Sodorkan Neo Vision, Nubia Luncurkan 3 Varian Mobile Photography Expert

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebagai brand baru di kancah pertarungan ponsel Android Indonesia, kehadiran Nubia bisa dikatakan cukup berani. Masuk dalam tiga segmentasi pengguna, mereka mencoba peruntungan pasar lokal bersaing dan bersanding dengan belasan vendor lain yang sudah mapan dengan komunitas serta pembagian kue yang ada.
Menyodorkan kecanggihan teknologi fotografi yang diklaim mampu memindahkan 19 kemampuan kamera kelas profesional ke dalam layar sebuah ponsel. Neo Vision.

Nama Nubia sepintas mengingatkan saya pada brand Finlandia yang diakuisisi Microsoft dan kini sedang mencoba comeback lewat seri klasik yang diperbaharui. Info sejauh ini Nubia merupakan seri premium yang berada dibelakang nama ZTE, salah satu brand ternama dari China yang sudah lama menjejakkan produk mereka di dalam negeri.
Bergerak dari tahun 2012 silam, Nubia tampaknya lebih dikenal luas di pasar global ketimbang lokal.
Tidak heran pada Rabu 14 Juni 2017 Nubia memperkenalkan tiga varian pertama mereka kepada sejumlah media di Rumahan Bistro & Creative Home Living, Teuku Umar Denpasar.

Membawa brand ambasador CR7, Nubia tampak percaya diri dengan jargon andalannya sebagai ‘Mobile Photography Expert’ atau ponsel dengan kemampuan fotografi terbaik di dunia.
Kabarnya ketiga varian yang akan diluncurkan telah mengadopsi Neo Vision, software yang dikembangkan secara khusus oleh Nubia Technology mampu mengambil gambar milkyway atau tampilan langit dengan hasil terbaik laiknya rekaman gambar kamera dslr. Hanya saja terdapat penyesuaian kemampuan yang akan bergantung pada jenis kamera yang disematkan.

Selain itu masing-masing varian juga disematkan teknologi Smart ScreenShot yang mampu mengambil rekaman gambar pada layar dalam ukuran panjang vertikal sebagaimana laiknya halaman blog oada tampilan mobile ponsel, Smart Screen Recording untuk merekam aktifitas pada layar ponsel sekaligus suara pengguna, bagus untuk mereka yang menggemari pembuatan Vlog dan juga fitur Split Screen untuk membagi layar kerja menjadi 2 area.

Dalam kesempatan khusus Djoko Tata Ibrahim, Bussiness Consultant Nubia Indonesia menyampaikan, “jika bersanding dengan ponsel lain yang berada pada rentang harga yang sama, yakin Nubia yang memiliki spek terbaik. dan jika bersanding pada spek yang setara, dijamin Nubia memiliki harga beli paling menarik.”

Hal ini diperkuat pula oleh Mr. Stephen Qu, Presiden Direktur Nubia Indonesia, yang menyatakan bahwa Nubia telah berkomitmen merilis ponsel dengan Spesifikasi dan Harga Terbaik, untuk dapat memberi kepercayaan pada konsumen Indonesia.

Sementara itu Michael Mondong, tim Marketing Manajer Nubia Indonesia menyampaikan, dalam event ini Nubia meluncurkan tiga varian untuk segmentasi pengguna yang berbeda di pasar Indonesia yaitu seri N1Lite, M2Lite dan M2.

Untuk N1Lite menyasar segmen Low End dengan spesifikasi Internal Storage 16 GB dan 2 GB RAM, layar 5,5 inchi mengandalkan resolusi kamera utama 8 MP serta 5 MP di sisi depan untuk kebutuhan selfie serta kapasitas batere 3000 mAh. Dapat ditebus di kisaran 1,699 Juta saja. Sejauh ini seri N1Lite memiliki desain cover belekang yang dapat dilepas dengan bahan dasar plastik bertekstur yang tidak akan meninggalkan sidik jari saat dipegang, serta slot sdcard yang terpisah dengan dual sim card di balik cover belakang tersebut.
Seri M2Lite menyasar segmen Mid End dengan desain yang lebih mewah yaitu unibodi laiknya seri preium lainnya, memiliki spesifikasi Internal Storage 32 GB dan RAM 4 GB, mengandalkan resolusi kamera 13 MP lensa CMOS Sony dan 16 MP pada sisi depan. Seri ini bisa ditebus pada rentang harga 2,799 Juta.
Sedangkan pada segmen High End, memperkenalkan seri Nubia M2 yang memiliki spesifikasi Terbaik yaitu Internal Storage 64 GB dan 4 GB RAM, dengan prosesor Octa Core 64 Bit serta kapasitas batere 3650 mAh, cukup untuk standby penggunaan hingga 2 hari dengan sekali charge. Menakjubkan.
Ponsel Nubia M2 ini dilepas pada kisaran harga 4,399 Juta Rupiah dengan fitur utama Dual Camera 13 MP Sony CMOS pada punggung ponsel dan sudah bisa didapatkan di beberapa gerai ponsel ternama terdekat di kota Anda.

Di luar ketiga seri diatas, sebenarnya ada satu kasta tertinggi lagi yang ditawarkan Nubia yaitu seri Z17 namun lebih diperuntukkan bagi pangsa pasar global dengan spesifikasi RAM 6 GB. Ini diputuskan mengingat harga jual perangkat tampaknya belum mampu dijangkau pengguna ponsel tanah air apalagi nama brand Nubia belum dikenal betul saat ini.

Tips Setup Perangkat Pintar untuk Anak

Category : tentang TeKnoLoGi

Memberikan bekal perangkat ponsel pintar ataupun yang berukuran besar laiknya tabletpc pada anak-anak agaknya sudah mulai lumrah dilakukan. Meski sebagian orang tua menyampaikan alasan demi masa depan dan pengetahuan mereka di jaman teknologi informasi ini, namun ada juga yang menganggap bahwa upaya ini adalah usaha meninabobokan anak agar tak mengganggu aktifitas orang tuanya. Mana yang benar, saya yakin kalian sebagai orang tua yang sebaya dengan saya pasti lebih tahu. He…

Jika melihat dari sistem operasi yang disematkan pada perangkat diatas secara, sepengetahuan saya hanya ada dua jaman sekarang ini. Android dan iOS.
Android yang dikembangkan oleh Google bisa ditemukan dalam beragam merek, spek dan besaran layar. Sedang iOS besutan Apple hadir dalam jumlah terbatas. iPad untuk ukuran tablet dan iPhone untuk ukuran ponsel.
Ada sih sistem operasi satu lawas yang mencoba peruntungan di pangsa mobile, namun kelihatannya belum begitu digemari, utamanya di kalangan anak-anak. Yup. Windows.

Tapi terlepas dari apapun itu perangkat yang dibekali, ada satu benang merah yang saya yakini menjadi penghubung atau kesamaan pola dalam melakukan aktifitas didalamnya.
Alamat Email.

Alamat email atau selanjutnya kita sebut saja dengan email, merupakan syarat mutlak untuk bisa menggunakan semua perangkat diatas. Minimal untuk bisa masuk kedalam pasar aplikasi secara resmi atau menyimpan semua history dan data selama kita berinteraksi dengan perangkat tersebut.
Untuk membuatnya gampang saja. Gunakan alamat email yang mudah diingat, dan percobaan password tanggal lahir. Sesederhana itu. Toh ini hanya untuk kepentingan perangkat yang nantinya akan digunakan lebih banyak untuk bermain dan belajar.

Langkah kedua, Pengaturan.
Mengingat secara fungsinya, pengaturan lebih lanjut bisa ditujukan kepada operasional mencakup layar, suara, daya tahan batere ataupun aplikasi yang dijalankan atau tidak. Pada dasarnya ya menyederhanakan kinerja perangkat agar tak banyak mengganggu aktifitas sang anak.
Kalau perlu, terkait Notifikasi aplikasi yang barangkali dianggap mengganggu.

Ketiga, suntikan Aplikasi tambahan.
Berhubung yang menggunakan lebih banyak anak-anak, perangkat bisa disuntikkan aplikasi utility yang mampu memblokir konten terlarang atau melaporkan aktifitas sang anak kepada orang tua, atau launcher user interface layar depan yang tidak memungkinkan anak untuk menghapus aplikasi secara tak sengaja. Semacam Lock Layar dalam posisi standby.

Langkah terakhir ya pengisian konten. Apakah berupa permainan yang nantinya akan mengedukasi si anak, belajar memahami pola dan alur, atau hiburan lainnya seperti video musikal ataupun filem keluarga masa kini. Bisa juga tivi series macamnya Marsha dan sejenisnya, ditambah motivasi psikologis untuk menambah semangat mereka.
Orang tua tentu lebih paham kebituhan anak mereka.

Berkaitan yang terakhir diatas, tentu dibutuhkan storage tambahan agar tak membebani kinerja perangkat akan kebutuhan ruang pada storage atau penyimpanan internal. Ukuran 32 atau 64 GB akan memberikan keleluasaan lebih untuk menyimpan dan memutar konten dengan beragam variannya.

Kira-kira begitu Tips hari ini dari saya.

SmartMP3 Recorder, Rekam Pembicaraan dalam Ukuran Ringkas

Category : tentang TeKnoLoGi

Mendapat kunjungan wartawan lepas media abal-abal secara rutin sebetulnya bukan merupakan aktifitas yang menyenangkan saat berada di kursi panas jabatan mentereng pegawai negeri sipil, dimanapun kalian berada. Saya yakin itu.
Namun untuk bisa meredamnya, bahkan melaporkan kondisi yang ada ke tingkat pimpinan untuk mendapatkan tindaklanjut, membutuhkan bukti otentik dan akurat yang bisa dipertanggungjawabkan, tanpa diketahui pihak lawan bicara, namun ramah penyimpanan storage pada perangkat.

Kalian coba lah aplikasi mantap yang satu ini.
Smart MP3 Recorder.
Jika jeli, aplikasi ini bisa didapat dengan mudah melalui jendela pasar aplikasi, Google Store.

Smart MP3 Recorder.
Sebagaimana namanya, aplikasi ini berfungsi untuk merekam semua pembicaraan dalam bentuk Audio. Ya, semuanya.
Baik apakah itu wawancara resmi ataupun penyadapan akan aksi permintaan uang dan semacamnya oleh pihak pihak yang berkepentingan, hingga dalam adat dan budaya kami ada istilah ‘Nunas Bawos’ dari leluhur yang ada. Tapi eh, itu aktifitas yang sering saya manfaatkan sih ya. Berlaku juga untuk hal lain kok. Hehehe…

Hasilnya berupa file audio dengan format MP3 yang dapat diatur kualitasnya serta didengarkan kembali lewat perangkat yang kalian miliki. Penamaan alan diberikan ketika proses sudah dihentikan. Sesederhana itu.

Yang bagusnya, ni aplikasi dapat dijalankan pada background sehingga secara tampilan saat layar ponsel Android dipamerkan pun, tak akan ketahuan lawan bicara. Jadi kalo mau melakukan aktifitas merekam hal-hal terlarang pun gak bakalan ketahuan mengingat proses bisa dilakukan sembari chat ataupun browsing.

Aplikasi Smart MP3 Recorder ini ditawarkan dalam dua versi, free ataupun Premium. Cuma saya agak bingung apa fitur kelebihan untuk versi Premium yang bisa ditebus dengan pemotongan pulsa ataupun voucher Google Play senilai 35ribu saja. Mungkin salah satunya adalah menghilangkan iklan yang menghiasi layar.

MX Player, Pemutar Video Standar Wajib Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Tidak banyak aplikasi yang saya gunakan sejak awal mengenal perangkat Android, masih setia masuk dalam daftar instalasi hingga hari ini. MX Player ini salah satunya.
Aplikasi Pemutar Video dan juga file audio visual lain yang dikembangkan oleh J2 Interactive ini rupanya sudah diunduh lebih dari 100 juta pengguna Android. Dimana 10 hingga 25 kalinya disumbangkan oleh saya sendiri, mengingat sekian kali memegang perangkat kawan ataupun membelikan baru, aplikasi ini Wajib Hadir Hukumnya sebagai standar di Android, baik ponsel maupun tabletpc.

Kenapa saya begitu mendewakan aplikasi satu ini ?
Ada sisi kemudahan pemakaian disitu, yang ditawarkan oleh pengembang MX Player, dimana hanya dengan melakukan usapan pada layar, beberapa fungsi bisa berlaku sebagaimana harapan pengguna. Misalkan usapan kanan untuk mem-forward durasi pemutaran video, kiri untuk kembali ke awal, naik turun di sisi kanan untuk volume dan naik turun di sisi kiri untuk kecerahan layar. Itu saja sudah cukup sebenarnya.
dan kalo ndak salah, ada fitur ‘lock screen’ nya untuk mengamankan layar dari sentuhan jari anak-anak yang suka asal pencet. He…

Aplikasi MX Player ini dibagikan dalam 2 versi, Free dan Berbayar kisaran 72 ribu untuk fitur tanpa iklan. Persoalan iklan ini memang sedikit mengganggu bagi anak-anak atau mereka yang tidak sadar bahwa diantara barisan video yang ada, terselip iklan dimaksud sehingga tanpa sengaja menekannya dan menghabiskan kuota data yang kita miliki.
dan memang harus saya akui, persoalan tampilan tadi itupun, MX Player tergolong ringkas, bisa menyajikan dalam format folder terpisah sebagaimana susunan files, ataupun files segambreng dengan pengurutan abjad.

Menarik bukan ?

Samsung Galaxy A5 (2017) atau Asus Zenfone 3/Max ?

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Postingan berikut sebenarnya hanya menjawab pertanyaan rekan saya yang berprofesi sebagai dosen STP Nusa Dua, Made Wirautama pemilik blog imadewira, dilontarkan di group Whatsapp Bali Blogger Senin malam kemarin.

Pilih mana, Samsung Galaxy A5 (2017) atau Asus Zenfone 3 552 / Max 520 ?

Samsung Galaxy A series setau saya masuk golongan ponsel premiumnya Samsung, sedang J kalo ndak salah, masuk yang golongan terjangkau. Oleh sebab itu rata rata jualan Samsung A adalah ketahanannya terhadap debu dan air.
Dengan internal storage 32 GB dan bedaran RAM 3 GB, bagi saya pribadi sudah cukup mengingat secara aktifitas jarang menggunakan games atau aplikasi dengan kebutuhan sumber daya yang besar.
Apalagi slot eksternal card yang terpisah dengan slot Dual Sim. Artinya bisa nambah kapasitas buat belasan filem berdurasi panjang tanpa mengganggu fungsi sim 1 yang biasanya saya gunakan utk internetan (bisa diganti jika ndak berkenan dengan operator tertentu), dan sim 2 untuk disematkan nomor ponsel permanen.
Cuma ya karena kebutuhan saya saat ini adalah daya Besar. Jadi jelas jika pilihannya A5 ya langsung dicoret dari daftar…

Dibandingkan dengan Asus yang 552 (Zenfone 3) atau yang 520 (Zenfone 3 Max), yang membuat saya kurang suka jika dilihat diatas kertas dari halaman compare di gsmarena adalah keberadaan slot eksternal card yang menjadi satu dengan slot sim card 2. Jadi ya fungsinya jadi agak terbatas.
Kalian sebagai calon pengguna harus bisa memilih, mau nyimpen belasan filem tapi kartu sim card ya pake nomor permanen cuma musti puas dengan paket internet yang ada atau sebaliknya, storage terbatas tapi kartu sim bisa leluasa.
Tapi semoga saja infonya salah… jadi bisa di cek dulu secara fisik di gerai ponsel terdekat.

Lainnya sih sama saja saya lihat, cuma Zenfone baik 3 maupun Max lebih luas jaringannya. Jadi kalo mau melali ke Taiwan, India atau Brazil, Asus masih mampu dibawa ketimbang Samsung.

Kalo diminta milih diantara kedua Asus, saya tentu pilih yang Max, secara kapasitas batere lebih besar. Ya kembali pada kebutuhan utama lah…
Tapi kalo boleh milih diluar itu ya yang seri Max 3s. Ponsel milik Asus yang dirilis resmi di India dengan kapasitas baterenya yang memuaskan.
Di lapak online macam Tokopedia, ada yang jual kok, saya lihat.
Pengalaman pake Samsung Galaxy A9 Pro, sudah gak worry lagi soal batere habis di siang/sore hari. Charge kini hanya malam sekali saja. Pagi sampe malam berikutnya ya tinggal pakai.

Sayangnya lagi, dibanding Samsung A5, kedua seri Asus ndak punya sertipikat daya tahan air dan debu. Jadi kalo nyemplung ndak sengaja ya musti kering benar sebelum dinyalakan lagi.

Kira-kira begitu…

Asus Zenfone Max 3s, Terjangkau dan Tahan Lama

Category : tentang TeKnoLoGi

Puas dengan kinerja Samsung Galaxy A9 Pro tempo hari dalam hal ketahanan batere yang mampu digelar seharian online tanpa perlu bingung cari colokan atau tanpa ribet bawa serta Power Bank, rasanya jadi pengen mencoba alternatif lain, dengan kemampuan kurang lebih setara untuk pertimbangan utama ini, namun dengan harga yang lebih terjangkau. dan kalo bisa sih ya, tanpa mengurangi kemampuan kinerja ponsel dalam operasionalnya sehari-hari dalam mendukung pekerjaan atau hiburan dan sosial media.
Beruntung saya bertemu kawan lama yang menyodorkan Asus Zenfone Max 3s, ponsel bertenaga yang kelihatannya dipasarkan bukan untuk pasar lokalan sini.

Dilihat secara visual, penampilan Asus Zenfone Max 3s ini bisa dikatakan cukup menawan. Bahan metal pada bodi, benar-benar menyiratkan kekhasan Asus sejauh ini. Hanya terpaut 1 mm saja untuk urusan ketebalan bila disandingkan dengan ponsel Samsung Galaxy A9 Pro yang saya gunakan saat ini. Sementara baik spek dan lainnya diatas kertas bisa dikatakan setara.

Hadir dengan layar yang lebih kecil ketimbang A9 Pro, Asus Zenfone Max 3s ini sempat menghadirkan dugaan akan daya tahan batere yang lebih baik. Namun lantaran keterbatasan waktu yang diberikan pemilik ponsel untuk bisa mengoprek lebih jauh, sampai hari ini tampaknya saya belum beruntung membuktikannya. Meski demikian perlu diapreasiasi lantaran sepanjang pemakaian, sisa prosentase pasca penggunaan panjang masih setara dengan A9 Pro.

Penggunaan jenis prosesor Mediatek 1,5 GHz OctaCore tampaknya menjadi salah satu penyebab harga jual yang sedemikian terjangkau. Namun ketika dipadu dengan memory RAM 3 GB dan Internal Storage 32 GB, secara awam saya cukup puas dengan kinerjanya. Mengingat ponsel Android bisa dikatakan sangat jarang menyisakan RAM tak terpakai meski saat berada dalam kondisi standby sekalipun. Beberapa aplikasi yang didaulat secara multitasking, saat dibuka kembali, tidak lagi mengulang startup screen laiknya ponsel sejenis di kisaran harga yang sama. Untuk hasil benchmarking menggunakan Antutu, Zenfone Max 3s berhasil menggapai angka 40ribuan poin. Edan…

Sebagaimana ponsel seri lainnya yang mengusung nama besar Asus, Zenfone Max 3s tentu saja telah siap digunakan dengan mengadopsi User Interface Zen 3.0 yang kata kawan saya, @BlogDokter pengguna setia Asus, merupakan antarmuka terlengkap dan ringkas sejauh ini. Sementara sistem operasi sudah menggunakan Android rilis terbaru yaitu versi 7.0 Nougat yang artinya jika kalian termasuk yang beruntung bisa menggenggam ponsel berkekuatan daya batere 5000 mAh ini, ya ndak usah khawatir akan pembaharuan sistem operasi lagi satu dua tahun mendatang.

Urusan kamera, Asus Zenfone Max 3s sudah dibekali resolusi 13 MP untuk bagian punggung dan dilengkapi dengan dual Flash, sedang urusan selfie, kalian akan mendapati lensa 8 MP di sisi depan ponsel. Lumayan bukan ?

Secara resminya, ponsel ini keknya ndak bakalan kalian temukan di pasar lokal. Karena untuk Indonesia, Asus merilis seri Zenfone 3 Max dengan 2 varian yang sama-sama dibekali dengan kapasitas batere sekitar 4100 mAh. Sementara ponsel satu ini rilis di India Februari lalu.
Sehingga satu-satunya opsi yang ada adalah onlineshop dengan harga jual sekitaran 3 jutaan, bergaransi Distributor.

Apakah ponsel ini cukup worthed untuk dibawa pulang ? Ya bergantung pada kenekatan kalian aja mengingat ni ponsel tergolong gak resmi kalo dipake harian di Indonesia.
Namun sebagaimana ponsel lawas saya era pdaphone berbasis Windows Mobile tahun 2005/2006 yang saat itu tergolong kasus yang sama, woles aja ketika kalian paham pola penggunaannya. Karena toh ketersediaan bahasa Inggris internasional sudah ada secara default ketika terjadi proses Hard Reset pada ponsel sewaktu-waktu.

GPS Status, Pantau Titik Koordinat Sasaran

Category : tentang TeKnoLoGi

Untuk bisa membuktikan kebenaran aksi lapangan yang kami lakoni sejauh ini, salah satu bahan pertimbangan laporan tiap kali diperintahkan turun survey adalah Titik Koordinat sasaran yang dituju.
Jika dulu sebelum mengenal perangkat Android kami selalu mengandalkan perangkat GPS Garmin yang berukuran menyerupai sebuah perangkat PDA Phone namun jauh lebih gembul, serta Selalu kesulitan dalam melakukan pencatatan titik mengingat tenaga yang dikirimkan untuk turun ke lapangan berbeda-beda bergantung pada kebutuhan.

Kesulitan perlahan sirna seiring perangkat Android mulai saya miliki dan eksplore pasca kepemilikan Samsung Galaxy Ace S5800 yang keren jaman itu. Bisa menggantikan perangkat Garmin dengan tingkat perbedaan yang tidak jauh signifikan membuat pelan tapi pasti, GPS Status selalu hadir dalam setiap perangkat Android yang saya miliki.

Berdasarkan hasil koordinat yang mampu dipetakan pada layar Android saat aplikasi GPS Status ini diaktifkan, yang saya butuhkan sebetulnya hanya satu saja. Titik Koordinat Lintang Timur dan Selatan.
Yang seandainya dicatatkan dan diujicoba pencarian melalui halaman Google Maps, keakuratan lokasi bisa dikatakan sungguh memuaskan.
Minimal mampu memberikan gambaran dimana sasaran berada saat tim turun ke lapangan.

Aplikasi GPS Status ini sangat bermanfaat bagi kalian yang kerap berada di lapangan, guna melakukan survey ke sasaran tertentu laiknya kami sebulan terakhir, memverifikasi usulan bantuan rumah di seantero Kabupaten Badung.

Menarik untuk dicoba bukan ?

TubeMate, Mudah Unduh Video di Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Menikmati sajian audio visual belakangan ini rasanya memang makin keranjingan dilakoni. Saya yakin kali ini gak sendirian dalam hal begini. Gak hanya melalui halaman YouTube, tapi juga Vimeo atau bisa jadi jejaring sosial pertemanan FaceBook.
Banyak hal menarik yang bisa dinikmati bersama keluarga, anak atau bahkan teman sekantor.
Jika tak mau ribet menghabiskan kuota hanya untuk melakukan streamin kembali, gunakan saja TubeMate untuk mengunduhnya.

TubeMate, merupakan salah satu aplikasi yang powerful untuk mengunduh koleksi video streaming yang ada di sejumlah portal penyedia semacam YouTube. Bisa didapat secara gratis melalui halaman web tubemate.net yang sayangnya memang tidak tersedia di pasar aplikasi google Android. Entah kenapa…

Ukurannya yang ringkas, sejalan pula dengan cara penggunaannya. Aktifkan TubeMate, pilih halaman portal penyedianya, cari video lalu unduh dengan cara menekan tombol panah hijau yang ada di sisi atas layar.
Pilih resolusi yang diinginkan, lalu pilih sekali lagi tombol panah hijau yang ada di bawah layar.
Tunggu hingga selesai, lalu buka folder Video di internal Storage, taraaa… Video hasil unduhan sudah bisa dinikmati tanpa harus menghabiskan kuota internet hanya untuk menikmatinya kembali.
Semakin besar resolusi layar yang dipilih, semakin besar pula internal storage yang dibutuhkan untuk menyimpannya. Ukuran 360 pixel sudah cukup memadai sejauh ini sih…

Kalopun kalian ingin menyimpan Video tersebut dalam format MP3, live music misalkan, bisa pilih format paling bawah. Prosesnya jadi sedikit lebih lama lantaran memerlukan proses konversi. dan apabila kalian menginginkan pengunduhan sejumlah Video dalam sebuah Playlist tertentu, jangan menunggu membuka satu persatu videonya. Cukup buka halaman Playlist, lalu tekan tombol panah hijau di sisi atas layar. Voila… semua akan diunduh bergantung pada sisa kuota yang kalian miliki.

Menarik bukan ?

Night Screen, Lindungi Mata saat Menggunakan Ponsel Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Menggunakan ponsel Android sesaat sebelum tidur, menurut para pakar merupakan kebiasaan yang tidak baik bagi mata pengguna. Apalagi dengan tingkat kecerahan yang tidak diatur sedemikian rupa khususnya oleh mereka yang awam cara pengaturannya lebih lanjut.
Oleh sebab itu, dalam postingan kali ini saya memperkenalkan aplikasi Night Screen.
Sebuah aplikasi yang menurut saya pribadi, bisa memberikan solusi secara cepat bagi pengguna awam macam kalian yang akan meredupkan layar dalam sekali klik, guna kenyamanan pada mata saat menggunakan ponsel Android di malam hari.

Night Screen dikembangkan oleh Paper Airplane Developers dikemas dalam ukuran yang cukup ringkas untuk sebuah ponsel Android pemula sekalipun.
Disajikan dalam rupa bulan sabit, pasca instalasi pengguna cukup melakukan fungsi aktif/non aktif dalam sekali klik, maka layar ponsel pun akan meredup meski pengaturan default kecerahan pada layar belum di setup sebelumnya.
Jika dianggap belum memberikan rasa nyaman pada mata, tingkat keredupan layar bisa diatur kembali dengan menggeser tombol scroll ke kiri atau kanan pada jendela aplikasi aktif.

Meskipun secara fungsi aplikasi serupa dengan pengaturan kecerahan layar ponsel defaultnya, namun tingkat redupnya layar jauh lebih nyaman dipandang utamanya saat malam hari.
Sayangnya, saat aplikasi Night Screen diaktifkan, secara otomatis saat pengguna mencoba mengambil screenshot layar, tingkat keredupan tadi juga ikut serta sehingga menyulitkan pengguna ataupun netizen lain melihat hasil tangkapan layar tersebut.
Perbedaan dimaksud dapat dilihat pada gambar ilustrasi berikut :

Gambar pertama, paling kiri adalah halaman Author aplikasi saat layar ponsel dalam kondisi default sebelum pengaktifan fungsi Night Screen.
Gambar berikutnya, saat aplikasi Night Screen diaktifkan, bisa dilihat perbedaan kecerahan layar antara gambar pertama dengan gambar berikutnya (ketiga).
Gambar terakhir, paling kanan adalah gambar hasil tangkapan layar melalui aplikasi Google Play.

Salah satu sisi positif penggunaan aplikasi ini selain fungsi yang diberikan adalah ketiadaan iklan yang aktif sepanjang penggunaan. Jadi aman banget bagi pengguna ponsel Android.

Rekomendasi Ponsel Android Batere Besar, Buat Apa ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Lama nda nulis nulis soal rekomendasi Ponsel Android, kali ini saya pengen bikin tulisan terkait besarnya kapasitas batere yang disematkan para vendor demi lamanya daya tahan yang mampu dilakoni guna kepuasan dan kenyamanan penggunaan.

Kenapa ini menjadi penting ?
Karena di jaman serba online, persoalan daya tahan tentu menjadi masalah. Mengingat rata-rata hanya bisa bertahan hingga setengah hari dengan kondisi penggunaan wajar. Jika saja aktifitas ini tidak dibackup dengan ketersediaan Power Bank yang belakangan makin ngeTrend, siap siap saja bakalan kehilangan banyak kesempatan seperti yang saya alami setahun lalu.

Yakin Banget, ini bakalan penting ?
Ya iyalah kalo persoalan ponsel merupakan salah satu sarana untuk mencapai sukses, maka kalian wajib mengikuti rekomendasi saya kali ini.

Ponsel Android dengan batere standar masa kini, kalo nda salah rata-rata dibesut pada kapasitas 3000an mAh. Bahkan ada juga yang sudah ditingkatkan menjadi kisaran 3500 atau 4000an mAh. Akan tetapi, jika ponsel dipergunakan dalam kondisi online penuh seharian, saya jamin ponsel nda akan bisa bertahan hingga waktunya pulang kerja, meskipun daya penuh 100% tercapai di pagi hari. Perlu beberapa trik tambahan agar ponsel bisa sukses melampaui 8 jam kerja dalam sehari, aktifitas standar pekerja kantoran. Misalkan mencuri kesempatan colok kabel data di usb laptop, atau menonaktifkan semua fitur pemakan batere sebagaimana saran dan tips banyak orang.
Tapi ya nda asik kalo begitu caranya…

dan inilah kandidat yang bisa saya sarankan pada kalian.

Samsung Galaxy A9 Pro.
Ponsel pertama yang jadi Rekomendasi ini, merupakan ponsel Android terkini yang saya pegang. Bukan bermaksud promosi atau apa, tapi ya pyas banget menggunakan seri A terlebar dari segi layar dan terbesar dari segi kapasitas baterenya.
5000 mAh.
Kuat berapa lama memangnya ? Seharian.
Ya Seharian…
Berbagi Pengalaman, pagi setengah jam di kamar mandi, prosentase hanya berkurang 1-2% kalo digunakan untuk memantau akun Twitter atau Instagram plus beberapa email. Berkurang hingga 4-5% kalo saya gunakan memutar beberapa video musik sembari membilas diri. Hal yang bakalan habis dua kali lipat bahkan lebih saat menjalani rutinitas dengan ponsel lama.
Adapun fungsi yang diaktifkan pada ponsel yang hanya bisa didapat di gerai EraFone ini adalah Wifi atau Paket Data, Location untuk dukungan Maps dan GPS saat survey, Brightness kecerahan saat berada dibawah sinar matahari, Bluetooth agar tetap tersambung dengan Gear S3 Frontier. Belum cukup ?
Khusus saat berada di kendaraan, biasanya akan tersambung dengan Bluetooth Audio Receiver untuk menikmati musik selama berada di perjalanan.
Hasilnya malam saat saya gunakan sebelum tidur, prosentase batere masih tersisa sekitar 30an persen. Tinggal dicolok dengan kabel charge ‘fast charging’, saat tengah malam terbangun untuk membuatkan susu si bungsu, biasanya sudah full. Tinggal cabut dan tinggal tidur.

Asus Zenfone Max.
Ponsel satu ini setahu saya sih sudah nda ada rilis barunya. Kalopun nemu bisa jadi stok lama yang belum terjual.
Kapasitas baterenya setara A9 Pro. Cuma karena dirilis satu dua tahun lalu, spek yang disematkan kalo nda salah masih tergolong standar saat itu. RAM 2 GB.
Kabarnya seri ini sudah tergantikan lewat seri 3s Max yang hadir dengan standar RAM 3 GB masa kini. Tapi ada ditemukan di pasaran lokal nda ya ?

Lenovo Vibe P1.
Serupa dengan Asus dan A9 Pro diatas, vendor satu ini seakan tak mau ketinggalan pula ikut serta. Spek tergolong menengah keatas yaitu RAM 3 GB dan CPU Octa Core 64 bit.
Kekurangannya cuma satu waktu itu. Nda bisa digunakan untuk maen Pokemon Go. Hehehe… tapi sekarang sudah bisa kan ya ?

Polytron Zap 6 Power.

Berbeda dengan tiga ponsel rekomendasi diatas, untuk satu ini dibenamkan batere dengan kapasitas yang lebih besar yaitu 5800 mAh, dan dijual dengan harga yang terjangkau.
Na ini…
Cuma sayangnya, spek masih bertahan pada segmen yang lama, RAM 2 GB serta prosesor Quad Core.
Tapi ya dimaklumi kok. Kan harganya oke punya ?

Evercross Elevate Y2 Power.
Ponsel lokal yang jadi rekomendasi terakhir, menembus kapasitas 6000an mAh yang serupa dengan Polytron diatas, dapat jadi pilihan pada rentang harga terjangkau. Menarik bukan ?

Nah itu dia ponsel rekomendasi dari saya saat ditanyakan pilihan apa saja kalo yang dibutuhkan itu punya syarat utama persoalan daya tahan ?
Sudah tahu jawabannya kan ?

Ponsel Rekomendasi bagi Orang Tua atau Awam Teknologi

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Berawal dari diskusi di akun Twitter beberapa waktu lalu, seorang kawan mengeluhkan upayanya mengenalkan iPhone kepada sang orang tua dengan klaim OS paling mudah digunakan semua orang, yang pada akhirnya Beliau malah gagal paham dan sulit mengerti akan penggunaan ponsel berbasis iOS tersebut.
Saya pun memakluminya. Karena dengan pengalaman menggunakan iPhone beberapa waktu lalu, akhirnya ketemu juga kelemahan sistem operasi ini, utamanya ketika berupaya menyasar pangsa pasar orang tua atau anak-anak. Ya wajar sih, karena iOS memang dasarnya lebih pantas digunakan oleh mereka yang paham benar teknologi itu seperti apa.
Tidak termasuk saya tentu saja. Ha…

Merekomendasikan penggunaan sebuah ponsel bagi para orang tua yang masuk generasi pengguna ponsel Nokia atau istilahnya basic phone, pula orang yang awam perkembangan teknologi masa kini, sebenarnya gampang saja, sejauh kalian paham aktifitas apa saja yang biasanya akan mereka lakukan terhadap ponsel tersebut.
Maksud saya, sama halnya dengan konsep para Arsitek dalam mendesain rumah bagi para kliennya, satu hal yang mutlak diketahui sebelumnya adalah persoalan aktifitas. Kebutuhan apa saja yang sekiranya nanti akan diadopsi menjadi sebuah konsep rekomendasi. Kira kira begitu bahasa sulitnya. He…

Sederhana.
Saya yakin para orang tua maupun mereka yang awam teknologi masa kini, lebih sering melakukan hal-hal sederhana, rutin dan terbatas atau berulang dalam aktifitasnya sehari-hari. Tidak termasuk kalian generasi X atau Y yang pernah mengenal Windows XP, Word atau Excel untuk mengerjakan Skripsi, meskipun menyandang status yang sama bagi anak-anak yang unyu dalam setiap aksi di akun instagram mereka.
Sehingga kalau di analogikan ke penggunaan sebuah ponsel, minimal yang paling sering diakses adalah Telepon, Daftar Kontak (syukur-syukur bisa mencari nama dengan scroll tampilan ke bawah atau mengetikkan nama), Pesan (sekedar SMS), dan opsionalnya ya Kamera (tingkatan lanjut sekedar aksi mengambil gambar si cucu). Begitu berulang.
Jadi kalopun mau diperkenalkan dengan yang namanya FaceBook, Path, Line apalagi Twitter, rasanya belum perlu-perlu banget.

Disamping itu, satu kelemahan sistem operasi iOS sepanjang pengetahuan saya adalah ketiadaan opsi Menu, yang kalo secara pemahaman para pengguna iOS sebenarnya lebih efisien, tapi secara awam termasuk para orang tua, saya yakin jadi bumerang yang kerap dikeluhkan ‘hilangnya aplikasi atau games secara tidak sengaja akibat menekan tanda silang sebagai tanda lanjutan aksi Uninstall di iOS.
Ini juga biasanya terjadi ketika perangkat disentuh sentuh jari anak anak yang berpotensi memindahtempatkan icon ke halaman HomeScreen lainnya.

Lalu apa Ponsel Rekomendasi yang bisa saya share kepada kalian, untuk bisa dipergunakan oleh para orang tua juga orang yang awam teknologi ?
Satu-satunya pilihan hanyalah ponsel Android. Apapun mereknya, berapapun harganya.
Akan tetapi, kalo boleh ditambahkan soal spesifikasi minimalnya ya yang standar masa kini lah. RAM 1 GB, internal storage 4-8 GB. Selebihnya silahkan disesuaikan dengan budget.
Kenapa Android ya karena pertimbangan diatas.

Persoalan Kedua, ketika sudah memegang ponsel Android, langkah apa yang bisa dipersiapkan ?
Install Launcher tambahan bernama Apex.
Kenapa Apex ?
Karena selain didukung sejumlah tampilan icon pack atau themes yang menarik, Apex adalah satu-satunya atau bisa jadi salah satu Launcher yang memiliki fitur ‘Lock HomeScreen’ demi melindungi penekanan yang tak sengaja pada icon aplikasi ataupun games yang berpotensi menampilkan tanda silang berlanjut pada aksi uninstall, termasuk mencegah perpindahan icon tersebut ke halaman homescreen lainnya.

Jika Apex Launcher sudah diinstalasi, langkah selanjutnya adalah melakukan Pengaturan HomeScreen dengan mengatur jumlah grid yang ditampilan pada layar depan, dan mengisinya dengan icon aplikasi yang kerap atau akan digunakan secara lebih sering nantinya.
Bisa dengan jumlah grid paling sederhana 2×2, 3×2, 3×3 atau tergantung kebutuhan nantinya. Saran saya sih 3×3 atau 3×4 (3 rows/baris horisontal dan 4 column vertikal).
Isinya apa saja ?

Untuk Baris paling bawah, bisa diisi fitur sederhana dan minimal tadi, seperti Phone, Contact dan Pesan, atau Kamera.
Baris tengah, bisa diisi Widget tambahan berupa Kontak Favorit yang menyajikan daftar kontak yang paling sering dihubungi, seperti anak, menantu, telepon rumah dan lainnya. Jadi fungsi widget ini adalah untuk aksi cepat menghubungi semua nomor diatas dengan cara menekannya saja.
Sedang Baris paling atas, bisa digunakan untuk menempatkan akses ke opsi Menu, pilihan Cleaner RAM untuk pembersihan storage dengan cepat, bisa juga widget menutup aplikasi secara permanen atau mungkin widget untuk mematikan layar tanpa menyentuh tombol power. Ya enaknya kalian lah…
dan kalopun yang Baris paling atas dianggap ndak terlalu perlu, grid bisa di set ulang menjadi 2 Baris saja.
Efisien bukan ?

Nah, ketika pengaturan halaman depan sudah selesai dilakukan, langkah terakhir adalah mengunci HomeScreen dan Restart Ponsel untuk melihat hasil Terbaiknya.

Apabila langkah-langkah dan Rekomendasi diatas belum jua dirasa memuaskan secara visual, kalian bisa mencoba menambahkan Themes atau Icon Pack demi mengubah tampilan icon jadi seragam dan menarik.
Bahkan ada juga Theme yang menyerupai tampilan iOS jika masih belum bisa Move On ke lain OS. Hehehe…

Dan terkait Apex Launcher, kalian bisa mampir di halaman www.pandebaik.com dengan melakukan pencarian di halaman Google menggunakan kata kunci ‘apex pande baik’ ntuk bisa menemukan penjelasan lebih lanjutnya.

Semoga Berguna