Don’t Judge Nokia 6720c by it’s cover

14

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang Nokia 6720c, Ponsel keluaran terbaru Nokia ini rupanya mengadopsi daftar menu yang berbeda dengan N73. icon foldernya tak lagi berupa kotak kuning (default Nokia) biasa, namun sudah menggunakan gambar tertentu yang lumayan membuat saya kebingungan dalam mencari shortcut Pemutar Musiknya. Demikian pula saat mencari fitur QuickOffice dan Peta. Wah… bikin pangling.

Mengadopsi sistem operasi Symbian 60 artinya dapat ditambahkan berbagai macam aplikasi sesuai dengan kebutuhan nantinya. Yang makin menarik, sudah tersedia shortcut jejaring sosial seperti FaceBook, MySpace, atau portal video YouTube dan tentu saja Ovi milik Nokia. Selain itu berbicara kecepatan prosesor yang ternyata sudah mencapai 600 MHz, hanya membutuhkan waktu tak kurang dari 5 detik untuk siap digunakan dari keadaan off. Bandingkan dengan Nokia N73 milik saya itu, fiuh… sampe terheran-heran sendiri. Kecepatan ini bisa juga dilihat dari akses antar menu yang gegas dan juga saat proses instalasi aplikasi/games tambahan.

Nokia 6720c Menu

Opsi Permainan menyediakan dua jenis pilihan, Java dan tentu saja N-Gage. Fitur N-Gage menyediakan 3 (tiga) buah games yang masih bersifat Trial, dimana pengguna dapat mencobanya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membelinya. Tersedia Asphalt 3, Star Wars dan Tetris.

Tambahan lainnya adalah fitur voice atau suara, yang akan membacakan akses menu yang dipilih, artis atau file musik hingga ke pesan yang ada pada ponsel. Tersedia opsi pengaturan Ucapan, apakah menggunakan suara laki-laki (Martin) atau perempuan (Ellen), dengan kecepatan dan intonasi tertentu.

Tampilan modus siaga yang disediakan ada 4 (empat) opsi, yaitu modus Dasar (layar depan menampilkan foto/latar belakang selayaknya ponsel biasa), modus icon horisontal (icon shortcut aplikasi berjajar pada sisi atas halaman dilengkapi dengan barisan agenda, email dll pada bagian bawah barisan icon), modus icon vertikal (icon shortcut aplikasi berjajar pada sisi samping kiri halaman, mirip dengan ponsel keluaran Samsung, dimana masing-masing icon membawa menu tersendiri) dan modus berbicara (ponsel akan mengeluarkan suara/voice membacakan menu yang dipilih sesuai bahasa yang digunakan, dengan logat mandarin. Hehehe…)

Nokia Siaga

Demikian pula dengan Tampilan Menu, disediakan pula 4 (empat) opsi, yaitu Kotak (tampilan menu Default), Daftar (tampilan menu dalam bentuk daftar list), Tapal Kuda (tampilan menu menyerupai bentuk tapal kuda, menu yang akan diakses ditampilkan ditengah-tengah layar) dan bentuk V (tampilan menu serupa tapal kuda).

Nokia Menu

Untuk koneksi selain Bluetooth hanya tersedia akses GPRS/3G minus Wifi. Namun mengingat Mertua saya yang jarang bersentuhan dengan internet, akses yang tersedia barangkali sudah lebih dari cukup.

Pilihan warna ponsel ini ada dua, Brown (cokelat tua) dan Grey (abu-abu tua). Konstruksi ponsel sebetulnya dikategorikan monoblok atau candy bar, namun ada sedikit bentuk melengkung pada list silver yang mengelilingi bodi samping ponsel, cukup membuat kesan bahwa bentuknya mengikuti posisi pembicara menyerupai ponsel smartphone milik Android, padahal tidak.

Dual speakernya terdengar sangat jernih, walaupun tidak sekeras milik Nokia N73. Untuk penambahan file musik, tidak perlu lagi melakukan Refresh perpustakaan (library) musik, karena ponsel akan melakukannya secara otomatis ketika membuka daftar file musik yang ada. Terdapat pengaturan Equalizer maupun pelebaran suara stereo.

Tentang fitur kamera, ya jangan ditanya. Apalagi didukung dual led flash yang cukup membuat gambar yang diabadikan terang benderang. Hehehe… pilihan pengaturannya cukup beragam, dari resolusi, tingkat pencahayaan, modus warna hingga white balance yang dapat dipilih sesuai situasi atau berdasarkan keinginan pengguna. Yang membuat saya makin terkagum-kagum adalah hasil besutan videonya, dengan resolusi VGA, gambar terlihat jernih dan tanpa patah-patah. Suara yang dihasilkan pun tak terputus. Untuk durasi 1,23 menit menghabiskan space sebesar 21 MB.

Nokia 6720c Foto

GPS Receiver built ini adalah salah satu nilai plus yang dimiliki, dapat digunakan secara offline (tanpa menggunakan koneksi GPRS) dan berfungsi pula sebagai Kompas. Selain itu GPS pada ponsel ini dapat digunakan untuk mencari satu alamat tertentu dan ternyata dapat ditemukan secara akurat. Untuk mengakses alamat tujuan, pengguna tinggal mengaktifkan fitur tracking yang nantinya akan dipandu oleh sebuah suara, lengkap dengan rute dan arahnya.

Nokia GPS

Ohya, ada yang unik saya temukan pada ponsel ini, berbeda jauh dengan ponsel Nokia seri N85 sekalipun yaitu untuk menjadikan sebuah foto sebagai latar belakang tampilan siaga tak lagi membutuhkan aplikasi tambahan agar gambar memenuhi layar secara full screen. Beberapa gambar yang saya coba, seluruhnya berhasil dengan baik. hehehe…

Dalam paket penjualannya, sudah terdapat Handsfree dengan colokan 3,5” plus kartu memory microSD 1 GB dan juga kabel data microUSB (serupa dengan milik Nokia 1508 cdma) dan tentu saja CD Ovi Suite. Dengan Harga yang tak kurang dari 2,6 juta rupiah, ponsel ini bisa dikatakan sangat memuaskan untuk pengguna awam. Terutama bagi mereka yang kerap travelling, mengabadikan setiap momen yang dilewati.

so, Don’t Judge Nokia 6720c by it’s cover

Nokia 6720c Ponsel Klasik untuk Mertua

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Memilih sebuah ponsel untuk Mertua yang usianya notabene sudah masuk kepala lima sebetulnya tidak sulit, karena syaratnya sudah ditetapkan sedari awal. Bahkan budget yang dianggarkan pun sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan sebuah kemajuan teknologi terkini. Tapi ya, kasian uangnya kalo dibuang percuma hanya untuk sebuah gengsi, karena toh dalam rentang harga yang terjangkau yang namanya teknologi itu sudah bisa didapatkan hampir secara keseluruhan.

Bentuk yang simpel dan mudah digunakan, kalo bisa gak jauh beda dengan Nokia 6080 yang Beliau gunakan saat ini. Tahan lama dan kalo bisa ada fitur kamera yang hasilnya dapat dicetak seukuran 4R. Untuk awalnya Beliau memilih salah satu ponsel yang tertera dalam lembaran harga sebuah tabloid, gak tanggung-tanggung, seri bisnis milik Nokia, E66. Alasannya ternyata cukup sederhana. Punya fitur kamera 3,2 MP dan sudah memiliki autofokus. He… Beliau rupanya mencontek dari spek ponsel Nokia N73 yang saya miliki. Namun karena Beliau kini sudah pensiun dari pekerjaannya dan bukanlah seseorang yang memerlukan ponsel yang memiliki kemampuan beremail dan sejenisnya, sayapun menyarankan beberapa seri lain yang sekiranya ‘jauh lebih baik namun dengan harga yang ‘jauh lebih murah.

Dalam rentang harga yang sama dengan Nokia E66, ada beberapa seri milik Nokia yang ternyata memiliki kriteria yang saya sebut terakhir. ‘jauh lebih baik dengan harga yang ‘jauh lebih murah. Pilihannya yaitu seri 6220c, 5630 XM dan 6610i slide. Tiga ponsel yang jauh berbeda satu sama lainnya, dimana masing-masing memiliki pilihan yang menarik, kamera 5 Mega Pixel Carl Zeiss, GPS Receiver atau koneksi Wifi. Dari ketiga pilihan tersebut, untuk penggunaan Mertua, saya yakin kamera bakalan menduduki peringkat pertama sedangkan Wifi ya barangkali gak bakalan tergunakan. So, sayapun memilih seri 6220c. Dengan pertimbangan tambahan, konstruksi ponsel sliding barangkali lebih rentan dalam kaitannya dengan umur.

Setelah kontak dengan seorang rekan sebangku saat SMA dulu yang kini bergerak pada brand ternama tersebut, saya mendapatkan informasi bahwa ada satu pilihan lagi yang dapat dijadikan alternatif, apabila tertuju pada 6220c, yaitu 6720c. Sebuah seri terbaru dari Nokia yang memiliki form factor dan spesifikasi sama persis dengan 6220c tadi. Didukung oleh beberapa keluhan yang disampaikan oleh pengguna seri 6220c via Mbah GooGLe, pilihanpun akhirnya jatuh pada seri 6720c.

Nokia 6720c MerTua

Sesuai dengan namanya 6720 Classic, bentuk rupa klasik memang sangat kental terlihat, bahkan saya yakin secara sepintas orang takkan menduga jika jeroan ponsel ini nyatanya  membawa fitur-fitur terkini. Katakan saja kamera 5 Mega Pixel dengan lensa Carl Zeiss dual led flash, GPS Receiver beserta GeoTagging (penanda foto), dual speaker stereo, dan resolusi videonya ? waaahhh… mulus banget. Hehehe… jadi pengen punya nih…

Tapi ngomong-ngomong sejauh apa sih dalemannya ponsel ini ? Pengen tau ? he… lanjut di tulisan berikutnya yaaa…