Hal-hal yang Sebetulnya Perlu diketahui oleh Nasabah Asuransi (bagian 4)

Category : tentang Opini

Melanjutkan postingan saya sebelumnya, terkait Kesalahan Terbesar Pola Pikir Nasabah saat melakukan Pembelian Polis Jaminan Kesehatan, yang Dalam kasus ini saya mencoba mengambil contoh asuransi Prudential.
Bahwa Asuransi hanya akan saya bayarkan sebagaimana kontrak perjanjian selama 10 tahun saja. Sisanya tidak lagi.
Benar atau Tidak ?

Secara kenyataan, jika berbicara bahwa pembayaran asuransi yang dimaksudkan adalah dengan cara mengeluarkan uang dari dompet atau rekening pribadi, tentu saja itu Benar adanya.
Namun jika dilihat pada makna sesungguhnya adalah, nasabah tetap membayar premi asuransi bulanan hingga masa kontrak berakhir, dimana biaya tersebut akan diambilkan dari perputaran dana (bisa jadi semacam bunga atau sejenisnya) yang ada dalam nilai investasi atau premi kesehatan yang dibayarkan selama jangka waktu 10 tahun sebelumnya.
Sehingga seolah-olah Nasabah tidak akan membayar premi secara nyata, karena sistem penggunaan dana asuransi sudah mengaturnya sendiri. Kira-kira begitu.

Lalu, bagaimana jika nilai Investasi yang ditanamkan dalam satu kesatuan premi bulanan sebagaimana dimaksud diatas ditarik seluruhnya, sewaktu-waktu apabila diperlukan. Bolehkah ?

Jawabannya Boleh.
Cuma, jika kita kelak menarik semua jumlah investasi yang ditanamkan, secara otomatis, pertanggungan asuransi pun akan berakhir.
Kaget ?
Lha ? Kok bisa ? Coba diyakinkan ke Agen nya masing-masing.

Na ini, berkaitan dengan pembayaran premi asuransi diatas tadi, bahwa sesungguhnya pembayaran diluar jangka waktu kontrak selama 10 tahun sudah diatur by system dengan mengambil pembagian dana dari nilai investasi tadi.
Lha kalo nilai investasi kemudian di-Nol kan, darimana mereka bisa mengambil porsi pembayaran premi lanjutannya coba ?
He… Khusus ini, silahkan para Agen Asuransi menjawabnya jika saya salah berpikir yah. Tapi setidaknya seperti inilah pemahaman saya saat dijelaskan kemarin.

Lalu seberapa besar dana investasi ini boleh ditarik atau dicairkan ? Secara logika sih sebesar nilai yang menyisakan saldo minimal agar kelak perputaran dana tersebut dapat digunakan untuk membayar premi asuransi bulanan selanjutnya. Berapa nilai pastinya, coba dikonsulkan dengan agen masing-masing. Kurang lebih begitu.

Nah, di luar kesalahan kesalahan pola pikir nasabah diatas dan sejauh empat postingan terakhir ini, ada lagi ndak hal-hal yang perlu diwaspadai oleh Nasabah saat hendak melakukan perjanjian pembelian polis asuransi kesehatan ?

Nanti dilanjutkan lagi pada postingan berikutnya.

Hal-hal yang Sebetulnya Perlu diketahui oleh Nasabah Asuransi (bagian 3)

Category : tentang Opini

Masih melanjutkan postingan sebelumnya, terkait Kesalahan Terbesar Pola Pikir Nasabah, dalam kasus ini asuransi Prudential saat melakukan Pembelian Polis Jaminan Kesehatan, Kesalahan Ketiga yang saya tuliskan disitu adalah bahwa ketika saya memutuskan untuk menanamkan investasi dalam Asuransi Kesehatan yang saya beli, besaran uang yang saya terima pada saat jatuh tempo adalah sebesar uang yang dibayarkan, dikali 12 bulan, dikalikan lagi 10 tahun kontrak pembayaran, plus bunga tahunan atau bonus kelebihan dari Asuransi.
Kalo yang ini memang dijamin Tidak Benar.

Disamping secara hitung-hitungan, sebenarnya bukan sebesar uang yang dibayarkan, tapi sebesar uang yang disiapkan dalam pembagian Premi Investasi yang dalam istilah Prudential disebut sebagai PruSaver.
Sudah begitu, pola pikir terkait dana Investasi yang dibayarkan setiap bulannya, tidak mengacu pada pola tabungan berjangka sebagaimana Bank, namun lebih pada pola investasi berbentuk Saham.

Jika pada Bank, benar jika pemikirannya adalah besaran uang yang ditanamkan sebagai investasi, misalkan dalam polis saya ada senilai 83ribu dari besarnya dana total yang saya bayarkan setiap bulannya sebagai premi sekitar 750ribu setiap bulan. Dikalikan 12 bulan, dan dikalikan lagi 10 tahun sesuai kontrak perjanjian pembayaran, plus Bunga tambahan.
Jadi bisa dikatakan bahwa nilai perkalian adalah Mutlak sekian, sekalipun bunga dianggap 0%, tidak mungkin jumlah uang yang diterima jauh lebih rendah dari nilai tersebut. Terkecuali ada potongan administrasi yang nilainya lebih besar dari bunga yang didapat.

Namun ternyata, pola Investasi yang diterapkan oleh asuransi Prudential adalah layaknya bermain Saham.

Nilai yang kita bayarkan akan dikonversi menjadi Unit link yang dibagi berdasarkan nilai tertentu dan cenderung sama satu sama lainnya di intern perusahaan. Unit inilah yang nantinya akan semakin bertambah setiap kali kita melakukan pembayaran, dan diakumulasi setiap tahunnya.Untuk melihat berapa besaran investasi yang kita miliki tinggal mengalikan jumlah Unit yang ada dengan Harga Unit yang nilainya berfluktuasi naik dan turun.
Apabila Harga Unit terpantau rendah, maka nilai Investasi yang dihasilkan pun akan berada pada titik terendah. Atau bisa jadi malah lebih sedikit dari nilai yang sudah ditanamkan sebenarnya apabila Harga Unit ini anjlok berada di bawah nilai Unit Link yang ditetapkan oleh Prudential saat konversi dilakukan di awal transaksi.
Akan menjadi tinggi apabila Harga Unit ini mencapai titik optimalnya.Jadi jika boleh kemudian digambarkan sebagaimana grafik garis, nilai uang yang ditanamkan dalam bentuk investasi pada Asuransi Prudential ini, makin lama tidak akan menjamin akan naik terus garis grafisnya, namun bisa jadi naik turun sebagaimana harga unit yang ditentukan secara global.
Demikian disampaikan untuk sementara waktu.

Nanti dilanjutkan lagi pada postingan berikutnya.

Hal-hal yang Sebetulnya Perlu diketahui oleh Nasabah Asuransi (bagian 2)

Category : tentang Opini

Masih melanjutkan postingan saya sebelumnya, terkait Kesalahan Terbesar Pola Pikir Nasabah, dalam kasus ini asuransi Prudential saat melakukan Pembelian Polis Jaminan Kesehatan. Berikut Kesalahan Kedua yang dapat disampaikan sebagai bahan topik bahasan postingan kali ini.

Bahwa ketika terjadi klaim kesehatan, seluruh biaya akan ditanggung oleh asuransi. Berapapun besarnya. Apapun jenis keluhan sakit yang diderita.

Ternyata apa yang saya pikirkan sedari awal ikut Asuransi Prudential atau barangkali yang kalian pikirkan jika serupa dengan makna diatas, tidak sepenuhnya Benar.

Akan menjadi benar apabila jenis keluhan sakit yang diderita masuk dalam kategori yang dapat ditanggung penuh oleh Asuransi. Misalkan Demam Berdarah, atau Thypus. Yang notabene jenis obat yang dibutuhkan untuk menyembuhkan pasien bukan tergolong obat mahal dan lebih banyak membutuhkan istirahat saja. Sehingga apabila kalian kebetulan mengalami jenis keluhan ini dan menjalani rawat inap, sepanjang pengalaman saya merawat Mirah dan Intan beberapa tahun lalu, keduanya ditanggung penuh oleh Asuransi Prudential.
Sedang akan menjadi tidak sepenuhnya benar apabila jenis keluhan sakit yang diderita tergolong Kritis, dimana tidak semua jenis obat dapat ditanggung oleh asuransi.
Meskipun, dalam ilustrasi gambaran awal, telah disampaikan bahwa kelak akan dianggarkan sejumlah besar dana dari pihak asuransi sebagai backup pembayaran di setiap tahunnya dengan jumlah yang sama.
Ingat, Setiap Tahun dianggarkan sejumlah besar dana yang sama.

Namun ada hal yang rupanya tidak diketahui oleh Nasabah, bahwa dalam Jumlah dana yang dipersiapkan oleh Asuransi dalam setiap tahunnya untuk klaim yang dilakukan oleh Nasabah tidak serta merta terhitung akumulasi satu item dengan item lainnya.
Informasi yang saya terima, ada pembagian lebih jauh lagi terkait besaran dana yang dipersiapkan seperti dana kamar rawat inap, dana obat, dana operasi, dana tindakan dokter, dan lainnya.
Yang masing masing pos anggaran tersebut akan disandingkan dengan biaya penghabisan pada klaim yang diajukan.

Apabila biaya yang diklaim masuk dalam besaran dana yang dipersiapkan, maka klaim tersebut bisa dibayarkan sepenuhnya.
Apabila biaya yang diklaim melebihi dari besaran dana yang dipersiapkan untuk pos tersebut, maka nasabah akan menggantikan atau membayar selisih yang ada di luar pertanggungan asuransi.
Terkejut ?

Lalu apabila biaya yang diklaim ternyata sama dengan dana yang dipersiapkan untuk pos tersebut, maka biaya akan ditanggung atau dibayarkan sepenuhnya, dengan resiko, apabila pada tahun yang sama, nasabah mengalami keluhan sakit dengan jenis yang sama, maka pada proses rawat inap berikutnya (di tahun yang sama), tidak akan mendapatkan pertanggungan lagi mengingat dana yang disiapkan sudah habis terpakai saat rawat inap yang dijalani sebelumnya.
Bisa dikatakan bahwa dana tersebut meski jumlahnya cukup besar tidak serta merta saling menutupi pengeluaran biaya dari pos yang berbeda.

Jadi jangan heran jika saat kalian mengajukan klaim untuk jenis keluhan yang tergolong kritis, akan ada dana tambahan yang dibayarkan lagi untuk menutupi hal-hal yang tidak ditanggung oleh Prudential.
Cukup Ruwet kan, perhitungannya ?

Kira kira begitu penjelasan untuk Kesalahan Kedua yang dapat saya bagi dalam postingan ini.

Nanti dilanjutkan lagi pada postingan berikutnya.

Hal-hal yang Sebetulnya Perlu diketahui oleh Nasabah Asuransi (bagian 1)

Category : tentang Opini

Melanjutkan postingan saya sebelumnya, terkait Kesalahan Terbesar Pola Pikir Nasabah, dalam kasus ini asuransi Prudential saat melakukan Pembelian Polis Jaminan Kesehatan. Pelan tapi Pasti akan saya coba untuk menyampaikan satu persatu Hal-hal yang Sebetulnya Perlu Diketahui oleh Nasabah Asuransi per Kesalahan tersebut.

Pertama, persoalan ‘bahwa saya tak peduli apa dan bagaimana aturan yang ditetapkan pada Polis Asuransi, yang penting atas dasar kepercayaan pada agency, saya tinggal membayar penuh premi bulanan dan mengajukan klaim saat dibutuhkan. Tentu agenlah orang pertama yang akan saya hubungi dan mintakan tolong mengurusnya ketika hal itu terjadi.
Kalau meminjam istilah di daerah kami, nampi beres gen.

Ini tentu saja Kesalahan Besar menurut saya.

Bahwa seharusnya, atau dengan pemilihan kata yang lebih santun, sebaiknya, Nasabah bisa paham sedari awal, apa saja yang menjadi hak dan detail item perjanjian yang terkandung didalam polis asuransi yang dibeli, sebelum memutuskan untuk melakukan pembayaran premi di bulan pertama. Ini Penting.

Mengingat apa yang akan terjadi saat klaim kesehatan dilakukan, diharapkan tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut, yang mampu menimbulkan potensi pertikaian pada hubungan nasabah dengan agency atau yang lebih parah, nasabah dengan asuransi.
Terpantau isu dan postingan yang muncul di akun sosial media FaceBook tampaknya berawal dari hal-hal sepele begini.

Pahami apa isi Polis Asuransi yang dibeli.Pahami pembagian berapa besaran Premi yang kelak akan dialokasikan untuk Kesehatan, dan berapa yang dialokasikan untuk Investasi, apabila opsi ini yang akan dipilih.
Pahami juga bagaimana detail klaim lebih jauh, seberapa besar nilai manfaat yang akan diterima untuk jenis sakit yang nantinya diderita. Apakah mencakup pula dengan Rawat Jalan ataukah hanya untuk Rawat Inap saja.
Pahami jenis Klaim yang nantinya akan dibayarkan kepada Nasabah.
Karena kalau tidak salah mengerti, untuk kasus Prudential ada dua pola yang saya ketahui yaitu dibayar dengan nilai uang saku harian apabila nasabah sudah memiliki jaminan asuransi lainnya yang menanggung pembayaran kamar rawat inap dan obat seperti misalkan Askes atau kini disebut sebagai BPJS, ataukah pola yang sama dengan BPJS diatas ?
Pahami, Pahami dan Pahami.

Tidak masalah jika kalian sebagai calon Nasabah akan lebih cerewet bertanya tentang banyak hal yang tidak atau belum dipahami sedari awal, ketimbang berdebat saat klaim kesehatan dilakukan. Karena kalian punyak Hak untuk itu.Disamping hasilnya akan mubazir, akal sehat pun biasanya akan dikalahkan oleh emosi karena memiliki keluhan sakit baik pada diri sendiri maupun anggota keluarga yang ditanggung selama ini.Ini saran dari saya loh ya.

Karena apabila saya sebagai agen asuransi, memang kewajiban saya untuk memberikan kejelasan isi polis yang nantinya akan dibeli, namun apabila calon nasabah menyampaikan bahwa yang bersangkutan sudah paham atau bahasa kasarnya tidak terlalu peduli untuk detail dalemannya, ya untuk apa membuang energi menjelaskan lebih jauh ketimbang tidak didengar ?

Namun memang tidak menutup kemungkinan bahwa ada juga Agen Asuransi yang memang dengan sengaja menutupi hak atau manfaat yang dapat diterima oleh calon nasabah untuk tujuan tertentu. Salah satu diantaranya adalah untuk mendapatkan komisi yang lebih besar dari setiap calon nasabah yang akan direkrut masuk ke perusahaannya.

Mohon masukan dari para Agen ya jika kalian berkeberatan dengan tulisan diatas.
Pula Nasabah baik yang merasa jauh lebih tahu dari apa yang saya ceritakan atau barangkali memiliki pengalaman yang berbeda.
Monggo, kita sama sama Sharing untuk memperjelas posisi Asuransi dalam upayanya menjaga kesehatan masyarakat.

Nanti dilanjutkan lagi pada postingan berikutnya.

Kesalahan Terbesar Pola Pikir Nasabah terkait Asuransi

Category : tentang Opini

Sebelum saya bercerita lebih jauh tentang ilmu baru yang saya dapatkan selaku Nasabah Asuransi dalam hal ini Prudential, rasanya saya buka terlebih dahulu Kesalahan Terbesar Pola Pikir Nasabah terkait pembelian Asuransi, utamanya saat mereka di PDKT oleh agen yang biasanya datang dari kawan dekat, saudara atau unsur lainnya yang memiliki kedekatan. Mantan misalnya.

Pertama, bahwa saya tak peduli apa dan bagaimana aturan yang ditetapkan pada Polis Asuransi, yang penting atas dasar kepercayaan pada agency, saya tinggal membayar bulanan dan mengajukan klaim saat dibutuhkan. Tentu agenlah orang pertama yang akan saya hubungi dan mintakan tolong mengurusnya ketika hal itu terjadi.
Kalau meminjam istilah di daerah kami, nampi beres gen.

Kesalahan Kedua, bahwa ketika terjadi klaim kesehatan, seluruh biaya akan ditanggung oleh asuransi. Berapapun besarnya. Apapun jenis keluhan sakit yang diderita.

Kesalahan Ketiga, bahwa ketika saya memutuskan untuk menanamkan investasi dalam Asuransi Kesehatan yang saya beli, besaran uang yang saya terima pada saat jatuh tempo adalah sebesar uang yang dibayarkan, dikali 12 bulan, dikalikan lagi 10 tahun kontrak pembayaran, plus bunga tahunan atau bonus kelebihan dari Asuransi.

Keempat, bahwa Investasi sebagaimana dimaksud diatas dapat ditarik seluruhnya, sewaktu-waktu apabila diperlukan.

Kesalahan Terakhir, bahwa Asuransi hanya akan saya bayarkan sebagaimana kontrak perjanjian selama 10 tahun saja. Sisanya tidak lagi.

Begitu Kura Kura. Menyitir kalimatnya mas Pakar Mantan.

Hmmm… Apa lagi ya ?
Ada yang bisa menambahkan ?

Mempertanyakan Lebih Jauh Polemik Asuransi Prudential untuk Kejelasan Kami, para Nasabah

Category : tentang Opini

Malam ini sepertinya saya secara pribadi mendapat banyak ilmu tambahan dari agen asuransi yang dahulu mengajak Istri bergabung menjadi nasabah Prudential.
Dari hal-hal yang sejak awal kami yakini, beberapa diantaranya dipatahkan dan membuat semuanya makin jelas terbuka.
Rupanya ada fakta-fakta yang tidak atau jika saya boleh ambil sisi positifnya, belum tersampaikan dari agen asuransi yang saya miliki, mengingat saya sebagai seorang calon nasabah terdahulu, tidak mau ambil pusing dengan apa dan bagaimana hak yang didapat ketika memutuskan untuk membeli polis asuransi.

Well, ini sebuah pelajaran berharga saya kira.

Tapi oke, ini sebetulnya berangkat dari berbagai postingan yang diUpload dihalaman sosial pertemanan (yang kini dipenuhi anak alay) FaceBook, dimana menyampaikan keluhan terhadap Asuransi Prudential dari sejumlah nasabah yang rata-rata berkeberatan atas nilai investasi yang dibayarkan selama ini, tidak sesuai dengan harapan atau minimal bayangan yang tertanam di benak masing-masing.
Ini tentu mengusik pemikiran istri yang kemudian disampaikan dan menjadi bahan diskusi kami dalam waktu yang cukup lama.

Asuransi PanDe Baik

Seiring berkembangnya isyu, sayapun mulai mencoba mempelajari Polis Asuransi yang saya beli sejak bulan April 2012 lalu, termasuk ketiga putri kami, dan tentu saja milik istri.
Berbekal pengetahuan ekonomi teknik yang saya dapatkan dari bangku pasca sarjana, saya pun mencoba mengumpulkan bahan diskusi yang kelak akan ditanyakan lebih jauh pada Gathering yang sedianya dilakukan oleh agency Prudential, demi menjelaskan duduk masalah mereka tersebut pada nasabah.
Yang sayangnya, hingga acara dilakukan, baik saya maupun istri tidak dapat hadir di lokasi berhubung satu dan lain hal yang lebih mendesak.

Maka itu, kami mencoba meminta agen asuransi yang kami miliki untuk datang sambil membawakan print out history perkembangan dana asuransi termasuk investasi yang ada didalamnya. Sebagai bahan pendukung diskusi yang kami harap bisa memperjelas semuanya.

Mau tahu seperti apa ?
Ikuti postingan saya selanjutnya