Nubia M2, Layak Beli gak ya ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Satu persatu ponsel berkekuatan raksasa mulai bermunculan di tengah pasar Indonesia. Mengandalkan layar lebar 5,5″, prosesor delapan inti, internal storage 32 bahkan 64 GB dan RAM 4 GB keatas.
dan terlepas dari semua spesifikasi lain yang dibawa, persoalan Harga saya yakin masih menjadi pertimbangan utama untuk memilih dan membawa pulang satu diantaranya. Beberapa memilih setia pada brand global yang sudah terpercaya, sisanya mencoba brand baru dengan berbagai jualan utama yang ditawarkan.

Nubia M2 yang diperkenalkan pertengahan Juni lalu, hadir dengan spesifikasi sebagaimana yang disebut diatas. Internal 64 GB dan 4 GB RAM.
Untuk sebuah ponsel Android jaman sekarang, spek ini sudah tergolong mumpuni. Mengingat rata-rata brand global yang sudah lebih dulu dikenal, masih bermain pada ukuran 16 atau 32 GB internal dan 3 GB RAM.
Lalu bagaimana soal Harga ?

Di kisaran angka 4,3 jutaan Nubia M2 bakalan bersaing dengan setidaknya 5 nama besar lain yang hadir lebih dulu seperti Oppo F1s (64/4), Asus Zenfone 3 (64/4), Xiaomi Mi5s (64/3), Samsung A5 2017 (32/3), dan terakhir ada HTC E9+ (32/2) dengan spesifikasi paling rendah.
Itu artinya, diatas kertas hanya Oppo F1s dan salah satu varian Asus Zenfone 3 saja yang menjadi pesaing spesifikasi setara pada rentang harga jual yang sama.

Dari pengujian benchmarking menggunakan AnTuTu, Nubia M2 harus puas berada pada urutan 51, setelah Samsung Galaxy C9 Pro atau S6 series dengan score 63098. Sementara itu jika menggunakan Quadrant menghasilkan nilai 37979, yang sayangnya masih disandingkan dengan ponsel Android seri jadul.

Fitur yang menjadi kebanggaan Nubia M2 datang dari segmen kamera yang bakalan memberi 16 kemampuan kamera dslr kedalam layar ponsel, tentu dengan pilihan atau cara penangkapan gambar yang lebih dimudahkan. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi M2 dengan setidaknya 5 ponsel pesaing diatas.
Bagi yang paham atau minimal kenal dengan dunia fotografi, Nubia M2 serasa memanjakan mereka dengan teknik Slow Shutter, Trajectory, Slow Motion, Macro hingga Star Trail yang mampu merekam gambar langit dengan hasil yang ciamik. Tidak heran apabila Nubia berani tampil dan mengklaim sebagai ‘Mobile Photography Expert’.

Di luar itu masih ada multi fitur yang menarik untuk dicoba seperti Dual Instance yang memungkinkan pengguna menanamkan dua akun aplikasi tertentu seperti Whatsapp, Instagram atau BBM yang belakangan sempat ramai didiskusikan mengingat adanya kepentingan bisnis perorangan yang mampu diakomodir olehnya.

Nah trus, apakah Nubia M2 jadi layak beli untuk calon pengguna di Indonesia ?
Tergantung Kalian tentu saja.

Untuk kehadiran sebuah Vendor yang sama sekali baru di pangsa pasar Indonesia, bisa jadi agak meragukan mengingat Harga tergolong menengah ke atas, sementara para pesaing merupakan brand yang sudah punya nama lebih dulu.
Namun untuk ukuran sebuah ponsel Android, terlepas dari nama brand atau vendornya, spesifikasi yang ditawarkan sungguh sangat menawan. Apalagi ada sejumlah fitur atau kemampuan yang bakalan membedakan Nubia M2 dengan beragam pilihan ponsel yang ada.

Nubia M2, Tipis, Ringan, Menggoda

Category : tentang TeKnoLoGi

Terbiasa menggenggam ponsel seberat A9 Pro selama enam bulan terakhir jadi rada merinding saat mencoba menenteng Nubia M2, ponsel High End yang baru saja diluncurkan pertengahan Juni kemarin dengan mengandalkan jualan ‘Mobile Photography Expert’.
Meski sama-sama berdimensi 7,9 mm, secara bobot keduanya jauh berbeda. Selain itu, hal yang paling mencolok terlihat adalah dari segi layar yang diluncurkan dengan ukuran rata-rata smartphone masa kini, 5,5 inchi.

Form factor Nubia M2 masuk golongan unibody. Yang baterenya gak bakalan bisa dibongkar mudah oleh awam. Kekurangannya, jadi sedikit menyulitkan pengguna apabila kelak mengalami hang dan semacamnya. Jadi harus mengandalkan tombol Power yang ada di sisi kanan layar ponsel untuk mengaktif/nonaktifkan perangkat. Apalagi tombol Home yang ada pada sisi depan layar, tidak semenonjol fisik biasanya. Jadi musti dijaga betul ‘kesehatannya’ si Power ini.

Desainnya sangat menggoda.
Hadir dengan warna hitam dof, dan kelir gold di pojokan sisi samping ponsel yang didesain melengkung, atau kerap disebut layar 2,5 D kedua sisinya. Sementara tombol Home sebagaimana info diatas, meski tanpa fisik yang menonjol secara terpisah, didesain khusus dengan lingkaran merah sebagai aksen pada sisi layar depan.
Sementara di sisi belakang, posisi kamera yang mirip dengan seri iPhone ini dibuat sedikit timbul dengan kelir merah mengelilingi lensa lengkap dengan flash yang cukup mumpuni untuk membantu pengambilan gambar. Infonya terdapat fitur Dual Kamera yang siap digunakan dengan kemampuan laiknya kamera DSLR.
Selanjutnya akan dibahas khusus soal ini.

Pada sisi bawah terdapat lubang speaker, jack headset dan slot charger dengan tipe usb-c sehingga kabel charging bisa dibolak balik penggunaannya tanpa khawatir merusak lubang atau colokan chargernya sendiri.
Tombol Volume hadir dalam 2 unit terpisah di sisi kiri, sementara slot Sim Card ada di sisi kanan atas layar ponsel. dan sebagaimana yang sudah diinfokan sebelumnya, slot memory eksternal berada pada slot sim card 2. Jadi pengguna diberikan opsi memilih, antara menggunakan Dual Sim dan mengabaikan kapasitas simpan pada ponsel, atau menggunakan satu nomor utama sekaligus data, namun memiliki peluang penyimpanan yang lebih besar.

Urusan User Interfaces, Launcher yang disematkan merupakan hasil pengembangan tim secara khusus yaitu Nubia 4.0 mengadopsi sistem operasi Android 6.0.1 Marshmellow. Polanya tanpa menggunakan opsi Menu laiknya perangkat iPhone dan juga Hisense yang artinya semua icon akan tampil di halaman depan tanpa kecuali. Sayangnya saya tidak menemukan opsi untuk menyembunyikan beberapa icon aplikasi bawaan yang dianggap tidak perlu untuk meringkaskan tampilan.

Kepala charger yang dibekali dalam box penjualan berukuran cukup besar. Sehingga mampu mempercepat proses charging ponsel yang berkapasitas menengah, sekitaran 3.630 mAh.
Belum diuji lebih jauh sih ya, seberapa lama kemampuan standby rata-rata ponsel saat digunakan beraktifitas full mobile.
Nanti disusulkan.

Sodorkan Neo Vision, Nubia Luncurkan 3 Varian Mobile Photography Expert

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebagai brand baru di kancah pertarungan ponsel Android Indonesia, kehadiran Nubia bisa dikatakan cukup berani. Masuk dalam tiga segmentasi pengguna, mereka mencoba peruntungan pasar lokal bersaing dan bersanding dengan belasan vendor lain yang sudah mapan dengan komunitas serta pembagian kue yang ada.
Menyodorkan kecanggihan teknologi fotografi yang diklaim mampu memindahkan 19 kemampuan kamera kelas profesional ke dalam layar sebuah ponsel. Neo Vision.

Nama Nubia sepintas mengingatkan saya pada brand Finlandia yang diakuisisi Microsoft dan kini sedang mencoba comeback lewat seri klasik yang diperbaharui. Info sejauh ini Nubia merupakan seri premium yang berada dibelakang nama ZTE, salah satu brand ternama dari China yang sudah lama menjejakkan produk mereka di dalam negeri.
Bergerak dari tahun 2012 silam, Nubia tampaknya lebih dikenal luas di pasar global ketimbang lokal.
Tidak heran pada Rabu 14 Juni 2017 Nubia memperkenalkan tiga varian pertama mereka kepada sejumlah media di Rumahan Bistro & Creative Home Living, Teuku Umar Denpasar.

Membawa brand ambasador CR7, Nubia tampak percaya diri dengan jargon andalannya sebagai ‘Mobile Photography Expert’ atau ponsel dengan kemampuan fotografi terbaik di dunia.
Kabarnya ketiga varian yang akan diluncurkan telah mengadopsi Neo Vision, software yang dikembangkan secara khusus oleh Nubia Technology mampu mengambil gambar milkyway atau tampilan langit dengan hasil terbaik laiknya rekaman gambar kamera dslr. Hanya saja terdapat penyesuaian kemampuan yang akan bergantung pada jenis kamera yang disematkan.

Selain itu masing-masing varian juga disematkan teknologi Smart ScreenShot yang mampu mengambil rekaman gambar pada layar dalam ukuran panjang vertikal sebagaimana laiknya halaman blog oada tampilan mobile ponsel, Smart Screen Recording untuk merekam aktifitas pada layar ponsel sekaligus suara pengguna, bagus untuk mereka yang menggemari pembuatan Vlog dan juga fitur Split Screen untuk membagi layar kerja menjadi 2 area.

Dalam kesempatan khusus Djoko Tata Ibrahim, Bussiness Consultant Nubia Indonesia menyampaikan, “jika bersanding dengan ponsel lain yang berada pada rentang harga yang sama, yakin Nubia yang memiliki spek terbaik. dan jika bersanding pada spek yang setara, dijamin Nubia memiliki harga beli paling menarik.”

Hal ini diperkuat pula oleh Mr. Stephen Qu, Presiden Direktur Nubia Indonesia, yang menyatakan bahwa Nubia telah berkomitmen merilis ponsel dengan Spesifikasi dan Harga Terbaik, untuk dapat memberi kepercayaan pada konsumen Indonesia.

Sementara itu Michael Mondong, tim Marketing Manajer Nubia Indonesia menyampaikan, dalam event ini Nubia meluncurkan tiga varian untuk segmentasi pengguna yang berbeda di pasar Indonesia yaitu seri N1Lite, M2Lite dan M2.

Untuk N1Lite menyasar segmen Low End dengan spesifikasi Internal Storage 16 GB dan 2 GB RAM, layar 5,5 inchi mengandalkan resolusi kamera utama 8 MP serta 5 MP di sisi depan untuk kebutuhan selfie serta kapasitas batere 3000 mAh. Dapat ditebus di kisaran 1,699 Juta saja. Sejauh ini seri N1Lite memiliki desain cover belekang yang dapat dilepas dengan bahan dasar plastik bertekstur yang tidak akan meninggalkan sidik jari saat dipegang, serta slot sdcard yang terpisah dengan dual sim card di balik cover belakang tersebut.
Seri M2Lite menyasar segmen Mid End dengan desain yang lebih mewah yaitu unibodi laiknya seri preium lainnya, memiliki spesifikasi Internal Storage 32 GB dan RAM 4 GB, mengandalkan resolusi kamera 13 MP lensa CMOS Sony dan 16 MP pada sisi depan. Seri ini bisa ditebus pada rentang harga 2,799 Juta.
Sedangkan pada segmen High End, memperkenalkan seri Nubia M2 yang memiliki spesifikasi Terbaik yaitu Internal Storage 64 GB dan 4 GB RAM, dengan prosesor Octa Core 64 Bit serta kapasitas batere 3650 mAh, cukup untuk standby penggunaan hingga 2 hari dengan sekali charge. Menakjubkan.
Ponsel Nubia M2 ini dilepas pada kisaran harga 4,399 Juta Rupiah dengan fitur utama Dual Camera 13 MP Sony CMOS pada punggung ponsel dan sudah bisa didapatkan di beberapa gerai ponsel ternama terdekat di kota Anda.

Di luar ketiga seri diatas, sebenarnya ada satu kasta tertinggi lagi yang ditawarkan Nubia yaitu seri Z17 namun lebih diperuntukkan bagi pangsa pasar global dengan spesifikasi RAM 6 GB. Ini diputuskan mengingat harga jual perangkat tampaknya belum mampu dijangkau pengguna ponsel tanah air apalagi nama brand Nubia belum dikenal betul saat ini.

Tips Setup Perangkat Pintar untuk Anak

Category : tentang TeKnoLoGi

Memberikan bekal perangkat ponsel pintar ataupun yang berukuran besar laiknya tabletpc pada anak-anak agaknya sudah mulai lumrah dilakukan. Meski sebagian orang tua menyampaikan alasan demi masa depan dan pengetahuan mereka di jaman teknologi informasi ini, namun ada juga yang menganggap bahwa upaya ini adalah usaha meninabobokan anak agar tak mengganggu aktifitas orang tuanya. Mana yang benar, saya yakin kalian sebagai orang tua yang sebaya dengan saya pasti lebih tahu. He…

Jika melihat dari sistem operasi yang disematkan pada perangkat diatas secara, sepengetahuan saya hanya ada dua jaman sekarang ini. Android dan iOS.
Android yang dikembangkan oleh Google bisa ditemukan dalam beragam merek, spek dan besaran layar. Sedang iOS besutan Apple hadir dalam jumlah terbatas. iPad untuk ukuran tablet dan iPhone untuk ukuran ponsel.
Ada sih sistem operasi satu lawas yang mencoba peruntungan di pangsa mobile, namun kelihatannya belum begitu digemari, utamanya di kalangan anak-anak. Yup. Windows.

Tapi terlepas dari apapun itu perangkat yang dibekali, ada satu benang merah yang saya yakini menjadi penghubung atau kesamaan pola dalam melakukan aktifitas didalamnya.
Alamat Email.

Alamat email atau selanjutnya kita sebut saja dengan email, merupakan syarat mutlak untuk bisa menggunakan semua perangkat diatas. Minimal untuk bisa masuk kedalam pasar aplikasi secara resmi atau menyimpan semua history dan data selama kita berinteraksi dengan perangkat tersebut.
Untuk membuatnya gampang saja. Gunakan alamat email yang mudah diingat, dan percobaan password tanggal lahir. Sesederhana itu. Toh ini hanya untuk kepentingan perangkat yang nantinya akan digunakan lebih banyak untuk bermain dan belajar.

Langkah kedua, Pengaturan.
Mengingat secara fungsinya, pengaturan lebih lanjut bisa ditujukan kepada operasional mencakup layar, suara, daya tahan batere ataupun aplikasi yang dijalankan atau tidak. Pada dasarnya ya menyederhanakan kinerja perangkat agar tak banyak mengganggu aktifitas sang anak.
Kalau perlu, terkait Notifikasi aplikasi yang barangkali dianggap mengganggu.

Ketiga, suntikan Aplikasi tambahan.
Berhubung yang menggunakan lebih banyak anak-anak, perangkat bisa disuntikkan aplikasi utility yang mampu memblokir konten terlarang atau melaporkan aktifitas sang anak kepada orang tua, atau launcher user interface layar depan yang tidak memungkinkan anak untuk menghapus aplikasi secara tak sengaja. Semacam Lock Layar dalam posisi standby.

Langkah terakhir ya pengisian konten. Apakah berupa permainan yang nantinya akan mengedukasi si anak, belajar memahami pola dan alur, atau hiburan lainnya seperti video musikal ataupun filem keluarga masa kini. Bisa juga tivi series macamnya Marsha dan sejenisnya, ditambah motivasi psikologis untuk menambah semangat mereka.
Orang tua tentu lebih paham kebituhan anak mereka.

Berkaitan yang terakhir diatas, tentu dibutuhkan storage tambahan agar tak membebani kinerja perangkat akan kebutuhan ruang pada storage atau penyimpanan internal. Ukuran 32 atau 64 GB akan memberikan keleluasaan lebih untuk menyimpan dan memutar konten dengan beragam variannya.

Kira-kira begitu Tips hari ini dari saya.

SmartMP3 Recorder, Rekam Pembicaraan dalam Ukuran Ringkas

Category : tentang TeKnoLoGi

Mendapat kunjungan wartawan lepas media abal-abal secara rutin sebetulnya bukan merupakan aktifitas yang menyenangkan saat berada di kursi panas jabatan mentereng pegawai negeri sipil, dimanapun kalian berada. Saya yakin itu.
Namun untuk bisa meredamnya, bahkan melaporkan kondisi yang ada ke tingkat pimpinan untuk mendapatkan tindaklanjut, membutuhkan bukti otentik dan akurat yang bisa dipertanggungjawabkan, tanpa diketahui pihak lawan bicara, namun ramah penyimpanan storage pada perangkat.

Kalian coba lah aplikasi mantap yang satu ini.
Smart MP3 Recorder.
Jika jeli, aplikasi ini bisa didapat dengan mudah melalui jendela pasar aplikasi, Google Store.

Smart MP3 Recorder.
Sebagaimana namanya, aplikasi ini berfungsi untuk merekam semua pembicaraan dalam bentuk Audio. Ya, semuanya.
Baik apakah itu wawancara resmi ataupun penyadapan akan aksi permintaan uang dan semacamnya oleh pihak pihak yang berkepentingan, hingga dalam adat dan budaya kami ada istilah ‘Nunas Bawos’ dari leluhur yang ada. Tapi eh, itu aktifitas yang sering saya manfaatkan sih ya. Berlaku juga untuk hal lain kok. Hehehe…

Hasilnya berupa file audio dengan format MP3 yang dapat diatur kualitasnya serta didengarkan kembali lewat perangkat yang kalian miliki. Penamaan alan diberikan ketika proses sudah dihentikan. Sesederhana itu.

Yang bagusnya, ni aplikasi dapat dijalankan pada background sehingga secara tampilan saat layar ponsel Android dipamerkan pun, tak akan ketahuan lawan bicara. Jadi kalo mau melakukan aktifitas merekam hal-hal terlarang pun gak bakalan ketahuan mengingat proses bisa dilakukan sembari chat ataupun browsing.

Aplikasi Smart MP3 Recorder ini ditawarkan dalam dua versi, free ataupun Premium. Cuma saya agak bingung apa fitur kelebihan untuk versi Premium yang bisa ditebus dengan pemotongan pulsa ataupun voucher Google Play senilai 35ribu saja. Mungkin salah satunya adalah menghilangkan iklan yang menghiasi layar.

MX Player, Pemutar Video Standar Wajib Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Tidak banyak aplikasi yang saya gunakan sejak awal mengenal perangkat Android, masih setia masuk dalam daftar instalasi hingga hari ini. MX Player ini salah satunya.
Aplikasi Pemutar Video dan juga file audio visual lain yang dikembangkan oleh J2 Interactive ini rupanya sudah diunduh lebih dari 100 juta pengguna Android. Dimana 10 hingga 25 kalinya disumbangkan oleh saya sendiri, mengingat sekian kali memegang perangkat kawan ataupun membelikan baru, aplikasi ini Wajib Hadir Hukumnya sebagai standar di Android, baik ponsel maupun tabletpc.

Kenapa saya begitu mendewakan aplikasi satu ini ?
Ada sisi kemudahan pemakaian disitu, yang ditawarkan oleh pengembang MX Player, dimana hanya dengan melakukan usapan pada layar, beberapa fungsi bisa berlaku sebagaimana harapan pengguna. Misalkan usapan kanan untuk mem-forward durasi pemutaran video, kiri untuk kembali ke awal, naik turun di sisi kanan untuk volume dan naik turun di sisi kiri untuk kecerahan layar. Itu saja sudah cukup sebenarnya.
dan kalo ndak salah, ada fitur ‘lock screen’ nya untuk mengamankan layar dari sentuhan jari anak-anak yang suka asal pencet. He…

Aplikasi MX Player ini dibagikan dalam 2 versi, Free dan Berbayar kisaran 72 ribu untuk fitur tanpa iklan. Persoalan iklan ini memang sedikit mengganggu bagi anak-anak atau mereka yang tidak sadar bahwa diantara barisan video yang ada, terselip iklan dimaksud sehingga tanpa sengaja menekannya dan menghabiskan kuota data yang kita miliki.
dan memang harus saya akui, persoalan tampilan tadi itupun, MX Player tergolong ringkas, bisa menyajikan dalam format folder terpisah sebagaimana susunan files, ataupun files segambreng dengan pengurutan abjad.

Menarik bukan ?

Samsung Galaxy A5 (2017) atau Asus Zenfone 3/Max ?

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Postingan berikut sebenarnya hanya menjawab pertanyaan rekan saya yang berprofesi sebagai dosen STP Nusa Dua, Made Wirautama pemilik blog imadewira, dilontarkan di group Whatsapp Bali Blogger Senin malam kemarin.

Pilih mana, Samsung Galaxy A5 (2017) atau Asus Zenfone 3 552 / Max 520 ?

Samsung Galaxy A series setau saya masuk golongan ponsel premiumnya Samsung, sedang J kalo ndak salah, masuk yang golongan terjangkau. Oleh sebab itu rata rata jualan Samsung A adalah ketahanannya terhadap debu dan air.
Dengan internal storage 32 GB dan bedaran RAM 3 GB, bagi saya pribadi sudah cukup mengingat secara aktifitas jarang menggunakan games atau aplikasi dengan kebutuhan sumber daya yang besar.
Apalagi slot eksternal card yang terpisah dengan slot Dual Sim. Artinya bisa nambah kapasitas buat belasan filem berdurasi panjang tanpa mengganggu fungsi sim 1 yang biasanya saya gunakan utk internetan (bisa diganti jika ndak berkenan dengan operator tertentu), dan sim 2 untuk disematkan nomor ponsel permanen.
Cuma ya karena kebutuhan saya saat ini adalah daya Besar. Jadi jelas jika pilihannya A5 ya langsung dicoret dari daftar…

Dibandingkan dengan Asus yang 552 (Zenfone 3) atau yang 520 (Zenfone 3 Max), yang membuat saya kurang suka jika dilihat diatas kertas dari halaman compare di gsmarena adalah keberadaan slot eksternal card yang menjadi satu dengan slot sim card 2. Jadi ya fungsinya jadi agak terbatas.
Kalian sebagai calon pengguna harus bisa memilih, mau nyimpen belasan filem tapi kartu sim card ya pake nomor permanen cuma musti puas dengan paket internet yang ada atau sebaliknya, storage terbatas tapi kartu sim bisa leluasa.
Tapi semoga saja infonya salah… jadi bisa di cek dulu secara fisik di gerai ponsel terdekat.

Lainnya sih sama saja saya lihat, cuma Zenfone baik 3 maupun Max lebih luas jaringannya. Jadi kalo mau melali ke Taiwan, India atau Brazil, Asus masih mampu dibawa ketimbang Samsung.

Kalo diminta milih diantara kedua Asus, saya tentu pilih yang Max, secara kapasitas batere lebih besar. Ya kembali pada kebutuhan utama lah…
Tapi kalo boleh milih diluar itu ya yang seri Max 3s. Ponsel milik Asus yang dirilis resmi di India dengan kapasitas baterenya yang memuaskan.
Di lapak online macam Tokopedia, ada yang jual kok, saya lihat.
Pengalaman pake Samsung Galaxy A9 Pro, sudah gak worry lagi soal batere habis di siang/sore hari. Charge kini hanya malam sekali saja. Pagi sampe malam berikutnya ya tinggal pakai.

Sayangnya lagi, dibanding Samsung A5, kedua seri Asus ndak punya sertipikat daya tahan air dan debu. Jadi kalo nyemplung ndak sengaja ya musti kering benar sebelum dinyalakan lagi.

Kira-kira begitu…

Asus Zenfone Max 3s, Terjangkau dan Tahan Lama

Category : tentang TeKnoLoGi

Puas dengan kinerja Samsung Galaxy A9 Pro tempo hari dalam hal ketahanan batere yang mampu digelar seharian online tanpa perlu bingung cari colokan atau tanpa ribet bawa serta Power Bank, rasanya jadi pengen mencoba alternatif lain, dengan kemampuan kurang lebih setara untuk pertimbangan utama ini, namun dengan harga yang lebih terjangkau. dan kalo bisa sih ya, tanpa mengurangi kemampuan kinerja ponsel dalam operasionalnya sehari-hari dalam mendukung pekerjaan atau hiburan dan sosial media.
Beruntung saya bertemu kawan lama yang menyodorkan Asus Zenfone Max 3s, ponsel bertenaga yang kelihatannya dipasarkan bukan untuk pasar lokalan sini.

Dilihat secara visual, penampilan Asus Zenfone Max 3s ini bisa dikatakan cukup menawan. Bahan metal pada bodi, benar-benar menyiratkan kekhasan Asus sejauh ini. Hanya terpaut 1 mm saja untuk urusan ketebalan bila disandingkan dengan ponsel Samsung Galaxy A9 Pro yang saya gunakan saat ini. Sementara baik spek dan lainnya diatas kertas bisa dikatakan setara.

Hadir dengan layar yang lebih kecil ketimbang A9 Pro, Asus Zenfone Max 3s ini sempat menghadirkan dugaan akan daya tahan batere yang lebih baik. Namun lantaran keterbatasan waktu yang diberikan pemilik ponsel untuk bisa mengoprek lebih jauh, sampai hari ini tampaknya saya belum beruntung membuktikannya. Meski demikian perlu diapreasiasi lantaran sepanjang pemakaian, sisa prosentase pasca penggunaan panjang masih setara dengan A9 Pro.

Penggunaan jenis prosesor Mediatek 1,5 GHz OctaCore tampaknya menjadi salah satu penyebab harga jual yang sedemikian terjangkau. Namun ketika dipadu dengan memory RAM 3 GB dan Internal Storage 32 GB, secara awam saya cukup puas dengan kinerjanya. Mengingat ponsel Android bisa dikatakan sangat jarang menyisakan RAM tak terpakai meski saat berada dalam kondisi standby sekalipun. Beberapa aplikasi yang didaulat secara multitasking, saat dibuka kembali, tidak lagi mengulang startup screen laiknya ponsel sejenis di kisaran harga yang sama. Untuk hasil benchmarking menggunakan Antutu, Zenfone Max 3s berhasil menggapai angka 40ribuan poin. Edan…

Sebagaimana ponsel seri lainnya yang mengusung nama besar Asus, Zenfone Max 3s tentu saja telah siap digunakan dengan mengadopsi User Interface Zen 3.0 yang kata kawan saya, @BlogDokter pengguna setia Asus, merupakan antarmuka terlengkap dan ringkas sejauh ini. Sementara sistem operasi sudah menggunakan Android rilis terbaru yaitu versi 7.0 Nougat yang artinya jika kalian termasuk yang beruntung bisa menggenggam ponsel berkekuatan daya batere 5000 mAh ini, ya ndak usah khawatir akan pembaharuan sistem operasi lagi satu dua tahun mendatang.

Urusan kamera, Asus Zenfone Max 3s sudah dibekali resolusi 13 MP untuk bagian punggung dan dilengkapi dengan dual Flash, sedang urusan selfie, kalian akan mendapati lensa 8 MP di sisi depan ponsel. Lumayan bukan ?

Secara resminya, ponsel ini keknya ndak bakalan kalian temukan di pasar lokal. Karena untuk Indonesia, Asus merilis seri Zenfone 3 Max dengan 2 varian yang sama-sama dibekali dengan kapasitas batere sekitar 4100 mAh. Sementara ponsel satu ini rilis di India Februari lalu.
Sehingga satu-satunya opsi yang ada adalah onlineshop dengan harga jual sekitaran 3 jutaan, bergaransi Distributor.

Apakah ponsel ini cukup worthed untuk dibawa pulang ? Ya bergantung pada kenekatan kalian aja mengingat ni ponsel tergolong gak resmi kalo dipake harian di Indonesia.
Namun sebagaimana ponsel lawas saya era pdaphone berbasis Windows Mobile tahun 2005/2006 yang saat itu tergolong kasus yang sama, woles aja ketika kalian paham pola penggunaannya. Karena toh ketersediaan bahasa Inggris internasional sudah ada secara default ketika terjadi proses Hard Reset pada ponsel sewaktu-waktu.