MX Player, Pemutar Video Standar Wajib Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Tidak banyak aplikasi yang saya gunakan sejak awal mengenal perangkat Android, masih setia masuk dalam daftar instalasi hingga hari ini. MX Player ini salah satunya.
Aplikasi Pemutar Video dan juga file audio visual lain yang dikembangkan oleh J2 Interactive ini rupanya sudah diunduh lebih dari 100 juta pengguna Android. Dimana 10 hingga 25 kalinya disumbangkan oleh saya sendiri, mengingat sekian kali memegang perangkat kawan ataupun membelikan baru, aplikasi ini Wajib Hadir Hukumnya sebagai standar di Android, baik ponsel maupun tabletpc.

Kenapa saya begitu mendewakan aplikasi satu ini ?
Ada sisi kemudahan pemakaian disitu, yang ditawarkan oleh pengembang MX Player, dimana hanya dengan melakukan usapan pada layar, beberapa fungsi bisa berlaku sebagaimana harapan pengguna. Misalkan usapan kanan untuk mem-forward durasi pemutaran video, kiri untuk kembali ke awal, naik turun di sisi kanan untuk volume dan naik turun di sisi kiri untuk kecerahan layar. Itu saja sudah cukup sebenarnya.
dan kalo ndak salah, ada fitur ‘lock screen’ nya untuk mengamankan layar dari sentuhan jari anak-anak yang suka asal pencet. He…

Aplikasi MX Player ini dibagikan dalam 2 versi, Free dan Berbayar kisaran 72 ribu untuk fitur tanpa iklan. Persoalan iklan ini memang sedikit mengganggu bagi anak-anak atau mereka yang tidak sadar bahwa diantara barisan video yang ada, terselip iklan dimaksud sehingga tanpa sengaja menekannya dan menghabiskan kuota data yang kita miliki.
dan memang harus saya akui, persoalan tampilan tadi itupun, MX Player tergolong ringkas, bisa menyajikan dalam format folder terpisah sebagaimana susunan files, ataupun files segambreng dengan pengurutan abjad.

Menarik bukan ?

Samsung Galaxy A5 (2017) atau Asus Zenfone 3/Max ?

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Postingan berikut sebenarnya hanya menjawab pertanyaan rekan saya yang berprofesi sebagai dosen STP Nusa Dua, Made Wirautama pemilik blog imadewira, dilontarkan di group Whatsapp Bali Blogger Senin malam kemarin.

Pilih mana, Samsung Galaxy A5 (2017) atau Asus Zenfone 3 552 / Max 520 ?

Samsung Galaxy A series setau saya masuk golongan ponsel premiumnya Samsung, sedang J kalo ndak salah, masuk yang golongan terjangkau. Oleh sebab itu rata rata jualan Samsung A adalah ketahanannya terhadap debu dan air.
Dengan internal storage 32 GB dan bedaran RAM 3 GB, bagi saya pribadi sudah cukup mengingat secara aktifitas jarang menggunakan games atau aplikasi dengan kebutuhan sumber daya yang besar.
Apalagi slot eksternal card yang terpisah dengan slot Dual Sim. Artinya bisa nambah kapasitas buat belasan filem berdurasi panjang tanpa mengganggu fungsi sim 1 yang biasanya saya gunakan utk internetan (bisa diganti jika ndak berkenan dengan operator tertentu), dan sim 2 untuk disematkan nomor ponsel permanen.
Cuma ya karena kebutuhan saya saat ini adalah daya Besar. Jadi jelas jika pilihannya A5 ya langsung dicoret dari daftar…

Dibandingkan dengan Asus yang 552 (Zenfone 3) atau yang 520 (Zenfone 3 Max), yang membuat saya kurang suka jika dilihat diatas kertas dari halaman compare di gsmarena adalah keberadaan slot eksternal card yang menjadi satu dengan slot sim card 2. Jadi ya fungsinya jadi agak terbatas.
Kalian sebagai calon pengguna harus bisa memilih, mau nyimpen belasan filem tapi kartu sim card ya pake nomor permanen cuma musti puas dengan paket internet yang ada atau sebaliknya, storage terbatas tapi kartu sim bisa leluasa.
Tapi semoga saja infonya salah… jadi bisa di cek dulu secara fisik di gerai ponsel terdekat.

Lainnya sih sama saja saya lihat, cuma Zenfone baik 3 maupun Max lebih luas jaringannya. Jadi kalo mau melali ke Taiwan, India atau Brazil, Asus masih mampu dibawa ketimbang Samsung.

Kalo diminta milih diantara kedua Asus, saya tentu pilih yang Max, secara kapasitas batere lebih besar. Ya kembali pada kebutuhan utama lah…
Tapi kalo boleh milih diluar itu ya yang seri Max 3s. Ponsel milik Asus yang dirilis resmi di India dengan kapasitas baterenya yang memuaskan.
Di lapak online macam Tokopedia, ada yang jual kok, saya lihat.
Pengalaman pake Samsung Galaxy A9 Pro, sudah gak worry lagi soal batere habis di siang/sore hari. Charge kini hanya malam sekali saja. Pagi sampe malam berikutnya ya tinggal pakai.

Sayangnya lagi, dibanding Samsung A5, kedua seri Asus ndak punya sertipikat daya tahan air dan debu. Jadi kalo nyemplung ndak sengaja ya musti kering benar sebelum dinyalakan lagi.

Kira-kira begitu…

Asus Zenfone Max 3s, Terjangkau dan Tahan Lama

Category : tentang TeKnoLoGi

Puas dengan kinerja Samsung Galaxy A9 Pro tempo hari dalam hal ketahanan batere yang mampu digelar seharian online tanpa perlu bingung cari colokan atau tanpa ribet bawa serta Power Bank, rasanya jadi pengen mencoba alternatif lain, dengan kemampuan kurang lebih setara untuk pertimbangan utama ini, namun dengan harga yang lebih terjangkau. dan kalo bisa sih ya, tanpa mengurangi kemampuan kinerja ponsel dalam operasionalnya sehari-hari dalam mendukung pekerjaan atau hiburan dan sosial media.
Beruntung saya bertemu kawan lama yang menyodorkan Asus Zenfone Max 3s, ponsel bertenaga yang kelihatannya dipasarkan bukan untuk pasar lokalan sini.

Dilihat secara visual, penampilan Asus Zenfone Max 3s ini bisa dikatakan cukup menawan. Bahan metal pada bodi, benar-benar menyiratkan kekhasan Asus sejauh ini. Hanya terpaut 1 mm saja untuk urusan ketebalan bila disandingkan dengan ponsel Samsung Galaxy A9 Pro yang saya gunakan saat ini. Sementara baik spek dan lainnya diatas kertas bisa dikatakan setara.

Hadir dengan layar yang lebih kecil ketimbang A9 Pro, Asus Zenfone Max 3s ini sempat menghadirkan dugaan akan daya tahan batere yang lebih baik. Namun lantaran keterbatasan waktu yang diberikan pemilik ponsel untuk bisa mengoprek lebih jauh, sampai hari ini tampaknya saya belum beruntung membuktikannya. Meski demikian perlu diapreasiasi lantaran sepanjang pemakaian, sisa prosentase pasca penggunaan panjang masih setara dengan A9 Pro.

Penggunaan jenis prosesor Mediatek 1,5 GHz OctaCore tampaknya menjadi salah satu penyebab harga jual yang sedemikian terjangkau. Namun ketika dipadu dengan memory RAM 3 GB dan Internal Storage 32 GB, secara awam saya cukup puas dengan kinerjanya. Mengingat ponsel Android bisa dikatakan sangat jarang menyisakan RAM tak terpakai meski saat berada dalam kondisi standby sekalipun. Beberapa aplikasi yang didaulat secara multitasking, saat dibuka kembali, tidak lagi mengulang startup screen laiknya ponsel sejenis di kisaran harga yang sama. Untuk hasil benchmarking menggunakan Antutu, Zenfone Max 3s berhasil menggapai angka 40ribuan poin. Edan…

Sebagaimana ponsel seri lainnya yang mengusung nama besar Asus, Zenfone Max 3s tentu saja telah siap digunakan dengan mengadopsi User Interface Zen 3.0 yang kata kawan saya, @BlogDokter pengguna setia Asus, merupakan antarmuka terlengkap dan ringkas sejauh ini. Sementara sistem operasi sudah menggunakan Android rilis terbaru yaitu versi 7.0 Nougat yang artinya jika kalian termasuk yang beruntung bisa menggenggam ponsel berkekuatan daya batere 5000 mAh ini, ya ndak usah khawatir akan pembaharuan sistem operasi lagi satu dua tahun mendatang.

Urusan kamera, Asus Zenfone Max 3s sudah dibekali resolusi 13 MP untuk bagian punggung dan dilengkapi dengan dual Flash, sedang urusan selfie, kalian akan mendapati lensa 8 MP di sisi depan ponsel. Lumayan bukan ?

Secara resminya, ponsel ini keknya ndak bakalan kalian temukan di pasar lokal. Karena untuk Indonesia, Asus merilis seri Zenfone 3 Max dengan 2 varian yang sama-sama dibekali dengan kapasitas batere sekitar 4100 mAh. Sementara ponsel satu ini rilis di India Februari lalu.
Sehingga satu-satunya opsi yang ada adalah onlineshop dengan harga jual sekitaran 3 jutaan, bergaransi Distributor.

Apakah ponsel ini cukup worthed untuk dibawa pulang ? Ya bergantung pada kenekatan kalian aja mengingat ni ponsel tergolong gak resmi kalo dipake harian di Indonesia.
Namun sebagaimana ponsel lawas saya era pdaphone berbasis Windows Mobile tahun 2005/2006 yang saat itu tergolong kasus yang sama, woles aja ketika kalian paham pola penggunaannya. Karena toh ketersediaan bahasa Inggris internasional sudah ada secara default ketika terjadi proses Hard Reset pada ponsel sewaktu-waktu.

GPS Status, Pantau Titik Koordinat Sasaran

Category : tentang TeKnoLoGi

Untuk bisa membuktikan kebenaran aksi lapangan yang kami lakoni sejauh ini, salah satu bahan pertimbangan laporan tiap kali diperintahkan turun survey adalah Titik Koordinat sasaran yang dituju.
Jika dulu sebelum mengenal perangkat Android kami selalu mengandalkan perangkat GPS Garmin yang berukuran menyerupai sebuah perangkat PDA Phone namun jauh lebih gembul, serta Selalu kesulitan dalam melakukan pencatatan titik mengingat tenaga yang dikirimkan untuk turun ke lapangan berbeda-beda bergantung pada kebutuhan.

Kesulitan perlahan sirna seiring perangkat Android mulai saya miliki dan eksplore pasca kepemilikan Samsung Galaxy Ace S5800 yang keren jaman itu. Bisa menggantikan perangkat Garmin dengan tingkat perbedaan yang tidak jauh signifikan membuat pelan tapi pasti, GPS Status selalu hadir dalam setiap perangkat Android yang saya miliki.

Berdasarkan hasil koordinat yang mampu dipetakan pada layar Android saat aplikasi GPS Status ini diaktifkan, yang saya butuhkan sebetulnya hanya satu saja. Titik Koordinat Lintang Timur dan Selatan.
Yang seandainya dicatatkan dan diujicoba pencarian melalui halaman Google Maps, keakuratan lokasi bisa dikatakan sungguh memuaskan.
Minimal mampu memberikan gambaran dimana sasaran berada saat tim turun ke lapangan.

Aplikasi GPS Status ini sangat bermanfaat bagi kalian yang kerap berada di lapangan, guna melakukan survey ke sasaran tertentu laiknya kami sebulan terakhir, memverifikasi usulan bantuan rumah di seantero Kabupaten Badung.

Menarik untuk dicoba bukan ?

TubeMate, Mudah Unduh Video di Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Menikmati sajian audio visual belakangan ini rasanya memang makin keranjingan dilakoni. Saya yakin kali ini gak sendirian dalam hal begini. Gak hanya melalui halaman YouTube, tapi juga Vimeo atau bisa jadi jejaring sosial pertemanan FaceBook.
Banyak hal menarik yang bisa dinikmati bersama keluarga, anak atau bahkan teman sekantor.
Jika tak mau ribet menghabiskan kuota hanya untuk melakukan streamin kembali, gunakan saja TubeMate untuk mengunduhnya.

TubeMate, merupakan salah satu aplikasi yang powerful untuk mengunduh koleksi video streaming yang ada di sejumlah portal penyedia semacam YouTube. Bisa didapat secara gratis melalui halaman web tubemate.net yang sayangnya memang tidak tersedia di pasar aplikasi google Android. Entah kenapa…

Ukurannya yang ringkas, sejalan pula dengan cara penggunaannya. Aktifkan TubeMate, pilih halaman portal penyedianya, cari video lalu unduh dengan cara menekan tombol panah hijau yang ada di sisi atas layar.
Pilih resolusi yang diinginkan, lalu pilih sekali lagi tombol panah hijau yang ada di bawah layar.
Tunggu hingga selesai, lalu buka folder Video di internal Storage, taraaa… Video hasil unduhan sudah bisa dinikmati tanpa harus menghabiskan kuota internet hanya untuk menikmatinya kembali.
Semakin besar resolusi layar yang dipilih, semakin besar pula internal storage yang dibutuhkan untuk menyimpannya. Ukuran 360 pixel sudah cukup memadai sejauh ini sih…

Kalopun kalian ingin menyimpan Video tersebut dalam format MP3, live music misalkan, bisa pilih format paling bawah. Prosesnya jadi sedikit lebih lama lantaran memerlukan proses konversi. dan apabila kalian menginginkan pengunduhan sejumlah Video dalam sebuah Playlist tertentu, jangan menunggu membuka satu persatu videonya. Cukup buka halaman Playlist, lalu tekan tombol panah hijau di sisi atas layar. Voila… semua akan diunduh bergantung pada sisa kuota yang kalian miliki.

Menarik bukan ?

Night Screen, Lindungi Mata saat Menggunakan Ponsel Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Menggunakan ponsel Android sesaat sebelum tidur, menurut para pakar merupakan kebiasaan yang tidak baik bagi mata pengguna. Apalagi dengan tingkat kecerahan yang tidak diatur sedemikian rupa khususnya oleh mereka yang awam cara pengaturannya lebih lanjut.
Oleh sebab itu, dalam postingan kali ini saya memperkenalkan aplikasi Night Screen.
Sebuah aplikasi yang menurut saya pribadi, bisa memberikan solusi secara cepat bagi pengguna awam macam kalian yang akan meredupkan layar dalam sekali klik, guna kenyamanan pada mata saat menggunakan ponsel Android di malam hari.

Night Screen dikembangkan oleh Paper Airplane Developers dikemas dalam ukuran yang cukup ringkas untuk sebuah ponsel Android pemula sekalipun.
Disajikan dalam rupa bulan sabit, pasca instalasi pengguna cukup melakukan fungsi aktif/non aktif dalam sekali klik, maka layar ponsel pun akan meredup meski pengaturan default kecerahan pada layar belum di setup sebelumnya.
Jika dianggap belum memberikan rasa nyaman pada mata, tingkat keredupan layar bisa diatur kembali dengan menggeser tombol scroll ke kiri atau kanan pada jendela aplikasi aktif.

Meskipun secara fungsi aplikasi serupa dengan pengaturan kecerahan layar ponsel defaultnya, namun tingkat redupnya layar jauh lebih nyaman dipandang utamanya saat malam hari.
Sayangnya, saat aplikasi Night Screen diaktifkan, secara otomatis saat pengguna mencoba mengambil screenshot layar, tingkat keredupan tadi juga ikut serta sehingga menyulitkan pengguna ataupun netizen lain melihat hasil tangkapan layar tersebut.
Perbedaan dimaksud dapat dilihat pada gambar ilustrasi berikut :

Gambar pertama, paling kiri adalah halaman Author aplikasi saat layar ponsel dalam kondisi default sebelum pengaktifan fungsi Night Screen.
Gambar berikutnya, saat aplikasi Night Screen diaktifkan, bisa dilihat perbedaan kecerahan layar antara gambar pertama dengan gambar berikutnya (ketiga).
Gambar terakhir, paling kanan adalah gambar hasil tangkapan layar melalui aplikasi Google Play.

Salah satu sisi positif penggunaan aplikasi ini selain fungsi yang diberikan adalah ketiadaan iklan yang aktif sepanjang penggunaan. Jadi aman banget bagi pengguna ponsel Android.