikasi dan games yang ada di Google Play Store ? Yuk simak diantaranya.

Angry Bird. Games fenomenal hasil kembangan Rovio ini bisa dikatakan sebagai permainan wajib yang ada dalam setiap perangkat Android pemula, untuk sekedar meyakinkan calon pengguna ataupun pembeli terkait kinerja dan kemampuan perangkat yang ingin dijual lebih jauh. Selain itu, Angry Bird merupakan satu diantara sekian jenis Games yang paling mudah dicari, dipahami dan dimainkan baik oleh anak-anak sekalipun. dan Dari percobaan yang saya lakukan, Angry Bird rupanya bisa dijalankan dengan baik, tanpa jeda yang berarti, saat startup maupun tantangan berlangsung.

angry 1

eBook Droid. Ini merupakan salah satu pembaca eBook baik dalam format pdf, epub ataupun cbr yang menjadi favorit saya, lantaran tidak melakukan backup atau penyimpanan tambahan sebagaimana yang dilakukan aplikasi Aldiko, sehingga storage akan tetap berlaku konstan. Uniknya, saat dijalankan, rupanya ada pilihan [windows] pada opsi pencarian/membuka file eBook, yang mengarah pada storage harddisk pada PC. Dan dari beberapa percobaan untuk membuka dan membaca eBook, bisa berjalan sesuai harapan meski dalam jendela yang lebih kecil dari PC Desktop.

DXToolBox. Yang satu ini sebenarnya masuk kategori Utility, sehingga tujuan dan kebutuhan utamanya ya untuk melakukan maintenance serta meningkatkan performance perangkat, sedikit lebih baik dari sebelumnya. Namun dalam kasus kali ini, percobaan tampaknya memang anteng-anteng saja berjalan. Bahkan beberapa fungsi yang biasanya saya lakukan, tetap bisa dilaksanakan dengan baik.

Dari tiga percobaan yang saya lakukan, semua dapat dioperasikan normal tanpa kendala. Namun tentu itu semua kembali pada spec perangkat laptop atau PC Desktop yang digunakan. Mau mencobanya ?

Menjajal Games Android di BlackBerry PlayBook

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Pertama kali berkenalan dengan tabletpc besutan RIM selaku pengembang perangkat pintar BlackBerry yang banyak dikenal publik lewat fitur chat BBM-nya, ada banyak harapan yang dibebankan untuk segera diujicobakan. Satu diantaranya adalah kemampuannya untuk menjalankan aplikasi serta games Android yang kabarnya tersedia secara default dalam App World, pasar aplikasi milik BlackBerry. Dapat diunduh dan digunakan tanpa perlu melakukan aktifitas converter atau migrasi antar OS.

Sayangnya harapan tinggallah sebuah harapan.

Aplikasi atau games yang tersedia di pasar aplikasi BlackBerry tersebut tidaklah sesuai dengan apa yang dibayangkan. Ketersediaannya Hanyalah beberapa saja, itupun tidak semua bisa dijalankan dengan baik. Terdapat lag atau semacamnya dan berujung pada hang dan wajib force closed.

Maka jadilah perangkat BlackBerry PlayBook yang dikenal dengan istilah iPad Kakek oleh MiRah, putri pertama kami hanya sebagai perangkat pelengkap apabila iPad Bapak, Samsung Galaxy Tab 7+ yang biasa saya gunakan, tidak berada dirumah. itupun kemudian tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal lantaran games yang ada tidak sesuai dengan kebiasaannya pada perangkat Android.

Harapan untuk dapat menjalankan aplikasi dan games berbasis Android pada perangkat BlackBerry PlayBook, belakangan muncul kembali, seiring dimuatnya artikel di Tabloid Pulsa terkait topik konversi file apk, standar file Android, menjadi bar, standar file milik BlackBerry PlayBook, untuk kemudian diinstalasi dan digunakan pada perangkat dimaksud.

Sayangnya, lantaran waktu yang agak lama, -artikel tersebut diturunkan secara terpisah dalam 3 edisi, dari proses sign key, konversi hingga instalasi- keinginan untuk segera menguji hasil konversi sudah sedemikian tinggi, hingga satu hal kemudian terlintas dalam benak, ‘kenapa gag hunting file standar aplikasi bar saja di Google ?’ Ini seperti hunting file apk tempo hari demi mendapatkan file standar aplikasi serta games Android versi Premium. Maka usaha inipun dilakukan dengan harapan baru, bisa segera diapply tanpa menunggu waktu turunnya edisi berikut Tabloid Pulsa.

Hasilnya ? Lumayan banyak. Sekitar 50an aplikasi dan games yang bisa ditemui pada perangkat Android, terunduh dalam format file bar dan siap untuk diinstalasi ke perangkat BlackBerry PlayBook dengan bantuan aplikasi DDBP berbasis windows pc serta kabel data.
Proses yang berlangsung tidak terlampau lama ini, menghasilkan 90% aplikasi dan games rupanya bisa berjalan dengan baik sementara sisanya bisa jadi bergantung pada proses pengunduhan yang kurang sukses. Terpantau beberapa file memang berukuran tidak sebagaimana yang tertera pada halaman pengunduhannya.

Lantas apa dan bagaimana pengalaman menggunakan aplikasi dan games berbasiskan Android pada perangkat tabletpc BlackBerry PlayBook ? Tunggu di tulisan selanjutnya.

Telaah Aplikasi RUP Online

Category : tentang PeKerJaan

Berkaitan dengan amanat Peraturan Kepala LKPP nomor 13 Tahun 2012, tentang Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang ditetapkan pada tanggal 8 November 2012, menyatakan bahwa Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan, 12 November 2012 sesuai dengan yang tertuang pada Bab VI Ketentuan Penutup Pasal 8.

Yang dimaksud dengan RUP atau Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah adalah kegiatan yang terdiri dari identifikasi kebutuhan Barang/Jasa yang diperlukan K/L/D/I, penyusunan dan penetapan rencana penganggaran sampai dengan penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) (Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 8). Hal-hal yang diumumkan dalam RUP meliputi RUP melalui Swakelola dan RUP melalui Penyedia Barang/Jasa (Bab V Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Pasal 5 ayat 1 dan 2).

Format RUP wajib diunggah (upload) dalam Portal Pengadaan Nasional dengan aplikasi yang terdapat pada website www.inaproc.lkpp.go.id (Bab V Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Pasal 6). Dan Format RUP dan pengumuman RUP ini menggantikan format RUP dan pengumuman RUP yang terdapat dalam Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Bab VI Ketentuan Penutup Pasal 7 ayat 1)

Akan tetapi, dalam kondisi terakhir yang dapat dipantau per tanggal 20 Maret 2013, bahwa aplikasi RUP Online sebagaimana dimaksud diatas, belum dapat digunakan sebagaimana fungsinya sesuai amanat Perka, sehingga dapat memberikan peluang temuan bagi pemeriksa nantinya, bahwa Pemerintah Kabupaten Badung sebagai salah satu pengguna aplikasi, tidak mengikuti aturan sebagaimana yang telah ditetapkan.

Adapun beberapa permasalahan yang dapat dirangkum dalam usaha untuk menggunakan aplikasi RUP Online, kami paparkan sebagai berikut :

1. Ketidakmampuan aplikasi RUP Online untuk membuat UserID Admin PA dari jendela Admin RUP secara sempurna (perlu beberapa kali pengulangan proses), serta adanya double hasil input yang berbeda untuk UserID Admin PA, dengan menggunakan identitas orang yang sama.

2. Aktifitas Login yang masih menganut sistem MultiUser, menyebabkan Admin Agency harus melakukan dua kali inputing data yang sama dengan apa yang telah diinputkan kedalam aplikasi Monev Online. Hal ini berimplikasi pada kepemilikan UserID dan Password yang berbeda untuk masing-masing aplikasi (Monev Online dan RUP Online) bagi UserID PA/KPA yang terlibat didalamnya.

3. Pemanfaatan Database pada aplikasi RUP Online versi Produksi, masih belum dapat divalidasi keakuratannya, sehingga tidak ada jaminan bahwa file RUP yang telah diunggah/upload dapat dibaca dan diketahui oleh pengguna lain seperti Rekanan/Penyedia, Masyarakat Umum maupun Pemeriksa. Hal ini dapat dilihat pada daftar RUP yang ada dalam database RUP Kabupaten Badung, masih menyajikan data RUP dari Sekretariat DPRK Aceh Tamiang.

4. Terkait dengan pengunggahan/upload file RUP dari masing-masing Pimpinan K/L/D/I, apabila tidak muncul pada halaman aplikasi RUP Online, terdapat himbauan agar diumumkan di halaman LPSE masing-masing (dengan memanfaatkan bantuan dari Admin PPE sebagaimana proses sebelumnya) dan dikirim ke alamat email [email protected], sebagaimana penjelasan yang terdapat dalam halaman aplikasi tersebut.

Demikian telaah staf yang dapat disampaikan terkait penggunaan aplikasi RUP Online, agar dapat dipergunakan dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

Sekretaris LPSE Badung
(Pande Nyoman Artawibawa., ST., MT)

Telaah Aplikasi Monev Online

1

Category : tentang PeKerJaan

Berkaitan dengan amanat Peraturan Kepala LKPP nomor 8 Tahun 2012, tentang Pelaporan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang ditetapkan pada tanggal 17 September 2012, menyatakan bahwa Peraturan Kepala LKPP ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, 18 September 2012 sesuai dengan yang tertuang pada Bab V Penutup Pasal 5.

Yang dimaksud dengan Pelaporan Realisasi Pengadaan Barang/Jasa adalah penyampaian data dan informasi mengenai realisasi pengadaan barang/jasa yang pelaporannya dilakukan secara elektronik oleh Pimpinan K/L/D/I (Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 4). Sedangkan Sistem Pelaporan Realisasi Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik yang selanjutnya disebut sebagai Monev Online adalah sistem yang disediakan, dibangun, dan dikembangkan oleh LKPP untuk melaporkan realisasi pelaporan barang/jasa secara elektronik (Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 5).

Akan tetapi, dalam kondisi terakhir yang dapat dipantau per tanggal 18 Maret 2013 lalu, bahwa aplikasi Monev Online seperti dimaksud diatas, belum dapat digunakan sebagaimana fungsinya sesuai amanat Perka, sehingga dapat memberikan peluang temuan bagi pemeriksa nantinya, bahwa Pemerintah Kabupaten Badung sebagai salah satu pengguna aplikasi, tidak mengikuti aturan sebagaimana yang telah ditetapkan.

Adapun beberapa permasalahan yang dapat dirangkum dalam usaha untuk menggunakan aplikasi Monev Online, kami paparkan sebagai berikut :

1. Ketidakmampuan aplikasi Monev Online untuk membuat UserID Admin Agency sebagaimana sosialisasi aplikasi yang dilakukan pada tanggal 18 Maret 2013 lalu di Provinsi Bali, berimplikasi pada ketidakmampuan untuk membuat UserID bagi para pengguna aplikasi Monev Online yang terlibat sebagaimana yang dijelaskan dalam Perka. Diantaranya, PA/KPA, PPK, PPHP dan ULP.

2. Belum adanya Regulasi yang mengatur kewenangan yang dimiliki oleh Admin PPE dan Agency sebagaimana sosialisasi, untuk melakukan editing kesalahan input pada daftar RUP atau Rencana Umum Pengadaan seperti yang dikirim/upload oleh masing-masing PA di K/L/D/I.

3. Ketiadaan UserID bagi pengguna Pejabat Pengadaan yang saat ini lebih banyak ditugaskan untuk menangani paket pengadaan barang/jasa tanpa melalui halaman elektronik/LPSE.

4. Aktifitas Login yang masih menganut sistem MultiUser, menyebabkan Admin Agency harus melakukan dua kali inputing data yang sama dengan apa yang telah diinputkan kedalam aplikasi SPSE. Hal ini berimplikasi pada kepemilikan UserID dan Password yang berbeda untuk masing-masing aplikasi (SPSE dan Monev Online) bagi para pengguna yang terlibat didalamnya. Diantaranya PA, PPK dan ULP.

5. Ketidakmampuan aplikasi Monev Online versi Latihan, dalam memilah data hasil pencarian ataupun data paket pengadaan yang tampil di masing-masing halaman milik UserID pengguna, baik PPK, PPHP maupun ULP yang berpotensi pada tumpang tindihnya inputing/updating data sebagaimana tugas dan wewenang masing-masing.

6. Ketidakjelasan prosedur yang harus dilakukan dalam aplikasi Monev Online versi Latihan, utamanya dalam kegiatan-kegiatan teknis bagi UserID PA dan PPK, kaitannya dengan pemberian penjelasan pada Sanggahan Banding.

7. Usaha Pengisian field atau kolom tertentu dalam halaman UserID Pengguna PPK dan ULP, aplikasi Monev Online versi Latihan, sebaiknya mengambil atau menarik data dari database aplikasi SPSE untuk mencegah kesalahan pengetikan. Misalkan Nama Paket, Nilai Kontrak, atau Nama Penyedia (Pemenang).

Demikian telaah staf yang dapat disampaikan terkait penggunaan aplikasi Monev Online, agar dapat dipergunakan dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

Sekretaris LPSE Badung
(Pande Nyoman Artawibawa., ST., MT)

APEX Launcher, Customize untuk TabletPC Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Ah, ternyata lama juga yah saya gag nurunin laporan tentang Aplikasi Android ? terakhir kalo gag salah masih sempat mengulas tentang Kolase Foto, Games dan Custom ROM. So, biar gag ngebosenin ngulas Review ponsel mulu selama ini, mulai hari ini sekitar satu minggu, saya bakalan berbagi review aplikasi dari Google Play, applications store perangkat Android yang sedang saya gunakan.
Kesempatan pertama, saya ambil dari Apex Launcher.

Bagi kawan yang masih belum tahu apa beda Launcher dan Theme, silahkan baca tulisan saya terdahulu terkait memperbaharui tampilan Android. Nah, untuk yang satu ini, secara khusus deh saya bahas.

APEX Launcher PanDe Baik 01

Jadi kisah awalnya lantaran merasa layar HomeScreen default-nya Tabletpc Samsung Galaxy Tab 7+ mulai agak membosankan, saya mulai berburu beberapa aplikasi Launcher sekedar untuk menyegarkan tampilannya saja. Kalo gag salah dulu saya sempat suka dengan Espier Launcher yang mengubah tampilan ala iPad/iPhone, trus DX Home launcher bawaan aplikasi DX ToolBox yang memang bisa digunakan meski minim memori, dan kini pindah ke Apex Launcher.

Secara tampilan sebetulnya sih gag jauh beda yang launcher yang lain, namun yang membuat saya jadi tertarik adalah fitur untuk melakukan customisasi jumlah grid (columns/rows) dan lebar icon yang tampil di halaman depan. Selain itu yang bikin makin jatuh hati adalah ketersediaan belasan Theme yang beberapa diantaranya mengacu pada tampilan perangkat Android lain, seperti HTC Sense, Moto Blur miliknya Motorola, iPhone, Sony Xperia, hingga Windows 8. jadi, tentu saja gag ngebosenin.

Selain itu ada juga fitur Lock Desktop, yang mampu mengunci tampilan layar dari tangan-tangan jahil termasuk tangan anak yang kadang kala suka ketelingsut menghapus icon atau memindahkannya ke tempat lain. Jadi ceritanya fitur ini digunakan untuk menjaga susunan icon pada desktop tetap aman dan pada tempatnya.

Ditambah beberapa fitur penting yang dapat di-hidden-kan jika memang tidak dianggap perlu. Berikut screenshot tampilan APEX Launcher pada perangkat TabletPC Samsung Galaxy Tab 7+ yang kini sedang saya gunakan, termasuk opsi berganti tampilan ke icon Windows 8.

APEX Launcher PanDe Baik 03

Uji Kekuatan Sinyal My Mobile Coverage

Category : tentang TeKnoLoGi

‘Jangan Pernah Setia pada satu Operator’

Salah satu cara untuk memilih operator ataupun layanan data yang pernah saya rekomendasikan tempo hari pada tulisan ‘Bagaimana Memilih Paket Data Internet yang Nyaman digunakan adalah mencobanya satu persatu, membeli paket harian (termurah), lalu mengujinya dengan mengunduh beberapa file entah itu dokumen, audio maupun video. Apabila kecepatan pengunduhan berlangsung sesuai iklan dan juga harapan, maka operator tersebut dapat dijadikan alternatif pilihan untuk digunakan pada tempat tersebut. Lakukan hal ini secara berulang pada beberapa lokasi yang kerap disinggahi secara berkala setiap harinya. Rumah, kantor, tempat nongkrong, dsb.

Namun jika hal tersebut dipertanyakan dengan data yang dapat dilihat secara akurat dan terpercaya, barangkali akan sulit dibuktikan. Karena apa yang saya rekomendasikan kemarin hanya merupakan pengalaman pribadi setelah melakukan perpindahan penggunaan operator untuk beberapa layanan paket data. Dari Starone Indosat, Telkomsel Flash, XL Unlimited hingga kini Axis Pro Unlimited dan IM2 Broom.

My Mobile Coverage merupakan salah satu aplikasi yang berjalan pada perangkat mobile berbasiskan Android dan BlackBerry, dikembangkan oleh CORTxT, Inc dengan ukuran installer 2,55 MB, direkomendasikan oleh Tabloid Sinyal edisi 160/Tahun IX untuk mendapatkan data yang tercatat dan akurat terkait dukungan kekuatan sinyal (coverage) voice dan data dari operator yang digunakan, sekaligus uji kecepatan layanan data yang dapat dijangkau pada satu wilayah tertentu. Manfaat lain dari aplikasi ini adalah pengguna dapat mencatatkan kemampuan tersebut secara realtime sehingga bisa menjadi referensi bagi pengguna lain.

Dalam pengujian yang saya lakukan di enam titik seputaran Kota Denpasar dan Kabupaten Badung secara bertahap, mencoba menguji kekuatan dan kecepatan dari dua operator yang kebetulan saat ini sedang digunakan, Axis dengan paket layanan data Pro Unlimited dan IM2 Broom milik Indosat. Adapun pengujian ini memanfaatkan dua perangkat TabletPC berbasis Android yaitu Samsung Galaxy Tab 7+ P6200 untuk operator Axis, dan Samsung Galaxy Note 10.1 GT N8000 untuk IM2.

Sedangkan enam titik lokasi yang saya gunakan untuk melakukan pengujian adalah :
1. Rumah sendiri (Jl. Nangka Denpasar Bali 80231),
2. Pura Dalem (Jl. Ratna Denpasar Bali 80239),
3. Rumah sepupu (Jl. Ahmad Yani Denpasar Bali 80111),
4. Depot Durian (Jl. Gatot Subroto Barat Denpasar Bali 80117),
5. Rumah Mertua (Jl. Raya Pipitan Canggu Kabupaten Badung ) dan
6. Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung (Jl. Raya Sempidi Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung 80351).

Mau tahu bagaimana hasilnya ? Simak penjelasan singkat yang dapat saya gambarkan berdasarkan pengambilan beberapa gambar screenshot di kedua perangkat.

Untuk Operator Axis.

Dalam pengujian yang saya lakukan di enam titik lokasi seperti tersebut diatas, dapat digambarkan bahwa coverage area operator Axis untuk kategori layanan data di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung cukup mumpuni. Ini dilihat dari hasil pemantauan pada gambar, setidaknya Axis menjadi puncak di empat lokasi posisi lima besar sedang dua lainnya masuk di urutan kedua.
Jujur, kekuatan dan kecepatan layanan data milik Axis, memang saya rasakan sejak setahun terakhir. Dengan besaran kuota 500 MB (kini 1,5 GB) dengan biaya 49 ribu, saya kerap menghabiskannya sekitar 4 s/d 7 GB setiap bulannya tanpa adanya penambahan biaya. Memang secara teori yang digambarkan dalam iklan layanan Axis bahwa apabila pengguna melewati batas kuota akan dikenai penurunan kecepatan hingga 64 kbps, namun dalam prakteknya tidak demikian. Rata-rata kecepatan download yang saya rasakan berada di kisaran 200 hingga 300 kbps. Lihat saja kecepatan unduh yang tampak dalam hasil uji Test Speed untuk lokasi Rumah sendiri, jauh melampaui batas rata-rata yang ada. Ini tentu saja sangat memuaskan.

Meski demikian, harus diakui pula bahwa saat pengujian dilakukan, tampaknya Axis tidak mampu lolos test uji kecepatan menggunakan Speed Test, terutama ketika dilakukan di wilayah Jalan Ahmad Yani (lokasi pengujian berada di pinggiran sungai) dan Rumah Mertua yang memang berada di pinggiran kota. Dan itu memang wajar saya rasakan mengingat beberapa kali berada di lokasi yang sama, urusan download data, Axis benar-benar tidak dapat diandalkan. Namun setidaknya yang menjadi prioritas pemilihan layanan data milik operator Axis selama ini lebih menyasar pada dua lokasi saja. Rumah sendiri dan kantor. Jadi ya tidak masalah sejauh ini.

Hebat di urusan layanan data, tidak demikian halnya dengan urusan Voice. Terpantau operator Axis di enam lokasi pengujian untuk kategori Best Voice Coverage, berada di urutan keempat dan kelima, namun dengan tingkat dropped call yang masih cukup memuaskan (rata-rata berada di posisi kedua). Ini bisa dilihat dari statistik voice dimana kemungkinan terjadinya dropped calls hanya di kisaran 1-2 %, sementara failed calls hanya 5 % saja. Bandingkan dengan tingkat Dropped Calls rata-rata semua operator ditempat yang sama.

Untuk Operator Indosat.

Seperti halnya Axis, coverage area operator Indosat bisa dikatakan tergolong mumpuni. Meskipun rata-rata berada di posisi kedua, namun secara kekuatan dan kecepatan unduh dapat dilihat secara jelas di lima lokasi berada di kisaran 1 Mbps.

Dari pengalaman pribadi yang saya alami setahun terakhir menggunakan layanan data milik Indosat IM2 Broom, tingkat kecepatan unduh terutama saat berada di Rumah sendiri, memang benar berada di kisaran 1,8 s/d 1,9 Mbps, meski dipecah menjadi beberapa file unduhan. Hal ini tentu saja menggembirakan, mengingat di awal pemakaian terdahulu, Indosat lebih sering mengalami blank sinyal sehingga beberapa kali pula saya mengajukan komplain ke pihak Indosat. Apalagi kalo sudah berurusan dengan top up/perpanjangan paket data setiap bulannya. Sedikit lebih sulit dan ribet ketimbang operator Axis yang saya gunakan di perangkat Samsung Galaxy Tab 7+.

Berbanding lurus dengan kecepatan download, kecepatan upload milik operator Indosat inipun tampak memuaskan untuk ukuran pengiriman email, gambar dan juga video ke situs YouTube. Dalam beberapa kali pengujian yang saya lakukan dengan meng-Upload video berdurasi 5 menitan, kecepatan yang diraih tak sampai satu menit. itu artinya, proses dan kecepatan UpLoad seperti yang digambarkan dalam gambar screenshot aplikasi My Mobile Coverage, dapat dipercaya.

Sedangkan untuk urusan Voice tampaknya Indosat masih kalah jauh dengan operator Axis yang saya gunakan. Terpantau tingkat dropped calls yang terjadi di keenam titik lokasi pengujian berada pada kisaran 3-14 %, bahkan untuk dua lokasi diantaranya, aplikasi tidak mampu menemukan prosentase seperti yang dihasilkan di lokasi lainnya. Entah apakah ini merupakan pengaruh dari kartu IM2 Broom yang saya gunakan memang tidak mendukung teknologi Voice, ataukah memang ini merupakan akumulasi dari sekian banyak masukan yang dilakukan oleh pengguna lain di operator yang sama.

* * * *

Pemanfaatan aplikasi My Mobile Coverage sebagai bahan uji sekaligus merekomendasikan pilihan layanan data dan voice dari sekian banyak operator yang ada di Indonesia, tampaknya bisa dijadikan patokan baru untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Baik melalui pengujian yang dilakukan berdasarkan sinyal secara real time ataupun pengujian yang dihimpun atau di akumulasi dari masukan sekian banyak pengguna di lokasi yang sama.

Kolase Unik Foto Pribadi

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Di tengah kemudahan akses fotografi lewat kamera ponsel seperti sekarang ini, masing-masing pengguna kami yakin memiliki puluhan bahkan ratusan koleksi foto pribadi baik yang bersifat narsis ataupun pose bersama pacar, kawan dan keluarga. Sebagian diantaranya bisa jadi merupakan momen ataupun memiliki kenangan tersendiri yang barangkali amat sayang jika tak diabadikan dalam bentuk album. Sayang, saking banyaknya pilihan, tak semua dapat diabadikan lantaran ongkos cetak foto yang semakin mahal. Ketimbang begitu, kreasikan saja dalam bentuk kolase atau tampilan yang unik. Sehingga dalam satu gambar bisa menceritakan banyak peristiwa didalamnya.

Jika dahulu kami pernah berbagi informasi terkait Instagram ataupun aplikasi Photofunia yang mampu memanipulasi wajah dan pewarnaan gambar serta foto koleksi menjadi lebih antik dan menarik, kini kami mencoba untuk berbagi informasi bagaimana menggabungkan beberapa diantaranya menjadi satu kesatuan foto atau kolase. Lakukan searching dengan menggunakan kata kunci ‘Photography’ pada Aplications Market ponsel ataupun tabletpc yang kawan gunakan dan temukan beberapa diantaranya.

Photo Collage. Jika melakukan pencarian lewat halaman Google, ada beberapa alternatif pilihan yang bisa dicoba untuk melakukan penggabungan atau kolase foto menjadi satu kesatuan dengan beragam bentukan frame. Baik secara online di www.photocollage.net, aplikasi desktop pc yang dapat diunduh melalui www.ifoxsoft.com, dengan memanfaatkan perangkat ponsel seperti Photo Grid dan Photo Shake ataupun melalui akun pertemanan FaceBook.

Meski berbeda, namun secara garis besar untuk cara pengerjaannya terlihat sama saja. Pengguna tinggal memilih empat hingga enam foto terbaik yang ingin dikolase, kemudian menempatkannya pada jenis frame yang diinginkan, menukar posisi, mengubah skala dan menyimpannya. Apabila pun dibutuhkan, gambar dapat dimanipulasi terlebih dahulu dengan memanfaatkan aplikasi semacam Instagram atau pengolah gambar lainnya. Hasil foto kolase yang telah tersimpan kemudian dapat dibagikan melalui berbagai akun jejaring sosial atau digunakan sebagai profile picture bahkan dicetak dalam bentuk album.

Apabila dengan cara sederhana tersebut Kawan belum jua puas dengan hasil yang diharapkan, silahkan lakukan pencarian kembali dengan menggunakan kata kunci ‘ScrapBook’. Seperti halnya Photo Collage diatas, ada beragam pilihan yang dapat dicoba untuk mengkreasikan koleksi foto pribadi ataupun kenangan yang tersimpan didalamnya, baik secara online, aplikasi desktop hingga perangkat mobilephone.

ScrapBook merupakan salah satu cara untuk menyimpan catatan, foto, gambar dan juga video (pada jenis file multimedia), dilengkapi dengan beberapa kemasan template atau background layaknya sebuah buku jurnal serta dapat ditambahkan dengan beberapa pernak pernik unik untuk meramaikannya.

Berbeda dengan aplikasi Photo Collage yang lebih sederhana, langkah-langkah untuk mengoperasikan ScrapBook dapat dibagi menjadi pemilihan foto atau gambar, pemilihan template atau background, pemilihan pernak pernik ataupun hiasan unik serta teks apabila dianggap perlu. Dalam aplikasi ScrapBook, foto ataupun gambar dan juga pernak perniknya dapat diputar, diperbesar, ditumpangtindih sesuai kehendak pengguna. Hasilnyapun dapat dishare ke berbagai akun jejaring sosial seperti FaceBook ataupun Twitter.

Yang terpenting dari penggunaan dua kreasi foto diatas adalah imajinasi pengguna yang memang diasah untuk selalu mencari hal-hal baru sehingga mampu menghasilkan kolase unik dan menarik. Setidaknya bisa menjadi koleksi ataupun dipamerkan kepada kawan lainnya.

Berbagi Koneksi lewat Jaringan Wifi

Category : tentang TeKnoLoGi

Mendapatkan layanan paket data yang bersifat Unlimited tanpa adanya penambahan beban biaya saat Kuota terlewati dengan harga yang terjangkau, bisa dikatakan sudah sangat sulit ditemukan belakangan ini. Kalaupun ada, bisa jadi alternatif operator yang tersedia pun sangat terbatas, mengingat ada banyak faktor yang membuatnya mampu untuk dapat digunakan dengan baik. Sayang, tidak semua paket layanan data tersebut dapat dijangkau secara nilai oleh kebanyakan orang, sehingga tips kali ini kami bagi kepada Kawan semua, tentang Bagaimana cara untuk berbagi koneksi melalui Wifi dengan memanfaatkan satu layanan paket data saja.

Mengapa satu ? karena untuk mendapatkan satu layanan paket data yang bersifat Unlimited secara memuaskan semua pihak biasanya harus ditebus dengan nilai yang tidak sedikit. Maka saran kami berikutnya sebelum memulai tips adalah melakukan patungan biaya antar beberapa kawan untuk dapat menutupi biaya langganan bulanan yang dikenai oleh provider yang kelak digunakan. Seberapa besar biayanya ? tentu Kawan yang nanti lebih tahu, baik berdasarkan penjelasan dari website resmi masing-masing operator ataupun rekomendasi dari kawan lain yang telah lebih dulu mencobanya.

Lantas, apa saja yang dibutuhkan untuk dapat Berbagi Koneksi lewat jaringan Wifi ? semua kembali pada jenis perangkat yang kawan Gunakan. Apakah itu berupa modem router, mobile ponsel, smartphone ataupun tabletpc atau barangkali perangkat PC atau Notebook sekalipun. Semua memiliki jenis pengaturan yang berbeda satu sama lain, demikian halnya dengan kemampuan.

Pesatnya kemajuan teknologi di dunia telekomunikasi merupakan faktor utama mengapa hal seperti ini sudah bisa dilakukan. Bahkan bisa dikatakan bahwa tips ini telah dapat dilakukan satu dua tahun lalu berkat inovasi dari salah satu sistem operasi yang kini mulai mendominasi dunia.

Bila kawan memiliki sebuah perangkat modem router yang kini telah banyak dapat ditemukan di pasaran, barangkali akan jauh lebih mudah mengingat tidak banyak persyaratan yang dibutuhkan untuk dapat membagi koneksi lewat jaringan wifi ke banyak pengguna. Cukup menggunakan satu kartu yang telah diaktifkan layanan paket data Unlimitednya, Kawan tinggal melakukan pengaturan dengan berbagai kesepakatan antar pengguna yang kelak memanfaatkannya. Apakah akan ada pemberlakuan privacy atau input kode password tertentu yang diganti secara berkala agar tidak sembarang orang dapat menggunakannya, atau halaman atau aktifitas yang boleh dilakukan atau tidak diakses demi menjaga batasan kuota pemakaian wajar. Untuk harga modem Router sejenis ini bisa didapatkan dari kisaran 300ribuan hingga 1,7 juta rupiah bergantung pada merek dan kemampuannya.

Lain lagi jika perangkat yang Kawan gunakan ini merupakan perangkat mobile ponsel yang dari ragamnya memang mengadopsi berbagai sistem operasi. Persyaratan utama selain adanya dukungan koneksi jaringan wifi yang dimiliki secara built in pada perangkat serta kartu tadi, Kawan pula harus menyiapkan berbagai upaya dari aplikasi maupun upgrade versi sistem operasi, yang sedianya dapat mendukung perangkat untuk melakukan kemampuan seperti yang kami maksudkan.

Untuk yang mensyaratkan penggunaan aplikasi, datang dari ponsel Nokia yang masih mengadopsi sistem operasi Symbian 60 atau versi Belle dan Anna, yaitu menggunakan bantuan aplikasi JoikuSpot. Aplikasi ini tersedia dalam dua versi, gratis dengan kemampuan yang terbatas dan berbayar.

Sedang bagi perangkat mobile ponsel yang mensyaratkan proses Upgrade, datang dari perangkat BlackBerry yang mensyaratkan sistem operasi versi 7.1 dengan fitur yang dikenal dengan istilah Mobile Hotspot, serta perangkat ternama iPhone/iPad yang mensyaratkan proses upgrade ke iOS versi 4.3 untuk dapat menemukan fitur Personal Hotspot pada menu Pengaturan. Jikapun para pengguna produk Apple tidak mampu melakukan proses Upgrade perangkat lantaran ketidaktersediaan versi terkini dari sistem operasi yang digunakan, Kawan dapat memanfaatkan bantuan aplikasi MyWi dengan tambahan perangkat kabel data atau Bluetooth.

Sedangkan bagi perangkat mobile phone yang memang sudah mengadopsi fitur berbagi koneksi melalui jaringan Wifi ini, datang dari sistem operasi Windows Phone baik versi 7, 7,5 dan yang terkini 8, dengan menggunakan istilah Internet Sharing. Ada juga perangkat ponsel maupun tabletpc yang berbasiskan Android, sudah bisa melakukan kemampuan ini sejak dirilisnya sistem operasi versi 2.2 Froyo dua tahun lalu. Adapun istilah yang digunakan dalam perangkat ini adalah Tethering dan dapat ditemukan dalam menu Pengaturan Wireless.

Berbeda dengan kemampuan pengaturan lanjutan yang dapat dilakukan oleh modem Router seperti yang kami sebutkan diatas, untuk sesi pengaturan yang dapat dilakukan pada perangkat mobile phone ini hanyalah fitur Privacy atau input kode keamanan serta persetujuan bagi perangkat mana saja yang diperbolehkan mengakses jaringan seperti yang terdapat dalam perangkat Android milik brand asal Korea Selatan, HTC.

Perangkat terakhir yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aksi Berbagi Koneksi lewat wifi adalah PC ataupun Notebook yang memang mutlak harus memiliki kemampuan koneksi Wifi built in. Sedang sarana yang dapat digunakan untuk membagi koneksi ke banyak pengguna adalah pemnfaatan aplikasi mobile hotspot, dimana salah satu yang dapat kami rekomendasikan disini adalah Connectify. Seperti halnya dua jenis perangkat sebelumnya, Pengaturan Privacy merupakan hal yang mutlak dilakukan saat proses instalasi selesai. Dimana proses ini akan diikutsertakan dalam tutorial awal langkah penggunaan aplikasi Connectify. Lantas bagaimana dengan sumber koneksinya ? apakah dengan menggunakan kartu sim card dari operator ? tentu tidak, karena sangat jarang bisa ditemukan perangkat pc ataupun notebook yang memiliki slot sim card secara khusus langsung dalam bodi perangkat. sehingga alternatif yang dapat ditawarkan disini adalah Modem usb biasa atau mobile ponsel non smartphone (yang biasanya disebut dengan istilah feature phone) yang telah diubah kemampuannya sebagai modem dengan bantuan kabel data atau bluetooth.

Tips berbagi koneksi melalui jaringan wifi kali ini, bisa menjadi solusi praktis bagi sebagian orang yang menginginkan ketersediaan jaringan internet mumpuni lewat satu perangkat dengan biaya langganan bulanan yang dapat dikumpulkan secara kolektif.