Berkenalan dengan Samsung Galaxy A9 Pro

Category : tentang TeKnoLoGi

Saat mata mengalihkan pandangan kepada ponsel Samsung Galaxy A9 Pro untuk pertama kalinya, rasanya memang nda ada bedanya dengan Galaxy series lain yang pernah saya miliki. Dengan visual mirip Note 4 dan 5, Samsung Galaxy A9 Pro yang dirilis pada kuartal pertama tahun 2016 lalu nyatanya punya lebar layar sekaligus dimensi ponsel yang lebih besar lagi.
Tepatnya Enam Inchi.
Uedan tenan…

Akan tetapi yang lebih menarik perhatian untuk dicermati lebih lanjut adalah soal daya tahan baterenya yang berukuran jumbo disemat pada belakang ponsel dengan konstruksi unibodi atau dengan kata lain, tak dapat dilepas sebagaimana seri lainnya.
Adapun kekuatan yang dibekali sekitaran 5.000 mAh.
Uedan kan ya ?

Dengan mengadopsi kekuatan sebesar itu maka nda heran jika persoalan daya tahan yang mampu dijabani seharian, rata-rata dalam pemakaian normal usai jam kerja masih tersisa sekitaran 50an% atau kalau dipaksa dengan penggunaan simultan bakalan menyisakan 10an% pada sore hari.
Keknya masih tergolong cukup untuk mendukung aktifitas kerja dan komunikasi lebih lanjut.

Salah satu efek samping besarnya daya tahan yang disematkan adalah berat ponsel yang cukup mengkhawatirkan apabila digenggam dengan satu tangan. Apalagi kalo sampai dioperasikan ?
Butuh keahlian tambahan untuk dapat mengakses semua sudut layar, atau kalau mau nda repot ya gunakan saja kedua tangan. He…

Jika ditilik lebih jauh lagi, bidang permukaan berkesan melengkung pada bagian pinggiran. Baik sisi depan pada layar maupun belakang punggung ponsel. Sudah begitu kedua permukaan ini sama sama dibekali Gorilla Glass yang menjadikannya jaminan mutu kualitas terbaik akan kemungkinan kemungkinan goresan tak sengaja, sekaligus penampilan yang menawan saat tak dibalut leather case dan semacamnya.
Terdapat dua penempatan slot yang berbeda pada sisi pinggiran ponsel yang didesain layaknya seri iPhone, yaitu slot eksternal storage berupa microSD dengan daya dukung hingga 256 GB, dan slot dual sim card berukuran nano dengan jaringan 4G LTE.
Satu standar baku sebuah ponsel impian sebagaimana yang pernah saya tuliskan sebelumnya.

Samsung Galaxy A9 Pro

Category : tentang TeKnoLoGi

Tadinya saya nda berniat sedikitpun untuk menggantikan ponsel premium besutan SmartFren yang sudah dijabani sejak Oktober 2015 lalu.
Hisense PureShot+ HS L695.
Ponsel berjaringan 4G LTE dengan layar lebar dan dual slot sim card, sudah lebih dari cukup menggantikan Samsung Galaxy Note 3 yang dulu pernah saya banggakan.

Hanya saja, dalam perjalanan di akhir tahun kemarin, saat kesibukan begitu banyak, saya kerap kewalahan menangani pekerjaan sementara yang namanya ponsel sebagai satu-satunya media komunikasi dan modal kerja, tampaknya sudah nda mampu lagi melayani jam kerja saya dari pagi hingga sore hari. Perlu slot colokan listrik terdekat yang hampir selalu diganggu dengan dering telepon dan update kerjaan, sehingga memaksa ponsel harus dicabut kembali dari tempatnya berdiam diri.
Hal sama ketika digantikan dengan power bank yang pula tampak kurang nyaman saat digunakan berkomunikasi secara bersamaan.

Disamping itu pula, tampaknya kelelahan yang amat sangat pada kinerja ponsel menyebabkan keluhan-keluhan yang disampaikan terakhir terkait penggunaan ponsel Hisense PureShot+ November lalu makin menjadi.
Maka dengan mempertimbangkan beberapa hal tambahan, dihibahkanlah ponsel bongsor ini kepada Bapak yang tempo hari sempat kelabakan gegara Nokia X yang Beliau pegang mengalami Factory Reset kedua kalinya tanpa sebab.

Berbekal spesifikasi standar ponsel impian yang saya tuangkan melalui postingan Pergantian Note 3 ke PureShot+, yaitu internal storage 32 GB, RAM minimal 2 GB dan slot Dual SIM terpisah, kini musti ditambahkan satu kriteria lagi, terkait daya tahan yang lebih lama ketimbang ponsel yang pernah dipegang sebelumnya.

Maka dipilihlah Samsung Galaxy A9 Pro 2016.

Mau tau apa saja kelebihannya ?
Yuk simak di tulisan berikutnya.

Intip Barisan Ponsel Android dengan Internal Storage 32 GB

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan postingan Internal Storage 32 GB, Buat Apa ? Kali ini kita akan intip barisan ponsel Android yang mengadopsi Internal Storage luas dan nyaman, 32 GB. Apa saja ?

Dari yang paling terjangkau oleh kantong, hadir di kisaran 2 sampai maksimum 3 juta rupiah. dan pilihan jatuh pada
– Lenovo Vibe X2 (2,2 – 32 GB dan 2 GB RAM)
– Lenovo Phab Plus (3,0 – 32 GB dan 2 GB RAM) hadir dengan layar 6,8″, yang sesuai namanya lebih pantas disebut Phablet, bukan ponsel. Cuma sayang secara harga paling mahal di kategori ini dan RAM juga masih mengadopsi kecepatan lama.
Selain dua diatas, ada juga
– Lenovo Vibe S1 (2,5 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Flash Plus 2 (2,2 – 32 GB dan 3 GB RAM)
Dua pilihan dengan kombinasi pas mantap, RAM 3 GB. Sementara ada juga yang mengadopsi besaran Storage lebih dari perkiraan yaitu
– Xiaomi Mi 4s (3,0 – 64 GB dan 3 GB RAM)
– Xiaomi Redmi Pro (2,85 – 64 GB dan 3 GB RAM), dan yang paling pas kombinasinya di kategori terjangkau kantong adalah
– Xiaomi Redmi Note 4 (2,6 – 64 GB dan 3 GB RAM).
Kira-kira masih ada yang jual ndak ya ?

Pilihan berikutnya hadir pada rentang harga Menengah yaitu kisaran 3 hingga maksimum 5 juta rupiah dengan tidak kalah banyak variannya. Ada…
– Asus Zenfone 3 3 GB (3,9 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Oppo F1s (3,8 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Samsung Galaxy J7 Prime (3,8 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Hisense PureShot+ 2 (3,7 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Lenovo Vibe Shot (3,2 – 32 GB dan 3 GB RAM), dan yang paling pas kombinasinya adalah
– Lenovo Vibe P1 Turbo (3,125 – 32 GB dan 3 GB RAM). Paling terjangkau di kelas Menengah. Akan tetapi dengan kombinasi tersebut, keknya masih mending pilih Xiaomi tadi ya ?
Sedangkan barisan berikutnya ada
– Vivo V3 Max (5,0 – 32 GB dan 4 GB RAM) dan
– Oppo R7 (5,0 – 32 GB dan 4 GB RAM) yang mengadopsi besaran RAM 4 GB. Mantap tenan…
dan terakhir pada kategori Menengah ini ada
– Polytron Prime 7s (3,8 – 64 GB dan 3 GB RAM) yang memiliki spesifikasi sebaliknya dan
– Asus Zenfone 3 (4,9 – 64 GB dan 4 GB RAM) dengan kombinasi paling mantap sejauh ini, meski harus ditebus pada kisaran harga mepet batas maksimal.

Nah, untuk kategori terakhir ya tentu saja dengan budget terbesar alias termahal, ada pilihan
– Samsung Galaxy S7 (8,5 – 32 GB dan 4 GB RAM) yang merupakan seri flagship terdepan dari Samsung
– Huawei Mate 5 (7,0 – 32 GB dan 3 GB RAM), sayang banget RAM-nya belum bersaing penuh,
– Samsung Galaxy A9 Pro (6,5 – 32 GB dan 4 GB RAM), serupa seri flagship bahkan sudah dibekali batere berdaya tahan besar yaitu 5000 mAh. Sayangnya masih kalah spek dengan Asus Zenfone 3 diatas yang berani memasang internal storage dua kali lipatnya.
– LG G4 (5,4 – 32 GB dan 3 GB RAM), yang tentu membuat Xiaomi lebih menawan dengan harga jual setengahnya,
– Luna (5,5 – 64 GB dan 3 GB RAM) dan terakhir ada
– Oppo F1 Plus (5,5 – 64 GB dan 4 GB RAM) yang diakui atau tidak ya bersaing dengan Asus Zenfone 3 diatas.

Nah, dari sekian pilihan yang direkomendasi, tentu ada 2 pilihan yang bisa ditawarkan kepada kalian, yaitu :
> Xiaomi Redmi Note 4 yang hanya butuh dana 2,6 juta sudah dapat internal memory yang lebih lega dari standar bahasan postingan ini, tepatnya 64 GB plus kombinasi RAM standar masa kini 3 GB. Mantap ya ?
Trus kalo masih belum puas, bisa pilih
> Asus Zenfone 3 yang dijual nyaris dua kali lipat Xiaomi atau sekitar 4,9 juta dengan besaran internal yang setara atau 64 GB plus RAM raksasa 4 GB.
Kira-kira begitu cerita kali ini.

Internal Storage 32 GB, Buat Apa ?

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Di awal kemunculan barisan ponsel Android terdahulu, minimnya ruang penyimpanan internal kerap menjadikannya masalah. Mengingat ada sejumlah besar aplikasi dan permainan yang menggoda iman untuk dicoba dan ditanamkan dalam badan ponsel.
Salah satu alternatif solusi yang paling sering ditawarkan jaman itu adalah pemindahan aplikasi ataupun permainan yang membutuhkan ruang besar dari internal ke kartu memori eksternal. Hal yang tidak mudah dilakukan begitu saja tentunya.
Karena minimal harus ada aksi Rooting ponsel, yang jika masih nekat dilakukan biasanya bakalan menghanguskan garansi resmi dari vendor tersebut.

Tapi itu sudah jauh terlewati.

Ponsel Android jaman sekarang, rata-rata sudah mengadopsi besaran internal storage atau ruang penyimpanan minimal 4-8 GB untuk yang terjangkau oleh kantong, bahkan ada juga yang sudah memberi lebih yaitu 16 GB untuk tipe-tipe kelas menengah.
Namun bagi saya pribadi, ukuran segitu ya tetap saja masih berasa kurang.

Pengalaman terakhir menggunakan ponsel Hisense PureShot+ menggantikan Samsung Galaxy Note 3, sangat terasa jelas perbedaannya. Dari 32 GB turun ke setengahnya.
Yang entah bagaimana porsi pengaturan defaultnya, hanya bisa diisi dengan data tambahan sekitaran 4 GB saja. Ukuran ini setelah beberapa aplikasi standar baku ponsel kerja sudah terinstall dan dijalankan.
Dalam posisi normal, ukuran ini bakalan sedikit berkurang untuk menyimpan cache dan temporary files lainnya, sehingga pengguna musti rajin-rajin membersihkan ponsel menggunakan utility Cleaner.
Hal yang jujur saja, sangat jarang saya lakukan saat menggunakan Note 3 sebelumnya.

Internal Storage akan dirasa kurang apabila aktifitasmu terhadap ponsel tergolong spesial.
Instalasi aplikasi ataupun permainan, bisa jadi akan mentok ketika sisa internal storage sudah mulai menipis. Ini kerap dirasakan pada ponsel Android harga terjangkau tadi. Karena rata-rata lokasi penyimpanan diposisikan pada Internal Storage. Meski memang ada aplikasi maupun permainan yang ditempatkan di eksternal.

Sehingga dalam perkembangannya, besaran Internal Storage minimal 32 GB untuk sebuah ponsel Android menjadi standar baku bagi saya tempo hari, apabila itu menjadi pilihan pembelian baru. Namun jika tergolong gifted ya nerimo nerimo aja. Hehehe…

Ukuran 32 GB Internal, khusus akan saya gunakan untuk penyimpanan aplikasi dan permainan semendesak apapun kebutuhannya. Karena data tambahan seperti foto, video, musik dan dokumen lainnya, akan secara berkala dipindahkan ke kartu memori eksternal yang memang dibeli khusus berukuran 64 GB demi mendapatkan kepuasan yang terbaik.
Minimal bisa digunakan untuk menyimpan sejumlah film berdurasi jam sebagai teman dalam sebuah perjalanan panjang atau dinikmati saat menunggu dalam kebosanan.

Lalu ponsel Android apa saja yang tergolong mampu memenuhi harapan saya akan ruang penyimpanan yang besar dan lega ? 32 GB ?
Yuk intip barisan ponsel Android tersebut di postingan berikutnya.

200 Notes Sekali Waktu Dua Tahun Terakhir

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyimak perjalanan menulis di blog pribadi www.pandebaik.com tidak lepas dari peran aplikasi Evernote gratisan yang dulu menjadi bundling paket pembelian ponsel Samsung Galaxy Note 3, menggantikan aplikasi Memo bawaan Tab 7+ yang pernah dimiliki sebelumnya.

Kenikmatan menyusun kalimat dan menyimpan atau mempublikasikan satu dua catatan pada halaman blog, memberi warna tersendiri akan rutinitas penulisan, baik dengan maksud dibaca banyak orang maupun untuk konsumsi diri sendiri atau orang yang dituju secara khusus.
Maka tidak heran kalau setiap kali dilakukan pembersihan Notes secara berkala, paling tidak ada 200an catatan yang tersimpan, dengan topik penting atau tidak, siap dieksekusi lebih lanjut.

Banyak rekan yang tidak percaya bahwa Aplikasi EverNote ini amat sangat membantu aktifitas harian dan kerja selama ini, utamanya saat membaca panjangnya tulisan yang dihasilkan dalam setiap Notes yang ada.
Edan, kata mereka…

Tapi ya memang begitu adanya.

Untuk kalian yang ingin mencoba mengikuti, nda ada salahnya untuk diuji test dulu, toh nda ada rugi rupiah yang harus dikeluarkan demi mendapat sebuah aplikasi EverNote.
Atau malah sudah punya aplikasi andalan lainnya yang serupa ?

Karaoke-an di Spotify ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan kemarin soal Spotify, salah satu pilihan Streaming Musik masa kini yang bisa dinikmati melalui berbagai perangkat, rupanya ni aplikasi juga bisa diajak Karaoke-an loh. Hehehe…

Berawal dari pertanyaan istri tentang lirik lagu yang kerap saya dendangkan di mobil sepanjang perjalanan berangkat dan pulang kantor, yang rupanya diragukan keabsahannya seratus persen lantaran bahasa yang dilafalkan si penyanyi bukan bahasa Ibu, hehehe…
Maka percobaan pun dilakukan dengan menyampaikan pertanyaan ke mbah Google ‘how to show lyrics on spotify’.
Hasilnya maknyus…

Berdasarkan hasil pencarian untuk perangkat mobile, setidaknya aksi Karaoke-an via Spotify bisa dilakukan dengan memanfaatkan salah satu diantara dua aplikasi yaitu Genius dan SoundHound.

Jika aplikasi Genius akan secara otomatis menampilkan lirik lagu yang sedang didengar lewat opsi notifikasi (sisi atas layar ponsel), SoundHound sendiri musti buka aplikasinya dulu agar bisa menyajikannya. Mana yang lebih mudah tentu ya terserah kalian. Saya sendiri pilih Genius sejauh ini.

lyric-spotify-pande-baik

Sedangkan hasil pencarian untuk perangkat pc desktop, infonya sih Spotify sudah ndak ngedukung lagi fitur tampilan Lirik Lagu secara default yang banyak mengecewakan penggunanya. Namun rupanya ada yang mengakali dengan mengunduh aplikasi Lyricfier melalui halaman resmi mereka, dan menempatkan filenya didalam folder aplikasi Spotify.

Hasilnya lumayan. Jadi kita bisa sambil berdendang saat mendengarkan musik di perangkat pc komputer untuk meyakinkan audience bahwa sedikitnya kita beneran hafal lagu itu. Hehehe…

Spotify, Pilihan Baru bagi Penyuka Musik

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu upaya menikmati hiburan di era digital masa kini, rasanya belum lengkap kalo saya belum menuliskan soal musik yang dinikmati secara streaming.

Untuk pengguna Apple, kalo ndak salah punya iTunes, streaming musik kebanggaan yang menyediakan pula opsi pembelian per lagu atau album sesuai harapan pengguna. Bagaimana dengan mereka yang menggunakan Android ?

Kalo ndak salah sebelumnya ada pilihan bagus bernama Joox, aplikasi ini memiliki banyak pilihan playlist terkini seperti Top Charts untuk semua musik terbaru yang merupakan pilihan para Editor terkait, dan ada pula yang disesuaikan dengan perkembangan trend. Selain itu Aplikasi Joox juga menawarkan koleksi musik berlisensi, dengan kapasitas unlimited yang bisa diunduh secara offline dengan pilihan kualitas suara saat streaming yang disesuaikan dengan kuota internet pengguna.

Serupa dengan Joox, kini adalah pilihan baru lagi yang tampaknya menyasar pangsa perangkat yang jauh lebih luas.
Dari perangkat seluler atau ponsel, pc komputer, tablet, pemutar pada kendaraan atau mobil, TV Android hingga Android Wear lainnya.
Yup,pilihan baru ini bernama Spotify.

spotify-pandebaik

Spotify merupakan salah satu layanan musik streaming masa kini yang dikembangkan Swedia dengan menyediakan hak digital manajemen yang dilindungi konten dari label rekaman dan perusahaan media. Musik dapat diakses atau dicari berdasarkan pada pilihan artis, album, genre, playlist, atau label rekaman.

Spotify beroperasi di bawah model bisnis freemium, dengan dua streaming musik tingkatan : Spotify Gratis (160kbit/s) dan Spotify Premium (hingga 320kbit/s). Khusus pelanggan Premium, Spotify menghapus tampilan iklan, meningkatkan kualitas audio untuk pilihan Streaming dan memungkinkan pengguna untuk mengunduh musik pilihan dan didengarkan secara offline.

Saya pribadi sudah mencobanya sejak awal bulan September lalu atas rekomendasi seorang kawan di salah satu akun Sosial Media. Waktu itu Spotify masih menawarkan promosi Premium harga hemat yaitu sebesar 10 persen dari harga normal atau sekitar 4.950 rupiah saja untuk masa berlangganan tiga bulan pertama. Pasca itu akan dikenakan biaya normal, dengan penawaran kembali terlebih dahulu. Menggiurkan bukan ?

Saat mencobanya, rupanya apa yang disampaikan halaman Wikipedia diatas benar adanya. Pencarian musik jauh lebih memberikan banyak pilihan serta informasi lainnya yang dianggap perlu seperti rRelated Artist atau info konser yang dilakukan dalam waktu dekat.

Tidak hanya musik masa kini saja yang bisa ditemukan secara mudah. Beberapa album lawas dari para musisi angkatan jadul pun saya temukan banyak pilihan, dan lantaran saya mengambil opsi Premium, bisa mengunduhnya dengan puas sejauh kuota internet mencukupi.

Katakanlah musisi Max Cavalera yang sesaat setelah keluar merilis album lewat bendera NailBomb, Bulldozer sebuah grup band dari negara Polandia sana, atau beberapa album Tribute to – yang dulu saat masih jaman kaset beredar barangkali Cuma bisa saya temui di toko persimpangan Suci saja. Tidak dengan yang lainnya.

Demikian halnya dengan album musisi lokal macam Pas Band ‘Indieviduality’ yang dulu sempat menjadi inspirasi blog ‘Pandeividuality’ atau album rindik dan spa ala Bali yang kini banyak dijual di toko musik seputaran Kota Denpasar. Dan Semuanya, ada disini.

Meski demikian, infonya tidak semua musisi yang bergerak dibidang Musik ini setuju, karyanya disajikan oleh layanan Spotify. Ini mengingatkan saya pada kasus Napster dan Metallica jaman internet baru diperkenalkan pada publik. Ya wajar sih, wong nilai royalti streaming yang ditawarkan per lagunya ya cukup minim bagi kantong musisi. He…

dan karena Spotify bisa dinikmati melalui banyak perangkat diantaranya PC Komputer, sayapun menanamkan aplikasi serupa di perangkat pc kantor agar bisa menikmati layanan musik serupa saat jam kerja ataupun lembur. Adapun aplikasi Spotify versi Desktop bisa di unduh langsung lewat halaman resmi Spotify.

Tips Hemat Beli Aplikasi Android, gunakan Voucher Google Play

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Jumpa lagi Droiders dimanapun kalian berada. Ngomong-ngomong soal pembelian aplikasi, games ataupun fitur didalamnya dengan cara potong pulsa, Ternyata jauh lebih hemat kalo menggunakan Voucher Google Play yah ?
Jujur saya baru tahu…

Selama ini saya meyakini bahwa pemotongan Pulsa dari ponsel jauh lebih praktis ketimbang membeli Voucher, untuk kasus pembelian aplikasi atau games. Kemarin sempat coba pas masih internetan pake kartu XL. Biaya pembelian aplikasi, games atau penawaran didalamnya musti ditambah pajak 10% dan jasa.
Untuk besaran biaya jasa, saya sendiri lupa berapa persen. Tapi pastinya memang ada, bergantung pada masing-masing operator.

Sedangkan untuk kasus pembelian menggunakan Voucher Google Play, harganya sendiri ditambahkan pajak 10% saat pembelian.
Sedang saat digunakan, pemotongan hanya berlaku sebesar nilai yang dibutuhkan, tidak ditambah biaya jasa operator tadi.
Lebih murah kan ya, jatuhnya ?

voucher-google-play-pande-baik-8

Voucher Google Play nya sendiri kalo ndak salah kini tersedia di banyak tempat. Setau saya salah satunya di gerai Indomaret.
Cuma memang ndak semua gerai Indomaret menyediakannya. Kebetulan untuk lingkup Kota Denpasar, Saya nemunya yang di Gatot Subroto Tengah, sedang gerai yang di Kebo Iwa malah ndak tau caranya ?

Nyoba beli Voucher Google Play 300rb, plus pajak 10%, saat digunakan membeli FlightRadar24 sesuai saran @blogdokter terpotong cuma 25K saja.
Gak ada pengurangan pulsa sebagai biaya jasa atau lainnya.

Jadi untuk pembelian yg rutin sepertinya sedikit lebih hemat.
Cuma ya musti beli Voucher nya dulu.

Diantara kalian para Droiders, ada yang punya pengalaman serupa ?
Atau masih betah unduh aplikasi atau games bajakan ?

*Eh

Bungkam Nomor Tak Diinginkan dengan Call BlackList Pro

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebenarnya aplikasi satu ini belum pernah saya gunakan sebelumnya. Mengingat lingkungan yang dijalani belum ekstrem ekstrem amat untuk dihindari.
Tapi makin kesini rupanya ada juga satu dua orang yang secara kebiasaan ingin sekali dihindari jika bisa.
Mematikan ponsel atau mengaktifkan mode Airplane pernah menjadi solusi namun kasian juga kalo ada yang berkepentingan lain malah tidak tersambungkan.

Maka ketika penawaran diskon Aplikasi di Google Play kemarin, saya beli salah satu yang sekiranya mampu menjawab keinginan saya ini.

Call BlackList Pro.

Tujuannya tentu memblokir semua atau nomor kontak tertentu yang bisa diambil dari Daftar Kontak tersimpan atau Log yang tercatat, baik panggilan masuk ataupun sms.
Mantap pokoknya.

blacklist-pandebaik

Dan saya lihat hasilnya lumayan.
Ada catatan hasil yang diberikan saat nomor terdaftar pada list mencoba menghubungi.
Namun demi keamanan sendiri, gambar screenshot daftar maupun hasil log aplikasi sengaja tidak saya tampilkan disini.

Terpenting, beberapa nomor kontak yang begitu ingin saya bungkam keberadaannya, bisa diblokir tanpa mengorbankan daftar kontak kawan saya yang lain.
Kalopun kelak yang bersangkutan mencoba menghubungi dengan nomor yang lain, ya tinggal dimasukkan saja satu persatu.
Sementara alasan apabila tidak bisa terhubung, kayaknya masih bisa menyalahkan operator atau jaringan sinyal yang kurang baik disekitar saya. Hehehe…

Terserah deh apa kata Dunia.
Toh kenyataannya Hidup jadi lebih indah tanpa kontak yang bisanya hanya memaki-maki dan mengancam.

Mau mencobanya ?