Pilih-Pilih Ponsel Android High-End Premium (5 juta-an ke-Atas)

Category : tentang KHayaLan

Kategori teratas dari Pilihan Ponsel Android dengan kisaran harga 5 juta keatas, saya punya pilihan level High-End alias Premium yang biasanya juga merupakan ponsel Flagship dari masing-masing brand. Best of the Best of the Best-nya.

Untuk spesifikasinya, ya gag usah ditanya lagi deh. Rata-rata sudah menggunakaan prosesor Quad bahkan Octa Core atau Delapan Inti, RAM 3 GB yang terbesar sejauh ini, Internal Memory ada pada besaran maksimal 32 GB, dan resolusi Kamera yang mumpuni. Ditambah beragam kemampuan tambahan yang menjadi jualan dan andalan bagi calon pembelinya.

Saingan semua alternatif di level High-End ini cuma satu. IPhone. Mengingat secara kisaran harga, hanya ponsel berbasis iOS ini saja yang ditawarkan di pasar Indonesia dengan kisaran harga tersebut. Jadi, pilihan boleh jadi makin lebar. Sedang Lumia series dari Nokia, boleh saja dikesampingkan dahulu mengingat masih banyak fitur didalamnya yang dibatasi untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Entah nanti kalau versi Windows Phone-nya mencapai versi 10 yah.

Oke, apa saja pilihannya ? Yuk kita lirik…

Sony menyajikan seri Xperia Z2, yang meskipun sudah merilis penggantinya yang baru yaitu Z3, namun secara spesifikasi yang tidak meningkat terlalu jauh rasanya Z2 masih jadi Best Price untuk ponsel besutan Jepang ini. Spesifikasinya tidak jauh berbeda dengan standar diatas.

Samsung menyajikan seri Galaxy Note 3 yang diperkenalkan pada kuartal ketiga tahun 2013 lalu. Sama halnya dengan Sony, seri pembaharuan Note 4 sebetulnya sudah hadir saat ini, namun dengan harga yang nyaris menyamai sepeda motor, rasanya sih Note 3 masih pantas untuk dipilih. Apalagi secara rupa dan spesifikasi tidak terlalu jauh signifikan perbedaannya.

HTC menyajikan seri One M8 yang diperkenalkan setahun lalu dengan spesifikasi standar diatas dengan sedikit pertimbangan minus yaitu terkait kapasitas batere yang hanya 2600 mAh saja. Memiliki Dual Camera depan Ultra Pixel dan 5 MP kamera depan untuk menyalurkan hobi Selfie bagi para loyalis sejatinya. Satu lagi pertimbangan yang mungkin agak berat dijadikan rekomendasi yaitu soal harga yang lebih tinggi lagi dari Samsung Galaxy Note 4. Fiuuuh…

LG menyajikan seri G3 versi 4G LTE, satu-satunya pilihan dijalur frekuensi terbaru. Ada sih pilihan lainnya yang lebih unik seperti seri G Flex yang punya layar melengkung, namun secara spesifikasi tampaknya G3 4G ini memiliki pilihan yang jauh lebih baik.

Lenovo menyajikan seri Vibe Z2 Pro dengan spesifikasi serupa standar diatas namun dengan kapasitas batere setara TabletPC, 4000 mAh.

Oppo menyajikan seri Find 7 dengan spesifikasi sesuai standar diatas. Namun jangan salah dengan namanya, layar yang dijual bukanlah 7″ namun hanya 5,5″ saja. He…

Untuk brand lainnya, terpantau tidak merilis ponsel Android di kisaran harga ini. Resiko besar mungkin anggapan mereka.

Dari beberapa alternatif yang disampaikan diatas, barangkali hanya LG G3 4G saja yang menarik untuk dipinang mengingat secara frekuensi jaringan yang dimiliki sepertinya kelak akan menjadi standar menarik bagi pengguna Android yang menginginkan akses Internet kecepatan tinggi guna mendukung kinerja dan produktifitas mereka. Namun bukan tidak mungkin, beberapa nama besar macam Samsung atau Sony sedang menyiapkan ponsel andalan mereka di jaringan yang sama untuk berkompetisi lebih jauh lagi.
Kalian siap ?

Pilih-Pilih Ponsel Android Level Menengah (3,5 hingga 5 juta-an)

Category : tentang KHayaLan

Masuk dalam kategori Level Menengah, Tips memilih ponsel Android dengan rentang harga di kisaran 3,5 hingga 5 juta-an rupiah, memiliki alternatif jauh lebih kompetitif, baik spek maupun keunggulan yang ditawarkan. Beberapa diantaranya malah merupakan ponsel Flagship yang setahun lalu ditawarkan dengan harga fenomenal.

Spesifikasi yang umum pada kategori ini biasanya memiliki besaran RAM 2 GB, prosesor Quad Core, 16 GB Internal Storage dan layar lebar. Apa saja pilihannya ? Yuk kita tengok…

Sony menyajikan seri Xperia Z Ultra yang diperkenalkan bulan September 2013 lalu, salah satu ponsel Flagship yang memiliki spek sebagaimana diatas plus layar 6,4″. Lebih mirip TabletPC Android sebetulnya.

Samsung menyajikan seri Galaxy Note 3 Neo N7500 yang memiliki spesifikasi menengah yaitu RAM 2 GB, prosesor Enam inti dan pengurangan lebar layar dari sang kakak, hanya sekitaran 5,25″ saja.

HTC menyajikan seri Desire 816 dengan spesifikasi dibawah rata-rata diatas, yaitu RAM 1,5 GB, 8 GB Internal Memory, layar 5,5″ dan prosesor Quad Core 1,6 GHz. Perkiraan saya sih seri 816 bakalan jadi spek terendah yang ada dalam kategori ini.

LG menyajikan seri G2 yang juga merupakan salah satu ponsel Flagship di akhir tahun 2013 lalu. Dengan spesifikasi RAM 2 GB, 16 GB Internal Memory, prosesor 2,2 GHz, layar 5,2″ dan daya batere 3000 mAh. Kalau tidak salah sih ya, dalam seri ini diperkenalkan juga teknologi ketuk layar untuk mengaktifkan ponsel.

Oppo menyajikan seri N1 Mini yang dikenal dengan teknologi kamera putarnya yang mampu memfungsikannya sebagai dua kamera, depan dan belakang untuk mendukung kebutuhan Selfie pengguna. Spesifikasinya masih setara diatas namun dengan kapasitas batere yang cukup terbatas. Meski bukan ponsel pertama yang mengadopsi teknologi kamera putar (dulu ada ponsel Samsung yang punya fitur serupa), namun untuk saat ini N1 merupakan satu-satunya ponsel Android papan menengah yang mengadopsi teknologi ini.

Asus menyajikan seri Padfone S dengan spesifikasi serupa diatas, namun dengan besaran Internal Storage yang menggoda iman, 32 GB. Lumayan lega untuk menyimpan banyak video didalamnya.

Huawei menyajikan seri Ascend P7 dengan spesifikasi yang pula tidak jauh berbeda dengan standar diatas.

dan untuk brand Lenovo, Acer juga Xiaomi kalau tidak salah belum mempunyai pilihan pada rentang harga ini.

Untuk pilihan terbaik ada dua alternatif yang bisa dipertimbangkan, pertama Sony Xperia Z Ultra dengan layar lebarnya demi kenyamanan beraktifitas dan menonton video, dan Samsung Galaxy Note 3 Neo dengan teknologi Stylus tambahan built in untuk membantu aktifitas kerja bagi pekerja yang produktif.

Secara brand, keduanya punya jaminan mutu tentu saja.

Pilih-Pilih Ponsel Android Standar Minimal (2 hingga 3,5 juta-an)

2

Category : tentang KHayaLan

Pada kategori pertama ini, saya akan pilihkan beberapa Rekomendasi dari berbagai merek ponsel yang ada, namun lebih mengerucut pada pemain branded. Seperti Samsung, Sony, LG, HTC, Lenovo, Oppo, Asus, Acer dan Huawei. Apa saja itu ? Yuk kita mulai.

Untuk ponsel Android pada rentang harga 2 hingga 3,5 juta-an dengan kategori Standar Minimal RAM 1 GB adalah sebagai berikut :

Samsung menyajikan seri Galaxy Grand II dengan spesifikasi RAM 1,5 GB, prosesor Quad Core 1,3 GHz layar 5,2″ dan kapasitas batere 3000 mAh.

Sony menyajikan seri Xperia T2 Ultra Dual dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Quad Core 1,4 GHz layar 6″ dan kapasitas batere 3000 mAh.

HTC menyajikan seri Desire 616 dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Octa Core 1,4 dan layar 5″. Sayangnya hanya 2, yaitu Internal Storage tergolong Mini alias 4 GB, sangat riskan meski terdapat eksternal memory dan batere masih menggunakan kapasitas 2000 mAh.

LG menyajikan seri G3 Stylus dengan spesifikasi RAM 1 GB, prosesor Quad Core 1,3 GHz, layar 5,5″ dan kapasitas batere 3000 mAh. Nilai plusnya ada pada bonus stylus yang diberikan, namun jenis dan fungsinya tidak sama dengan Stylus yang ada pada seri Note-nya Samsung ataupun HTC terdahulu. Pun demikian dengan penempatan stylus yang tidak built in pada ponsel.

Lenovo menyajikan seri Vibe X2 dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Quad Core 2,0 GHz, Internal Storage lumayan menggoda 32 GB dan masih pula bisa ditambahkan dengan eksternal memory, layar 5 inchi namun daya batere yang masih standar, 2300 mAh.

Asus menyajikan seri Zenfone 6 dengan RAM 2 GB, layar lebar 6″ dan Internal Storage yang lega 16 GB plus kapasitas batere 3300 mAh, yang sayangnya secara prosesor masih menggunakan Dual Core 1,6 GHz.

Acer menyajikan seri Liquid E700 dengan RAM 2 GB, Internal Memory 16 GB dan prosesor Quad Core 1,2 GHz, Layar 5″ dan batere 3000 mAh.

Huawei menyajikan seri Honor 3X dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Quad Core 1,7 GHz, layar 5,5″ dan batere 3200 mAh.

Oppo sendiri kalo tidak salah gag ada melepas seri di kisaran ini, namun diluar semua brand tadi ada satu alternatif ponsel Android lagi yang belakangan lagi Booming. Yaitu…

Xiaomi Redmi Note dengan spesifikasi RAM 2 GB, prosesor Octa Core 1,7 GHz, layar 5,5″ dan batere 3200 mAh. Menggiurkan bukan ?

Nah, dari beberapa alternatif ponsel Android diatas dengan rentang harga 2 hingga 3,5 juta-an rupiah, kategori Standar Minimal penggunaan, yang paling menarik dilirik tentu saja Xiaomi Redmi Note yang katanya lagi sih, patut disandingkan dengan ponsel mumpuni bernama iPhone. Namun yang kemudian menjadi pertanyaan selanjutnya adalah soal Layanan Purna Jualnya.

Jika kalian yakin dengan kualitas dan layanannya, kenapa musti ragu ?

Mencicipi Windows 8.1 di layar Acer W511

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak kehadiran user interfaces besutan Microsoft, Metro Tiles yang diperkenalkan sejak rilis awal percobaan Windows 8 lalu, saya sudah dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama. Meskipun saat itu masih berupa Beta version, dan diinstalasi dengan nekat di perangkat notebook HP Mini, namun apa yang ditawarkan oleh Bill Gates dan turunannya benar-benar membawa banyak perubahan seiring gempuran sistem operasi versi mobile lainnya macam iOS bahkan Android.

Windows 81 paandebaik 2

Kepuasan itu sebenarnya sudah langgeng dirasakan mengingat frekuensi penggunaan perangkat notebook atau netbook lewat Acer W511 setahun lalu, mulai jarang disentuh lantaran intensitas pemakaian tak lagi menjadi modal utama dalam setiap aktifitas. Namun adanya Notifikasi untuk melakukan pembaharuan setiap kali perangkat dinyalakan, membuat rasa penasaran muncul, seperti apa sih Windows 8.1 itu ? dan fitur perubahan apa saja yang ditawarkan kali ini kepada penggunanya ?

Setelah melewati proses pengunduhan empat jam lamanya, memanfaatkan jaringan koneksi wifi miliknya LPSE Badung minggu lalu, dari awal hingga instalasi dan siap dipergunakan kurang lebih membutuhkan sekitar 2 GB Data agar proses berhasil dengan baik. Ini dapat menjadi satu bahan pertimbangan jika kelak kawan-kawan ingin mencobanya sendiri.

Windows 81 paandebaik 1

Secara visual, sebetulnya tak banyak perubahan yang berbeda, ditawarkan melalui Windows 8.1 versi terkini. Setidaknya terdapat satu tombol Start Menu di pojok kiri bawah layar, mengingatkan kita pada fungsi utama akses menuju semua aplikasi dalam perangkat, hanya saja fungsinya disini serupa dengan tombol akses berlogo Windows yang sebenarnya secara bawaan sudah hadir di sisi bawah layar Accer W511 atau dapat diakses pula lewat sentuhan sapuan di sisi kanan layar. Mubazir sih sepertinya, namun kabarnya tidak demikian bagi mereka para pengguna baru Windows versi 8.

Selain itu tampilan Metro Live Tiles bawaan terasa lebih soft dan bergradasi pada kotak warna yang dihadirkan, mengingatkan saya pada berbagai themes launcher miliknya TabletPC Android yang pula tak kalah menariknya. Disamping itu terdapat pula opsi Customize Tiles, dimana ukuran terkecil kini ditawarkan, sehingga tampilan jadi mirip dengan sistem operasi Windows versi mobile yang dihadirkan lewat user interface milik Nokia Lumia. Untuk fitur Customize, terdapat pula opsi untuk mengubah nama kelompok/pengelompokan Tiles pada Start Menu agar dapat disesuaikan dengan keinginan penggunanya.

Jika dalam sistem operasi Windows versi Mobile terdapat tanda panah di sisi kanan Tiles yang hadir secara permanen di posisi yang sama meski layar disapu ke halaman lain, untuk menghadirkan Long List atau semua aplikasi yang terinstalasi dalam perangkat, maka dalam Windows versi 8.1 kali ini dihadirkan pada posisi kiri bawah, dan hadir pula secara permanen saat layar disapu ke arah samping.

Windows 81 paandebaik 3

Masuk kedalam tampilan Windows Explorer, barisan pembagian di sisi kiri layar yang dahulu dipisah antara Library, Computer dan Network, kini semua menjadi satu barisan secara vertikal sehingga pengguna tak lagi harus menggeser scroll down untuk dapat mengakses Removable Disk ataupun CD/DVD Drive yang ada.

Dan terakhir, tampilan visual icon dalam halaman Desktop pun sepertinya dipoles jadi lebih halus lagi, sehingga pandangan matapun serasa lebih nyaman ketimbang tampilan pendahulunya.

Nah, kira-kira demikian perubahan secara visual yang dapat saya pantau melalui perubahan versi sistem operasi Windows dari versi 8 menjadi 8.1, dimana jika kawan-kawan ingin tahu lebih mendalam apa saja hal baru lainnya yang ditawarkan, mungkin halaman mesin pencari Google lebih bisa diandalkan. Sekian, dan Terima Kasih.

Acer Iconia W511, Tablet atau Laptop ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika disandingkan dengan perangkat NetBook HP Mini yang saya miliki, wajah Acer Iconia W511 sebenarnya gag jauh berbeda. Ini terlihat jelas lantaran dari segi ukuran layar sama-sama mengadopsi besaran 10 inchi widescreen. Demikian halnya ukuran mini keyboard yang memang membutuhkan sedikit penyesuaian dalam penggunaan terutama bagi mereka yang sudah terbiasa dengan laptop berukuran 12 hingga 14 inchi.

Namun saat layar dipisah dari perangkat docking keyboardnya, barulah kelihatan jelas beda fungsinya. Ya, Acer Iconia W511 ini bisa pula difungsikan sebagai perangkat TabletPC seperti halnya perangkat iPad, Galaxy Tab atau Note dan lainnya. Hanya saja, untuk yang satu ini berbasis sistem operasi Windows 8 Tablet Edition.

Ada banyak kelebihan yang bisa didapatkan dengan format bentukan dari Acer Iconia W511 terutama jika sudah berkaitan dengan fungssi mobile yang memang sejak awal menjadi rancangan. Yaitu kompabilitas aplikasi dengan kepemilikaan pada pc atau laptop pengguna sehingga semua data yang ada dapat dibaca dengan baik tanpa memerlukan aktifitas konversi lagi. Namun yang patut disadari sejak awal adalah terkait spesifikasi yang dimiliki barangkali akan membatasi jenis aplikasi yang nantinya ingin ditanamkan.

Acer W511 PanDe Baik (Custom)

Prosesor Dual Core intel Atom 1,8 GHz disertai dengan 2 GB memory RAM dan flash drive sebagai internal storage sebesar 64 GB (tersedia hanya 32 GB), rasanya bakalan kerap mengalami hang dan lag jika diinstalasikan aplikasi multimedia semacam Adobe Premiere atau Corel Draw sehingga seperti yang saya katakan sebelumnya, perlu memilah lebih dulu mana yang memungkinkan untuk dijalankan dan mana yang tidak.

Dibandingkan dengan HP Mini yang memiliki storage sekitar 250 GB, tentu persoalan penyimpanan data kelak bakalan menjadi masalah. Namun apabila jenis dokumen yang disimpan hanya berkisar office applications, foto dan musik barangkali gag terlalu masalah. Lain hal jika melakukan penyimpanan video atau sejumlah film ukuran HD. Demikian halnya terkait pemutarannya, tidak semulus pada perangkat PC atau NoteBook sebenarnya.

Akan tetapi, selain fungsinya yang dapat digunakan sebagai perangkat TabletPC, yang patut diacungi jempol lantaran bentukan tablet ini adalah dukungan slot simcard atau yang pada jualannya mengadopsi kalimat ‘with 3G support’, mampu memberikan peluang bagi penggunanya untuk terhubung ke dunia maya, kapan saja dan dimana saja. Apalagi bentukan simcard yang didukung adalah bentukan normal tanpa harus melakukan pemotongan kartu lagi.

Satu-satunya ketersediaan teknologi yang patut disayangkan hanyalah slot USB yang hanya memberikan satu opsi dan terdapat pada docking keyboard tepatnya pada sisi engsel. Lantas bagaimana jika slot ini sudah diberikan pada dukungan mouse dan pengguna ingin melakukan aktifitas copy ke penyimpanan data seperti Flash Disk ?

Pengguna bisa memanfaatkan kabel converter yang dibekali dalam paket penjualan, yang mengkonversi slot microUSB yang ada di sisi kanan layar ke slot USB milik Flash Disk atau kabel data milik Harddisk Eksternal. Merepotkan memang, namun setidaknya semua masih bisa dilakukan.

Selain teknologi 3G simcard, slot eksternal card dan usb, disisi yang sama tersedia juga port HDMI yang dalam paket penjualannya disertakan pula kabelnya secara free. Ditambah koneksi Bluetooth built in.

Sedang di sisi atas layar terdapat tombol power dimana untuk startup Windows membutuhkan dua tiga detik untuk bisa ready to use. Ditambah tombol pengunci layar dan colokan audio 3,5”. Selebihnya, dukungan jenis layar IPS yang sangatt nyaman untuk dilihat dari berbagai sudut pandang dan juga umur batere hingga 9 jam lamanya. Lumayan kan untuk ukuran Tablet ? eh Laptop ?

Acer Iconia W511

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Jauh pada tahun 2004/2005 lalu, saat saya masih berkutat dengan perangkat PDA Phone T Mobile MDA yang merupakan kloning dari O2 XDA II series, sebuah perangkat ponsel Personal Digital Assistant berbasis Windows Mobile 2003 PocketPC, ada satu perangkat lagi yang begitu saya idam-idamkan untuk dimiliki. Perangkat Tablet dengan bentukan laptop atau notebook.

Oke, tahun itu barang serupa memang sudah ada. Kalo gag salah yang rajin merilis dari brand Fujitsu atau HP. Namun keberadaannya masih tergolong langka dan mahal, jadi memang gag salah kalo perangkat sejenis ini di lingkungan kami (Pegawai Negeri Sipil) gag ada yang punya. Kalopun ada, masih serupa dengan yang saya miliki, PDA dengan kondisi standar. (homescreen, Theme, Sound dll).

Bisa dimaklumi sebenarnya, karena saat itu perangkat berbasis Windows identik dengan penggunaan yang sangat sulit, jika dibandingkan dengan sang raja yang berkuasa, Nokia. Namun justru dengan tingkat kesulitan yang advanced inilah yang makin membuat saya tertantang untuk mengeksplorasi lebih jauh apa dan bagaimana cara menaklukkan sebuah perangkat mobile berbasis Windows.

Mengapa saya begitu tergila-gila pada perangkat semacam ini ? karena berkaitan dengan pekerjaan yang rata-rata memang dibutuhkan dibalik meja, dari Office Applications, Photo Editor, Internet hingga Multimedia, Satu untuk Semua. Sayangnya, meski tahun demi tahun sudah berganti dan era mulai berpindah pada perangkat konvergensi PDA seperti miliknya O2, HP iPaq, Dopod hingga HTC, rasanya tetap saja belum mampu menggantikan keberadaan Notebook yang bisa dengan mobile dijinjing kemana-mana.

Menikmati kemajuan teknologi di jaman iPad dan TabletPC Android membuat saya kembali berusaha membangkitkan angan-angan itu, sambil berharap satu saat Microsoft mau merilis perangkat sejenis berbasis Windows yang tentu saja berlayar sentuh semudah perangkat pionir tadi. Hasilnya ? Tabletpc Surface pun mulai dirilis ke pasaran dengan memanfaatkan sistem operasi Windows 8.

Tidak ketinggalan beberapa brand besar, seperti HP, Sony bahkan Acer kemudian merilis series W510/W511 yang mengadopsi bentukan netbook layar 10 inchi namun layar utama dapat dicabut atau dipisah dari docking keyboard dan berfungsi sebagai Tablet. Dan yang terpenting disini adalah basis sistem operasi menggunakan Windows 8 Tablet Edition yang pula mendukung banyak aplikasi lama tanpa perlu mengunduhnya lagi dari Store online.

Ini adalah kali kedua saya memilih perangkat Acer bentukan Notebook setelah yang pertama dahulu seri 4320 yang akhirnya ditukar tambah dengan perangkat Compaq gara-gara kerusakan yang terjadi pada motherboard, tidak dapat ditangani oleh pihak Service Centre. Jadi, saat memutuskan untuk memilih perangkat ini sebagai perangkat Notebook berikutnya, sebenarnya ada sedikit rasa khawatir juga bakalan merasakan hal yang sama nantinya.

Acer W511 Pande Baik

Spesifikasi yang dimiliki Acer W511 ini sebenarnya gag jauh berbeda dengan spek perangkat NetBook HP Mini yang saya miliki beberapa waktu lalu, hanya saja ditingkatkan dua kali lipatnya minus storage internal. Prosesor Dual Core 1,8 GHz ditambah RAM 2 GB rasanya sih sudah cukup untuk menopang rutinitas saya kini, mengingat multimedia dan photo editing bakalan jarang saya kerjakan. Hanya besaran storage internal saja yang masih dirasa nanggung, 64 GB. Jauh banget dari standar penyimpanan perangkat Note/NetBook saat ini, namun sedikit lebih baik ketimbang perangkat tablet yang saya miliki. Sehingga untuk mengatasi hal ini, sementara waktu sih sdcard dengan kapasitas 16 GB tetap ditancapkan pada perangkat untuk difungsikan sebagai drive Data. Semoga saja nanti bisa dapet hunting yang 32 GB atau lebih. Sedang Flash Disk, saat ini sudah tersedia yang berkapasitas 512 GB sebagai cadangan Backup. Selebihnya ? nanti deh diceritakan.

Lalu bagaimana soal review dan sudut pandang yang dapat saya sampaikan perihal perangkat Acer Iconia W511 ini ? tunggu di tulisan berikutnya yah…

Windows 8, mengubah wajah NoteBook di masa depan

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah pernah mencoba untuk menggunakan Sistem Operasi Windows 8 seperti yang pernah kami tuliskan tempo hari ? Kami yakin ada banyak kemudahan yang didapat meski pada awalnya rata rata pengguna memerlukan sedikit penyesuaian untuk bisa terbiasa, namun pada dasarnya Windows 8 kali ini bisa dikatakan sebagai versi terbaik dari seluruh versi Windows yang pernah diluncurkan oleh Microsoft.

Jika kemarin kami sudah menurunkan Review singkat terkait penggunaan Windows 8 Release Preview versi pc/notebook, maka kini beberapa Vendor sudah berancang ancang meluncurkan perangkat ponsel dan tablet mereka dengan berbasiskan sistem operasi yang sama. Salah satunya, katakan saja Samsung.

Pada halaman resmi mereka, setidaknya terdapat 7 perangkat yang telah dipersiapkan untuk diluncurkan dengan menggunakan basis sistem operasi Windows 8. Diantaranya ATIV Smart PC, Ultra Touch, Ultra Book serta 5” dan 7” series. Semua ini bergerak dalam bidang pc, notebook serta tablet. Bagaimana dengan ponsel ? yang kami ketahui Samsung Ativ S sudah bisa didapatkan dalam pasar global yang memiliki perwajahan serupa dengan Android series, Samsung Galaxy S III dan Note II.

Dilihat dari perwajahan, kami mulai sedikit meyakini bahwa sebentar lagi era pc desktop dan juga notebook lama bakalan segera berakhir. Mengingat perpaduan teknologi yang hinggi kini masih rajin dikembangkan oleh Samsung dengan sistem operasi Windows 8 yang lebih menyasar pada pemanfaatan layar sentuh bakalan mampu menggantikan arti mobilitas yang selama ini dipegang oleh dua perangkat tersebut.

Memang apa yang dikembangkan oleh Samsung kali ini bukanlah yang pertama. Bagi yang mengetahui kisah sejarah ultra mobile personal computer era terdahulu ditambah rilis Android series milik Asus Transformer Prime, kami yakin bisa memahami apa yang kami maksudkan. Bahwa di era kekinian, model clamshell yang dahulu kerap dibanggakan oleh para pemilik Notebook telah mencapai batasannya.

Terpisahnya opsi layar utama dari perangkat keyboard yang kemudian dapat digunakan berdiri sendiri sebagai sebuah tablet merupakan daya tarik dari sebuah perangkat pc ataupun notebook di masa depan kelak. Apalagi kini sistem operasi Windows 8 telah mampu mengakomodir semua aktifitas yang dahulu hampir semua, hanya mampu dilakukan pada versi desktop dan notebook.

Berbeda lagi dengan Surface, tabletpc yang dikembangkan secara khusus oleh Microsoft. Walau mengambil bentukan yang sama, namun untuk keyboard tambahannya menggunakan bahan yang lembut sekaligus berfungsi sebagai penutup atau cover layar. Demikian halnya dengan Acer yang sudah siap dengan 5 perangkat Iconia series diantaranya mampu memperlakukan keyboard tambahan sebagai penyangga layar apabila tidak dibutuhkan.

Akan tetapi untuk bisa mewujudkan impian masa depan ini tentu saja harus disokong oleh faktor budgeting yang minimal mampu dijangkau oleh sebagian besar calon konsumennya kelak. Karena kalo tidak, maka misi untuk menumbangkan dengan cepat wajah notebook dan pc desktop yang saat ini perkembangannya sudah kian menurun, akan gagal seperti halnya UMPC di era 2000an awal.

Untuk itu kabarnya sebuah Tablet Surface dengan ukuran layar 10.1” ditawarkan dengan harga $499 saja di website resmi Microsoft. Demikian pula dengan Acer Iconia W510 pun sepertinya bakalan berada pada kisaran harga yang sama. Mengingat ukuran nilai jual sebuah perangkat notebook dengan kemampuan setara pun tak jauh dari angka tersebut.

Acer Iconia A500, Android HoneyComb Minus 3G

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Kalo sudah jodoh, memang tak kan kemana.

Begitu kira-kira bathin saya tempo hari ketika hasrat sudah begitu menggebu untuk menjajal perangkat Tablet berbasis Android versi 3.0 honeyComb pasca iPad 1 dan iPad 2.

Acer Iconia A500 dibawa seorang kerabat lantaran ingin minta tolong untuk diinstalasikan USB 3G Modem pada perangkatnya yang secara pabrikan ternyata hanya mendukung koneksi Wifi built in saja.

Secara tampilan awal, Acer Iconia A500 tampak sangat mengesankan. Sisi fisik yang rounded terasa halus ditangan meski dengan ukuran layar 10” bobot perangkat terasa memberatkan untuk digenggam dalam satu tangan. Tidak seperti perangkat tablet Android lainnya, ketiadaan tombol fisik disekitar layar membuat pengguna yang terbiasa dengan perangkat ponsel Android sebelumnya, akan merasa sedikit kebingungan untuk mengakses tombol Home, Back dan tentu saja Menu. Namun jangan khawatir bahwa semua tombol tersebut telah dikonversi dalam bentuk tombol sentuh yang nantinya akan dapat diakses melalui TaskBar yang tampil di pojok kiri bawah halaman.

Menelusuri sisi samping perangkat terdapat tak kurang tombol power, volume, jack audio, colokan charger, port micro USB dan port USB serta dua lagi yang saya pribadi bingung apa gunanya. Khusus untuk port USB, bentuknya sama dengan port USB yang terdapat dalam perangkat PC pada umumnya. Sehingga inilah dugaan awal penempatan posisi USB 3G Modem nantinya.

Mengusung layar lebar 10”wide, secara dimensi perangkat Acer Iconia A500 terasa jauh lebih kompak ketimbang iPad 1 dan 2. Meski demikian tetap bukan menjadi satu prioritas utama apabila Anda menginginkan perangkat yang mudah dibawa kemana saja dan tak mencolok mata.

Saat dijajal kemampuan OS yang disematkan dalam perangkat ini, sangat terasa perbedaan yang pasti antara perangkat Android yang berbasis ponsel dengan Tablet. Lebih gegas dan tentu saja banyak pengalaman barunya. Lihat saja dari akses Lock Screen, Menu dan juga penggantian Wallpaper, semua langkah sungguh berbeda dengan perangkat Android yang sebelumnya pernah saya gunakan. Dan seperti iklan It’s Time to Galaxy Tab 10” beberapa waktu lalu, memainkan Need For Speed Shift dengan perangkat tablet sungguh sangat mengasyikkan.

Android hanya menyediakan dasarnya dan masing-masing Brand harus mampu berinovasi dalam memberikan sentuhan khas yang setidaknya diharapkan dapat mempercantik atau bahkan memudahkan penggunaan. Demikian halnya dengan Acer.

Clear fi, merupakan terobosan Acer Iconia yang memudahkan pengguna beraktifitas dengan koleksi multiedia yang ada baik itu gambar atau foto, audio dan tentu saja video. Dengan tampilan ala map file, pengguna dapat membuka dan menikmati semua file multimedia layaknya membuka album foto. Dapat diurutkan berdasarkan album atau folder atau kategori dan juha Timeline atau waktu diambilnya gambar.

Untuk bersocial Media pun sudah disertakan Acer Social Jogger yang didesain bagi pengguna agar dapat memantau akun FaceBook dan juga Twitter dalam satu aplikasi. Dengan tampilan khas milik Acer (serupa perangkat pc), Social Jogger tak jauh berbeda dengan penggunaan TweetDeck ataupun Seesmic yang menyajikan status berupa Timeline. Meski merupakan aplikasi branded milik Acer, Social Jogger ini dapat pula digunakan pada perangkat Android lainnya seperti Samsung Galaxy Ace yang saya miliki ini. Nanti saja ya ceritanya.

Sayangnya dibalik semua kemewahan yang disajikan, Acer Iconia A500 yang kabarnya merupakan HoneyComp pertama dan termurah di Indonesia ini, tidak menyertakan dukungan 3G atau berupa slot sim card pada sisi bodinya. Padahal pada slot microsd yang disertakan, terlihat ada kemungkinan bahwa akan ada varian Acer Iconia A500 yang bakalan disertakan atau mendukung koneksi diluar Wifi. Alhasil perangkat yang saya gunakan ini murni harus mencari jaringan Hotspot terdekat, atau membeli lagi modem wifi tambahan agar tetap bisa terkoneksi dimanapun dan kapanpun.

Terkait permintaan kerabat agar perangkat Acer Iconia A500 dapat tersambungkan dengan perangkat USB 3G Modem bisa dikatakan gagal total. Ini karena pertama, dari Acer Indonesia sudah menyatakan bahwa port USB yang ada tidak mendukung USB 3G Modem, melainkan sebagai sambungan keyboard sebagai media input tambahan. Kedua, di dunia maya memang banyak terdapat pengakuan bahwa Acer bisa dihubungkan namun tak satupun memuat Tutorial caranya. Ketiga, meski dapat ditemukan pada Forum XDA Developers, salah satu Forum langganan saya, ternyata tidak semua USB 3G modem yang kompatibel dapat dibaca oleh perangkat. Itu sebabnya ketika dicoba mengakses Network yang digunakan, perangkat tidak mampu memberikan reaksi atas USB 3G Modem yang telah disambungkan.

Bagi yang menginginkan adanya koneksi 3G atau keberadaan slot Sim Card, ada baiknya menunggu waktu terlebih dahulu. Karena kabarnya versi Wifi+3G akan hadir sebentar lagi.

Compare TabletPC support by Forsel and Sinyal Tabloid

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Bukan tanpa alasan saya menurunkan tulisan komparasi/perbandingan beberapa TabletPC kali ini, tepatnya untuk didedikasikan pada semua teman yang bertanya sebelum membeli perangkat TabletPC yang rupanya beneran booming di tahun 2011 ini. Entah akan digunakan untuk menunjang pekerjaan secara mobile ataupun hanya untuk sekedar pamer gadget dan gengsi. It’s all yours.

Seperti halnya judul tulisan diatas, kali ini source yang saya gunakan adalah dua bacaan wajib yang saya dapat rekomendasikan pula kepada teman semua apabila ingin berbicara Gadget dan Teknologi dengan lebih baik. Majalah Forsel dengan Edisi Super Android April 2011 lalu dan Tabloid Sinyal dengan Edisi 120 10 Juni 2011 yang menurunkan Edisi TabletPC. Well, seperti halnya majalah InfoKomputer April 2003 jaman dulu yang menurunkan Edisi PDA Konvergensi, bisa dikatakan kedua Source diatas rupanya mampu mematahkan apa yang saya yakini sebelumnya dan mulai berpindah ke lain hati.

Yuk kita mulai.

Samsung Galaxy Tab 7”. Rp. 4,8 jt. Tahun Rilis Oktober 2010. OS : Android 2.2 Froyo. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 3,2 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1 GHz. RAM 512 MB. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support Voice dan SmS. Batere Li Po 4000 mAh. Galaxy Tab bisa dikatakan sebagai ikon TabletPC di negeri ini. Ukurannya yang kompak dan speknya yang mumpuni menjadikannya produk terlaris dan paling diburu sejauh ini. Apalagi didukung dengan Sim Card slot yang mampu membantu penggunanya terhubung ke dunia maya tanpa harus mencari Wifi Gratisan.

HTC Flyer 7”. Rp. 6,9 Jt. Tahun Rilis Juni 2011. OS : Android 2.3 GingerBread. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1,5 GHz. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li Po 4000 mAh. Dibanding Galaxy Tab, diatas kertas Flyer jelas jauh lebih mumpuni, baik dari segi kecepatan, sistem operasi dan daya simpan. Secara harga yang ditawarkan, jelas bisa dianggap wajar. Sayangnya minus telepon, meski sudah sim card support.

Dell Streak 7”. Rp. 5,5 Jt. Tahun Rilis Februari 2011. OS : Android 2.2 Froyo. Layar 800×480 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li Po 2780 mAh. Streak 7” sangat menggoda dari segi Procie Dual Core dan konektifitas 4G. Sayangnya Daya yang dibekali sangat minim. Khawatirnya menguras energi lebih cepat dari yang diharapkan. Apalagi dilihat dari tahun rilis, sistem operasinya masih setia pada Froyo.

Acer Iconia Tab A100 7”. Rp. -. Tahun Rilis Februari 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 512 MB. Internal 8 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li On 1530 mAh.Tidak banyak keistimewaan yang ditawarkan oleh Acer dengan perangkat 7” ini selain prosesor Dual Core. Minimnya kapasitas memory internal dan juga daya batere yang selayaknya ponsel, kemungkinan besar bakalan menjadi faktor yang tidak direkomendasikan untuk dipilih.

LG Optimus Pad 8,9”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×768 pixel. Kamera belakang Dual 5,0 MP (salah satunya berfitur 3D) depan (video call) 2,0 MP 3D. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li On 6400 mAh. Optimus Pad bisa jadi sangat menggoda melihat sistem operasinya yang memang diperuntukkan bagi perangkat TabletPC dan juga Procie Dual Core. Didukung pula oleh resolusi layar wide layaknya NoteBook dan tentu saja besaran daya plus dual kamera belakang. Sayangnya, ukuran layar tergolong tidak biasa alias 8,9”, yang artinya tidak sekompak 7” dan tidak seribet 10”.

iPad 3G 10” (9,7”). Rp. 7,5 Jt. Tahun Rilis Desember 2010. OS : iOS 4. Layar 1024×768 pixel. Tanpa Kamera. Procie 1,0 GHz Apple A4. Internal 64 GB. Tanpa memory Eksternal. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po. iPad generasi pertama ini memang sangat fenomenal kemunculannya, baik dinegara luar maupun dalam negeri. Apalagi kalo bukan lantaran nama besar Apple yang berhasil dengan perangkat iPhone mereka. Sayangnya, dari segi ukuran layar bisa dikatakan sangat sulit untuk dibawa kemana-mana kecuali memang tujuannya untuk menarik perhatian teman dan sekitarnya. Dirilis dalam dua versi, Wifi dan 3G+Wifi.

iPad 2 3G 10” (9,7”). Rp. 9,0 jt. Tahun Rilis 2011. OS : iOS 4.3. Layar 1024×768 pixel. Kamera belakang dan depan (video call) VGA 0,7 MP. Procie 1,0 GHz Aplle A5 Dual Core. Internal 64 GB. Tanpa memory Eksternal. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po. Perangkat iPad rilis kedua ini diklaim 30% lebih tipis dengan kecepatan akses yang jauh lebih baik. Dibekali kamera depan untuk video call tampaknya sudah cukup memuaskan penggunanya yang memang rindu dengan fitur 3G memanfaatkan aplikasi FaceTime. Seperti halnya iPad generasi pertama, iPad 2 pun Dirilis dalam dua versi, Wifi dan 3G+Wifi. Jadi jangan sampe salah pilih ya.

Motorola XOOM 10”. Rp. -. Tahun Rilis Januari 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS dan Voice. Batere Li On. Dirilis dalam tiga versi, GSM, CDMA dan Wifi only. Rilisnya dilakukan sengaja berbarengan dengan perangkat iPad 2 yang pada akhirnya mengecewakan para petinggi Motorola akibat penjualan yang tidak sesuai harapan (tertinggal jauh dengan iPad 2).

Samsung Galaxy Tab 10”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 8,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS dan Voice. Batere Li On 6860 mAh. Galaxy Tab rilis kedua ini rupanya ingin menyaingi keberadaan iPad 2 yang sama-sama mengadopsi layar 10”. Berbekal kemampuan spek yang tidak jauh berbeda, Galaxy Tab 10.1 ini malah menawarkan kamera belakang 8 MP dan juga daya yang terbesar diantara TabletPC lainnya.

ViewSonic ViewPad 10 Pro 10”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Dual OS : Windows 7 dan Android 3.0 Honeycomb. Layar 1024×600 pixel. Tanpa Kamera belakang, depan (video call) 1,3 MP. Procie Intel Atom 1,5 GHz (setara NetBook). RAM 2 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li On 3500 mAh. Tawaran Dual OS-nya memang sangat menarik perhatian siapapun yang mengujinya. Terlepas dari Brand yang dikenal sebagai produsen layar perangkat PC tampaknya secara spek yang ditawarkan pun tak jauh beda dengan perangkat NetBook. Sayangnya, semua kelebihan diatas tidak diimbangi dengan besaran daya yang sepadan untuk sebuah perangkat TabletPC.

Asus EEE Pad Transformer 10”. Rp. -. Tahun Rilis Juni 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Tanpa dukungan Sim Card. Batere Li po. Satu-satunya yang menarik dari perangkat Asus EEE ini adalah disertakannya keyboard fisik dalam paket penjualannya, yang jika disambungkan, mampu mengubah tampilannya menjadi sebuah NoteBook. Itu sebabnya dinamakan Transformer. :p

Acer Iconia Tab A500 10″. Rp. 5,0 Jt. Tahun Rilis Mei 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po 3260 mAh. Dirilis dalam dua versi memory internal yaitu 16 GB (4,2 Jt) dan 32 GB.

Dari sekian yang saya paparkan diatas barangkali hanya tiga TabletPC yang patut saya rekomendasikan sebagai pilihan, apabila Budget bukan lagi menjadi sebuah masalah. Pertama, HTC Flyer untuk perangkat 7”, Kedua ada iPad 2 bagi yang menginginkan perangkat bergengsi di kelas 10” dan Ketiga silahkan melirik Samsung Galaxy Tab 10.1 untuk perangkat yang powerfull. Sedangkan bagi yang memiliki BudGet terbatas, silahkan memilih Samsung Galaxy Tab 7” sebagai teman baru.

Tahun Baru, Ponsel Baru

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Pertama, saya PanDe selaku pemilik blog www.pandebaik.com kembali mengucapkan Selamat Tahun Baru untuk rekan-rekan semua yang telah berkenan mengunjungi halaman ini. Tahun Baru bisa jadi menjadi momen terindah bagi setiap orang, momen untuk menandai tujuan atau resolusi baru yang ingin dicapai atas apa yang gag tergapai pada tahun lalu, atau bahkan momen untuk berganti ponsel. Hehehe…

Tahun Baru 2011 ini, tampaknya beberapa Vendor ternama diluar brand umum yang sudah menguasai pasar Indonesia, mulai melirik konsumen lokal untuk sekedar meramaikan atau bahkan ikut serta menikmati bagian kecil kue yang makin membesar saja tiap tahunnya.

Tengok saja Dell yang merilis tablet Streaknya. Dengan layar yang 5” yang lega untuk sebuah perangkat ponsel namun masih nanggung untuk menggantikan netbook, agaknya patut diapresiasikan sebagai alternatif mengingat ukurannya yang masih muat untuk masuk kantong. Bandingkan dengan iPad. Demikian pula dengan memori internalnya yang sudah mencapai angka 16 GB, satu standar baku sebuah ponsel pintar.

Tak ketinggalan Acer yang tempo hari sudah merilis Liquid E dan Streamnya, kini bersiap meluncurkan seri beTouch, lengkap dengan Android 2.2 Froyo. Demikian halnya dengan Garmin yang dikenal dengan perangkat GPS-nya, berkolaborasi dengan Asus serta Android meluncurkan Nufivone.  Jangan lupakan pula raksasa mesin pencari Google yang belakangan merilis Nexus S dengan sistem operasi  terbaru (lagi-lagi) Andoid 2.3 GingerBread sekaligus menasbihkannya sebagai ponsel pertama yang mengadopsi rilis 2.3 tersebut.

Sementara itu beberapa brand yang sudah mapan di tanah air, masih berusaha untuk eksis di pangsa pasarnya masing-masing, sekaligus untuk bersiap menghadapi gempuran panasnya Android serta iPhone dan juga makin murahnya ponsel China. Mungkin itu sebabnya baik Nokia, Sony Ericsson, LG dan Samsung lebih fokus merilis ponsel layar sentuh ketimbang ponsel berkeypad atau menurunkan harga jual ke titik 1 juta, agar konsumen berkenan meninggalkan loyalitasnya pada ponsel China.

Pun demikian dengan Ponsel China. Meskipun rata-rata dari segi harga makin turun ke angka 500ribuan, baik dari fitur dan inovasi masih tetap sama. Bahkan beberapa diantaranya sudah mulai mencoba merambah pasar smartphone dan tablet.

Tahun Baru hampir selalu identik dengan penggantian Ponsel Baru. Jikapun memang ada budget dan juga pilihan yang beragam, mengapa tidak ?

Mengagumi ProBook 4320s Menganaktirikan Compaq CQ40

12

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada perasaan aneh dan juga kasihan ketika saya memutuskan untuk menonaktifkan notebook (baca:laptop) Compaq CQ40 sementara waktu. Bagaimana tidak, ni notebook sudah satu setengah tahun menemani hari-hari, terutama setelah terselesaikannya Thesis Pasca Sarjana serta menggantikan posisi Acer 4520 terdahulu.

Sejak saya resmi bergabung di LPSE Badung beberapa waktu lalu, sebagai tenaga yang didaulat untuk menjadi Admin Agency, saya pun berhak mendapatkan bantuan satu notebook yang serupa dengan milik Admin System, untuk menunjang pekerjaan saya selama bertugas. NoteBook itu HP ProBook 4320s.

Dibandingkan dengan dua notebook yang (pernah) saya miliki,  jujur saja saya jauh lebih suka desain Compaq CQ40 yang memang jauh lebih elegan dan dinamis. Disamping itu bisa jadi lantaran saya sudah jauh lebih familiar menggunakannya ketimbang ProBook ini.

Secara prosesor, Compaq CQ40 yang menyandang AMD Turion dan kartu Grafis Ati Radeon plus memory (RAM) 2GB, secara kinerja ternyata kalah jauh dengan HP ProBook 4320s. Jelas saja saya maklum, wong ni ProBook sudah menyandang prosesor intel core 3 atau yang dikenal dengan istilah i3 plus memory 3GB meski tanpa bantuan kartu grafis.

Saya katakan demikian setelah mencoba menjalankan beberapa aplikasi tingkat tinggi yang rata-rata mensyaratkan spesifikasi tertentu agar bisa berjalan dengan baik. Katakanlah AutoCAD, Photoshop CS4 atau games lama Need For Speed UnderCover.

Jika saat saya menggunakan Compaq CQ40, memerlukan masa tunggu yang lumayan lama (hitungan 7-10 detik) untuk menyatakan bahwa aplikasi siap digunakan, tidak demikian halnya dengan ProBook. Demikian pula dengan start up awal sistem operasi yang terasa begitu jelas perbedaannya.

Dilihat dari efek panas yang diciptakan ketika dipangku saat dinyalakan, Compaq CQ 40 bisa dikatakan lebih baik ketimbang Acer lama saya, namun ProBook malah jelas jauh lebih baik lagi. Entah karena bahan metal yang digunakan untuk melapisi bodi notebook secara keseluruhan ataukah memang faktor perbedaan penggunaan prosesor ?

Butuh waktu lama untuk bisa menyesuaikan diri dengan baik dalam menggunakan ProBook. Mengingat begitu banyak hal yang masih tersimpan didalam notobook lama. Dari data dan foto pribadi, dokumen kantor, multimedia dan juga hasil donlot, setting akun email, bookmark browser hingga beberapa aplikasi yang kerap digunakan dan jujur saja saya lupa dapat dari mana.

Praktis, semua data pribadi yang dahulu mengambil space setengah harddisk notebook lama, secara bertahap dipindahkan ke ProBook yang ternyata punya space yang tidak jauh berbeda. Itu sebabnya, Compaq CQ40 yang dahulu begitu saya banggakan, kini malah adem tersimpan dalam tas yang dahulu menjadi teman setianya.