Karaoke-an di Spotify ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan kemarin soal Spotify, salah satu pilihan Streaming Musik masa kini yang bisa dinikmati melalui berbagai perangkat, rupanya ni aplikasi juga bisa diajak Karaoke-an loh. Hehehe…

Berawal dari pertanyaan istri tentang lirik lagu yang kerap saya dendangkan di mobil sepanjang perjalanan berangkat dan pulang kantor, yang rupanya diragukan keabsahannya seratus persen lantaran bahasa yang dilafalkan si penyanyi bukan bahasa Ibu, hehehe…
Maka percobaan pun dilakukan dengan menyampaikan pertanyaan ke mbah Google ‘how to show lyrics on spotify’.
Hasilnya maknyus…

Berdasarkan hasil pencarian untuk perangkat mobile, setidaknya aksi Karaoke-an via Spotify bisa dilakukan dengan memanfaatkan salah satu diantara dua aplikasi yaitu Genius dan SoundHound.

Jika aplikasi Genius akan secara otomatis menampilkan lirik lagu yang sedang didengar lewat opsi notifikasi (sisi atas layar ponsel), SoundHound sendiri musti buka aplikasinya dulu agar bisa menyajikannya. Mana yang lebih mudah tentu ya terserah kalian. Saya sendiri pilih Genius sejauh ini.

lyric-spotify-pande-baik

Sedangkan hasil pencarian untuk perangkat pc desktop, infonya sih Spotify sudah ndak ngedukung lagi fitur tampilan Lirik Lagu secara default yang banyak mengecewakan penggunanya. Namun rupanya ada yang mengakali dengan mengunduh aplikasi Lyricfier melalui halaman resmi mereka, dan menempatkan filenya didalam folder aplikasi Spotify.

Hasilnya lumayan. Jadi kita bisa sambil berdendang saat mendengarkan musik di perangkat pc komputer untuk meyakinkan audience bahwa sedikitnya kita beneran hafal lagu itu. Hehehe…

Spotify, Pilihan Baru bagi Penyuka Musik

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu upaya menikmati hiburan di era digital masa kini, rasanya belum lengkap kalo saya belum menuliskan soal musik yang dinikmati secara streaming.

Untuk pengguna Apple, kalo ndak salah punya iTunes, streaming musik kebanggaan yang menyediakan pula opsi pembelian per lagu atau album sesuai harapan pengguna. Bagaimana dengan mereka yang menggunakan Android ?

Kalo ndak salah sebelumnya ada pilihan bagus bernama Joox, aplikasi ini memiliki banyak pilihan playlist terkini seperti Top Charts untuk semua musik terbaru yang merupakan pilihan para Editor terkait, dan ada pula yang disesuaikan dengan perkembangan trend. Selain itu Aplikasi Joox juga menawarkan koleksi musik berlisensi, dengan kapasitas unlimited yang bisa diunduh secara offline dengan pilihan kualitas suara saat streaming yang disesuaikan dengan kuota internet pengguna.

Serupa dengan Joox, kini adalah pilihan baru lagi yang tampaknya menyasar pangsa perangkat yang jauh lebih luas.
Dari perangkat seluler atau ponsel, pc komputer, tablet, pemutar pada kendaraan atau mobil, TV Android hingga Android Wear lainnya.
Yup,pilihan baru ini bernama Spotify.

spotify-pandebaik

Spotify merupakan salah satu layanan musik streaming masa kini yang dikembangkan Swedia dengan menyediakan hak digital manajemen yang dilindungi konten dari label rekaman dan perusahaan media. Musik dapat diakses atau dicari berdasarkan pada pilihan artis, album, genre, playlist, atau label rekaman.

Spotify beroperasi di bawah model bisnis freemium, dengan dua streaming musik tingkatan : Spotify Gratis (160kbit/s) dan Spotify Premium (hingga 320kbit/s). Khusus pelanggan Premium, Spotify menghapus tampilan iklan, meningkatkan kualitas audio untuk pilihan Streaming dan memungkinkan pengguna untuk mengunduh musik pilihan dan didengarkan secara offline.

Saya pribadi sudah mencobanya sejak awal bulan September lalu atas rekomendasi seorang kawan di salah satu akun Sosial Media. Waktu itu Spotify masih menawarkan promosi Premium harga hemat yaitu sebesar 10 persen dari harga normal atau sekitar 4.950 rupiah saja untuk masa berlangganan tiga bulan pertama. Pasca itu akan dikenakan biaya normal, dengan penawaran kembali terlebih dahulu. Menggiurkan bukan ?

Saat mencobanya, rupanya apa yang disampaikan halaman Wikipedia diatas benar adanya. Pencarian musik jauh lebih memberikan banyak pilihan serta informasi lainnya yang dianggap perlu seperti rRelated Artist atau info konser yang dilakukan dalam waktu dekat.

Tidak hanya musik masa kini saja yang bisa ditemukan secara mudah. Beberapa album lawas dari para musisi angkatan jadul pun saya temukan banyak pilihan, dan lantaran saya mengambil opsi Premium, bisa mengunduhnya dengan puas sejauh kuota internet mencukupi.

Katakanlah musisi Max Cavalera yang sesaat setelah keluar merilis album lewat bendera NailBomb, Bulldozer sebuah grup band dari negara Polandia sana, atau beberapa album Tribute to – yang dulu saat masih jaman kaset beredar barangkali Cuma bisa saya temui di toko persimpangan Suci saja. Tidak dengan yang lainnya.

Demikian halnya dengan album musisi lokal macam Pas Band ‘Indieviduality’ yang dulu sempat menjadi inspirasi blog ‘Pandeividuality’ atau album rindik dan spa ala Bali yang kini banyak dijual di toko musik seputaran Kota Denpasar. Dan Semuanya, ada disini.

Meski demikian, infonya tidak semua musisi yang bergerak dibidang Musik ini setuju, karyanya disajikan oleh layanan Spotify. Ini mengingatkan saya pada kasus Napster dan Metallica jaman internet baru diperkenalkan pada publik. Ya wajar sih, wong nilai royalti streaming yang ditawarkan per lagunya ya cukup minim bagi kantong musisi. He…

dan karena Spotify bisa dinikmati melalui banyak perangkat diantaranya PC Komputer, sayapun menanamkan aplikasi serupa di perangkat pc kantor agar bisa menikmati layanan musik serupa saat jam kerja ataupun lembur. Adapun aplikasi Spotify versi Desktop bisa di unduh langsung lewat halaman resmi Spotify.

Tips Hemat Beli Aplikasi Android, gunakan Voucher Google Play

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Jumpa lagi Droiders dimanapun kalian berada. Ngomong-ngomong soal pembelian aplikasi, games ataupun fitur didalamnya dengan cara potong pulsa, Ternyata jauh lebih hemat kalo menggunakan Voucher Google Play yah ?
Jujur saya baru tahu…

Selama ini saya meyakini bahwa pemotongan Pulsa dari ponsel jauh lebih praktis ketimbang membeli Voucher, untuk kasus pembelian aplikasi atau games. Kemarin sempat coba pas masih internetan pake kartu XL. Biaya pembelian aplikasi, games atau penawaran didalamnya musti ditambah pajak 10% dan jasa.
Untuk besaran biaya jasa, saya sendiri lupa berapa persen. Tapi pastinya memang ada, bergantung pada masing-masing operator.

Sedangkan untuk kasus pembelian menggunakan Voucher Google Play, harganya sendiri ditambahkan pajak 10% saat pembelian.
Sedang saat digunakan, pemotongan hanya berlaku sebesar nilai yang dibutuhkan, tidak ditambah biaya jasa operator tadi.
Lebih murah kan ya, jatuhnya ?

voucher-google-play-pande-baik-8

Voucher Google Play nya sendiri kalo ndak salah kini tersedia di banyak tempat. Setau saya salah satunya di gerai Indomaret.
Cuma memang ndak semua gerai Indomaret menyediakannya. Kebetulan untuk lingkup Kota Denpasar, Saya nemunya yang di Gatot Subroto Tengah, sedang gerai yang di Kebo Iwa malah ndak tau caranya ?

Nyoba beli Voucher Google Play 300rb, plus pajak 10%, saat digunakan membeli FlightRadar24 sesuai saran @blogdokter terpotong cuma 25K saja.
Gak ada pengurangan pulsa sebagai biaya jasa atau lainnya.

Jadi untuk pembelian yg rutin sepertinya sedikit lebih hemat.
Cuma ya musti beli Voucher nya dulu.

Diantara kalian para Droiders, ada yang punya pengalaman serupa ?
Atau masih betah unduh aplikasi atau games bajakan ?

*Eh

Bungkam Nomor Tak Diinginkan dengan Call BlackList Pro

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebenarnya aplikasi satu ini belum pernah saya gunakan sebelumnya. Mengingat lingkungan yang dijalani belum ekstrem ekstrem amat untuk dihindari.
Tapi makin kesini rupanya ada juga satu dua orang yang secara kebiasaan ingin sekali dihindari jika bisa.
Mematikan ponsel atau mengaktifkan mode Airplane pernah menjadi solusi namun kasian juga kalo ada yang berkepentingan lain malah tidak tersambungkan.

Maka ketika penawaran diskon Aplikasi di Google Play kemarin, saya beli salah satu yang sekiranya mampu menjawab keinginan saya ini.

Call BlackList Pro.

Tujuannya tentu memblokir semua atau nomor kontak tertentu yang bisa diambil dari Daftar Kontak tersimpan atau Log yang tercatat, baik panggilan masuk ataupun sms.
Mantap pokoknya.

blacklist-pandebaik

Dan saya lihat hasilnya lumayan.
Ada catatan hasil yang diberikan saat nomor terdaftar pada list mencoba menghubungi.
Namun demi keamanan sendiri, gambar screenshot daftar maupun hasil log aplikasi sengaja tidak saya tampilkan disini.

Terpenting, beberapa nomor kontak yang begitu ingin saya bungkam keberadaannya, bisa diblokir tanpa mengorbankan daftar kontak kawan saya yang lain.
Kalopun kelak yang bersangkutan mencoba menghubungi dengan nomor yang lain, ya tinggal dimasukkan saja satu persatu.
Sementara alasan apabila tidak bisa terhubung, kayaknya masih bisa menyalahkan operator atau jaringan sinyal yang kurang baik disekitar saya. Hehehe…

Terserah deh apa kata Dunia.
Toh kenyataannya Hidup jadi lebih indah tanpa kontak yang bisanya hanya memaki-maki dan mengancam.

Mau mencobanya ?

Ponsel idaman sejauh ini, macam apa sih ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Kalian…
Ya, Kalian…

Kalian yang kini sedang asyik memegang ponsel, apapun isinya, saya yakin sebagian besar masih berkeinginan untuk mengganti perangkat dengan spek yang jauh lebih baik. Entah dengan harapan kecepatan, leganya storage atau bahkan eksplorasi sosial media.
Tapi kelihatannya tidak lagi kalo seandainya dibalik menunjuk hidung ke saya.

Ada sih keinginannya, cuma ndak urgent banget kebutuhannya. Untuk satu dua tahun ini rasanya sih belum perlu. Bisa jadi karena saat ini merasa sudah cukup puas dengan kinerja ponsel yang saya gunakan, termasuk fitur yang ada didalamnya, walaupun ada sedikit kekhawatiran akan kualitas pemakaian ponsel dalam jangka yang lama.

Mau tau ponsel apa yang saya pegang kini ?
Hisense PureShot+ yang dibundling dengan kartu SmartFren berjaringan 4G LTE itu.
Samsung Galaxy Note 3 yang dulu saya banggakan itu, pada akhirnya masuk kotak dan tidak lagi pernah disentuh. Inginnya dijual, cuma kasian kalo harus banting harga.

Secara spek, ni ponsel kalo mau disandingkan dengan trend kekinian, masuk kategori menengah lantaran RAM yang dibekali sudah mencapai 2 GB. Dan entah kenapa, sisa RAM yang bisa dimanfaatkan lebih sering kisaran 0,99 GB. Jauh beda dengan ponsel Samsung yang sejak awal kemunculan Android saya favoritkan ketimbang lainnya.

Makin kesini, ponsel yang makin disuka ya rasanya masih tetep Android. Meski banyak yang mengeluhkan soal borosnya batere, dan lambatnya kinerja jika dibandingkan ponsel besutan Apple, kemampuan copy paste nya masih tetap jadi faktor penentu nomor satu. Selainnya itu ya mungkin ada beberapa kelebihan lain yang hanya ada di ponsel selain Apple. Dan kelebihan ini, jujur aja baru saya temukan keasyikannya saat menggunakan ponsel Hisense PureShot+. Maaf, bukan lagi promosi merek loh ya.

ponsel-android-pande-baik

Minimal fitur yang didukung adalah Dual SIM. Yang salah satunya berjaringan 4G. Tujuannya ya agar tetap bisa menggunakan nomor lama untuk kebutuhan komunikasi baik sms maupun telepon, dan gonta ganti sim utama untuk kebutuhan internet. Kebetulan saya lagi jatuh cinta dengan jaringan 4G LTEnya SmartFren. Jadi kasian melepas atau malas kembali pada XL lagi.

Setelah itu yang saya butuhkan adalah Internal Storage yang besar. Minimalnya 32 GB kalo ada, seperti Note 3 terdahulu. Sementara yang Hisense ini masih mengandalkan 16 GB untuk internal, maka itu ditambahkan eksternal yang 64 GB biar puas nyimpen filmnya. Hehehe…

Nah, kombinasi tiga slot kartu inilah yang saya harapkan nanti semoga masih ada yang mengadopsi, saat saya membutuhkan pergantian ponsel. Yang rata-rata untuk ponsel kekinian termasuk Samsung, hanya mengakomodir dua slot saja, dimana satu slot bersifat fleksibel, bisa untuk sim card, bisa untuk memory card. Ndak asyik, menurut saya.

Layar lebar itu mutlak. Minimal 5 inchi lah. Lagian lucu kalo saya pegang ponsel berlayar kecil, nanti dikira mainan oleh orang yang melihatnya.
Sedangkan Kamera, ndak butuh yang oke karena nantinya palingan hanya buat pamer di akun Instagram dan cetak ukuran 3R.
Begitu halnya dengan versi OS dan segala macam kelebihannya itu, rasanya sih belum urgent dibutuhkan. Wong ponsel saya kini gak pernah dikunci password atau pattern kok. Free aja.
Cuma manfaatin fitur Lock Screen nya Apex Launcher, mencegah terhapus atau berpindahnya shortcut aplikasi pada layar akibat ketidaksengajaan penggunaan anak anak, selain bertujuan meringankan User Interface dan menyeragamkan tampilan icon.

Ada lagi ya kira-kira pertimbangan lainnya ?

Intip Barisan Ponsel Android dengan RAM 3 GB

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Kehadiran ponsel besutan Samsung lewat seri Galaxy Note 3 N9000 pada September 2013 lalu cukup menghebohkan publik, lantaran secara spesifikasi, seri tersebut telah dibekali besaran RAM 3 GB. Dimana untuk ukuran ponsel Android saat itu, RAM raksasa merupakan teknologi terkini apalagi dibalut dengan Stylus dan kemampuan S Note yang apik.
Ndak heran kalo saat peluncuran pertama Samsung Galaxy Note 3 sempat menyentuh harga 7 jutaan, termasuk salah satu ponsel flagship kalo boleh meminjam istilah bekennya.

Kini berselang 3 tahun, tampaknya kehadiran ponsel Android yang menjual spek RAM 3 GB telah menjadi standar ponsel High End dari brand Global hingga Lokal pun ada.

Mau tahu apa saja pilihan Ponsel Android dengan RAM 3 GB yang rata-rata membesut layar 5 inchi keatas ini ?

Pertama dari Samsung. Pasca rilis Galaxy Note 3, ada setidaknya 4 seri ponsel dan 2 seri tabletPC yang dilepas dengan besaran RAM 3 GB.
Ada Galaxy Note 4 yang merupakan Stok Lama, lalu flagship S6 dan S6 Edge di kisaran 7.2 – 8.8 jt dan Terkini ada A7, Octa Core di angka 5,6 juta.

Masih dari brand Global, ada Sony lewat 4 seri ponsel XPeria berkecepatan quad core dan 2 seri TabletPC stok lama. Harganya mirip-mirip.
Sony melepas XPeria Z3, Z5 serta Z5 Premium, ponsel Android Quad Core dari kisaran harga 7.2 – 10.5 juta ? dan satu seri Dual SIM yaitu M5.
Sedang dua seri TabletPC stok lama milik Sony ada Tab Z2 dan Tab Z3 yang dilepas tahun 2014 lalu dengan harga second yang bisa dijangkau kisaran 4.5 jutaan.

Dari vendor LG ada seri G5 SE quad core 5.5 inchi dengan harga jual 7 jutaan.

Eh dari HTC apa kabarnya ya ?
Masih eksis kah ?

Sedang dari brand Lokal, ada
OnePlus X – 3.3 jt
ZTE Blade S7 – 3.5 jt
Flash Plus 2 – 2.3 jt
Coolpad Max Lite – 2.3 jt, dan
HisenseID PureShot+ 2 – 4.5 jt.
Semua seri diatas merupakan ponsel Android quad core berlayar 5 inchi dengan fitur Dual SIM. Standar baku ponsel Lokal masa kini.

Lenovo punya varian plg banyak. Ada Vibe K5 Plus – 2.5 jt, Vibe Shot, Vibe P1 Turbo – 3.7 jt, Vibe S1 – 3.3 jt, Vibe K4 Note dan K5 Plus – 2.5 jt.

Brand Oppo punya dua varian yaitu F1 – 3.2 jt, quad core 5.0 inchi dual sim dan seri R7 Plus – 7.0 jt, quad core 6.0 inchi dual sim. Kabarnya terakhir juga melepas seri pembaharuan F1 Plus, yang memiliki spek lebih tinggi yaitu RAM 4 GB dan Internal Storage 64 GB.
Hmmm…

Trus ada seri yang lagi rame dibicarakan, Infinix Hot S Pro – 2.2 jt dan Zero 3 – 2.6 juta, ponsel yang dirilis dengan prosesor delapan inti atau Octa Core dan Dual Sim.

Dan Terakhir yang lagi Trend ada Asus lewat seri Zenfone 2 Laser – 3.35 jt, dengan prosesor octa core 6.0 inchi dan Zenfone Selfie – 2.9 jt (32 GB) ; 2.7 jt (16 GB).
Belakangan Asus melepas Zenfone 3 yang pula memiliki seri ‘Ultimate’ paling edan yaitu Internal Storage 128 GB dan RAM 6 GB.

Selain brand ponsel Android diatas, yang bisa ditemukan umum di pasaran, rupanya ada juga brand ternama BlackBerry yang tampaknya lagi hijrah nyoba peruntungan di pasar #Android lewat seri Priv Dual Core 9 jt ?

Ada beragam vendor, beragam seri dan beragam spesifikasi. Kini tinggal soal Budgetnya yang tersedia ada di kisaran berapa. He…

dan di luar semua ponsel Android ternyata ada juga ponsel BlackBerry Passport yang berjuang lewat OS terkini BB 10nya, berkecepatan Quad Core 6.5 jt, tapi apa iya masih ada yg minat ?

Satu lagi ada Microsoft Lumia 950 ponsel mantan Nokia series dengan OS Windows 10, Dual Core yang dijual 8.5 jt.

Ponsel Android dengan besaran RAM 3 GB, apa sudah sedemikian perlu bagi kalian ?
Ya hanya kalian yang tahu.
He…

Tips (Nekat) Minimkan Lelet Lag pada ponsel Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Beberapa kawan yang membeli Android kerap mengeluhkan kinerja ponsel yang lelet, meski ponsel dalam kondisi standby ndak dipake. Kenapa bisa begitu ?

Karena secara bawaan, ada beberapa aplikasi yang dijalankan meski ponsel tak digunakan. Bisa dipantau dari menu Pengaturan, Manajer Aplikasi.
Dari situ bisa diketahui, beberapa aplikasi yang memang dijalankan secara default oleh ponsel bergantung pada vendor.

Nyaris ndak ada yang bisa dilakukan utk mencegah leletnya ponsel Android, karena secara bawaan sisa RAM yang bisa digunakan paling sekitar 30%an.
Jika ada yang berbagi Tips dengan menghentikan aplikasi melalui Task Manager atau memanfaatkan aplikasi tambahan, kelak tetap saja aplikasi tersebut akan aktif lagi.

Ini salah satu kekurangan atau efek samping kemampuan Multitasking yang dimiliki oleh ponsel Android. Beda dengan iOS atau iPhone versi awal.

Maka itu, meski besaran RAM yang disediakan sampe hitungan GB, tetep saja satu saat ponsel bakalan mengalami lag. Ini pengalaman pribadi loh.
Meski demikian, sejauh ini ada juga satu upaya yang kerap saya coba lakukan untuk mengurangi konsumsi RAM dengan harapan meminimalkan lelet.
Mau tau?

Yaitu dengan cara menonaktifkan aplikasi ataupun fitur bawaan ponsel utamanya, yang kedapatan berjalan meski ponsel dalam kondisi standby.
Cara ini cukup beresiko bagi pengguna Android Pemula. Tapi kalo paham fungsi apps atau fitur dimaksud, bisa lebih aman kira-kira. Hehehe…

disable-apps-android-pande-baik

Coba akses Menu Pengaturan (Setting), Manajer Aplikasi (Apps Manager), geser ke kiri, cari Tab ‘All’.
Akses menu ini Kemungkinan berbeda di ponsel kalian.
Secara Default, Tab ‘All’ akan ada pada urutan paling kanan, dan menampilkan semua Aplikasi juga System ponsel Android.
Dari daftar Aplikasi dan Sistem bawaan ponsel Android tersebut, ada beberapa bawaan yang bisa diNonAktifkan, ada juga yang Ndak Bisa…

Untuk yang sekiranya tidak kalian butuhkan, bisa diNonAktifkan untuk sementara, sambil melihat efek samping yang diakibatkan.

Misalkan saja seperti beberapa fitur bawaan Google sebagaimana gambar yang saya NonAktifkan.
Dan beberapa diantaranya merupakan aplikasi yang sebelumnya dijalankan secara default saat ponsel standby.

Dengan meNonAktifkan beberapa aplikasi yang sebelumnya berjalan, selain mampu mengurangi beban RAM, juga menambah sisa Internal Storage ponsel ?
Cara ini juga bisa ditempuh apabila ponsel terpantau Lelet akibat kehabisan space Internal Storage, karena terlalu banyak Aplikasi yang diinstalasi.

Akan tetapi ada juga kehabisan space sisa Internal Storage akibat penggunaan aplikasi berkapasitas besar yang kerap menyimpan cache.
Misalkan Games, FaceBook atau aplikasi lainnya yang bisa disegarkan kembali dengan menghapus Cache didalamnya.

Hanya saja ketika aksi penghapusan Cache Games/Apps dilakukan, biasanya akan terjadi aktifitas Log Out dari akun yang digunakan. Jadi hati-hati.

Pengalaman mengenaskan kemarin pas nyoba menghapus Cache aplikasi Chat BBM. Setelah Sukses dan mencoba akses aplikasi, ternyata…
Akun BBM Log Out, malah lupa email mana yang digunakan dan sialnya lupa juga passwordnya apaan. Alhasil ndak berhasil dibalikin ?

Balik ke upaya mengurangi leletnya kinerja ponsel, cara tadi setidaknya mampu memberi kinerja yang lebih baik pada beberapa ponsel percobaan.
Salah satunya HTC One V yang cuma didukung RAM 512 MB dengan sisa sekitar 100 MB defaultnya.
Juga Samsung Galaxy Tab 7+, perangkat lama yang masih menggunakan prosesor Dual Core dan RAM 1 GB.

Dulu sempat mangkel pas make Samsung Galaxy Note 3 yang meski dah menggunakan prosesor Delapan Inti dan RAM 3 GB, tetep aja lag pas ngeTweet.
Tapi setelah dicobain upaya tadi, udah mulai jarang lag lagi termasuk Hisense PureShot+ dan AndroMax E2+ yang punya RAM ‘cuma’ 2 GB ?

Fitur lain yang sekiranya bisa diNonAktifkan lagi di luar Aplikasi tadi adalah fitur bawaan Operator, siapa tahu beda jaringan yg digunakan.
Termasuk Live Wallpaper, kontak dengan perangkat keras lain seperti printer, tv, dan lainnya yang sekiranya memang Tidak Dibutuhkan.

Untuk beberapa vendor ponsel yang dikenal dengan User Interface (launcher) tertentu yg memberatkan kinerja ponsel bisa ganti dengan yang lebih ringan.
Launcher model ini bisa dimanfaatkan sebagai pengganti UI ponsel bawaan. Ndak bisa diganti permanen tapinya.

Kirakira itu yang bisa saya bantu terkait leletnya kinerja ponsel meski dalam kondisi standy tak digunakan. Lain kali disambung lagi.

Sebelum berganti topik, tetap hati-hati kalo mau nyoba tips tadi. Pasti ada resikonya, jadi backup selalu semua akun email beserta password ?

Pokémon Go, sejauh ini

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Seminggu lebih sudah rasanya saya berburu makhluk tak jelas Pokémon Go ini melalui perangkat Android, Hisense PureShot+ dibantu jaringan 4G LTE milik SmartFren dengan total jumlah panen mencapai angka 180 dari 250 makhluk yang mampu dibawa dalam data akun.
Setidaknya begitu yang tercatat.

Pokemon Go PanDe Baik 9

Jumlah ini jauh lebih banyak dari target awal yang saya perkirakan sejak terbersit keinginan untuk melakukan instalasi games Pokémon Go dari salah satu akun kawan di Twitter. Bisa dikatakan hingga hari ini aplikasi atau games Pokémon Go ini kelihatannya belum edar secara resmi di Indonesia. Dari 6, 25, 50, 100 hingga terakhir menargetkan 150 saja. Tapi rupanya bisa lebih.

Pokemon Go PanDe Baik 2

Semua aksi penangkapan ini bisa jadi lantaran ada kesempatan yang dilakoni selama waktu seminggu terakhir dimana perjalanan jauh ke Lumajang dan Blambangan juga kota Surabaya beberapa waktu lalu menjadi peran penting dari semua itu.
Dan rasanya sih, kini semua harus diakhiri.

Bukan.
Bukan karena edaran Pak (mantan) MenPAN Yuddi yang melarang para pegawai negeri aparatur negara memainkan Pokémon Go saat dinas kerja, atau larangan dari pihak dan lembaga lainnya, akan tetapi karena memang secara kebutuhan pribadi rasanya nggak ada manfaat khusus yang bisa dinikmati lebih jauh dari semua aktifitas terkecuali pengakuan dan koleksi.
Ini mirip dengan aksi perburuan Badges pada aplikasi FourSquare yang kini tampaknya malah sudah dihapuskan dari akun tersebut.

Pokemon Go PanDe Baik 12

Hanya karena keisengan ingin ikut menuliskannya atau sekedar berpartisipasi atas semua histeria yang ada, berbagi tips dan pengalaman selama berburu Pocket Monster sebagai kepanjangan dari istilah penamaan Pokémon itu sendiri, maka dilakonilah dalam waktu terbatas di awal dengan upaya untuk mengetahui lebih lanjut apa yang bisa dilakukan selain mengumpulkan makhluk dari satu tempat ke tempat lain, termasuk battle dan pengembangannya.

Maka ya dimaklumi saja kalo aktifitas berburu makhluk Pokémon Go ini sepertinya gak akan dilakukan kembali sebanyak diawal, pula sharing baik di akun InstaGram dan Twitter pula halaman Blog ini.

Senang bisa menjadi bagian dari permainan berbasis AR atau VR dan Maps milik Google ini.

See you next time buddys

Unboxing AndroMax E2+ dan beberapa Catatan Khusus

Category : tentang TeKnoLoGi

Ndak jauh beda dengan kehadiran para pendahulunya, kemasan AndroMax E2+ masih memiliki dimensi yang sama, desain yang sama dan isi penjualan yang sama. Gak heran sih ya. Wong secara dimensi layar yang digunakan rata-rata juga masih menyerupai satu sama lainnya.

Selain ponsel, ada batere terpisah dengan bertuliskan Hisense yang kelihatannya diperuntukkan bagi ponsel AndroMax series berspesifikasi Premium, lalu headset, charger dengan kepala yang dapat dipisah sehingga bisa difungsikan pula sebagai kabel data, kartu sim 4G LTE berukuran micro, manual book, juga garansi resmi.

Unboxing AnDroMax E2+ 6

Harga jual di awal saat proses Unboxing ini dilakukan masih berada pada angka 1.199.999 rupiah yang kini setelah berselang dua bulan sudah diturunkan melalui paket Promo menjadi sebesar 999.000 saja.
Makin terjangkau bukan ?
Jarang-jarang loh ada yang berani memberikan spesifikasi RAM hingga 2 GB.

Untuk penampakan dan review desain, kelihatannya sudah cukup dari saya kan ?di tulisan kemarin ?
Jadi sesi ini rencananya saya pengen tambah kan dengan berbagi pengalaman dan catatan khusus saat menggunakan ponsel 4G LTE AndroMax E2+ lebih jauh.
Disimak ya.

Sebagai pendatang baru, kehadiran AndroMax E2+ ini kelihatannya bakalan cukup menantang di segmen ponsel pemula yang dijual dengan harga satu juta rupiah, kurang seribu.
Yang bila disandingkan dengan para rival dari brand global tampaknya secara spesifikasi yang ingin ditawarkan sudah jauh lebih baik dan memuaskan. Apalagi selain RAM 2 GB, seri dengan desain premium ini hadir pula dengan internal storage sebesar 16 GB dan pilihan slot memory eksternal terpisah dengan Dual Sim Card yang ada.

AndroMax E2+ 7

Dengan kepemilikan jeroan sekeren itu, yang namanya Pokemon GO sih sudah nggak ada masalah lagi untuk dimainkan dengan nyaman.
Mulus mas… Semulus pantat bayi.
Bahkan di kesempatan terakhir saya mencoba perburuan, bisa dapetin si omang omang Parasect dengan CP 400an tanpa masalah.
Cuma yang belum kesampean sampe sekarang ya nge-Gym Battle nya. Berhubung belum tau caranya. Hehehe…

Untuk ukuran spek segitu, yang paling menarik buat saya adalah form factornya yang setia berada di ukuran layar 4.5 inchi. Padahal di luaran sudah betebaran ponsel spek setara yang dijual dengan ukuran layar jumbo. Menyusahkan mereka yang punya luasan genggaman tangan terbatas macam istri saya.
Jadi ceritanya khusus untuk kategori Android, kelihatannya kini sudah ada pilihannya. Sejauh yang saya tahu hanya iPhone 5/5S saja yang bisa disetarakan secara visual, namun dengan harga jual berlipat.

Tapi meskipun AndroMax E2+ merupakan pendatang baru di kancah pasar ponsel Indonesia, untuk urusan asesories termasuk case pelindungnya malah bisa ditemukan dengan mudah di pasar jual beli online TokoPedia loh. Jadi jangan khawatir kalo ingin sekedar bergaya dengan ponsel ini kemana-mana.

Cuma sayangnya, suara speaker saat hubungan telepon digunakan cukup keras terdengar orang di sekitarnya. Bagi saya cukup mengganggu sih, soale ini berkaitan dengan privacy obrolan.
Mosok soal tawar menawar jasa pijat plus sampe kedengeran gebetan kan bisa war belakangan ? He…