AndroMax Prime rasa Android 6.0 Marsmellow ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Tepat di awal tahun 2008 lalu, iPhone baru saja menohok pasar dengan tampilan ponsel pintarnya yang murni menggunakan layar sentuh memanfaatkan jari tangan. Demikian halnya sang raja asal Finlandia yang sukses mengembangkan sistem operasi Symbian, baik yang digunakan sendiri melalui seri N saat itu ataupun yang digunakan vendor lain macam Sony seri P.
Saya yang hanya mampu memiliki sebuah ponsel java berjaringan CDMA, Nokia 6275i harus cukup puas dengan membaca ulasan dan wajah ekslusif mereka di halaman majalah Forsel.
Akhirnya terpikirkan pula untuk mengubah penampilan ponsel jadul 6275i agar bisa mirip dengan ponsel pujaan tadi.

Wallpaper.
Ya, ini adalah satu-satunya opsi yang bisa dilakukan mengingat secara jeroan ponsel, tidak mungkin bisa untuk disuntikkan os trendsetter saat itu, iOS ataupun Symbian.
Maka berbekal sedikit pengetahuan editing photoshop hasil pembelajaran tahun 2006 sebelumnya, jadilah beberapa gambar layar yang dibuat semirip mungkin dengan tampilan segar ala iPhone atau Nokia Symbian tadi. Lengkap dengan icon khas os masing-masing. Hasilnya bisa dilihat pada postingan Nokia 6275i akal-akalan.

Berselang 10 tahun, ide itu muncul kembali saat mulai merasa bosan dengan penampakan ponsel feature phone AndroMax Prime yang dipersembahkan oleh operator kenamaan SmartFren, demi memperkenalkan akses jaringan 4G LTE kepada masyarakat menengah ke bawah di Indonesia, tentunya dengan harga yang amat sangat terjangkau. Kisaran 200ribuan kalo ndak salah.
Ini harga Baru Gres ya, bukan second apalagi mati total.
Disamping itu pula, bisa dimanfaatkan sebagai Wifi Portable Hotspot bagi perangkat pintar lainnya.

Nah ceritanya di jaman Now, yang masih betah berjaya bertarung di pasaran hanyalah dua sistem operasi saja. Android dan tentu saja iOS.
Windows Phone bisa dikatakan sudah mulai ditinggalkan keberadaannya, dan BlackBerry ? Hell No !!!
Sehingga ketika menginginkan perubahan tampilan perwajahan AndroMax Prime agar bisa mirip dengan dua OS ternama tadi, satu-satunya jalan yang bisa dilakukan tentu saja oprek penggunaan wallpaper ponsel baik HomeScreen atau layar standby dan LockScreen atau layar kunci.

Untuk bisa melakukannya, cukup dengan mengetahui besaran pixel pada layar yang dikemas sedemikian rupa menggunakan sentuhan photoshop dengan memanfaatkan wallpaper bawaan kedua OS plus hiasan icon yang bisa didapat secara gratis dengan cara yang sama. Search di Google.

Bagi kalian yang kebetulan punya ponsel AndroMax Prime dan ingin mencoba mengubah penampilan wajah layar depan maupun layar kunci, bisa mengunduh beberapa wallpaper yang sertakan dalam link berikut.
Untuk layar kunci (LockScreen), bisa menggunakan gambar yang memiliki area notifikasi atas dan bar bawah, dengan ukuran gambar 480×640 pixel.
Sementara untuk layar depan (HomeScreen), bisa menggunakan gambar tanpa area notif dan bar dengan ukuran 480×520 pixel.

Silahkan dicoba dan share pendapatmu disini ya.

Unduh Wallpaper untuk AndroMax Prime, LockScreen dan HomeScreen.

Liburan Kekinian didukung SmartFren 4G, apps Traveloka, Go-Jek dan Google Maps

Category : tentang PLeSiran, tentang TeKnoLoGi

Gak perlu keluar banyak modal kalo hanya untuk liburan di kekinian.
Setidaknya itu yang saya yakini dua tahun belakangan.

Banyak informasi bisa didapatkan lewat ponsel smartphone yang kita punya. Apapun merek dan sistem operasinya.

Yang terpenting dari semua itu adalah akses internetnya.
Percuma punya akses internet mahal-mahal jika jaringannya lelet saat kita butuhkan.

Saya sendiri masih mengandalkan SmartFren 4G yang sepanjang pengujian terdahulu punya akses kenceng utamanya kalo lagi main ke desa-desa. Entah kenapa…
Untuk kebutuhan hunting lokasi tempat menginap, makan malam dan siang juga objek wisata plus informasi seputaran Ubud, ndak lebih dari 200 MB yang dihabiskan selama dua hari perjalanan.
Jadi kalo cuma punya paket dengan kuota 1 GB ya masih cukuplah kalo mau liburan kekinian kek gini.

Terlepas dari apapun merek ponsel dan sistem operasinya sebagaimana kalimat pembuka diatas, saya banyak terbantu dengan adanya aplikasi tambahan cemnya Traveloka.
Ini biasanya digunakan saat mencari ketersediaan tiket pesawat kalo mau terbang ke luar kota, atau akomodasi selama di tujuan mau ambil pilihan hotel yang mana.
Tentu saja kaitan dengan liburan kali ini, opsi terakhir inilah yang saya manfaatkan. Memilih tempat menginap di lokasi yang kita harapkan.
Hasilnya cukup kompetitif kok. Baik dari segi harga sewa per malam hingga fasilitas apa saja yang disediakan. Jangan lupa membaca review dari para pemanfaat jika ada.

Aplikasi berikutnya yang bermanfaat tentu saja Go-Jek.
Yang satu ini bermanfaat untuk hunting soal makanan. Baik variasi menu yang ditawarkan hingga ke soal harga.
Kalopun pihak hotel atau penginapan melarang pemesanan makanan dari luar, aplikasi ini bisa digunakan sebagai petunjuk pencarian lokasi saat hunting ke luar hotel. Jadi dijamin nda bakalan kebingungan lagi.
Sekedar saran sih, pilihan terdekat ya bisa dilihat dari urutannya. Posisi teratas tentu merupakan pilihan terdekat, bukan terenak. Hehehe…

Aplikasi terakhir yang besar manfaatnya ya tentu saja Google Maps.
Berguna untuk mencari informasi lokasi objek wisata terdekat penginapan, termasuk penginapannya sendiri lengkap dengan petunjuk arah yang dipandu gambar dan suara, juga informasi lain yang sekiranya dibutuhkan tanpa kita tahu lokasi pasti.
Minimal sekitar 80%nya akurat kok.
Sedang sisanya, ya bisa dikatakan ‘belum diUpdate saja perkembangannya.
Bisa dikatakan begitu gegara iseng mencari tempat main yang asyik untuk anak-anak dan mencoba mampir di salah satu venue area Pejeng, yang kami dapati hanyalah sebuah arena bermain yang tak terurus, lengang dan gersang. Bahkan papan namanya pun sudah lusuh dan berdebu. Tidak sesuai dengan info yang ada pada Google Maps.

Tapi secara keseluruhan, liburan kekinian sebetulnya nda lagi sulit untuk dilakukan atau direncanakan by phone.
Hanya dengan mengandalkan smartphone yang kalian pegang, saya jamin pilihan untuk bisa berlibur dengan lebih menyenangkan bisa didapat dengan mudah kok.
Sejauh mau belajar menggunakannya saja.
Sudah siap kan ?

Kemajuan Teknologi berimbas jelas pada Kemajuan Status FaceBook

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Kalo boleh dibolak balik lagi halaman akun FaceBook masing-masing utamanya pada Timeline kawan yang dimiliki, dua tiga tahun sebelumnya saya yakin masih dipenuhi oleh kalimat dan gambar statis dengan berbagai tanggapan, ocehan atau makian. Jaman itu jaringan 3G dan 3,5G bisa dikatakan sudah lumayan hebat dan bermanfaat. Paket data Murah banyak ditawarkan agar pengguna lebih mudah sekadar Update Status atau Chat via BBM yang saat itu digemari berbagai kalangan.

Namun di tahun 2016 ini saya lihat sudah jauh berbeda.

Seiring dengan diperkenalkannya jaringan 4G LTE oleh beberapa operator yang didukung pula oleh vendor ponsel baik lokal maupun branded. Dari yang mahal sampai murah meriah.Kemajuan Teknologi ini tentu berimbas pada meningkatnya kuota data yang diberikan dalam paket internet yang digunakan, meski dalam rentang biaya tak jauh berbeda.

Bagi yang paham, tentu akan berimbas pada perubahan perilaku bersangkutan, baik saat melakukan surfing di dunia maya maupun sekedar update status di akun sosial media. Sedang mereka yang masih jua belum paham, bisa jadi tak terpengaruh begitu banyak.

Maka sadarkan kalian hai kawan, bahwa akhir-akhir ini Timeline kita dipenuhi oleh gambar bergerak ?

Viral video yang menyajikan teknologi berkembang di seputaran kita ? Jualan mereka sehingga lebih mudah dipahami ? Atau konten pribadi agar sanak saudara bisa tahu lebih cepat ? Mungkin inilah yang pernah dikatakan sahabat saya mas Hendra W Saputro. Bahwa dengan kemajuan yang sangat jauh meningkat di bidang jaringan, sudah saatnya kita mencoba beralih peruntungan untuk masa depan, ke model viral video yang diyakini masih belum banyak celah yang dimanfaatkan. Apalagi secara infrastruktur kelihatannya sudah mulai banyak didukung. Nah, gimana menurut kalian ?

Masih betah memilih untuk Update Status dengan kalimat dan gambar sebagaimana kebiasaan yang lalu-lalu ? Atau mulai beranjak pada share video dan gambar bergerak lainnya ? Menjual ide, menjadikannya tambang emas ?

Sampaikan ide dan pemikiran kalian dengan jalan yang jauh lebih baik.

Bukankah Gambar dapat mengungkapkan ribuan kata ?

Paket True Unlimited Sesi 2

Category : tentang TeKnoLoGi

Pada tulisan sesi pertama lalu, yang mengetengahkan perihal paket internet True Unlimited milik SmartFren digandengkan dengan perangkat Hisense Pureshot+ dengan masa pemakaian selama 2 minggu pertama, menghabiskan volume data sebesar nyaris 30 GB, dugaan awal batas FUP, kini saya ingin share paket yang sama sesi ke-2 dengan masa pemakaian selama nyaris 1 bulan lamanya dari 19 November hingga 18 Desember. Penghabisannya lumayan, meski tak sama dengan sebelumnya. Hanya sampai 28 GB saja.

True Unlimited 2 PanDeBaik 1

Penggunaan kuota data sebesar ini, rinciannya cukup banyak dan salah satunya ya untuk kegiatan Upgrade OS PC ke Windows 10 di dua perangkat. Komputer Kantor dan Acer W511 dirumah. Ini saya sudah menghabiskan volume sebesar 5,2 GB. Belum video musik Sepultura, Pantera dan Thrash Metal jaman jadul lainnya. Puas tentu saja.

Nah, hari ini paket internet mantap dan hebat besutan Smartfren sudah masuk ke sesi 3 dimana sejak tanggal 18 Desember lalu sudah menghabiskan data sebesar 9,3 GB yang digunakan untuk mengunduh beberapa filem baru seperti The Martians, Peanut, Good Dinosaurs juga video YouTube lainnya. Yang kesemuanya diambil dengan mengakali Torrents.

True Unlimited 2 PanDeBaik 2

Untuk kecepatan meski tak secepat jaringan 4G di lokasi lain, terpenting adalah kestabilan jaringan dan minim gangguan, rasanya sudah cukup. Paling tidak untuk aktifitas sosial media Twitter, Instagram dan permainan Criminal Case masih bisa diakses dengan baik di dua perangkat lainnya.

Bagaimana perkembangan sesi 3 ini nantinya ? simak penuturan saya kembali bulan depan. He…

Menyiasati Blokir Konten Torrent

1

Category : tentang KHayaLan

Masih ingat istilah Torrents ?
Aplikasi atau apapun namanya yang berbasis p2p peer to peer atau kalo boleh disederhanakan, antar pc ke pc atau user ke user, dimana biasanya dimanfaatkan untuk pencarian sejumlah file dalam format beragam yang dapat diunduh kapanpun. Kurang lebih sih begitu pemahamannya.
Akan tetapi, lantaran ada kata kunci ‘sejumlah file’ dan ‘dalam format beragam’ rupanya dibalik itu terdapat pula ancaman yang mengintai terkait volume atau besaran file yang nantinya akan diunduh ‘kapanpun’. Sehingga untuk mengantisipasi lebih awal ancaman ini, beberapa admin jaringan yang menawarkan wifi gratis, biasanya melakukan blokir konten untuk hal-hal yang berbau Torrents seperti halnya jaringan kantor kami dan juga paket SmartFren 4G LTE True Unlimited.

Aturan dibuat memang untuk dilanggar.
Secanggih apapun larangan yang diterapkan, ada saja cara atau celah yang dapat dilakukan untuk membobolnya.
Demikian halnya dengan pemblokiran Torrents ini.

Sejauh yang saya tahu, dari sekian banyak cara atau celah pembobolan blokir Torrents, sepertinya hanya cara berikut yang paling mudah atau gampang dilakukan.
Yaitu kombinasi antara halaman atau aplikasi filestream.me dengan Internet Download Manager yang selain diklaim dapat membobol blokir konten Torrents, untuk kecepatan unduh juga jadi jauh lebih cepat.
Hanya saja, besaran file maksimal yang dapat diunduh maksimum 1 GB saja.

Bagaimana caranya ? Mudah.
Masuk ke halaman filestream.me lalu lakukan Registrasi. Jika berhasil, lakukan Upload file Torrents yang telah diunduh, lalu pilih file yang diinginkan (apabila besaran lebih dari 1 GB), dan tekan tombol Download. Proses pengunduhan akan dilakukan secara cepat dan disimpan pada server halaman filestream.me
Apabila file dimaksud telah selesai diunduh, pada kolom keterangan akan menyajikan tulisan ‘Complete’.

File 1

Untuk dapat mengambil file hasil unduhan, tekan folder file dimaksud, lalu pilih opsi unduhan di sisi kanan keterangan file. Filestream.me akan memberikan 2 opsi cara pengunduhan, yaitu melakukan copy link yang dapat di-paste pada aplikasi Download Manager, dan cara kedua dengan mengunduhnya langsung lewat browser. Saran saya tentu pilih opsi pertama.

File 2

Apabila besaran file yang ingin diunduh lebih besar dari batasan 1 GB, maka proses dapat dilanjutkan dengan memilih file lain di dalam file Torrents barusan, lalu ulangi prosesnya kembali. Ribet memang, namun setidaknya langkah ini bisa digunakan untuk menyiasati blokir akan konten Torrent oleh admin jaringan yang kalian manfaatkan.

Nyobain paket True Unlimited SmartFren yuk

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Dua jam lalu, sekitar pukul 7.04 akun twitter @dokterMade sempat mention menyampaikan kabar gembira terkait munculnya paket data yang ia idamkan, meski harus ditebus dengan harga yang cukup mahal. Dalam tweetnya tersebut dilampirkan pula link berita dari akun @InfoTekno yang mengarah ke halaman detikiNet dengan judul ‘SmartFren Bangkitkan Kembali Internet Unlimited’.

Kaget juga sebenarnya, saat membaca isi dari berita yang diunggah pada pukul 3 sore tadi, bahwa paket sebagaimana dimaksud @dokterMade adalah paket data True Unlimited yang ditawarkan oleh SmartFren kepada para pelanggannya, sebagai bentuk realisasi misi mereka, bahwa Smartfren selalu berkomitmen memperkaya pengalaman pelanggan melalui produk dan layanan 4G LTE yang inovatif, terluas, dan terandal di Indonesia. Setidaknya demikian penyampaian Derrick Surya, Head of Brand dan Marcomm Smartfren dalam link tersebut.

Jika selama ini paket data Unlimited yang dijual oleh operator lain (termasuk nomor utama yang saya gunakan sekarang) menetapkan adanya pembatasan maksimal FUP (Fair Usage Policy), yang apabila melewati batasan tersebut kecepatan internet akan diturunkan ke titik terendah, maka paket data True Unlimited ini tidak lagi menggunakan batasan apapun, baik FUP maupun waktu Kalong (yang tempo hari sempat dikeluhkan pula oleh @dokterMade).

Serius ?

Iya dong. Hanya saja, ada yang menarik nih kalo mengingat lagi kalimat yang disampaikan @dokterMade terkait harga yang mahal.
Ternyata ada syaratnya berkaitan dengan harga atau biaya yang harus kita tebus untul itu. Yang secara normal atau pengguna dan calon konsumen umum ditetapkan sebesar 300ribu rupiah sebulannya dengan rencana pemberlakuan hingga bulan April 2016 nanti (6 bulan kalo dihitung dari sekarang).
Sedangkan… bagi kalian pengguna ponsel Hisense Pureshot series, rupanya SmartFren berkenan memberikan diskon besar yaitu hanya dikenai biaya sebesar 75ribu saja sebulannya. Yang artinya akan ada penghematan sekitar 1,3 juta rupiah dalam rentang kurun waktu pemakaian yang sama.

Tertarik ?

Yuk, kita cobain paket mantap ini.

Jadi ceritanya, sebagai salah satu pengguna ponsel keren Hisense Pureshot+, musti cari tahu dulu info terkait dari aplikasi mySmartFren yang bisa diunduh di pasar aplikasi Google Play. Hasilnya, ternyata memang ada info paket True Unlimitef pada bagian package, yang ditawarkan dengan harga 75ribu saja. So, berbekal penambahan pulsa sebesar nilai yang sama, paket dapat dibeli dengan cara pemotongan pulsa, langsung aktif dan dapat digunakan. Kalian bisa lihat pada beberapa gambar ilustrasi yang saya sampaikan dihalaman ini, hasil screenshot dari ponsel Hisense beberapa menit lalu.

True Unlimited SmartFren PanDe Baik 1

Done. Paket True Unlimited 75 ribu sebulan pun sudah bisa digunakan. dan seperti biasanya, sebelum dimulai ya diawali dengan pengujian jaringan terlebih dahulu di rumah @pandebaik dengan hasil kecepatan Download sekitar 9,76 MBps dan Upload dibawah 1 MBps. Pun saat diuji coba mengunduh beberapa video dari halaman YouTube, didapat kecepatan rata-rata di kisaran 3 MBps. Lumayan bukan ?

Usai pengunduhan itu, saat diperiksa kembali kuota yang tersisa, rupanya tetap menyajikan pernyataan ‘Unlimited’ saudara-saudara. Keren gak sih ?

True Unlimited SmartFren PanDe Baik 3

dan yang makin bikin pede, tentu opsi add-on di sebelah tab paket data, gak ada opsi tambahan buat kuota/volume. Yang artinya…

Paket True Unlimited ini beneran Unlimited Kuota dengan kecapatan 4G LTE dalam arti yang sebenarnya…

Masih belum percaya ? Ayo dicoba…

Beberapa Catatan terkait Hisense Pureshot+

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah menurunkan empat tulisan berkaitan dengan ponsel Hisense Pureshot+ yang diBundling dengan SmartFren 4G, baik siapa Hisense dan bagaimana kinerja ponsel berlayar 5,5 inchi dan delapan inti prosesor, serta uji kecepatan koneksi data dalam dua sesi, ada baiknya juga saya mengimbangi beberapa fakta lapangan yang didapat selama oprak oprek seminggu terakhir ini. Namun apa yang akan saya sampaikan nanti, hanyalah sebagai catatan kita bersama, yang kelak saya harap dapat menjadi masukan bagi Hisense dalam pengembangan aplikasi sehingga dapat menutup kekurangan dimaksud, pilun demikian, masukan bagi kawan-kawan peminat Pureshot+ sebagai bahan pertimbangan sebelum menjatuhkan pilihan.

Pertama soal Vision UI.
User Interface atau perwajahan perangkat Hisense Pureshot+ rupanya menggunakan Launcher pribadi yang saya pantau tidak akan dapat ditemukan di Play Store, dan juga tidak dapat diadopsi ke ponsel maupun tabletpc berbasis Android lainnya. Nilai tambah tentu. Sudah begitu, dilihat secara Pengaturannya, cukup mudah dipahami. Terdapat tambahan scroll menu bolak balik dan efek perpindahan antar layar yang unik. Namun demikian, secara penampilan Vision UI mengadopsi murni tampilan iOS milik Apple yang pula meniadakan opsi Menu dan opsi Tema. Sehingga pengguna harus puas dengan tampilan sebagaimana pabrikan dibuat meski bisa diatasi dengan menginstalasi Launcher tambahan lain. dan seperti halnya iOS, pengaturan icon yang sudah di-set sedemikian rupa dengan mudahnya dapat dipindahkan oleh orang lain, seperti anak-anak misalkan secara tidak sengaja, bahkan terhapus secara permanen dari layar depan.

Kedua, selain UI bawaan, secara fisik luar Pureshot+ mirip plek dengan iPhone 6 baik ukuran maupun penempatan lensa kamera di punggung belakang. Sehingga saat saya menemui kesulitan untuk menemukan Leather Case maupun screen guard di gerai ponsel besar sekalipun, sempat terlintas untuk mencoba menggunakan asesoris milik iPhone 6 yang rupanya gagal total. Tidak sepenuhnya siy, karena screen guard masih bisa diCustom dengan memotong lekukan namun tidak dengan Case. Dimana posisi lensa Pureshot rupanya sedikit ke ujung pinggiran atas yang jika dipaksakan, tentu akan menutup lensa kamera. Itu sebabnya, pe-er bagi pihak Hisense barangkali entah mengupayakan sendiri atau bekerja sama dengan pihak lain untuk dapat merilis Leather Case sendiri dan tidak mengandalkan versi Universal yang punggungnya bolong setengah badan itu. Sangat tidak nyaman, dan tidak elok jika ponsel sedemikian canggih, menggunakan Universal Case atau malah rentan goresan pada punggung ponsel yang berbahan plastik itu.

Catatan Ketiga, meski dalam paket penjualan Hisense menyertakan kabel data sekaligus charger yang dapat dipisah dengan kepalanya, namun saat perangkat disambungkan dengan PC, ternyata tidak semudah brand lain yang biasanya secara otomatis terdeteksi tanpa banyak proses instalasi. Setidaknya pengguna harus memilih opsi fungsi kabel usb saat penyambungan, apakah hanya untuk Charging, membuka (mount) sdCard, media data atau lainnya. Selain itu, apabila kita memilih sebagai Media Data, perangkat pc masih harus membutuhkan waktu panjang untuk menginstalasi driver perangkat secara online. Kalo mau aman, pilih Mount sdCard saja. Cuma Internal storage ponsel gak bisa diakses.

Catatan keempat, soal keberadaan dual speaker yang ada di sisi bawah perangkat, secara tampilan tentu saja meyakinkan. Hal ini serupa dengan beberapa ponsel flagship dari brand lain. Namun sayangnya, fungsi output suara yang dihasilkan saat memutar musik maupun video, hanya berlaku untuk 1 speaker saja yaitu yang sisi kanan apabila dilihat dari permukaan layar. Apabila speaker ini ditutup, meski sebelah saja, suara akan teredam bahkan tak terdengar dengan baik. Ada yang mengalami hal serupa ?

Pureshot Hisense SmartFren 4G LTE

Namun begitu, ada juga hal-hal kecil yang bisa saya sampaikan di akhir tulisan sebagai nilai tambah yang bisa menjadi info berimbang bagi Hisense Pureshot+ dalam postingan ini. Yaitu :

1. Aplikasi Firewall yang berfungsi untuk memblokir panggilan dan sms dari nomir tertentu, sepaham dengan Vision UI, aplikasi ini tak akan dapat ditemui di Play Store manapun dan tidak dapat diadopsi pada ponsel lain.

2. Pengambilan Screenshot tampilan halaman bisa dilakukan dengan menekan 2 (dua) tombol bersamaan yaitu Volume Down dan Power. Hasil akan tersimpan pada folder Screenshot pada kartu memori eksternal.

3. Meskipun Tema tampilan tidak didukung oleh Vision UI, namun secara tampilan keyboard ponsel masih mampu lah dilakukan dengan baik. Manfaatkan saja aplikasi TouchPal lebih lanjut.

4. Pureshot+ tampaknya ingin memanjakan penggunanya yang jaman masa kini akan lebih banyak memanfaatkan lensa kamera depan untuk kebutuhan Selfie sendiri maupun saat bersama kawan. Jadi manfaatkan saja kamera 5 MP yang ada di sisi depan ponsel, dilengkapi dengan fitur flash light atau lampu kilat untuk mendapatkan hasil maksimal. Jauh lebih baik lah jika dibandingkan dengan beberapa ponsel yang ada saat ini.

Nah, demikian kira kira postingan terakhir yang dapat diungkap sejauh ini, semoga bisa bermanfaat dan menjadi bahan masukan sebagaimana di awal tadi.

Overall, secara fungsi tampaknya ponsel Hisense Pureshot+ ini masuk dalam daftar rekomendasi saya untuk kalian yang membutuhkan kehadiran sebuah ponsel dengan kemampuan setara flagship brand lain namun dengan harga yang cukup terjangkau. Apalagi secara spesifikasi lumayan mumpuni, tentu dengan beberapa permakluman diatas tadi.

Uji Kecepatan SmartFren 4G dengan SpeedTest (bundling Hisense Pureshot+) #2

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan aksi uji kecepatan koneksi data SmartFren 4G yang diBundling pada ponsel Hisense Pureshot+ berlayar 5,5” yang mengandalkan prosesor delapan inti, kali ini saya menyampaikan 7 (tujuh) lokasi di seputaran Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, wilayah yang merupakan Coverage Area utama operator satu ini. Setidaknya demikian informasi yang dahulu pernah diterima.

Dimulai dari Gedung Dewan yang terhormat Kabupaten Badung, blok seberang kantor yang berjarak sekitar 400an meter dari ruangan @pandebaik di satu pagi sesaat sebelum Rapat Kerja SKPD Dinas Cipta Karya bersama Komisi II. Yang ternyata dibatalkan pelaksanaannya karena ke-empat puluh anggota sore di hari yang sama akan berangkat dinas ke Jakarta. Kecepatan Download terpantau diatas 10 MBps, berbanding terbalik dengan kecepatan Upload yang hanya mampu di kisaran 1 MBps.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 04

Kecepatan lalu terpantau menurun saat kendaraan berada di parkiran Pasar Sempidi, sore sepulang kerja masih di hari yang sama, sekedar membeli buah dan penganan untuk anak-anak.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 01

Masih berada dalam kendaraan di jalanan Gatot Subroto Tengah menuju perjalanan pulang ke rumah, kecepatan terpantau meningkat jauh baik Download maupun Upload. Cukup signifikan dibanding sebelumnya. Bisa jadi lantaran lokasi ketiga pengujian ini merupakan jalur utama area cakupan SmartFren ketimbang yang lain.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 02

Namun meskipun lokasi keempat, Tiara Dewata berada di persimpangan jalanan besar Jendral Sudirman dengan Mayjen Sutoyo, Kecepatan terpantau standar untuk ukuran jaringan 4G, baik Download maupun Upload-nya.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 03

Masuk ke lokasi kelima di Warung Mina Dalung, pengujian sempat diulang hingga tiga kali. Mengingat secara hasil terpantau kecepatan Upload malah lebih besar ketimbang Download. Hmmm… Kok bisa ya ?

Uji Smarrtfren 4G Hisense 05

Hasil pengujian paling rendah terpantau di rumah Mertua Indah, Desa Canggu kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung, yang merupakan salah satu sisi barat perbatasan wilayah dengan Kabupaten Tabahan. Hasil yang ditunjukkan baik kecepatan Download maupun Upload sama-sama berada dibaawaah 1 MBps, yang dibuktikan pula lewat leletnya jaringan saat digunakan untuk browsing dan lainnya. Hal sama berlaku pula dengan operator utama yang saya gunakan selama ini.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 06

Dan untuk lokasi terakhir pengujian sesi kedua ini, diambil di parkiran pinggir jalan SD 1 Saraswati sisi timur. Kecepatan uji menunjukkan hasil yang lumayan dibanding lainnya.

Uji Smarrtfren 4G Hisense 07

Nah, demikian dua sesi pengujian kecepatan Koneksi data milik SmartFren jaringan 4G yang sempat dilakukan seminggu terakhir di seputaran Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai referensi pada kalian semua, seakan menguatkan satu hasil pemikiran yang selama ini www.pandebaik.com yakini terkait koneksi internet operator kita di negeri ini. Bahwa posisi (memang mutlak) menentukan prestasi kecepatan data. Tidak ada yang cepat di seluruh area, atau mampu menjadikannya yang terBaik diantara lainnya.

Oh ya, untuk ilustrasi gambar memang sengaja saya balik posisi hasil uji dengan maps lokasi untuk membedakan uji sesi pertama dengan kedua ini.

Uji Kecepatan SmartFren 4G dengan SpeedTest (bundling Hisense Pureshot+)

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan Hisense PureShot+ HS-L695 sebelumnya, ponsel Android ber-Jaringan 4G yang kompatibel dengan semua operator, kali ini saya mencoba berbagi sebagaimana janji di pragaraf terakhir, terkait uji coba kecepatan kartu SmartFren 4G memanfaatkan jasa aplikasi SpeedTest di beberapa lokasi seputaran Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Adapun perangkat yang digunakan masih sama. Hisense Pureshot+ yang dibanderol sekitar 3,2 Juta rupiah saja.

Sebagai gambaran awal, bahwa paket Bundling ponsel berkamera mengagumkan ini memberikan keleluasaan bagi konsumennya untuk menikmati data sebesar 2 GB + 6 GB sebagai bonus yang berlaku hingga 7 hari kedepan sejak aktivasi kartu pertama kali. Jadi bisa dikatakan bahwa kartu SmartFren yang saya uji coba kali ini memiliki masa berlaku paket data 8 GB hanya sampai tanggal 26 Oktober 2015 pukul 23.59.

Adapun metode pengujian yang saya lakukan tergolong sederhana yaitu memanfaatkan jasa aplikasi SpeedTest yang dapat diunduh dari GooGLe Play Strore, serta aplikasi Maps untuk menunjukkan posisi lokasi pengujian. Dalam sesi pertama ini, ada 6 (enam) lokasi yang saya sambangi untuk proses pengujian kecepatan Download dan Upload SmartFren 4G yaitu di Kota Denpasar sebanyak 4 (empat) lokasi pada tanggal 19 Oktober 2015 dan sisanya di Kabupaten Badung keesokan harinya. Kelak apabila rute main saya bertambah, pasti akan di-Update kembali dalam tulisan yang sama.

Oke, berikut hasilnya.

Lokasi Pertama, tentu rumah saya @pandebaik di Banjar Tainsiat dengan titik pengujian berada di dalam rumah berlantai 1 (satu). Kecepatan yang didapat tidak terlalu signifikan, sebagaimana hasil pengujian Modem SmartFren terdahulu. Ini tercermin pula dari kecepatan unduh (lihat gambar terakhir) yang tidak terlalu besar yaitu sebesar maks 1,8 MBps. Bandingkan dengan gambar yang ada di sebelahnya.

Speed PanDe Baik

Lokasi Kedua, rumah atau praktek Dokter Dani Iswara yang membuka gerai Kangen Water, di sisi timur Lapangan Renon, mencapai kecepatan tertinggi dari yang diuji coba hari itu. Bisa jadi secara lokasi yang berada di pinggiran jalan besar kawasan Renon.

Speed Dani Iswara

Lokasi Ketiga, diambil di depan ATM BPD depan Lapangan Renon, yang meski secara kecepatan Download sedikit menurun namun kecepatan Upload naik secara signifikan.

Speed ATM BPD

Lokasi Keempat yaitu Apotek Adhi Guna yang ada di sebelah barat Sakura Elektronik Jalan Diponegoro. Mengingat secara lokasi tidak jauh beda dengan pengujian pertama maka secara hasilpun ya mirip-mirip lah.

Speed Adhi Guna

Sebenarnya sebelum menyasar lokasi pengujian keempat, saya sempat mampir sejenak ke Sellular World di jalan Teuku Umar untuk mencari Screen Guard dan Leather Case perangkat ponsel Hisense Pureshot+ ini, namun kelupaan saking kagetnya pas tahu ternyata si mbak yang dari tadi excited menceritakan kelebihan Hisense, kebingungan pula mencari Screen Guard yang akhirnya diputuskan menggunakan Custom Guard alias dipotong dari pilihan yang ada. He… Sedang Leather Case, agak malas menggunakan yang versi Universal karena cukup ribet saat menggunakan kamera-nya. Mungkin dari pihak Hisense bisa memberikan jalan keluar untuk ini ? Screen Guard dan Leather Case free untuk saya barangkali ? Hehehe…

Lokasi Pengujian Kelima, berlanjut di ruangan kantor Seksi Permukiman, Gedung Dinas Cipta Karya lantai III, area Pusat Pemerintahan Puspem Badung, Sempidi kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Meski meningkat cukup jauh, namun kecepatan Upload sepertinya masih standar-standar saja.

Speed Puspem Badung

Lokasi pengujian terakhir sesi pertama atau Keenam, saya coba di tempat makan siang, daerah Kwanji dengan menu Sate Kambing Lemak. Duuuhhh… ini sih dijamin nambah-nambahin Kolesterol dah. Tapi kalo dilihat dari hasilnya, bisa dikatakan ini adalah hasil yang paling tinggi yaitu kisaran 14 MB untuk kecepatan Download dan 5 MB-an kecepatan Upload. Wiiihhh… mantap yah ? padahal secara lokasi bisa dikatakan Jalan Tibung Sari Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung ini tergolong pinggiran kota loh.

Speed Sate Kwanji

Terakhir saya sampaikan satu ilustrasi kecepatan Unduh dengan melakukan ujicoba Download dua tiga file Video dari halaman YouTube menggunakan aplikasi TubeMate, dimana saat hari pertama pengujian di rumah sendiri hanya mendapatkan kecepatan kisaran 1,8 MBps. Bandingkan dengan kecepatan yang didapat saat mengunduh dua video dari gedung kantor di Puspem Badung, tembus hingga kecepatan 10 MBps. Video dengan durasi 3 menitan, dilahap habis gak sampe semenit. Mantap masbroh…

Speed SmartFren 4G

Nah, kira-kira begini nih, hasil ulik-ulik saya dengan kartu SmartFren 4G, bundling paket ponsel Hisense PureShot+ HS-L695 berlayar 5,5”, kamera 13 MP, dan Octacore prosesor 64 bit. Ada yang masih kurang ?

Andromax M2P, 4G Mifi Terjangkau dari Smartfren

16

Category : tentang KHayaLan, tentang TeKnoLoGi

Akses jaringan 4G kalau tidak salah pertama kali masuk dan diujicoba di Indonesia sekitaran akhir tahun 2013 lalu. Diprakarsai oleh operator Bolt yang mencoba peruntungan melalui penjualan modem router dengan harga yang cukup terjangkau bagi sebagian besar calon konsumen di Indonesia. Dalam perjalanannya, akses 4G ini dikenal pula dengan istilah lain yaitu LTE, mulai dilirik oleh tiga operator raksasa, Telkomsel, XL Axiata dan Indosat yang belakangan tak mau kalah meluncurkan beberapa rilis ponsel yang mendukung jaringan tersebut di beberapa kota besar. Masih minimnya pemain yang masuk dalam pangsa pasar ini membuat Smartfren melalui produk teranyar mereka Andromax 4G mulai melirik pula perolehan kue di segmen ponsel smartphone dan melanjutkan penjualan modem router wifi dalam dua seri, M2Y dan M2P.

Smartfren PanDeBaik M2p

Kebetulan yang saya pegang saat ini, seri Mifi Andromax M2P satu dari dua Mini Router 4G LTE 2.300 MHz dan 850 MHz yang dilepas oleh Smartfren beberapa waktu lalu. Disandingkan dengan modem keluaran awal Connex M1 yang hanya mampu mendukung hingga 6 devices dalam sekali waktu, seri M2P ini bisa diexpand lebih banyak lagi hingga 32 devices terhubung dalam sekali waktu. Ideal untuk sebuah warnet di lingkungan pribadi. Ups…

Dengan kapasitas baterai sebesar 1.500 mAh, modem Mifi M2P kali ini tidak lagi dapat digunakan sebagai perangkat Power Bank sebagaimana halnya pendahulu Connex M1. Model ini merupakan seri lite dari Mifi serupa M2Y yang diluncurkan bersamaan, dengan tambahan dimensi ketebalan untuk kapasitas baterai yang sedikit lebih besar serta dukungan slot micro sdcard untuk fungsi wireless storage.

Secara teoritis, jaringan 4G atau LTE ini seharusnya mampu melakukan akses internet 75 MBps hingga 300 MBps untuk downlink. Yang sayangnya saat diujicoba di seputaran Kota Denpasar dan Badung, sebagaimana klaim Smartfren yang sudah terlayani dalam jaringan mereka, kecepatan unduh yang terpantau hanya mampu ditangkap sekitar 5 MBps hingga 10 MBps saja. Berikut beberapa gambar yang dapat dibagi terkait pengujian kecepatan unduh dengan menggunakan aplikasi SpeedTest.

Smartfren PanDeBaik M2p Toyota Dps

Smartfren PanDeBaik M2p Abs Badung

Smartfren PanDeBaik M2p Sempidi

Mifi Andromax 4G seri M2P ini ditawarkan dengan harga 399ribu saja, hadir dalam dua pilihan warna, putih dan hitam, berukuran mini dan ringan untuk dibawa dalam kantong kemanapun kita pergi. Terdapat satu tombol Power untuk menon/aktifkan perangkat dihimpit dua indikator berwarna hijau saat dinyalakan, untuk pemantauan daya baterai dan kekuatan sinyal yang ditangkap. Warna indikator ini akan berubah seiring menurunnya kekuatan jaringan yang terpantau disekitar pengguna.

Slot Kartu RUIM yang di lock hanya untuk Smartfren dapat ditemukan dibalik cover belakang, dengan membuka baterai terlebih dahulu. Saat pertama kali melakukan aktivasi, kuota bonus data yang dapat digunakan sebagai uji coba awal bagi pengguna hanya sebesar 1,5 GB saja meskipun belum disuntikkan pulsa. Kabarnya, kuota tambahan sebesar 4,5 GB Free akan diberikan apabila melakukan pengisian ulang dengan nominal sebesar 100ribu rupiah diluar kuota resmi yang didapat dengan aktivasi paket tersebut.

Opsi pengaturan Mifi Andromax 4G M2P ini dapat diakses ketika perangkat disambungkan ke layar pc yang secara otomatis menuju alamat http://smartfren.m2p/ melalui jendela browser. User password default yang diatur adalah ‘admin’ tanpa tanda petik untuk kedua kolom tersebut. Disarankan untuk melakukan perubahan password demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan nantinya.

Saat mengakses halaman Admin perangkat Mifi M2P ini, user diberikan hak kuasa penuh untuk melakukan pengaturan lebih lanjut baik ijin akses bagi user lain yang dikehendaki ataupun tidak, hingga sharing konten lainnya yang ditawarkan oleh Smartfren. Selain aplikasi/tampilan UI yang tampil dalam jendela browser pc, aplikasi serupa dapat pula ditemukan pada pasar milik Android dan iOS dengan proses pendaftaran Registrasi terlebih dahulu menggunakan alamat email pengguna.

Berbeda dengan aplikasi/tampilan UI versi desktop pc, aplikasi MySmartFren yang hadir dalam perangkat mobile dapat difungsikan pula untuk penambahan token pulsa dengan menggunakan kode 16 digit pada voucher yang dijual bebas di pasaran. Sangat memudahkan pengguna untuk melakukan pengisian ulang.

Overall, Mifi Andromax 4G seri M2P ini dapat menjadi satu alternatif pilihan bagi kalian yang menginginkan akses internet yang murah dan terjangkau, meski kelihatannya masih harus menunggu agar jaringan Smartfren dapat terlayani dengan maksimal di berbagai cakupan wilayah yang ada.

Kenalkan Mifi Andromax 4G, Smartfren Gathering bareng Bali Blogger Community at Cosmic Bali

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih ingat dengan tweet mantan Menteri Kominfo yang bertanya ‘Internet Cepat buat apa ?’

Salah satu modal terbesar bagi para Netizen di berbagai belahan dunia untuk bisa selalu terhubung dengan dunia maya baik untuk kebutuhan kerja, bisnis, pertemanan hingga bersosial media adalah Koneksi Internet. Yang sayangnya hingga kini rata-rata dari sekian banyak operator data yang ada di Indonesia, rasanya belum ada yang mampu memenuhi 4 syarat konsumen sekaligus. Yaitu Kecepatan, Stabil, Unlimited dan Murah. Tentu saja satu atau dua diantaranya dikorbankan demi memenuhi satu dua persyaratan lainnya.

Demikian halnya Smartfren.

Smartfren 4G M2y PanDeBaik 6

Diakui oleh Tim yang hadir dalam gathering Smartfren bersama Bali Blogger Community sabtu malam kemarin, bahwa coverage area dari jaringan koneksi internet LTE atau yang dikenal dengan istilah 4G, belum mampu melayani sebagian besar wilayah di provinsi Bali ini. Baru tiga Kabupaten/Kota saja yaitu Denpasar, Badung dan Gianyar. Itu artinya meskipun jaringan yang akan diperkenalkan sudah menganut asas Cepat, namun soal kestabilan masih perlu pengembangan lagi.

Persoalan kebutuhan akan stabilnya layanan jaringan data internet disampaikan oleh Dokter Made Cock Wirawan pemilik akun @blogdokter yang ikutan hadir dalam sesi terbatas ini, merupakan satu kebutuhan utamanya saat ini. Sedang soal kecepatan bolehkan ditaruh pada prioritas kedua.

Menyambung soal akses internet cepat, Smartfren dalam  pertemuan singkatnya dengan beberapa perwakilan Bali Blogger Community di gerai Cosmic Bali persimpangan jalan Nakula-Sunset Road Kuta, memperkenalkan modem rilis terbaru mereka, seri M2y dan M2p yang merupakan produksi terkini menggantikan Connex M1 sebelumnya dengan wajah yang lebih tipis dan ringan. Ini disebabkan oleh dihilangkannya fungsi Power Bank 4400 mAh yang disematkan dalam seri M1 terdahulu.

Perbedaan antara seri M2y dengan M2p sebagaimana yang ditawarkan oleh Smartfren ada pada besaran daya yang dibekali pada perangkat masing masing dan juga fitur Wireless Storage dimana dapat difungsikan sebagai tempat penyimpanan berbagi file bagi perangkat lain yang tersambung dengan M2y dan M2p tadi. Soal dukungan jumlah perangkat yang dapat dijangkau hingga 32 devices. Sangat berlebih tentu saja. Bandingkan dengan pendahulunya yang hanya mampu mendukung 6 perangkat saja.

Smartfren 4G M2y PanDeBaik 1

Seri M2y kelihatannya dihadirkan ke pasar konsumen untuk bersaing dengan produk Mifi Bolt yang pula ditawarkan di kisaran harga yang sama. Pada aktivasi pertama, konsumen bakalan mendapatkan free 4,5 GB data internet plus 19 GB data lagi dengan melakukan pengisian sebesar minimal 100 ribu rupiah. Tentu dengan pembagian kuota data dimana hanya 5 GB diantaranya dapat digunakan pada jam-jam produktif, sisanya diberikan saat midnight.

Jika dalam paket data operator lain dengan pola penggunaan sejenis, sisa kuota data yang tidak terpakai akan terhapus atau reset saat tenggat waktu bulanan berakhir, Smartfren menawarkan opsi akumulasi alias ditambahkan pada kuota berlangganan bulan berikutnya. Jadi gak terbuang percuma istilahnya. Asyik juga.

Dalam pemanfaatan Mifi Andromax 4G M2y dan M2p ini, pengguna dapat menginstalasi aplikasi bagi admin user yang saat ini informasinya telah tersedia di Google Play Store bagi pengguna Android, untuk melakukan setting up user password bagi sejumlah perangkat di luar admin, pemeriksaan sisa kuota hingga melihat history data yang digunakan serta pemblokiran perangkat yang tidak diinginkan apabila dibutuhkan. Semua itu bisa dilakukan baik dengan perangkat ponsel ataupun tidak.

Pada sesi pertemuan singkat Tim Smartfren yang dikomandoi oleh mas Seno pemilik akun @seno_pramuadji di gerai Cosmic Bali, bersama komunitas Bali Blogger Community diwakili oleh 10 blogger dari dua generasi, yaitu Dokter Made Cock pemilik akun @blogdokter dan @doktermade, mas Hendro W Saputro @hendrawsaputro dan saya sendiri dari golongan tua (meminjam istilah dari filem Gie), serta Dek Didi @ikads, Anggara Mahendra @anggaramahendra, Diah Dharmapatni @diahdharmapatni, Putra Adnyana @andyputera, Osila @OstMakenyem, Arlan Pratama @pratamaARLAN, Mahayanthi @mahayanthi dari golongan Muda tanpa ekor. *ups…

Sedang di akhir pertemuan tak lupa Smartfren memberikan doorprizes berupa ponsel Andromax C3s untuk Mahayanthi dan modem Connex M1 untuk… ehm ehm ehm… yang dipilih berdasarkan Live Tweet dengan menggunakan hastag #bali4Gready dan #go4Gready

Untuk pengujiannya modem Andromax 4G sendiri, nanti akan disusulkan dalam tulisan berikutnya.