AndroMax Prime rasa Android 6.0 Marsmellow ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Tepat di awal tahun 2008 lalu, iPhone baru saja menohok pasar dengan tampilan ponsel pintarnya yang murni menggunakan layar sentuh memanfaatkan jari tangan. Demikian halnya sang raja asal Finlandia yang sukses mengembangkan sistem operasi Symbian, baik yang digunakan sendiri melalui seri N saat itu ataupun yang digunakan vendor lain macam Sony seri P.
Saya yang hanya mampu memiliki sebuah ponsel java berjaringan CDMA, Nokia 6275i harus cukup puas dengan membaca ulasan dan wajah ekslusif mereka di halaman majalah Forsel.
Akhirnya terpikirkan pula untuk mengubah penampilan ponsel jadul 6275i agar bisa mirip dengan ponsel pujaan tadi.

Wallpaper.
Ya, ini adalah satu-satunya opsi yang bisa dilakukan mengingat secara jeroan ponsel, tidak mungkin bisa untuk disuntikkan os trendsetter saat itu, iOS ataupun Symbian.
Maka berbekal sedikit pengetahuan editing photoshop hasil pembelajaran tahun 2006 sebelumnya, jadilah beberapa gambar layar yang dibuat semirip mungkin dengan tampilan segar ala iPhone atau Nokia Symbian tadi. Lengkap dengan icon khas os masing-masing. Hasilnya bisa dilihat pada postingan Nokia 6275i akal-akalan.

Berselang 10 tahun, ide itu muncul kembali saat mulai merasa bosan dengan penampakan ponsel feature phone AndroMax Prime yang dipersembahkan oleh operator kenamaan SmartFren, demi memperkenalkan akses jaringan 4G LTE kepada masyarakat menengah ke bawah di Indonesia, tentunya dengan harga yang amat sangat terjangkau. Kisaran 200ribuan kalo ndak salah.
Ini harga Baru Gres ya, bukan second apalagi mati total.
Disamping itu pula, bisa dimanfaatkan sebagai Wifi Portable Hotspot bagi perangkat pintar lainnya.

Nah ceritanya di jaman Now, yang masih betah berjaya bertarung di pasaran hanyalah dua sistem operasi saja. Android dan tentu saja iOS.
Windows Phone bisa dikatakan sudah mulai ditinggalkan keberadaannya, dan BlackBerry ? Hell No !!!
Sehingga ketika menginginkan perubahan tampilan perwajahan AndroMax Prime agar bisa mirip dengan dua OS ternama tadi, satu-satunya jalan yang bisa dilakukan tentu saja oprek penggunaan wallpaper ponsel baik HomeScreen atau layar standby dan LockScreen atau layar kunci.

Untuk bisa melakukannya, cukup dengan mengetahui besaran pixel pada layar yang dikemas sedemikian rupa menggunakan sentuhan photoshop dengan memanfaatkan wallpaper bawaan kedua OS plus hiasan icon yang bisa didapat secara gratis dengan cara yang sama. Search di Google.

Bagi kalian yang kebetulan punya ponsel AndroMax Prime dan ingin mencoba mengubah penampilan wajah layar depan maupun layar kunci, bisa mengunduh beberapa wallpaper yang sertakan dalam link berikut.
Untuk layar kunci (LockScreen), bisa menggunakan gambar yang memiliki area notifikasi atas dan bar bawah, dengan ukuran gambar 480×640 pixel.
Sementara untuk layar depan (HomeScreen), bisa menggunakan gambar tanpa area notif dan bar dengan ukuran 480×520 pixel.

Silahkan dicoba dan share pendapatmu disini ya.

Unduh Wallpaper untuk AndroMax Prime, LockScreen dan HomeScreen.

Morange dengan TelkomFlexy pada Nokia S40 seri 6275i (test ke-2)

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan saya sebelumnya terkait Morange, aplikasi berbasis Java yang kemampuannya nyaris menyamai aplikasi Push Email milik Blackberry. Kenapa saya katakan ‘hanya’ nyaris ?

Karena Morange ternyata tidak kompatibel jika dipakai pada handset PDA jadul O2 XDA Atom Black seperti yang saya miliki dan pakai saat ini. Saya pribadi berani mengatakan ‘tidak kompatibel’ sebaliknya banyak situs web besar lainnya mengatakan bahwa Morange dapat berjalan dengan baik di semua tipe PocketPC. Bagi yang belum jelas silahkan kembali menyimak tulisan saya sebelumnya. He….

Nah, sesuai janji saya, berikut saya akan paparkan hasil test yang saya lakukan untuk kedua kalinya pada aplikasi Morange. Kali ini mencoba mengaplikasikannya pada handset ponsel Nokia yang memiliki jaringan CDMA yaitu Nokia 6275i. Ponsel yang saya pakai pribadi hingga kini.

Sebagai gambaran, ponsel ini bukanlah ponsel yang menggunakan sistem operasi Symbian yang bisa ditambahkan banyak aplikasi pihak ketiga, seperti halnya seri N atau seri E. Walau begitu ponsel ini dikategorikan sebagai ponsel Nokia S40. Ponsel yang hanya dapat ditambahkan aplikasi atau games yang berbasis Java saja. Ponsel sejenis yang terkenal pada jaringan GSM adalah seri 6300, 5300, 5310 dan 3120 classic yang telah mendukung 3G.

Ohya, perlu diketahui sebelumnya kalau operator yang saya pakai melakukan test kedua ini adalah Telkom Flexy.

Setelah mengkonfirmasi layanan lokal terkait TelkomFlexy baik itu cara koneksi internet via ponsel hingga tarif yang dikenakan untuk pemakaian. Jawabannya cukup mengejutkan bagi saya.

Untuk pemakaian internet dengan menggunakan ponsel (lewat mini browser), hanya ada satu tarif yang dikenakan. INGAT, HANYA SATU. Yaitu sistem Volume Based sekitar Rp 5,- per Kilobyte data yang dipakai. Sekitar lima kali lipat tarif yang dikenakan oleh operator Indosat untuk produk mereka baik IM3 dan Starone.

Sistem Time Based hanya akan berlaku apabila menggunakan ponsel sebagai modem untuk pemakaian internet pada PC. Itupun tarif yang dikenakan adalah Rp. 220,- per menitnya. Oke, bandingkan lagi dengan Indosat yang hanya memberikan tarif Rp. 75,- per menit pakai.

Lantaran sudah kepalang basah, sayapun nekat mencoba melakukan test kedua untuk penggunakan aplikasi Morange sebagai sarana ber-Push Email.

Untuk tahap awal, start hingga login gak ada bedanya dengan test Morange yang saya lakukan pada handset PDA O2 XDA Atom Black. Baru terasa perbedaannya yaitu saat menekan tombol ‘softkey’ kiri kanan yang dapat berfungsi dengan baik. Termasuk untuk mengakses pilihan getar, nada dsb pada ‘Setting’ serta saling berkirim email dengan rekan yang mengenalkan Morange pada saya, Budi Windhutama.

Seperti yang sudah saya perkirakan, pilihan ‘SEND’ saat akan melakukan pengiriman email berada pada tombol softkey kiri. Termasuk pilihan lainnya seperti Delete message misalnya.

Begitu pula dengan tombol softkey kanan yang berfungsi sebagai ‘BACK’ atau ‘CANCEL’ dapat berfungsi dengan baik. Sayapun dapat dengan mudah menggunakan Morange untuk menggantikan status saya hari ini serta mencoba melakukan upload foto untuk avatar dan gagal.

Sayangnya, permasalahanpun muncul.

Penggunaan aplikasi Java pada ponsel Nokia type S40 dengan seri 6275i ini, ternyata gak mampu melakukan multitasking semudah pemakaian Morange seperti yang saya katakan sebelumnya. Pasalnya, saat melakukan aksi internetan ini, kita gak bisa melakukan hal lain, seperti misalnya telpon atau sms. Karena begitu kita tekan tombol merah (yang biasanya langsung menuju layar paling depan –today-), untuk mengakses fitur telepon dan sms, aplikasi Morange langsung ditutup secara permanen. Tidak ada pilihan untuk me-minimize layar. Inilah kekurangan ponsel S40 yang saya katakan tadi tidak memiliki sistem operasi Symbian seperti halnya seri N atau E.

Percobaan saya lakukan dua kali. Pertama sekitar 10 menit pakai, sedangkan yang kedua sekitar 5 menit pakai. Dengan aktivitas masing-masing akan saya gambarkan pada tabel dibawah.

Nah, tiba saatnya melakukan cek saldo pulsa yang tersisa untuk pemakaian Morange dua tahap dengan operator Telkom Flexy.
Hasilnya sangat mencengangkan, berikut rinciannya :

Ealah…. Ternyata untuk dua tahap pengetesan yang saya lakukan dengan total pemakaian yang hanya 15 menit, saya menghabiskan pulsa sebesar Rp. 670,- untuk 6 email yang saya kirimkan dan 5 email yang saya terima plus upload avatar yang gagal. Bayangkan jika saya menggunakannya seharian seperti halnya rekan saya Budi misalnya. Berapa rupiah pulsa yang harus dihabiskan untuk itu ?

> PanDe Baik secara jujur mengatakan ketidakpuasan pemakaian aplikasi Morange dengan menggunakan koneksi TelkomFlexy pada handset ponsel Nokia S40 seri 6275i. Muahaaaalnya !!! Tapi bagaimana kalau dilakukan test ketiga sekaligus terakhir ? dengan menggunakan operator dan handset yang berbeda ? Silahkan ikuti terus lanjutannya…. <