Mencicipi Windows 8.1 di layar Acer W511

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak kehadiran user interfaces besutan Microsoft, Metro Tiles yang diperkenalkan sejak rilis awal percobaan Windows 8 lalu, saya sudah dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama. Meskipun saat itu masih berupa Beta version, dan diinstalasi dengan nekat di perangkat notebook HP Mini, namun apa yang ditawarkan oleh Bill Gates dan turunannya benar-benar membawa banyak perubahan seiring gempuran sistem operasi versi mobile lainnya macam iOS bahkan Android.

Windows 81 paandebaik 2

Kepuasan itu sebenarnya sudah langgeng dirasakan mengingat frekuensi penggunaan perangkat notebook atau netbook lewat Acer W511 setahun lalu, mulai jarang disentuh lantaran intensitas pemakaian tak lagi menjadi modal utama dalam setiap aktifitas. Namun adanya Notifikasi untuk melakukan pembaharuan setiap kali perangkat dinyalakan, membuat rasa penasaran muncul, seperti apa sih Windows 8.1 itu ? dan fitur perubahan apa saja yang ditawarkan kali ini kepada penggunanya ?

Setelah melewati proses pengunduhan empat jam lamanya, memanfaatkan jaringan koneksi wifi miliknya LPSE Badung minggu lalu, dari awal hingga instalasi dan siap dipergunakan kurang lebih membutuhkan sekitar 2 GB Data agar proses berhasil dengan baik. Ini dapat menjadi satu bahan pertimbangan jika kelak kawan-kawan ingin mencobanya sendiri.

Windows 81 paandebaik 1

Secara visual, sebetulnya tak banyak perubahan yang berbeda, ditawarkan melalui Windows 8.1 versi terkini. Setidaknya terdapat satu tombol Start Menu di pojok kiri bawah layar, mengingatkan kita pada fungsi utama akses menuju semua aplikasi dalam perangkat, hanya saja fungsinya disini serupa dengan tombol akses berlogo Windows yang sebenarnya secara bawaan sudah hadir di sisi bawah layar Accer W511 atau dapat diakses pula lewat sentuhan sapuan di sisi kanan layar. Mubazir sih sepertinya, namun kabarnya tidak demikian bagi mereka para pengguna baru Windows versi 8.

Selain itu tampilan Metro Live Tiles bawaan terasa lebih soft dan bergradasi pada kotak warna yang dihadirkan, mengingatkan saya pada berbagai themes launcher miliknya TabletPC Android yang pula tak kalah menariknya. Disamping itu terdapat pula opsi Customize Tiles, dimana ukuran terkecil kini ditawarkan, sehingga tampilan jadi mirip dengan sistem operasi Windows versi mobile yang dihadirkan lewat user interface milik Nokia Lumia. Untuk fitur Customize, terdapat pula opsi untuk mengubah nama kelompok/pengelompokan Tiles pada Start Menu agar dapat disesuaikan dengan keinginan penggunanya.

Jika dalam sistem operasi Windows versi Mobile terdapat tanda panah di sisi kanan Tiles yang hadir secara permanen di posisi yang sama meski layar disapu ke halaman lain, untuk menghadirkan Long List atau semua aplikasi yang terinstalasi dalam perangkat, maka dalam Windows versi 8.1 kali ini dihadirkan pada posisi kiri bawah, dan hadir pula secara permanen saat layar disapu ke arah samping.

Windows 81 paandebaik 3

Masuk kedalam tampilan Windows Explorer, barisan pembagian di sisi kiri layar yang dahulu dipisah antara Library, Computer dan Network, kini semua menjadi satu barisan secara vertikal sehingga pengguna tak lagi harus menggeser scroll down untuk dapat mengakses Removable Disk ataupun CD/DVD Drive yang ada.

Dan terakhir, tampilan visual icon dalam halaman Desktop pun sepertinya dipoles jadi lebih halus lagi, sehingga pandangan matapun serasa lebih nyaman ketimbang tampilan pendahulunya.

Nah, kira-kira demikian perubahan secara visual yang dapat saya pantau melalui perubahan versi sistem operasi Windows dari versi 8 menjadi 8.1, dimana jika kawan-kawan ingin tahu lebih mendalam apa saja hal baru lainnya yang ditawarkan, mungkin halaman mesin pencari Google lebih bisa diandalkan. Sekian, dan Terima Kasih.

Windows 8 Pro, Clean and Fast

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah mencoba beraktifitas lebih jauh menggunakan sistem operasi Windows 8 Consumer Preview di perangkat NoteBook HP ProBook 4320 milik kantor LPSE Badung sejak beberapa bulan lalu, sepertinya makin jatuh cinta dan keinginan untuk mencoba versi finalnya makin tak tertahankan. Maka itu sempat terbersit keinginan untuk mendapatkan versi resminya dengan membeli sendiri keping cd original di salah seorang kawan yang membuka jasa pemesanan online.

Belum lagi terwujud, kesempatan datang dari salah satu member di sebuah situs jual beli online yang menawarkan jasa instalasi Windows 8 Pro edition versi original dengan harga yang cukup lumayan. Maka setelah bernegosiasi waktu, pertengahan Desember lalu perangkat notebook yang saya gunakan ini secara resmi berpindah versi sistem operasi seperti apa yang diharapkan.

Win 8 NB

Berhubung sudah terbiasa dengan tampilan dan perubahan yang terjadi di versi sebelumnya, maka tidak banyak hal yang harus disesuaikan untuk tetap menjalankan aktifitas kerja seperti biasa. Namun entah mengapa saya merasa sistem operasi yang diinstalasi kali ini jauh lebih clean dari tampilan dan juga lebih cepat dari segi kinerja. Bisa jadi lantaran bawaan system operasinya, bisa juga lantaran aksi format hard disk yang dilakukan sebelum proses instalasi berlangsung, mengingat di kondisi sebelumnya terdapat 2 (dua) versi sistem operasi termasuk Windows 8 Consumer Preview yang saya dapatkan dari keping cd pcmedia.

Dibandingkan dengan sistem operasi Windows versi sebelumnya, 98, XP, Vista dan 7, banyak faktor yang membuat saya jatuh cinta dan tetap bertahan pada pilihan kali ini.

Pertama dari segi Start Menu yang menampilkan Live Tile yang dulu sempat disebut dengan istilah Metro oleh Microsoft. Tampilannya yang bersih dan bisa di kustomisasi membuat saya berusaha untuk menyajikan informasi akses secara cepat dan mudah dijangkau. Ini layaknya pemanfaatan HomeScreen pada layar tabletpc yang memang diatur sedemikian rupa agar tidak membingungkan penggunanya.

Kedua ada tampilan Windows Explorer-nya. Jika kawan sempat kebingungan saat menyesuaikan diri dengan wajah menu Microsoft Office versi 2007 keatas, demikian halnya kali ini. Namun setelah belajar untuk beradaptasi, inilah salah satu faktor penentu mengapa saya ngotot tetap menggunakan Windows 8. Semua akses terpampang rapi disisi atas halaman tanpa perlu masuk ke submenu dan lain sebagainya.

Win 8 NB 2

Ketiga tentu saja Applications Store yang meski secara jumlah belum sebanyak para kompetitornya namun beberapa games dan permainan anak dapat diakses secara gratis menambah betah putri kecil kami untuk belajar sambil bermain. Sedang dari segi kebutuhan pribadi tentu saja dicari yang menjadi kebutuhan terkait iNet seperti Skype, eMail, SkyDrive, ToolBox hingga utility lain dan tak lupa majalah Digital. Semua hadir tanpa perlu susah-susah mencarinya lewat Google.

Keempat kompabilitas. Memiliki banyak aplikasi pendukung di sistem operasi Windows versi sebelumnya, gag asyik kalo sama sekali tidak bisa digunakan kembali meski sudah ada Application Store. Apalagi jika semua aplikasi dan juga games terdahulu merupakan hasil perburuan bertahun-tahun yang dikompilasi berdasarkan fungsinya. Bersyukur Windows 8 mampu mengakomodir keinginan ini meski tidak semua. Maka bisa dikatakan tidak banyak perubahan yang terjadi terkait aktifitas keseharian dari penggunaan sistem operasi Windows versi sebelumnya ke versi terkini.

Kira-kira itu yang bisa saya gambarkan dari penggunaan sistem operasi Windows 8 Pro kali ini dan bagi kalian yang masih ragu untuk berMigrasi, ada baiknya hunting informasi terlebih dahulu ke forum online ataupun komunitas pengguna untuk mengetahui lebih jauh dukungan akan software ataupun hardware yang telah dimiliki saat ini, apakah bisa dijalankan atau tidak ? agar tidak menyesal di kemudian hari.

Android, iOS, BlackBerry atau Windows Phone ?

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Setahun lalu, tepatnya diawal bulan, saya sempat menurunkan ulasan topik yang sama namun dalam versi yang sedang trend saat itu. Kini saya mencoba untuk menurunkannya kembali sebagai alternatif pilihan bagi kawan semua, dalam memilih sistem operasi yang kini makin berkembang pesat bagi perangkat mobile phone dan tabletpc di awal tahun 2013.

Android. Kini sistem operasi ini merupakan Raja dari semua sistem operasi perangkat ponsel dan tabletpc yang beredar di seluruh penjuru dunia. Hal yang wajar jika Kawan mengetahui sebabnya. Ya, Android digawangi oleh sekian banyak vendor dan operator yang siap memperebutkan kue keuntungan penjualan yang kian hari kian menggoda saja. Bahkan beberapa nama yang dahulu sempat turun naik dari tingkat penjualan, kini mulai merangkak naik mengalahkan nama-nama branded lainnya. Katakan saja Samsung, Huawei dan Sony.

Melesatnya Android ke lini terdepan tentu tak lepas dari kegigihan sang pengembang yaitu Google dalam membuat inovasi demi inovasi baru untuk melengkapi fungsi dan fitur teknologi terkini yang dikembangkan oleh masing-masing vendor demi menjawab tantangan serta kebutuhan para pengguna dan penggila teknologi yang kian haus aktifitas. Jika setahun lalu versi 2.3 GingerBread merupakan yang terbanyak digunakan oleh sejumlah perangkat berbasiskan Android, kini versi 4.0 Ice Cream Sandwich sepertinya sudah menjadi standar baku perilisan perangkat terbaru, meski beberapa diantaranya malah sudah mencoba dan mendapatkan opsi UpGrade ke versi yang lebih baik 4.1 ber-code name Jelly Bean.

Dengan makin berkembangnya teknologi yang dibesut oleh sejumlah vendor, operator serta sang pemilik Android, maka tidak heran jika kemajuan yang dihasilkan pun cukup jauh dari setahun lalu. Adapun Ukuran yang diberikan tak lagi kisaran tahun atau semester, namun sudah tahap bulan. Dimana kecanggihan yang dijejalkan dalam perangkat ponsel dan tabletpc berbasiskan Android sudah mencakup prosesor empat inti atau Quad Core, kapasitas standar internal storage sebesar 4 GB, besaran Memory RAM 2 GB, hingga resolusi layar dan kamera HD. Belum termasuk dengan tambahan stylus pen yang kini dikenal dengan istilah Note series yang siap memberikan presisi inputing yang lebih baik ketimbang penggunaan teknologi yang sama enam tujuh tahun yang lalu. Bahkan kabarnya kedepan sedang dikembangkan beberapa teknologi lagi, diantaranya yang mampu melakukan panggilan telepon saat ponsel didekatkan pada telinga pengguna.

Berpengaruhnya Android di pasar dunia, makin lengkap dengan masuknya perangkat mobile phone dan tabletpc di semua lini, dari harga yang terjangkau atau menengah kebawah hingga kelas premium dengan suntikan teknologi terkini. Sudah begitu, ketiadaan perbedaan yang mendasar antara sejumlah kelas tersebut, menjadikan Android tetap menarik untuk dilirik. Katakan saja dukungan ribuan aplikasi siap pakai dari pasar aplikasi Google Play serta jaminan untuk mengalihfungsikan perangkat menjadi mobile hotspot merupakan jualan utama dari semua vendor yang hadir dengan menggunakan Android sebagai sistem operasi utama.

iOS AnDroid BB Windows Phone PanDe Baik

Jika Android mengambil porsi hingga setengah lebih kue penjualan ukuran Global, maka seperempatnya harus cukup puas diambil oleh iOS, sistem operasi unix yang dikembangkan oleh perusahaan ternama Aplle. Hingga saat ini, sistem operasi iOS yang telah dirilis ke pasar sudah mencapai versi 6.0. membawa banyak perubahan terutama berkaitan dengan aplikasi SIRI, voice assistant yang kini banyak dijiplak oleh pengembang lainnya, termasuk Android dan Samsung.

Pada tahun 2012 lalu, Apple terpantau merilis dua pasang perangkat sekaligus, baik di awal dan juga akhir tahun. Pecahnya tradisi yang dahulu selalu dipegang oleh Apple dengan merilis satu perangkat tiap tahunnya, tak pelak menimbulkan prasangka bahwa langkah ini diambil lantaran persaingan dari sistem operasi dan vendor lain, berkembang sangat cepatnya. Maka pasarpun dikejutkan dengan dirilisnya perangkat TabletPC iPad 3 (new iPad) dan iPad 4, ditambah seri ponsel iPhone 4S dan iPhone 5. Sayangnya, meski teknologi yang diusung tergolong canggih dan terkini, urusan harga yang masih tinggi di langit, rasanya agak susah jika mengharapkan Apple mampu menarik konsumen sebanyak perangkat Android.

Turunnya sang inovator terbaik seperti yang diklaim banyak pihak dan media ke posisi kedua tingkat global, menyebabkannya harus bersaing ketat dengan brand lain yang maju dengan mengandalkan sistem operasi Android termasuk vendor china sekelas Huawei. Meski demikian, pembuktian perolehan hingga 25% penjualan pada tahun 2012 lalu tetap ditenggarai memiliki fanboy sejati yang tetap akan menanti kemajuan demi kemajuan teknologi yang kini sedang dikembangkan oleh Apple.

Jatuh bangun perusahaan pengembang sistem operasi asal Canada, Research In Motion RIM lewat perangkat BlackBerry, lumayan banyak mengundang kecaman dan dugaan sedari awal tahun 2012, bahwa mereka akan bangkrut dalam waktu dekat. Apalagi tempo hari sedikit demi sedikit perusahaan melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya untuk dapat menekan cost akibat tingkat penjualan yang makin menurun. Penyebabnya sederhana. BlackBerry tak mampu ikut bersaing menyajikan teknologi terkini pada perangkat yang dirilisnya selama setahun terakhir. Jualannya masih sama, yaitu BlackBerry Messenger yang diklaim diminati banyak orang. Sayang, dalam prakteknya tidak demikian.

Melorotnya nama BlackBerry ke peringkat ketujuh tingkat global dan disalip oleh nama-nama sekelas Sony maupun HTC, membuat RIM selaku pengembang utama ponsel pintar berbadan gembul ini, mau tak mau mengikuti arus teknologi berlayar sentuh dan dalam waktu dekat bakalan merilis seri 10-nya. Salah satu yang kabarnya bakalan diandalkan dalam seri tercanggihnya ini adalah terintegrasinya BlackBerry Messenger versi 7, yang mampu mengakomodir fitur voice call (layaknya Skype), antar pengguna BlackBerry, termasuk yang masih mengadopsi sistem operasi versi lama. Ditambah fitur jejaring sosial, sms dan email dalam satu akses yang sama.

Selain itu, terdapat pula kemudahan pengoperasian dan meminimalkan delay yang terjadi, sehingga pengguna dijanjikan bakalan mendapat banyak pengalaman baru jika dibandingkan perangkat BlackBerry model lama.

Ditambah beberapa fitur yang menjadi standar baru dan disematkan pada tekologi layar sentuhpun ikut serta menjadi jualannya kali ini, sehingga klaim dari sang pengembang, kelak BlackBerry versi 10 ini bakalan diturunkan dan bersaing dengan iPhone dan Android. Tak lupa penggunaan prosesor Dual Core, kamera beresolusi besar plus keberadaan kamera depan, bakalan mengubah image yang selama ini tertanam di pikiran pengguna, akan segala keterbatasan yang dimiliki BlackBerry sejauh ini. Kabarnya pada akhir Januari 2013, BlackBerry bakalan merilis dua perangkat mutakhirnya, diikuti empat lainnya selama tahun yang sama.

Jika setahun lalu nama Windows Phone masih tenggelam oleh terangnya ketiga nama perangkat diatas, di tahun 2013 kali ini bisa dikatakan bakalan menjadi puncak titik balik sistem operasi buatan Microsoft untuk bersaing dan memperebutkan tahta tiga besar. Untuk memuluskan jalannya, dua vendor besar yang sejak awal dengan setia berkolaborasi, siap menjadi pionir dan pendahulu. Nokia dan HTC.

Nama Nokia selama ini memang sudah hampir bisa diidentikkan dengan perangkat Windows Phone, meski bayang-bayang Symbian dan Asha series, masih melekat erat dibenak sebagian besar pengguna teknologi mobile phone. Kerjasama antara Nokia dengan pihak Microsoft sempat pula dianggap sebagai pengambilan keputusan dengan jalan yang salah. Seiring berjalannya waktu, mereka seakan ingin membuktikan sekali lagi pada pasar gobal, bahwa pengorbanan memang diperlukan untuk bisa kembali menjadi sang raja.

Lumia series, merupakan brand jualan Nokia sejak bekerja sama dengan pihak Microsoft. Di tahun 2012 lalu, Nokia merilis beberapa series yang sayangnya masih dikecam banyak pihak lantaran penggunaan material ponsel yang menimbul kan bunyi saat ditekan. Kini, mereka hadir kembali dengan mengusung sistem operasi Windows Phone versi 8 dengan memanfaatkan material yang lebih baik dan solid.

Banyak Teknologi yang berusaha diperkenalkan Nokia terutama yang memang sudah berjaya di era Symbian terdahulu, seperti Nokia Maps. Selain itu terdapat pula fitur Applications Store yang mampu digunakan dalam multi platform Windows Phone. Belum lagi pemanfaatan lensa kamera Carl Zeiss nampaknya sudah menjadi keharusan dalam setiap seri yang bakalan diluncurkan dalam waktu dekat.

Tak seperti Nokia, nama HTC dan kolaborasinya dengan pihak Microsoft, bisa dikatakan sudah berlangsung sejak lama. Tepatnya saat era Windows Mobile dirilis ke pasar satu dasa warsa lalu. Hubungan ini terus berlanjut meski tingkat penjualannya makin menurun, hingga kemudian HTC tampil sebagai nama vendor setelah merekrut beberapa operator ternama, diantaranya O2.

Dalam usahanya kali ini, HTC tampaknya ingin meneruskan hegemoni seri X yang memang didirilis ke pasar pengguna demi menjawab tantangan multimedia dan kecepatan, demi bersaing dengan nama lain. Meski nama HTC hanya mampu meraih posisi keenam tingkat global, namun bisa dikatakan tak satupun seri mereka dapat dikategorikan sebagai ponsel murah. Itu sebabnya nama HTC kurang mampu menjangkau kalangan menengah kebawah seperti halnya para pesaingnya.

Mengandalkan nama besar milik Nokia dan HTC, Windows Phone kali ini tentu saja patut ditunggu. Bahkan bukan tidak mungkin bakalan merebut sedikit dari pasar Android yang kini sudah mulai berjalan stagnan lantaran kesamaan perangkat yang dirilis oleh beragam vendor. Kehadirannya bak kuda hitam yang siap menjatuhkan para lawan lewat jualan multimedia dan kemudahan pengoperasian.

Semua pilihan sudah disiapkan sejak awal tahun 2013, jadi kini tinggal menyerahkannya pada pengguna. Mau memilih Android, iOS, BlackBerry atau Windows Phone ?

Tentang Rakor ke-8 LPSE Nasional

3

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

Melelahkan. Kurang lebih begitu pendapat bathin secara pribadi. Tiga hari melawat ke Jakarta bersama Tim Pelaksana LPSE Badung dengan segudang rencana awal yang kemudian dibuyarkan begitu cepat oleh jadwal dadakan pihak penyelenggara, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia LKPP yang kabarnya kali ini bekerja sama dengan sebuah EO Event Organizer demi menghandle banyaknya pekerjaan.

Tidak heran. Mengurusi 513 (semoga tidak salah) utusan dari LPSE seluruh Indonesia yang masing-masingnya mengirimkan minimal 2 hingga 5 orang personel (bahkan kabarnya ada juga yang hingga 7 orang), tentu bukan perkara gampang. Hal ini pernah disampaikan oleh rekan-rekan LKPP saat kegiatan yang sama digelar di Hotel Sanur Paradise, November 2011 lalu.

Yang membuat kami cukup terperangah adalah pola pembagian hotel yang rupanya diatur secara acak. Artinya Rekan kami sesama Tim pelaksana LPSE Badung sudah bisa ditebak berada di lokasi yang berbeda-beda. Saya selaku Sekretaris LPSE Badung berada di Grand Cempaka, Ibu Kepala LPSE di Aston Marina Ancol, dan Pak Made Aryawan Admin PPE kami yang kali ini diundang sebagai Narasumber berada di Novotel Gajah Mada. Penyebaran ini bisa jadi dimaksudkan untuk makin mengakrabkan kami, Tim Pelaksana LPSE seluruh Indonesia, satu dengan lainnya. Minimal untuk menambah wawasan antar daerah.

Namun kelemahan dari pola penyebaran ini adalah sulitnya kami berkoordinasi satu sama lain dalam tim yang sama, terutama terkait sesi diskusi yang harus diikuti, kesimpulan yang dapat kami tarik lalu dipertanyakan kembali hingga hal-hal sepele seperti persiapan untuk pulang.

Rakor ke-8 LPSE Nasional ini cukup unik. Mengingat di sesi awal atau pembukaan, LKPP mengundang seorang praktisi sekaligus akademisi ternama yang telah malang melintang di dunia Linux, Jaringan dan Securitas, Bapak Onno W Purbo. Selama sesi, Beliau banyak bertukar cerita dan membagi pengalaman terkait ancaman serangan, cara pembobolan akun baik email, password hingga kode pengamanan yang lumayan membuat kepala cenat cenut dan was was sendiri akan kondisi ‘nyata’ yang sebenarnya di lapangan.

Jika saja selama sesi pembelajaran Rakor ke-8 LPSE Nasional ini saya mendapatkan rekan sekamar yang sesuai dengan aturan LKPP, saya yakin rasa lelah itu akan makin bertambah mengingat banyaknya hal yang harus dipersiapkan termasuk cara bersosialisasi yang baik atau penyesuaian lingkungan antar suku dan etnis. Bersyukur saya bersua dengan sobat sesama blogger Bali yang memang sudah saya kenal sejak lama. I Gusti Agung Made Wirautama, S.Kom seorang dosen IT sekaligus Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kampus STP Nusa Dua, pemilik blog imadewira.net. Kali ini Beliau hadir sebagai Admin Agency LPSE STP Nusa Dua, satu tugas yang dahulu pernah saya emban.

Maka jadilah selama masa istirahat pasca diskusi panel, bahan obrolan kami tidak jauh dari keluarga, putrinya Nindi serta Mirah dan Intan dua putri saya, hingga ke Adsense, tugas wewenang LPSE dan tentu saja honor atau tunjangan. *uhuk

Ada banyak hal yang kami dapatkan selama sesi diskusi panel berlangsung. Selain kawan baru, pertemuan dengan kawan lama yang pernah saya kenal di Rakor dan TOT atau Train of Trainer sebelumnya, pula bersua dengan orang-orang yang sebetulnya hanya saya kenal di dunia maya saja. Beberapa diantaranya kawan dari LPSE Kabupaten Pati, Trenggalek dan Sumatera Barat.

Tidak hanya itu, pertukaran informasi serta teknologi yang dikembangkan di masing-masing LPSE dengan tujuan untuk mempermudah operasional, pelaporan dan pelayanan pun dapat diserap dengan baik lewat paparan dan diskusi yang kadang berlangsung hingga masa istirahat. Tak lupa guyonan Pak iPep Fitri dari Universitas Diponegoro, seorang instruktur pengadaan barang/jasa yang juga bertugas sebagai Trainer di LPSE Undip, mengocok perut kami selama sesi pembelajaran.

Sementara dari sisi perkembangan LPSE, dalam usia dini LPSE Nasional berhasil meraih penghargaan dari FutureGov Asia Magazine sebagai Winner ‘Technology Leadership 2012’ se-Asia Pasifik. Sedangkan LPSE Badung sendiri masuk dalam daftar 4 besar nominasi Award LPSE kategori ‘User Support Performance’, Peringkat 2 Tingkat Kabupaten untuk jumlah Paket Pengadaan Terbanyak pada Tahun 2012, serta Peringkat 2 Tingkat Kabupaten untuk Nilai Pagu Pengadaan Tertinggi pada Tahun 2012.

Sedangkan perkembangan dari sisi proses sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa pun patut diapresiasi. Jika dahulu masih dilaksanakan dengan cara Konvensional/tertulis, kini sudah dapat dilakukan secara komputerisasi di 27 lokasi se-Indonesia, dan harapan kedepan di tahun 2013, sudah dapat diakomodir melalui sistem online langsung dari lokasi Peserta berada. Dimana proses penilaian tidak lagi membutuhkan waktu lama seperti terdahulu, maksimal 2 jam setelah proses ujian selesai dilakukan, lulus tidaknya peserta sudah dapat diketahui secara langsung.

Lalu, berbicara soal standarisasi prosedur operasional LPSE baik dari segi proses pendaftaran Penyedia, proses pelelangan, hingga pemeliharaan sistem dan aplikasi tentu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan di masing-masing LPSE.

Tak lupa dalam sesi Pemaparan dan Review aplikasi SPSE versi 4.0 dan Spam Kodok rupanya memiliki banyak fitur pembaharuan yang lebih memudahkan penguna atau user sesuai dengan beberapa saran dan masukan yang pernah kami berikan sedari proses Train of Trainer TOT dan konsultasi ke LKPP sebelumnya.

Di hari ketiga kegiatan Rakor ke-8 LPSE Nasional ini, LKPP menggelar parade bersama jalan kaki dari Monumen Nasional (Monas), menuju Bundaran Hotel Indonesia HI lalu kembali lagi menuju Monas dan mendeklarasikan ‘100% e-Procurement untuk Indonesia Bersih dan Sejahtera’. Sesi akhir ini dimeriahkan pula dengan pembagian door prize dan seperti biasa kami tak mendapatkannya satupun. :p

Rakor ke-8 LPSE Nasional kali ini memang benar melelahkan. Bahkan saat tiba dirumah Minggu pukul 22 malam pun rasanya masih belum bisa menghilangkan rasa penat meski tiga bidadari yang disayang sudah menanti. Ditambah dua jam tertidur senin siang di rumah mertua dan istirahat lebih awal malam harinya, mood untuk menuliskan semua laporan, pe er, rencana sosialisasi, pelatihan hingga draft tulisan untuk blog dan Koran Tokoh pun belum jua muncul. Baru pada Selasa siang semua inisiatif tersebut mulai terkumpul satu persatu. Dan tulisan inipun menjadi salah satu pembuktiannya.

Sebetulnya saya pribadi menginginkan suasana Rakor yang terkumpul di satu tempat. Dimana malam pasca diskusi atau sesi sarapan, kami masih bertemu satu sama lain termasuk dengan para kamerad LKPP yang kami hormati. Pak Ikak, Pak Nanang, Pak Arso, Pak Bima dan banyak lagi. Termasuk para artisnya yang tampil di video khusus besutan LKPP dengan tema e-Procurement. Karena suasana inilah yang kelak akan membuat kami selalu terkenang dan bangga bisa bergabung di unit LPSE.

Windows 8, Ramah untuk semua perangkat Mobile

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Berawal dari Consumer Electronics Show, Las Vegas Januari 2011, Microsoft mengumumkan penyertaan dukungan chipset ARM untuk mobile version dari sistem operasi terbaru mereka Windows 8, disamping microprosessor berarsitektur x86 untuk versi Desktop yang biasanya disupport dari Intel, AMD dan VIA. Sekedar Informasi, Chipset ARM yang dimaksudkan diatas adalah chipset yang kini banyak dipergunakan sebagai andalan dalam sebuah ponsel Smartphone dan juga TabletPC. Nvidia Tegra, Snapdragon atau Ti Omap merupakan beberapa contoh diantaranya.

Untuk mendukung pengembangan OS terbaru ini pada 15 Agustus di tahun yang sama, Microsoft kemudian membuat satu blog “Building Windows 8” yang diperuntukkan bagi para pengguna dan juga pengembang aplikasi berbasis Windows. Lanjut dengan Perkenalan pertama Windows 8 versi Beta pada tanggal 29 Februari 2012 lalu.

Lantas Apa sih yang menarik dari sebuah Sistem Operasi bernama Windows 8 ?

Pertama, dukungan akan perangkat PC Desktop, NoteBook dan juga TabletPC bahkan sebuah Smartphone. Bukan hanya sekali dua ini saja rumor yang beredar luas bahwa Microsoft lewat tandemnya kini, bakalan merilis perangkat TabletPC berbasis Windows, diluar Desktop dan NoteBook. Dimana antarmuka atau User Interface yang bakalan digunakan nantinya dikenal dengan nama ‘Metro Style, Menu berbentuk Tile yang diakses dengan cara menggeser kearah samping, serta sebelumnya telah diterapkan pada ponsel Windows Phone.

Kedua, lantaran dukungan perangkat TabletPC yang mampu dilakukan oleh OS Windows 8, maka penggunaannya nanti tentu akan lebih banyak memanfaatkan fitur layar sentuh atau TouchScreen, meski masih dapat diakses dengan baik melalui Mouse dan Keyboard.

Ketiga, Picture Password. Bila sebelumnya aktifitas Login menuju perangkat berbasis Windows selalu menggunakan cara pengetikan karakter, kini Microsoft mencoba memperkenalkan aksi gerakan dengan memanfaatkan media gambar. Aktifitas semacam ini kami yakin telah Rekan kenali sebelumnya lewat ‘Slide to Unlock’-nya iOS dan juga Lock Screen Pattern-nya Android. Meski demikian, Microsoft tetap menyediakan opsi pengetikan karakter untuk berjaga-jaga apabila pemilik lupa dengan cara dan gerakan Login yang ditetapkan sebelumnya.

Keempat, Application Store. Layaknya perangkat Smartphone terkini dan juga Mac saingan terberatnya, Windows 8 kini dibekali dengan Application Store, sebuah toko yang menyediakan beragam aplikasi dan juga permainan siap unduh untuk memudahkan pengguna dalam mengoptimalkan Windows 8. Sayangnya, perbedaan arsitektur chipset baik ARM dan x86, menyebabkan aplikasi yang kelak bakal diunduh lewat perangkat mobile, tidak akan dapat dipergunakan pada perangkat Desktop.

Kelima, Internet Explorer 10. Sepintas, tampilan Browser yang dikembangkan oleh Microsoft kali ini terlihat tidak jauh berbeda dengan Google Chrome yang memperkenalkan sistem Thumbnail disisi atas jendela untuk mempermudah pengguna memantau proses aktifitasnya. Namun uniknya, tab url bar yang biasanya berada disisi atas halaman, kini dipindahkan ke sisi bawah yang barangkali akan memerlukan perubahan kebiasaan pemakaian bagi para penggunanya.

Lebih Cepat dan Lebih Baik. Seperti jargon kampanye salah satu calon Presiden terdahulu, Kinerja serta Booting yang kelak akan disajikan oleh Windows 8 diklaim jauh lebih singkat dari versi sebelumnya. Hal ini bisa jadi lantaran dukungan yang dibutuhkan masih mampu ditangani dengan baik oleh prosesor versi mobile ARM. Selain itu, kabarnya Windows 8 pun akan dapat dijalankan melalui USB Flash Disk secara portable yang dikenal dengan istilah Windows To Go.

Bagi Rekan yang ingin mencoba atau ingin tahu versi Beta (uji) dari OS Windows 8 dapat mengaksesnya secara langsung alamat windows.microsoft.com pada bagian Consumer Preview.