1+1=3

2

Category : Cinta, tentang Buah Hati

1121.jpg

Tentang ALit Ayu Kusumadewi, Cahaya Hidupku

2

Category : Cinta

Pandangan pertama yang mengesankan bahwa inilah yang aku cari selama ini.

Berkisah pada satu masa dimana Cinta memang harus berpaling pada Gadis terbaik yang mampu memberikan Inspirasi semangat maupun rasa rindu tiada taranya. Kehidupan yang penuh cerita, tawa canda hingga tangis bahagia, waktu yang terasa sangat lama saat jauh, dan waktu yang berjalan begitu cepat saat bersua.

Memberikan kenangan tersendiri hingga mengambil suatu keputusan penting dalam hidup, mengikat dua insan manusia berharap tak terpisah lagi oleh waktu, dipenuhi Cinta Kasih yang tulus dan apa adanya.

Semua teori tentang Cinta seakan kandas entah dimana, saat Cinta sesungguhnya ada didepan mata, segalanya seakan hilang seketika, meninggalkan hari tanpa kata namun sarat makna.

Hidup bahagia adalah dambaan setiap insan didunia. Harta kekayaan mungkin bukan lagi yang utama harus dikejar demi sebuah kebahagiaan. Kebersamaan adalah yang terpenting diatas segalanya.

Tembang Cinta bergema ditelinga, bersenandung mesra begitu indah…

alit-ayu-kusumadewi.jpg

Cahayaku telah kutemukan, dan hidupkupun jauh lebih berwarna.

Lebih Sayang Anak atau Istri ?

2

Category : Cinta

Inget inget sekarang udah nikah, jadi inget ma obrolan waktu kuliah dulu, saat beberapa orang temen yang dah kebelet nikah, karena dah pacaran lama banget.
Ada juga yang dah punya momongan, trus diberi nama nyempil salah satu idola lapangan ijo, sepak bola. Huehehe… Dari obrolan itu, ada satu hal yang bikin aku baru bisa narik kesimpulan hari ini setelah 6 bulan nikah.
‘Aku tentunya lebih sayang pada anak ketimbang istri’.
Begitu rata-rata yang mereka katakan padaku, entah memang lahir dari pemikiran mereka sendiri, atau hanya sekedar ikut-ikutan temen dan terpengaruh setelah diberi penjelasan panjang lebar.

Tapi menurutku, Aku akan jauh lebih sayang pada Istri daripada Anak. Kenapa ?
Ya, setelah dipikir-pikir, ada benarnya juga joke saat remaja dulu…

Kalo anak dipangku, digendong, dicium-cium ma orang lain, atau keluarga sendiri, pasti deh… pasti… didalam hati bakalan senang, kalo ternyata si anak bisa bikin mereka mereka itu senyum blah blah blah…

Tapi kalo sebaliknya, Istri kita sendiri yang diperlakukan sama, dipangku, digendong, dicium-cium ma orang lain, atau keluarga sendiri, pasti deh… pasti… didalam hati bakalan mumet, kalo gak minta cerai paling si suami nyari selingkuhan…. Emang dia aja yang bisa ?

Nah lo…

Well, anak kita setelah lahir, masih bisa milih, mau deket ma ortunya apa enggak.
Sebagian besar malah terlihat malu saat jalan bareng ortu mereka, apalagi saat beranjak remaja.

Istri, adalah orang yang sedari lahir hingga bertemu dengan kita, sebagian mengalami cinta dengan orang lain, namun akan menjadikan kita sebagai pelabuhan terakhirnya, dan memutuskan untuk menikah, hidup bersama.
Namun hubungan ini bisa saja runtuh jika kita tak pandai menjaganya.
Sebagian besar ada juga yang memutuskan untuk diam dan berusaha mencari pasangan lain yang katanya lebih bisa mengerti dirinya, alasan lain adalah mencari Cinta Sejatinya padahal dimata orang, itu hanya Selingkuhan saja.

So, selama kamu masih tergolong baru untuk masuk dalam jalur pernikahan, masih 1-2 tahun usia perkawinan, come on, jadi suami yang baik.
Sayangi Istri, jauh lebih besar dari menyayangi anak.
Karena dengan Istri-lah, kamu akan melewati sebagian dari hidupmu, hingga kembali pada-Nya nanti.

Jodoh… atau…. ?

Category : Cinta

Percaya gak ma keajaiban ? atau malah kebetulan ?
Saat aku bertemu istriku di kantor Bina Marga, bertemu di ruangan yang sama, karena aku sebagai anak baru ditempatkan di ruangan dimana Istriku bertugas.Sedari awal, Ibu-ibu yang ada disana juga mulai menjodohkan kami, tapi kami berdua masih malu untuk mengakui bahwa saat itu kami berdua ‘falling in love at 1rst sight’.

Namun yang bikin sedikit terkejut, plat motor kami juga nyaris berjodoh. Aku 2584, Istriku 2585. He.. Kebetulan atau karena memang benar kami berjodoh ?

(Sayangnya Blog gak bisa meng-upload foto… ntah karena apa… jadi basi deh tulisanku tanpa ilustrasinya….)

Kerinduan padamu CinTa

Category : Cinta

Waktu makin lama tlah makin dekat
Kata pun tak dapat terurai jadi makna
Sunguh tak dapat kusangka
Jalan ini begitu berbeda
Bila nanti aku jauh darimu
kuingin kau setia padaku

Kita tlah lama saling mengenal
Kau kini bukan lagi asing bagiku
Kekuatan Cinta tlah mengubah segalanya

Lekat kutatap saat kau tidur
Mimpikan diri dalam keindahan
Berharap esok kita terbangun dengan senyum
Lalui hari penuh rasa

Cinta
Kau takkan pernah jauh dariku
Walau berbeda tempat dan waktu
Tak bertemu sehari buatku sangat sulit
Gundah hati ingin kecup keningmu
Sesaat namun sangat berarti untukku

Cinta
Kau takkan pernah pudar untukku
Satu diatas semua yang kumiliki

Aku kan rindu senyummu
Canda tawamu Cinta
Hanya untukku

Air mataku jatuh
Tangispun tumpah
Kerinduan hati untukmu Cinta

(ik pada ALe ; H-6)

Arti Cinta Untukku

Category : Cinta

Hari ini sudah 3 hari, suasana hati agak melankolis, masih teringat betapa panjang jalan yang kami lalui untuk bisa bersama hingga hari ini. Namun sampai hari ini, belum juga kami dikaruniai buah hati, cinta kasih kami berdua, hanya kesabaran yang bisa kami lakukan setiap harinya untuk menunggu saat itu akan datang.

Cinta kami, berawal dari pandangan pertama, di kantor Bina Marga Badung, di ruangan Bina Program, dimana masih saling tertutup untuk bisa diungkapkan. 21 Agustus 2004 adalah pertama kali kami mengungkapkan perasaan kami di Pantai Seseh, sebelah barat Canggu, menjadi saksi Cinta Rahasia kami, karena saat itu aku masih resmi jalan dengan seseorang yang selama ini aku ragu menjalaninya.

Bulan Desember, saat aku Pra Jabatan PNS di Padang Galak, berbekal sepucuk surat cinta yang aku pinta darinya sebelum berangkat, plus 3 buah foto 3R yang disisipkan didalamnya, menjadi pengobat rindu selama Pendidikan yang tak ada ijin pulang walo hanya sebentar.
Buku pegangan selama Pendidikan, penuh dengan coretan dan tumpahan isi hati kerinduanku pada gadis kecil dengan senyum dan penuh canda.

Kata orang Jodoh takkan lari kemana…
Pertengahan Desember, aku dan orang yang resmi jalan denganku mulai dilanda masalah arena ego kami berdua yang tak sejalan, akhirnya berakhir di Awal Januari 2005. Ada rasa syukur akan hal itu terjadi, karena selama setahun lebih, perjalanan hidupku hampir dipenuhi dengan pertengkaran perbedaan pendapat dan keinginan. Jenuh.
Akhir Januari pun aku mulai menjalani kehidupan baru bersama gadis kecil, yang selalu datang dalam tiap mimpiku.

22 Januari 2005, resmi kami menjalin Cinta namun masih sembunyi-sembunyi dari teman sekantor, walopun desas desus tentang kami mulai merebak. Yang membuatku sedikit heran, Iwan Fals yang menjadi favoritku sedari SD, memiliki lagu yang sama dengan tanggal tersebut, dan akhirnya menjadi lagu kenangan bagi kami berdua.

Aku sadari, hubungan kami memang tak semulus yang dipikirkan orang, karena begitu banyak tantangan juga godaan yang harus kami lalui berdua, dari tentangan ortunya yang tak setuju kalo anaknya menjalin hubungan denganku, sampai hal-hal yang saat itu diluar pikiran kami terjadi begitu saja, namun sekal lagi, bersyukur kami bisa lewati.

Oktober 2005, menjadi bulan yang berarti bagiku, selain ulang tahun Kekasih yang kucinta, juga sebagai awal ikatan kami berdua untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius, tentunya tantangannya pun makin banyak, berhadapan dengan orang tua kami berdua.
Puncaknya, 5 Desember 2005, kami Tukar Cincin sebagai tanda ikatan bagi kami untuk melangkah nanti.
8 Desember 2005, untuk pertama kalinya aku memiliki seorang teman yang kunanti sejak dulu, dan 10 Desember 2005, kami resmi menjadi suami istri, ditengah keluarga yang begitu besar bantuannya untuk kami berdua.

Jodoh memang takkan lari kemana….
Namun Jalan hidup takkan indah tanpa suka dan duka yang dilalui, perselisihan pendapat sempat mewarnai hari-hari awal hidup kami berdua, dan sekali lagi, bersyukur, kami bisa melewatinya dengan segenap Cinta yang kami miliki.
Kini, sudah 6 bulan lebih kami menikah, Cinta kami masih saja tetap hangat diiringi tembang apik dari Anang Krisdayanti, dan berharap apa yang kami lalui kemarin, akan tetap bisa kami jalani esok.
Hari-hari penuh Cinta, karunia dari-Nya.

Bersyukur aku masih bisa merasakan dan memberi Cinta pada orang yang aku inginkan.
Cinta bagiku, adalah mutlak, saat bangun pagi, berangkat kerja, makan siang, pulang kerja, duduk berdua, berkumpul dengan keluarga dan kembali beristirahat, akan selalu ada dikepala dan dalam hatiku, hanya satu untuk gadis yang aku puja. ALe.

Terima Kasih, aku ucapkan untuk Anang Krisdayanti, atas tembang Cinta, Demi Cinta, Dua Hati, Jangan Tak Setia, Miliki Diriku, Makin Aku Cinta.
Cobalah Untuk Setia, Ku Tak Sanggup, Mencintaimu, Menghitung Hari, Pilihlah Aku.
Juga untuk Tegar-nya Rossa.
Siti Nurhaliza dengan Bukan Cinta Biasa.
Melly dengan tembang duetnya bareng Krisdayanti, Cinta.
Juga Apa Artinya Cinta dan Kekasih Terakhir.
At Last, Iwan Fals dengan 22 Januari-nya.

Arti Cinta Bagiku, lebih pada hidup yang kudambakan sedari kecil dulu, penuh tawa canda juga tangis, berdua kami lalui untuk hari kami nanti.

Tentang Istri seorang PanDe Baik

Category : Cinta

‘Istri yang Pertama, Karir boleh nomor Dua’
Setelah capek bercerita panjang lebar tentang masalah-masalah yang muncul disekitar kita, ada juga baiknya aku ingin memperkenalkan kehidupan pribadiku pada orang lain, yang jujur saja aku banggakan.

Namaku Pande, oleh orang rumah dipanggil dengan nama kecil, ik.
Oleh teman-teman SD aku dipanggil Wibawa.
Teman SMP sempat pula memanggilku Pande Kodok.
Teman SMA kembali memanggilku Dok. (bukan Dokter, hehehe…)
Saat kuliah, nama Pande lebih dikenal hingga sampe aku kerja saat ini.
Nama panjangku, Pande Nyoman ArtaWibawa.

Tapi oleh Mantan Pacarku yang ke-3 sekaligus Istriku kini, aku dipanggil Kakak. Nama yang ga ada hubungannya sama sekali.

Jujur, aku begitu bangga pada Istri, bukan karena dia pintar segala hal, karena jujur saja Istri lebih milih ngebersihin rumah, ketimbang diminta masak di dapur. Tapi ada hal yang membuat aku begitu bangga jalan dengannya, bahkan kuajak ke acara-acara pernikahan teman, yang walaupun mengundang decak heran, karena kami secara visual bukanlah pasangan serasi. Aku tinggi besoar, sedangkan Istri mungil. Tapi itu mungkin yang namanya Jodoh.
Semogaaa…

Nama Istriku, Alit Ayu Kusumadewi.
Yang oleh teman-teman kami, memanggilnya Alit, tapi oleh orang rumah dan aku, memanggilnya ALe.

Lahir mungil, dengan senyum ramah dan pribadi yang tulus.
Terkadang suka ngambek, apalagi kalo ada yang ngomong, masalah cowok itu tukang selingkuh, weleh, bisa-bisa semingguan aku juga dituduh suka selingkuh. Hehehe…

Kami berdua sama-sama anak bungsu, jadi kalo inget-inget artikel majalah remaja, sesama bungsu kalo ngumpul pasti rame. Itulah kehidupan keseharian kami.

ALe yang aku kenal, sedari awal adalah gadis yang membuat aku Falling in Love at First Sight, Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama. Entah apa yang membuatku begitu nyaman jika berada didekatnya, dan begitu kebingungan saat jauh dengannya.

Orang boleh berkata, gak kuat harus makan ayam tiap hari, sekali-kali boleh dong makan sapi, burger, dll..
Jadi bisa dibilang, adalah hal yang wajar jika suami itu berselingkuh, mencari perbandingan, atau malah sebagai pelarian ?

Aku pribadi, bisa dibilang munafik bagi orang lain. Karena dari dalam diri, gak ada keinginan untuk selingkuh atau mengkhianati Istri, karena aku percaya pada KarmaPhala, dimana seandainya aku berselingkuh, Istriku pun pasti punya keinginan seperti itu. Aku gak ingin itu terjadi.

Lagipula, aku mendapatkan Istri bukan dengan jalan yang mudah, begitu banyak tantangan yang harus kuhadapi, hingga kami bisa menikah 10 Desember lalu. Jadi bukan satu alasan bagiku, untuk semudah itu berpaling pada wanita lain, walaupun itu semulus dan secantik foto-foto porno yang aku koleksi saat remaja dulu.

Aku bangga pada Istriku ALe, karena dia mengerti dan memahami keseharianku, yang agak malas, namun bisa begitu maniak pada hal-hal yang berbau komputer, ga jarang pula dia menemani aku saat bekerja, atau bahkan kami berkompetisi maen gim yang ada di pda-ku.

Kemesraan kami, tidak hanya terjadi di ruangan sempit 3×3 meter saja, namun bisa sampai dihadapan orang lainpun kami bisa saling memegang tangan dan bahkan mencium kening dan tangan sebagai wujud tanda Sayang dan Setia.
What a Wonderful World, deh.

Istriku juga lucu, dia itu ‘lutu tetali’ kata keponakan-keponakanku yang masih kecil dan cadel. Sangat suka anak-anak, itu sebabnya kini nama Tante Alit lebih banyak didengar daripada namaku, ugh…

Perhatiannya pun gak hanya sebatas tembok pagar rumahku yang cuman 1,8 meteran.
Dari makan, penampilan atau bahkan cara bersopan santun pun ia ajarkan.

Sungguh, aku beruntung mendapatkan ALe sebagai Istriku, dan memang ini sangat-sangat sesuai dengan impian dan cita-cita ku sebelum memutuskan untuk menikah di usia 27 tahun.

Mendapatkan seorang teman untuk berbagi dalam tawa canda susah dan tangis, dan sebagai pendorong, agar aku cepat-cepat pulang kerumah, karena Istriku akan dengan setia menanti kepulanganku.

Oya, jika bagi kalian, aku munafik itu wajar.
Tapi aku ungkapkan ini pada orang lain, demi mengingat usia pernikahan kami yang sudah 6 bulan pada tanggal 10 Juni lalu, dan ingin menularkan Cinta Kesetiaan pada teman-temanku, bahwa Satu Cinta Cukup Untuk Selamanya.

(12 Juni 2006 ; dari ik untuk ALe)

6 Bulan Pernikahan

1

Category : Cinta

Ini salah satu foto mesra, aku dan Istri setelah 6 bulan pernikahan kami. Selama 6 bulan, udah banyak kejadian-kejadian yang sempet bikin kami berdua jauh-jauhan, sampe yang bikin banyak orang pada ngiri ngeliat mesranya kami…

Satu Anugrah dari Tuhan, yang patut disyukuri, kami bisa bersatu sampai kini…